[KAI BIRTHDAY PROJECT] Daisy – Nanoonakim

timeline_20170126_063513

[KAI BIRTHDAY PROJECT] Daisy-Nanoonakim
Kim Jongin & Ocs ǁ Romance ǁ General

“Aku mencarimu di perpustakaan, tapi kau tidak ada.” tanya Hanna sesaat setelah Nara berhasil melempar tasnya sampai jatuh.
“Aku baru saja menemui Sensei di ruangannya.”
“Kau bermasalah lagi? Nilai bahasa Jepangmu buruk?”
Nara menggeleng. “Aku tidak perlu ikut ujian perbaikan untuk semester ini.”
“Akhirnya… Tidak sia-sia Jongin mengajarimu.” Hanna melihat tangan kanan Nara yang menggenggam sesuatu.“Bunga daisy lagi?”
“Seperti biasa. Ah, iya.. kemana dia?”
“Dia sedang ke toilet. Dia akan mentraktir kita nanti. Kemarin dia berhasil menang taruhan basket dengan Kyungsoo CS.”
Hanna melihat sekeliling. “Lama sekali. Bukankah lima menit lagi bel masuk.”
“Biarkan saja. Lalu, ada apa kau mencariku?”
Hanna meletakkan novelnya. “Sepertinya aku menyukai Jongin. Aku ingin menyatakan perasaanku padanya. Tapi aku bingung bagaimana caranya.”
Raut wajah Nara seketika berubah. Dari sekian laki-laki yang menyukai Hanna, kenapa harus Jongin?
“Nara-ya, kau tidak mendengarkanku?” Hanna mengguncangkan tubuh Nara.
“Ah, maaf. Sepertinya aku tidak enak badan. Aku izin pulang lebih dulu.” Nara memasukkan buku-buku yang terjatuh saat dia melemparkan tasnya tadi.
“Kau bisa pulang sendiri? Aku akan meminta izin pada guru olahraga.”
Nara mengangguk dan bergegas meninggalkan Hanna. Dia semakin mempercepat langkahnya.
Brukk!!
“Nara?” seseorang berhasil menarik tangan Nara yang hampir saja limbung karena bertabrakan.
“Jongin?? Apa yang kau lakukan disini?”
“Harusnya aku yang bertanya. Apa yang kau lakukan disini?”
“Aku sedang tidak enak badan.”
“Wajahmu pucat. Aku akan mengantarmu pulang..”
“Tidak. Aku bisa pulang sendiri.”
“Tidak dengan keadaan seperti ini. Aku akan mengambil tasku.” Jongin baru sadar kalau keadaan di sekitarnya mulai sepi. “Sial. Pasti pelajaran selanjutnya sudah dimulai.”
“Aku akan mengantarkanmu sekarang. Ayo cepat. Sebelum guru piket melihat kita.”
Nara mengikuti langkah Jongin yang semakin cepat. Tidak sampai lima menit mereka berhasil keluar dari gerbang sekolah. Dan saat ini mereka tepat berada di taman dekat rumah Nara.
“Di sini saja. Aku lelah.”
“Baiklah.” Kai menyandarkan tubuhnya di bangku taman. “Aku sudah mengirim pesan pada Hanna untuk meminta izin pada guru olahraga.”
“Maaf, kau harus meninggalkan pelajaran olahraga. Padahal kau sangat menyukai pelajaran itu.”
“Tidak masalah. Aku bisa mengikuti jam tambahan nanti.”
“Jongin-ah, bagaimana kalau suatu saat nanti ada seseorang yang menyukaimu dan menyatakannya langsung padamu?”
“Padaku?” Jongin berpikir sejenak. “Kalau seseorang itu Hanna, pasti aku tidak akan menolaknya. Dan kalau itu kau, mungkin aku akan mempertimbangkannya. Asalkan kau benar-benar seorang perempuan.”
“Ya!! Aku ini benar-benar seorang perempuan.” Nara cemberut.
“Aku mengerti. Aku hanya bercanda… Hahaha… Kenapa ekspresi wajahmu lucu sekali. Tapi kenapa kau tiba-tiba menanyakannya?”
“Tidak apa-apa.” Nara menggeleng lalu beralih menatap Jongin ragu. “Besok hari pertama pembukaan taman kota. Mau pergi bersama?”
“Besok? Aku akan pergi dengan Hanna. Kau mau ikut?”
“Tidak. Kau pergi saja dengannya.” Nara menatap jam di tangannya. “Sepertinya aku harus cepat pulang. Kau juga harus kembali ke sekolah.”
“Kalau begitu, aku pergi dulu.” Jongin meninggalkan Nara sendiri.
Ah, mungkin dia harus mundur sekarang juga. Tentu saja Jongin akan lebih memilih Hanna daripada dirinya.
Nara berjalan dengan langkah gontai. Hari ini cukup membuatnya lelah.

******

“Maaf. Apa kau menunggu lama? Maafkan aku karena harus menggantikan Hanna.”
“Tidak apa-apa.” Jongin tersenyum. “Aku sudah tahu, karena aku yang memintanya.” gumam Jongin pelan.
“Kau berbicara sesuatu?”
“Tidak. Mungkin kau salah dengar. Kita langsung ke acara pembukaan taman saja.” ajak Jongin.
Acara pembukaan taman di hari pertama ini cukup ramai. Dan karena hari ini hari Sabtu, jadi banyak sekali yang datang bersama keluarga.
“Nara-ya, bisakah kita berbicara sambil berjalan?”
“Eum.” Nara mengangguk. “Apa yang ingin kau bicarakan?”
“Begini, mana yang kau pilih? Menerima pernyataan dari orang yang mencintaimu, atau menunggu orang yang kau cintai menyatakannya padamu?”
“Entahlah…” Nara menggantungkan kalimatnya. Ada jeda yang cukup lama diantara mereka berdua.
“Kalau begitu siapa namamu?” pertanyaan Jongin yang tiba-tiba membuatnya terkejut.
Nara menghentikan langkahnya sejenak. “Ada apa denganmu? Kau lupa namaku?”
“Jawab saja pertanyaanku.” Jongin mendekatkan wajahnya. Kini Nara bisa merasakan hembusan nafas Jongin karena jarak mereka sangatlah dekat. Dia juga bisa merasakan detak jantungnya yang semakin tak karuan. Wajahnya terdiam kaku.“Siapa namamu?”
“Nara Kim.”
“Nara Kim, Saranghae.”
“Huh? Kau sedang menyatakan cinta?” Dia melemaskan otot-otot wajahnya yang tegang. Ya ampun. Hampir saja ia tertipu dengan kata-kata itu.
“Tentu saja.” Jawab Jongin mantap. Seketika raut wajah Jongin berubah menjadi serius.
“Aa, lucu sekali.” Nara jelas tidak percaya. Walaupun sedikit takut dengan raut wajah itu.
“Mau ciuman?” Jackpot! Lagi-lagi Jongin berhasil membuat Nara berdecak tak percaya. Antara geli dan takjub dengan sikap Jongin yang tiba-tiba begini.
“Tidak.” Nara menggeleng. Hari ini Jongin aneh. Tidak seperti biasanya. Apakah dia sedang menyatakan cinta? Bagaimana dengan Hanna? Bukankah Hanna menyatakan perasaannya?
“Kalau begitu lain kali saja. Lain kali.”
“Apa yang kau lakukan? Kau salah minum obat? Atau jangan-jangan kau amnesia?”
Jongin menggeleng. “Tidak” Dia melangkah pergi. “Aku akan membeli tiket masuk. Temui aku di kedai es krim dekat taman.” Lalu dia berlalu begitu saja.
Nara memegang kepalanya yang benar-benar sakit sekarang. Baru saja. Akibat dari perbuatan laki-laki aneh bernama Kim Jongin itu.
Saat ini Nara duduk di kedai es krim di dekat taman. Hampir lima belas menit dia menunggu Jongin. Dia termenung sambil memandangi orang yang berlalu lalang di hadapannya. Dia terus memikirkan pernyataan Jongin tadi.
“Kau sudah memesan sesuatu?” suara Jongin membuyarkan lamunannya. Nara menggeleng pelan.
“Ini. Aku membelikanmu es krim cokelat.” Jongin memberikannya pada Nara.
“Em.. soal tadi..” ujar Nara. “Apa kau benar-benar…”
“Apakah sekarang kau mau…berciuman?”
“Ya!!! Kim Jongin!!”
Jongin tertawa keras. “Lihatlah wajahmu.”
“Sebenarnya, aku ingin mengajakmu hari ini. Kemarin aku menemui Hanna dan memintanya untuk membantuku. Aku tidak tahu kalau ternyata pada saat itu Hanna menyatakan perasaannya.”
“Lalu kau menolaknya? Tapi kau pernah bilang kalau kau akan….”
Jongin menggeleng. “Soal tadi, aku benar-benar serius.” Dia memberikan sesuatu pada Nara. “Aku bukan orang yang romantis. Tapi kau bisa mengartikannya lewat bunga ini. Bunga Daisy. Kau tahu artinya, kan?” Jongin beranjak dari tempat duduknya.
“Apakah kau yang memberikan bunga ini setiap hari?”
“Kau menyadarinya?”
“Jadi?” Nara meminta kepastian.
“Jadi, kau ingin berciuman sekarang? Di depan banyak orang?”
“Tidak!”
“Baiklah!! Yang penting aku sudah menyatakannya. Ayo!! Sebentar lagi acara pembukaannya akan dimulai.” Jongin menggenggam tangan Nara erat.

*****

Iklan

Satu pemikiran pada “[KAI BIRTHDAY PROJECT] Daisy – Nanoonakim

  1. haha jongin keanya pen banger yaa ciuman sama nara:v
    sini jong cium aku aja hehe *plak ditampar author :v

    lucu thor
    #keep writing

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s