[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 12)

poster.jpg

I LIVE WITH SATAN SOO

Evina93 I Chapter I PG 15

Family, Romance, Comedy

Do Kyungsoo (EXO), Shin Mingi (OC), Bang Minah (G.DAY), Kim Seokjin (BTS)

Chapter 12

Baekhyun kembali memutar bola matanya jengah. Pasalnya semenjak kembali dari restoran teman disampingnya ini terus saja tersenyum seperti orang gila. Jika itu Chanyeol ia bisa memakluminya tapi ini DO KYUNGSOO. Ingat DO KYUNGSOO. Pria yang pelit akan ekspresi itu sedang tersenyum-senyum seperti orang gila. Ingatkan Baekhyun untuk membawa kyungsoo ke pisikiater sepulang kuliah.

Mereka sampai di kelas untuk mata kuliah selanjutnya. Baekhyun mendekati bangku Chanyeol dan jongdae.

Jongdae yang melihat kelakuan kyungsoo bergidik ngeri “Baek, apa yang terjadi pada kyung?” tanyanya.

Chanyeol yang semula perhatiannya tertuju pada handphone digenggamannya beralih mentap kyungsoo setelah jongdae bertanya seperti itu. Chanyeol melebarkan matanya. “Soo ya?” panggil Chanyeol.

“Nde~” jawab kyungsoo. Heol, Chanyeol pun dibuat bergidik ngeri. Kyungsoo tidak pernah menanggapi panggilan chanyeol secepat itu. Biasanya ia membutuhkan waktu berkali-kali agar bisa menarik perhatian kyungsoo agar bisa bicara dengannya. Oh dan apa telinga chanyeol tak salah dengar tadi? Nada kyungsoo astaga. Biasnya bocah itu selalu marah-marah jika Chanyeol memanggilnya. Ada yang salah dengan kyungsoo.

“Baek jelaskan pada kami apa yang terjadi pada kyungsoo???” tanya Chanyeol dan jongdae serempak.

“Dia sedang jatuh Cinta” terang Baekhyun.

“APA?!!!”

***

Mingi melihat jam tangannya, ini sudah lewat 15 menit dari jadwal ia masuk kelas. Namun orang yang berada dihadapannya ini masih belum mengucapkan sepatah katapun setelah tadi mengajaknya untuk bicara.

“hh~” mingi menghela nafas. “Oppa ini sudah lebih dari 15 menit. Jika kau masih belum ingin bicara lebih baik aku pergi saja” ujar mingi.

“Ah, maaf. Aku bingung untuk memulainya” jin menggaruk tengkuknya. Ya, orang yang mengajak minggi untuk bertemu dan bicara adalah jin.

Mingi menaikkan sebelah alisnya. “Memangnya apa yang ingin kau bicarakan?” tanya mingi.

Jin menarik nafas lalu menghembuskannya kembali. “Apa kau menyukai Do Kyungsoo?” tanya jin.

“Aku bingung menjawabnya” jawab Mingi.

Jin kembali menghela nafas “Aku sudah tau kau menikah dengan dia. Namun aku sedikit janggal kenapa kau menikah dengannya”.

“Itu cerita yang sangat panjang” ujar mingi.

Jin memegang tangan mingi “Apa aku tidak ada kesempatan sedikitpun?” tanya jin. Mingi melepaskan genggaman tangan mereka. “Ah, begitu ya. Ternyata aku tidak ada kesempatan lagi” jin tersenyum masam.

“Maaf jika aku mengganggu waktumu, sampai kau membolos. Minggu depan aku akan pindah ke Jepang” ujar Jin sambil menatap langit.

“Apa? Tapi kenapa? Apa ini gara – gara aku?” tanya mingi.

“Bukan, aku mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studyku disana. Awalnya aku ragu, tapi setelah mendapat jawaban darimu aku sedikit lega sekarang” Jin berusaha tersenyum dan menatap Mingi.

Jin meletakan tangannya dikepala mingi “Mingi – ya dengar, mungkin untuk kedepan kau akan menghadapi suatu masalah, turuti apa kata hatimu jika itu benar dan ingat kau tidak sendiri, arra?” mingi mengagguk walau dia sedikit bingung dengan ucapan jin. Jin tersenyum dan mengacak rambut Mingi.

“YA! LEPASKAN TANGANMU DARI ISTRIKU” teriak seseorang. Keduanya menoleh bersamaan. Disana, seorang Do kyungsoo memberi tatapan yang sangat tajam dan lihat apa yang dia lakukan sekarang dia memanjat jendela untuk keluar. Ya kelas kyungsoo berada di lantai 1. Tapi tuan do, bukankah ada pintu?

FLASHBACK

Baekhyun, Chanyeol dan jongdae masih membahas prihal kelakuan aneh kyungsoo. Sampai akhirnya, “Bukankah itu Mingi, dia dengan siapa?” tanya Jongdae sambil melihat keluar jendela.

“Oh, Bukankah itu Seokjin” Ujar Baekhyun.

“APA?” Kyungsoo segera berlari mendekati jendela.

“YA! LEPASKAN TANGANMU DARI ISTRIKU”

END OF FLASHBACK

Mingi masih dibuat ternganga oleh kelakuan kyungsoo, ia sampai tidak sadar kyungsoo sudah berada disampingnya dan memeluk pinggangnya secara overprotectiv dan menatap jin dengan tajam.

“Haha . . tenanglah aku tidak akan merebutnya” ujar Jin.

Mingi yang baru saja sadar dari situasi yang ada segera memandang kyungsoo. “Ya! Apa yang kau lakukan?!” teriak mingi. Ia segera melepaskan pelukan kyungsoo.

“Kalian unik, baiklah aku pergi dulu, bye mingi-ya” sebelum pergi ia mengacak kembali rambut mingi membuat kyungsoo dalam mode evilnya dan aura gelap. Dan setelah itu ia beranjak mendekati kyungsoo dan berbisik padanya “Jaga dia baik-baik, jika kau melukainya maka akan ku rebut kembali” ujar jin.

“Tak akan ku biarkan” kyungsoo menatap jin dengan sungguh-sungguh.

Jin hanya tersenyum dan benar-benar pergi meninggalkan mereka.

“Kenapa kau bisa bersama dia? Bukankah kau ada mata kuliah?” selidik kyungsoo.

“Ini aku akan masuk, jangan mengganggu ku. Kau tau aku sudah sangat sangat telat. Minggir!” perintah mingi.

“Ya! Kau berhutang penjelasan padaku!. Ya ! mingi! Do Mingi!” teriak kyungsoo, namun apa peduli mingi.

……..

“Uri kyungsoo sudah dewasa” ujar Baekhyun.

“Dia sangat pencemburu” ujar jongdae

“Aku iri, kapan aku dapat pasangan” ujar Chanyeol. Seketika jongdae dan Baekhyun melirikinya “Nasib kita sama” ujar jongdae dan Baekhyun. Mereka berpelukan sambil meratapi nasib.

Poor beagle line

****

Mingi sedang mengerjakan tugasnya yang menumpuk. Akibat kejdian tadi ia diberi hukuman oleh dosen jang karena telat masuk. Jika bisa ia ingin membanting siapa saja yang membuat ia telat dan bad mood tadi. Tambahkan daftar kekesalannya oleh jongin dan sehun. Dua anak berbeda warna kulit itu membuat ia bertambah bad mood karena mereka yang menyebabkan ia diberi hukuman lebih oleh dosen jang.

Kyungsoo terus saja memperhatikan gerak-gerik mingi. Mingi yang duduk di karpet dengan ditemani laptop dan juga kumpulan kertas tugasnya. Sedangkan kyungsoo duduk di atas sofa dengan memandang mingi menuntut penjelasan.

“Kau masih berhutang penjelasan padaku Do Mingi” suara berat kyungsoo membuka percakapan mereka. Mingi menghela nafas, “Apa lagi yang harus aku jelaskan? Kau tidak lihat aku sedang banyak tugas”.

“Soal Kau dan Jin jin tadi siang itu” lanjut kyungsoo. “Sudah aku katakana berapa kali, aku tidak ada apa-apa dengannya” Mingi sedikit meninggikan suaranya.

“Lalu kenapa kalian berduaan” Kyungsoo masih belum menyerah. “Karena dia ingin bicara denganku” geram Mingi.

“Apa yang kalian bicarakan?” tanya kyungsoo.

Mingi mengacak rambutnya “Demi tuhan Do kyungsoo kau ini sangat cerewet sekali. Dia bilang dia akan pergi ke jepang minggu depan. Kau puas?!” terang Mingi.

Kyungsoo melebarkan tatapannya “Dia apa?” Tanya kyungsoo. “Aku tidak mengulang kata-kataku”ketus Mingi.

“Aish” gerutu Kyungsoo, namun sedetik kemudian senyuman kembali terkembang diwajahnya.

Mingi kembali serius mengerjakan tugasnya. “Kau Ingin coklat hangat?” tawar kyungsoo.

Mingi hanya melihat kyungsoo sekilas kemudian kembali mengerjakan tugasnya “Jika itu tidak merepotkanmu” Lanjutnya, tanpa mengalihkan perhatiannya.

Kyungsoo segera beranjak menuju dapur untuk membuat coklat hangat untuk mereka.

.

.

“Ini” Kyungsoo menyerahkan secangkir coklat panas. “Terima kasih” Mingi menerimanya dan sedikit meminumnya, kemudian meletakkannya dimeja dan kembali mengerjakan tugasnya.

Kyungsoo hanya mengangguk dan duduk disamping mingi. “Kau mengerjakan tugas apa?” Tanya kyungsoo. “Lebih tepatnya hukuman” sambung mingi. “Maksudmu?” kyungsoo mengerutkan keningnya.

“Ini hukumanku dari dosen Jang karena telat masuk jam kuliahnya. Aku tidak ingin mengingatnya. Membuatku bad mood kembali” mingi sedikit mengerucutkan bibirnya.

‘Imut’ batin kyungsoo.  ‘astaga-astaga apa yang aku pikirkan’ kyungsoo membuang pikirannya.

“Kau ingin aku bantu?” tawar kyungsoo.

“Apa aku tidak salah dengar?” Tanya mingi memastikan.

“Jika tidak mau ya sudah” kyungsoo yang akan beranjak dari tempatnya segera ditahan mingi.

“Aku mau” ujar mingi dengan puppy eyesnya.

‘Uh sial dia imut sekali’

***

“Mingi menurutku kau harus . .” kyungsoo menggantungkan ucapannya setelah melihat keadaan mingi. Mingi tertidur diatas meja. Bahkan dia masih memegang bolpoin di tangannya.

Kyungsoo ikut menidurkan kepalanya dimeja dengan posisi wajah menghadap Mingi.

“Kau pasti sangat lelah” kyungsoo merapikan helaian rambut yang menutupi wajah mingi.

“Maaf jika aku selalu membentakmu, ku mohon jangan tinggalkan aku”

.

.

.

TBC

AUTHOR’S NOTE

Maafkan aku yang terlalu lama hiatus (Bungkuk). Uum . . pendek? Anggap aja pemanasan hehe . .

Makasih yang sabar nungguin lanjutan FF yang masih pemula ini, mohon comentarnya, like dsb.

Mampir-mampir ya ke akun pribadi aku ^^

Kamsahamida .

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] I Live With Satan Soo (Chapter 12)”

  1. Hwaaaa . . .
    Akhirnya update jugaa stelah sekian lamaa..
    Tpi kok pendekk sih thor??
    Tpi gpp dehh
    Ditunggu chap selanjutnya yaa
    Jgn lama lama thor
    Fighting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s