[KAI BIRTHDAY PROJECT] Terlambat? – mariris

timeline_20170126_063900

[KAI BIRTHDAY PROJECT] Terlambat? – mariris
Kim Jongin, Do Kyungsoo, OC || Romance, Sad, Hurt || PG-17

Ah, kapan selesainya kelas ini? Aku melirik jam tanganku dan terbelalak. Satu jam lagi. Oh, kenapa masih lama sekali. Tapi, tiba-tiba saja bel berbunyi, tanda jam pelajaran terakhir sudah selesai.
“Oke, kita lanjutkan minggu depan. Jangan lupa tugas kalian.” Seraya Mrs. Han keluar dari kelas, suasana pun jadi riuh. Ya, kelas Mrs. Han membuat kami bosan. Sebenarnya aku suka pelajaran Bahasa Inggris, tapi gurunya yang membuat bosan.
Aku merebahkan kepalaku di atas meja. Karena kami kelas 12, setengah jam lagi akan ada tambahan pelajaran. Aku melihat jam tanganku, ada yang janggal. Ah, ternyata jarum jamnya sudah berhenti. Aku melepasnya, menyimpannya di dalam laci, dan memejamkan mata.
Aku memilih tidur di kelas sambil menunggu jam pelajaran tambahan dimulai. Baru beberapa detik memejamkan mata, ada seseorang yang menggangguku. Dia memijit-mijit punggungku dengan kedua telunjuknya. Aku mengacuhkannya, pasti si Kyungsoo. Tapi pijitan kecil itu tidak mau menyerah.
“Kyungsoo-ya, sudahlah. Aku mau tidur dulu.”
“Hei, ini aku.” Suara itu terasa familiar, dan bukan suara Kyungsoo. Aku membuka mata dan menoleh ke arah belakangku.
“Kim Jongin, ngapain kesini?” Di seberang pandanganku, ada Kim Jongin yang melambaikan tangannya kemudian memasang muka cemberut. Sambil mengedip-edipkan mata, aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat.
“Oh, jadi posisiku sudah tergantikan? Sekarang Kyungsoo ya. Aku cemburu, padahal lagi kangen.” Ah, aku juga kangen kamu Kim Jongin, kamu kemana saja?
Semenjak aku pacaran dengan Kyungsoo, Jongin menghilang dan tak pernah menemuiku sekalipun. Dulu, biasanya sewaktu istirahat, bahkan pulang sekolah, dia selalu ada menemani aku. Seluruh penjuru sekolah pun sampai memberikan cap pasangan teromantis pada kami. Tapi itu semua salah paham, karena aku lebih mencintai Kyungsoo, dan ternyata Kyungsoo pun juga membalas cintaku. Kyungsoo pun mengerti, aku hanya sekedar teman dengan Jongin, tak lebih. Jongin pun tahu karena selama ini aku selalu cerita tentang Kyungsoo. Sampai kejadian itu, hubunganku dengan Jongin disayangkan banyak pihak.
“Ih apaan sih Jongin, berlebihan. Kamu tuh yang kemana aja, nggak pernah menyapaku.” Aku mendorongnya pelan, tapi dia tak bergerak sedikitpun. Mataku mulai terasa panas.
“Ini lagi menyapa kamu, aku kangen, hehehe.” Senyum sumringahnya kembali terpancar. “Lagian, kamu kan sudah ada Kyungsoo, buat apa aku nemenin kamu, yang ada aku kena bogem mentah dari dia.” Lanjutnya tanpa menatapku. Aku merasakan hawa cemburu dari gestur tubuhnya. Maafkan aku Jongin, malah membuatmu tidak bahagia.
“Kamu ini, harusnya senang dan mendukungku. Bukannya cemburu seperti ini. Aku kan memang suka Kyungsoo dari dulu, kamu kan juga tahu.” Aku juga tak mau kalah debat darinya. Aku benar-benar merindukan suasana ini.
Tiba-tiba, tubuh Jongin mendekat. “Karena aku suka sama kamu, aku masih nggak rela kamu sama Kyungsoo, bukan sama aku.” Jawabnya dengan mimik wajah serius, sambil terus mendekatkan tubuhnya. Kini, tubuhku terpojok di dinding. Jarak antar muka, sampai bibir, tidak bisa dihitung lagi. Aku hanya bisa menutup mataku rapat.
Tak lama setelahnya, tubuhku digoncangkan keras. Aku membuka mata dan mendapati Kyungsoo di hadapanku kali ini. Tubuh Jongin kembali menghilang. Air mataku langsung meleleh, deras mengalir diantara pipiku.
“Sayang, kamu nggak apa-apa kan?” Aku tidak membalas pertanyaannya. Aku hanya bisa menghamburkan badanku ke pelukannya.
“Aku kangen Jongin.” Hanya itu yang terucap dari bibirku. Kyungsoo mengelus punggung dan rambutku, menenangkanku yang terpenting untuknya.
“Pulang sekolah nanti mampir sebentar ya. Jenguk Jongin.” Lanjut Kyungsoo lagi. Aku masih diam, mengangguk di pelukannya.
Kejadian itu, setahun yang lalu, aku menerima pernyataan cinta Do Kyungsoo. Dan di hari itu juga lah, aku harus kehilangan sahabatku, Kim Jongin. Raga dan nyawanya menghilang direnggut kecelakaan lalu lintas. Apakah mungkin dia sakit hati? Pasti. Sampai melampiaskannya dengan memacu kencang laju motor tanpa fokus.
Aku pun izin tidak mengikuti pelajaran tambahan. Diantar Kyungsoo, aku menjenguk Jongin di tempat peristirahatannya yang terakhir. Karangan bunga dan sekotak cokelat kesukaannya kutempatkan di dekat namanya.
Maafkan aku Kim Jongin karena sudah membuatmu seperti ini, dan terimakasih sudah merindukanku. Bahagialah disana, aku juga bahagia disini, walaupun bukan bersamamu.

End

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s