[EXOFFI FACEBOOK] YOUR OPPA isn’t YOUR LOVE (Chapter 1)

10393952_736468476470539_5203192660154634791_n

 

YOUR  OPPA  isn’t  YOUR LOVE

 

Author                  : Chikara-chan

Cast                       : Park Chanyeol                                Park Jiyeon

                                  Kim Jongin (Kai)             Lee Hyeri

Genre                   : School Romance, Brother Sister Complex

Lenght                  : Two- Shoot

 

Disclaimer           :  FF ini murni terinspirasi dari kucing kucing ku (-__ apaan dah) melihat kucing kucing ku lahir, membesarkan mereka bersama dan gak memberi mereka ruang buat keluar rumah,  akhirnya kucing ku hamil karena kakaknya sendiri, itu memang wajar terjadi  pada hewan, tapi karena melihat mereka tumbuh bersama  aku  jadi ngerasa beralah (kenapa jadi curhat 😥 )

let’s reading…..

 

“Kau selalu bilang ini salah Jiyeon-ah, Oppa mengerti. Harusnya Oppa hanya menjaga mu hingga kau dewasa, kemudian membiarkan mu terbang bebas  namun mencintaimu itu akan selalu kulakukan”

 

 

Part 1

 

Motor  sport Park Chanyeol melesat keluar dari rumah mewahnya di gangnam, Jiyeon mengeratkan pelukan di pinggang oppanya membuat ukiran senyuman dibibir chanyeol. Semilir angin yang bergerak berlawanan dengan motor chanyeol menerpa wajah jiyeon lembut, membuat jiyeon merentangkan salah satu tanganya, menghirup udara dalam dalam seakan ingin membebaskan ikatan yang menjerat dadanya, ikatan yang membuatnya memandang oppanya sebagai seorang pria bukan sekedar kakak.

 

 

Kelurga park terkenal sebagai salah satu keturunan bangsawan yang berhasil dalam dunia industri, kenyataan tersebut membuat jiyeon dan chanyeol tidak bias bermain dengan sembarang teman.  Bahkan tak ada waktu bermain untuk mereka berdua, yang selalu di tanamkan dalam otak mereka hanyalah menjaga martabat keluarga dan menjadi pewaris yang bisa diandalkan, park chanyeol masih bisa beradaptasi dan berteman seperti biasa tapi tidak untuk jiyeon.

 

 

Park jiyeon turun dari motor sport park chanyeol, semua mata hagsaeng tak lepas dari mereka berdua. park sibling sangat populer di sekolah, tak hanya dalam akademis mereka bahkan sangat pintar dalam bermusik dan di dunia modeling.  Park sibling hanya terpaut 2 tahun, saat ini chanyeol berada di kelas 3 dan jiyeon baru kelas 1 di Shinhwa High School.

 

 

“Aku akan mengantar mu ke kelas” ucap chanyeol sambil melepas helm di kepala adiknya

 

 

“Aku sudah besar oppa, apa kau pikir aku akan tersesat” tanpa membalas perkataan jiyeon, chanyeol menggandeng adiknya dan membawanya ke kelas, jiyeon hanya dapat berdecak kesal memanyunkan bibirnya.

 

 

——-

 

“Kyaa, itu park jiyeon dan park chanyeol datang” hyeri yang mendengar teman temanya ribut hanya menoleh ke orang yang sedang di bicarakan, hyeri tak habis pikir dengan mereka, setiap hari jiyeon dan chanyeol pasti  datang tapi kedatangan park sibling selalu di anggap istimewa.

 

“Apa kalian tidak bosan membicarakan topik yang sama?” Hyeri bergumam lirih, namun dapat di dengar jelas oleh kai sahabat sekaligus teman sebangkunya.

 

“Kalau membicarakan tentang kecantikan dan ketenaranya park jiyeon pasti tidak akan ada habisnya”

 

“Kau menyukainya?”

 

“Jangan bodoh hyeri-ya, hanya laki laki tidak waras yang tidak menyukainya”

 

Hyeri hanya menggelengkan kepalanya melihat mata sahabatnya yang tidak lepas dari jiyeon hingga yang ditatap duduk dibangkunya. Kai segera membuang muka karena park chanyeol menatap kai tajam seakan ingin mencongkel mata kai, yang membuat hyeri terkikik geli.

 

“Walaupun kau laki laki waras, tapi kau laki laki pengecut kai” hyeri menepuk bahu kai seakan mengejek.

 

—–

 

Park sibling memilih menghabiskan waktu ditaman dari pada di kantin ketika istirahat, karena kedatangan mereka disana hanya akan membuat hagsaeng lain ribut yang membuat keduanya tak nyaman. Jiyeon membuka bekal yang  dia buat, dia selalu membawa makanan sendiri untuk dimakan bersama oppanya.

 

“Aku tidak suka dengan namja kulit hitam itu” jiyeon membulatkan matanya heran.

 

“Ketua tim basket yang satu kelas dengan mu” jelas chanyeol karena raut tidak mengerti dari wajah adiknya.

 

“Bukankah dia eksotis oppa, kai terkenal dingin tapi ketika berbicara dengan ku dia sangat ramah dan lucu” ucap jiyeon antusias membayangkan sosok kai.

 

“Aku tidak ingin dengar kalau kau mulai menyukainya, kau sangat sempurna jiyeon-ah, hanya aku yang pantas dengan mu” ucap chanyeol dengan nada yang sedikit ditekan pada kata kata terahir.

 

“Oppa cemburu? Kalau Oppa merasa lebih baik dari siapapun untuk memiliki ku kau tidak perlu cemburu oppa” jiyeon tersenyumn lembut kearah oppanya, memberikan sedikit ketenangan pada oppanya yang terlihat emosi.

 

“Kau hanya miliku jiyeon-ah” chanyeol mengecup kening jiyeon, membuat jiyeon melebarkan matanya.

 

“Oppa kita ada di sekolah sekarang” ucap jiyeon yang tidak terlalu jelas karena mulutnya yang penuh makanan.

 

“Aku bahkan ingin berteriak pada seluruh dunia, tak ada yang bisa mengambil dirimu dari sisih ku”

 

 

Tanpa sengaja park chanyeol melihat seorang hagsaeng bersembunyi dibalik pohon dekat bangku tempat mereka duduk, sadar karena telah ketahuan hagsaeng itu menyembunyikan wajahnya dari balik pohon. Chanyeol tak memberitahukan pada jiyeon tentang apa yang dia lihat, chanyeol yakin jiyeon akan sangat hawatir.

 

—–

 

 

“Mwo, mereka saling menyukai bukankah mereka bersaudara? Bagaimana kalau chanyeol sunbae melihat wajah ku tadi” hyeri mengomel pada dirinya sendiri, dia sangat terkejut mendengar yang seharusnya ia tak dengarkan. Dia mengatur nafas setelah berhasil lari dari taman dan bersembunyi di balik tembok.

 

“Apa yang harus aku lakukan?” Hyeri menyandarkan badanya pada dinding, orang yang sangat dikagumi banyak hagsaeng disekolahnya ternyata melakukan hal yang di luar nalar.

 

 

“Tentu saja kau harus menutup mulut mu” chanyeol muncul dari balik tembok, berdiri didepan hyeri dan meletak kan tanganya di tembok samping hyeri, membuat tubuh hyeri terkunci. chanyeol tersenyum manis namun membuat hyeri sangat ketakutan.

 

“Kau tidak berpikir akan menyebarkanya kan?” Chanyeol mendekatkan wajahnya pada hyeri, tangan kanan chanyeol membelai pipi hyeri membuat Hyeri susah payah menelan salivanya.

 

‘Klikk’ bunyi kamera handpone milik salah satu anak basket yang kebetulan lewat untuk ke lapangan basket, hyeri menoleh kesumber suara mebuat kedua bibirnya menyentuh bibir chanyeol yang wajahnya memang masih sangat dekat dengan hyeri.

 

‘Klikk klikk klik’ tak hanya satu anak tapi semua anggota tim basket yang lewat juga mengabadikan momen langka itu, kai yang notabene tim basket hanya menganga tak percaya. Ternyata sahabatnya itu yeoja waras yang suka namja tampan, dan tidak pengecut seperti dirinya karena berhasil mencium namja populer nan tampan.

 

 

——–

 

 

jiyeon mengaduk aduk makan malamnya tak selera.

 

“Apa kau sakit jiyeon-ah?” ucap park eomma hawatir. Chanyeol melirik jiyeon sekilas.

 

“Anni eomma, Aku sudah kenyang, terimakasih untuk makananya” jiyeon melangkah pergi dari meja makan chanyeol menatap chanyeol hingga sosok jiyeon hilang di balik pintu kamarnya.

 

“Sebenarnya ada pa dengan adik mu chanyeol-ah?” Park appa juga sangat hawatir dengan putrinya, tak biasanya jiyeon diam saja, dia sangat sering mengoceh di meja makan hingga park appa memarahinya.

 

“Aku juga tidak tau abeoji, aku akan menanyakanya, terimakasih untuk makananya” park chanyeol melangkah menuju kamar jiyeon, mengetuk pintunya pelan.

 

“Jiyeon-ah, oppa ingin berbicara dengan mu” Tak ada sahutan dari dalam kamar jiyeon, membuat chanyeol hawatir.

 

 

“Apa aku harus berbicara dari luar agar eomma dan abeoji tau” jiyeon segera membuka pintu kamarnya.

 

 

Jiyeon merebahkan tubuhnya di tempat tidur menghiraukan oppanya yang duduk di tepi ranjangnya.

 

 

“Kau salah paham jiyeon-ah”

 

 

“Aku tidak buta oppa, jelas sekali di foto itu oppa mencium hyeri”

 

 

“Jadi gadis itu bernama hyeri, aku bahkan belum mengenalnya”

 

 

“Jadi kau jatuh cinta pada pandangan pertama denganya?”

 

 

“Bukan begitu, aku hanya memperingatkanya tapi dia menciumku lebih dulu”

 

 

“Dalam posisi seperti itu, semua orang bodoh pun bisa menilai kalau oppa yang menciumnya” jiyeon sangat lelah, ini bukan pertama kalinya dia melihat oppanya melakukan skin ship dengan yeoja lain, sangat banyak yeoja yeoja yang sering menempel pada oppanya, walaupun chanyeol tak memberikan respon. Namun kali ini ceritanya sangat berbeda, oppanya yang melakukan lebih dulu bahkan sampai beratutan bibir, jiyeon membalikan tubuhnya memunggungi kakaknya.

 

 

Chanyeol merebahkan tubuhnya disamping jiyeon, memeluk tubuh adiknya dari belakang.

 

 

“Kau yang paling tau jiyeon-ah, bahkan cuma kau yang tau kalau aku sangat mencintai mu” chanyeol semakin mengeratkan pelukanya  mencium aroma cheri dari rambut jiyeon.

 

 

“Kita ahiri saja oppa, bahkan ini salah sejak awal” jiyeon membalik badanya mengahadap chanyeol menenggelamkan wajahnya pada dada chanyeol.

 

 

“Aku mencintaimu jiyeon-ah sungguh” jiyeon terisak, kenyataan pahit yang mereka alami sangat menyiksanya. Dia berharap ini berahir seperti dalam drama, dia berharap orang tuanya menyembunyikan kenyataan kalau mereka berdua bukan sedarah, andai saja. Jadi jiyeon tidak perlu menahan perasaanya ketika gadis lain bergelayut manja pada oppanya dia bisa menegaskan kalau laki laki yang bernama park chanyeol itu miliknya.

 

 

—–

 

Hyeri dan kai berangkat lebih pagi dari biasanya, hyeri tak ingin berangkat disaat sekolah sudah ramai dan para hagseng akan memandanginya tajam seakan ingin menguliti hyeri seperti saat pulang sekolah kemarin.

 

“Hyeri-ah, aku masih tidak percaya kau itu sangat pintar mencari namja” hyeri yang sedari tadi membaca bukunya memukulkan buku yang di pegangnya ke kepala kai.

 

 

“Aku sudah bilang padamu itu tidak sengaja”

 

 

“Kai sunbae bahkan menyentuh pipimu mesra”kai menangkap tangan hyeri yang akan memukulnya lagi.

 

 

“Kau bisa diamuk lebih banyak hagsaeng lagi, membulli kapten tim basket keren seperti ku” hyeri berdecak malas, tapi memang harus di akui kai tak kalah populer. Bahkan semua hagsaeng sekarang iri pada hyeri, yang mempunyai sahabat seperti kai dan dapat meluluhkan hati park chanyeol.

 

 

“Berhentilah bermimpi kim jongin-ssi” hyeri berjalan lebih cepat.

 

 

“Yakk tunggu aku pabbo”

 

 

Kai berlari menyusul hyeri yang berjalan jauh di depanya.

 

 

———

 

 

Keadaan kantin lebih ramai dan ribut dari biasanya, sosok park jiyeon yang tak pernah pergi kekantin sekarang tengah duduk manis di salah satu meja kantin. Kai tak menyianyiakan kesempatan itu dia segera duduk di samping jiyeon.

 

 

“Boleh aku duduk disini” ucapk kai memulai percakapan. Merasa tak direspon kai melanjutkan kata katanya,

 

 

“Meja yang lain penuh jadi..”

 

 

“Ini tempat umum, aku juga tidak memesan semua meja ini jadi terserah kau”jiyeon memotong ucapan kai tanpa menoleh kearah kai.

 

 

“Kau tidak keberatan? aku hanya takut oppa mu tiba tiba menerkam ku dari belakang” jiyeon mendongakan kepalanya menatap kai, membuat kai tersenyum kikuk. Kai sangat tahu setiap kai berusaha mendekati jiyeon, oppanya akan tiba tiba muncul membawa jiyeon pergi meninggalkan tatapan tajam pada kai.

 

 

“Oppa mu itu sangat menggemaskan saat tertawa, tapi akan berubah seperti pencabut nyawa di dekat ku, dia pasti takut tersaingi dengan ketampanan ku” ocehan kai membuat jiyeon tertawa.

 

 

“Eommo manis sekali” ucap kai yang semakin membuat jiyeon tersenyum lebar. Setidaknya ada kai yang menghiburnya sekarang, kadang jiyeon sangat merasa tertekan jika oppanya tak memberi ruang untuk bergaul, sedangkan oppanya sendiri memiliki banyak teman, bahkan menjadi Happy virus bagi teman temanya. Hingga sosok kai yang diam diam berusaha mendekati jiyeon, yang tanpa ia sadari sedikit demi sedikit membebaskan kekangan chanyeol dalam hatinya.

 

—-

 

“Kyaaa, kemarin chanyeol sunbae dengan hyeri sekarang jiyeon dengan kai, park sibling penuh kejutan” hyeri hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan baekhyun biang gosip si kelasnya.

 

 

“kai dan jiyeon itu tidak mengejutkan, tapi kalau berita  kau dan chanyeol sunbae itu lebih dahsyat dari rumor kiamat 2013” lanjut baekyun sambil mengarahakan jari telunjuknya ke arah hyeri.

 

 

“Memang apa hebatnya park sibling eoh? Aku bahkan lebih manis dari park jiyeon” ucap hyeri membela diri, Membuat aegyo semanis mungkin.

 

 

“Hah, hahahaha.. Aigu aigu, kau tau Smart model Contest, park jiyeon dapat juara pertama dan chanyeol kedua, bahkan mengalahkan nam bora dari girlband terseksi sistar.”  (-__ kisah nyata)

 

 

“Lalu kenapa mereka tak menjadi artis saja?” Hyeri tambah kesal Baekhyun meremehkanya.

 

 

“Karna itu hanya  permainan kecil bagi mereka kalau park sibling bosan” baekhyun mengatakan dengan bangga

 

“Aigu aigu, bahkan yang hebat itu mereka kenapa kau yang sombong” ucap hyeri menirukan gaya baekhyun membuat baekhyun menatap sebal hyeri dan menjauh dari meja hyeri.

 

 

—–

 

 

Chanyeol tak dapat menemukan park jiyeon sejak istirahat ke dua, hari hari ini park chanyeol terlalu sibuk karena suho saem menunjuknya untuk menjadi tutor di kelas tambahan. Chanyeol mencari di taman hingga ke kelas jiyeon namun chanyeol tak bisa menemukan sosok yang dicarinya.

 

 

Hingga saat chanyeol menyerah dan pergi ke atap sekolah untuk menengkan diri, bukanya ketenangan yang dia dapat, chanyeol semakin marah pada apa yang dilihatnya.

 

 

“Mianhae jongin-ssi, aku tidak bisa menahan tawa ku dari tadi”

 

 

“Gwenchana, aku bersyukur bisa melihat kau tertawa, cukup jangan panggil aku jongin aku merasa ketampanan ku menghilang kalau kau menyebutku dengan panggilan itu”

 

 

Jiyeon kembali tertawa hingga mengeluarkan airmata, kai sangat menghiburnya. Kai mengusap airmata jiyeon lebut dengan jarinya.

 

 

“Jangan sentuh yeojaku” ucap chanyeol yang sudah tidak bisa menahan amarahnya, chanyeol menghempaskan tangan kai yang menyentuh pipi adiknya, menarik kerah kai membuatnya kai berdiri.

 

 

“Kenapa? Kau kakaknya bukan suaminya, apa dia sudah dijodohkan?” Ucap kai yang mulai berani pada chanyeol, awalnya kai hanya menghargai chanyeo karena lebih tua, tapi rasa sukanya pada jiyeon membuat kai semakin berani pada chanyeol.

 

 

“Oppa hajima lepaskan kai” jiyeon berusaha menengahi, namun chanyeol sama sekali tak menghiraukan jiyeon.

 

 

Chanyeol memukul wajah kai hingga kai tersungkur.

 

 

“Jiyeon miliku, jangan pernah mendekatinya” ucap chanyeol menggeret tangan jiyeon pergi.

 

 

“Jiyeon miliku?” Kai tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar

 

 

TBC

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FACEBOOK] YOUR OPPA isn’t YOUR LOVE (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s