[KYUNGSOO BIRTHDAY PROJECT] FIND

1485442847826.jpg

[KYUNGSOO BIRTHDAY PROJECT] FIND – Rhifaery
Kyungsoo & Heera || Romance, Fluff || G

Temui dia jam 4 di taman!
Notes itu tertempel di pintu kulkas, terbaca oleh Kyungsoo bahkan sebelum pria itu mengambil minum. Perbuatan siapa lagi kalau bukan eommanya. Bahkan sebelum kembali ke Busan, wanita paruh baya itu sempat-sempatnya mengatur pertemuan untuknya. Hanya untuk yang terakhir, Kyungsoo akan bersedia menuruti eommanya itu pun jika gadis yang dicarikan benar-benar tipenya.


“Kenapa cemberut, masalah eomma-mu lagi?” Jongin sepupunya menyapa sekaligus membaca notes itu. Tak ayal, tawa pun segera menyembur disertai cipratan air minum yang keluar dari mulutnya. “Eommamu benar-benar ingin kau cepat laku.”
Cepat-cepat Kyungsoo berlalu, dibanding mendengar semua sindirannya, Kyungsoo tentulah memilih mencabut rumput tetangga. “Tidakkah kau pikir itu menyedihkan, kau sudah berumur 24 tahun dan belum pernah punya kekasih?” Cercanya yang masih tidak digubris Kyungsoo.
“Jika kau membutuhkan modal, aku bisa membantumu. Lihat aku punya mobil, kau bisa meminjamnya untuk berkencan, baju bermerk, sepatu mengkilap, semuanya un…-
“Bolehkan aku pinjam kekasihmu saja?” Ucapnya spontan dan membuat Jongin langsung bisu. Tangannya meraba-raba benda di belakangnya, namun belum sempat melemparnya, Kyungsoo sudah memilih lari. “Woy… Krystal bukan barang yang bisa seenaknya kau pinjam!!” Teriaknya dari dalam. Agak geli melihat bagaimana ekspresi Jongin meskipun niat Kyungsoo adalah candaan semata, tanpa memungkiri betapa cantiknya kekasihnya itu.
Sebenarnya masalah Kyungsoo tidaklah serumit itu. Jomblo 24 tahun, itu akan memalukan tanpa wajah lumayan tampannya atau otak cermerlangnya. Anggaplah bahwa dia terlalu pemilih. Wanita ini kurang cantik, kurang sexy, banyak bicara dan ribuan alasan agar dia menolak wanita yang dikenalkan ibunya. Seperti hari ini, Kyungsoo juga bersiap-siap menolaknya. Tidak, jangan berpikir bahwa Kyungsoo kelainan jiwa, homo iatau apalah itu. Kyungsoo masih sehat. Bahkan dia bisa berpikir Krystal cantik dan ingin menemukan wanita sepertinya.
“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?” Sapaan lembut tiba-tiba terdengar di telinga Kyungsoo. Ia merasa bodoh karena sudah salah memasuki toko. Bukannya menuju ke toko makanan anjing, dia justru masuk ke toko bunga.
“Kami melayani jenis bunga yang akan anda cari, untuk kekasih, calon kekasih, mantan kekasih, kekasih yang marah, yang sakit, yang minta putus atau untuk kekasih gelap semua akan kami layani.”
Baru kali ini Kyungsoo mendengar tawaran seaneh itu. Matanya menatap sekilas di name tag Si Pegawai. Lee Heraa. Cerewet, pendek, sekalipun dia memiliki kulit seputih susu. Kyungsoo tidak tertarik!
“Anda…. – Ucapnya setengah memincingkan mata – “Mau mencari bunga untuk rekan kencan buta yah?” Mata Kyungsoo membulat. Bagaimana dia bisa tahu, karena yang dilakukan Kyungsoo adalah memeriksa keningnya, siapa tahu tulisan tersebut memang ada.
“Aku bisa tahu apa yang dipikirkan pelanggan dari pertama kali menginjak di toko ini. Baiklah, ikuti aku!” Gadis itu berjalan, menarik tangan Kyungsoo untuk mengikutinya dari belakang. Semakin ke dalam, memutari pot berisikan bunga berwarna-warni. Sangat indah dan menyejukkan mata.
“YA! Lepaskan aku, sebenarnya aku salah masuk toko, aku tidak membeli bunga dan seperti katamu aku tidak sedang kencan buta.” Ucapnya setengah berbohong. Tentu saja, dia tidak berbohong pada bagian awalnya, kecuali bagian setelahnya, gadis itu benar.
Kyungsoo baru saja beranjak ingin keluar kalau tidak ada sms dari eomma-nya yang menyuruhnya membawa sesuatu untuk gadis itu. Benar-benar merepotkan. Bahkan di kencan-kencan sebelumnya Kyungsoo tak pernah membawa apa-apa. Mau tidak mau dia pun segera berbalik arah dan disambut cengiran tolol dari pegawainya, “Baiklah, bawahkan aku bunga yang bagus dan… murah!”
***

“Kau akan bertemu dimana?” Tanya Heraa basa-basi. Dia baru saja memilihkan beberapa bunga Lily kemudian membungkusnya dengan rapi. Sambil menunggu selesai, apa salahnya mengajak pelanggan pertamanya itu mengobrol.
“Taman!” Jawabnya cepat. Pria yang tidak asyik. Berani bertaruh, itu bukan tipe Heraa.
“Itu bagus, akan kubuat wanitamu bahagia mendapatkannya.” Ucapnya semangat. Padahal itu sama sekali bukan urusannya. “Tapi tuan, kau harus merapikan rambutmu sedikit, yah agak ke samping,  begitu lebih baik.”
Seolah dibodohi Kyungsoo mau-maunya saja menuruti ucapannya. Tapi memang benar, rambutnya tadi sedikit berantakan dan harus dirapikan.
“Apa ini kencan pertamamu?” Heraa bertanya lagi.
“Tidak juga.”
“Jadi apa kau sering ditolak?” Sekalipun terdengar tidak sopan, Heraa tetap mengatakannya. Ia ingin mengetahui bagaimana reaksi pria ini. Disusul pertanyaan selanjutnya, apakah wanitamu cantik? Apa ini yang special? Kuharap kau diterima tuan? Dan semua pertanyaan absurd lainnya hingga membuatnya kesal.
“Bisakah kau lebih cepat mengerjakannya?” Ujarnya sedikit emosi.
Heera tersenyum. Senyum senang seolah melihat mainannya mulai bekerja. “Apa kau tahu, wanita mempunyai tiga saat bahagia dalam hidupnya. Pertama adalah saat dia lahir ke dunia, kedua saat dia mendapat tanda-tanda kedewasaannya dan ketiga adalah saat dia bertemu seorang pria. Jika kau berhasil menyentuh yang ketiga, kau mungkin akan mendapatkannya?”
Entah mengapa ini menjadi lebih serius. Kyungsoo bahkan menatap mata gadis itu guna mencari kepastian ucapannya, “Bagaimana jika aku sendiri yang tak ingin mendapatkannya?” Kyungsoo memang tak berharap bahwa pertemuan ini berhasil. Eommanya selalu membujuk, gadis ini cantik, gadis ini cerdas, kau tidak akan kecewa dengannya, yang sejujurnya agak membuat Kyungsoo sedikit tertipu. Sehingga tak ada alasan lain kecuali menurutinya.
“Jika kau tak ingin mendapatkannya kau tak perlu memberikannya bunga.” Lagi-lagi menyempatkan untuk tersenyum.
Membuat seketika Kyungsoo berhenti berdetak menerima senyum manis itu. Beruntung dia sangat pandai mengembalikan keadaan, “Aku hanya sedikit memberimu keuntungan.”
“Kau hanya tidak tahu bagaimana wanita bahagia, jika kau sudah melihatnya kau pasti ingin menukarkan apapun yang kau miliki untuk melihatnya lagi dan lagi.”
Kyungsoo pikir diantara semua wanita di dunia ini, mungkin dia adalah yang paling naif. Ucapannya persis pujangga di abad 19 yang selalu mendamba-dambahan wanita. Tanpa berpikir bahwa pria pun membutuhkannya juga.
“Jika kau yang mendapatkannya apa kau bahagia?” Ucapan pelan itu meluncur begitu saja dari mulutnya. Dipandanginya Heraa, sama sekali tak memberikan reaksi. Pertanda bahwa gadis itu tidak benar-benar mendengarnya.
“Baiklah, sudah selesai. Berikan padanya, maka dia akan lebih bahagia dariku.” Ucapnya begitu mengejutkan. Keringat dingin keluar melalui pelipis. Kyungsoo tak sadar, apakah saat ini dia mengalami sindrom salah tingkah. Bahkan saat memberikan uang pun tangannya terasa dingin. Sampai saatnya Kyungsoo tiba di ujung pintu bersiap keluar, gadis itu pun dengan lantangnya berteriak, “Tuan, fighting!!!”
Kyungsoo yang mendengarnya tidak serta merta bergerak. Merasa sesuatu menunggunya saat dia memutuskan berbalik arah dan kembali ke tempat semula. Perempuan yang ingin dibuatnya bahagia.
Kyungsoo menemukannya….
***

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s