[EXOFFI FREELANCE] Superplayboy (Chapter 7)

333(1).jpg

Superplayboy

7# [Sehun’s Problem]

Dinopeach

Oh Sehun. Kim Hyein.

Romance

Teen

Chaptered

Selamat menikmati, dan hargai karya penulis yaaa

Fanfic ini pernah dipublish di sini bersama karya-karya saya yang lain

.

.

.

.

.

.

Chapter ini khusus untuk Sehun!

Warning!

.

.

.

Sehun memasang wajah datar saat ayahnya menyeret pemuda pucat itu menuju halaman belakang rumah, meninggalkan Hyein duduk sendirian di dalam rumah dengan beribu pertanyaan yang tercekat dalam otak.

“Sehun−” ucapan Tuan Oh terhenti ketika ponsel di saku mantelnya berdering mengusik. Lelaki paruh baya itu meraihnya, menggeser layarnya sejenak.

Maaf tuan, apa anda tidak jadi datang?” Sehun yang berdiri di sampingnya masih dapat mendengar percakapan seseorang di seberang telepon.

“Ah, iya. Maafkan aku, ada urusan mendadak yang membuat Sehun tak bisa datang.” Tuan Oh melirik sehun saat bibirnya mengucap nama anaknya, benar saja, Sehun menoleh menghadapnya dengan alis bertaut.

Tidak apa-apa, tuan. Lain kali kita rencanakan pertemuan seperti ini. Senang berhubungan dengan anda

“Iya, baiklah”  Tuan Oh menutup telepon sepihak, kembali memasukkan benda tersebut dalam saku mantelnya. Beralih menatap Sehun yang menunjukkan alis berkerut bertanda kalau ia sangat butuh penjelasan saat namanya disebut-sebut dalam pembicaaraan telepon dengan−entah, Sehun tak peduli.

“Apa tadi?” Sehun  berucap datar. Tidak langsung menjawab, Tuan Oh menyerahkan selembar kertas kecil berwarna merah yang bisa Sehun yakini sebuah kartu nama. Sehun meraihnya, membacanya sekilas.

Jang Hoo Suk, CEO Sun Coorperation.

“Anak gadisnya ingin dijodohkan denganmu,” Tuan Oh menatap langit malam, bulan berseri dengan beberapa bintang saja yang menemani, tergantung penuh kuasa di atas sana. Pria itu menghirup nafas dalam-dalam, angin malam seketika menyeruak dalam rongga hidungnya.

“Sudah berapa kali ku bilang, lupakan soal perjodohan, ayah tidak bosan memberiku calon yang tak pernah ku inginkan?” Sehun menatap lekat mata ayahnya, menusuk dengan sorot mata penuh memohon. Ini pertama kalinya Sehun menatap ayahnya seperti itu, hari-harinya hanya tatapan dingin dan tak acuh yang Sehun berikan.

Sehun berubah.

Kendati menjawab pertanyaan retoris Sehun, Tuan Oh tersenyum tipis, kepalanya berputar menghadap jendela kaca yang memberikan pemandangan dari dalam rumah. Memandang Hyein yang berkutat dengan album masa kecil Sehun yang sengaja Tuan Oh taruh di meja depan Hyein untuk mengalihkan perhatian Hyein dari percakapannya dengan Sehun.

“Apa karena gadis itu?” Tuan Oh kembali menatap Sehun, memojokkan anaknya sendiri. Sehun tak peduli sama sekali.

Lelaki kulit pucat itu diam tak menjawab pertanyaan ayahnya, membiarkan otaknya berputar-putar berfikir tentang perasaan kacaunya saat di dekat Hyein.

Tuan Oh ikut terdiam, matanya melirik Hyein sebelum bibirnya membentuk seringai tipis yang sama sekali tidak Sehun sadari. Pria yang wajahnya sudah penuh kerutan itu berucap, “Kau tidak menjawab? Kalau begitu, datang ke restoran flamingo besok sore, akan ku pertemukan kau dengan−”

“Aku mencintainya” Sehun menyela dengan cepat, kartu nama yang masih digenggam, berhasil ia remas tak berbentuk oleh luapan emosi yang tak terkendali karena sikap ayahnya yang membuat Sehun tak tahan.

Seringai di bibir Tuan Oh makin kentara, “Siapa? Anak gadis Jang Hoo Suk? Wah, kau bahkan belum bertemu dengannya sudah jatuh cinta−”

“Hyein, Kim Hyein. Gadis itu” Sehun mengarahkan telunjuknya pada Hyein yang tengah menatapnya setelah rungu gadis itu mendengar samar namanya disebut.

“Sudah kuduga” Tuan Oh melangkah menjauh dari Sehun, mendekat pada pintu yang mengarah ke dalam rumah. Tangannya dilipat di belakang tubuh. Hyein lekas bangkit dari duduknya setelah mendapati Tuan Oh yang mendekat ke arahnya.

Sehun mengikuti ayahnya di belakang, kemudian mendahului dan berdiri di samping Hyein. Gadis itu menunjukkan ekspresi terkejut dan bingung menjadi satu.

Tuan Oh tersenyum tipis sebelum selangkah mendekat.

“Siapa namamu, nona?” sadar atau tidak sadar, Sehun menggenggam tangan Hyein, membuat gadis itu terkejut luar biasa. Dan Sehun harus bertanggungjawab dengan debaran hebat di dadanya. Sehun menggertak giginya, hafal benar sikap ayahnya, Tuan Oh tak akan dengan mudah menerima Hyein. Layaknya keluarga Sehun adalah sebuah akademi militer, Hyein akan disambut dengan rintangan-rintanga yang menguji mental serta fisiknya, Tuan Oh tak sembarangan dalam memilih calon pendamping hidup untuk Sehun kelak.

“Coba ku ulang, siapa namamu, nona? Kau tentu dengar ‘kan? Tentu saja, kau punya telinga−”

“Ayah.” suara Tuan Oh tercekat oleh Sehun, putranya itu memandang bengis ayahnya sendiri. Sedangkan yang dipandang hanya menyeringai. Entah mengapa, Hyein merasa matanya menghangat, namun dengan penuh kuasa, ia mencoba menahannya.

Tuan Oh menepuk pundak Sehun, membuat Sehun terperanjat menautkan alis tebalnya.

“Aku hanya bercanda,” Tuan Oh melepas kontak dengan anaknya setelah terkekeh ringan, kini tatapannya menghujam Hyein yang mengeratkan genggaman Sehun di tangannya. Sehun menatap gadis itu, sedikit iba saat mendapati sebulir keringat dingin terjatuhkan dari pelipisnya.

“Nona Kim”

“Ya?” Hyein menjawab dengan nada bergetar. Sehun kembali menatap ayahnya.

Tuan Oh memasang senyuman tipis, namun sudah sangat mengubah raut wajahnya yang sebelumnya kaku tak terbaca. Perlahan ketakutan Hyein lenyap.

“Sehun anak yang baik, dia sebenarnya anak yang penurut, tapi aku tak pernah membuatnya menurut padaku. Sehun tak pernah meminta, namun aku yang terlalu berlebihan memberinya ini dan itu…” pria baya itu menggantung kalimatnya, Sehun sendiri memasang wajah tak percaya, saat ini ayahnya sangat berbeda  dengan ayah yang ia kenal sebelumnya.

“…Perlakukan Sehun dengan baik ya,” kali ini Tuan Oh menepuk pundak Hyein sekilas, mata gadis itu bedikit berkaca karena penuturan Tuan Oh yang kelewat tulus.

“Aku percaya padamu” senyum di wajah Tuan Oh makin lebar. Pria itu melangkah mendekat pada Sehun, sangat kentara kalau pria itu hendak pergi. Urusannya dengan Sehun kali ini sudah selesai.

“Jangan sekali-sekali kau sakiti gadis ini, jangan jadi lelaki brengsek, nak.” selesai dengan kalimatnya, Tuan Oh bergegas pergi meninggalkan Sehun dan Hyein yang masih terdiam di tempat.

Sehun masih memutar otaknya, menyaring kalimat ayahnya. Hyein sendiri masih diam, menunduk memelintir ujung roknya. Setelah mengotak-atik otaknya, Sehun beralih menghadap hyein, meletakkan kedua tangannya pada pundak Hyein kemudian naik menangkup wajah si gadis yang seketika menengadah dan menjatuhkan tatapan pada netra Sehun yang menghujamnya.

Tanpa kata-kata dan tak perlu waktu lama, Sehun sudah menghapus jarak keduanya. Hyein membulatkan matanya. Sehun melakukannya dengan sangat lembut, kemudian menjauhkan wajahnya dan menatap Hyein.

Lelaki itu tak mengucap kata sama sekali, seketika menarik Hyein dalam pelukannya, membiarkan Hyein dengan susah payah mengatur degup jantungnya yang sudah ingin keluar dari tubuhnya sejak Sehun menciumnya barusan.

Menenggelamkan wajahnya di curuk leher Hyein, Sehun menghirup aroma shampo apel Hyein yang memabukkan. Tak berusaha melepas ataupun memberontak dari perlakuan Sehun, Hyein hanya diam membiarkan Sehun mengungkungnya dalam diam.

“Kau bisa percaya padaku”

.

.

.

.

TBC

Yuhuuuuuuu!! Tinggal satu chapter lagi nihh, semoga aja. Jujur ya, sebenarnya aku ini tipe penulis yang suka bosen kalo nulis panjang-panjang gini, aku hampir aja bikin cerita ini gantung >< ya syukurlah habis sampai selesai, ceritanya seru siiih. Mungkin setelah ini aku bakal jarang nulis yang chapteran begini, mungkin series? oneshot? drabble? ficlet? yang lain?

.

Tinggalkan komentar yaa, sebagai apresiasi kalian serta penilaian tersendiri bagi penulis. Komentar kalian sangat berharga loh, beneran ._.v

Kalo ada kesalahan entah typo(s) atau lainnya, mohon koreksinya semuaaa.

Sekian, terima kasih.
-Dinopeach-

Iklan

12 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Superplayboy (Chapter 7)

  1. huuaaa mian min… baru bisa comment
    kenapa hyein yang dipopo ane yang merasa deg-degan gini
    sumpeehhh min … walaupun singkat tapi ngena banget …
    next min >> ^.^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s