[EXOFFI FREELANCE] Reason Why I Life (Chapter 8)

img_705711

Tittle/judul fanfic        : Reason Why I Life

Author                : Park Rin

Length                : Chaptered

Genre                : Romance, Family, Angst

Rating                : PG-13

Main Cast&Additional Cast    : Baekhyun

                 Park Sung Rin (OC)

                 Mingyu Seventeen

                 All EXO’s Members

                 Ect.

Summary    : Wanita datang dengan mini dress putih dengan flatshoes hitam serta jaket tipis itu siapa?

Disclaimer    : FF ini murni buatan author sendiri. Ada beberapa cerita yang mengisnpirasi author dalam membuat karakter disini. Namun, jalan cerita dan alur cerita murni buatan author sendiri. FF ini juga bisa kalian temukan di akun wattpad milik author. Id author @ParkRin98. Baca juga di blog milik author https://parkrin98.wordpress.com/

Author’s note    : Halo! Ini FF pertama author, semoga kalian suka dengan FF ini. Selamat membaca.

“Maafkan aku, tolong maafkan aku.” Baekhyun mulai menangis di dalam tidurnya. Rin menatap Baekhyun iba, Rin terus mengusap punggung tangan itu berharap Baekhyun akan segera tenang. Jujur ia tidak tahu harus mengucapkan apa kepada Baekhyun yang tengah mabuk ini.

Pagi itu Rin terbangun dengan kepala pusing dan perut yang terasa begitu tak nyaman. Ia lupa bahwa ia melewatkan makan siang dan makan malamnya kemarin. Rin menghembuskan nafasnya pelan, nafsu makannya benar-benar hilang saat ini dan mungkin karena itu penyakit maagnya sering menyerangnya.

Rin melangkah bangun dari kamar Mingyu menuju dapur, ia mengambil sebutir pil dan segera meminumnya. Setelah itu ia segera memasak untuk dirinya dan kedua orang yang menginap dirumahnya. Hangover soup dan nasi hangat adalah menu sarapan pagi ini.

Setelah selesai membuat sarapan, Rin segera memasuki kamarnya yang bernuansa putih tersebut. Tangan mungilnya segera mengguncang pelan bahu suho yang masih terpejam disana.

Oppa, bangun. Ayo sarapan.” Ucap Rin pelan.

Suho membuka matanya perlaha setelah mendengar panggilan Rin. Ia menatap Rin sebentar kemudian menangguk. Kepala suho terasa sedikit pusing karena efek meminum alkohol juga semalam. Suho minum tak terlalu banyak sehingga semalam ia masih terlihat normal.

“Bangunkan Baekhyun oppa juga. Aku akan menunggu diluar.” Pesan Rin sambil menatap suho yang mencoba duduk.

“Oke, Rin. Aku akan membangunkannya, kau tunggu saja diluar.” Jawab Suho sambil menatap Baekhyun yang masih tertidur dengan nyaman disebelahnya.

“Baiklah.” Ucap Rin sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya itu.

Rin melangkah menuju meja makan, kemudian tangannya merapikan tiga buah mangkuk berisi nasi dan tiga buah mangku berisi hangover soup. Ia juga mulai menuangkan air kedalam dua buah cangkir disana. Sepuluh menit menunggu, Baekhyun dan Suho keluar dari kamarnya.

“Makan dulu, oppa.” Ucap Rin tersenyum kemudian mempersilahkan dua laki-laki itu untuk duduk.

Suho hanya menangguk, sedangkan Baekhyun diam. Mereka kemudian duduk di atas kursi meja makan itu, lalu diikuti oleh Rin. Tak berselang lama, mereka mengucapkan salam sebelum makan dan memulai sarapan mereka.

“Masakanmu enak juga Rin.” Kata Suho setelah mencicipi sup yang dihidangkan Rin.

“Terima kasih, oppa.” Rin tersenyum, kemudian matanya beralih kepada Baekhyun yang hanya diam melihat makanannya.

Oppa ada apa? Mengapa kau hanya melihat makananmu? Apa kepalamu masih sakit?” Tanya Rin khawatir. Baekhyun hanya menggeleng, kemudian mulai menyuap sup dan nasinya.

Melihat Baekhyun yang sudah mulai makan, Rin juga ikut memakan sup dan nasinya. Setelah memakan tiga sendok nasi Rin sudah merasa kenyang, padahal ia melewatkan makannya kemarin.

“Kau sudah selesai makan?” Tanya Baekhyun saat Rin menaruh sendoknya. Mendengar hal itu, Suho juga menghentikan aktivitas makannya dan ikut menatap Rin.

“Iya, aku harus segera bersiap-siap. Kalian lanjutkan saja acara makannya.” Rin berusaha mengalihkan pandangan matanya dari Baekhyun yang kini sedang menatapnya heran.

“Kau yakin sudah kenyang? Mengapa kau makan sangat sedikit?” Tanya Baekhyun sebelum Rin pergi kekamarnya.

“Entahlah, mungkin karena tubuhku sudah merasa bahwa aku sudah semakin membuncit.” Jawab Rin bercanda. Perkataanya memang tak sepenuhnya salah, meskipun Rin sering melewatkan makannya, namun perutnya tetap saja perutnya membuncit.

“Seminggu yang lalu kau juga mual Rin, apakah kau benar-benar tidak apa-apa? Sebaiknya kau ke dokter bila kau seperti itu terus” Baekhyun menatap Rin khawatir. Memang benar nafsu makan Rin terus saja menurun dan ia semakin sering terkena maag, ditambah ia juga sering mual dan muntah.

“Kau yakin Rin tidak hamil?” Tanya Suho asal membuat Rin dan Baekhyun membulatkan kedua mata mereka.

Pluk

Sebuah jitakan yang tidak terlalu keras mendarat di kepala Suho. Membuat orang yang di jitak tersebut mengerang marah.

“Jangan bicara yang aneh-aneh! Rin masih SMA.” Baekhyun menatap Suho dengan death glare-nya. Suho yang ditatap seperti itu hanya mecibir kemudian melanjutkan kembali acara makannya.

“Sudahlah, aku akan pergi siap-siap sekarang.” Kata Rin kemudian memasuki kamarnya.

“Kau yakin tidak mau kami antar?” Kata Baekhyun saat mereka sampai di parkiran apartemen, Rin.

“Tidak usah, oppa. Aku tidak ingin membuat sekolahku gaduh dan berita aneh-aneh bermunculan, karena kalian berdua mengantarkanku.” Jawab Rin tersenyum meyakinkan Baekhyun.

“Baiklah, aku akan pergi sekarang. Hati-hati dijalan ya.” Baekhyun kemudian mengusap pelan pipi Rin dan mencium kening gadis itu pelan.

Ya! Ya! Tak bisakah kalian tidak bermesraan di depan umum? Tidak, setidaknya jangan didepanku.” Kata Suho jengkel.

“Diamlah hyung. Makanya diri kau harus cepat cari pacar, masak orang kaya sepertimu tidak laku-laku.” Ejek Baekhyun membuat Rin tersenyum geli.

Ya! Bukannya aku tidak laku-laku, banyak wanita sudah antre untuk menjadi pacarku, tapi sayangnya semua wanita itu tidak memenuhi kriteriaku.” Suho menjawab sengit ejekan Baekhyun.

“Makan tuh kriteria, jomblo seumur hidup baru tahu rasa.” Baekhyun kembali mengejek Suho.

“Jaga ucapanmu, Byun Baekhyun atau akanku tendang kau dari dorm.” Suho mulai murka, membuat Baekhyun tersenyum geli kemudian mengikuti Suho masuk kedalam mobil.

Rin yang menonton pertengkarang sengit antara Baekhyun dan Suho hanya bisa tersenyum. Ia bersyukur karena Baekhyun sekarang bisa tersenyum geli, sepertinya Baekhyun dapat melupakan sejenak hal yang terjadi kemarin. Begitu pula dengan Suho, ia tidak sepenuhnya marah. ia malah bersyukur Baekhyun menggodanya. Lebih baik melihat Baekhyun begini dibandingkan melihat Baekhyun sangat frustasi seperti kemarin.

“Rin-a aku berangkat!” Baekhyun melambaikan tangannya pada Rin. Rin hanya membalasnya dengan menangguk dan ikut melambaikan tangannya.

Rin mengeluarkan ponselnya, kemudian mengetik sebuah pesan pada seseorang.

Oppa, bisakah kita bertemu?” Tulisnya kemudian melangkahkan kakinya menuju halte bis.

Rin duduk di dalam bis yang mengantarkannya ke sekolah tersebut. Setelah duduk, Rin kembali melihat poselnya, Sebuah pesan masuk.

“Bisa, kau ingin bertemu dimana? Jam berapa? Kebetulan sekali ada yang ingin menemuimu juga.” Balas orang tersebut.

“Siapa? Oke, temui aku di Reason café pukul delapan malam.” Ketik Rin cepat.

“Nanti aku kenalkan. Oke sampai jumpa disana nanti.” Balas orang itu tak sampai semenit, sepertinya dia sedang tidak sibuk.

“Oke.” Jawab Rin singkat kemudian memasukkan ponselnya ke dalam tas.

Rin berjalan menuju Reason café setelah jam tangannya menunjukan pukul delapan malam. Lelaki dengan pakaian tertutup, duduk di pojok kanan café itu.

Oppa!” Teriak Rin menanggetkan laki-laki itu.

“Aih, bisakah kau tidak menanggetkanku?” Laki-laki itu melihat jengkel Rin.

“Salah sendiri, mengapa kau bisa kagetan seperti itu Chanyeolie Oppa” Kata Rin terkekeh melihat Chanyeol mengurut-ngurut dadanya, menenangkan jantungnya yang terasa akan copot.

“Kau terlihat lebih baik dibandingkan saat terakhir aku menemuimu.” Ucap Chanyeol membuat Rin tersenyum.

“Terima kasih, tapi aku sedang belum seratus persen baik.” Rin mendudukan dirinya di kursi. “Oppa, aku lupa membawa dompetku. Jadi, bisakah kau membelikanku Ice tea?” Rin mengeluarkan puppy eyes-nya membuat Chanyeol memutar bola matanya malas.

“Jangan mengeluarkan mata seperti itu, kau tidak imut sama sekali.” Chanyeol melihat Rin datar, sejujurnya ia hanya berusaha untuk menutupi rasa gemasnya kepada Rin.

Rin hanya mem-pout-kan bibirnya lucu, membuat Chanyeol tak takan untuk menjewer pipi itu sebelum meninggalkan tempat duduk untuk memesankannya Ice tea. Tak berselang lama Chanyeol kembali dengan Ice tea ditangannya, membuat Rin tersenyum cerah.

“Jadi, mengapa kau ingin menemuiku hari ini?” Tanya Chanyeol setelah membiarkan Rin meneguk Ice Tea-nya.

“Apa Baekhyun Oppa baik-baik saja?” Rin itu sambil menunduk dan tangannya mengaduk-aduk Ice Tea-nya dengan pipet.

“Kau bisa menanyakan hal itu hanya dengan memberiku pesan, Rin. Ada apa sebenarnya? Kalian berdua bertengkar?” Tanya Chanyeol pelan, ia bisa melihat perubahan muka Rin yang tadinya ceria berubah murung.

“Tentu saja tidak, kami tidak sedang bertengkar. Aku hanya khawatir pada Baekhyun oppa dia terlihat begitu berbeda akhir-akhir ini.” Rin melipat tangannya kemudian menjatuhkan dagunya di atas tangannya.

“Baekhyun akan baik-baik saja, Rin. Kita berdoa saja semoga semuanya bisa mereda secepat mungkin, setidaknya semuanya mereda sebelum Baekhyun mendapatkan kembali ponselnya.” Kata Chanyeol mengusap pelan rambut, Rin.

“Ku harap begitu.” Rin terdiam. Matanya jauh menerawang.

“Jadi kau menemuiku hanya ingin menanyakan soal Baekhyun? Kau tidak ingin menanyakan sesuatu tentangku?” Kata Chanyeol pura-pura jengkel.

“Haruskah? Baiklah, jadi kapan kau akan mendapatkan pacar?” Rin tersenyum geli setelah menanyakan pertanyaan itu.

“Aish, sudahlah tanyakan saja tentang Baekhyun.” Chanyeol yang tadinya ingin mengerjai Rin merasa menyesal. Chanyeol heran, mengapa sepasang kekasih ini sangat jahil. Rin kemudian tertawa setelah mendengar respon Chanyeol.

Oppa, kau mengatakan ada yang ingin menemuiku? Siapa?” Tanya Rin penasaran setelah puas tertawa.

“Astaga, hampir aku lupa. Tunggu sebentar.” Chanyeol menepuk dahiya kemudian membuka ponselnya. Aku melihatnya membaca sebuah pesan kemudian mengetikkan balasan. “Sebentar lagi dia sampai.” Kata Chanyeol lagi, Rin hanya menangguk.

Lima belas menit menunggu, seorang wanita dengan tubuh langsing datang datang. Ia datang dengan mini dress putih dengan flatshoes hitam serta jaket tipis, rambutnya yang panjang lurus dibiarkan terurai. Ia datang lengkap dengan penyamaran berupa masker dan kaca mata hitam.

Noona!” Chanyeol memanggil wanita itu mendekat. Wanita itu kemudian melangkah cepat meuju tempat dimana Chanyeol dan Rin duduk.

Rin segera bangun dari tempat duduknya setelah mendengar Chanyeol memanggil wanita itu dengan sebutan noona. Rin segera membungkukkan badannya setelah wanita itu sampai di tempat duduk mereka.

Annyeong haseyo.” Sapa Rin sopan, sambil membungkukan badannya 900.

“Ah Ne, annyeong haseyo.” Wanita itu membalas sapaan Rin ramah. Ia juga membungkukan sedikit badannya.

Noona, silahkan duduk.” Chanyeol mempersilahkan wanita itu duduk disebelahnya.

Gomapta, Chanyeol-a.” Jawab wanita itu kemudian duduk di kursi itu.

Rin menatap wanita itu penasaran, entah mengapa suara wanita ini sangat familiar untuknya. Ditambah dengan postur tubuh wanita ini juga proposional, Rin yakin ia adalah seorang aktris atau idol.

Noona, bukalah penyamaranmu. Disini aman kok, sangat jarang ada wartawan di daerah sini.” Kata Chanyeol tersenyum.

Rin memandang lekat wanita itu saat ia mulai melepas masker dan kacamatanya. Mata rin membulat setelah wanita itu selesai membuka penyamarannya. Taeyeon?

TBC

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s