[EXOFFI FREELANCE] One Minute

thumb_water201602031719401937.jpg

1 minute

Author: @dera139_
Genre: Romantic, Comedy, Marriage-life, One Shoot
Rating: PG-15
Length: Oneshoot
Main Cast: Do Jieun || Do Kyungsoo
Additional cast: Find by your self guys
Summary: So Lucky to have you-Do Kyungsoo

Disclaimer: FF terinspirasi pas author lagi mau tidur trus galau mikirin Kyung-oppa <3. And ff ini udah pernah author publish di wuminff13.wordpress.com dengan nama pena yang berbeda. Dont be plagiator

    Malam sudah menunjukkan pk. 21.00 namun Kyungsoo masih setia berkutat dengan laptop di pangkuannya. Jemari namja itu masih sibuk mengetik-ngetik di atas keyboard laptop.

Sedangkan di sampingnya seorang yeojya dengan surai panjang memasang wajah cemberut memandang suaminya yang tak kunjung menyelesaikan pekerjaannya. Bibirnya hendak terbuka untuk berkata pada Kyungsoo untuk tidur namun ia membungkam mengingat ia masih marah pada Kyungsoo.

    Pertengkaran di antara suami dan istri memang wajar terjadi bukan? Begitupun dengan pasangan yang sudah menikah selama setahun ini.

Biasanya Jieun tidak tahan bertengkar lama-lama dengan Kyungsoo,pada akhirnya ia sendiri yang mengalah karna tidak sanggup tidak berbicara dengan Kyungsoo tapi kali ini ia menguatkan dirinya untuk tidak berkata pada Kyungsoo sampai namja itu sendiri yang berbicara duluan.

“kenapa kamu tidak tidur?”tanya Kyungsoo tanpa mengalihkan pandangannya dari layar persegi panjang itu. Ia tahu jika Jieun belum tidur karna biasanya sebelum tidur Kyungsoo selalu mengelus rambut Jien dan mencium keningnya.

“bukan urusanmu”jawab Jieun lalu membelakangi Kyungsoo. Namja itu menoleh dan menghela nafas, namja itu tak menyangka kalau Jieun masih marah.

“tidurlah,ini sudah malam”ucap Kyungsoo lalu menarik selimut menutupi tubuh mungil istrinya itu. Lalu matanya terfokus ke laptop lagi, tugasnya masih banyak dan percuma jika tidur ia pun pasti tidak akan nyenyak karna memikirkan tugasnya ini.

Hening..

Tidak terdengar apapun selain bunyi keyboard yang ditekan oleh Kyungsoo. 30menit sudah berlalu namun Jieun tak kunjung tidur, terasa ada sesuatu yang kurang. Kyungsoo! Ia belum mencium kening Jieun, dan karna itu yeojya itu belum bisa tidur sampai sekarang.

“ayolah Jieun. Kau harus tidur,besok kau harus pergi kuliah”batin Jieun pada dirinya sendiri. Yeojya itu memaksakan untuk menutup mata tapi nihil. Ia tak kunjung tidur juga.

Jam sudah menunjukkan pk 22.00 dan sekarang mata Kyungsoo sudah memberat. Ia lalu menyimpan filenya dan menekan tombol off di laptopnya lalu menaruh benda persegi panjang itu di nakas sebelah ranjangnya.

Ia melirik ke arah Jieun,apa ia benar sudah tidur? Tidak biasanya Jieun tidur serapi itu. bukannya mengejek tapi Kyungsoo afal betul kelakuan Jieun, saat tidur yeojya itu tidak bisa diam. Terkadang tangannya tiba-tiba sudah ada di kepala Kyungsoo atau kakinya yang meniban kaki Kyungsoo.

Kyungsoo melirik Jieun,matanya tertutup.

Kyungsoo lalu ikut berbaring menghadap punggung Jieun. “kenapa belum tidur juga?”tanya Kyungsoo namun Jieun tak mengubrisnya. Ia memang masih tersadar tapi ia masih marah jadi ia tidak akan menjawab pertanyaan kyungsoo sampai waktu yang belum ditentukan (?).

“cepatlah tidur,ini sudah larut malam”ucap Kyungsoo menepuk pelan puncak kepala Jieun dan memejamkan matanya.

Rasanya baru sebentar Kyungsoo memejamkan matanya, namun tubuhnya digunjang oleh seseorang, ia lalu membuka matanya dengan berat dan melihat Jieun sudah berada dihadapannya dengan wajah ketakutan.

“Kyung,mati lampu”ucap Jieun membuat Kyungsoo sadar jika keadaan kamar memang gelap dan terasa panas sekali karna AC nya mati. Kyungsoo lalu mengerjapkan matanya dan mencari handphonenya untuk menghidupkan flashlight.

“aku akan ke depan dulu. Apa semua rumah memang mati lampu atau hanya rumah kita”ucap Kyungsoo, namja itu baru akan bangkit saat sebuah tangan menarik lengannya.

“aku ikut”kata Jieun dan lalu mereka berdua berjalan keluar kamar dengan posisi Jieun memegang erat lengan Kyungsoo. Untuk sebentar ia lupa kalau ia sedang marah dengan Kyungsoo. Kyungsoo hanya tersenyum simpul melihat tingkah istrinya yang mengengam erat lengan Kyungsoo.

Kyungsoo lalu melirik keluar jendela dan melihat halaman tetangga sebrangnya mati. Well, berarti memang pemadaman listrik bergilir.

“aku akan mengambil lilin,kau tunggu di sini saja”ucap Kyungsoo namun Jieun mengeleng pelan.

“tapi aku takut”ucap yeojya itu pelan namun masih terdengar oleh Kyungsoo, namja itu lalu membelai lembut pipi Jieun

“tidak usah takut,aku tidak akan lama. Kau pegang saja ini dan arahkan ke sana”ia memberikan handphone miliknya pada Jieun dan lalu Jieun melakukan apa yang diperintahkan suaminya itu.

Kyungsoo meraih kotak merah tempat menaruh lilin. Untung ia segera membeli lilin saat menonton berita kalau akan ada pemadaman listrik bergilir nanti. Ia lalu menyalakan beberapa lilin dan menaruhnya di ruang santai.

Jieun lalu mematikan flashlight saat melihat lilin-lilin menyala. Tidak seterang flashlight kyungsoo namun setidaknya ia bisa melihat sekitar. “kau tidurlah duluan,aku akan berjaga jika nanti lampu menyala”ucap Kyungsoo

“aku mau ambil bantal dulu”ucap Jieun-ia sedikit salah tingkah karna ia baru sadar kalau ia masih marahan dengan Kyungsoo dan tadi ia dengan polosnya mengandeng tangan Kyungsoo.

“biar aku ambilkan”Kyungsoo baru akan mengambil lilin namun tangn Jieun lebih dulu

“dwasseo,biar aku sendiri”ucapnya dan berjalan membawa lilin. Kyungsoo menghela nafas sambil menatap pungung Jieun. Ia pikir Jieun sudah tidak marah lagi namun ia salah, Jieun masih marah padanya. Dan untuk pertama kalinya, ini adalah pertengkaran terlama mereka. Karna biasanya mereka bertengkar paling lama 3 jam. Sejak pacaran Kyungsoo dan Jieun memang jarang bertengkar.

Jieun mengambil bantal winnie the pooh kesayangannya yang sudah menemaninya sejak yeojya itu berumur7 thn. Ia lalu berjalan keluar saat sesuatu tiba-tiba mengenai kaki kirinya dan membuatnya terjatuh ke depan.

“arghh”seru Jieun kesakitan. Lutut kirinya terbeset kayu yang menjadi penahan tempat tidurnya. Kyungsoo berlari menghampiri begitu mendengar teriakan Jieun, darah segar mengalir dari lutut Jieun.

“neo gwenchana?”tanya Kyungsoo namun Jieun tidak menjawab dan hanya meringis kesakitan, “mari kubantu”ucap Kyungsoo namun Jieun menepis tangan Kyungsoo.

“aku bisa sendiri”Jieun mencoba bangun sendiri namun lututnya masih perih dan ia hampir saja jatuh lagi jika Kyungsoo tidak memegang pingangnya.

“kau ini keras kepala sekali,kau tidak bisa berjalan”ucap Kyungsoo mulai kesal dengan tingkah Jieun. Ia lalu mengendong Jieun bridal style menuju ruang tamu dan lalu pergi ke dapur dan kembali dengan kotak p3k di tangannya.

Kyungsoo menarik kaki kiri Jieun dan menaruhnya di pahanya dan mulai mengobati luka Jieun. Beberapa kali yeojya itu mengerang karna perih akibat obat merah yang di tuangkan Kyungsoo di atas lukanya.

Kyungsoo meniup-niup luka yang baru ia teteskan obat merah, “gomawo”ucap Jieun membuat Kyungsoo menghentikan aksi meniupnya lalu menatap Jieun. Jieun mencegah kontak mata dengan Kyungsoo dan malah menatap luka di lututnya sendiri.

“kenapa kau keras kepala, sudah kukatakan biar aku saja yang ambilkan”omel Kyungsoo, “aku tidak mau kau membantahku lain kali”lanjut Kyungsoo dengan nada tegas.

“aku hanya mencoba menjadi mandiri”ucap Jieun menatap sekilas Kyungsoo, “kau sendirikan yang bilang aku harus menjadi mandiri”lanjut yeojya itu mengalihkan pandangannya

“kau masih  marah dengan kejadian tadi siang?”tanya Kyungsoo-nadanya mulai menurun. Jieun hanya diam tak berniat menjawab pertanyaan Kyungsoo karna menurutnya Kyungsoo sudah tahu apa jawabannya.

“masalah tadi siang maafkan aku. Aku tidak bermaksud berbicara kasar padamu seperti itu”ucap Kyungsoo, “saat itu aku sedang pusing karna ada test nanti dan kau datang di saat yang tidak tepat dengan merengek membelikan es krim”lanjut Kyungsoo meminta maaf karna perkataannya yang memang kelewat kasar tadi saat di kampus padahal Jieun hanya meminta untuk di belikan es krim.

“tapi kau seharusnya tidak berkata padaku seperti itu. Kau tidak tahukan kalau aku menangis gara-gara perkataanmu itu”ucap Jieun menatap netra Kyungsoo.

“mianhae,kau benar aku seharusnya memang tidak berkata seperti itu padamu”ucap Kyungsoo menatap dalam Jieun, “mianhae. Tolong jangan marah lagi eoh. Kau tahu aku sangat kesepian tidak mendengar suaramu dari tadi”lanjut Kyungsoo mengengaam tangan Jieun

“benarkah? Kukira hanya aku saja yang kesepian tidak mendengar kekehanmu”jawab Jieun, yeojya itu sudah luluh dengan permintaan maaf Kyungsoo. Jieun tidak tahan berlama-lama bermarahan dengan Jieun, ia jadi tidak bisa bermanja-manja dengan suaminya itu.

“mwo? Kekehanku?”

“nde. Setiap aku bercerita panjang lebar kau hanya terkekeh”ucap Jieun membuat Kyungsoo terkekeh, “benarkan yang kukatakan”lanjut Jieun

“ja, sekarang kau harus tidur”ucap Kyungsoo, ia lalu melirik jam yang mengantung di ruang tamu, “sekarang sudah pk 23.30 dan besok kau harus kuliah bukan?”

“tidur di mana?”

“yeogi”kyungsoo menepuk pahanya membuat Jieun bingung

“lalu bagaimana kau akan tidur?”

“aku tidak akan tidur”jawab Kyungsoo membuat Jieun tambah bingung, “aku akan menunggu lampu menyala”lanjutnya. “sudalah cepat, ini sudah larut malam”Kyungsoo memutar paksa badan Jieun lalu membaringkan kepala istrinya di pahanya.

“sekarang kau harus tidur,aku tahu kau tidak tidur dari tadi”ucap Kyungsoo lalu mulai melakukan aktivitas yang biasa ia lakukan untuk membuat Jieun tertidur. Yaitu mengelus surai panjang Jieun.

“Kyung. Tapi aku takut ini gelap”ucap Jieun

“gwenchana. Aku akan ada di sampingmu terus eoh”ucap Kyungsoo menyankinkan Jieun karna Jieun memang takut akan kegelapan makanya lampu kamar Kyungsoo selalu menyala saat mereka tidur.

“Kyung,kapan kau membeli lilin? Kok aku tidak tahu?”tanya Jieun menunjuk lilin-lilin yang sekarang sudah tinggal setegah

“kemarin”jawab Kyungsoo setia mengelus surai Jieun

“apa yang tadi kau kerjakan di laptop?”

“tugas Jo-saem”

“tugas apa kenapa sepertinya banyak sekali?”

“tugas presentasi sains”Jieun mengangguk-ngangguk paham.

“Kyung-”

“ayolah mrs Do kapan kau akan tidur”Kyungsoo mulai jengah karna Jieun tak kunjung tidur.

“kau masih melupakan satu hal untuk membuatku tidur mr Do”kata Jieun dan lalu menunjuk keningnya. “setelah kau mengecupnya aku akan langsung tidur dalam 5 menit”Jieun menutup mata sambil menunggu Kyungsoo mengecupnya.

Kyungsoo lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Jieun. Namun bukan mencium keningnya, namja itu turun melewati kening dan matanya tertuju pada bibir mungil Jieun. Terbesit ide nakal di sana. Ia lalu mencium Jieun, cukup lama sampai akhirnya ia melepaskan ciumannya itu.

Jieun menatap Kyungsoo kaget dengan apa yang baru saja namja itu lakukan.

“sekarang kau bisa tidur dalam 1 menit?”

END

    Thanks buat reader yang udah mau baca FF author ini. Jangan lupa tinggalkan komen dan like ^^ Dont be silent reader guys~

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s