[Vignette] Falling For You | by L.Kyo

falling-for-you

Title: Falling For You | Author: L.Kyo | Artworker: ReniArt | Cast: Ahn Taehee (OC/YOU), Do Kyungsoo (EXO), Kim Junmyeon (EXO), Bae Joohyun (Red Velvet) | Genre: Fluff, Romance | Rating: PG-15 | Length: Vignette | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

.

[ http://agathairene.wordpress.com/ ]

.

.

HAPPY READING

.

 

Kehidupan tak selamanya mulus. Tak semulus kulit Sehun yang dikata banyak orang. Hari ini, ya hari dimana ucapan pengakuan akan terlontar dari mulutnya. Selama hampir setahun memendam, ia akan mengatakannya sekarang.

 

Gadis itu terkesan cuek, bahkan tak ada sedikit pun rasa malu ataupun semburat merah di pipinya. Tapi gadis itu tidak akan menyadarinya jika ia tidak melakukan sebuah pengakuan. Kata teman-temannya, urusan jawaban adalah belakangan.

 

Yang terpenting adalah pengakuan itu. Pengakuan akan membuatmu lega katanya. Kyungsoo berjalan lunglai tapi teman yang ada di sampingnya beberapa kali memijat pundak Kyungsoo, seolah mengerti apa yang di pikirkan lelaki itu.

 

“Apa kau tegang? Bersenang-senanglah. Kita sudah melakukan kencan bersama sekarang!” Junmyeon melirik dua gadis di depan mereka. Gadis satunya adalah kekasihnya sendiri, Joohyun dan satu nya adalah gadis yang di sukai Kyungsoo.

 

Kyungsoo tersenyum, membunyikan semua rasa khawatir di benaknya. Mereka berempat sebulan lalu sudah meminta libur pada bos mereka untuk cuti sementara. Karena mereka butuh liburan untuk melepas penat. Sedikit usaha mengajak Taehee, jika bukan karena bantuan Junmyeon dan Joohyun mungkin Taehee tidak akan sudi menyetujuinya.

 

Kyungsoo menyukai Taehee saat ia masuk tes Perguruan tinggi. Sebelumnya ia sama sekali tak bisa membuka hati, lantaran ia benci dengan beberapa gadis yang sudah mengkhianatinya. Senyum ramah dan terkesan cool pada diri Taehee membuatnya mengalami cinta pada pandangan pertama. Sebelumnya ia tidak percaya itu, tapi Kyungsoo benar-benar mengalaminya.

 

Istimewa dari seorang Taehee, ia tidak bisa menemukan di diri gadis lain di dalam diri Taehee. Gadis itu misterius, cuek dan melakukan apapun tanpa keluhan dan bersikap positif. Ketika semua orang sibuk dengan pikirannya, Taehee selalu tersenyum dan tak pernah sekalipun terlihat sedih. Dan bagi Kyungsoo, itu yang membuatnya ingin tahu banyak hal tentang Taehee.

 

Yang membuatnya kesal, Taehee adalah seorang yang care entah itu teman lawan jenis. Kyungsoo cemburu, bagaimana jika pria-pria itu menyukai Taehee dengan tatapan godaan mereka? Tapi sungguh, Taehee tak berpikir tentang hal lain dan menanggapi mereka selayaknya teman dekat.

 

“Kyungsoo-ya, Junmyeon Oppa, kenapa kalian lama sekali? Apa kaki kalian pendek?” Teriak Taehee di sana sembari menarik lengan Joohyun meninggalkan mereka berdua.

 

Kyungsoo tak sadar jika ia tersenyum. Bahagia melihat Taehee begitu ceria hari ini. Taehee pernah mengatakan padanya bahwa terakhir ia bermain ke taman bermain saat kelas 6 SD. Dan Kyungsoo bangga karena ia bisa mengajak Taehee di tempat ini. Dan spesial yang lain adalah, Taehee bukan gadis yang menjaga image. Gadis itu jujur dan polos.

 

Ia akan mengatakan tidak, tidak suka, ingin bangun siang, aku capek, makanan ini tidak enak, berhentilah dengan gombalan memuakkan itu, kau jelek. Terlalu jujur dan begitu lugu. Karena saat ia mulai terngiang suara Taehee seperti itu, ia tidak akan mau melepas Taehee begitu saja.

 

Setelah mencoba berbagai wahana dan akhirnya mereka mengisi perut mereka dengan makanan. Siang itu turun hujan. Wahana terakhir yang mereka tumpangi membuat mereka berempat pusing akan terkesan mabuk karena rolling coaster. Taehee memijat kepalanya sembari mengumpat pada Junmyeon dan Joohyun.

 

“Salah siapa ini? Sudah kukatakan aku tidak mau bermain wahana yang ada hubungannya dengan putaran 360 derajat atau apapun itu! Kalian begitu memuakkan terus memaksaku. Jika kalian menuruti kata-kataku, mungkin kita tidak akan duduk selama satu jam untuk mengistirahatkan otak kita ini. Makan pun aku tidak berselera karena aku masih ingin muntah!”

 

Taehee menjauhkan semangkuk sup dari hadapannya sembari menatap murka Junmyeon dan Joohyun yang masih belum reda pusingnya. “Diamlah! Diam dan tidur sebentar di sini. Apa kau tidak bertambah pusing dengan omelanmu itu?” Joohyun yang tadi diam saja akhirnya angkat bicara.

 

Lalu mereka berdua tertidur sebentar di atas meja setelah menghabiskan makanan mereka. Kyungsoo yang ada di sisinya hanya tertawa lebar. Bagi Kyungsoo, Taehee itu sungguh lucu. Lagipula memang enak untuk istirahat sebentar karena tiba-tiba siang ini turun. Dan tempat wahana ini sedikit ada di puncak, dan yang pasti keadaan semakin dingin.

 

“Apa kau tidak kedinginan? Kau bisa pakai jaketku!” Kyungsoo melepas jaketnya lalu memberikan pada Taehee, tapi gadis itu justru menaikkan alisnya dan menggelengkan kepalanya. “Tidak usah, kau yang punya jaket dan jagalah tubuhmu! Kau bisa kedinginan. Aku tidak perlu, aku sudah kebal dengan dingin. Tidak apa. Aku akan baik-baik saja setelah makan sup”.

 

Mata Taehee melengos menatap mangkuknya dan melahapnya lagi. Ahh, Kyungsoo kena cuek lagi. Membuat dada Kyungsoo semakin bergemuruh tak karuan. “Tae … Taehee-ya!” Kyungsoo menepuk pundak Taehee lembut. “Hmm?” Taehee berdehem tanpa melepas pandangannya.

 

“Tae … Taehee-ya!” Panggil Kyungsoo sekali lagi, berharap Taehee memandang matanya. Pada akhirnya Taehee menoleh. “Hmm, ada apa?” Ucap Taehee sembari menyelesaikan kunyahannya. Bola mata Kyungsoo menatap Junmyeon dan Joohyun tidur di hadapannya mereka.

 

Harapannya adalah mereka tidak mendengarkan pengakuannya. Kyungsoo hanya tersenyum dan tertawa kecil, membuat Taehee harus meletakkan sendoknya. “Ada apa?” Kyungsoo grogi luar biasa. “Bagaimana kalau kita jalan?”

 

Taehee mengerutkan alisnya. “Jalan? Jalan apa? Ini masih hujan!” Kyungsoo menutup mulutnya rapat. Bodoh, kenapa ia bertanya hal tak dimengerti. “Mak … maksudku …” Ucapan Kyungsoo berhenti karena Joohyun mengubah posisi kepalanya, membuat konsentrasinya kembali buyar.

 

“Apa yang kau katakan?” Taehee menyeruput jus jeruknya dan memainkan ponselnya. Tuh kan, Taehee kembali sibuk sendiri dengan aktivitasnya. “Bagaimana kalau kita pacaran?” Kyungsoo duduk tegap seketika dan menatap Taehee dalam-dalam.

 

Mata Taehee terangkat ke langit-langit atap, mencoba mencerna apa yang dikatakan Kyungsoo baru-baru saja. Setahun mereka memang selalu melakukan bersama-sama, memberikan pendapat satu sama lain saat tugas kelompok, melakukan hal gila bersama tapi tak satu pun dalam pikiran Taehee jika Kyungsoo akan melakukan ini.

 

Kyungsoo bukanlah orang yang muluk, lelaki yang cerdas dan banyak di sukai senior karena pikiran cemerlangnya. Ia tidak terlalu banyak mengetahui seluk beluk Kyungsoo, yang ia tahu adalah Kyungsoo adalah teman dekatnya, temannya yang otaknya cerdas, teman yang selalu membantunya.

 

“Apa? Ke … kenapa? Memangnya apa yang baru aku lakukan padamu sebelumnya?” Taehee tentu saja bingung, apa ia memberikan sebuah harapan atau sejenisnya. “Aku menyukaimu saat aku pertama kali bertemu denganmu”. Ucap Kyungsoo lirih. Taehee terdiam, melihat kedua mata Kyungsoo bersungguh-sungguh.

 

“2 hari lagi aku akan pindah ke luar negeri”. Jantung Taehee seketika berdetak. “Maka dari itu, aku ingin mengatakan ini padamu. Aku ingin mengatakan padamu sejak dulu. Tapi aku menunggu waktu. Kita memang punya banyak waktu bersama, tapi susah sekali mencari waktu yang tepat karena kau terlihat sibuk sendiri!” Kyungsoo menatap mata Taehee tanpa main-main.

 

Gadis itu mengerutkan dahinya. “Ke luar negeri? Kenapa kau tidak mengatakan apapun pada kami?” Taehee melirik sekilas Joonmyeon dan Joohyun yang masih tertidur pulas. “Mungkin, ini bisa jadi sebuah surprise untukmu. Bukankah ini terlihat bagus?” Senyum Kyungsoo sumringah.

 

Dari yang Kyungsoo pahami, Taehee sangat menyukai seseorang yang cerdas. Maka dari itu, mungkin pikir Kyungsoo dengan cara ia mendaftar di perguruan tinggi luar negeri, Taehee bisa membuka hatinya. Ini memang kekanakan, tapi jika ia tidak berusaha mana ia tahu. Lagipula ia sudah mati-matian untuk belajar.

 

“Aku masih tidak mengerti. Apa hubungannya dengan pernyataanmu dan kuliah luar negeri?” Tanya Taehee. Mungkin pikiran lelaki seumuran dia tidak berpikiran panjang sepertinya. Bukan karena keren. Alasan apa pula jika ia harus menunggu lama untuk menyatakan perasaannya. Ia akan percaya diri jika ia merasa sudah matang di masa depan. Pikir Kyungsoo, mendapatkan perguruan tinggi di luar negeri akan menjamin semuannya.

 

Tapi namanya Kyungsoo, ia tidak akan mudah mengatakan itu. “Begini, kau tahu kan apa yang aku pikirkan …” Taehee terdiam saat Kyungsoo menangkup mulutnya dengan jari telunjuknya. “Aku mengerti, kau masih fokus dengan kuliahmu dan tidak berpikir untuk mempunyai pacar. Tapi kau terlalu gegabah membuat keputusan. Kau tidak bisa membuat keputusan detik ini juga!”

 

Kyungsoo paham, karena Taehee bukan orang yang muluk, bukan orang yang suka menarik ulur hati seseorang. Taehee pasti melakukan itu untuk menjaga perasaannya. Tapi namanya Kyungsoo ingin berusaha. “Jawablah saat lusa nanti. Pikirkan baik-baik. Apa kau tidak lihat mataku saat mengharapkanmu?”

 

Mata Kyungsoo memang bersungguh-sungguh. Tapi demi Tuhan, selama setahun ini Taehee tak merasakan apapun yang mengganjal saat bersama Kyungsoo. Apa mungkin karena ia sudah terbiasa sendiri? Sudah 3 tahun menyendiri karena pengkhianatan yang ia alami. Taehee tidak ingin menyebutnya sebagai trauma.

 

Karena akan mengerikan jika itu berlanjut terus, ia tidak ingin hidup sebagai perawan tua. Taehee menarik napas dalam-dalam, berusaha mengabaikan tatapan intens Kyungsoo yang seolah mengintimidasi. Apalagi suasana dingin yang terasa mencekam. Matanya berusaha focus ke layar ponselnya.

 

“Dalam setahun aku sudah mempelajari sifatmu. Entah kenapa ada dalam dirimu yang sangat aku sukai”. Bisik Kyungsoo di sisinya. Taehee memejam kedua matanya, berusaha untuk mengontrol pikirannya dan berdoa supaya Junmyeon dan Joohyun membuka matanya. Dan untuk pertama kalinya, ia melihat Kyungsoo berbeda. Sosok dalam Kyungsoo yang tersembunyi. Perasaan hangat yang semakin hangat dan nyaman saat berbicara.

 

Karena cinta pada pandangan pertama adalah kejadian magic yang seolah tersihir oleh peri cinta. Cinta pandangan pertama itu seolah gila. Tapi Kyungsoo suka. Karena cinta pandangan pertama itu alami, mencintai seseorang hanya dengan bahasa tubuh dan sepasang bola mata, Hal sesederhana itu yang berhasil mendegupkan dadanya. Karena perasaan adalah sifat alami dan murni. Kyungsoo suka Taehee. Dan Kyungsoo berharap Taehee akan mengerti perasaan alaminya.

 

-FIN-

 

Mau bilang, FF ini adalah 80% adalah pengalaman pribadi

Sekian terimakasih /bhaks/

 

 

Iklan

One thought on “[Vignette] Falling For You | by L.Kyo

  1. Ping-balik: Entry : About Me | Ann's Planet

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s