[EXOFFI FREELANCE] The Sound of The Rain (Chapter 3)

picsart_01-07-06-33-21

Title    : The Sound of The Rain – Chapter 3

Author     : Whitecreamy

Main cast      : Lee Shin Young/Rose (OC), Byun Baekhyun, Oh Sehun

Support cast     : EXO members and Ex members and others

Genre    : Sad, Family, Romance

Rating    : G/PG

Length    : Multichapter

Disclaimer    : I only own the story

Poster by ByunHyunji @ Poster Channel

♥♥♥

CHAPTER 3

But don’t you remember?

Don’t you remember?

The reason you love me before

Baby,please remember me once more

When was the last time you thought of me?

Or you have completely erased me from your memory?

( Don’t you remember by Adelle )

Orang – orang mengatakan bahwa menunggu adalah hal yang membosankan. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi Shin Young. Ia telah merasakan bagaimana tidak menyenangkan nya menunggu itu. Terkadang ia putus asa dengan harapannya, namun tak lantas hal tersebut membuatnya bosan. Sebanyak ia putus asa, sebanyak itu pula ia kembali membangun harapannya . Setiap hari ketika matahari terbit ia selalu memupuk harapan. Semoga Tuhan berkenan mempertemukannya lagi dengan oppa. Telah ribuan hari ia lewati dalam sebuah ketidak pastian. Menunggu dengan penuh kesabaran, dan kini kesabarannya telah terjawab. Hari itu telah tiba. Hari dimana ia bisa memeluk sosok itu lagi. Mendekap nya erat dan menghirup aroma tubuh yang ia rindukan itu dengan tamak.

“Oppa…aku merindukanmu.” Bisik Shin Young bersamaan dengan air mata haru yang meleleh jatuh ke pipi mulusnya. Dipeluk nya erat laki-laki itu. Seolah ia tak akan melepas nya sekali lagi,”Apa,oppa juga merindukanku?”

Demi apapun, Shin Young sangat merindukan oppa. Perasaan rindu nya membuncah tidak terkira, kini perasaan rindu itu telah terlampiaskan. Sosok itu hadir nyata di hadapannya, bukan lagi hadir di mimpinya. Bahkan Shin Young bisa memeluknya. Terima kasih. Terima kasih banyak, Tuhan.

Tawa sumbang yang terdengar dari sosok itu, membuat Shin Young kemudian melepaskan pelukannya. Tidak hanya lelaki itu yang tertawa, tapi juga keempat teman lainnya.

“Kita tidak sedang syuting drama korea kan, Kai?” ucap lelaki itu lalu menghempaska tangan Shin Young yang masih bergelayut di lengan nya.

“Entahlah, mungkinkah kau lupa pernah ikut casting drama korea?” timpal laki-laki yang bernama Kai itu. Shin Young mengerutkan keningnya. Sedikit bingung dengan situasi ini. Ia menatap lekat wajah oppa nya, Shin Young rasa ia tidak salah mengenali orang. Lalu, mengapa orang-orang ini tertawa? Menertawakan Shin Young lebih tepat nya.

“Oppa, ini aku, Shin Young, adik mu…” ucap Shin Young  sambil mengenggam kedua tangan lelaki itu,”kau tentu tidak lupa bukan?” tawa sumbang semakin terdengar di antara mereka membuat Shin Young semakin tidak memahami situasi ini.

“Maaf nona, tapi aku tidak pernah memiliki seorang adik. Tidak sama sekali.” Tegas pria itu yang langsung membuat Shin Young terbelalak tidak percaya. Bagaimana bisa kakak nya mengatakan hal itu?

“Oppa, ini aku Rose. Kau kakakku, kita menghabiskan masa kecil kita bersama ibu di Ilsan. Ilsan…disanalah rumah kita.”

Laki-laki itu sempat tertegun saat mendengar nama Ilsan. Tapi dengan cepat laki-laki itu mengubah raut wajahnya.

“Maaf nona, aku tidak punya waktu untuk menanggapi segala omong kosong mu.” Kalimat itu berhasil menghancurkan perasaan Shin Young. Apa yang membuat sikap kakak nya seperti ini. Omong kosong dia bilang? Demi Tuhan ini bukan omong kosong. Mereka tumbuh bersama sejak kecil. Apa kakak nya sudah melupakannya?

“Apa kau lupa? Kau benar-benar lupa? Ini aku, oppa. Rose. Kita tinggal di Ilsan. Ibu kita seorang perempuan Indonesia bernama Arina.” Shin Young benar-benar lemas saat oppa nya justru memilih pergi dari hadapannya. Menolak mendengarkan penjelasan Shin Young. Gadis itu berlari menyusul oppa.

“Baekhyun oppa !!!” seru Shin Young yang berhasil menghentikan langkah pria itu.”Baekhyun…oppa?” Shin Young mengepalkan telapak tangannya erat. Mencoba menahan segala emosi yang telah terkumpul di dada nya. Sesak. Rasanya sesak sekali saat mengetahui orang yang kau tunggu selama ini di hidupmu justru bersikap tidak mengenalimu.

Laki-laki itu berbalik,”Pergilah. Aku benar-benar tidak mengenalmu.”ucap lelaki itu dengan dingin.

“Tidak ! Aku tidak akan pergi. Aku ingin bersama mu,oppa!!” laki-laki itu membanting helm nya kemudian berjalan lurus ke arah Shin Young. Dia mencengkeram lengan  Shin Young kuat, hingga membuat gadis itu meringis kesakitan. Di tatapnya mata Shin Young dengan tajam.

“Aku sama sekali tidak tahu siapa dirimu. Jadi, cepat pergi dari tempat ini sebelum anak buah ku menyeret mu dari tempat ini.” desis Baekhyun tepat di telinga Shin Young, menghempaskan kedua tangan Shin Young begitu saja. Ia lantas berbalik menuju sebuah bangunan yang diikuti pria bernama Kai juga ketiga pria tadi.

Shin Young tidak menyerah. Dengan cepat ia berjalan menyusul Baekhyun. Ia berhenti tepat di depan laki-laki itu. Tangannya terangkat dan dengan sempurna mendarat dengan keras di pipi Baekhyun. Ya,gadis itu menampar Baekhyun. Kai dan ketiga temannya membelalakkan mata tak percaya. Sementara Baekhyun mengelus pipi nya yang cukup terasa sakit. Ia tertawa sinis.

“Kau pikir kau itu siapa,ha? Berani-berani nya kau menampar wajahku?!!” Baekhyun murka. Dan kemurkaannya di jawab dengan tamparan lagi di wajahnya. Ia menggeram marah.

“Aku ini ADIKMU !!!” ucap Shin Young tak kalah marah nya. Ia sudah menahan emosi nya sedari tadi,”Apa kau mengalami kecelakaan lalu amnesia?!”

Baekhyun menatap tajam Shin Young. Ia memperkecil jarak diantara dirinya dan gadis yang mengaku adik nya itu. Shin young yang melihat tatapan penuh amarah Baekhyun menjadi sedikit menciut nyali nya. Laki-laki itu mencengkeram pundak Shin Young begitu kuat. Tepat di depan wajah Shin Young, Baekhyun berkata,

“Kalau saja kau ini laki-laki, aku pasti sudah menghajarmu hingga babak belur.”

Mendengar kalimat penuh ancaman itu membuat Shin Young bergetar takut. Pria yang ada di hadapannya ini seperti bukan kakak nya. Dimana wajah kakak nya yang memancarkan kedewasaan dan kasih sayang itu? Mengapa yang tampak di wajah itu saat ini hanyalah kebencian?

“Mark, bawa perempuan ini pergi dan jangan biarkan dia menginjakkan kembali kaki nya di tempat ini!” titah Baekhyun pada salah satu anak buah nya. Laki-laki yang bernama Mark itu lantas menyeret Shin Young pergi dari hadapan Baekhyun.

“Oppa !! Kau tidak bisa mengusir ku seperti ini ! Aku Shin Young. Aku Rose. Aku adikmu !!” teriak Shin Young dengan derai air mata yang tak terbendung. Mark terus menyeret Shin Young menjauh, sementara Baekhyun dan anak buah nya tetap melangkah pergi. Shin Young memandangi punggung kakak nya yang lama kelamaan tak terlihat ditelan kegelapan malam.

Oppa, jahat. Oppa benar-benar tidak mengingatnya. Ia telah dilupakan oleh satu-satu nya orang yang selalu ia ingat selama ini. Ironis , menyedihkan sekali nasib Shin Young…

Mark menghempas kan tubuh Shin Young di tepi jalan dengan tidak berperasaan,”Jangan pernah kembali lagi. Tempat ini berbahaya untuk mu.” Ucap Mark lalu pergi begitu saja.

Ia meratapi kepedihan hati nya. Demi Tuhan, Shin Young telah menunggu hari ini tiba. Shin Young selalu memimpikan sebuah pertemuan yang indah dengan kakak nya. Tapi apa yang terjadi padanya baru saja, tak ubahnya sebuah tragedi. Perlahan ia merasakan tetes – tetes air menyentuh kulit nya. Shin Young menengadahkan kepalanya ke arah langit. Bahkan langit ikut menangisi tragedi yang menimpa Shin Young malam ini.

Apakah oppa telah melupakanku?”

♥♥♥

Malam itu ,sepulang dari Ilsan, Baekhyun melihat ada seorang perempuan memasuki wilayah kekuasaan nya. Ia pun segera menghubungi tiga orang anak buah nya yaitu Mark, Jaehyun dan Ten untuk mengikuti perempuan itu. Dan siapa sangka saat Baekhyun turun tangan secara langsung ia justru mendapat sambutan dari perempuan itu berupa pelukan dan juga air mata. Mengaku bahwa dia adik Baekhyun pula. Cih, apa-apan dia? Mungkin dia perempuan gila, begitulah yang Baekhyun pikirkan. Tapi saat mendengar bagaimana gadis itu memanggil nama nya, itu benar-benar sebuah kejutan. Ia sama sekali tidak mengenal perempuan itu. Sekali lagi Baekhyun tegaskan, ia tidak mengenal gadis itu. Lalu bagaimana dia tahu nama Baekhyun? Apa mungkin dia salah satu teman kencan satu malam Baekhyun? Owh, seperti nya bukan. Dia sama sekali bukan Baekhyun’s style. Jadi tidak mungkin bila dia merupakan teman kencan Baekhyun. Dari semua kejadian mengejutkan itu, satu peristiwa yang tidak akan pernah Baekhyun lupakan. Yaitu kenyataan bahwa ia telah ditampar oleh seorang wanita. Dan itu adalah yang pertama kali nya. Dia tidak pernah diperlakukan dengan cara seperti itu. Tidak ada satu wanita pun yang tidak takluk di kaki Baekhyun. Tapi wanita yang mengaku-aku adiknya itu dengan berani menampar wajah nya. Shit !

Baekhyun melemparkan botol wine nya hingga hancur. Ia menyentuh pipi nya. Sial, bahkan saat ini pun ia masih bisa merasakan panas akibat tamparan itu. Bahkan semalaman ia tidak bisa tidur hanya karena gadis sialan itu. Harga diri nya benar-benar telah diinjak-injak oleh gadis gila itu. Gadis gila yang sangat sialan.

Pintu terbuka dan menampilkan sosok Kai. “Kau tidak tidur karena memikirkan gadis itu?”tanya pria berkulit tan itu lalu duduk di sofa yang ada di hadapan Baekhyun. Tak ada jawaban terlontar dari mulut Baekhyun.

“Kau benar-benar tidak mengenal nya kan, Baek?” tanya Kai disertai tatapan menyelidik.

“Apa aku terlihat seperti mengenal nya?”

“Ya, mungkin saja dia adalah salah satu teman kencan satu malam mu.” Ucap Kai lalu menyandarkan punggung nya ke sofa. Baekhyun menyambut pertanyaan Kai dengan tawa sumbang nya. Ia kembali meneguk botol wine nya yang entah ke berapa.

“Tapi seperti nya, kau patut berterima kasih pada wanita itu.” Kai kemudian meletakkan sebuah USB di meja. “Dia menemukan USB mu yang terjatuh dan dengan berani masuk lubang buaya hanya untuk mengembalikan benda kecil itu.”

Baekhyun meraih USB hitam itu. Ia mencari-cari benda itu selama dua hari ini. USB itu berisi sebuah rekaman adegan mesum putra tuan Lee-salah satu anggota parlemen Korea Selatan  yang akan mencalonkan diri menjadi presiden. Lawan politik nya menjadikan USB itu sebagai alat untuk melawan tuan Lee. Tak ingin aib anak nya terbongkar, lalu menjadi batu sandungan nya di dunia politik, tuan Lee pun datang pada Baekhyun. Meminta pertolongan laki-laki itu untuk mengambil USB itu dari tangan gangster sewaan lawan politik nya. Gangster harus dilawan oleh para gangster pula. Dan Baekhyun merupakan seorang pimpinan gangster yang sangat handal dan cerdik.

“Aku sudah menghubungi Tuan Lee. Dia ingin bertemu dengan mu di jam makan siang nanti.” Ucap Kai kemudian berdiri dari tempat duduk nya. Baekhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Oh ya Baek, aku hampir lupa…” Kai menghentikan langkah nya saat ia telah mencapai ambang pintu. Laki-laki itu menatap Baekhyun dengan serius,” perempuan adalah kelemahan kita. Jadi, jangan terlalu dekat dengan mereka apalagi menaruh rasa pada mereka.”

Kai kini benar-benar telah keluar dari ruangan khusus Baekhyun, meninggalkan Baekhyun dengan amarah yang mencapai ubun-ubun. Cih, apa-apaan si Kai itu? Sok menasihati nya soal perempuan. Padahal selama ini Kai lah yang terkenal sebagai playboy. Berganti perempuan bahkan bisa 5 kali dalam sehari. Dan kini pria itu menasihati Baekhyun untuk tidak dekat-dekat dengan perempuan? Oh heol, seharusnya Kai menasihati dirinya sendiri.

♥♥♥

Nyonya Lee berulang kali mengetuk pintu kamar Shin Young, namun tak satu pun jawaban terdengar dari dalam sana. Membuat Nyonya Lee khawatir. Ini sudah hari ketiga sejak Shin Young pulang dari Ilsan di tengah malam dalam keadaan basah kuyup. Sejak malam itu, Shin Young tidak keluar dari kamar nya. Bahkan untuk mandi ataupun makan.

“Sudahlah,Bu..kalau dia tidak mau membuka pintu nya ya biarkan saja.” Seru Jihyun dari lantai bawah. Gadis itu sedang menikmati sarapan nya sendirian. Ayah nya sedang tidak berada dirumah. Tuan Lee sedang pergi dinas keluar kota untuk beberapa hari.

“Kalau Shin Young sakit atau mati, apa kau senang?” balas ibu dengan emosi. Dia tidak habis pikir dengan sikap Jihyun yang sama sekali tidak peduli dengan keadaan Shin Young saat ini.

Jihyun mendengus sebal. Ia melempar sendok nya begitu saja ke atas meja. Nafsu makan nya hilang sudah. Kenapa sih ibu selalu membela Shin Young. Anak ibu itu sebenarnya Jihyun atau Shin Young? Aish, Jihyun kesal. Ia pun mengambil tas yang berada di kursi samping nya. Lebih baik segera pergi ke ke kampus, berada di rumah terasa menyebalkan. Tanpa berpamitan pada ibu, Jihyun pun bergegas berangkat ke kampus.

Tepat saat Jihyun membuka pintu, sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah nya. Seorang pemuda tinggi dan tampan keluar dari mobil itu. Ji hyun lantas buru-buru merapikan penampilannya. Barangkali pria tampan itu mencari dirinya. Tak lupa pula Jihyun memasang senyum ramah pada pria itu.

“Ehm, maaf, apa benar Lee Shin Young tinggal disini?” tanya pria itu yang langsung meruntuhkan mood Jihyun yang awalnya mulai membaik. “ Aku Oh Sehun, teman Shin Young.”

Ji hyun membuang muka. Sebal. Shin young lagi Shin Young lagi. Mengapa setiap laki-laki tampan yang datang ke rumah ini selalu mencari Shin Young. Mengapa tidak ada satu pun yang mencari nya. Apa menariknya Shin Young sih. Ji hyun jelas sekali 100 kali lipat lebih menarik dari Shin Young.

“Maaf, apa kau mendengar ku nona?” tanya Sehun sekali lagi.

“Kamarnya ada di atas. Masuk saja.” Jawab gadis itu dengan ketus ,lalu melenggang pergi begitu saja. Benar-benar gadis yang tidak sopan terhadap tamu nya. Sehun tak mempedulikan nya. Ia pun masuk.

“Shin Young, ibu mohon buka pintunya nak. Kau harus makan…” terdengar suara ibu dari lantai atas. Sehun pun menaiki tangga. Ia mendapati seorang wanita paruh baya sedang mengetuk pintu berulang-ulang. Raut wajah nya tampak sangat cemas. Sehun berdehem, mengalihkan perhatian wanita itu.

“Aku Oh Sehun. Teman Shin Young. Ku dengar Shin Young tidak masuk kerja karena sakit.” Ucap Sehun dengan sopan.

“Ya, Shin Young memang sedang sakit. Sudah dua hari ini ia tidak keluar kamar. Pintu nya pun terkunci.”

“Apa ada kunci cadangan?” tanya Sehun.

“Tidak ada.” Jawab ibu dengan lemah.

“Bagaimana kalau kita dobrak pintu nya saja.” Usul Sehun lalu meletakkan buah yang ia bawa ke meja terdekat. Ibu mengangguk menyetujui saran nya.

Tak lama kemudian pintu telah berhasil di buka paksa. Lee Shin Young terbaring lemah di atas ranjang nya. Ibu langsung membuka selimut yang menutupi tubuhnya.

“Ya Tuhan, badannya panas sekali.” Lirih ibu dengan sedih.

Sehun mendekat. Ia menyentuh dahi Shin Young. Benar kata ibu, tubuh nya sangat panas. Sehun menepuk nepuk pipi Shin Young. “Lee Shin Young, apa kau mendengar ku?” tanya Sehun sambil terus menepuk nepuk Shin Young.

Shin young pun membuka matanya. Samar-samar ia bisa melihat wajah seorang laki-laki di hadapannya. Seperti nya itu wajah Sehun. Shin young kembali menutup matanya. Ia berharap oppa nya yang datang, bukan Sehun. Setetes air mata mengalir dari mata Shin Young yang tertutup. Sehun, tanpa menunggu lebih lama lagi, langsung mengangkat tubuh Shin Young.

“Dia harus segera dibawa ke rumah sakit.”ucap Sehun dengan nada sarat kekhawatiran.

♥♥♥

Seorang laki-laki berjalan memakai kruk dengan hati hati. Ia membawa sekaleng kopi di tangan kiri nya. tepat di samping seorang pria yang tengah duduk termenung, ia pun berhenti. Meletakkan lebih dulu kaleng kopinya, baru kemudian duduk di sisi pria yang bernama Oh Sehun itu.

“Terima kasih, Hyung. Aku malah jadi merepotkan mu.” Sehun membuka tutup kaleng kopi, meneguk nya sebanyak tiga kali.

“Jadi, apa yang sebenarnya kau lakukan disini,hm? Duduk di cafetaria rumah sakit, tanpa jas dokter pula. Apa kau tidak sadar kau sedang menjadi pusat perhatian saat ini?” tanya laki-laki tersebut.

Sehun hanya menyunggingkan senyum kecil nya. Ia memang telah duduk di cafetaria cukup lama sebelum akhirnya bertemu dengan Hyung nya tersebut yang ternyata baru saja selesai melakukan fisioterapi. Sehun pun juga sadar kalau dia menjadi pusat perhatian, terutama perhatian para gadis yang terpesona dengan ketampanan nya.

“Hei, apa kau baik-baik saja?”

“tidak hyung. Aku tidak baik-baik saja.” Jawab Sehun dengan lemah.

“Apa sesuatu yang buruk sedang terjadi? Kau gagal melakukan operasi?”

Sehun menggeleng.

“Lalu?”

Sehun menerawang jauh ke belakang. Mengingat saat ia menjenguk Shin Young ke rumah gadis itu tadi pagi. Hatinya terasa teriris sembilu saat mengetahui keadaan Shin Young. Begitu pucat, lemas dan suhu tubuh nya yang tinggi. Entah apa yang terjadi pada nya, tapi yang ia dengar dari ibu, Lee Shin young pulang dari Ilsan tengah malam dalam keadaan basah kuyup. Ia juga masih ingat bagaimana ia sempat menasihati gadis itu untuk tidak pulang terlalu malam. Dia tidak mendengarkan nasihat nya. Dan sekarang hal buruk terjadi pada gadis itu. Juga ada hal lain yang mengganggu pikiran Sehun, yaitu Shin Young yang terus mengigau memanggil oppa. Setahu Sehun, Shin Young tidak memiliki kakak laki-laki. Lalu, siapa oppa yang Shin Young maksud? Kekasih nya kah?

“Jika kau memiliki masalah ada baik nya kau membagi masalah mu itu dengan ku. Jangan memendamnya sendiri. Bukankah kau sudah menganggap aku ini hyung mu?” suara laki-laki ber-kruk itu kembali terdengar.

Sehun menarik nafas,”Ehm, gadis yang aku sukai…sedang sakit hyung.”

“Oh, benarkah? Lalu mengapa kau malah ada disini? Seharusnya kau menunggui nya sebagai wujud perhatian mu padanya.”

“Aku ingin sekali melakukannya, tapi entah mengapa rasanya sangat menyakitkan saat melihat nya terbaring lemah seperti itu.”

Laki-laki itu tersenyum,”Ya, aku tahu apa yang kau rasakan, Hun. Memang menyakitkan ketika melihat sesorang yang kita sukai sedang menderita. Tapi, Hun…” laki-laki itu menahan kalimatnya. Ia memegang bahu Sehun, membuat laki-laki berkulit putih pucat itu menatap hyung nya.

“Di saat seperti itulah dia membutuhkan kita. Mungkin bukan untuk memberi beberapa kalimat yang menenangkan. Tapi terkadang, hanya sekedar kehadiran lah yang ia butuhkan. Setidak nya membuat ia tidak merasa sendiri.”

Sehun mencerna kalimat nasihat hyung nya itu. Beberapa saat kemudian, Sehun tersenyum mengerti. Ia lantas menghabiskan kopinya kemudian beranjak dari kursinya. Berniat pergi ke ruang rawat Shin Young.

“Terimakasih untuk kopi dan nasihat mu, hyung. Lain kali, aku akan mentraktirmu.” Ujar Sehun kemudian pergi. Laki-laki itu tersenyum simpul menanggapi pernyataan Sehun, kemudian ia menatap kosong kaleng kopi Sehun yang tertinggal di atas meja. Ia teringat sesuatu.

♥♥♥

“Anggota parlemen Lee Kyunghoon yang juga merupakan kandidat calon presiden, hari ini melakukan kegiatan amal bersama anak anak yatim piatu. Dalam kegiatan ini Tuan Lee mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama sama melindungi anak anak dari segala bentuk kekerasan. Beliau mengecam keras tindakan kekerasan seksual terhadap anak anak yang akhir akhir ini marak terjadi…”

Baekhyun mematikan saluran televisi nya. Ia sudah terlalu muak mendengar segala macam retorika politik atau pun pencitraan tokoh seperti yang di lakukan salah satu loyalis nya yang bernama Lee Kyunghoon itu, bila ada yang Baekhyun suka dari politikus , yaitu mereka merupakan mesin uang terbaik nya selama ini. Setelah beberapa hari yang lalu, Baekhyun memberikan USB itu pada nya, sepertinya Tuan Lee telah bernafas lega. Lihat saja bagaimana ia tampil begitu percaya diri di depan semua awak media.

“Seseorang ingin bertemu dengan mu lusa, Baek.” Ucap Kai yang berada di samping Baekhyun. Mereka sedang bersantai di ruangan khusus Baekhyun.

“Siapa?” tanya Baekhyun sambil menuangkan wine ke dalam gelas nya lagi.

“seseorang dari Vancouver, “ jawab Kai kemudian ikut menuang wine ke dalam gelas nya. Mereka bersulang, menikmati lagi anggur terbaik dari Prancis yang merupakan hadiah dari salah satu loyalis Baekhyun.

“Ada perlu apa dia ingin bertemu dengan ku?” Baekhyun memutar mutar gelas nya yang masih menyisakan seteguk wine disana. Kai mengedikkan bahunya,” Entahlah.” Jawab laki laki itu kemudian.

“Seingatku kita tidak pernah memiliki loyalis dari Vancouver …”

“Memang tidak, Baek.” Kai meletakkan gelas nya. “Tapi sepertinya, dia merupakan orang yang memiliki kekuasaan seperti kita.”

“Kalau begitu, kumpulkan dulu informasi mengenai orang itu.”

“Aku sudah menyuruh Jaehyun melakukannya.”

“Kerja bagus.” Ucap Baekhyun kemudian meneguk wine nya hingga tak tersisa.

♥♥♥

Dengan kesal, Lee Jihyun mematikan saluran televisi nya. Ia bosan, sedari tadi televisi hanya menayangkan berita politik. Dari channel 1 hingga 16 hanya berisi tentang anggota parlemen Lee Kyung hoon yang sedang mengadakan kegiatan sosial. Jihyun mengambil ponsel nya dari dalam tas. Ia memeriksa beberapa aplikasi chatting di smartphone nya. Dan sialnya, tidak ada satu orang pun yang mengirimi nya pesan. Jihyun juga memeriksa akun sosial media nya. Gadis itu cemberut. Tidak ada yang menarik. Dengan kasar, dia memasukkan kembali ponsel pintar nya. Jihyun berani bersumpah bahwa hari ini adalah hari yang paling membosankan dalam hidupnya. Ia terpaksa menuruti perintah ibu nya untuk menjaga Shin young karena ibu harus pulang. Ayah baru saja kembali dari perjalanan dinas nya.

Gadis bersurai coklat madu itu mengalihkan fokus nya ke arah ranjang dimana Shin Young beberapa hari ini terbaring sakit. Ia lantas berjalan mendekati Shin Young yang  terbaring menatap langit langit. Keadaan nya sudah sangat membaik, dokter mengatakan  bahwa besok gadis itu sudah pulang. Ji hyun melirik ke arah nakas dimana terdapat sebuket bunga mawar dan juga sekeranjang buah. Laki laki yang bernama Oh Sehun lah yang meletakkan bunga mawar dan keranjang buah itu. Ji hyun berdecak kesal saat mengingat betapa perhatiannya Oh Sehun pada Shin Young. Ia sangat iri, bagaimana bisa gadis biasa biasa saja seperti Shin Young memiliki laki laki yang teramat tampan mempesona dan juga baik hati seperti  Sehun. Jihyun yang merasa dirinya selalu lebih dalam segala hal dibanding saudara angkatnya itu saja belum pernah mendapatkan laki laki seperti Sehun. Beruntung sekali Shin Young.

“Shin Young..kau pacaran dengann Sehun ya?”tanya Jihyun sembari duduk di sisi ranjang,

“Tidak.” Jawab Shin Young singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari langit langit.

“Lalu, kenapa dia perhatian sekali pada mu? Dia menyukai mu ya?” tebak Jihyun sambil menatap Shin Young penuh selidik. Yang ditanya bungkam. Entah apa yang menarik dari langit langit kamar rawat ini, tapi Shin Young terus menatap nya sedari tadi. Tampak memikirkan sesuatu.

“Sepertinya dia memang menyukai mu, tapi kau tidak menyukai nya. Kisah cinta bertepuk sebelah tangan.” Ji hyun berdecak mengejek.”Jadi bagaimana kalau dia untukku saja?”

“Sehun bukan barang yang bisa kau miliki begitu saja.” Jawab Shin Young datar. Kali ini Jihyun tidak membalas perkataan Shin Young. Entah lah, sepertinya hari ini semua terasa sangat membosankan. Bahkan mengganggu Shin Young pun tidak seasyik biasanya.

“Jihyun..”

“Hm…”

“Bisakah kau membantuku?” Jihyun melirik Shin Young. Penasaran. Bantuan seperti apa yang dia butuhkan dari Jihyun. Setahu Jihyun, saudara angkat nya ini adalah gadis mandiri.

“Kau yakin meminta bantuan dari ku?” Shin Young mengangguk. Perlahan, ia mencoba bangun.

“Aku ingin kita bertukar baju.” Mendengar hal tersebut, Jihyun melongo. Apa maksudnya dengan bertukar baju? Ji hyun memandang Shin Young dengan wajah dipenuhi tanda tanya. Tampaknya Shin Young mengerti bila Jihyun sedang kebingungan saat ini.

“Aku harus pergi ke suatu tempat. Dan aku tidak bisa memakai pakaian rumah sakit ini. Jadi aku membutuhkan pakaian mu sebagai gantinya.”

“Memangnya kau mau pergi kemana?”

“Maaf, tapi aku tidak bisa memberitahumu, Jihyun.”

“Berapa lama?”

“Aku tidak tahu.” Shin young kembali menerawang ke arah langit langit.”Mungkin untuk waktu yang sangat lama. Atau mungkin juga aku tidak akan kembali.”

Tidak kembali? Mendengar kalimat itu entah mengapa membuat Jihyun sedikit bahagia. Jahat memang. Tapi itulah yang sejak dulu Jihyun inginkan. Ia tidak pernah menginginkan saudara. Kehadiran Shin Young sebagai saudara angkat benar benar mengganggu nya. Jihyun tidak suka berbagi. Itulah alasan mengapa ia tidak pernah menyukai Shin Young.

“Bagaimana kalau ayah dan ibu datang, lalu mendapati kau tidak ada disini?”

“Kau bisa mengarang alasan apapun sesukamu.”

“Bagaimana kalau Sehun yang datang?”

Shin young terdiam sejenak.”Kau kan pandai mengarang cerita Jihyun…”

Jihyun menatap wajah Shin Young. Ia sedang berpikir. Apa Shin Young serius dengan rencana kaburnya ini? Dia sedang tidak bercanda ataupun mengerjai Jihyun kan? Tiba tiba Ia teringat dengan hukuman dari ayah karena ketahuan sering bolos kuliah, bagaimana kalau Jihyun ketahuan berbohong lagi. Bisa bisa ia mati di tangan ayah nya. Tapi … kalau Shin Young benar benar pergi dan tidak kembali…bukan kah itu artinya Jihyun tidak perlu susah payah menyingkirkan Shin Young dari hidupnya?

“Baiklah, ayo kita lakukan.” Putus Jihyun beberapa saat kemudian. Masa bodoh jika nanti ia ketahuan, ia tidak akan melewatkan kesempatan ini. Shin Young akan pergi dari kehidupannya. Bukan kah itu yang selama ini dia inginkan?

“Terima kasih.” Ucap Shin Young sembari tersenyum.

♥♥♥

Sehun, dengan masih mengenakan jas dokternya, berjalan di koridor menuju ruang rawat Shin Young. Sesekali ia tersenyum pada rekan kerja nya yang kebetulan berpapasan dengannya. Senyum nya itu disebabkan karena keadaan Shin Young yang telah membaik saat ini. Tak lama kemudian ia sampai di depan pintu kamar rawat Shin Young. Ia mengambil nafas sejenak. Menetralkan degup jantung nya yang akhir akhir ini sering menggila hanya karena menatap wajah Shin Young.

Sehun pun masuk. Ia mendapati seorang gadis berpakaian rumah sakit sedang mengupas apel. Sehun mendekat, baru beberapa langkah, ia pun berhenti. Ia mengamati sosok itu. Sejak kapan rambut hitam Shin Young berubah menjadi coklat madu seperti itu? Jangan jangan dia bukan Shin Young. Dugaan Sehun benar. Perempuan itu berbalik, dan ternyata dia adalah Jihyun.

“Dimana Shin Young?” tanya Sehun dengan tegas dan penuh selidik. Jihyun mengangkat kedua bahu nya bersamaan. Ia memasukkan sepotong apel ke mulutnya. Mengabaikan Sehun yang berdiri dihadapannya.

“Dimana Shin Young?” sekali lagi Sehun bertanya.

“Aku tidak tahu.” Jawab Jihyun dengan santai.

“Jangan berbohong Lee Jihyun.” Sehun sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya. Dia sudah tahu siapa Lee Jihyun dan bagaimana sikapnya terhadap Shin Young selama ini.

“Dia pergi entah kemana. Katanya sih, tidak akan kembali.”

“Jangan bercanda Lee Jihyun!”gertak Sehun.

“Aku tidak bercanda. Dia meminta ku memakai baju ini. Katanya agar dia lebih mudah kabur dari sini.”

Tak ingin membuang waktu,Sehun pun  keluar, ia berlari di sepanjang koridor. Bertanya pada setiap orang yang dilewatinya. Juga petugas keamanan. Semua mengatakan tidak melihat wanita yang mirip Shin Young. Sehun pun mencari keluar area rumah sakit. Hasilnya nihil. Pria itu mengacak rambut nya frustasi.

“Pergi kemana kau Lee shin Young?”

♥♥♥

Shin young berdiri di depan sebuah gedung tua yang tampak tidak terawat. Gedung tua itulah yang menjadi saksi kepedihan Shin Young malam itu. Tidak diakui adik oleh kakak nya sendiri. Meski begitu, tak lantas Shin Young menyerah. Meski badannya masih sedikit demam, dia memutuskan mendatangi tempat ini.

Jangan pernah kembali lagi. Tempat ini berbahaya untuk mu. Shin young masih mengingat ucapan laki laki yang bernama Mark malam itu. Tapi ia tak peduli, ia siap dengan bahaya apapun yang mengancam. Karena Ia harus bertemu Baekhyun oppa. Dia harus menjelaskan semuanya sekaligus mendapat penjelasan dari oppa nya.

♥♥♥

Shin Young kecil membuka pintu kamar mandi. Tidak ada. Kamar ibu. Tidak ada. Dapur. Tidak ada. Kolong ranjang. Tidak ada. Lalu dimana kakak nya bersembunyi? Shin young berpikir sebentar. Ia lalu menjentikkan jari nya. Kakak nya pasti bersembunyi disana. Shin young pun mengangkat kaki nya menuju gudang di belakang rumah. Saat ia memasuki nya, ia tidak menemukan kakaknya bersembunyi disana. Gadis cilik itu keluar dari gudang dengan sebal. Ia benci jika bermain hide and seek seperti ini, apalagi saat dia menjadi pihak yang mencari. Bukanlah Shin Young jika gadis itu menyerah begitu saja. Ia pun berkeliling taman, mencari diantara semak semak dan juga pot tanaman ibu. Nihil.

Apakah mungkin kakak nya bersembunyi di balik jubah gaib Harry Potter? Shin young menggeleng. Itu tidak mungkin, jubah gaib hanya ada di dunia sihir Harry Potter, sementara ini kan dunia nyata. Shin young sudah hampir menyerah, kalau saja telinga tajam nya tidak mendengar bunyi dari atas pohon. Kalau tidak salah sih, itu suara game yang biasa nya dimainkan oppa. Dengan mengendap endap, Shin Young berjalan ke arah pohon. Ia melihat ke atas. Dan bingo ! kakak nya tengah duduk di salah satu cabang pohon sambil sibuk memainkah game kesukaannya. Shin Young tersenyum gembira.

Baekhyun kecil benar benar tidak menyangka kalau Shin Young akan menemukan tempat persembunyiannya. Parahnya, adik nya itu dengan nekat naik ke atas pohon tanpa bantuan tangga. Yang artinya, dia memanjat pohon itu dengan kaki mungil nya.

“Ayo, kita turun. Bisa gawat kalau ibu tahu.” Ajak Baekhyun, ia lalu bersiap turun dari pohon. Namun, shin young malah diam saja.

“Hei, apa yang kau lakukan, ayo kita turun. Ibu bisa marah  marah nanti.” Baekhyun kecil mulai emosi karena adik nya tak mendengarkan perintah nya.

“Tidak perlu turun,oppa. Disini nyaman, sejuk dan pemandangannya indah.” Jawab Shin Young tanpa merasa takut pada ketinggian.

“Apa kau tidak takut dimarahi ibu?” gadis cilik itu menggeleng, lalu dengan nada suara yang begitu yakin,, ia menjawab,

“Lagipula , nanti yang dimarahi ibu itu bukan aku. Tapi oppa.”

Ugh, Baekhyun kesal sekali. Apa yang dikatakan Shin Young memang benar. Bukan dia yang akan dimarahi ibu, tapi dirinya. Ibu pasti akan mengomel pada nya dengan alasan karena dia tidak bisa menjaga Shin Young dengan baik. Ah, Baekhyun jadi menyesal naik ke atas pohon. Ia tadi seolah lupa, kalau Shin Young itu gadis cilik yang keras kepala. Ia akan menantang bahaya apapun, asal ia bisa bersama oppa.

To be continue

.A/N : hai readers, terimakasih banyak untuk apresiasi kalian hingga chapter ini ( coment and like ), oh ya, aku suka sekali membalas komentar kalian lho…jadi tinggalin coment yang banyak ya. Biar aku makin semangat nulis nya. xoxo

Iklan

13 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The Sound of The Rain (Chapter 3)

  1. wahhh baekhyun jd gangster.. kirain dia jd gangster yg baik ky ala heo jeon jae ehh tp tetep aja main busuk *oppss
    penasarn sm alasan baek ninggalin shin young dan keluarganya dan gimana hubungan mereka sebenernya ,ga mungkin dong mereka kakak adik beneran dan kenapa aku ngrasa omongan kai yg bilang kalo “perempuan itu kelemahan mereka” itu bakal jd pertanda dan ada hubungan atau masalah buat baekhyun hmm pkoknya ditunggu chapetr selanjutnya 😀

  2. Baekhyun km knp? Kasian shin young dikasarin 😂😂😂
    Kasian juga sama sehun, semoga dia bisa ketemj shin young 😁😁
    Next thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s