[EXOFFI FREELANCE] Best Friend Is Best Love (Oneshot)

baekhyuntumblr

BEST FRIEND IS BEST LOVE

Written by

Nani hunhan

Main cast:

Im Yoona

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

And find your self

Genre :

Friendship, Campus life, sad, Romance

Rating :

PG-13

Summary :

kau adalah sahabat terbaikku. Sahabat terbaik adalah cinta terbaik untukku. Kau adalah cinta terbaik dalam hidupku

Disclaimer :

The cast aren’t mine. But this story is mine.

Ff pertama yang kukirim disini.

~ Happy Reading guys ~

 

 

Suasana kantin saat ini begitu ramai, membuat seorang gadis menarik pria itu agar berjalan dengan cepat menuju tempat dimana teman-temannya menunggu mereka.

“Yakh, Yoong. Tak perlu begini juga, ngapaian harus cepat-cepat jika mereka telah menyiapkan tempat untuk kita.” Sahut Baekhyun, pria yang tengah ditarik gadis bernama Yoona itu.

“bukan aku yang jalannya cepat, Baeki. Kau tuh yang jalannya lambat seperti kura-kura. Lamban tahu nggak..” Balas Yoona tetap menarik Baekhyun cepat.

Yoona menoleh ke beberapa tempat dikantin itu, hingga salah seorang temannya melambaikan tangannya pada Yoona dan Baekhyun agar menghampiri mereka.

Yoona menghampiri mereka dengan Baekhyun yang masih meringis kesakitan karena tarikan Yoona yang begitu kuat dan cepat.

“Maaf, kami telat.” Setelah mengatakan itu, Yoona lalu mengambil tempat yang telah teman-temannya sediakan untuknya dan Baekhyun.

“ku kira kau akan mengajak namjachingumu kesini, ternyata kau mengajaknya.” Ucap Tiffany, salah satu teman Yoona.

Mereka memang teman Yoona namun bukan untuk Baekhyun. Bagi pria bermarga Byun itu, hanya Yoona sahabat pertama dan terakhir untuknya.

Baekhyun yang mendengar itu merasa tak enak dengan para gadis yang menjabat sebagai teman Yoona itu.

“Tiff, kau jangan begitu.” Cecar Hyoyeon pada Tiffany.

Yoona merasa tak suka akan ucapan Tiffany yang seolah-olah tidak mengharapkan kedatangan sahabatnya, Baekhyun. Apalagi melihat wajah Baekhyun yang berubah menjadi tak percaya diri berada dengan mereka saat ini.

“apa salah aku mengajak sahabatku sendiri? Jika kalian tak suka, kami berdua bisa mencari tempat yang lain.”

“Tidak. Kau tetap disini, aku yang akan pergi Yoong.”

Dengan cepat Yoona menahan Baekhyun yang hendak pergi meninggalkannya. Meraih lengan pria itu, lalu memeluk lengan itu dengan kuat.

“Aku yang mengajakmu kesini Baeki. Jadi – “

“Yoona-aa.. maafkan atas ucapanku tadi. Aku tak berniat menyudutkan siapapun.” Sela Tiffany cepat.

“kau ini aneh sekali Fanny. Bagaimana Baekhyun akrab dengan kita jika kau seperti itu padanya. Minta maaf pada Baekhyun juga..” suruh Yuri pada Tiffany.

“ne.. Baekhyun-ssi, I’m sorry!” Tiffany menatap Baekhyun penuh maaf.

“Ini efek aku terlalu sering melihatnya bersama Yoona bukan dengan Chanyeol.” Sambung Tiffany namun dengan suara kecil seperti bisikkan pada Yuri. Dan Yuri hanya mendengus malas mendengar itu.

Baekhyun hanya bisa mengangguk kan permintaan maaf dari Tiffany, karena merasa bingung harus menjawab apa.

Yoona lalu menarik Baekhyun agar duduk kembali disampingnya.

Setelah itu, mereka memutuskan untuk memesan makanan.

 

“uhm.. ngomong-ngomong, aku tidak melihat Taeyeon. Apa kalian tak mengajaknya?” tanya Yoona setelah pesanan mereka dihidangkan di meja mereka.

Baekhyun yang mendengar nama Taeyeon sedikit kaget dan sedikit susah menelan salivanya. Namun tanpa Baekhyun sadari, Yoona melihat perubahan dari wajah sahabatnya itu setelah ia menanyakan keberadaan Taeyeon.

‘Apa kau menyukai Taeyeon, Baeki?’

“kami telah mengajaknya. Tapi dia bilang, katanya dia akan telat.” Jelas Yuri lalu mulai menikmati makanan yang telah ia pesan.

“Hey, Guys.. Maaf aku telat.”  Baru saja Yuri menyelesaikan ucapannya, Taeyeon muncul dihadapan mereka dengan seorang pria dibelakangnya.

Ketika itu Baekhyun  hendak menyuapkan makanan kemulutnya, tiba-tiba gerakan tangannya harus  berhenti karena kedatangan Taeyeon.

“kemana saja? Lama tahu gak, kami menunggumu.” Kata Tiffany sedikit kesal.

“mianhe.. aku gak sengaja bertemu dengan Chanyeol Sunbae tadi. Tak apakan aku mengajaknya? Lagipula Yoona ada disini juga.” Ujar Taeyeon sambil tersenyum.

Dan tak lama kemudian, sosok Chanyeol menghampiri mereka dengan senyum manisnya.

“Hai..” sapa Chanyeol namun matanya hanya tertuju pada Yoona dan Baekhyun.

“Kau tega sekali padaku. Kenapa tidak mengajakku juga?” sambil memberi isyarat pada Baekhyun agar berpindah tempat.

Yoona hanya mendengus kasar saat Chanyeol duduk disampingnya.

Sedangkan Baekhyun ditarik oleh Taeyeon  duduk disampingnya agar lebih dekat dengannya.

………

“hey, Yuri-ssi..”

Yuri yang mendengar namanya dipanggil oleh seseorang, menoleh kesumber suara. Ternyata itu Chanyeol, kekasih Yoona.

“ada apa?” tanya Yuri setelah Chanyeol berdiri disampingnya.

“dimana Yoona? Aku telah menunggunya sedari tadi, tapi aku tak kunjung melihatnya.”

“dia sudah pulang setengah jam yang lalu.”

Chaanyeol memicingkan matanya kaget.

“Pulang? Dia pulang sendiri?” Chanyeol menyerngit heran.

“aku tak tahu. Tapi kata Hyoyeon, dia pulang bersama Baekhyun. Lagipula setiap harikan juga begitu.” Jelas Yuri.

“aku duluan yah. Bye..” setelah mengatakan itu, Yuri segera pergi.

Chanyeol menghembuskan nafas kasar. Dia telah lama menyukai Yoona, dan 2 minggu lalu mereka resmi pacaran. Chanyeol tahu semua tentang Yoona, begitu pula kebiasaan Yoona yang selalu bersama Baekhyun. Tapi Chanyeol pikir jika mereka telah resmi menjadi sepasang kekasih, dirinya dan Yoona akan selalu menghabiskan waktu bersama tapi nyatanya Yoona tetap mengutamakan sahabatnya itu.

Saat Chanyeol mengajaknya kencan, Yoona mengatakan tak punya waktu karena  ingin membantu sahabatnya itu mengerjakan tugas kuliahnya.

Saat diajak pulang bersama, jawaban Yoona adalah ‘Nanti aku hubungi jika aku telah pulang.’

Ketika Chanyeol mengajaknya makan siang, Yoona selalu menolak ajakan itu dengan alasan ‘Aku tidak enak dengan teman-teman.’

Tapi Yoona selalu ada jika Chanyeol memang sangat membutuhkannya tanpa perlu diminta. Yoona selalu mengingatkan Chanyeol agar jangan telat makan, jangan pulang terlalu kemalaman, jangan lupa mengerjakan tugas yang diberikan Dosen, dan Yoona selalu menyempatkan waktu ke apartemen Chanyeol saat persediaan makanan habis.

Chanyeol tahu, bagaimanapun juga Yoona mencintainya melebihi cinta Chanyeol padanya. Meski gadis itu juga sangat memprioritaskan sahabatnya ketimbang kekasihnya.

……….

“Hei, pria pendek.” Chanyeol menyorakki Baekhyun ketika hendak melewati koridor kampus mereka.

Beruntung suasana koridor kampus mereka sedang sepi sekarang.

“Aish.. yakh, dasar bocah tengik. Aku memanggilmu!” Chanyeol tersulut emosi melihat Baekhyun tak mengindahkan panggilannya.

“Yakh!! KAU – “

Ucapan Chanyeol terhenti kala Baekhyun menoleh ke arah nya.

“kau memanggilku?”

“Pabbo! Tentu saja aku memanggilmu. Kau pikir siapa lagi?” Chanyeol menghampiri pria itu agar lebih dekat dengannya.

“Maaf. Tapi aku punya nama.”

“masa bodoh dengan namamu. Aku hanya ingin memperingatimu untuk segeralah mencari pacar agar tak membebani hubungan kami. Aku – “

“Hei, kalian sedang apa?” tanya Hyoyeon yang tiba-tiba muncul dan berhasil menghentikan ucapan Chanyeol.

“Kami hanya mengobrol sedikit. Wae?” dengus Chanyeol merasa terganggu oleh Hyoyeon.

“tidak apa-apa, Sunbae.” Balas Hyoyeon lalu beralih menatap Baekhyun.

“Yoona mencarimu, ternyata kau disini. Ayo ikut aku, jangan membuat sahabatmu itu khawatir.” Hyoyeon lalu menarik tangan Baekhyun namun Baekhyun dengan cepat melepas tangan gadis itu dari lengannya.

“wae?” bingung Hyoyeon.

“Kau tak perlu menyentuh lenganku, aku bisa jalan sendiri.” Terang Baekhyun lembut.

Hyoyeon hanya tertawa geli melihat tingkah konyol Baekhyun. Untung saja Hyoyeon bukan Tiffany, jika tidak sudah pasti Baekhyun akan di bully habis-habisan oleh wanita blonde itu.

“Dasar aneh.” Cibir Chanyeol melihat tingkah Baekhyun.

“kalau begitu, cepat temui Yoona. Dia tengah menunggumu di depan kelasmu.”

“apa Yoona tidak mencariku juga?” tanya  Chanyeol tiba-tiba yang menghentikan langkah Hyoyeon yang hendak mengikuti Baekhyun yang telah berjalan menjauhinya.

“nde?”

“aku tanya, apa Yoona juga tak mencariku?” ulang Chanyeol.

“untuk apa dia mencarimu?” tanya gadis itu balik.

“Aish.. aku kan kekasihnya, kau lupa?” Chanyeol mendelik kasar.

“Sunbae kan kekasihnya, bukan suaminya.” Balas Hyoyeon malas lalu meninggalkan Chanyeol begitu saja.

“Mwo?” Chanyeol melongo tak percaya.

Baru saja Chanyeol melangkah keluar dari kelasnya setelah mata kuliah Dosen Kang selesai 4 menit lalu, Yoona telah berdiri menghadangnya dengan menatap Chanyeol malas.

“Yoongie? Aku baru saja akan menghubungimu, ternyata kau sudah lebih dulu menemuiku.” Kata Chanyeol terlihat senang melihat keberadaan kekasihnya itu.

“apa kau masih ada kelas? jika tidak ada, ayo pulang bersama.” Lanjutnya.

“kenapa kau melakukannya?”

“Huh? Melakukan apa? Aku tak mengerti apa yang kau katakan Yoong.”

“Kau mengatai sahabatku pria pendek, bocah tengik, dan pria aneh. Maksudmu apa? Jangan karena tinngi badanmu seperti tiang listrik, kau berhak menghinanya.” kesal Yoona.

“Yoong, kau salah paham. Aku tidak – “

“kau masih tidak mau mengakuinya?” sela Yoona.

Chanyeol menghembuskan nafas dengan kasar.

“Apa dia mengadu padamu? Dasar kekanak-kanakkan.” Ucap Chanyeol.

“Mwo? Hyoyeon yang memberitahuku. Kekanak-kanakkan? Sekarang kau juga menyebutnya kekanak-kanakkan?”

“Bukan itu maksudku.” Chanyeol menggelengkan kepalanya.

“Minta maaf padanya sekarang juga atau kita Break?”

“Arra.. aku akan meminta maaf padanya. Aku tidak ingin kita Break, apalagi putus denganmu. Aku sangat mencintaimu.” Mata Chanyeol memancarkan ketakutan ketika mengatakan itu. Dia takut kehilangan Yoona.

“Nado.” Balas Yoona sambil memberikan kecupan manis di pipi kanan kekasihnya itu dengan tujuan menenangkan pria didepannya ini. Amarah Yoona hilang begitu saja ketika melihat raut sedih kekasihnya itu. Dia sungguh tak tega.

“Aku janji tak akan mengulanginya lagi.” Tegas Chanyeol lalu dengan cepat mendekap tubuh Yoona penuh sayang.

 

Pagi sekali Yoona telah dirumah kediaman keluarga Byun yang terletak disamping rumahnya.

Menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, Baekhyun beserta kakek dan neneknya.

Yah, Baekhyun tinggal bersama kakek dan neneknya di Seoul. Sedangkan kedua orangtua nya beserta kedua kakak perempuannya menetap di Vietnam.

Yoona mengenal Baekhyun sudah cukup lama. Sejak umur Baekhyun dan Yoona menginjak 3 tahun. Dulu, sebelum ayah dan Ibu Baekhyun menetap di Vietnam, ibu Baekhyun selalu merawat Yoona karena Yoona kecil hanya tinggal bersama ayahnya seorang. Ibunya meninggal setelah melahirkannya.

Ayah Baekhyun selalu membawa pulang Yoona kerumah mereka, karena ayah Yoona yang tak punya waktu atau mengerjakan bisnis diluar kota.

Lambat laun, Baekhyun terbiasa dengan keberadaan Yoona. Ayah Yoona juga memutuskan pindah rumah disamping rumah keluarga Byun.

Setelah menginjak umur 10 tahun, orangtua Baekhyun memutuskan untuk menetap di Vietnam karena perusahaan ayahnya di Vietnam membutuhkan ayahnya.

Baekhyun merengek, menangis seharian dan melarikan diri dikamar Yoona.

Baekhyun tak ingin pergi, dia akan pergi jika Yoona juga pergi.

Hingga Seminggupun mereka membujuk Baekhyun tetap saja hasilnya nihil. Akhirnya Baekhyun diputuskan tak dibawa dengan perintah sang kakek agar Baekhyun dirawat oleh kakek dan neneknya saja.

 

“Yoong, bangunkan anak itu. Dia pasti belum bangun.” Suruh nenek Baekhyun ketika sarapan telah siap.

“Ne, Halmoni.”

Sesampainya didepan kamar Baekhyun, Yoona mengetuk pintu kamar itu berkali-kali hingga suara Baekhyun menyuruhnya masuk baru ia berhenti mengetuk pintu itu.

“Bisakah kau mengetuk pintunya sekali atau dua kali saja? Aku khawatir tanganmu akan sakit jika kau selalu melakukan itu.”kata Baekhyun yang tengah bermalas-malasan diatas ranjang.

“hehe.. mian. Aku janji yang tadi itu terakhir kalinya, aku tidak akan mengulanginya lagi Baeki.” Jawab Yoona dengan kekehan kecil.

“kau selalu saja begitu, Yoong. Dan ada apa kau ke kamarku?” tanyanya dengan malas.

“Seperti biasa, waktunya sarapan Baeki.” Sambil mendekati Baekhyun yang tengah malas-malasan diatas ranjang.

“Yoongie.. sepertinya aku menyukai seseorang.” Kata Baekhyun tiba-tiba saat Yoona menghampiri ranjangnya.

“Jeongmal? Woah.. aku tahu dengan siapa.”

Dengan antusias Yoona ikut berbaring disamping Baekhyun

“Nde? kau tahu?” kaget Baekhyun.

‘apa kau benar-benar tak merasa cemburu sedikitpun? Apa kau benar-benar tak ada sedikitpun rasa cintamu padaku?’ batin Baekhyun.

“tentu saja. Kau jatuh cinta dengan Taeyeon kan?” yakin Yoona.

“Waktunya sarapan. Kajja!!” alih Baekhyun lalu menarik Yoona bangun dengan paksa.

Sedangkan Yoona yang ditarikpun hanya tertawa dan tersenyum mengejek pada Baekhyun. Gadis itu juga menyubit kedua pipi Baekhyun dengan gemas.

Baekhyun membalas dengan menyentil kening sahabatnya itu.

“cih, pipimu memerah.. lihat! Kau lucu sekali.” Goda Yoona dan Baekhyun langsung membekap mulut Yoona dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk merangkul tubuh gadis itu untuk segera menuju lantai bawah dimana sarapan mereka berada.

Pipinya memerah bukan karena tersipu malu karena ketahuan menyukai Taeyeon tapi pipinya memerah karena cubitan yang diberikan dari Yoona.

….

Setelah hari itu, kebersamaan Yoona dan Baekhyun tak terlihat lagi.

Yoona selalu kerumah Baekhyun pagi hari, tapi Baekhyun selalu tak ada dirumah dengan alasan sarapan diluar. Malam haripun begitu. Baekhyun sudah mulai pulang terlambat. Saat dikampus pun, Baekhyun lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Taeyeon dan tak pernah sekalipun berpapasan dengan Yoona meski satu kampus.

Yoona tahu, Baekhyun menjauhinya.

Yoona merasa bersalah. Menurutnya, dia memang salah ketika harus bersama Baekhyun kemanapun dan kapanpun. Baekhyun pasti butuh juga waktu untuk mencari kekasih atau mengejar gadis yang ia cintai. Untuk Yoona, mendapatkan seorang pria yang mencintainya itu mudah saja. Tapi tidak untuk sahabatnya itu. Baekhyun adalah tipe pria yang susah bergaul dengan orang lain. Orang terdekatnya dari taman kanak-kanak hingga menginjak perguruan tinggi sekarang hanyalah Yoona seorang.

Banyak yang bilang, Baekhyun itu membosankan dan irit bicara. Tapi bagi Yoona, Baekhyun adalah pria yang menyenangkan, cerewet, baik, dan pengertian.

Dan sekarang mungkin adalah waktunya. Tapi tetap saja Yoona tak suka. Meski mereka telah memiliki kekasih, mereka juga harus menyempatkan waktu berkumpul bersama atau sarapan bersama saja sudah cukup, tak perlu menjauhinya seperti ini.

 

 

“Yoong, akhir-akhir ini aku melihat sahabatmu itu selalu bersama Taeyeon. Kalian juga mulai tak terlihat bersama.  Apa kalian sedang bertengkar?” tanya Chanyeol ketika Yoona tengah membuatkannya makan malam di apartemennya.

“aku juga tak tahu. Dia sepertinya menjauhiku.” Jawab Yoona.

“bukankah bagus untukmu?” lanjut Yoona melirik Chanyeol sekilas lalu kembali focus membuat hidangan makan malam mereka berdua.

“bagus, sih. Tapi aku juga tak menginginkan hal itu. Seperti yang aku tahu, kalian telah bersahabat sejak kecil hingga sekarang. Terasa aneh jika melihat kalian begini.”

“Aku memang tak suka kau selalu bersamanya ketimbang bersamaku, tapi aku janji tidak akan marah lagi jika hal itu terjadi. Memiliki hati dan cintamu itu sudah cukup untukku. Jadi sebaiknya kau temui Baekhyun dan tanya kenapa dia melakukan itu.” Sambung Chanyeol.

“Oppa.. aku sangat mencintaimu.” Yoona terharu dengan ucapan kekasihnya itu. Dia lalu menghampiri Chanyeol dan dengan cepat memeluknya.

“Nado.”

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.45 KST, dan Yoona terbangun setelah mendengar deru mobil Baekhyun yang memasuki rumahnya.

Dengan cepat Yoona segera keluar dari rumahnya dan menuju rumah Baekhyun yang terletak disamping rumahnya.

Melihat Baekhyun yang memasuki rumah, dengan cepat Yoona menghampirinya.

Yoona menahan lengan pria itu, namun dengan cepat ditepis secara kasar oleh pria itu dan berlari masuk kedalam kamar yang ia tempati.

Yoona tak tinggal diam. Dia mengejar Baekhyun hingga didepan pintu kamarnya dan mengetuk pintu kamar itu berkali-kali meski Baekhyun tak mengindahkannya.

“Baeki.. buka pintunya.”

“aku ingin bertanya sesuatu padamu. Baeki, buka pintunya.” Masih tak ada reaksi dari sang pemilik kamar.

“Baiklah jika kau tak ingin membuka pintunya. Aku hanya ingin mengatakan bahwa kau jangan terlalu dekat dengan Kai. Dia itu preman kampus yang tak tahu aturan, aku tak ingin kau berubah seperti pria itu. “ Yoona menghela nafas pelan sebelum melanjutkan.

“Jangan pulang larut malam lagi. Jangan membuat kami bertiga cemas, Baeki. Tidurlah, aku tahu kau pasti lelah. Good night.”

Yoona lalu meninggalkan tempat itu, dan keluar dari rumah nan megah itu menuju rumahnya. Takut ayahnya bangun dan memergokinya tengah keluar rumah.

 

Ke esokkan harinya, Yoona memilih menunggu Baekhyun di depan rumahnya.

Lama menunggu, tetap saja tak ada hasil. Ternyata Baekhyun telah meninggalkan rumah pagi-pagi sekali. Terpaksa ia kembali kerumah dan menghabiskan waktu sendiri dirumah sebelum bergegas berangkat ke kampus.

 

Sore harinya, ketika mata kuliahnya selesai Chanyeol menghampirinya di kelas.

“Yoong, kau mau menemaniku?” tanya pria itu tiba-tiba.

“menemanimu? Kemana?” Yoona balik bertanya lagi dengan masih membereskan beberapa lembar tugas yang harus ia kumpul minggu depan.

“ibuku sedang sakit. Dan dia membutuhkanku, tapi dia juga ingin bertemu denganmu.”

“ibumu sedang sakit? Ya ampun, oppa.. tentu saja kita harus menjenguknya. Kita bisa pergi sekarang, kka-yo.” Kata Yoona cepat sambil berdiri dan menarik lengan kekasihnya itu untuk pergi.

“Tidak sekarang, Yoong. Ibuku tinggal di Jerman.” Jelas Chanyeol dan Yoona melepaskan tangannya dari lengan kekasihnya itu karena kaget.

“aku tahu kau pasti tidak akan mau. Aku tidak akan memaksa – “

“Aku akan ikut denganmu ke Jerman menemui eomma mu.” Sela Yoona cepat dan berhasil  mengukir sebuah senyum bahagia dari wajah Chanyeol.

“Saranghae. Neomu neomu saranghae..” pekik Chanyeol senang dan mendekap tubuh Yoona dengan sayang.

Malam harinya, Yoona berencana ingin menemui Baekhyun lagi untuk berpamitan pada sahabat terbaiknya itu.

Lagi-lagi Baekhyun pulang tengah malam. Tapi Yoona bersyukur, setidaknya sahabatnya itu tidak dalam keadaan mabuk saat pulang. Sebab bagaimanapun juga, Yoona mendapat kabar dari beberapa temannya jika Baekhyun akhir-akhir ini banyak menghabiskan waktu dengan Kai setiap malam. Kai adalah tipe pria yang selalu membuang waktunya sia-sia. Jangan tanya kenapa bisa Baekhyun akrab dengan Kai, karena Kai adalah sepupu Taeyeon.

“Kalian sedang ada masalah?” tanya bibi Bae ketika melihat Yoona tengah menunggu kepulangan Baekhyun

“hanya masalah kecil, bi. Tapi bibi jangan bilang pada siapapun yah, terutama halmoni.” Kata Yoona sambil menghela nafas pelan.

“tenang saja, Nn. Yoona.”

“Gomawo, bi.” Yoona sangat bersyukur Bibi Bae mengerti akan kondisi yang tengah ia alami akhir-akhir ini. Dan Bibi Bae jugalah yang selalu membukakan pintu untuk Yoona ataupun yang menutup pintu rumah keluarga Byun ketika Yoona keluar untuk pulang kerumahnya.

 

Seperti biasa saat Yoona menghampirinya, Baekhyun enggan melihat Yoona. Dia buru-buru memasuki kamarnya meninggalkan Yoona sendiri di ruang tamu rumahnya.

“Yoona-ah, kalian pulang larut malam lagi?” tanya nenek Baekhyun yang terganggu dengan suara kedatangan Baekhyun dan Yoona tadi.

“Nde, Halmoni. Kami baru saja pulang. Terlalu banyak tugas yang harus kami selesaikan.” Bohong Yoona.

“Halmoni kembalilah ke kamar. Jangan khawatirkan kami. Aku harus menemui Baekhyun dulu.” Kata Yoona lalu menuju ke kamar Baekhyun.

Nenek Baekhyun hanya tersenyum melihat Yoona lalu mengikuti ucapan gadis itu untuk kembali ke kamar.

“Mianhe, halmoni. Aku lagi-lagi berbohong padamu.”

Yoona tak ingin membuat kakek dan nenek Baekhyun merasa khawatir dengan hubungan persahabatan mereka yang merenggang. Bahkan dia rela berbohong untuk itu.

Yoona berhenti tepat di depan pintu kamar Baekhyun, tempat yang menjadi sering ia datangi tengah malam seperti sekarang semenjak persahabatan mereka merenggang.

“Baeki, na-ya.”

“pulanglah, aku mau tidur.” Tegas Baekhyun.

Yoona tak menyangka Baekhyun akan mengeluarkan suaranya. Dia tersenyum karena Baekhyun meresponnya kali ini.

“Nde, aku akan pulang. Tapi aku – “

“Pulanglah. Aku muak mendengar suaramu setiap malam.” Potong Baekhyun cepat yang berhasil membuat senyum Yoona memudar.

“jaga kesehatanmu. Jangan membuat kakek dan nenek mengkhawatirkanmu. Good night.” Setelah mengatakan itu, Yoona segera melangkahkan kaki menjauh dari tempat itu.

“Padahal aku hanya ingin berpamitan padamu.” Gumam Yoona pelan  yang tak dapat Baekhyun dengar.

Baekhyun pov

Sudah 3 hari aku tak lagi mendengar kabar Yoona. Dia tak lagi menemuiku. Apa dia marah karena ucapanku pada malam itu? Jujur saja aku menyesal mengatakan itu.

Aku menyesal telah menjauhinya, mengabaikannya, dan meninggalkannya.

Aku lakukan itu karena aku pikir aku mencintai Taeyeon, dan aku memutuskan menghabiskan waktu dengannya. Ingin lebih dekat dengan gadis bermarga Kim itu namun apa yang aku lakukan itu sia-sia.

Awalnya ini karena ucapan Chanyeol beberapa hari lalu.

“masa bodoh dengan namamu. Aku hanya ingin memperingatimu untuk segeralah mencari pacar agar tak membebani hubungan kami. Aku – “

Apa yang Chanyeol ucapkan itu ada benarnya juga.

Tapi aku menyadarinya sekarang, jika aku hanya menyukai Taeyeon tapi aku tidak mencintainya. Aku memang menyayangi Taeyeon tapi aku sadar rasa sukaku pada Yoona lebih besar dari gadis Kim itu. Suka belum berarti cinta kan?

Mungkin bisa juga dikatakan, aku telah mencintai Yoona.

‘Yoong, jika kau kembali. Aku tak akan mengabaikanmu lagi. Aku janji.’

Aku baru saja hendak berdiri meningglkan Café, namun diurungkan ketika Taeyeon menyuruhku untuk duduk yang entah sejak kapan memasuki Café dan tahu darimana jika aku tengah sendirian disini.

“Wae-yo?” bukannya menjawab pertanyaanku, Taeyeon malah tersenyum padaku dan menuju ke arah sebuah panggung kecil yang disediakan pihak Café untuk menghibur para pengunjung.

Dibantu Kai dan Suho sepupunya, Taeyeon hendak menyumbangkan sebuah lagu.

Aku tidak tahu apa maksudnya melakukan itu, tapi aku tidak ingin ambil pusing dengan itu.

Dan Baru saja Taeyeon ingin mengeluarkan suaranya untu bernyanyi, namun aku dengan cepat segera meninggalkan tempat itu dengan berlari.

Aku memutuskan kembali ke kampus, dan tak sengaja bertemu dengan Yuri di lobi kampus.

“Yuri-ssi, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?”

Yuri hanya memandangku bingung sebelum menganggukan kepalanya.

“kau tahu Yoona dimana?”

“kau tidak tahu dia dimana?” Yuri malah bertanya balik padaku.

“Aku tidak tahu.” Jawabku pelan.

“kau saja tidak tahu apalagi aku.” Ketus Yuri yang lalu meninggalkanku begitu saja.

Aku tidak tahu kenapa, tapi Taeyeon lagi-lagi menghampiriku dan aku merasa tak suka akan kehadirannya.

“Taeyeon-ssi, mianhe. Tapi bisakah kau tinggalkan aku sendiri?”

“aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Sebentar saja.” paksa Taeyeon yang tak paham padaku.

“kalau begitucepat katakan.” Pintaku cepat.

Baekhyun pov end

….

Setelah 5 hari di Jerman, Yoona memutuskan untuk kembali ke Seoul lebih dulu dari Chanyeol sedangkan Chanyeol memilih untuk lebih lama disana. Butuh waktu lama untuk meyakinkan Chanyeol agar mengizinkan kekasihnya itu untuk kembali ke Seoul sendiri.

Dan hari ini Yoona kembali masuk kampus, untuk menemui teman-temannya dan mengumpulkan tugas kuliahnya yang memang harus ia kumpul tepat waktu.

“Yoona-aa.. kau kemana saja?” tanya Hyoyeon penasaran saat mereka tengah menunggu pesanan mereka datang..

“Yoona-aa, kau sudah dengar?”  belum sempat menjawab pertanyaan Hyoyeon, Tiffany ikut mengeluarkan pertanyaannya juga.

“tentang apa?” tanya Yoona balik.

“Taeyeon mengungkapkan perasaannya pada Baekhyun 2 hari lalu.”

“Jinjja?” Yoona mendengar itu, kaget bukan main.

“benar. tapi Baekhyun menolaknya. Aku tak tahu kenapa dia menolak Taeyeon padahal sebelumnya mereka terlihat selalu bersama. Apa kau tahu Yoona-ah kenapa Baekhyun menolaknya?” ungkap Yuri

“kau kan tahu akhir-akhir ini Baekhyun selalu bersama Taeyeon, dan Yoona tak terlihat lagi bersama Baekhyun. Otomatis Yoona juga tak tahu apa-apa.” Hyoyeon yang menjawab.

“Aku harus pergi. Aku duluan yah, bye..” pamit Yoona dan dengan cepat segera meninggalkan tempat itu untuk menemui Baekhyun.

“padahal kita belum tanya dia kemana  saja beberapa hari tak terlihat.”

“Itu salahmu, Fany. Kau malah membahas soal Baekhyun saat ia baru saja mendudukkan dirinya.”

 

Setelah mendengar ucapan teman-temannya di kantin kampus tadi, Yoona memutuskan menemui Baekhyun dirumahnya setelah tahu jika sahabatnya itu tidak masuk kampus padahal Dosen Kim akan memberikan ujian dikelas mereka.

“Yoona-ya, kau kemana saja? Aku merindukanmu..” Yoona disambut oleh nenek Baekhyun begitu memasuki rumah.

“aku juga merindukanmu halmoni. Umh, apa Baeki ada?”

“Dia dikamarnya. Sudah beberapa hari ini dia tak keluar kamar dan ke kampus. Sepertinya dia sangat merindukanmu, Yoona-ya.”

“Apakah telah terjadi sesuatu diantara kalian?” sambungnya.

“Tidak ada, Halmoni. kalau begitu, aku akan menemuinya halmoni.” Kata Yoona lalu dengan cepat berlari menuju ke kamar Baekhyun.

Ternyata pintu kamar pria itu tak terkunci dan Yoona memutuskan untuk memasukinya tanpa mengetuknya.

“Baeki?” Yoona mencari keberadaan sahabatnya itu, dan ternyata ia tengah duduk di lantai balkon kamarnya dengan lutut yang ia tekuk dan kepalanya yang ia sandarkan pada lututnya.

“Baeki..”

Baekhyun mengangkat kepalanya perlahan, dan setelah melihat wajah Yoona dia dengan cepat menghambur kepelukan Yoona bak anak kecil. Kondisi Baekhyun yang dia lihat sekarang sangat kacau. Bukan hanya Baekhyun yang terlihat kacau, tapi kamar pria itu juga.

“mienhe.. mianhe.. mianhe..” ujarnya berulang-ulang kali dan tidak ingin melepaskan pelukannya.

“Gwenchana.. kau tidak salah.” Ucap Yoona sambil mengelus punggung pria itu lembut.

“Yoongie, aku memang menyukai Taeyeon, tapi aku tidak mencintainya. Keseringan bersama Taeyeon membuatku sadar jika bukannya semakin menyukainya malah membuatku merasa tak nyaman berada didekatnya. Aku tidak menyukainya, Yoong~”

Yoona hanya mengangguk kepala sebagai tanggapan.

“aku sadar, aku tidak bisa menyukai gadis manapun Yoong. Aku takut tidak bisa memiliki wanita dan menikah jika aku hanya bisa mencintaimu. Aku takut dengan perasaanku, Yoong.”

“Gwenchana..”

Yoona lalu menangkup wajah Baekhyun dan menatapnya penuh sayang.

“kau adalah sahabat terbaikku. Sahabat terbaik adalah cinta terbaik untukku. Kau adalah cinta terbaik dalam hidupku. Aku akan menikah denganmu jika kau hanya bisa mencintaiku selamanya.”

Baekhyun tersenyum senang mendengar itu. Namun tiba-tiba ia teringat dengan Chanyeol.

“tapi bagaimana dengan Chanyeol Sunbae?” tanya Baekhyun dengan wajahnya yang berubah masam.

Yoona tertawa melihat wajah pria dihadapannya itu.

Dengan tenang Yoona mencium Baekhyun tepat dibibirnya dan Baekhyun membalasnya. Hanya lumatan kecil, lalu Yoona menyudahinya.

“maka dari itu, tetaplah menjadi sahabat terbaikku.” Jelas Yoona lalu kembali memeluk Baekhyun dengan erat.

.

.

.

THE END

 

A/N : Aku tahu ini absurd banget, dan gaje banget. Tapi ff ini aku dedikasikan untuk mantan pacarku yang sekarang telah menjadi sahabat terbaikku selama 5 tahun. Meski aku yakin dia gak bakal baca ini ff (karena dia tak suka baca cerita fiksi seperti ff).

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s