[D.O Birthday Project] Rose – Tamtam

mawar-merah

[KYUNGSOO BIRTHDAY PROJECT] Title : Rose || Author : Tamtam || Cast : Do Kyungsoo (EXO), Rose Kwon (OC), Byun Baekhyun (EXO) || Length : Ficlet || Genre : Dark || Rate : pg 15

~ ~ ~

Nafas itu terdengar lelah, hembusannya terdengar begitu berat. Do Kyungsoo, lelaki berperawakan tampan itu menghirup nafasnya dalam. Nyiur angin perlahan terdengar, seakan bisu namun alunan lembutnya serasa menemani keheningan yang tengah Kyungsoo rasakan. Lima belas menit lagi! Kyungsoo sekilas menatap jam pada tangan kanannya. Ia tersenyum sebentar sebelum meneruskan langkahnya yang sempat terhenti.

Kyungsoo membuka pintu didepannya saat sebuah ruang berada tempat dihadapannya. Ada seulas senyum yang hadir dibibir Kyungsoo saat dilihatnya semua teman dekatnya sudah berkumpul dan duduk pada kursinya masing-masing.

Ini mengejutkan sungguh Kyungsoo merasa sensasi tersendiri saat dilihatnya para sahabatnya berkumpul seperti ini. Seketika diingatnya bahwa hari ini merupakan hari kelahiran sahabat tercintanya, Park Chanyeol.

Kyungsoo memasuki ruang itu perlahan, matanya mengamati suasana yang terjadi disekitarnya. Begitu hidup. Begitu meriah. Begitu membahagiakan.

“Do Kyungsoo”.

Kyungsoo menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap seseorang yang telah memanggilnya. Disudut ruangan Baekhyun menyunggingkan sebuah senyuman , dengan perlahan lelaki bermata sipit itu mengampiri Kyungsoo kemudian merengkuhnya erat.

“Akhirnya kau kembali, kawan”.

Kyungsoo membalas pelukan Baekhyun, bertemu dan melihat teman lama seperti ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan, bukan sekedar asa yang menyesakkan dada.

Kyungsoo melihat lagi jam tangannya, saat jarum panjang hampir berada pada angka dua belas, Kyungsoo bergegas berjalan meninggalkan Baekhyun kemudian melangkah mendekati pintu keluar. Ketika Kyungsoo berada diambang pintu, lelaki itu membalikan badannya kemudian mengamati teman-temannya secara bergantian. Sebuah senyum disunggingkan Kyungsoo saat dilihatnya Baekhyun, Chanyeol, dan yang lainnya diselimuti merahnya mawar. Yap, Kyungsoo ingat betul bagaimana Chanyeol mencintai sang mawar. Lelaki tinggi itu amat mengilai harumnya mawar hingga rela mengubur Kyungsoo dalam pekatnya kelam. Benar! Park Chanyeol sangat mencintai mawar karena bunga itu menggambarkan wanita yang dipujanya, Rose Kwon.

“Do Kyungsoo, mengapa?”

Lirih suara milik Baekhyun masih terdengar jelas ditelinga Kyungsoo, dengan terduduk Baekhyun mengamati Kyungsoo perlahan. Sial! Seketika Baekhyun tersadar. Melihat Baekhyun yang menatapnya tak percaya Kyungsoo tertawa dengan kencangnya. Dengan gerak cepat dibuangnya pisau belati yang berada ditangannya, merahnya darah terlihat jelas pada kedua sisi pisau.

Lagi dan lagi Kyungsoo melihat sekitarnya, ini begitu membahagiakan bagaimana teman-temannya terduduk hingga terbaring tak berdaya karena racun yang ada pada harumnya mawar. Disudut ruangan Baekhyun menyentuh perutnya, menekan rasa sakit ketika pekatnya darah terus mengalir dari sana. Sial! Baekhyun terus mengumpat ketika tawa Kyungsoo terdengar diseluruh ruangan.

Memuakkan! Baekhyun tidak mengerti, bagaimana ia percaya dengan ajakan Kyungsoo saat lelaki itu menghubunginya lalu mengajaknya bertemu untuk merayakan ulang tahun Chanyeol. Dan juga ia tidak curiga ketika orang-orang terlihat begitu lunglai dan tidak berdaya ketika Kyungsoo menyuruh mereka menunggu di dalam ruangan karena lelaki bermata bulat itu akan mengambil suatu barang. Tidak! Baekhyun sadar ini tidak sepenuhnya kesalahan Kyungsoo. Baekhyun mengerti betul bagaimana sahabatnya itu amat menyayanginya  juga sahabatnya yang lain. Ketika manik hitam Kyungsoo kembali menatap Baekhyun, lelaki bermata sipit itu mengumpat dalam hatinya. Obsesi untuk memiliki sang mawar membuatnya buta. Obsesi pada gadis bernama Rose Kwon, membuat bagian dalam diri Kyungsoo mendominasi hingga kelam dengan hikmat merebut menjadikannya arah serta tujuan.

Dengan meremehkan, mata bulat itu kembali menatap Baekhyun yang semakin tidak berdaya. Ketika kesadaran Baekhyun perlahan menghilang sebuah perkataan mengantarkan Baekhyun pada akhir cerita hidupnya.

.

.

“Pergilah kau, tuan Byun. Sang hitam sudah menunggumu, salamkan aku pada kelamnya. Bilang bahwa Do Kyungsoo telah mati dan Sookyung adalah kehidupan yang semestinya”.

.

.

END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s