[EXOFFI FREELANCE] Reason Why I Life (Chapter 5)

img_70571

Tittle/judul fanfic : Reason Why I Life

Author : Park Rin

Length : Chaptered

Genre : Romance, Family, Angst

Rating : PG-13

Main Cast&Additional Cast:

Baekhyun

Park Sung Rin (OC)

Mingyu Seventeen

All EXO’s Members

Ect.

Summary    : Bukankah seharusnya kita akhiri saja hunbungan kita, oppa.

Disclaimer    : FF ini murni buatan author sendiri. Ada beberapa cerita yang mengisnpirasi author dalam membuat karakter disini. Namun, jalan cerita dan alur cerita murni buatan author sendiri. FF ini juga bisa kalian temukan di akun wattpad milik author. Id author @ParkRin98. Baca juga di blog milik author https://parkrin98.wordpress.com/

Author’s note    : Halo! Ini FF pertama author, semoga kalian suka dengan FF ini. Selamat membaca.

“Entahlah, tapi apapun jawabanmu aku hanya ingin meminta tolong.” Chanyeol menatapku serius, hingga membuatku mengalihkan perhatianku dari ice tea ke mata Chanyeol.

“Minta tolong apa?”

“Putuslah dengan Baekhyun.” Minta Chanyeol yang seketika membuat dadaku bergetar. Mengapa semua orang memintaku untuk putus dengan Baekhyun?

“Berikan aku alasan yang logis mengapa aku harus putus dengannya.” Kataku setelah membenarkan kembali perasaanku. Feeling-ku mengatakan akan ada sesuatu yang terkuak setelah ini, dan pasti ini akan merugikanku dan memperkuat alasan untuk putus dengan Baekhyun.

“Rin-a, sepertinya kau tak tahu berita tentang agency-ku setelah berita dating Baekhyun keluar.” Kata Chanyeol;aku hanya menggeleng. “Saham agency-ku naik, setelah turun karena berita Kris hyung keluar dari EXO.” Perasaanku makin tak enak.

“Lalu, hubungannya denganku apa?” Aku memberanikan diriku bertanya kepada Chanyeol.

“Aku sebenarnya tak tega untuk mengatakan ini padamu, namun ini demi kebaikan kalian berdua.” Jawab Chanyeol menggengam tanganku. Jantungku mulai berdegup kencang, sepertinya ini benar-benar tidak baik.

“Kau tahu Baekhyun sudah lama menyukai Taeyeon noona, jauh sebelum kalian bertemu. Baekhyun dan Taeyeon noona sering bertemu di sekitar sini, karena disini termasuk tempat yang sepi dan pas untuk bertemu dan berkencan. Mereka berdua kemudian memutuskan untuk berpacaran Februari lalu.” Jelas Chanyeol.

Penjelasan Chanyeol membuat dadaku menyesak, aku teringat pertemuanku pertama kali dengan Baekhyun. Aku baru menyadari, mobil putih yang menjemput Baekhyun waktu itu sama persis dengan mobil Taeyeon di berita itu, mengingat senyum manis Baekhyun saat mobil itu berhenti tepat disampingku. Jadi, Baekhyun selama ini juga mencintai orang selain diriku?

“Lanjutkan.” Jawabku, setelah aku merasa Chanyeol menghentikan ceritanya. Aku bisa melihat tatapan iba yang ia pancarkan dari matanya.

“Tapi, saat Baekhyun mulai berpacaran dengan Taeyeon noona ia menyadari bahwa perasaanya kepada Taeyeon hanya sebatas idola dan fans. Kau pasti tahu bahwa Baekhyun menggemari SNSD semenjak dahulu.” Aku hanya mengangguk.

“Baekhyun juga menyadari, ia pergi mengajak Taeyeon noona bertemu disekitar sini karena ia hanya ingin melihat sosok gadis kecil tinggal di dekat sini.” Kata Chanyeol menatapku, seolah mengatakan gadis kecil itu adalah diriku.

“Baekhyun yang menyadari bahwa ia menyukai gadis itu, namun tidak bisa minta putus kepada Taeyeon noona karena takut menyakiti perasaanya. Akhirnya Baekhyun bisa putus dengan Taeyeon noona saat berita Kris hyung keluar. Baekhyun menjadikan alasan tidak mau menyakiti fans makin jauh bila mereka mengetahui hubungannya dengan Taeyeon. Baekhyun memutuskan Taeyeon noona di café ini.” Chanyeol menatapku dalam. Dadaku semakin sesak, mulai mengingat kejadian saat berita Kris oppa keluar waktu itu.

“Setelah memutuskan Taeyeon noona, Baekhyun menolak juga untuk diantar pulang kembali ke dorm. Ia memilih pulang dengan naik bis. Saat ia pulang ia melihat gadis yang selama ini ia sukai, hampir di perkosa oleh preman disni. Ia kemudian menolong gadis itu dan setelah itu mereka menjadi dekat.” Dugaanku benar, gadis kecil itu adalah aku. Jadi, aku orang yang menyebabkan putusnya hubungan Baekhyun dan Taeyeon?

“Setelah mereka dekat, tiba-tiba Baekhyun di panggil agency beberapa hari yang lalu. Agency mengatakan bahwa Baekhyun dan Taeyeon tertangkap oleh kamera paparazzi. Saat itu Baekhyun dan Taeyeon noona ingin mengatakan bahwa mereka sudah putus, tapi agency tidak membiarkan mereka bicara. Agency tahu skandal ini bisa menaikkan harga saham yang sempat turun karena Kris hyung. Jadi, mereka akan mengkonfirmasi kabar tersebut.” Jelas Chanyeol.

“Lalu apa agency oppa tak tahu bahwa Baekhyun telah menyukai gadi kecil itu?” Tanyaku pada Chanyeol. Mataku sudah mulai berkaca-kaca.

“Baekhyun menjelaskan itu pada agency, tapi sialnya agency malah menolak untuk membatalkan acara mengkonfirmasi berita tersebut. Alasan mereka juga kuat, agency-ku benar-benar terpuruk karena berita Kris hyung keluar. Baekhyun yang merasa bersalah akhirnya menemui gadis kecil itu, namun setelah Baekhyun menemui gadis kecil itu ia tidak bisa menahan perasaannya dan malah mengencani gadis itu.”

“Lalu, mengapa Baekhyun oppa tidak menjelaskan semua itu kepadaku? Mengapa ia lebih memilih menghilang?” Tanyaku pelan.

“Baekhyun takut jika sesuatu yang tidak baik terjadi padamu, Rin. Baekhyun juga takut jika kau menjauhinya karena itu.”

“Tapi, mengapa kau memintaku putus dengan Baekhyun oppa?”

“Karena aku takut hal yang tidak baik terjadi pada kalian berdua jika kebenaran ini terkuak. Melihat respon penggemar yang begitu mengerikan saat skandal dating keluar benar-benar membuatku takut. Penggemar akan menjadi semakin gila jika mereka mengetahui hal yang sebenarnya. Aku mengkhawatirkan keadaanmu dan Baekhyun, bila suatu saat kalian ketahuan berpacaran dan penggemar akan membenci kalian berdua. Terlebih dirimu, Rin.”

“Aku?” Tanyaku heran.

“Saat berita itu keluar, Baekhyun mungkin bisa bertahan karena kami memiliki agency yang kuat, agency kami pasti bisa membantu Baekhyun menyelesaikan skandal. Tapi, jika ini juga terjadi pada dirimu aku tak tahu apa yang akan terjadi.” Aku terdiam, seolah mengerti semua yang akan terjadi jika semuanya benar-benar terkuak. Hidupku dan Baekhyun mungkin saja bisa hancur setelah ini.

Aku mengigit bawah bibirku, sambil memutar otakku. Perasaanku kembali bimbang, antara tetap bertahan atau mengakhiri semuanya sekarang. Chanyeol menggenggam tanganku, sepertinya ia mengetahui saat ini aku benar-benar bimbang.

“Rin-a, pikirkanlah ini baik-baik. Aku tahu kalian berdua saling mencintai, tapi disaat sepeti ini sangat sulit untuk mempertahankan hubungan kalian. Aku benar-benar tak ingin Baekhyun ataupun dirimu terluka karena hal ini, setidaknya jangan bertemu hingga masalah ini reda.” Chanyeol menatapku pasti, matanya seolah mengatakan semuanya akan baik-baik saja jika aku mengikuti sarannya.

Aku menengguk minumanku setelahnya, kerongkonganku terasa begitu kering setelah diminta untuk memikirkan hal ini. Haruskah aku putuskan Baekhyun?

“Baiklah, aku akan memikirkan ini baik-baik.”

“Ku harap, kalian berdua bahagia.” Ucap Chanyeol tulus’mataku kembali berkaca-kaca. Apakah aku dan Baekhyun bisa bahagia? Bahkan, kami baru beberapa hari menjadi pasangan kekasih, namun begitu besar masalah yang kami harus hadapi.

Aku mengangguk, kemudian berpamitan kepada Chanyeol. Aku melangkahkan kakiku keluar dari café itu, udara malam langsung menghinggapiku tak lama setelah kakiku menginjak tanah di luar café. Chanyeol menawarkan diri untuk mengantarkanku pulang, namun aku menolakknya. Aku tahu, Chanyeol melepaskanku pulang sendiri dengan terpaksa. Ia tahu bahwa aku memiliki trauma berat bila harus pulang malam sendirian. Tapi, aku benar-benar sedang bimbang, aku ingin sendiri dahulu setelah ini.

    Malam itu aku pulang sendiri, beberapa orang masih terlihat berlalu lalang di jalan meskipun tak banyak. Aku melangkah cepat sebelum orang-orang itu pergi dan seketika membuat jalan ini mencekam. Saat aku hampir sampai di apartemen, tiba-tiba perutku sakit. Aku baru menyadari aku belum memasukan satupun asupan makanan ketubuhku. Kakiku melemas, membuatku harus berjongkok di tengan udara dingin malam itu.

    “Mengapa kau selalu menyakiti dirimu?” Suara itu begitu familiar, namun aku tak sanggup menonggak. “Naiklah ke punggungku.” Kata suara itu lagi. Ia merendahkan dirinya, namun aku tak bisa melihat wajahnya karena saat ini ia merendahkan dirinya dengan posisi membelakangiku.

“Mingyu oppa?” Tanyaku asal, otakku seakan tidak berfungsi setelah rasa sakit diperutku menghinggapiku.

“Sepertinya kau benar-benar sakit. Cepat naiklah, udara semakin dingin dan malam semakin larut.” Kata lelaki itu lagi. Aku hanya menurut, kemudian naik di punggungnya.

Punggung laki-laki ini begitu hangat, sepertinya aku pernah digendong lelaki ini sebelumnya. Aku mengeratkan peganganku setelahnya, aku sudah tahu siapa laki-laki ini.

“Masukanlah PIN apartemenmu.” Katanya lembut, persis seperti waktu itu. Aku menekannya pelan. Pintu itu terbuka, Baekhyun kemudian masuk lalu menutup pintunya dengan kakinya. Baekhyun melangkahkan kakinya langsung memasuki kamarku kemudian merebahkanku di kasur.

“Kau mau kemana, oppa?” Tanyaku pelan, lebih tepatnya berbisik. Tenagaku seakan terkuras setelah menahan sakit perutku.

“Membuatkanmu makanan dan mengambilkan obat. Tidurlah dahulu disini, aku akan segera kembali.” Jawabnya lembut, sambil mengusap rambutku. Aku hanya mengangguk lalu memejamkan mataku.

Setelah beberapa saat aku dapat merasakan tubuhku diguncang. Mataku ku buka perlahan, perutku masih terasa sakit dan entah kenapa kepalaku berkunang-kunang.

“Rin-a, makanlah sedikit dan minum obatmu. Setelah itu kau bisa kembali tidur.” Suara Baekhyun terdengar begitu lembut. Ia membantuku duduk kemudian menyuapiku sesendok bubur.

“Aku bisa sendiri, oppa.

“Bagaimana bisa makan sendiri? Untuk duduk saja kau begitu lemah. Sudahlah, biarkan aku merawatmu malam ini.” Kata Baekhyun sambil menyodorkan sendok bubur itu kembali. Aku hanya pasrah dan mulai memakan suap demi suap yang diberikan oleh Baekhyun.

“Aku sudah kenyang.” Kataku saat Baekhyun menyodorkan sendok ke tiga. Ia kemudian menatapku, tatapannya seolah menyuruhku untuk makan satu sendok lagi. “Aku sudah benar-benar kenyang, oppa. Aku bisa saja memuntahkan semua isi perutku jika kau menyuruhku untuk makan lagi.”

“Jangan memuntahkannya lagi, baiklah aku mengalah. Sekarang minumlah ini.” Baekhyun menyodorkan sebuah pil. “Tidurlah, aku akan keluar sebentar.” Baekhyun melangkah keluar, namun aku segera menggenggam tangannya.

“Temani aku disini, jangan kemana-mana.” Pintaku. Aku tahu semua yang aku lakukan ini tidak benar. Aku seharusnya meminta putus dengan Baekhyun, bukannya memintanya untuk menemaniku disini.

Baekhyun menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan. Tak lama, ia mendudukan kembali dirinya ke sebelahku.

“Tidurlah, aku tidak akan pergi kemana-mana.” Jawab Baekhyun kemudian mengusap kembali kepalaku. Ia bersendandung kecil disebelahku, membuat mataku makin lama semakin berat, hingga aku terlelap.

Sinar matahari pagi menyeruak masuk kedalam kamarku membuat diriku mulai terusik. Aku membuka mataku perlahan, dapat aku rasakan sebuah tangan meggengam tanganku. Wajahnya tampak begitu lelah, matanya terpejam rapat, sepertinya ia masih berkelana dialam mimpinya.

Aku mengusap pelan rambut hitamnya, membuat tidurnya terusik. Matanya terbuka perlahan, lalu ia mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan sinar matahari yang sudah memenuhi kamar ini. Setelah bisa menyesuaikan, ia kemudian menatapku hangat.

“Apa perutmu masih sakit?” Tanyanya sambil tersenyum;Aku hanya menggeleng. “Syukurlah.” Katanya pelan.

“Maafkan aku karena aku memintamu untuk tidak pergi kemana-mana.”

“Kenapa minta maaf? Ini memang sudah tugasku sebagai pacarmu.” Ia menatapku begitu lembut, akankah aku bisa mengakhiri semua ini?

Oppa, bukankah sebaiknya kita akhiri saja semuanya disini?” Aku menundukan kepalaku, dapat aku rasakan genangan air di mataku.

TBC

Note’s: Maafkan author karena di chapter ini ceritanya masih pendek ☹. Sebagai permintaan maaf author, author minggu ini bakal update dua chapter , yeay! *heboh sendiri*. Di chapter selanjutnya juga akan ada pergantian sudut padang dari orang pertama ke orang ketiga. Semoga kalian tetap suka sama cerita author meski ada perubahan sudut pandang ya :*. Terima kasih sudah membaca cerita author, XOXO.

Iklan

6 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Reason Why I Life (Chapter 5)

    • Halo terima kasih sudah membaca ya!!! 😘😘😘
      Makasih loh udah restuin rin jadi pacarnya Baekhyun hehehehe. Rin bukannya tega tapi dia terpaksa wkwkwk hehehe. Ditunggu next chapter selanjutnya yaa 😗😗

  1. weeehh berasa kaya pho kasian sungrin. baekhyun juga kenapa begitu menyebalkan sungguh terlihat menyedihkan sungrin yang malang mingyu kemana uh lebih banyak adegan sungrin-mingyu dong biar kaya adik-kakak idaman walau bukan sedarah. awawaw.
    SEMANGAT BUAT NEXT CHAPTER YA KAK AKU TUNGGUIN ebih buat penasaran lagi dong kak bahasanya di perjelas biar bisa lebih berimajinasi seperti apa yg kakak bayangin

    • Haloo, makasih sudah membaca ya 😘😘😘
      mingyunya masih sibuk sayang, jadi gak keluar adik kakak idamannya
      Tunggu next chapter selanjutnya ya!!! Next chapter diupload minggu ini. 😘😘😘

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s