[KAI BIRTHDAY PROJECT] Please, No, Please

1485444332872.jpg

[KAI BIRTHDAY PROJECT] Please, No, Please – Hye Won (@its_someonee on wattpad)
Cast; Kai (Kim Jong In EXO) & He Jing / Kim Jung In (OC)
Genre   : Romance, sad, family, drama
Ranting: G

          Ini sudah kesekian kalinya mereka jalan bersama. Jing dan Kai, pada akhirnya sudah genap setahun menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Mereka saling mencintai satu sama lain sejak lama dan rasa cinta itu bertambah tiap harinya.

          Berawal saat Jing pulang ke kampung halamannya yaitu Korea, untuk meneruskan perguruan tinggi disana. Lalu dipertemukan dengan Kai oleh kakak sepupunya, Zhang Yixing dalam sebuah klub drama di Universitas.

          Kai adalah senior Jing, sekaligus sahabat Zhang Yixing, kakak sepupu dari Jing. Mereka tidak mengenal dan akrab pada awalnya. Mereka terlalu membesarkan harga diri. Bahkan sampai sekarang mereka belum tahu nama asli masing-masing. Lalu suatu hari, Yixing meminta Kai menemani Jing berkeliling Kota Seoul. Mulai dari hari itu, mereka menjadi sering pergi keluar bersama dan berakhir menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai.

          Kai terus menggenggam tangan Jing dengan erat dan terkadang memeluknya. Malam ini terlalu dingin untuk pergi keluar, tapi itu tak sebanding dengan hari special ini.

“Jing, aku ingin menikah saat usiaku menginjak 25 tahun” ujar Kai melepas tangan Jing.

“Oh kau ingin menikah muda, lalu?” udara dingin mungkin membuat Jing menjadi tidak pedulian.

“Itu setahun lagi, dan besok adalah hari wisudaku”

“Lalu ?”

“Haruskah kita mempertemukan orang tua kita saat wisudaku besok ?”

“Ya, mungkin” ujar Jing apa adanya. “Tunggu” dirasa ada yang ganjil dengan kalimat Kai, Jing membalikan badannya untuk melihat pria tersebut. “Apa yang- Astaga!” seru Jing histeris. Melihat kekasihnya berlutut, sembari menegadah cincin berlian dalam kotak bludru kecil ditangannya.

“Jing, menikahlah denganku…”

          Hari wisuda Kai tiba. Wisuda itu memakan waktu dari pagi hingga sore. Dan malamnya, adalah momen yang sangat dinantikan Kai dan Jing.

         Kai dan Ayah tercintanya duduk bersebelahan di sebuah kafetaria pinggir kota, menunggu kedatangan Jing dan Ibunya. Melihat anaknya yang gugup, sang Ayah mencoba menenangkan anak semata wayang-nya itu.

“Hei, tenanglah” ujar sang Ayah menenangkan.

“Ayah-“

Cling,….

          Seorang gadis dengan gaun putih pendek memasuki kafetaria tersebut. Itu Jing, dia terlihat sangat cantik dengan rambut panjang terurai yang menutupi lengan telanjangnya itu.

“Hai Om, aku He Jing” sapa Jing sembari mencium tangan Ayah Kai dengan lembut.

“Aku Tuan Kim. Waw, kau cantik sekali ! Ternyata kau hebat memilih pasangan, Jong In” seru Ayah Kai antusias.

“Jong-“

“Hai gadisku, dimana kekasihmu itu ?” suara nyaring wanita paruh baya memotong perkataan Jing. Itu adalah Ibu Jing yang baru saja tiba.

“Ibu, kemarilah!” Jing menuntun Ibunya pada Kai. “Ibu ini kekasihku, namanya-“

“Kim Jong Geun ?” ucap sang Ibu memotong kalimat Jing.

“Bukan Ibu, tapi-“

“Jung Soo In ?” ujar Ayah Kai yang kali ini memotong kalimat Jing.

“Tunggu, kalian sudah saling mengenal ?” ujar Jing lalu mengerutkan keningnya diikuti Kai yang juga nampak kebingungan.

“Dia adalah Ayahmu, Jung In! Kim Jong Geun adalah mantan suami Ibu yang merupakan Ayahmu! Kami berpisah saat aku mengandungmu dua bulan” seru Ibu Jing membulatkan matanya.

“Tunggu, jadi kau diam saja saat masih mengandung anak dariku ? Harusnya kau bilang agar aku mempertahankan pernikahan kita! Apa kau tidak sadar aku kesulitan menjaga Jong In sendirian ketika usianya yang belum genap dua tahun saat itu ?” seru Ayah Kai tak kalah heboh.

“Bagaimana bisa aku memberitahumu tentang kandunganku saat kau lebih peduli pada wanita penggoda itu ? Daripada aku sakit hati, lebih baik aku menyetujui perceraian itu!” suara Ibu meninggi.

Merasa bersalah, Ayah Kai melembutkan suaranya. “Ya aku tahu aku salah. Aku lemah dibawah wanita penggoda yang mengincar hartaku itu. Tapi tak lama setelah kita bercerai, aku membuangnya karena dia sangat licik. Lalu aku mencarimu kemana-mana tapi tak kutemukan satupun jejakmu. Kemana saja kau selama ini, Soo In ?”

“Aku pulang ke rumah kakakku di Bangkok. Mencari pekerjaan baru dan menyamarkan identitas, hanya untuk lepas darimu” suara Ibu kini melemah.

“Maafkan aku, Soo In. Kau menderita karena aku. Tapi aku juga menderita karena kehilangan wanita yang aku cintai” Ayah menggenggam tangan Ibu.

“Aku tahu perasaanmu, Jong Geun. Sama seperti apa yang aku rasakan” seketika mereka larut dalam suasana. Namun sebelum itu terjadi, Kai yang sedari tadi diam tiba-tiba menendang meja. Membuat semua orang yang ada disana terkejut.

“Apa-apaan kalian ini ? Egois sekali ! Kalian tidak berfikir tentang perasaan kami ? Kalian berpisah karena kesalahan kalian sendiri, yang sekarang bertemu dan ingin memulai ulang tanpa memikirkan kami ? Anak kalian yang terpisah dan tidak saling mengenal, lalu bertemu dan saling jatuh cinta. Dan dimana saat mereka ingin bahagia bersama tiba-tiba hancur hanya karena kesalahan kalian tanpa memikirkan nasib kami yang hampir mencapai kebahagiaannya ? Hah!” Kai sangat marah dan tak tertahankan. Badannya bergetar dan matanya membendung air yang siap keluar kapan saja.

          Kai beranjak dari tempatnya untuk membawa pergi Jing yang sudah sesak karena menangis dan lemah karena bergetar hebat sedari tadi, mengetahui fakta terpedih dalam hidupnya bahwa cinta mati-nya itu adalah kakak kandungnya sendiri. Mereka pergi menjauh sejauh mungkin mengabaikan kedua orang tuanya yang terus memanggil. Hingga mereka berhenti di taman yang cukup sepi, dan duduk di salah satu bangku disana. Jing berusaha mati-matian menghentikan tangisnya yang tersengal-sengal dan Kai berusaha agar tetap tenang.

“Jadi, He Jing. Nama aslimu adalah Kim Jung In. Adikku yang menghilang bersama Ibuku ?” ucap Kai mencengkram erat bangku taman.

“Dan kau adalah Kim Jong In, kakak kandungku yang terpisah dariku…” Jing nampaknya kurang berbakat dalam menahan emosi.

“Kau pasti tahu apa yang aku pikirkan, Jing” Kai nampak pasrah disana, membuat Jing kembali terisak.

“Lalu apa yang harus kita lakukan ?” dan Jing juga pasrah pada akhirnya.

Kai menundukan kepalanya sangat dalam.”Melihat situasi yang sudah tidak memungkinkan seperti ini, hanya ada satu jalan keluar”

Masih dengan air mata yang bercucuran, Jing berusaha menatap wajah Kai “Apa itu ?”

Kai mengangkat kepalanya dan menatap Jing dengan tajam “Memulai ulang semua”

           Memang apa yang kau harapkan ? Fakta bahwa kalian bersaudara adalah timpaan keras portal yang menghalangi jalan terakhir kalian. Membuat semua pencapaian dan perasaan kalian selama ini sia-sia. Yang bisa kalian lakukan hanyalah memulai ulang. Menghilangkan semua perasaan dan pencapaian itu, dan memulainya dari awal sebagai sesuatu yang baru.

Iklan

One thought on “[KAI BIRTHDAY PROJECT] Please, No, Please

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s