[EXOFFI FREELANCE] I’m not Your Daughter (Oneshot)

im-not-your-daughter

 

Title: I’m not Your Daughter…. !! [ The Foolest… ]

Author: aliensss

Length: oneshoot

Genre: comedy, little bit fluffy,

Rating: T

Main Cast:

Kim Sae Jin (oc)

Park Chan Yeol (exo)

Byun Baekhyun (exo)

Summary

Jika memang kau bahagia bersamanya,
Aku akan mencoba menerima

Meski……
Kalian tampak menggelikan…

Disclaimer: cerita ini dibuat semata-mata untuk hiburan. Cast milik mereka yang berhak. Ide cerita punya author. Jika terdapat kesamaan, maka itu tidak disengaja. Cerita ini hanya fiksi, Jadi jangan terlalu serius… typo bertebaran. Cerita ini juga pernah dipublish di blog pribadi author.

 

Author note:

Woohooooo~
Jadi cerita ini sebenarnya datang karena moment Ch*****k yang tiba-tiba bertebaran. Dibuat karena author pengen buat. Yehet !! Situasi cerita ini, eum….silahkan check sendiri..!!! ha..ha…haa. Semoga terhibur yaa. Author berharap siapapun yang baca cerita ini bisa tertawa, setidaknya tersenyum…! oh ya, ini juga pertama kali ngirim ff. Jadi harap maklum jika terdapat ketidakjelasan.

Happy Reading….!!

¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶

Author pov

Sae Jin tampak sedang mengamati dua orang yang sedang makan siang bersama disebuah restaurant. Gadis itu sangat berhati-hati dalam mengamati sepasang kekasih itu. Benar. sepertinya yang Sae Jin amati itu adalah sepasang kekasih. Hanya saja……..

Apa Sae Jin penguntit? Benar. Sudah hampir 2 bulan ini Sae Jin menjadi seorang penguntit. Alasannya?

Satu nama, Park Chan Yeol……

 

Flashback…..

3 bulan yang lalu

Taman adalah tempat kesukaan sae jin. Itu benar. Tapi beberapa hari ini, Sae Jin sangat menyukai taman karena ada alasan lain. Itu. Orang itu. Pemuda dengan kemeja biru langit dan jeansnya yang sedang duduk sendirian. Sudah hampir seminggu ini, Sae Jin datang pada jam yang sama hanya untuk sekedar melihat pemuda itu

Sae Jin mengambil tempat strategis untuk bisa menatap pemuda itu. Astaga! Kau terlihat seperti seorang gadis yang tidak waras sae jin. Kau menatap seorang pemuda seperti itu?

Dua minggu kemudian, Sae Jin memberanikan dirinya mendatangi orang itu. Waktunya sangat tepat, karena saat itu Chanyeol-nama pemuda itu- sedang duduk sendirian di taman.

“annyeonghaseyo…” sapa Sae Jin pada Chanyeol

“oh? Kau?” Chanyeol yang sedikit terkejut menunjuk ke arah Sae Jin

“..nde. Apa kau mengingatku?” Tanya Sae Jin lagi

“tentu saja. Kau yang memimjamiku payung beberapa hari yang lalu ‘kan?”
“duduklah…” Chanyeol mempersilahkan Sae Jin duduk. Payung? Hmm. Beberapa hari lalu, saat hujan turun Sae Jin meminjamkan payungnya pada Chanyeol.

“apa kau sedang menunggu seseorang?” Tanya Sae Jin setelah ia duduk disebelah Chanyeol. Aku rasa gadis ini akan segera melompat kegirangan sekarang. Berada tepat disamping Chanyeol. Aaaaaaaaaaaaaaa

“benar. Kami berjanji bertemu pukul 2. Tapi kau lihat? Ini sudah pukul 2 lewat 30 menit.” Chanyeol memasang wajah kecewanya sambil kembali melihat arloji yang menghiasi lengannya. Sempurna.

“mungkin dia sedang ada perlu…” ucap Sae Jin sambil berusaha menormalkan detak jantungnya. Oh tuhan! Kenapa pemuda ini tampak sangat mempesona, batin gadis itu.

“benar.” Chanyeol merasa terhibur dengan ucapan Sae Jin dan tersenyum pada gadis itu

“…” Sae Jin terdiam. Gadis itu lupa cara bernafas sekarang. Chanyeol disampingnya. Tepat disebelahnya, dan apa itu tadi? Pemuda itu tersenyum? Ya tuhan ! apa Sae Jin sedang ulang tahun hari ini? Kenapa banyak sekali kejutan yang ia dapat?

“kenapa? Kau baik-baik saja?” Chanyeol menyadari perubahan ekspresi sae jin
“hey? Kau kenapa?”

“…ah, aniya. Aku tidak apa-apa..” Sae Jin kembali bernafas.

 

2 hari kemudian

Sae Jin sedang membaca buku ditaman itu. Ia sangat focus, hingga tidak menyadari seseorang memanggilnya. Sae Jin baru sadar, saat seseorang dengan beraninya menyentuh kepalanya.

“yaah !” bentak Sae Jin sambil mendongak. Detik kemudian, gadis itu menutup mlutnya dengan kedua tangan. Itu Chanyeol. Park Chan Yeol.
“…ka-kau?” ucap Sae Jin terkejut

“….kau marah? Aku mengganggumu?” Chanyeol merasa menyesal sekarang

“..bukan begitu. Aku hanya terkejut. Apa kau mencariku?” Tanya sae jin

“tentu saja.. aku butuh bantuanmu” kata Chanyeol

 

Jadi, Chanyeol meminta bantuan Sae Jin untuk memilihkan sebuah hadiah. Chanyeol bilang, itu untuk adiknya. Tanpa memikirkan apapun, asalkan bisa bersama Chanyeol tentu saja Sae Jin mengiyakan.

Chanyeol bahkan mengantar gadis itu pulang, selepas memilihkan hadiah. Astaga, Sae Jin. Kau sangat beruntung.

 

Keesokan harinya, Sae Jin keluar dari rumah dengan berlari. Gadis itu sepertinya akan terlambat kesekolah. Itu karena ia baru tidur pukul 3 pagi. Memikirkan Chanyeol, tentu saja. Apalagi?

Sebuah mobil berhenti didepan Sae Jin, saat gadis itu sedang menunggu bus. Itu chanyeol.

“…kau masih disini? Kau bisa terlambat..” kata Chanyeol setelah menurunkan kaca mobilnya.

“…benar. Kenapa busnya lama sekali?” kesal Sae Jin sambil melirik arlojinya lagi.
saat Sae Jin mengangkat kepalanya, ia merasa tangannya ditarik seseorang. Oh, tuhan! Kenapa kau sangat baik pada gadis itu?
“..ap-ap” Sae Jin terbata-bata, karena Chanyeol ternyata sudah keluar dari mobilnya dan menarik tangan Sae Jin untuk masuk kedalam mobil. Ya ampun ! kau memang sempurna Park Chan Yeol

Sepanjang perjalanan, Sae Jin tidak mengarti harus apa. Ia bahkan lupa caranya berkedip sekarang. Hey, pemuda ini impian Sae Jin. Tentu saja ia amat sangat senang. Apa Chanyeol juga menyukainya? Hanya membayangkan saja, jantung Sae Jin sudah hampir keluar dari tempatnya.

*

*

Oke. Mungkin anggapan Sae Jin benar. Pasalnya, setelah Sae Jin membantu Chanyeol membeli hadiah, perlakukan Chanyeol padanya semakin manis saja.

Menjemput gadis itu, walau tidak setiap hari., menghabisskan waktu ditaman, membantu Sae Jin belajar, dan mengobrol tentang banyak hal. Apa Chanyeol juga menyukai Sae Jin?

“Sae Jin, kau mau ikut denganku malam nanti?” Tanya chanyeol. Mereka sedang ada ditaman

“…a-apa?” Sae Jin terkejut. Apa tadi? Keluar malam hari? Chanyeol yang mengajak? Kencan? Makan malam? Apa Chanyeol akan menembaknya? Otak Sae Jin sedang berpikir keras sekarang. Sekeras jantungnya yang berdetak

“aku ingin mengajakmu bertemu seseorang…” tambah pemuda itu sambil tersenyum

Astaga. Sae Jin semakin pusing. Apa secepat itu Chanyeol mengenalkan dirinya pada orangtuanya? Ya ampun! Pemuda ini memang sempurna !

“..tapi, aku belum pernah keluar jalan-jalan saat malam.” Sae Jin mencoba kembali pada kenyataan. Meski sedikit gila, Sae Jin ini adalah tipe anak rumahan dan kelewat polos.

“..awuh~” Chanyeol tertawa dan mengacak pelan rambut sae jin
“kau memang gadis baik. Tetaplah seperti itu ! arraseo?” tambah chanyeol.

“….jangan berkata seperti itu.” Sae Jin merasa sangat malu sekarang

“…apa aku perlu meminta izin pada ayah dan ibumu? Aku ini pemuda baik-baik”

“kau mau melakukannya?”

“..tentu saja.”

 

Dan disinilah mereka. Disebuah taman bermain. Sae Jin terlihat sedikit risih dengan banyaknya pengunjung yang ada.

“…terlalu ramai?” Tanya Chanyeol menyadari ketidaknyamanan sae jin

“…sedikit…” bohong Sae Jin. Ini sangat ramai dan berisik. Sae Jin benci hal seperti ini

“…kita tidak akan bermain disini. Ayo….” Chanyeol menarik Sae Jin menuju sebuah tempat.

Tempat itu sangat tenang. Mungkin karena letaknya yang ada dibelakang taman bermain tadi. Disana hanya ada beberapa penjual balon dan permen. Chanyeol menuntun Sae Jin untuk duduk disebuah bangku yang ada disana.

Sempurna. Ini suasana yang sempurna untuk mengungkapkan perasaan, pikir Sae Jin sambil tersenyum.

“..bukankah kau bilang kita akan bertemu seseorang disini?” Tanya sae jin

“iya. Dia akan datang sebentar lagi.” Jawab chanyeol
“sae jin-ah, mau itu?” Tanya Chanyeol sambil menunjuk pada stand penjual permen kapas

“..oho!! tentu saja !” Sae Jin mengangguk senang
“belikan aku itu…” perintah sae jin.

“..nde…tunggu disini. Jangan kemana-mana. Kau bisa tersesat nanti ! ayah akan membelikannya !” ucap Chanyeol layaknya memerintah anaknya

“…apa aku anak kecil? Kau bersikap seperti aku ini adalah anakmu !” kesal sae jin

“tentu saja, putriku…he..” Chanyeol mengakhiri kalimatnya dengan sebuah tawa

“…dasar ! baiklah, ayah !” ejek Sae Jin sambil tersenyum

15 menit kemudian seorang pemuda mendatangi Sae Jin dan Chanyeol.

Pemuda itu Baekhyun, Byun Baekhyun. Chanyeol bilang, pemuda ini temannya.

Sae Jin mengamati pemuda bernama Baekhyun itu. Apa orang tampan juga akan berteman dengan orang tampan?
Dilihat dari sudut manapun, pemuda bernama Baekhyun ini sangat, sangat tampan. Rahang tegas, mata seperti anak anjing, tapi memabukkan, tubuh yang tidak tertalu tinggi, tapi-ah ! kenapa Sae Jin jadi terpesona begini? Hey, ada Chanyeol disini

“..kau Sae Jin?” ucapan pemuda itu membuat Sae Jin semakin hilang akal. Kenapa hanya mendengar suaranya saja, ada perasaan hangat yang Sae Jin rasakan. Astaga ! apa Sae Jin memang sudah gila?

“..nde. Darimana kau tahu namaku?” Tanya Sae Jin setelah menyadarkan dirinya sendiri dari pesona Byun Baekhyun

“…aku selalu menceritakan semua pada Baekhyun.” Jawab Chanyeol

“…dia selalu membicarakan tentangmu. Dia bilang, Sae Jin itu sangat baik. Dia juga polos dan seperti anak kecil.” Jelas Baekhyun sambil tersenyum
“..aku bahan sempat merasa cemburu…” tambah pemuda itu sambil menatap chanyeol

“..apa kalian bersahabat sejak lama?” Tanya Sae Jin lagi

“…hmm. begitulah. Aku sudah bersamanya sejak 2 tahun yang lalu..” jawab Chanyeol sambil menatap Baekhyun

“oh. Mengagumkan !” Sae Jin menatap dua pemuda dihadapannya ini dengan tersenyum. Apa kau bahagia Sae Jin?

“hmm? Apanya yang mengagumkan?” Baekhyun penasaran

“…sesuatu seperti teman, sahabat, itu mengagumkan.” Jawab Sae Jin dengan polosnya

“…Chanyeol benar. Kau seperti anak kecil !” Baekhyun menyentuh kepala Sae Jin.

*

*

1 minggu berlalu. Hubungan Sae Jin, Chanyeol, dan Baekhyun semakin akrab. Mereka sering jalan-jalan bertiga. Atau menghabiskan satu harian penuh dirumah Sae Jin hanya untuk membicarakan hal tidak penting. Benar, tidak penting. Karena satu harian itu hanya akan diisi dengan tawa dan lelucon. Baekhyun sangat ahli membuat Sae Jin tertawa hingga terpingkal-pingkal. Dan Sae Jin sangat tahu bagaimana cara membuat Baekhyun merasa senang. Gadis itu hanya perlu bersikap manja, dan Baekhyun akan merasa sangat senang menuruti permintaan Sae Jin.

“..aku tidak ingin masuk..” Sae Jin berbalik dan mengurungkan niatnya untuk memasuki gerbang sekolah. Hari ini gadis itu akan ujian.
“..aku tidak mau masuk. Aku tidak mau ujian” ucap gadis itu sambil memelas pada dua orang didepannya. Itu Chanyeol dan Baekhyun. Mereka mengantar Sae Jin kesekolah hari ini

“..yaah! aku sudah mengajarimu selama seminggu ini. Kau pasti bisa melakukannya ! cepat masuk !” omel Chanyeol pada sae jin

“..kau seperti seorang ayah yang jahat. Aku tidak mau. Aku tidak mau ujian !” Sae Jin berusaha pergi darisana. Sepertinya gadis ini sangat takut dengan ujian itu

“yaah, yaah! Jangan seperti itu !” Baekhyun membuat Sae Jin berdiri dihadapannya
“kau membawa kartu identitasmu?” Tanya Baekhyun sambil merapikan rambut Sae Jin. Ada yang aneh disini. Sae Jin mengangguk
“kau membawa semua alat tulismu?” Tanya Baekhyun lagi. Sae Jin mengangguk lagi
“sudah belajar?”

“..sudah !”

“lalu apa lagi? Cepat, sana! Selesaikan ujian sia*an itu “ kata Baekhyun sambil tersenyum

“..baiklah. Aku akan menghabisi ujian sia*an itu” Sae Jin akhirnya bersemangat lagi

“..cih ! itu yang aku bilang tadi !” ejek chanyeol

Sae Jin pun berjalan memasuki gerbang sekolah, dengan Chanyeol dan Baekhyun yang terus memandangnya. Ada yang aneh……

Maksudku cara Baekhyun dan Chanyeol menatap Sae Jin. Ada yang aneh…

 

Tentu saja ini aneh. Awalnya, Sae Jin itu menyukai chanyeol. Lalu, Chanyeol bersikap sangat baik pada gadis itu, hingga mengenalkan Sae Jin pada Baekhyun, yang adalah sahabatnya. Lalu semua terjadi begitu saja. Sae Jin senang ada ditengah-tengah Chanyeol dan Baekhyun.

Tentu saja, karena Sae Jin menyukai Chanyeol. Tapi Baekhyun? Entah apa, tapi Sae Jin juga merasa nyaman ada didekat pemuda itu.

Jadi apa seperti ini?
Sae Jin menyukai chanyeol, dan akan senang seharian bersama pemuda itu. Tapi, sejak Baekhyun datang, ia juga sangat senang berada didekat pemuda itu. Dan saat bersama Chanyeol tanpa baekhyun, Sae Jin juga merasa ada yang kurang. Apa ini?

 

“jangan malas ! cepat kerjakan soal itu !” perintah Chanyeol pada Sae Jin. Mereka sedang ada dirumah Chanyeol sekarang. Jangan heran. Seminggu yang lalu orangtua Sae Jin meminta Chanyeol untuk jadi guru privat Sae Jin. Bahkan tidak jarang Sae Jin menginap dirumah chanyeol.

“..aku lelah. Bisa aku tidur sebentar? Hmm?” pinta Sae Jin pada Chanyeol. Ini memang sudah soal yang ke-20. Tentu saja Sae Jin lelah

“ujian masuk universitas sebentar lagi, Sae Jin. Kau tidak ingin masuk ke universitas yang sama denganku dan Baekhyun?” omel Chanyeol

“..aku tahu. Tapi, aku sangat lelah. Sebentar saja. Hmm?” pinta Sae Jin lagi

“..tidak. Kerjakan itu !”

“..kau sangat jahat “ kata Sae Jin sambil mulai menangis. Benar, gadis itu menangis

“yaah, aku bilang kerjakan soal itu. Kenapa kau menangis?!” suara Chanyeol sedikit meninggi

“…akhaaaaaaaaaaaa…..” gadis itu semakin merengek

Tak lama suara pintu dibuka terdengar. Itu Baekhyun, pemuda itu baru selesai kuliah.

“..ada apa ini?” Tanya Baekhyun bingung
“kenapa kau menangis? Yaah, ada apa ini?” Baekhyun sudah duduk disebelah Sae Jin

“aku hanya menyuruhnya berlatih mengerjakan soal itu. Dia malah me-“

“..kau membentaknya? Kau memang keterlaluan Park Chanyeol !” Baekhyun menatap marah pada Chanyeol

“a-aku tidak bermaksud seperti itu. Aku-“

“diamlah! Kau selalu memarahinya jika ia mengeluh sedikit saja. Hey, dia masih anak SMA#daesangforexo! tidak bisakah kau mengerti sedikit saja? Keterlaluan !” Baekhyun segera memeluk Sae Jin  dan berusaha membuat gadis itu berhenti menangis

“…aku hanya ingin dia lolos ujian”

“persetan dengan ujian itu. Kau memarahinya, brengsek !” kesal Baekhyun lagi. Oh, kau manis sekali Byun Baekhyun
“sae jin-ah. Uljimma! Berhentilah menangis” Baekhyun membuat Sae Jin menatapnya
“aigoo. Kenapa putriku ini menangis sampai seperti ini? Uljimma. Sudah, jangan menangis lagi…” Baekhyun menghapus air mata Sae Jin. Aku saja, atau memang ada yang aneh dengan cara Baekhyun memperlakukan Sae Jin? Itu seperti….

“..aku hanya ingin tidur sebentar. Aku akan mengerjakan soal itu lagi nanti. Aku benar-benar mengantuk…” Sae Jin terlihat seperti anak kecil yang mengadu pada ayahnya

“persetan semua soal itu. Ayo, tidur” Baekhyun menyuruh Sae Jin untuk tidur disofa. Pemuda itu kemudian pergi kekamarnya- dia tinggal berdua dengan Chanyeol- dan keluar darisana dengan sebuah selimut. Ia memberikannya pada Sae Jin dan menyuruh gadis itu tidur.

 

2 jam berlalu. Tidur Sae Jin terusik dengan suara 2 orang yang bertengkar. Gadis itu bangun dan mencari sumber suara. Itu Chanyeol dan Baekhyun. Mereka sedang bertengkar dikamar Chanyeol sekarang. Eh?

“..baekhyun, jangan marah padaku. Aku kira Sae Jin sedang mengerjaiku tadi. Maafkan aku…” Chanyeol melantunkan kalimat yang aneh bukan?

“Chanyeol-ah, Sae Jin bukan anak yang suka membodohi orang lain. Jika ia berkata ingin tidur, maka ia memang sedang mengantuk. Bukankah kau juga tahu bahwa beberapa hari ini dia juga belajar dengan keras? Dan lagi, kau membentaknya, brengsek !!!” tunggu, ada apa dengan pembicaraan ini? Kenapa mereka sampai harus bertengkar hanya karena Chanyeol memarahi sae jin? Ada yang aneh

“aku tahu. Aku bersalah karena itu.” Chanyeol menunduk dan menyesali perbuatannya.

“..kau bahkan membuatnya menangis. Kau memang keterlaluan..” Baekhyun berjalan menuju pintu dan sangat terkejut dengan keberadaan Sae Jin disana
“Sae Jin?” ucap baekhyun terkejut

“ada apa ini? Kalian bertengkar?” Tanya gadis itu sambil melangkah masuk ke kamar Chanyeol

“..tidak Sae Jin. Aku hanya memberi pelajaran pada orang tidak waras ini. Dia hanya tahu menyuruhmu belajar, dan membentak. Entah kenapa aku tahan dengannya..” Baekhyun benar-benar marah sekarang. Eh?

Sae Jin menatap pada Chanyeol yang menunduk dengan wajah penuh penyesalan. Sae Jin sungguh tidak tahan melihat ini.

“..yah, ke-kenapa jadi begini. Kenapa kalian bertengkar karena aku?” Sae Jin menarik Baekhyun untuk duduk diranjang Chanyeol. Tepat didepan Chanyeol.
“aku memang kesal padanya. Dia membentakku !” Sae Jin menatap kesal pada Chanyeol
“hajiman, tidak separah itu. Aku tahu dia hanya berniat untuk membuatku berhasil dalam ujian itu. Aku tidak apa-apa. Aku hanya sedikit terkejut dan lelah tadi.”

“Sae Jin-ah, jangan membelanya…” itu Baekhyun

“tidak. Aku tidak membelanya. Aku berbicara yang sebenarnya. Jadi, kalian jangan bertengkar. Hmm?” bujuk Sae Jin pada dua orang didepannya

Hening… tidak ada yang menjawab. Baekhyun sibuk dengan amarahnya, sementara Chanyeol tenggelam dalam penyesalan.

“..yaah, yaah! Kenapa jadi begini? Hey, ! apa kalian ingin aku pergi sekarang?” ancam sae jin
“aku merasa seperti sudah merusak hubungan kalian”

“..jangan Sae Jin” ucap Chanyeol dan Baekhyun bersamaan.

“asaaa! Jadi, tidak bertengkar lagi?” Tanya Sae Jin sambil menarik Chanyeol agar duduk disebelahnya. Saat ini ia berada diantara Chanyeol dan Baekhyun. Keluarga yang bahagia. Eh??

“..aku tidak akan memaafkanmu, jika sampai satu kali lagi kau membentak Sae Jin !” kata Baekhyun pada chanyeol.

“maaf, sae jin-ah. Aku benar-benar tidak punya maksud untuk membuatmu menangis” Chanyeol memeluk Sae Jin

Jackpot ! Sae Jin mendapat jackpot. Chanyeol memeluknya. Ini lebih dari yang Sae Jin harapkan. Ini untung besar namanya.

*

*

Sae Jin datang kerumah Chanyeol dan mendapati pemuda itu sedang ada diruang tamu.

“…kau sudah makan siang?” Tanya Chanyeol dengan penuh perhatian. Kau beruntung Sae Jin

“..sudah. Chanyeol..” panggil Sae Jin pada pemuda itu. Ini akan serius. Pemuda itu menatap pada sae jin.
“kau punya seseorang yang kau sayangi?” Tanya Sae Jin dengan hati-hati

“..tentu saja. Baekhyun..” jawab Chanyeol enteng.
“tapi sekarang, ada dua. Baekhyun dan kau” tambah Chanyeol sambil tersenyum

“..kau punya pacar?” pertanyaan yang lebh spesifik. Pintar.

“..ah, gadis kecil ini ingin mengetahui hal yang seperti itu” senyum Chanyeol semakin mengembang
“..tentu saja ada. Aku punya seorang kekasih” jawab Chanyeol jujur

Sae Jin baru saja ditolak sebelum sempat mengutarakan perasaanya. Gadis ini sangat ingin menangis sekarang. Tapi ia menahannya karena tidak ingin Chanyeol tahu perasaannya.

“ada lagi? Ada lagi yang gadis kecil ini ingin ketahui?”

“..hah? tidak. Tidak ada.”

Flashback end…..

 

 

 

Sae Jin masih betah mengamati dua orang yang saat ini sudah keluar dari restaurant tadi. Sekarang mereka ada ditempat parkir. Benar. Sae Jin menjadi penguntit Chanyeol karena ingin melihat siapa sebenarnya kekasih chanyeol.

“Sae Jin !” panggil salah satu pemuda yang sejak tadi Sae Jin amati

Sial ! Sae Jin ketahuan. Mencoba bersikap biasa, Sae Jin menghampiri dua orang tadi.

“..kau disini? Sedang apa? Sudah selesai dengan pekerjaan rumah?” Tanya pemuda yang tak lain adalah baekhyun.

“ah, aku sedang ingin- ingin..” Sae Jin mencoba mencari alasan.
“coklat. Aku sedang ingin coklat..” maafkan aku baekhyun, aku berbohong padamu, ucap Sae Jin dalam hati

“ah, coklat. Chanyeol-ah. Belikan Sae Jin coklat, cepat” perintah Baekhyun pada chanyeol.

“baiklah. Tunggu disini.. jangan kemana-mana. Baekhyun-ah, jaga dia. Dia bisa tersesat jika pergi sendirian” entah mengejek atau apa. Tapi Chanyeol suka sekali seperti ini. Menganggap Sae Jin adalah putri kecilnya.

“..arraseo !” kata Baekhyun sambil menepuk pundak chanyeol

Ada yang aneh….

“kenapa Chanyeol selalu menganggap aku ini gadis kecil?” Sae Jin terlihat kesal dan bertanya pada Baekhyun setelah Chanyeol pergi

“..kau memang putri kecilnya..” jawab Baekhyun sambil memegang puncak kepala sae jin. Ini juga. Kenapa Baekhyun selalu mengelus kepala Sae Jin seperti Sae Jin itu juga putrinya?

~

“chanyeol, lepaskan aku…!” Sae Jin berusaha keluar dari pelukan chanyeol. Mereka sedang ada dimobil sekarang. Sae Jin dan Chanyeol dibelakang dan Baekhyun yang mengemudi.

“aku tidak mau.” Chanyeol kembali mengeratkan pelukannya pada sae jin.

“hey, kau tidak takut pacarmu akan cemburu nanti? Jika dia melihat kita seperti ini, dia pasti akan salah paham” Sae Jin kembali mencoba mendororng chanyeol. Meski ia suka Chanyeol memeluknya, kenyataan bahwa Chanyeol sudah punya kekasih adalah fakta yang tidak bleh dilupakan.

“..tidak akan. Bahkan jika aku melakukan ini” Chanyeol kiss her forehead
“dia tetap tidak akan cemburu. Marah juga tidak…” tambah Chanyeol dengan wajah biasa. Apa perbuatannya tadi tidak salah? Kau kurang ajar chanyeol

“yaah !” Sae Jin berhasil mendorong chanyeol.
“kau memang gila! Kau tidak tahu apa-apa! Itu artinya, pacarmu itu tidak mencintaimu sama sekali. Mana ada wanita yang tidak cemburu melihat pacarnya memeluk gadis lain” kesal sae jin

“..dia tidak seperti itu. Pacarku itu tidak seperti itu” jawab Chanyeol enteng
“dia sangat mencintaiku”

“ kau tidak mengerti. .Aku benarkan, baekhyun?” Tanya Sae Jin pada baekhyun. Gadis ini butuh sekutu sekarang

“…tidak. Aku setuju pada chanyeol” jawab Baekhyun membuat Sae Jin semakin bingung

“hmm? Bagaimana bisa ada pacar yang seperti itu?”

“itu bisa terjadi. Jika pacar Chanyeol itu, juga memandangmu sama seperti Chanyeol memandangmu.” Perkataan Baekhyun ini semakin membuat Sae Jin tidak mengerti.

“aku tidak mengerti semua ini…”

“tentu saja, kau tidak akan bisa mengerti sekarang…” Chanyeol kembali memeluk sae jin.

“..kerena-“ Baekhyun menggantung kalimatnya

“karena kau masih gadis kecil..” ucap Chanyeol dan Baekhyun berbarengan dan kemudian sama-sama tersenyum. Sementara Sae Jin hanya bisa berdecak kesal.

 

¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶

Sae Jin dan Chanyeol sedang berada di dalam mobil. Chanyeol menjemput gadis itu sepulang sekolah dan membelikan Sae Jin makanan kesukaannya.

“aku ingin mengakui sesuatu” Sae Jin membuka pembicaraan
“aku mengikutimu 2 bulan ini” aku Sae Jin sedikit takut

“aku tahu itu” jawab Chanyeol tanpa menatap pada gadis itu

“kau marah?” Sae Jin menatap penuh permohonan pada chanyeol

“bagaimana aku bisa marah padamu?” lagi, Chanyeol mengacak pelan rambut sae jin
“kau bakhan mengakuinya sebelum aku bertanya. Aku tidak salah. Kau gadis baik..” Chanyeol tersenyum bangga

“maafkan aku. Aku hanya penasaran. Kau bilang kau sudah punya pacar, tapi aku tidak pernah melihatnya. Aku hanya selalu melihatmu menghabiskan waktu denganku atau dengan baekhyun. Jadi aku penasaran. “

“..lalu?”

“aku mengikutimu untuk melihat seperti apa pacarmu itu. Tapi apa? Aku tidak dapat apapun. Kau selalu bersama baekhyun, jika tidak sedang bersamaku. Apa jangan-jangan…” Sae Jin menatap chanyeol. Ia sedang menimbang haruskah ia mengutarakan pertanyaan ini atau tidak

“apa? Jangan takut. Kau tidak perlu takut padaku”

“jangan-jangan kau berbohong. Kau sebenarnya tidak punya pacar ‘kan?” chanyeol menahan tawanya. Gadis ini memang polos.

“aku tidak berbohong. Aku punya seorang kekasih.” Chanyeol menghentikan mobilnya. Mereka sudah tiba dirumah sae jin.

“tapi aku tidak pernah melihatnya.”

“kau tahu? Aku makan siang bersamanya 2 hari yang lalu” Chanyeol mengatakan hal itu sambil menatap penuh arti pada sae jin.

~

Malam tiba. Sae Jin masih belum dapat memejamkan matanya. Ia masih bingung dan penasaran dengan sosok kekasih Chanyeol itu. Sae Jin kembali bangun dan duduk.

“makan siang bersama, 2 hari yang lalu?” Sae Jin mencoba mengingat kejadian 2 hari lalu.
“eh?” ucap Sae Jin dengan kening yang sepenuhnya berkerut.
Tentu saja Sae Jin bingung. 2 hari lalu seingat gadis ini ia melihat Chanyeol makan siang bersama baekhyun. Benar. bersama baekhun. Lalu kapan Chanyeol bertemu pacarnya itu?

Ah, terlalu membingungkan. Sae Jin memutuskan untuk melupakan semuanya dan mencoba kembali tidur.

.

.

Keesokan harinya, Sae Jin tampak sedang tidak bersemangat. Sangat. Bahkan saat Chanyeol dan Baekhyun mengajaknya bermain, sae jn juga hanya diam saja dan tersenyum seadanya.

“ada apa? Kenapa kau diam saja?” Tanya baekhyun

“..aku hanya sedikit mengantuk”

“dia pasti lelah, karena beberapa hari ini selalu mengikutiku” Chanyeol mengejek sae jin

“jangan mengejeknya lagi. Kau mau tdur?” Tanya Baekhyun lagi

“..aku penasaran. Sangat !” gadis itu menoleh pada chanyeol.
“siapa pacarmu? Siapa kekasihmu itu? Siapa namanya?” Tanya Sae Jin dengan wajah frustasi

“..baiklah. Setelah ini kau harus tidur. Mengerti?” Chanyeol menghadapkan dirinya pada Sae Jin sekarang

“chanyeol, apa yang kau katakan?” Baekhyun mulai terlihat aneh

“kau mau tahu siapa kekasihku itukan?”
“kau sudah mengikuti sebulan ini. Siapa yang kau lihat selalu bersamaku, selain kau tentu saja.”

“pagi hari, kau mengantarku kesekolah. Siang hari kau kuliah bersama baekhyun, lalu menjemputku. Lalu, tidak ada lagi. Kau hanya selalu bersamaku atau baekhyun..”

“benar. Itu benar. Kau bukan kekasihku, jadi-“ Chanyeol menggantung kalimatnya dan berusaha membuat Sae Jin mengerti

5 menit berlalu

“apa itu artinya…”
“ah, aku tidak tahu. Aku tidak mau tahu lagi soal pacarmu itu. Siapapun dia. Aku tidak perduli lagi. Aku tidak perduli..” Sae Jin berdiri

“kau mau pulang?” Tanya Baekhyun yang juga ikut berdiri, chanyeol lagi-lagi menahan tawanya.

“mengusirku?” Tanya sae jin, sensitiif sekali anak ini

“..tidak. mana mung-“

“aku mau tidur disini malam ini” Sae Jin pergi kekamar Chanyeol dan tidur disana

“tidurlah sepuasmu…” Chanyeol menarik Baekhyun agar duduk disampingnya
“putri kecilku…” sambung pemuda itu

 

Saat tengah malam, dengan mata yang sangat berat, Sae Jin keluar dari kamar chanyeol. Gadis itu lapar. Dengan kesadaran yang belum penuh, Sae Jin berjalan kedapur. Gadis itu membuka kulkas dan mengambil coklat darisana. Chanyeol memang selalu menyimpan coklat, sejak Sae Jin datang hidupnya.

Meski belum sepenuhnya bangun dari tidur, Sae Jin masih bisa duduk di sofa ruang tamu dan memakan coklatnya. Tak berapa lama kemudian, suara dua orang yang sedang mengobrol Sae Jin dengar. Mereka sedang ada dibelakang sofa yang Sae Jin duduki. Mungkin mereka tidak menyadari keberadaan sae jin

“..astaga ! Sae Jin belum makan tadi. Dia pasti lapar.” Kata baekhyun. Itu Baekhyun dan chanyeol

“anak itu memang selalu saja.”
“tapi baekhyun-ah, tidakkah kau pikir sae jin itu terlalu lugu?” Tanya Chanyeol
“itu bagus. Dia akan jadi gadis yang sangat baik. Aku menyukainya” Baekhyun menutup kalimatnya dengan sebuah senyuman

“aku hanya takut dia akan dimanfaatkan karena itu”
“apa aku melatihnya saja agar tidak cepat percaya dan tidak terlalu lugu lagi?”

“agar kau bisa memarahinya?”

“tidak. Aku tidak pernah bisa marah padanya.”

“aku hanya khawatir dia mengtahui semuanya dan tidak bisa menerima. Aku takut dia menjauhi kita..” sedikit rasa takut tampak diwajah Baekhyun

“..aku rasa tidak” chanyeol tersenyum penuh arti
“..kau bahkan tidak bisa membayangkan selugu apa dia. Dia tidak akan mengerti dan bahkan tidak akan percaya tentang hal-hal seperti ini.”

“dia anak yang baik ‘kan? Aku sangat menyukainya. Kenapa dia tidak tinggal bersama kita saja?”

“..benar. Gadis kecil itu polos sekali. Putri kecilku..”
“..aku sangat ingin memanggilnya begitu setiap hari…” Chanyeol tersenyum sangat bahagia. Eh?

“..benar. Putriku…” Baekhyun ikut tersenyum tak kalah bahagia

 

Sae Jin berdiri dan menatap aneh pada Chanyeol dan baekhyun. Kedua pemuda itu tampak sangat terkejut dengan keberadaan Sae Jin disana. Apa Sae Jin mendengar semuanya?

“..sae- sae jin-ah…ap-apa kau mendengar pembicaraan kami?” Tanya baekhuyn sedikit takut

“..jangan khawatir baekhyun. Dia memang harus tahu cepat atau lambat” Chanyeol mencoba menenangkan Baekhyun.
“aku tahu kau sangat terkejut. Tapi, memang inilah keadaan kami. Aku sangat berharap kau bisa menerima ini..” Chanyeol menatap penuh harap pada Sae Jin. Apa ini? Apa yang Chanyeol bicarakan? Apa yang harus Sae Jin ketahui?

“..kau baik-baik saja, sayang? Aku mohon jangan menjauhi kami. Kami menyayangimu…!” Baekhyun terlihat sangat takut sekarang
“katakan sesuatu, jangan diam saja. Kami hanya menyembunyikan ini darimu, dan memilih saat yang tepat untuk mengatakannya. Kami tidak punya maksud apapun. Kami tulus menyayangimu…” tambah Baekhyun lagi. Apa ini? Kenapa ini?

Setelah 3 menit berlalu..

“…AKU BUKAN PUTRI KALIAN…!” teriak sae jin…

Baekhyun dan Chanyeol mengernyit bingung. Jadi, bahkan sampai sekarang Sae Jin belum menyadari semuanya? Gadis itu belum mengerti apapun? Yang benar saja ! Chanyeol benar. Dia gadis polos. Tapi, sepertinya dia juga bodoh.

Tak lama kemudian Chanyeol dan Baekhyun hanya bisa menahan tawa mereka.

Biar seperti ini. Selama Sae Jin bisa selalu bersama dengan mereka, Chanyeol ataupun Baekhyun tidak akan ambil pusing. Entah suatu saat nanti Sae Jin akan mengetahui yang sebenarnya atau tidak, tapi untuk sekarang chanyeol dan baekhyun hanya akan merasakan kebahagian ini.

Kebahagian karena adanya Sae Jin dihidup mereka.

Putri kecil mereka, Sae Jin…….

 

Fin…..

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] I’m not Your Daughter (Oneshot)

  1. Keren ceritanya. Aku kira Sae Jin bakalan tau kalo Chanyeol sama Baekhyun pacaran, ternyata Sae Jin belom peka😂. Dibikin ngakak juga sama tingkah polos Sae Jin yang bener-bener kelewat polos😄

  2. Ah, mian
    kebingungan anda terjadi karena author ini yg belum benar dalam penyampaian cerita, hiks..
    saejin bukan anak chanbaek. Dia cuma cewek yg suka ama chan, tapi meski chan udah ngasih kode siapa kekasihnya *baekhyun, tuh cewek masih nggak ngerti juga. Itu intinya, kak.
    Semoga berguna penjelasan ini.
    Dan,
    big thanks untuk komennya…
    Gomawo…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s