[EXOFFI FREELANCE] To Love You More (Chapter 5)

to-love-you-more

Tittle/judul fanfic: To Love You More

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Psychology, sad, Self Hurt, Family

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Park Chanyeol(EXO), Kim Hana (OC), Xi Luhan (Singer), Jung Junmyeon (SUHO EXO)

 

Supporting Cast :

EXO member, Jessica Jung (SNSD)

 

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17 ( www.wattpad.com/leehaera17 ), semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun, jangan lupa Comment dan Vote di wattpad Author

 

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1, ID line : authornim94, twitter : @rawraw_c_raw, pengumuman akan di BM di BBM dan di twitter.

Enjoy!

“Kau terlihat cantik saat kaget,” Hana tertegum.

“Bagaimana mungkin..”

Hana tidak bisa berkata – kata lagi, ia berdiri dari tempat duduknya dan siap untuk melakah pergi jika saja Chanyeol tidak menarik tangannya,

“Aku belum selesai berbicara! ” Chanyeol sedikir mengeraskan kepalan tangannya,

“Aku bisa menjelaskan semuanya dan aku membutuhkan bantuanmu karena kau mengetahui Laki – laki itu melebihku dan Hyung memberikan jalan pintas untukku”

“Laki – laki ? maksutmu Luhan ?”

“Benar…”

“Kau hanya ingin memperalatku, kau benar – benar jahat, Chanyeol-sshi,”

“Karena saat ini hanya kau yang mampu membuatku percaya.”

Hana terdiam, ia berusaha untuk mencerna perkataan demi perkataan Chanyeol yang kian membuatnya lemah kerap kali memandang mata laki – laki itu dalam diam. Hana memutuskan untuk kembali duduk dan Chanyeol mulai melipat kedua tangannya di depan tubuhnya,

“Seperti yang kau ketahui, Luhan adalah kakak angkatku, semua ini bermula 2 tahun lalu, kecelakan di hari pernikahanku dengan Sandara, saat itu hujan lebat, aku mengalami kecelakan dan Sandara pergi menginggalkanku selamanya. Setelah aku tersadar di rumah sakit, orang pertama yang aku lihat adalah Luhan, laki – laki itu awalnya terlihat begitu kaget menyadari bahwa aku tersadar dari koma panjang, dengan cepat Luhan mengambil sebuah suntikan dari dalam tasnya dan memandangku mengatakan aku harus mati, untung saja saat itu seorang perawat masuk dan membuka pintu kamar rawat inapku dan Luhan tidak jadi membunuhku, benar adanya bahwa aku terpuruk dalam kondisi yang parah, aku masih takut akan hujan, aku masih takut akan pandangan orang lain di luar sana, tapi setelah mengetahui sebuah berita mencengangkan bahwa mobil yang ku bawa di rusak oleh seseorang, aku berusaha bangkit dari keterpurukanku sendiri dan sekarang aku berada di kondisi yang lebih baik, aku masih terus meminum obat anti depresiku dan selalu mencoba tenang dengan mendengarkan lagu klasik, walaupun saat melihat laki – laki itu, tubuhku masih bergetar hebat tanpa sebab, tapi aku yakin suatu saat aku bisa mengalahkannya dan kembali ke posisiku dan kau.. ” Chanyeol mencoba menenangkan pikirannya dengan menghentikan ceritnya,

“kau orang pertama yang membuat aku nyaman selain Ahjumma juga Xiumin Hyung,”

Suasana menjadi hening kembali, begitu juga Hana yang kini menyesali dirinya yang ternyata pernah menjadi pacar seorang pembunuh seperti Luhan.

“Aku… tidak ingin ikut campur dalam hal seperti ini, cukup sudah semua yang pernah ia lakukan kepadaku, aku tidak akan bisa menolongmu, kau cari saja wanita yang sekarang menjadi tunangannya,” Hana berbicara tenang.

“Tidak.. aku sudah memutuskan bahwa kau adalah wanita yang bisa di percaya, jadi aku akan tetap pada keputusanku, kau adalah orang yang aku pilih untuk menjalankan misiku,” Chanyeol mencoba tenang dan tangannya mencoba mencari selembar kertas yang ia siapkan sebelumnya.

“Memangnya apa yang kau dapat dari semua ini, mengapa harus aku yang menjadi sasarannya?” Hana menerima kertas yang Chanyeol berikan padanya.

“Itu karena kau adalah seseorang yang tau tentang Luhan melebihi aku dan kedua, kau seorang wanita.”

“Lalu apa hubungannya?”

“Karena aku akan memintamu menikah denganku.”

“Apa? Menikah? apa aku tidak salah dengar.”

“Hanya itu adalah satu – satunya cara agar aku bisa kembali ke posisiku.”

“Bagaimana mungkin?”

“Kau akan menjadi alasanku untuk kembali ke posisi itu,” Chanyeol dengan mudahnya memberikan setiap alasan yang sudah ia siapkan.

“Bagaimana, apa kau setuju?” Chanyeol kembali bertanya.

“aku…”

“aku tidak punya waktu lama nyonya, apa kau bisa cepat sedikit?” Chanyeol kembali berkata,

Hana kembali memegang pulpen yang Chanyeol siapkan, ia kembali memandang kertas perjanjian itu.

“Apa yang akan terjadi padaku sekarang?” Hana bertanya pada hatinya sendiri setelah menanda tangani surat itu dengan tangan bergetar.

Chanyeol mengambil kembali surat itu dan menandatangi kolom yang sudah di siapkan dan memasukan document tersebut ke dalam tas tangannya.

“Baiklah… aku akan memberikan instruksi selanjutnya, mulai sekarang kau adalah kekasihku, bersikaplah manis dan terlihat seperti kau benar – benar jatuh cinta padaku dan.. ”

“Sebenarnya… apa kau lupa, Suho-sshi pernah mengatakan padaku bahwa aku tidak boleh jatuh cinta padamu dan apa yang harus aku lakukan saat Suho berada di sekitar kita,”

“Jangan cemas, kau tidak perlu khawatir tentang Suho, laki – laki itu mempunyai hati yang begitu baik,” Chanyeol menjelaskan.

“Apa kau yakin ini semua akan berhasil?” Hana bertanya bingung.

“kau harus tau, bahwa sampai sekarang Luhan masih terus menyimpan photo kalian berdua di ruang kerjanya, jadi ku rasa Luhan masih terus menyayangimu”

“Jangan bercanda, kau tau kan bahwa ia meninggalkanku demi seorang wanita lain,” Hana menertawakan dirinya sendiri.

Tiba – tiba Chanyeol berdiri dari kursinya dan menarik lembut tangan Hana,

Hana hanya mengikuti kemauan Chanyeol, ia benar – benar tidak bisa berdebat sekarang.

Chanyeol menggenggam telapak tangan Hana dengan lembut, mereka berjalan menuju pinggir pagar perumahan megah itu.

“tersenyumlah.. seseorang akan mengambil foto kita,” Chanyeol berbicara,

“apa maksutmu?”

“paparazzi, orang – orang yang selalu ada di sekitar rumahku dan aku memanfaatkannya.”

Chanyeol merubah posisinya berhadapan dengan Hana,

“di mana senyum manismu?” Chanyeol menyentuh pipi Hana pelan.

“Baiklah sudah cukup, saatnya kita kembali kedalam rumah,” Chanyeol kembali berkata dan menuntun Hana masuk kedalam rumah.

“Chanyeol-aa, dari mana saja kau?” Suho terlihat khawatir.

Chanyeol memulai aksi actingnya, ia berpura – pura seperti tidak mengerti tentang keadaan yang ada,

“kami.. berjalan – jalan di taman belakang,” Hana berkata dengan pelan.

“Hana-sshi, ini sudah lewat dari jam tidur tuan muda, bagaimana mungkin kau ! ”

“hyung,” tiba – tiba suara Chanyeol membuat Suho tertegun,

“kau..” Suho mencoba mencerna apa yang terjadi, dengan keadaan itu, Chanyeol pergi dari tempatnya.

“hyung? Ia benar – benar memanggilku hyung tadi…” Suho tersenyum.

~To Love You More~

Hari – hari berlalu di rumah besar itu, sudah 2 hari lamanya Hana maupun Chanyeol menyusun rencana yang mereka harap bisa mengambil perusahaan itu dari tangan Luhan dan hari ini adalah pertemuan Chanyeol juga Hana dengan seseorang yang bernama Byun Baekhyun, laki – laki itu adalah seorang Detective ternama sekaligus teman dekat Chanyeol saat laki – laki menjalankan studinya di America beberapa tahun silam.

Rumah yang cukup sepi membuat akses masuk Baekhyun begitu mudah di temani oleh Xiumin yang sepertinya sudah terbiasa dengan keadaan.

“Chanyeol-aa!” laki – laki dengan gaya rambut rapih dan kacamata bulat memasuki sebuah ruangan.

“Baek-aa, apa kabar?” Chanyeol menjawab kata – kata laki – laki itu dan memeluknya erat.

“Aku baik – baik saja, kau yang bagaimana?” Baekhyun bertanya.

“permisi,” Hana membahwa nampan berisi 3 gelas teh hangat kedalam ruangan.

“kau?” Baekhyun bertanya dengan nada bingung,

“Apa yang kau lakukan di sini?” Baekhyun kembali bertanya pada Hana yang sepertinya terlihat bingung,

“Apakah saya mengenal anda?”

“Kau juga harus mendengar apa yang akan Baekhyun jelaskan,” Chanyeol memanggil Hana untuk duduk di dalam ruangan itu.

Dengan hati – hati Hana duduk di bangku yang terlihat masih kosong.

“Apa yang aku dapatkan?” Chanyeol membuka meeting kecil itu.

“Ini,” Baekhyun memberikan sebuah photo CCTV hitam putih,

“Foto ini di ambil saat 1 jam sebelum Sandara dan kau memasuki mobil itu,” Baekhyun kembali menjelaskan.

“Apa kau sudah menyelidiki orang ini?” Chanyeol terus memperhatikan wajah laki – laki yang terlihat begitu blur dan sama sekali tidak jelas.

“aku mencoba melacak laki – laki itu, tapi sampai sekarang aku tidak bisa mendapatkan apa – apa,” Baekhyun melanjutkan.

“apa yang harus aku lakukan?” Chanyeol bertanya,

“kau hanya harus berfikir tenang dan mencoba mengingat jika saja kau pernah melihat laki – laki yang ada di foto itu,” Baekhyun kembali menjawab.

“Chanyeol-aa, apapun yang terjadi di hari pernikahanmu, memang mungkin ada sangkut pautnya dengan Luhan, tapi apakah kau berfikir sesuatu yang janggal sebenarnya terjadi, laki – laki itu tidak melakukan semua ini sendiri, pasti ada seseorang yang menyuruhnya untuk melakukan semua ini,” Baekhyun menjelaskan theory-nya.

Ruangan itu menjadi sangat hening, semuanya terfokus dalam pikiran mereka masing – masing, Hana yang mendengar semuanya menjadi sangat takut jika suatu saat ia harus berhadapan dengan Laki – laki itu lagi, tidak… ia tidak ingin itu semua terjadi, hatinya tidak akan bisa menanggung semuanya, ia tidak akan bisa berkata – kata lagi jika suatu saat mata indah itu memandangnya seperti dulu.

“Hana-sshi, apa kau yakin ini bukan Luhan?” Baekhyun bertanya sambil menunjukan foto yang ia bawa,

Hana memperhatikan siluet laki – laki dengan topi itu,

”bukan,” jawab Hana mantap,

“itu bukan Luhan,” Hana kembali menjawab.

“aku juga yakin bahwa ini bukan Luhan, itu mengapa aku ingin meyakinkanmu bahwa mungkin saja, bukan Luhan orang yang sengaja merusak mobilmu,” Baekhyun kembali berkata.

“Aku tidak tau Baek, kau tau aku tidak bisa mengingat semuanya dengan jelas.”

“Jangan khawatir, aku tidak memaksamu untuk mengingat apapun, aku hanya berharap suatu hari kau bisa memberiku petunjuk baru.”

“Sepertinya aku harus pergi sekarang,” Baekhyun melihat jam tangannya dan mulai membereskan tasnya dengan cepat.

“Sampai jumpa lagi Chanyeol-aa, aku harap aku bisa memberikan berita baik padamu secepatnya,” Baekhyun memberikan pelukan terakhirnya.

“Hana-sshi, jaga Chanyeol baik – baik,” Baekhyun berpesan pada Hana yang berdiri di ambang pintu menyambut kepergian Baekhyun.

 

“ tentu saja, Baekhyun-sshi,” Hana memberi senyumnya.

Di sisi lain perkotaan Seoul siang itu, seorang laki – laki dengan rambut pirang mengetuk ngetuk pulpennya di meja kerjanya,

“Luhan-sshi, apakah anda membutuhkan sesuatu?” Seorang wanita memasuki ruangannya dengan hills tingginya.

“Apa hari ini aku ada jadwal meeting?”

“Hari ini ada mempunyai jadwal kosong tuan.”

“Baiklah aku akan keluar sebentar.”

“Baik tuan,” wanita itu menundukan kepala menyambut kepergian Luhan dari ruangannya.

Laki – laki beralih ke tempat parkir dan memasuki sebuah mobil mewah yang membawanya pagi ini ke kantor, ia menyetir mobil berwarna merah itu dengan kecepatan sedang, ia ingin menikmati suasana di kota gangnam yang menjadi jantung kota Seoul seperti biasanya.

Matanya menyisir deretan toko – toko yang ada di kiri dan kanan mobilnya, deretan toko baju yang membuat matanya terasa pedas saat mengingat semua kenangannya,

Kenangan?
kenangan apa yang ada di pikiran Luhan saat ini?
tentu… kenangan manis yang membuatnya ingin sekali memutar waktu.

“Hana-yaa, apa yang kau lakukan dengan laki – laki itu,” Luhan memulai keluhannya,

Mobilnya terhenti di pinggir jalan yang kucup padat itu, ia menutup rapat – rapat matanya, ia tidak bisa melanjutkan apa yang tadi harusnya menjadi targetnya untuk makan di restaurant favorite-nya.

Otaknya memutar semua kenangan itu, kenangan yang selalu membuatnya untuk tetap menjadi orang jahat dalam hidupnya sendiri,

Siapa yang ingin menjadi pemeran antagonis dalam sebuah drama?

Tidak ada yang berharap untuk melakukan kesalahan dalam hidupnya, jika saja ia bisa menjadi orang yang sedikit berani untuk menantang hidupnya sendiri.

“JIKA KAU MASIH BERTEMU DENGAN WANITA ITU, AKU YANG AKAN MEMBUNUHNYA DI DEPAN MATAMU!”

“Aku melakukan apapun yang kau inginkan, hanya untuk kali ini saja, biarkan aku memilih wanita itu menjadi kekasihku!”

“APA KAU LUPA APA TUJUAN UTAMAMU?”

Semua kata – kata itu terus menjadi hatu dalam hidup Luhan,

“tidak… kau tidak bisa memberikanmu padanya, tolonglah… siapapun.. tapi jangan dia.. jangan Chanyeol,” hati Luhan hanya terus mencaci setiap keadaan yang ada.

Tok – tok – tok..

Kaca mobil laki – laki itu di ketuk dari luar,

“Tuan, ada tidak bisa parkir di sini,” seorang wanita tua dengan pakaian penyapu jalan memberi peringatan pada Luhan.

“Ah.. maafkan aku,”Luhan hanya menundukan kepalanya dan mulai mengendarai mobilnya, ia memutuskan untuk berhenti di sebuah restaurant yang terlihat tidak terlalu ramai.

“selamat siang tuan, untuk berapa orang?” seorang wanita cantik menyambut kedatangan Luhan,

“aku sendirian,” Luhan menjawab.

“benarkah? Sayang sekali laki – laki setampan anda makan siang sendirian,” wanita itu sedikit tersenyum dan di balas dengan senyum manis dari wajah Luhan, untuk kali ini saja, untuk saat ini saja, ia tidak ingin menjadi si Luhan yang haus akan kekuasaan, ia menginginkan dirinya yang hangat dan tersenyum pada semua orang.

Akhirnya sebuah meja dengan dua kursi menjadi tempat Luhan menyantap makan siangnnya hari ini, begitu sepi dan sunyi, hanya dirinya dan pikirannya yang menjalar ke semua area dalam ingatannya.

Matanya menyisir ruangan saat pintu masuk ruangan terbuka lebar dan menapakan seorang wanita memasuki ruangan dengan seorang laki – laki berparas tinggi yang mengikuti wanita itu duduk di meja kecil di pojok ruangan.

Luhan yang memandang wanita itu dari jauh dan saat ini ia tidak bisa menahan amarahnya lagi, ia berdiri dari tepat duduknya dan berjalan lurus kearah meja wanita itu,

“Apa yang kau lakukan?” Luhan memandang wanita itu dalam amarah,

“kau kira kau bisa melakukan apapun?” Luhan kembali berbicara, wanita itu kini menatap kesal pada Luhan yang berada di sebelahnya,

“Luhan-sshi, kau tau kan hubungan kita hanya sebatas bisnis saja bukan?”

“Dengar Irene-sshi, aku tidak akan membiarkan semua rencanaku hancur karena tingkah bodohmu,”Luhan kembali menjawab perkataan perempuan itu,

“Maaf apa aku boleh tau siapa anda?” laki – laki tinggi itu terpaksa membuka suara setelah 2 menit melihat pertengkaraan antara kekasihnya dan seorang yang tak pernah ia lihat sebelumnya,

“aku? Tanyakan saja pada wanita ini,” Luhan berkata dan memberikan senyum liciknya.

“Dengar Luhan-sshi, apapun yang aku lakukan adalah kehidupanku, kau sama sekali tidak punya hak untuk mengaturnya, jadi aku mohon tinggalkan kami dan urus saja hidupmu sendiri,” wanita itu memberi senyum manisnya dan kembali terfokus pada telpon genggamnya.

“Irene-sshi, kau benar – benar di luar kendali,” Luhan berlalu setelah mengatakan apa yang ingin ia katakan.

“Siapa laki – laki itu?” suara berat seseorang membuat Irene terbangun dari lamunannya,

“Luhan,” jawab singkat Irene.

“Oh, laki – laki yang di jodohkan denganmu?” laki – laki itu kembali bertanya.

“Ayolah Sehun, apa kita tidak bisa membicarakan yang lain?” Irene kesal.

“Aku hanya bertanya,” Sehun menjawab.

Pembicaraan mereka berakhir saat makanan yang mereka pesan datang, jika kalian bertanya – tanya siapa tokoh baru dalam drama ini, kedua insan yang saat ini sedang menyatap makan yang mereka pesan adalah sepasang kekasih yang terjerat dalam bodohnya perjodohan bisnis kedua orang tua mereka, tapi sayangnya perjodohan itu malah dengan orang lain, Sehun yang di jodohkan dengan seseorang bernama Cheonsa, dan Irene di jodohkan dengan Luhan, laki – laki yang sebenarnya sama sekali tidak ia cintai, memang berat rasanya menerima kenyataan yang ada, tapi apa daya saat Irene terpaksa menerima paksaan orang tuannya, padahal yang harusnya ia nikahi adalah Chanyeol, bukan Luhan, jika saja Chanyeol masih menjabat menjadi derektur utama SM Corp. maka Irene rela meninggalkan Sehun dan menikah dengan Chanyeol walaupun ia tau hidupnya tidak akan bahagia.

“Jadi, apa kau masih ingin melanjutkan hubungan kita?” Sehun kembali membuka suara,

“maksutmu?”

“Well, kau tau aku sudah di jodohkan dengan orang lain dan kau juga demikian, apa sebaiknya kita tidak memutuskan hubungan ini dan fokus pada hidup kita masing – masing?”

Irene tertegum, apa saat ini Sehun mengajaknya untuk memutuskan hubungan yang mereka rajut selama 2 tahun ini, well… Irene tidak pernah merasa sayang apa Sehun, lagi pula Irene kini punya mangsa yang lebih bagus dari Sehun, jika di katakan Sehun adalah laki – laki sempurna yang bisa merawatnya sampai tua nanti, benar, selain kekayaannya Sehun adalah seorang laki – laki hangat yang membuat Irene bahagia, tapi… Irene adalah wanita yang haus akan kekayaan, ia menginginkan lebih, ia menginginkan semuanya,

“Aku rasa itu lebih baik, lagi pula aku tidak ingin punya masalah dengan Luhan,” Irene menjelaskan dan di sambut dengan anggukan kepala dari Sehun.

Hati Irene memang kini sedikit mengganjal, apa yang harus ia lakukan sekarang masih menjadi tanda tanya,

Apa aku harus meneruskan hubunganku dengan Luhan?

Atau aku harus membuat Chanyeol kembali ke posisinya?

Chanyeol-aa, apa kau benar – benar tidak mengingatku?

– TBC –

 

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] To Love You More (Chapter 5)

  1. Aduh baru baca nih thor, ih makin greget……
    Wah chanyeol ngajak hana nikah,,,,harusnyakan sama aku*(lupakan)*
    Dan luhan kenapa kamu gitu sih,,, dan irene itu sebenarnya siapa??jgn2(…….)
    Pokoknya aku makin penasaran
    Semangat thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s