[EXOFFI FREELANCE] PRIORITY (Ficlet)

[FICLET] PRIORITY.jpeg

PRIORITY

 

-oOo-

“Jika ingin menjadi prioritas dalam hidupku, maka jadilah bagian dari hidupku”

-oOo-

 

“PRIORITY” by MINERVA RENATA

Starring by OH SEHUN (EXO), ASHLEY KIM (OC)

ROMANCE | PG-17 | FICLET

 

Ashley membuka matanya perlahan, mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan retina matanya terhadap serbuan berkas sinar matahari yang menyorot tajam dari balik jendela besar ketika aroma maskulin khas parfum Calvin Klein itu membelai dan memanjakan penciumannya.

“Kau benar-benar akan pergi pagi ini?” Suara lembutnya yang masih terdengar parau itu menggema di seluruh sudut ruangan, memecah keheningan yang telah tercipta sekian lama. Wanita itu bersandar pada headboard ranjang dan menunggu jawaban dari bibir seorang pria yang kini tengah mengenakan kemeja putihnya, menyudahi pemandangan punggung kekar yang sedari tadi diam-diam tengah dinikmati oleh Ashley.

“Pesawatku akan take-off satu jam lagi. Ini adalah pertemuan kita yang terakhir.” Pria berwajah aristokrat dengan sorot mata tajam lengkap dengan aura kelam yang menyelimutinya bernama Oh Sehun itu pun buka suara.

Ashley hanya mengangguk pelan sebelum pada akhirnya beringsut turun dari ranjang dan memungut lingerie miliknya yang teronggok di lantai bersama dengan pakaian-pakaian lain yang telah menjadi korban permainan panas mereka semalam.

Ashley terdiam sejenak dibalik selimut tebal yang masih membalut tubuh polosnya. Kini, membayangkan bahwa sosok dihadapannya akan pergi jauh dan tak akan kembali lagi, entah mengapa membuat seluruh ruang kepalanya terasa berat, rongga dadanya terasa kosong dan hampa, seperti ada lubang besar yang menganga disana.

Biasanya, ia tak pernah seperti ini.

“Bisakah kau tetap tinggal, Oh Sehun?”

Shit.

Di dalam hati, Ashley buru-buru merutuki kebodohan yang baru saja dilakukannya. Seumur hidup, ia tumbuh sebagai wanita angkuh, penuh kuasa, dan kata ‘memohon’ tak pernah ada di dalam kamus hidupnya.

Namun, apa yang baru saja wanita itu lakukan?

Memohon kepada seorang pria untuk tetap tinggal bersamanya.

Well, sepertinya akal sehat dan harga diri selangit milik seorang Ashley Kim kini telah lenyap tak bersisa.

Di lain sisi, Oh Sehun hanya terdiam dan menghunus kedua manik mata Ashley dengan tatapan tajamnya melalui cermin yang merefleksikan wanita yang kini masih diam mematung beberapa langkah di belakang tubuhnya itu.

Atmosfer keheningan membumbung tinggi, menyelimuti keduanya selama bermenit-menit sebelum akhirnya Sehun pun berkata, “Jika ingin menjadi prioritas dalam hidupku, maka jadilah bagian dari hidupku.”

Jantung Ashley berdetak cepat dan aliran darah di dalam tubuhnya berdesir hebat mendengar alunan suara Sehun yang terdengar rendah dan berat. Ia tahu betul arah pembicaraan pria itu dan ia juga sangat paham bahwa Sehun bukanlah pria yang suka membuang-buang waktu untuk bercanda.

Komitmen.

Kini, Oh Sehun tengah menawarkan sebuah komitmen dalam hubungan mereka.

Komitmen.

Sebuah kata yang mungkin selama ini hanya berada di urutan terbawah dalam kamus hidup seorang Ashley Kim. Atau bahkan tidak pernah ada sama sekali.

Ashley yang sejatinya adalah seorang yang liberal dan bebas, selalu berpikir untuk tetap mengikuti arus kehidupan yang terus membawanya tanpa arah, tanpa ada batasan-batasan yang mengukungnya.

I don’t make someone a priority when they only make me an option,” ujar Sehun yang kembali menegaskan setiap kalimat yang diucapkannya. Pria itu masih betah beradu pandang dengan Ashley melalui cermin dihadapannya karena tak ada satu pun dari mereka yang memutuskan untuk mengambil langkah mendekat terlebih dahulu.

Opsi.

Benar, selama ini Sehun hanyalah sebuah opsi. Salah satu pilihan diantara banyak pria di belakang sana yang juga berada di dalam hidup Ashley.

Dengan kesempurnaan yang dimiliki Ashley, tidak sulit bagi wanita itu untuk menjerat banyak pria potensial yang jelas-jelas akan dengan senang hati untuk ikut tenggelam di dalam pesonanya yang memabukkan.

“Aku menginginkanmu untuk tetap tinggal, Oh Sehun.” Ashley, dengan mantap mengatakannya dan tak ada setitik keraguan atau kebohongan pun yang dapat ditangkap oleh Sehun pada manik mata jernih wanita itu.

Rupanya Ashley telah meralat pemikirannya selama ini.

Sehun bukanlah sebuah pilihan baginya.

Sehun bukanlah seorang pria yang dapat ditemuinya sesuka hati dan kemudian ditendang keluar dengan mudahnya jika Ashley telah merasa bosan.

Tidak.

Sehun berbeda.

“Aku harap kau paham dengan konsekuensi yang akan kau hadapi kedepannya ketika kalimat itu telah meluncur keluar dari bibirmu.” Sehun berbalik, tersenyum timpang sembari menatap dalam-dalam manik mata Ashley secara langsung sebelum pada akhirnya melangkah lebar guna mempersempit jarak mereka.

Kini, dua manusia dengan aura penuh kuasa itu hanya dipisahkan oleh hembusan nafas yang saling beradu. Sangat dekat, sampai detak jantung masing-masing pun terdengar lebih kencang daripada denting jam.

“Buanglah semua rasa antipatimu terhadap komitmen dan menikahlah denganku, Ashley Kim.”

Tak ada kata-kata yang terdengar setelah itu karena pada detik-detik selanjutnya bibir mereka telah terkunci satu sama lain, menyalurkan setiap rasa cinta yang membuncah dan meluap melalui sebuah ciuman panjang. Dan itu lebih dari cukup untuk sebuah jawaban.

Sehun merengkuh pinggang wanitanya dan Ashley mengalungkan lengannya di leher prianya. Sepasang insan itu tak berpikir sama sekali untuk menciptakan sebuah jarak diantara keduanya, karena kini mereka tahu bahwa cinta telah menyatukan seutuhnya.

Bagi Ashley, Sehun bukanlah seorang pria yang dapat ditemuinya sesuka hati dan kemudian ditendang keluar dengan mudahnya jika ia telah merasa bosan.

Sehun berbeda.

Sehun adalah sosok pria yang tanpa sadar selalu ia rindukan namanya, tanpa sadar ia butuhkan eksistensinya, tanpa sadar mengisi seluruh ruang hatinya, tanpa sadar mengisi seluruh hembus nafasnya.

Ya. Tanpa sadar Sehun adalah prioritas dalam hidupnya.

Dan ketika wanita itu mulai tersadar, akhirnya ia tahu bahwa inilah titik finalnya. Titik dimana Ashley akan menyerah untuk mencari yang lebih baik dari Sehun karena sejauh apapun ia pergi, jawabannya memang tak akan pernah ada.

Ashley memutuskan untuk pada akhirnya ia akan terikat dalam sebuah hubungan yang berlandaskan komitmen—sesuatu yang dibencinya mati-matian selama ini. Namun, selama itu Sehun, selama seorang Oh Sehun yang mengisi hari-hari selanjutnya, Ashley sama sekali tidak keberatan akan hal itu.

Karena Ashley Kim ternyata sangat mencintai Oh Sehun.

Sesederhana itu.

-oOo-

 

Iklan

12 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] PRIORITY (Ficlet)

  1. Ini sangat manisss~ Aku pikir karakter sehun akan aneh kalo dia menjadi sosok pria dewasa. Maklum selama ini karakter dia di FF selalu digambarkan sebagai sosok remaja labil yang petakilan. Tapi ini, sangat bagus. Ternyata Sehun akan semenawan itu kalau sosoknya dibikin dewasa wkwkwk Makasih udah bikin cerita sebagus ini, bikin tambah suka sama Oh Sehun jadinya hhhe ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s