[EXOFFI FREELANCE] The Son’s Of God – (Chapter 1)

 FB_IMG_1486225628790.jpg

Title : The sons of god

Cash : Rosesaline (OC) | Han Yoora (OC) | Kim Jongin (EXO) | Do Kyungsoo (EXO) | Park Chanyeol (EXO) | Byun Baekhyun (EXO) , another cast find by yourself.

Author : Lifen

Length : Chaptered

Genre : Drama, Action, Romance, fluff, Fantasi.

Note : ff ini terinspirasi dari beberapa author2 keren dan novel fiksi. Jika ke betulan ada kesamaan dalam cerita tolong di maklumi. But ini karya hasil kelapaku. Dont copy paste sembarangan! Hargai author. See ya!

 

Summary : Di dalam dunia dimana tidak ada rasa aman. Hanya Demon Slayer yang mencoba untuk melawan dan bertahan hidup di dunia yang di kuasai oleh Demon.

 

Credit poster by CASTORPOLLUX@Poster Channel

 

Enjoy it !

  

Dunia telah berubah. Manusia hidup  dan tinggal dalam kota yang hampir kehilangan cahayanya. Dan hanya ada kepedihan dan kegelapan menyelimuti kota yang di kelilingin dinding terbuat dari logam yang menjulang tinggi ke langit. Mereka hidup dengan terperangkap dalam ketakutan. Manusia tidak hidup sendiri melainkan mereka selalu di buru oleh para Demon. Namun Perlahan-lahan orang-orang mulai terbiasa hidup terkurung. Walaupun faktanya para Demon bisa saja menyusup dan membunuh mereka setiap saat. Lebih dari ratusan ribu tahun manusia dan iblis telah saling berperang. Tapi tidak ada kemenangan yang jelas bagi ke dua pihak.

 

Akhirnya Dewan perwakilan manusia melakukan negosiasi kepada pihak kerajaan Demon. Dan menghasilkan sebuah keputusan perdamaian yang cukup merugikan bagi kaum manusia dan membuat ke tidak stabilan pemerintahan saat itu dengan membagi Kota menjadi tiga bagian besar.

 

Di bagian pusat Kota,  bangsa Demon menetap dan memburu manusia sebagai persembahan atau makanan mereka.  Bagian Pusat adalah bagian yang tergelap di Kota.  Tak ada manusia yang berhasil keluar hidup-hidup jika  mereka nekat menyusup kesana. Di Area ini di kuasai oleh bangsawan Demon yang memiliki pengaruh sihir terkuat. Dan tempat dimana kastil kerajaan Demon itu berdiri kokoh.

 

Bagian Timur Kota,  di wilayah ini semua manusia hidup dan membuat sebuah gluid yang hanya orang-orang terpilih dan memiliki keberanian untuk mampu membunuh Demon. Tidak sedikit orang yang ingin menjadi seorang Demon Slayer sebutan bagi seseorang yang memiliki misi memburu dan menghabisi semua Demon yang ada di Kota.  Hingga manusia mendapatkan kebebasan.

 

Bagian Barat Kota,  merupakan area yang memiliki banyak tanda tanya.  Menurut beberapa rumor beredar di kalangan Demon yang terdengar sampai di telingan manusia tertentu. Tanah disana adalah tanah suci yang tidak bisa di datangi oleh Demon ataupun manusia itu sendiri. Tapi Kenyataanya, bagian barat merupakan rumah para Half-Demon.

 

Yaitu mereka yang memiliki setengah darah Demon dan manusia mengalir di tubuh mereka. Jumlah mereka memang tak sebanyak Ras Demon dan manusia.  Tetapi mereka bangsa yang netral akan dua perseteruan antara manusia dan Demon.  Namun tak sedikit Half-Demon yang menginginkan para Demon di musnahkan dan begitupun sebaliknya masih banyak Half-Demon yang tersesat akan kepuasan memburu manusia.

 

 

 

***

 

 

Perbatasan Kota bagian timur,

 

01.30

 

Rose menggeliat malas ketika ia menyadari deretan angka yang tertera di jam dinding toko florist miliknya. Pinggangnya terasa ngilu saat ia mencoba berdiri dari posisi duduknya. Salah satu tangannya menekan-nekan bagian yang terasa sakit. Lalu dia memiringkan kepalanya saat melihat kursi yang ia duduki terbuat dari kayu dengan ornamik kuno.

 

Pantas saja pinggangku terasa remuk

 

Rose menghela nafas panjang, ketika melihat tokonya lebih buruk dari tempat pembuangan sampah.  Terkadang memiliki pegawai seorang sahabat memang sangat menyusahkan. Seharusnya dia sudah kembali dari menjadi Stalker.  Ya tentu sahabatnya itu memiliki hobi baru yang sudah ia tekuni selama seminggu ini.  Setiap jam makan siang ia akan ijin pergi untuk membuntuti pemuda bernama Byun Baekhyun yang di ketahui sebagai Demon Slayer.

 

Rose dengan wajah kesal, menyapu kepingan-kepingan daun,  kelopak serta tangkai bunga yang telah hancur berserakan di  lantai.

 

“Rose…!!”

 

Dia hafal betul suara nyaring milik sahabatnya itu.  Rose menghentikan aktivitasnya,  menoleh pada sumber suara.  Seperti dugaan Rose, Han Yoora kembali dengan ke adaan yang buruk.  Pakaian penuh dengan noda lumpur dan wajahnya jauh lebih buruk lagi. Rose menghampiri sahabatnya yang masih berdiri di ambang pintu.

 

“Apa hobi mu sekarang berendam di dalam lumpur?” ejek Rose.

 

Yoora mengembungkan pipinya berpura-pura kesal. Rose mengeluarkan sapu tangan berwarna jingga miliknya.  Lalu menyeka wajah Yoora yang terkena lumpur. Sebenarnya Rose tidak benar-benar penasaran. Apa yang Yoora lakukan hingga bermandikan lumpur.

 

“Ini namanya perjuangan cinta,” jawabnya bangga.

 

Rose meringis geli mendengar penuturan sahabatnya yang di ketahui berusia 25 tahun. Namun kelakuanya masih ke kanakan.

 

“Dasar bodoh! Jangan mengikutinya lagi.  Itu berbahaya, apa kau ingin mati konyol?! ” ujar Rose sengit.

 

Ya. Yoora tak pernah sakit hati dengan semua ucapan kasar Rose.  Karena dia tahu jika Rose hanya khawatir dengannya saja.  Jadi dia tidak keberatan.

 

“Aku tidak janji,” balas Yoora

 

“Kau—”

 

“Eugh..aku mencintaimu” Potong Yoora sembari menjulurkan lidah.

 

“Pulanglah..  Ganti pakaian mengerikan yang kau pakai ini nona–lumpur.” ujar Rose dengan menekan di akhir kalimat.

 

“Oh..  Boss kau yang terbaik. ”

 

“Dasar penjilat,”

 

Rose tanpa aba-aba mendorong tubuh Yoora keluar dari tokonya walaupun dia tahu jika Yoora melototinya karena mendapat serang tiba-tiba. Tapi Rose tidak peduli.  Dia lebih memilih menyelamatkan lantainya dari noda lumpur. Dan sekali lagi Rose menyungging’kan senyum’nya. Ia bersyukur di dalam dunia yang bak neraka ini.  Ia masih tau bagaimana cara tersenyum. Rose menggelengkan kepalanya, seharusnya tugas bersih-bersih menjadi tanggung jawab Yoora. Tapi wanita tua itu selalu membuat Rose melakukan tugas-tugas yang harusnya dia kerjakan. Namun Yoora hanya menyemburkan ungkapan-ungkapan janji manis.

 

Shit! Teman yang menyusahkan.  Sungguh.

 

“Dasar nenek tua,” umpat Rose.

 

 

***

 

“Yak.  Kau nenek tua!  Berhentilah menoleh ke arah jendela setiap 10 detik atau kau mau lehermu terkilir!” sembur Rose kesal.

 

Tetap saja Yoora meyungging’kan cengiran konyol khas kuda. Membuat Rose sedikit ngeri.

 

“Aku hanya menunggu pelanggan,” Dustanya.

 

Jujur saja Rose tahu jika teman’nya yang satu ini sedang menunggu monyet sinting itu melintas di depan tokonya. Ya benar  dia seperti monyet, berisik, cerewet dan ucapannya tak pernah di filter. Entah di bagian mana yang di sukai oleh Han Yoora tentang sosok Byun Baekhyun. Terakhir kali dia datang ke toko Rose seminggu yang lalu, Baekhyun mengira tokonya ada ‘BAR’ dengan dekorasi bunga sebagai thema. Jika Rose tidak menahan diri untuk menendang bokong Baekhyun. Mungkin dia akan terkapar di ruang perawatan dokter. Rose bisa memaklumi jika banyak ‘BAR’ bertebaran seperti jamur. Tapi orang bodoh mana yang tidak bisa membedakan toko florist miliknya.

 

Hai nona bunga, aku menyukai dekorasi bar milikmu ini. Sangat segar dan kau sangat menantang errr.’

 

Perlu di catat!  Rose benci di samakan dengan image pelayan sexy. Dia bersumpah jika bertemu dengan Baekhyun nanti. Dia ingin merobek mulut sialan Baekhyun.

 

“Berhentihlah berbohong Han Yoora”

 

Yoora tertawa renyah mendengarnya, Rose kembali memeriksa jam dinding. Sisa lima belas menit lagi sebelum dia menutup toko dan pulang ke rumah.

 

“Mengesankan,  Apa pelanggan idiot yang kau tunggu suka merusak waktu jam tutup toko?” Tanya Rose jengkel.

 

“Dasar,  bagaiamana dengan orang idot yang membuka toko bunga di medan perang,” balas Yoora.

 

Rose tidak mengabaikan celotehan Yoora. Benar membuka toko bunga di tempat mengerikan ini memang ide idiot yang pernah ada.  Siapa orang gila yang akan membeli karangan bunganya di tempat yang menyedihkan dan penuh dengan monster pemakan daging.

 

Hanya orang sinting yang membelinya. Batin Rose.

 

“Wellcome to the hell baby!!!” teriak Yoora tepat di telinga Rose.

 

Teriakan Yoora mampu membuyarkan lamunannya.

 

“Shit!! Nenek sialan!!”  umpat Rose kesal.

 

Tiba-tiba terdengar gemuruh dan membuat toko kecil miliknya bergetar akibat gempa ringan.  Rose dan Yoora saling bertatapan, ini serangan yang sekian kali pikir mereka. Rose langsung menarik pergelangan tangan Yoora agar mengikutinya keluar toko. Tidak ada waktu untuk berfikir. Situasi seperti ini sering terjadi,  yang harus di lakukan adalah pergi mencari tahu dari mana asal serangan dan menjauh dari sana.  Ke mungkinan terburuk mungkin saja bisa terjadi. Dengan langkah tergesa-gesa Rose menuju pintu keluar. Saat tangannya menyentuh daun pintu.

 

Kaki Rose terasa membeku ketika mendengar garukan kuku pada pintu. Manik Rose membulat sempurna. Bulir-bulir keringat keluar dari dahinya.  Rose menoleh ke belakang menempelkan jari telunjuknya di bibir menginsyarat’kan Yoora untuk diam dan tetap tenang.  Dia berbalik dan di ikuti Yoora. Mereka berjalan tanpa menimbulkan suara. Rose melangkahkan kakinya ke arah ruang penyimpanan peralatan ke bersihan. Rose ingat jika ada lubang cukup besar diruang itu. Saat mereka sampai sialnya lubang itu sudah di tutup papan.

 

Shit!! Kenapa di saat seperti ini! Seharusnya ku biarkan saja lubang sialan itu!  Umpat Rose.

 

BRAAKK!!

 

Suara dobrakan pintu terdengar cukup keras mampu membuat pintu hancur berantakan. Dan di susul suara tembakan pistol yang menghancurkan kaca jendela tokonya.  Rasa takutnya melumpuhkan tubuhnya.  Kakinya terasa lemas.

 

Dengan bibir bergetar Yoora berusaha mengeluarkan suaranya. “Me-mereka akan memak—”

 

“Tenanglah, oke.. kita akan selamat, ” ujar Rose sembari satu tangannya membelai wajah teman’nya.

 

Kemudian Rose mendorong tubuh mungil Yoora masuk ke dalam ruang penyimpanan. Bersembunyi adalah satu-satunya cara menyelamatkan diri.  Rose mengunci pintunya dari dalam. Lalu Rose menempelkan kepalanya di lantai marmer yang dingin dan di ikuti dengan Yoora. Nafas mereka tersenggal-senggal ketika mereka mencoba mengintip dari celah bawah pintu.  Monster itu menghancurkan tokonya. Rose dengan jelas dapat melihat sosok visual monster itu dari jarak dekat. Seorang pria bersurai silver dengan mata berwarna merah dan jubah hitam menjuntai menyapu lantai dan sebuah medali dengan ukiran kuno bertengger di jubahnya. Rose berbicara kepada dirinya sendiri.

 

Medali itu tidak semua Demon memilikinya, hanya kalangan Demon kelas atas yang memakainya. Tapi apa yang di lakukan Demon kelas atas disini dengan turun langsung untuk berburu. Sial kenapa aku membangun toko di perbatasan!

 

Ketika pria itu menoleh ke arah pintu penyimpanan barang. Dengan jelas Rose dan Yoora dapat melihat noda darah menetes dari cela bibirnya. Rose menelan salvila dengan susah payah, tenggorokanya tercekat. Dia tak percaya apa yang baru saja dia lihat.  Presentase selamat hanya 0,01% yang artinya itu mustahil.

 

Yoora  membuka mulutnya untuk menjerit namun Rose secara naluri membekap mulut temanya, Menarik mundur Yoora dari posisi telungkup. Dengan tubuh bergetar ketakutan Yoora langsung memeluk tubuh Rose dengan erat. Air mata membasahi kedua pipinya. Rose menepuk pelan punggung Yoora.  Namun tak mampu meredam isak tangis Yoora yang terdengar pelan namun dapat menarik perhatian monster itu. Suara  geraman dan desisan yang mampu membuat Rose bergidik ngeri. Monster itu menyeringai menyadari posisi mereka. Suara langkah kakinya yang pelan mampu membuat detak jantung berhenti bekerja.

 

Sial! Pria itu semakin mendekat.

 

Rose belum siap melawannya, siapa yang gila akan menyerang moster dengan tangan kosong dan tanpa ke ahlian.  Perlawanan yang sia-sia. Rose berfikir keras. Namun dia tidak menyadari jika pria itu sudah berdiri tepat di depan pintu, lalu dengan sekali hentakan pintu terbuka.  Yoora berteriak keras, mata merah sedang menatap ke arah mereka.  Kilau taring melintas dalam cahaya redup. Kemudian Rose kehilangan kesadarannya.

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

Halo ketemu lagi sama author yang amatiran ini. Aku mencoba karya fantasi. Walaupun banyak pembenahan disana – sini dan typo bertebaran. Semoga ff ku yang satu ini gak mengecewakan ya TT.TT. see ya di chapter selanjutnya!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Son’s Of God – (Chapter 1)

  1. Hai author.
    Seruu dan bkin penasaran.
    Aku berharap demon slayer segera datang dan nolongin mereka.
    Baekhyun mungkin. Hahaha Kan yoora nungguin dia bangett lewat depan toko. Semoga saja dia gak lupa untk lewat.
    Sukses buat author😁😁😁

  2. Demon siapa yang datang ke toko rose, apakah mereka selamat. Semoga ada yang nolong mereka dan mereka selamat dari demon yang mau memakan mereka. Ditunggu next nya .

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s