[EXOFFI FREELANCE] Lucky – (Oneshot)

images (16)(1).jpg

Lucky

Author: @dera139_
Genre: Romantic, Comedy, Marriage-life, One Shoot
Rating: PG-15
Length: Oneshoot
Main Cast: Do Jieun || Do Kyungsoo
Additional cast: Find by your self guys
Summary: So Lucky to have you-Do Kyungsoo

Disclaimer: FF ini asli buatan dari otak author, yang idenya terinspirasi saat mendengar Kyung-oppa nyanyi Lucky di konser EXO. Oia,ff ini udah pernah author publish di wuminff13.wordpress.com dengan nama pena yang berbeda.

“Kyungsoo!! Do kyungsoo!!”seru Jieun, ia menguncang-gunjangkan tubuh Kyungsoo. Namun namja tersebut tak kunjung sadar. Jieun menghela nafas kesal dan lelah akibat membangunkan suaminya itu. Kyungsoo memang susah dibangunkan, tak heran mereka selalu datang pas-pas an saat pergi ke kampus.

“Kyungsoo, bangun. Kita bisa telat nanti!”ucap Jieun sambil menguncang-nguncangkan tbuh Kyungsoo lagi.

“5 menit lagi”kata kyungsoo menarik selimut menutupi tubuhnya

“kau sudah mengatakan itu 3 kali. Cepat bangun!!”seru Jieun menarik selimut yang menutupi tubuh Kyungsoo. “Kyung! Ayolah!!”rengek Jieun lagi karna ia kalah dalam menarik selimut. “Kyung,jika kau tidak bangun juga aku akan marah padamu”lanjut Jieun. “Kyung!! Kyung!!”seru Jieun lagi.

Kyungsoo membuka matanya,namja itu mengucek matanya. Dan melirik jam “ini baru jam 8 Jieun-ah”ucapnya

“kuliahnya sebentar lagi Kyung,kita bisa telat nanti. Cepatlah kyung!”Kyungsoo lalu bangun sambil mengucek matanya, namja itu lalu masuk ke kamar mandi.

Jieun lalu membereskan tempat tidur king size itu. Ia berjalan menuju lemari dan mengambilkan kyungsoo baju dan pergi keluar untuk menyiapkan sarapan.

Jieun memang tidak ahli dalam memasak jadi ia hanya bisa menyiapkan telur, roti dan susu sebagai sarapan. Dulu ia pernah membuat pasta untuk makan siangnya dan Kyungsoo, ia menghabiskan waktu 1jam di dapur dengan hasil pasta yang err.. tidak bisa dibilang sebagai makanan karna rasa pastanya aneh, pastanya masih keras dan bumbunya terlalu asin.

Jadi urusan makan siang dan makan malam Kyungsoolah yang menghandlenya. Kadang ia tak habis pikir apa sebenarnya yang membuat Kyungsoo mencintai dirinya? Pintar? Tentu otak Kyungsoo lebih pintar darinya, nilai Kyungsoo di fisika selalu A dan Jieun dapat B- saja ia sudah bersyukur.

Sikapnya? Walaupun berusia 20thn-an sikapnya tidak mencerminkan itu,kadang ia bersikap seperti anak berumur 5 thn yang minta dibelikan permen.

Kyungsoo keluar dari kamar dengan tas di punggungnya dan beberapa buku di tangan kanannya. Ia lalu duduk di meja makan dan meminum susu yang di siapkan Jieun. Ia sedang memoleskan selai coklat di rotinya saat melirikJieun yang sedang tersenyum-senyum sendiri.

“apa yang kamu tertawakan?”tanya Kyungsoo tanpa menatap Jieun, Jieun menoleh dan tertawa kecil

“aniya. Kyungsoo-ah,apa kau ingat hari ini hari apa?”Tanya Jieun

“hari selasa”jawab Kyungsoo membuat Jieun menatap kesal suaminya ini. Tentu ia tahu hari ini hari selasa

“maksudku,apa kau tahu hari ini hari perayaan apa?”ucap Jieun lagi membuat Kyungsoo terdiam,ia tampak berfikir sejenak

“aniya. Memangnya hari apa?”jawab Kyungsoo menatap Jieun. Jelas dari matanya ia memang tidak mengetahui hari apa

“kau benar-benar tidak tahu?”tanya Jieun,tak percaya jika Kyungsoo melupakan hari ini. Kyungsoo mengeleng pelan membuat mood Jieun jatuh dan lalu ia memolekan rotinya dengan kesal.

“ya! Neo wae? Pelan-pelan memolesnya”ucap Kyungsoo melihat cara Jieun yangmemoles selai di rotinya dengan kasar, Jieun diam tak menghiraukak celotehan Kyungsoo. Ia menaruh rotinya di piring,tiba-tiba ia jadi tidak nafsu makan.

“aku pergi dulu”ucapJieun sambil menaruh piringnya di rak cucian

“kau belum sarapan”kata Kyungsoo

“aku tidak lapar”Jieun menyelempangkan tasnya dan lalu berjalan berlaludari meja makan

“kita berangkat bersama-sama saja”ucap Kyungsoo setengah berteriak karna Jieun sudahberjalan menjauh. Yeojya itu lalu mengenakan flatshoesnya dan tanpa memperdulikan Kyungsoo ia pergi.

Kyungsoo tertawa kecil melihat tingkah istrinya. Apa ia sedang PMS? Kenapa cepat sekali marah. Dasar!

Sebenarnya Kyungsoo bukannya tidak tahu hari apa ini. Ia tidak mungkin melupakan hari ini. Perayaan 2 tahun pernikahan mereka,ia sudah menyiapkan sesuatu untuk Jieun. Kyungsoo tidak menyangka akan semudah ini membuat Jieun marah. Ia lalu menghabiskan sarapannya sambil terus tertawa melihat wajah kesal Jieun tadi.

***

Jieun melangkahkan kakinya dengan kesal melewati lorong kampus. Beberapa anak memperhatikannya dengan bingung. Mereka beramsumsi kalau Jieun gagal ujian di salah satu mata kuliah.

Yeojya itu lalu berjalan menuju bangku taman kampus. Sebenarnya mata kuliahnya baru akan mulai jam 10 nanti,dan alasan ia ingin bangun lebih pagi karna ia ingin merayakan sebentar anniversary pernikahan mereka namun Kyungsoo malah melupakannya. Benar-benar mengesalkan pikirnya.

Kyungsoo tega sekali bagaimana ia bisa menghafal semua tanggal-tanggal perang dalam sejarah sedangkan tanggal pernikahan mereka saja tidak. Jieun menghembuskan nafas kesal,ia lalu melangkahkan kakinya menuju kantin, membeli es krim mungkin bisa meningkatkan moodnya.

“ini uangnya. Gamshamida”Jieun duduk di salah satu bangku kantin dan menyobek bungkus es krim vanila yang baru ia beli. Es krim memang benar-benar membuat moodnya bagus,untuk sekarang.

“Ya!”seru seseorang membuat Jieun hampir melempar es krimnya karna kaget, Jieun menoleh dan menatap tajam Nana, teman kampusnya. Yang di tatap malah tersenyum tanpa dosa dan duduk berhadapan dengan Jieun. “apa yang kau lakukan di sini sendirian?”tanyanya

“meningkatkan mood”jawab Jieun dan menjilati es krimnya

“memangnya apa yang terjadi?”Tanya Nana

“panjang ceritanya, dan jika aku menceritakan lagi hanya akan membuat moodku jelek”jawab Jieun

“ada hubungannya dengan Kyungsoo?”tebak Nana dan Jieun mengangguk. Nana sudah tahu hubungan Kyungsoo dan Jieun. Saat itu Nana sedang berkunjung ke apartemen Jieun dan tanpa sengaja saat itu juga Kyungsoo pulang dan dengan polosnya Kyungsoo berkenalan dengan mengatakan kalau ia adalah suami Jieun. Padahal Jieun mati-matian menutupi pernikahan mereka, yeojya itu bahkan rela mencopot foto pernikahannya sebentar.

“masalahmu selalu Kyungsoo”ucap Nana, ia hafal betul jika Jieun tiba-tiba bad mood atau sedang senyum-senyum sendiri semuanya karna Kyungsoo seorang.

“ia menyebalkankau tahu”ucap Jieun

“menyebalkan tapi kau mencintainya’kan”ledek Nana membuat Jieun diam seribu bahasa sambil memanyunkan bibirnya.

“cepat habiskan es krimmu. Kelas kita di mulai 20 menit lagi”Nana mengecek jam yang bertengker manis di tangan kanannya. Yeojya itu lalu menopa dagunya dengan tangan dan mulai memainkan handphonenya sambil menunggu Jieun menyelesaikan makan es krimnya.

“omona!”pekik Nana tiba-tiba membuat Jieun menoleh memperhatikan temannya itu. Nana memekik senang menatap layar persegi panjang yang di pegangnya.

“wae?”Tanya Jieun penasaran

“keobwa”jawab Nana menunjukkan handphonenya dan terlihat 2 gambar. Gambar sebelah kanan adalah baju merah dan sebelah kirinya adalah baju yang sama yang di pakai oleh HyunA. “aku sudah lama mencari baju ini dan sekarang bajunya di jual dengan diskon”lanjut Nana tersenyum gembira.

“ya! Di diskon ataupun tidak harganya sama saja. Sebelum di diskon harganya di naikan tahu”komentar Jieun namun Nana tidak mengubrisnya. Yeojya itu terlalu gembira. Pasalnya ia sudah berkeliling mall untuk mencari baju tersebut dan akhirnya ia menemukannya.

“memangnya kau akan membelinya?”tanya Jieun mengelap tangannya dan mulutnya dengan tissue setelah selesai dengan es krimnya.

“tentu saja”jawab Nana, “Jieun-ah,kau tidak ada kegiatankan hari ini? Temani aku eoh”lanjut Nana membuat Jieun tampak berfikir sejenak. Sebenarnya ia ingin merayakan anniversarynya tapi toh Kyungsoo lupa,itu artinya ia tidak ada kegiatan.

“eopseo”jawab Jieun dan lalu Nana tersenyum senang

“kalau begitu setelah kelas usai kita segera ke mall eoh”ucap Nana dan Jieun hanya mengangguk.

***

Kyungsoo berjalan menuju kelasnya dengan senyum yang masih melekat di wajahnya. Membuat sebagian teman sekelas namja itu bingung di buatnya. Karna biasanya Kyungsoo tidak pernah tersenyum, ia terkenal akan wajah seriusnya jika di kelas jadi wajar kalau mereka kaget saat melihat Kyungsoo tersenyum.

Joonmyeon yang melihat Kyungsoo tersenyum dari pintu kelas mengerutkan keningnya bingung. Saat Kyungsoo duduk di sebelahnya,namja itu tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

“neo gwenchana?”tanya Joonmyeon

“museun mariya?”tanya balik Kyungsoo sambil meletakkan bukunya di laci meja

“kau tersenyum terus dari tadi. Kau tidak kesambetkan Kyungsoo?”

“cih,ini masih terlalu pagi untuk bisa kesambet”jawab Kyungsoo lalu menopah dagunya dengan tangan kanannya

“ya! Apa ada sesuatu yang terjadi antara kau dan Jieun?”tanya Joonmyeon

“ehm… Mungkin bisa dikatakan seperti itu”jawab Kyungsoo membuat Joonmyeon bingung

“mwoya?”

“hari ini perayaan 2thn pernikahan kami”

“mwo?!”pekik Joonmyeon membuat seluruh kelas menatap ke arah mereka, Joonmyeon menganggukkan kepalanya memohon maaf karna berisik. “jadi apa yang sudah kalian lakukan?”

“belum”

“nde? Lalu kenapa kau tersenyum?”

“aku merencanakan suprise untuknya. Pagi ini aku sudah membuatnya marah”

“aigoo.. Sejak kapan kau menjadi sok romantis seperti ini?”

“sejak aku menikah”

“ckck..”

“makanya cepat menikah”

“cih, bicara gampang. Aku saja belum mendapatkan calonnya”

“mau kubantu carikan?”tanya Kyungsoo membuat Joonmyeon menaikan alisnya bingung ke arah Kyungsoo. Kyungsoo lalu menunjuk seorang yeojya yang duduk di pojok depan kelas mereka. “itu”lanjut Kyungsoo dan malah membuat Joonmyeon bergidik ngeri. Yeojya yang ditunjuk Kyungsoo adalah yeojya yang terkenal kutu buku dan aneh di kelas mereka. Kyungsoo tertawa melihat reaksi dari sahabatnya itu.

“kau saja yang menikah dengan dia”komentar Joonmyeon

“aku sudah punya Jieun dan aku tak berminat beristri dua”jelas Kyungsoo.

***

@Mall

“Nana-ah,cepatlah. Sebenarnya kau mau membeli apa sih?”ucap Jieun karna sudah hampir 2 jam mereka berputar-putar di mall. Nana belum kunjung mendapat apa yan ia inginkan dan itu membuat Jieun hampir kehilangan 2kakinya karna pegal menemani Nana berkeliling.

Jieun lalu duduk di kursi tunggu yang berada di dekat lift.

Drrttt..

From: Kyungsoo

| ‘neo eodiga? Ini sudah pk 5. Kapan kau akan pulang?’|

To: Kyungsoo

| ‘aku masih di mall. Nana masih mengitari toko-toko’|

Drrtt..

From: Kyungsoo

| ‘kurasa aku tidak bisa menjemput nanti~ Aku harus pergi dengan Suho’|

To: Kyungsoo

| ‘arra’|

Jieun lalu memasukkan handphonenya ke dalam tasnya dan mencari di mana keberadaan Nana sekarang. Jieun menghela nafas melihat Nana di toko sepatu, sebenarnya ia ingin membeli apa -_- Jieun berjalan memasuki tokoitu dan menghampiri Nana,

“Nana-ah,kau sudah selesai belum?”tanya Jieun

“eung.. Sebentar lagi”jawab Nana tanpa menoleh ke arah Jieun,yeojya itu sibuk melihat highheels model terbaru yang menurut Jieun terlihat sama saja.

“Nana-ah,aku pulang duluan saja eoh”ucap Jieun

“memangnya Kyungsoo sudah datang?”

“ia ada urusan. Aku akan pulang sendiri”

“baiklah. Trimakasih sudah menemaniku. Sampai jumpa”mereka saling melambaikan tangan lalu Jieun berjalan keluar toko. Sepeninggal Jieun, Nana mengeluarkan handphone dan menelpon seseorang, “ia sudah pulang”.

Jieun melirik arloji putih di tangan kirinya,sudah hampir 30 menit ia menunggu di halte, tapi bus yang ia tunggu tak datang juga. Dan sekaran sudah jam 7 malam. Ia lalu berjalan keluar halte dan memberhentikan taxi. Badannya sudah terlalu lelah dan ia butuh istirahat…segera.

Sepanjang perjalanan dengan taxi, yang Jieun lakukan hanya menatap keluar jendela, melihat jalanan kota Seoul saat malam. Ia hendak menelpon Kyungsoo sekedar bertanya apa namja itu sudah pulang, namun ia mengurungkan niatnya karna Jieun pikir Kyungsoo pasti sedang bersenang-senang dengan teman-temannya.

Setelah mengambil kembalian taxi, Jieun membuka tasnya mencari kunci cadangan rumahnya. Kyungsoo memang sengaja membuat kunci cadangan untuk Jieun agar saat mereka berdua sedang pergi dengan teman masing-masing mereka tidak perlu saling menunggu untuk bisa masuk ke rumah. Mengingat saat itu, Jieun pergi bersama teman-temannya hingga larut dan membuat Kyungsoo terpaksa menunggu di teras selama 2jam.

Gelapp..

Jieun baru akan menghidupkan flashlight handphonenya saat tiba-tiba terlihat cahaya diiringi sebuah suara yang amat Jieun kenal sedang bernyanyi. Jieun berjalan menghampiri asal suara itu, ia lalu melihat sebuah proyektor di ruang keluarga dan memperlihatkan foto-foto dirinya dan Kyungsoo,mulai dari foto mereka saat berpacaran hingga foto pernikahan mereka diiringi dengan nyanyian Kyungsoo.

gwaenchanheun oseul ibeotdeon

nalgeureoghe neoreul mannatdeon geon Luckyna

chag hage saraseo geurae

neoui ireumeul bureugo neoui

soneul jabado doeneun na

buseo jineun haet sareun

naman bichuna

na ireoghe haengbog haedo dwae?

Naui ireumeul bureugo naui eokkaee

Gidae oneun neo

Jeo haneurui haet sareun neoman buchuna

Neo geureohge nunbushyeodo dwae?

So lucky my love

So lucky to have you

So lucky to be your love, i am

 

Kyungsoo lalu menampakkan dirinya sambil membawa kotak kado di tangannya.

“kurasa aku adalah lelaki paling beruntung di dunia karna bisa memilikimu, tak terasa sudah dua tahun kita bersama-sama sebagai sepasang suami-istri. Banyak hal yang sudah kita lalui,senang maupun suka. Aku berterimakasih karena kau selalu berada di sisiku. Aku tahu aku masih mempunyai banyak kekurangan, karna itu aku akan belajar untuk bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak-anak kita nanti”ucap Kyungsoo membuat Jieun berkaca-kaca

“Do Jieun. Saranghae”lanjut Kyungsoo membuat air mata Jieun akhirnya terjatuh. Yeojya itu tak percaya bisa mendapatkan suprise romantis seperti itu dari Kyungsoo. “uljima”ucap Kyungsoo menarik Jieun ke dalam pelukannya, namja itu mencium pucuk kepala Jieun sedang yeojya itu masih terisak.

“kenapa menangis”kata Kyungsoo terkekeh mendengar isakan istrinya itu

“nappeun nom~ Kukira kau benar-benar lupa hari jadi pernikahan kita”Jieun memukul pelan lengan Kyungsoo dan melepaskan pelukan mereka. Kyungsoo hanya tertawa kecil

“tidak mungkin aku melupakan hari bersejarah dalam hidupku”jawab Kyungsoo, “bagaimana kau suka?”tanya Kyungsoo menunjuk proyektor yang pada slide terakhir menunjukkan foto mereka berdua

“tentu saja”jawab Jieun

“ja,, ini ada hadiah lagi untukmu”Kyungsoo memberikan kotak yang dibungkus dengan kertas kado berwarna merah dengan pita pink di atasnya

“ige mwoya?”tanya Jieun

“buka saja”jawab Kyungsoo. Jieun lalu membuka kado itu dan terlihat sebuah kalung dengan liontin berbentuk mahkota,

“yeppeuda”ucap Jieun kegirangan

“sini kupakaikan”Kyungsoo mengambil kalung dari tangan Jieun lalu memasangkan kalung tersebut di leher Jieun,

“ Kyung,sejak kapan kau jadi romantis seperti ini?”tanya Jieun saat Kyungsoo memasangkan kalungnya,

“sejak kemarin”jawab Kyungsoo, namja itu memang sibuk browsing di internet mengenai hal-hal romantis yang bisa dilakukan untuk menyenangkan hati pasangannya.

“gomawo,Kyung”Jieun membalikkan badannya ke arah Kyungsoo dan tersenyum senang. Baginya ini hal romantis kedua yang Kyungsoo lakukan, yang pertama tentu saat Kyungsoo melamarnya.

Kyungsoo menatap dalam Jieun, Jieun bisa merasakan debaran jantung yang hebat saat Kyungsoo menatapnya seperti itu. Kyungsoo memajukan wajahnya, Jieun menutup mata begitu merasakan nafas Kyungsoo menyentuh permukaan wajahnya.

Bibir mereka saling menyatu, well ini memang bukan ciuman pertama mereka,tapi entah kenapa jantung Jieun berdebar dengan sangat kencang. Yeojya itu masih menutup mata dan meremas ujung baju Kyungsoo saat merasakan lumatan-lumatan yang dibuat oleh Kyungsoo.

Jieun mulai hanyut dalam ciuman mereka dan akhirnya yeojya itu dengan berani membalas ciuman Kyungsoo, ia membuka bibirnya membiarkan lidah Kyungsoo masuk dan menjelajahi rongga mulutnya.

Kyungsoo tersenyum di sela kegiatan ciuman err..panas mereka. kyungsoo lalu melepaskan ciumannya dan memeluk Jieun. “saranghae Kyungsoo-ahh”ucap Jieun memeluk erat suaminya itu, seperti takut akan berpisah.

“nado saranghae”jawab Kyungsoo

THE END

Haii..haii bagaimana ceritanya? Gaje gag? Like and comment ya jangan lupa~ Thanks bagi reader yang udah sempatin waktu kalian untuk membaca.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s