[EXOFFI FREELANCE] The Headmaster (Chapter 5)

1485602269079.jpg

Tittle          : The Headmaster #5

Author       : Angestita

Lenght       : Chaptered

Genre         : Angst – Romance – school life – AU

Rating        : PG 13

Main cast   : Sehun EXO – Baek Su Min (OC)

Other cast : Kim Kai EXO – Irene Bae (RV) – Mark Lee (NCT)

Sumarry     : Sehun memiliki segalanya. Mapan, pintar, dan sangat tampan. Tetapi apa yang terjadi apabila ada seseorang yang ingin menguasai semua yang Sehun punya? Lalu apakah ia akan tetap menikah dengan Irene setelah apa yang wanita itu perbuat?

Diclaimer      : Ini hanya FF. Tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan artis. Apabila ada kesamaan unsur ataupun nama tokoh mutlak ketidaksengajaan. Jangan copy-paste tanpa meminta izin penulis. FF ini murni dari hasil pikiranku.

Pagi itu semua guru di kumpulkan menjadi satu di ruang rapat , mereka akan mengadakan rapat besar. Biasanya, ini menyangkut program kerja yang akan diterapkan untuk satu tahun ke depan. Ini merupakan kali pertama Su Min ikut rapat. Maklumlah, dia baru satu minggu lebih dua hari mengajar di SHS. Setelah guru-guru menyekesaikan jam kelas mereka, semuanya berkumpul di tempat itu. Su Min datang dengan teman barunya, namanya Jung Soo Jung -Guru Bahasa Inggris. Termasuk guru baru karena masuk ke SHS akhir tahun ajaran tahun lalu. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk duduk barisan ke dua dari belakang. Maklumlah, mereka datangnya sedikit terlambat. Setelah semua kursi penuh, Sehun baru masuk ke dalam ruangan di ikuti oleh Wakil Kepala Sekolah. Mereka menduduki kursi khusus yang sudah disediakan. Sehun terlihat sibuk dengan laptopnya sebelum akhirnya membuka rapat pada hari itu. Sehun terlihat menggoda mata dengan pakian formalnya, sekalipun tidak mengenakan dasi. Su Min yang melihatnya dari kejauhan hanya mampu terdiam. Otaknya yang cerdas, kembali mengingat apa yang terjadi kemarin malam dan pesan yang Sehun kirimkan -pesan itu belum dia balas.

Su Min hanya mampu tersenyum kecil dan membuang muka. Merasa bodoh dengan ingatan akan malam itu. Ah… seharusnya dia sudah melupakan kejadian malam itu. Fokusnya yang buyar ketika melihat Sehun,  kembali bersatu dan kini, Su Min sudah sibuk dengan note kecil yang dia bawa. Banyak hal yang Sehun sampaikan selama rapat, termasuk pemilihan wali kelas untuk kelas XI karena ada beberapa guru yang sudah di terima di sekolah negeri.

Ada lima guru yang di terima di sekolah negeri. Mereka semua adalah guru-guru yang sudah berumur tiga puluh tahun ke atas dan lulus Ujian CPNS. Su Min sempat merasa iri dengan mereka,  bagaimanapun bekerja sebagai pegawai pemerintah lebih mengenakkan. Gaji yang didapatkan memang sama tetapi ada biaya pensiun dan fasilitas kesehatan gratis yang berlaku seumur hidup. Lumayan utuk tunjangan hidupnya kelak.

“Saya akan bacakan nama guru yang akan menjadi wali kelas untuk kelas XI…” Su Min yang sempat melamun lantas kembali fokus ketika mendengar suara Sehun. Hatinya tidak gelisah, karena dia tahu dia tidak akan terpilih mengingat usia dia yang masih muda.

Sementara itu di depan sana, Sehun sedang membaca beberapa nama yang terpilih menjadi wali kelas. Ketika nama seorang wanita yang akhir-akhir ini kerap berhubungan dengannya, ia mendongak, matanya menjelajah dan menemukan Su Min terjepit diantara beberapa orang. Wanita itu terlihat tengah fokus mendengarkan apa yang akan dia sampaikan. Senyum kecil terlukis di bibir tipisnya. “Baek Su Min akan menjadi wali kelas XI MIPA 4.” lantas bibirnya mengatakan kalimat itu dengan tenang.

What?!

Banyak orang yang terkejut dengan apa yang Sehun ucapkan dan sisa dari lainnya mendesah lega.

Su Min yang mendengar namanya dipanggil hanya melongo. Dia menatap Sehun dengan tatapan tak terbaca. Wajahnya yang putih kemudian memerah, terlihat sekali ia terkejut.

“Selamat ya…” ucap Soo Jung yang duduk tepat di sebelah wanita cantik itu.

Su Min menatap temannya itu dengan pandangan bingung, “Aku tak tahu sama sekali.” Ucapnya polos.

Soo Jung terkekeh pelan, “Kerjamu bagus berarti selama bekerja disini.” Ucap wanita cantik itu lagi.

Sementara itu di belakang mereka seseorang tengah tersenyum licik, “Wah… aku tak tahu jika akan secepat ini.” Ucapnya lebih ke dalam dirinya sendiri.

Paginya berita mengenai Su Min yang terpilih sebagai Wali Kelas XI, menyebar keseluruh penjuru sekolah. Anak-anak dibuat tak percaya khususnya kelas yang akan di ampu Su Min. Mereka semua masih membicarakan Su Min sampai wanita itu masuk ke dalam kelas. Banyak anak-anak yang melihat kehadiran Su Min langsung terdiam. “SELAMAT PAGI ANAK-ANAK.” Su Min berkata lantang ke seluruh penjuru kelas.

Mereka semua terlihat tidak begitu bersemangat, “Pagi bu!” Balas mereka.

“Saya ingin kalian menuliskan lima keinginan kalian dalam minggu ini.” Su Min berkata dengan nada tenang. “Kumpulkan lima belas menit, lagi!” Imbuhnya.

Anak-anak segera melaksanakan perintah dari Su Min. Sementara wanita itu menatap satu persatu muridnya dengan pandangan tajam. Salah satu anak mencuri perhatiannya. Dia adalah Mark. Mark Lee. Putra tuggal Lee Jung Suk. Saudara dekat Oh Sehun. Anak yang pernah tersandung masalah dengannya. Su Min memandangi Mark yang sibuk dengan buku tulis ditangannya. Menurut Su Min, Mark terlihat cerdas dan tampan… eem.. sangat tampan. Apalagi bibirnya yang merah mudah. Sangat menggemaskan. Mark tinggi untuk ukuran siswa kelas XI. Secara keseluruhan dia tampan. Hampir menyentuh kata sempurna. Su Min menjadi sedikit penasaran dengan sikapnya yang terlihat anti sosial. Ya, dia sudah tahu Mark hanya delat dengan beberapa orang seperti Ji Sung dan JiNo di kelas.

“Ketua kelas nanti antarkan kertasnya ke ruangan saya.” Su Min berkata dengan dingin sebelum meninggalkan ruang kelas XI MIPA 4 itu.

Dia ingin mencari tahu tentang Mark, lumayan dia tidak ada jam mengajar sekarang. Mungkin bertanya dengan guru BK lebih baik. Maka wanita cantik itu memutuskan untuk mendatangi ruang BK. Ruang BK ada disebelah ruang kepala Sekolah dan kantor TU. Ruangan itu luas dengan tata ruang yang sangat nyaman apalagi AC terus menyala di ruang itu. Ketika melangkahkan tungakainya menuju ruangan itu, aroma lavender menyergap hidungnya. Disanana duduk seorang wanita, wajahnya yang serius terlihat sangat menenangkan ketika dipandang dari jauh. Mencirikan guru BK yang siap sedia untuk muridnya.

Wanita itu terlihat sedikit terkejut melihat kedatangan Su Min, namun wanita itu segera tersenyum lebar. “Mari silahkan duduk. Ada yang bisa saya bantu?” Dia bertanya dengan suara lembut.

“Ada yang ingin aku tanyakan. Ini tentang muridku.” Suara Su Min terdengar ragu, kini dia sudah duduk berhadapan dengan wanita itu. “Aku ingin tahu tentang Mark Lee.” nada suaranya terlihat sangat pelan ketika mengucapkan kalimat itu.

Wanita dihadapan Su Min terlihat mengerutkan alisnya, “Apa yang ingin anda tahu?” Dia bertanya dengan lembut.

“Semuanya yang kamu tahu.” Su Min terlihat sedikit memaksakan senyum.

Dia tersenyum lembut sebelum menceritakan semua yang dia tahu. Mark Lee terlahir sempurna dari kedua orang tau yang kaya raya. Papanya nama Lee Jung Suk ibunya bernama Oh Ha Ni -tantenya Sehun. Mark Lee punya kakak bernama Lee TaeYong. Empat tahun lebih tua daripada Mark. Mark, adik kesayangan kakaknya. Begitu juga sebaliknya. Hingga sebuah kecelakaan fatal yang merengut kematian Taeyong. Sejak saat itu kehidupan Mark berubah. Mark jadi tertutup dan cenderung menghindari orang-orang. Dia lebih suka seorang diri.

“Aku hanya tahu itu…” wanita yang diketahui bernama Jung Na Ra itu menutup ceritanya.

Su Min menghela nafas, ikut prihatin dengan yang dialami oleh Mark. “Jadi seperti itu ceritanya. Terimakasih atas waktu yang anda luangkan. Saya permisi terlebih dahulu.” Su Min berujar dengan suara lemah.

Dia meninggalkan ruang BK dengan sisa tenaga yang ada. Langkahnya pelan-pelan menyambagi ruang guru yang ada di lorong yang berbeda dengan Ruang BK. Bersamaaan dengan Su Min ada Jongin yang baru saja menyelesaikan kelasnya. Mereka hanya melempar senyum kecil. Senyum yang amat samar. Keduanya berjalan dalam diam, entah mengapa Su Min selalu merasa waspada apabila harus berhadapan dengan Jongin. Feelingnya mengatakan Jongin orang yang berbahaya. Jadi berada dijalan yang sama dengan Jongin bukan pilihan yang baik. Maka wanita itu langsung mempercepat lajunya.

Mereka berdua memasuki ruang guru yang terlihat sepi, pasalnya hanya ada lima guru yang ada disana. Wanita berkemeja biru itu langsung duduk di kursinya dan matanya menangkap tumpukan kertas. Itu milik kelas XI MIPA 4. Tangannya segera meraih tumpukan kertas itu dan mencari nama yang memuatnya penasaran setengah mati. Mark Lee.

Su Min terlihat terkejut ketika membaca beberapa kalimat yang Mark tulis didalam kertasnya. -Mengungkap kematian kakakku!!! Dan menghancurkan pria itu!!!!” Tanpa sadar dia sudah meremas kertas itu. Dia seolah dapat merasakan hatinya bergetar. Aura hangat menyergap tengkuknya.

Mengungkap kematian kakaknya?! Apa Taeyong dibunuh? Bukannya dia kecelakaan? Su Min bertanya dalam hati. Wajahnya yang biasanya selalu tenang berubah menjadi pucat pasi. Hatinya terusik untuk sekedar tahu siapa Taeyong dan sebenarnya bagaimana kematiaannya?

Lantas wanita itu memutuskan untuk membuka akun sosial media yang Mark punya berharap menemukan secuil informasi tentang kehidupan pribadinya. Instagram Mark Lee di privat hanya untuk followers saja yang boleh melihat postingannya. Tanpa ambil pusing Su Min menekan kata ‘ikuti’. Tapi rasa penasaran masih menggelitinya, kemudian nama Sehun terlintas di benaknya. Wanita itu segera mengetikkan nama Sehun. Bukankah Sehun dan Mark saudara? Lalu tangannya tergerak untuk melihat siapa yang Sehun ikuti. Sehun tidak mengikuti Mark. Sehun juga tidak mengikuti Taeyong. Tanpa sadar dia menghembuskan nafas sedih.

Rasa penasarannya membukit. Tanpa sadar dia sudah gelisah ditempat dia duduk. Menimbulkan rasa penasaran dari Seung Wan. Wanita itu lantas menepuk pundak sahabatnya, “Kau baik-baik saja?” Dia bertanya dengan suara pelan. Su Min tersentak kaget, wanita itu lantas mengangguk. “Baiklah, sebaiknya kamu segera ke kelasmu.” Saran Seung Wan kepada temannya.

“Baiklah.” Ucap Su Min kepada temannya. Dia segera mengambil buku bukunya dan berlalu pergi.

Ini sudah jam sepuluh malam namun Su Min baru naik ketempat tidur. Dia baru selesai membuat soal UH Matematika. Dia mempunyai sebuah pemberitahuan dari instagram. Dan itu dari Mark. Su Min langsung membaringkan tubuhnya dan matanya fokus kepada layar ponsel. Postingan terakhir Mark itu dua tahun yang lalu. Dia tersentak kaget, dua tahun lalu?! Dan foto yang dia unggah hanya berwarna gelap tanpa caption. Hatinya tergelitik untuk melihat postingan lainnya. Dan sebuah foto menarik perhatiannya.

MarkLee

3 Mei 2015

images (1).jpg
❤ 1.567

Hang out @TaeyongLee

💬 925

@Chittapon_Ten : Berdua saja? Ok. Kita putus!!!

@Johnny : Best brother couple

@Bae_Yeri : You look so handsome,  oppa @TaeyongLee

@JJaehyun : Kode keras @TaeyongLee

@Yuta_NK : Nanti malam jadikan, Yong?@TaeyongLee

@Jihansol : Nanti malam jadikan, Yong?(2) @TaeyongLee

@TaeyongLee : Ok, tunggu tempat biasa @Yuta_NK @Jihansol. Makasih, bro @Johnny. Makasih @Bae_Yeri.

Su Min menatap foto Mark dan Taeyong dengan expresi tak terbaca. Wajah Taeyong terlihat sangat tampan untuk ukuran pria. Mungkin jika Taeyong masih ada, dia akan jatuh cinta dengan pria itu. Rasa penasaran akhirnya membuat Su Min menekan nama @TaeyongLee. Taeyong tidak mengupload banyak foto hanya ada 13 foto. Dan semua foto-foto itu menarik perhatiannya.

Tapi foto terakhir sebelum kematiannya menarik perhatian Su Min. Yang lebih menarik perhatiaannya adalah caption yang Taeyong tuliskan. Hatinya merinding. Entah mengapa, dia tertarik dengan kematian pria itu.

Tbc

Iklan

8 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The Headmaster (Chapter 5)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s