[EXOFFI FREELANCE] Hurt

wenyeol-hurt

HURT

Written by:

Choi Seo Yoon/Nur

Main cast:

Son Wendy  (Red Velvet) x Park Chaenyeol  (EXO)

Genre:

Drama, Family, Romance, Sad, Angst

Length:

Onehoot

Rating:

PG- 15

Disclaimer :

Fanfiction ini merupakan karya original dari penulis Choi Seo Yoon yang sekarang berganti menjadi Nur kecuali nama tokoh dalam cerita. Pertama kali di publikasi di facebook dengan tokoh yang berbeda. Masih terdapat banyak typo dalam cerita ini, namun mohon dimaklumi dan selamat membaca.

Summary:

“Penikahan seperti selembar kertas putih, dimana dua orang yang terikat janji suci akan bersama memegang tinta itu dan menulis kisah di atasnya. Ketika salah satu pegangannya goyah maka kita akan menodai kesuciaannya”

~~~~~~~~~~~~~~~HAPPY READING~~~~~~~~~~~~~~~

Author Pov

Malam begitu gelap tak ada satu cahaya yang menerangi. Tak ada cahaya bulan ataupun bintang yang menerangi di langit malam yang ada hanyalah sebuah kegelapan namun, hal itu tak mampu menghentikan langkah seorang wanita yang saat ini tengah mnelusuri jalan .

wanita itu terus melangkah tanpa perduli hawa dingin malam yang menerpa tubuh ringkihnya tanpa perduli jika kerikil aspal melikai kakinya yang tak memakai alas kaki. Dia terus melangkah dengan tatapan kosongnya tanpa perduli jika susana malam yang semakin mencekam.

Suara petir pertanda akan datangnya hujan kini mulai terdengar, hawa dingin malam kini mulai membuat tubuh ringkihnya menggigil namun, hal itu sekali lagi tak mampu membuat berhenti melangkah. wanita itu terlihat layaknya mayat hidup meskipun dia terus berjalan namun ia seolah tak merasakan apapun yang terjadi pada tubuhnya, meskipun matanya terbuka namun hanya tatapan kosong lah yang terpancar dari matanya.

Suara petir semakin keras terdengar bahkan rintik –rintik hujan kini mulai menerpa tubuh wanita itu namun hal itu tetap tak mampu membuatnya berhenti melangkah hingga tanpa sadar kini ia berada di tengah jalan raya.

Tatapan kosongnya menangkap sebuah cahaya menyilakan dari arah depannya.

Piipp

Piipp

Piipp

Suara truk yang di sertai bunyi klakson semakin terdengar mendekai wanita itu. Sang supir berharap wanita itu akan menghindar namun ia tetap tak menghindar wanita itu justru menutup matanya seolah berharap jika tubuhnya di luluhlantahkan oleh truk itu namun, harapannya musnah tergantikan dekapan hangat dari seorang pria yang entah sejak kapan menarik wanita itu kedalam dekapan hangatnya.

“Apa yang kau lakukan sayang ?, kumohon berhenti menyakiti dirimu !” ucap pria itu dengan nada bergetar mengisaratkan sebuah ketakutan yang besar akan kehilangan wanita yang kini masih dalam dekapannya itu.

“Aegyi…aegyi.”gumam wanita  itu berkali-kali dalam dekapan lelaki yang tak lan adalah suaminya.

Author Pov End

Chaenyeol Pov

Sudah hampir dua jam aku terus menatap wajah pucatnya yang tertidur damai karena obat penenang yang di suntikkan dokter padanya. Saat seperti inilah aku dapat bernapas  lega setidaknya dia tidak akan menyakiti dirinya sendiri.

Hanya penyesalahlah yang dapat aku rasakan saat ini. Andai dulu aku lebih memperhatikannya, andai  aku menjadiknnya perioritasa utamaku, dan seandainya semua itu tidak  terjadi. Aku pasti masih dapat melihat senyum ceria yang biasa dia berikan untukku, masih dapat merasakan kecupan hangat saat terbangun di pagi hari.  Bisakah waktu berputar kembali ke masa lalu? Seandainya bisa, aku akan memperbaiki semuanya. Aku benar-benar menyesali semuanya sayang, maaf, maafkan aku.

Flasback

Langit begitu cerah tak ada setitik awan hitam yang terlukis di langit pagi ini.Cahaya menyilaukan menembus jendela sebuah kamar dimana terdapat sepasang suami istri yang sedang tertidur dengan posisi seorang pria tengah memeluk seorang wanita mendekapnya dalam kehangaant dada bidangnya.

Wanita itu menggeliat pelan dan perlahan-lahan membuka matanya menampakan wajah polos suaminya yang sedang tertidur . Seketika Sebuah seringai kini muncul di wajah wanitta itu, memperlihatkan jelas bawa otak cantikya tengah memikirkan rencana untuk menggoda suaminya itu.

Chu

Chu

Chu

Kecupan beruntun kini mendarat tepat di bibir pria yang tengah memluknya.

“Aish kenapa lama sekali ? aku sudah menunggunya sejak tadi.” celoteh sang namja dengan mata yang masih tertutup

“Yakk… Jadi dari tadi oppa berpura-pura tidur? Aish menyebalkan” pekik sang yeoja dengan raut wajah kesal saat mengetahui ternyata suaminya mengerjainya, sesekali tangannya memukul dada bidang suaminya sebagai pelampisan rasa kesalnya.

“Ha…ha…ha, wae ? kau ingin mengambil ciumanmu kembali.” ucap sang namja dengan tawa yang membahana badai ala sharini..#abaikan

“Ne, kembalikan!” ucap wanita itu  dengan kesal seraya mempautkan bibirnya.

“Oh, baiklah” ucap namja itu dengan seringai

Chu

“Yak, kenapa menciumku ?” Tanya Wendy dengan wajah kesalnya

“Bukankah tadi kau memintaku mengembalikan ciumanmu? jadi aku mengembalikannya” ucap pria itu dengan wajah berpura-pura polos layaknya seorang anak kecil yang tak berdosa.

******hurt*****

Seorang wanita kini tengah berkonseari dengan peralatan dapurnya hingga tanpa ia sadari sepasang mata tengah memandanginya dari beberapa menit lalu sejak ia memegang peralatan dapur hingga memasukan bahan-bahan makan kedaalam wajan panas di depannya. “Apa yang kau masak. ?” Tanya sang suami sembari memeluk perut rata istrinya dan sesekali menghirup aroma harum dari rambut wanita itu.

“Hanya sup rumput laut yang lainnya sudah di masak bibi.” ucap wanita itu dengan senyum manis yang tak terlepas dari bibir mungilnya.

Pria itu membalikan tubuh istrinya dan menatapnya dengan wajah bingung.“Apa ada yang special  hingga kau memasak sup rumput laut?” Tanya pria itu pada istrinya Karena setahunya sup rumput laut hanya di sajikan saat ada seseorang yang berulang tahun namun hari ini bukan hari ulang tahunnya ataupun istrinya itu, namun pertanyaanya itu hanya dib alas dengan senyum oleh wanita di depannya.

Dengan perlahan wanita itu memeluk tengkuk suaminya dan sesekali membelai leher pria itu. Wanita itu semakin mendekatkan wajahnya pada suaminya. Seketika itu pria itu menutup mata. “Ohh memang ada yang special hari ini.” ucap wanita itu pelan tepat di sebelah telinga suaminya sembari menghembuskan sedikit nafasnya bermaksud menggoda pria yang telah memilikinya itu.

“Kau menggodaku ?” Tanya pria itu dan semakin mempersempit jarak antara keduanya.

“A..a.. apa? tidak” elaknya namun wajahnya yang memerah telah menunjukan apa yang sebenarnya terjadi.

“Jangan berbohong ? lihat wajahmu bahkan mirip kepiiting rebus.” ucap pria itu  kembali mempersempit jarak antara mereka dengan maksud menggoda istrinya.

“O..oppa a..apa yang kau lakukan,?” Tanya wanita itu denga tergagap-gagap menunjukan betapa gugupnya ia akan perlakuan suaminya.

“Hanya ingin menciummu.” ucap pria itu dan bluss wajah istrinya kini semakin memerah di buatnya.

“Aiss dasar pria mesum.”ucap wanita itu berpura-pura kesal guna menutupi rasa gugupnya.

Chu

“Aku memang mesum tapi pria mesum ini adalah suamimu dan akan menjadi ayah dari anak-anakmu.” ucap pria itu embari berlari dengan senyum penuh kemenangan karena telah berhasil mencium dan menggoda istrinya.

“Park Chaenyeol” panggil wanita itu dengan suara yang tinggi namun hanya dibalas kekehan kecil dari  oleh suaminya.

******hurt*****

Hanya suara dentingan antara sendok dan piringlah yang terdengar mewarnai suasana di meja makan sebuah keluarga kecil itu hingga sang namja membuka pembicaraan di antara mereka.

“Jadi apa yang special hingga kau membuat sup rumput laut ini. ?” ucap namja itu menyudahi kegiatan memasukan makanan dalam mulutnya beralih menatap seorang wanita yang sedari tadi hanya menatapnya menyantap masakannya tanpa menyentuh makanan di depannya.

“Eoh? Tunggu sebentar!” ucap wanita itu sembari berlari kearah kamar mereka dan membawa sebuah kotak kecil di tangannya.

“Cah bukalah oppa” ujar wanita itu dengan wajah yang begitu ceria serta senyum tulus yang terukir di wajah cantiknya saat menyerahkan sebuah kotak yang ikat dengan pita pink itu.

Dengan perlahan siwon membuka kotak itu sembari memberikan tatapan curiga pada sang wanita yang kini tengah duduk di hadapannya dengan tatapan berharap.

Sedetik

Dua detik

Dan tepat hitungan ketiga pria itu tersenyum dengan mata yang berbinar. ‘ya tuhan sayang, benarkah ini ?” tanyanya pada wanita itu namun hanya dibalas dengan anggukan. “dia hadir untuk menyempurnakan keluarga kecil kita. Aku hamil” ujar wanita itu sembari tersenyum bahagia.

Flasback End

Authot Pov

Seorang wanita kini tengah uduk di kursi di depan meja rias dengan mata sembab dan membengkak. Entah apa yang ia pikirkan namun satu hal yang pasti, wajahnya tidak memancarkan kebahagiaan, yang  ada hanyalah kenyataan bahwa air matanya terus mengalirkan setiap detik berganti.

“Sayang apa yang kau pikirkan ?” Sapa pria yang entah sejak kapan berada di belakang wanita itu dan kini tegah melingkarkan tangannya di tubuh sang wanita. Tangannya perlahan terarah untuk menghapus air mata wanita, namun dengan cepat wanita itu menepisnya.

“Jangan menyentuhku” Tanpa ekspresi hanya dengan wajah datar ia mengucapkan kalimat itu. Kalimat pertama yang ia ucapkan setelah tiga bulan lamanya sejak kejadian memilukan di malam terlaknat dalam hidupnya yang membuatnya hidup layaknya orang mati, tidak mampu lagi merasakkan seperti apa rasanya sakit dan seperti apa itu rasa bahagia yang ada hanyalah kehancuran.

“Sayang kau bicara ? ulangi, ulangi sekali lagi” ia tahu kalimat itu seharusnya membuatnya terluka namun mendapati kenyataan bahwa itu kalimat pertama yang di ucapkan istri yang begitu di cintainya setelah tiga tahun lamanya terdiam. Ia hanya mampu menutup matanya akan kenyataan itu dan terus tersenyum pada wanita itu.

Wanita itu berdiri  dari duduknya, berjalan kea rah lemari kemudian perlahan-lahan membuka lemari pakaian, mengambil sebuah koper kecil yang terletak di sudut lemari besar itu, memasukan beberapa potong pakaian wanita yang tergantung di dalam lemari itu. Kegiatannya terus berlanjut dengan memasukan berbagai peralatan wanita yang ada di atas meja rias sebelum sebuah tangan mencegahnya.

“Apa yang kau lakukan ? ” Tanya pria itu dengan tangannya yang masih mencengkram lengan wanita yang tak lain adalah istrinya itu.

“Aku akan pergi” jawabnya datar namun matanya memancarkan kesungguhan dan kekecewaan yang dalam terhadap pria di depannya.

‘Sayang kumohon teteplah disisku. Aku mencintaimu , kumohon jangan tinggalkan aku, berikan aku kesempatan, aku akan memperbaikki semuanya.”  Air mata sudah tak terbendung.bahkan kini ia berlutut di depan wanita itu, memohon agar tak meninggalkannya.

“ Baik aku tidak akan pergi dengan syarat, “ sejenak ia menghentikan kalimatnya membuat pria itu sedikit berharap bahwa masih ada kesempatan untuk menyelamatkan pernikahannya, membangun kembali keluarganya kecilnya yang di ambang kehancuran. Namun kalimat selanjutnya dari bibir wanita itu berhasil menghancurkan harapannya.

“Jika kau bisa mengembalikan anakku dan menghilangkan kenyataan bahwa wanita jalang itu mengandung anakmu” ucapnya tegas dengan mata yang syarat akan emosi.

“Kenapa diam ? kau tak mampu melakukannya.”  Ada nada mengejek yang terdengar jelas dalam suaranya. Perlahan ia duduk di depan pria yang tak lain adalah suaminya.

‘Kumohon lepaskan aku, jangan menyiksaku dengan terus melihat wajahmu, jangan menyiksakku lebih banyak lagi. Aku benar-benar memohon padamu ceraikan aku!” nada memohon kini tak terelakkan permohonan meminta perceraian dari bibir wanita itu kini membuat sang pria di depannya menggeleng kuat, ia tidak mampu menerima ini, ia tidak siap.

Tangan wanita itu terulur menyentuh pipi lelaki yang tak akan lama lagi akan ia tinggalkan, tangannya menghapus air mata pria itu serta memberikan  sebuah kecupan perpisahan di pipinya.

“Oppa.. sejak cicin ini terpasang di jarikku, kita sudah berjanji tidak akan ada penghianatan dalam pernikahan kita tapi kau melakukan penghianatan itu. Maafkan aku, aku tidak bisa memaafkan penghianatan dalam bentuk apapun” ia memeluk pria yang sebentar lagi mungkin akan menjadi mantan suaminya ini sebagai pelukan terakhir.

Dengan perlahan wanita itu mengambil koper yang kini berada disampingnya, menyeret koper itu sembari berjalan menuju pintu keluar dari kamar yang menjadi saksi kebahagiaanya dengan pria itu dan juga kamar yang merupakan saksi bisu dimana suaminya bercinta dengan wanita lain selain dirinya. Ia berhenti berjalan, mulutnya ingin mengatakan sesuatu namun ragu tapi di detik berikutnya kalimat itu terlontar.

“Makanlah dengan baik, jaga kesehatanmu dan jangan mencariku” ucapnya sebelum meninggalkan rumah yang memberikkan kebahagiaan sekaligus kesakittan yang mungkin seumur hidupnya tak mampu di tangung oleh batinya.

Pria itu hanya mampu menyesali apa yang ia lakukan seandainya saat itu ia tidak membawa wanita itu, seandainya ia bukanlah lelaki bodoh yang mampu di perdaya, kebahagiaan pernikahannya pasti tidak akan berakhir, anak yang ia nanntikan kehadirannya tidak mungkin pergi tanpa terlahir ke dunia. Namun semua itu hanyalah sebuah kata seandainya.

Saat kita bertindak tanpa memikirkan dampaknnya maka hanya akan ada penyesalanlah yang kita dapat dan Sebuah penyesalan tak akan pernah datang di awal namun akan selalu menunggu di akhir.

The end

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Hurt

  1. Emg HURT banget ya 😥 nyesek gitu, bikin air mata tumpeh-tumpeh.. Thanks author-nim udah bikin saya terbawa suasana ff :v

    btw, kenapa chanyeol berubah jadi nama Siwon :v itu loh pas bagian buka kotak :v

  2. Oh my.
    Astaga ceritanya kren 😍😍.
    Ada sequelnya ndak y?
    Penasaran nih gimana ceritanya si chan bisa seingkuh. Trus bininya pas kegugurn gimana 😧 trus cewek yg dihamilin si chan g.mana kabarnya??

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s