[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 13)

picsart_01-31-06-08-51

I Live With Satan Soo

Evina93 l Chapter l PG 15

Romance, Comedy, Family

Shin Mingi (Oc), Do Kyung Soo (EXO), Bang Minah (G.DAY), Kim SeokJin (BTS)

Chapter 13

Mingi masih betah berbaring diatas tempat tidurnya, namun jam sudah menunjukan pukul 08.00 sekitar 30 menit lagi Mingi ada kelas. Alarm bahkan suara gaduh diluar sana masih belum bisa membangunkan gadis ini.

Sampai akhirnya seorang Do Kyungsoo memasuki kamar Mingi. Ia menghela nafas sejenak. Ini kali ke tiga ia membangunkan mingi dalam kurun waktu 2 jam.

Kyungsoo berjalan menuju tempat Mingi. Ia sedikit membungkuk ‘dia Cantik terutama saat diam’ pikir kyungsoo. Tangan kanannya ia gerakan menuju kepala Mingi. Sedikit mengusap surai kecoklatan milik wanitanya. Ia menyelipkan sedikit anak rambut ke belakang telinga sang wanita, wajahnya sedikit mendekat sampai bibir berbentuk hatinya 1 cm lagi mengenai daun telinga Mingi. Ia sedikit menyeringai. Tidak ada cara lain , pikirnya.

Ia menarik nafas kemudian “DO MINGI BANGUN ATAU AKU CIUM KAU!!” Teriak kyungsoo di depan telinga Mingi.

BRUG BRUG

Mingi yang kaget terjungkal dari atas tempat tidurnya. Ia mengusap kepalanya yang tadi membentur lantai kemudian melihat sang pelaku utama yang membuat mimpi indahnya terganggu.

“YA! DO KYUNGSOO. TIDAK BISAKAH KAU MEMBANGUNKANKU SECARA HALUS!!” bentak Mingi.

“Apa? Secara halus? Kau pikir sudah berpa kali aku membangunkanmu huh? Astaga kau itu wanita tapi tidurmu itu seperti kerbau. Susah sekali untuk dibangunkan” gerutu Kyungsoo.

“Aish, sudahlah. Ada perlu apa kau membangunkanku?” Tanya Mingi sebal.

“Kau tidak ingat 30 menit lagi kau ada jam kuliah? Ah tidak lebih tepatnya 20 Menit lagi” ujar Kyungsoo mengingatkan, ia melihat jam tangannya.

Mata Mingi melebar sempurna “Omo, kenapa kau tidak membangunkanku dari tadi, asih” Mingi beranjak dari acara ‘duduk dilantainya’ kemudian berlari menuju kamar mandi.

“Kau tidak ingat tadi aku bilang apa? Aku sudah membangunkanmu dari tadi. Kau sendiri yang susah dibangunkan” omel kyungsoo.

“Terserah apa katamu, aku mau mandi. Keluar sana!” usir Mingi, kepalanya menyembul dari balik pintu kamar mandi.

“Bagaimana jika aku memandikanmu?” tawar kyungsoo dengan smirk di wajahnya.

“YA! BYUNTAE! KELAUR KAU!” bentak Mingi.

“Hahaha”

****

Kyungsoo sedang mengoleskan selai kacang pada roti. Sampai suara gerasak gerusuk mengalihkannya.

“Kau mencari apa?” Tanya Kyungsoo. “Hukumanku, astaga bahkan aku belum selesai mengerjakannya. Matilah aku” Mingi masih mencari laptopnya.

“Oh, Maksudmu tugas ini” Kyungsoo memperlihatkan sebundal makalah ditangannya.

Mata Mingi melebar. “Itu yang aku cari!” Ujarnya. Ia segera menghampiri Kyungsoo dan mengambil makalahnya.

“Tunggu, aku belum menyelesaikannya. Tapi kenapa sudah di print?” gumamnya bingung.

“Aku yang menyelesaikannya, lagi pula aku tidak tega melihatmu tertidur sambil mengerjakan tugas” terang Kyungsoo.

Mingi terperangah, baru kali ini ia melihat sifat baik Do Kyungsoo selain sifat menyebalkan pria itu.

“Tidak biasnya kau seperti ini ada ap . .”belum selesai Mingi menyelesaikan ucapannya, mulutnya sudah disumpal oleh sepotong roti.

“Sudahlah jangan banyak bicara, 10 menit lagi kau harusnya sudah masuk kelas. Aku akan mengantarmu” ujar Kyungsoo.

Glup

“Tapi . .” setelah berhasil menelan rotinya akhirnya ia bisa membuka suara namun sedetik kemudian “Tidak ada penolakan” perintah Kyungsoo.

Jika sudah begini apa boleh buat. Pikir Mingi lagi pula ia juga akan telat jika tidak diantar Kyungsoo.

****

Kyungsoo memarkirkan motornya. Mingi segera turun dan membuka helemnya. “Terima kasih sudah mengantarku” ujarnya. Ia menyerahkan helemnya pada kyungsoo kemudian berlari menuju kelasnya. Namun ditengah – tengah ia berhenti dan berbalik pada Kyungsoo.

Kyungsoo yang memperhatikannya sedikit bingung. ‘apa ada yang tertinggal?’ pikirnya. Namun detik berikutnya ia dibuat kaget sekaligus berbunga-bunga oleh ucapan Mingi.

“Oppa , hati-hati dijalan” setelah berucap demikian Mingi segera berlari kencang menuju kelasnya dengan wajah memerah.

Sedangkan Kyungsoo tidak bisa menghilangkan senyuman indah dari wajahnya.

Dilain tempat dua anak adam sedang terkikik geli melihat pemandangan didepannya, bahkan mereka sampai lupa jika beberpa second lagi kelas mereka dimulai.

.

.

Mingi sudah duduk dikelas sedang mempersiapkan diri untuk memulai kelasnya sambil menunggu dosen masuk ruangan. Namun matanya menangkap gerak gerik aneh dua anak lelaki berbeda warna kulit itu sedang cekikikan melihat ke arahnya. Mingi mengerutkan keningnya bingung.

Dua anak itu yaitu Sehun dan Jongin yang sudah berada didekat Mingi segera memulai aksinya. Sehun sedikit berdehem “Oppa hati-hati dijalan” uajar Sehun dengan menirukan suara wanita. Migi yang sadar apa yang dikatakan sehun tadi sedikit memrah namun “Oh Sehun, kau ingin mati huh?” bentak Mingi sedangkan Jongin sedang tertawa terpingkal-pingkal dibangku samping Mingi sampai pukulan tangan Mingi menghentikan suara tawanya dan digantikan oleh suara tawa Sehun “ hahaha”.

****

Luhan yang memperhatikan sedari tadi dibuat tertarik dengan ekspresi Kyungsoo saat ini. Pasalnya Kyungsoo sedang bekerja dengan  penuh semangat serta senyum bahagia tidak lepas dari wajahnya. Seolah keadaan disekitarnya sedang musim semi.

“Kyung apa terjadi sesuatu?” Tanya Luhan stelah Kyungsoo berada didekatnya.

“Eum, tidak ada aku hanya sedang senang saja” Kyungsoo tersenyum cerah.

“Apa yang membuatmu senang?” selidik Luhan.

“Kau tau hyung? Mingi memanggilku Oppa” Kyungsoo sangat antusias menceritakannya. Berbanding terbalik dengan luhan yang dibuat biasa saja. “hanya karena itu?” Tanya Luhan. Dan Kyungsoo hanya mengangguk. “Apa istimewanya dipanggil ‘oppa’?” ujar Luhan. “Sangat berbeda Hyung jika Mingi yang mengucapkannya” terang Kyungsoo. “Terserah kau saja” Luhan memutar bola matanya. Namun Kyungsoo masih saja tersenyum.

Sura dentingan bel dipintu mengalihkan perhatian keduanya. “Selamat da . . . tang” dan seketika suasana musim semi Kyungsoo tergantikan oleh badai.

****

“Ish, kenapa aku harus satu kelompok dengan kalian?” geram Mingi dengan menatap tajam kedua orang anak adam yang sedang tersenyum bodoh di hadapannya.

“Ey, harusnya kau bersyukur satu kelompok dengan kami. Banyak yang ingin satu kelompok loh dengan kami. Anggap saja ini keberuntunganmu” Narsis Jongin,  dan Sehun hanya mengangguk mengiakan.

“Yang ada aku tertimpa sial” Gerutu Mingi. “Apa?” Tanya mereka berdua.

“Sudahlah lupakan, kita akan mengerjakan dimana?” Tanya Mingi. “Bagaimana jika di apartemenmu?” tanya sehun. “Kau ingin dihajar Kyungsoo huh?, Baekhyun oppa saja dekat denganku dia tidak berhenti mengomel apalagi kalian berdua yang datang” tutur Mingi.

“Ey, kita kan sudah saudara sista” Jongin merangkul Mingi. “Jong lepaskan tanganmu atau kupatahkan” ancam Mingi. “O..Ok” Jongin dengan berat hati melepaskan rangkulannya. ‘Astaga ancamnnya membawa aura mutlak seperti Kyungsoo hyung’ pikir Jongin. Sehun hanya tertawa.

“Kita mengerjakan di Café Lu –Ge saja” Saran Mingi.

“Siapa itu Lu-Ge?” selidik Jongin.

“Kau selingkuh?!” ujar Sehun dan berakhir mendapat hadiah pukulan dikepala oleh Mingi.

“Jaga ucapanmu albino”

****

Luhan memperhatikan dengan seksama gerak gerik kyungsoo. Ia tau Kyungsoo sangat tidak ingin berhadapan dengan wanita yang sedang bersamanya sekarang ini. namun ini urusan Kyungsoo ia tidak bisa ikut campur. Walau dalam dirinya ia sangat ingin tahu siapa wanita itu.

.

.

“Ada perlu apa kau kemari?” Kyungsoo langsung to the point. “Seperti biasa, kau selalu pada intinya” senyum Minah. Ya wanita yang berhadapan dengan Kyungsoo sekarang ini adalah Minah.

‘menjijikan’ pikir Kyungsoo.

“Baiklah langsung saja, Kyungsoo kembalilah padaku” ujar Minah. “Cih, apa maksudmu. Setelah mencampakanku sekarang kau memintaku kembali? Apa kau lupa kalau aku ini sudah menikah” Kyungsoo memperlihatkan cincin pernikahannya.

“Aku tidak perduli, kau itu milikku. Tidak ada yang bisa memilikimu selain aku” Ujar Minah.

“Dasar wanita gila” Kyungsoo yang akan beranjak dari bangkunya segera ditahan Minah. Minah menarik tangan Kyungsoo membuat Kyungsoo berbalik padanya dan dalam gerakan cepat ia mencium bibir Kyungsoo. Kyungsoo terbelalak kaget. Sedangkan Minah tersenyum dibalik ciumannya dengan menatap jendela kaca yang menampakan seorang wanita yang melihat Syok kearahnya dari luar dan dua orang pria yang sedang mengobrol dibelakangnya.

***

Mingi berbalik, ia berjalan menghampiri Jongin dan Sehun.

“Kita ketempat lain saja” ujarnya.

“Loh kenapa?” Tanya Sehun.

“Sudahlah, Biar aku yang traktir” Ujar Mingi meninggalkan Jongin dan Sehun yang kebingungan.

‘Apa dia bilang traktir tadi?’ pikir Jongin. Tak lama “Tunggu aku sista” Jongin mengejar Mingi.

Sehun yang merasa ada yang janggal melihat kedalam café melalui jendela. Matanya terbelalak. Ia berbalik kemudian mengetikkan sesuatu pada layar handphonenya.

Hyung jika kau sudah selesai, segera temui aku.

Tbc

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 13)

  1. Baru ngikutin ff ini, tapi beneran bagus banget dan jatuh cinta sama alurnya yang gak ngebosenin, kalo bisa sih secepatnya di next yaa kak, jangan biarin kita nunggu lama😍😍
    Semangat Kaka💪💪

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s