[KYUNGSOO BIRTHDAY PROJECT] Please Be Happy – Yuuki

timeline_20170125_205006

[KYUNGSOO BIRTHDAY PROJECT] Please Be Happy – Yuuki
Kyungsoo & OC// Friendship-Romance// G

Cahaya sang surya mulai menganyam khatulistiwa. Cahaya yang menembus melalui jendela menghiasi paras gadis yang fokusnya sedang melayang. Park Min Ah- gadis itu, Ia tampak menikmati terpaan semilir angin membelai halus kulit wajahnya, sesekali dengan nakal menerbangkan helaian surai miliknya.
“Minah” panggil seseorang
Fokus Minah kembali kala suara yang familiar masuk kedalam indera pendengaran. Iris coklatnya menatap pria yang sedang berdiri tidak jauh dari kursi yang ia tempati.
“Kyungsoo. Hai!” ucapnya riang.
“Ayo kita harus berangkat sekarang.” ajak pria yang diketahui bernama Kyunsoo itu.
Minah hanya menganggukkan kepalanya. Dengan segera ia mengikuti langkah Kyungsoo menuju mobil sport merah miliknya. Bibir ranumnya membentuk senyuman kala melihat sesosok pria yang disukainya sudah berada dalam mobil.
“Halo. BaekHyun.”
Langit semakin gelap dan waktu menunjukkan tengah malam. Minah yang tertidur di kursi belakang terusik oleh suara berisik kedua pria yang duduk dikursi depan.
“Lalu sekarang bagaimana?!” Terdengar suara yang teramat panik.
“Aku tidak tau Baek! Ini tidak bisa!” Satu lagi kepanikan yang didengar oleh Minah.
Minah menatap kosong kearah Kyungsoo yang panik sembari mengotak-atik mobil miliknya.
“Minah-“ Belum sempat ucapannya selesai, Minah hanya dapat melihat cahaya putih yang menyilaukan kedua matanya.

BRAAKKKKKKKK
Bunyi alat pendeteksi jantung menggema diruang serba putih. Seorang gadis dengan infusan terbaring di tempat tidur. Perlahan kelompak mata milik gadis itu terbuka. Matanya mengerjap agar irisnya dapat menyesuaikan dengan cahaya yang ada.
“Kyungsoo.” Panggilnya parau
“Minah! Kamu sudah sadar!” Ujar Kyungsoo dengan gembira
“Dimana Baekhyun, Soo?” Minah bertanya dengan lemah
“Ah- Baekhyun dia pergi bersama orang tuanya, Minah. Dia akan segera kembali tenang saja.” Jawab Kyungsoo dengan senyumannya.
Selama di rumah sakit Minah hanya ditemani oleh Kyungsoo. Bahkan hingga hari Minah keluar dari rumah sakit, Baekhyun tidak pernah menemuinya.
“Soo, saat kecelakaan waktu itu, bagaimana bisa kamu pulih begitu cepat?” tanya Minah ketika mereka sedang ditaman.
“Ah- itu aku juga tidak tahu.” Kyungsoo sedikit terbata saat menjawab pertanyaan Minah.
“Apakah Baekhyun marah sehingga ia tidak mau menemui kita lagi?” Tanya Minah lagi. Kali ini suaranya melemah.
Tanpa disadari air mata mulai menggenang dipelupuk mata Minah. Air mata itu perlahan mengalir membentuk sungai kecil diwajah cantiknya.
“Aku merindukannya Kyung.” Ucap Minah dengan isakkan.
“Kamu…. mencintainya?” Tanya Kyungsoo ragu.
Minah hanya terdiam. Lalu kemudian kepalanya membentuk sebuah anggukan. Kyungsoo terdiam saat melihat reaksi Minah. Kyungsoo menarik pelan Minah menuju ke arah mobilnya. Ia lalu menyetir menuju kesebuah tempat.
Sesampainya di tempat tujuannya. Kyungsoo dan Minah segera menaiki puncak tempat tersebut. Namsan Tower.
“Ini.” Kyungsoo memberikan gembok kepada Minah
“Ini untuk apa?” Minah memandangi gembok yang sekarang berada di tangannya.
“Untukmu, dan Baekhyun.” Kyungsoo tersenyum
Minah lalu mengambil spidol yang ia bawa dan mulai menggoreskan namanya dan juga Baekhyun. Kunci gemboknya ia lemparkan sejauh mungkin. Kyungsoo hanya tersenyum saat memandangi punggung Minah.
‘Aku mencintaimu, Minah’
Hari sudah gelap dan waktunya Kyungsoo dan Minah kembali pulang.
“Minah” Panggil Kyungsoo sebelum mereka masuk ke dalam mobil.
“Kamu ingat sekarang tanggal berapa?” Kyungsoo bertanya
“14 Juli?” Minah mengerutkan dahinya.
Tanpa menjawab Kyungsoo meraih tangan kiri Minah lalu menyematkan cicin perak dijari maninya.
“Silver day.” Ucap Kyungsoo sambil tersenyum. “Aku tau aku tidak bisa menggantikan Baekhyun. Tapi terimalah dan kamu harus percaya kalau aku akan selalu ada disisimu.” Lanjutnya.
“Terimakasih, Soo.” Ucap Minah dengan semburat merah di pipinya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang. Tiba-tiba sebuah truk melintas didepan mereka.

‘aku mencintaimu’
De javu?
Minah terbangun dengan nafas tersengal-sengal dan keringat yang mengaliri sekujur tubuhnya.
“Minah!” Seorang pria panik melihat kondisi Minah.
“Baek-Baekhyun?” Minah bertanya dengan wajah bingungnya.
“Ya? Ada apa?” Balas Baekhyun bertanya tidak kalah bingung.
“Bagaimana bisa?” Iris matanya mengedar mencari keberadaan Kyungsoo. “Dimana Kyungsoo?” tanyanya lagi.
“Minah. Tenang dulu. Kyungsoo, dia sudah tidak ada.” Ucap Baekhyun melemah.
“APA?! Apa maksudmu Baekhyun?! Ini sama sekali tidak lucu!” Minah melihat ke arah jari manisnya. “Lihat? Ini dari Kyungsoo, Baek! Dia memberikannya saat perjalanan pulang dari Namsan Tower!” Minah histeris.
“Namsan Tower? Apa maksudmu, Minah!? Kyungsoo sudah meninggal dan hanya kita yang selamat!” balas BaekHyun teriak. “Dia sudah pergi, Minah” lanjutnya melemah.
“Aku bersama dengannya, Baek.” Minah memukul dadanya yang terasa sesak. Ia menangis memeluk tangannya yang terdapat cincin pemberian Kyungsoo. Pikirannya kalut. Tidak mengerti akan semua ini.
Seorang gadis yang dibalut dress berwarna biru langit memasuki daerah yang terdapat banyak gundukan tanah. Langkahnya terhenti ketika ia berada di depan batu nisan dengan tulisan nama yang begitu ia kenal “DO KYUNGSOO”.
“Kyung, sekarang aku sudah mau menikah dengan Baekhyun, sahabat kita.” gadis itu menggenggam jemarinya, “Aku tau itu semua tidaklah nyata. Tetapi cincin yang kamu berikan ada padaku, Soo. Aku tidak tau bagaimana semua itu bisa terjadi. Apakah semua itu terjadi di ruang waktu lain?” ia beronolog. “Terima kasih sudah menemaniku disaat aku dirumah sakit, terimakasih sudah melindungiku, dan terimakasih sudah mencintaiku, Kyungie.”.
“Ini kah yang kau pilih?” ujar seseorang
“Ya, Jong.” Ucap Kyungsoo singkat.
“Kau tau seharusnya kamu masih dapat hidup kan, Do Kyungsoo?” Jongin-sang malaikat kematian memutar bola matanya.
“Ya. Tetapi bila Baekhyun meninggal. Aku yakin Minah tidak akan dapat lagi.” Kyungsoo tersenyum.
“Mengorbankan diri dan perasaan hanya untuk orang lain. Manusia sungguh sulit dipahami.” Tubuh Jongin perlahan menghilang
“Kau tidak akan tau betapa cinta akan mengubah segalanya, Jongin.”. Ia ingat betul bagaimana ia bertemu Jongin. Waktu itu ia harus memilih apa kah dia yang hidup, ataukah Baekhyun. Ia memilih Baekhyun dengan imbalan ia bisa mengutarkan perasaannya ke Minah. Perlahan sosok Kyungsoo mengabur. Selamanya menghilang.

‘Sebenarnya aku ingin menghentikan waktu
Aku ingin kamu terus bersinar seperti kenangan yang tidak akan pernah pudar
Tapi bagaimanapun aku menginginkannya
Waktu terus berputar tanpa henti
Aku ingin terus mengejarmu
Berada disisimu
Dan menginnjak banyanganmu
Aku yang ingin berada disisimu
Malah berada paling jauh darimu
Perlahan aku menutup mata dan melukisnya dalam hati
Aku bahagia
Telah bertemu
Dan jatuh cinta padamu’
“Aku mencintaimu, Minah.”

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s