[KYUNGSOO BIRTHDAY PROJECT] Pride & Prejudice – s l y t h e j i n

timeline_20170126_175052

[KYUNGSOO BIRTHDAY PROJECT]

Pride & Prejudice

[ s l y t h e j i n ]

EXO Do Kyungsoo x Kyla (OC) | Twist | G | 495w

Disclaimer:
I only own the plot and OC. Cast sepenuhnya milik Tuhan YME.

“I stares at you–and I caught you staring back.”
.
.
.
.
.
.

“Arah pukul empat, Ky–dia menatapmu lagi,”

Aku mendesah, setengah risih dan selebihnya lantaran frustasi yang teramat. Terhitung empat belas kali bumi merampungkan rotasinya–dan selama itu pulalah pria dari kelas sebelah itu menatapiku tanpa henti.
Well, aku bukanlah jenis gadis yang mampu menyedot perhatian kaum adam hingga rela tak berkedip selama dua pekan. Pula, berkali-kali aku menguak dalam-dalam ingatanku–siapa tahu aku pernah mengenalnya entah bagaimana. Hasilnya nihil–sepanjang ingatanku, tak pernah sekalipun aku mengenal sosok dengan sepasang obsidian secemerlang pemuda itu.
Kecuali dua pekan terakhir ini.

.

.

.

.

.
Kali pertama aku menyadari tingkah ganjilnya adalah hari itu.
Langit kelabu. Seakan hendak bersiap untuk meneteskan butir-butir hujan ke tanah basah. Aku menghembuskan napas kasar–menyeka butir-butir gerimis dari wajahku. Sedetik kemudian, aroma hujan mengusai penciumanku, meninggalkan rasa damai bersama pohon besar yang menaungi tubuhku.
Namun, tiba-tiba pemuda itu datang dengan senyum manisnya. Menyodorkan lipatan payung berwarna merah melalui tangannya yang kebasahan.
“Mengapa menangis?”
Adalah kalimat pertama yang terlontar olehnya.
“Namaku Kyungsoo–Do Kyungsoo. Aku satu sekolah denganmu kalau kau penasaran.” Begitu ucapnya kala itu.
“Eh?–tapi, maksudnya–“
Senyum kembali mengudara. “Aku tidak berniat mengganggumu, sungguh! Hanya saja aku ingin bilang, pulanglah. Gadis sepertimu tidak seharusnya ada di sini sekarang.”
Aku membeku sejenak–meninggalkan hening yang merajai bersama kecipak air hujan yang semakin menderas.
Tak ayal, pertemuan singkat itu berefek dahsyat. Sepanjang sisa hari itu, aku tidak pernah absen memikirkannya–satu-satunya hal yang dapat membuat pikiranku rehat sejenak dari elegi akan kepergian sahabatku.

.

.

.

.

Hari-hari berikutnya, keganjilan pemuda itu semakin menjadi. Berkali-kali irisku bersirobok dengan miliknya yang terergok tengah menatapiku. Jika sudah begitu, ia akan tersenyum–lantas kembali melanjutkan aktivitas yang tengah digelutinya.
Sepersekian detik kemudian, ekor mataku kembali menangkap basah dirinya mencuri pandang ke arahku.
Aku berusaha mengacuhkannya–hingga kurasa pemuda itu semakin keterlaluan. Dua pekan berlalu, namun ia masih segan menghilangkan kebiasaan anehnya itu.
Musabab itulah kuputuskan untuk menanyainya langsung.

.

.

.

.

Siang semakin terik kala aku menangkap bayangan pemuda itu di bawah naungan pohon besar tempat kami pertama bertemu.
Bagai gulungan film yang diputar kembali, pemuda itu mengulas senyum–sama tulusnya dengan senyumnya di pertemuan pertama kami.
“Halo, Kyla.”
Aku baru menyadari–suaranya teramat merdu. Daun-daun bergemerisik sedikit kala ia mengucapkan namaku. Langit semakin biru, entah mana dari ketiganya yang membuatku mematung sepersekian detik sementara waktu berlalu.
Maka, aku tidak lagi membuang waktu. “Ada yang salah denganku? Kenapa–”
Kalimatku terputus oleh kekehannya. “Memangnya apa yang salah denganmu? Kecuali aku senang membual, kupikir tidak ada.”
Aku menatapnya semakin berani. “Lalu kenapa kamu menatapiku seperti itu? Jangan-jangan–kamu suka aku?”
Sedetik usai rentetan frasa itu ditelan udara, aku menyesalinya. Aku mengutuk diriku sendiri atas kecerobohan yang tak termaafkan.

Terlebih kala pemuda itu mengernyitkan dahi, tampak kesulitan mencerna kalimatku yang–memang–tidak masuk akal.
“Menatapmu? Siapa?”
Aku tengah bersiap mendebat perkataannya kala pemuda itu melangkahkan satu kaki menuju ke arahku–lantas memakukan tatapannya ke samping kiriku.
“Aku sedang memperingatkannya–gadis itu. Mengapa tak kunjung kembali ke duniamu?”
Refleks aku menoleh ke kiri–tak mampu menangkap apapun namun bulu kudukku meremang tanpa kuperintah.
fin.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s