[EXOFFI FACEBOOK] More Than Sugar

1446382879037

Title : More Than Sugar
Genre : Romance, School life
Main Cast : Kang Eun Mi, Oh Sehun (Exo)

Author : Bong Chan
Sebenarnya ff ini pernah saya post tapi dulu banget dan belum sampai ending 😀 nah sekarang saya post lagi versi oneshoot nya ^^ hm author yang kere inspirasi

Happy reading guys!


***
“Eunmi, Sehun menyukaimu!” ungkap Arimi kepadaku dengan wajah berseri.

“Mwo?” aku terpaku dengan mulut menganga.

“Arimi katakan lebih keras!” teriak murid yang lain.

Serta merta semua murid menoleh kearahku, aku hanya tersenyum datar seperti orang bodoh.

“Arimi apa yang kau katakan dihadapan semua orang kau membuatku malu” desisku dalam hati.

Kini semua orang menyorakiku. Timbul seribu tanya dihatiku dan orang itu! Oh Sehun kenapa kau hanya diam saja?
***
Aku masih nyaman duduk disini mengerjakan tugas yang diberikan Park Songsaenim bersama Arimi, entah mengapa aku merasa enggan keluar kelas untuk sekedar membeli makan siang bahkan aku enggan untuk pergi dari kursi ini.

Kenapa Sehun berjalan kearahku?

“Ini punyamu Eunmi!” Ucap Sehun tersenyum kepadaku dan memberikan sebuah buku, ya buku miliku yang sempat ia pinjam.

“Ah ne” Ucapku lirih hampir tak terdengar. Sehun berlalu begitu saja, diiringi sorakan dari murid-murid yang lain.

Apa yang terjadi pada Oh Sehun?
***
Aku masih sangat kepikiran kejadian tadi siang di sekolah. Kenapa Sehun bersikap seperti malu-malu kucing, tidak seperti biasanya. Ah apakah benar dia menyukaiku?
“Sayang, ayo kita makan malam!” Suara eomma menyadarkan lamunanku sambil mengetuk pelan pintu kamarku.

“Ne, aku akan keluar sebentar lagi” jawabku sedikit berteriak, segera kuikat rambutku dan berjalan menggunakan sandal rumah.

“Hari ini eomma masak apa?” Sambutku dengan nada ceria menarik kursi makan dan segera duduk.

“Wah sepertinya enak!” Timpalku ketika melihat ramyun yang masih panas.

“Hari ini kau terlihat sangat ceria jika eomma perhatikan, sejak kau pulang sekolah sampai saat ini. Apa yang terjadi?” Tanya eomma.

“Aiish biasa saja kok, mungkin eomma terlalu berlebihan” jawabku santai.

“Apa yang terjadi di sekolah?” tembak eomma.

Deg
Eomma menerkam ku, sepertinya eomma memang bisa membaca pikiranku.

“Tentu tak terjadi apa-apa er..maksudku berjalan seperti biasa, semuanya baik-baik saja” jelasku yang sepaertinya tidak jelas.

“Sudahlah kau tak usah berbohong kepada eomma” ucapnya ringan sembari tersenyum.

“Hm..eomma kepo!” Jawabku diiringi tawa dari kami berdua.

Aku tinggal disebuah rumah kecil bersama keluarga kecilku. Aku tak mempunyai saudara kakak maupun adik.
***
Pagi ini aku seperti berjalan di atas awan, itulah imajiku di pagi hari yang buta ini. Dengan langkah pelan, aku menuju singgah sana. Mataku berkeliling mencari sesosok anak manusia. Tentu saja Oh Sehun, namja jangkung yang aegyeo. Senyumku melebar saat mendapati Sehun tengah duduk manis dikursinya. Rupanya dia datang lebih pagi daripada aku. Apkah dia melihatku saat memasuki kelas?
Atau apakah dia tahu aku sudah berada di dalam kelas?

Break Time..
Aku berdiri di depan pintu kelas, mengamati beberapa namja yang sedang bermain
basket di lapangan. Bukan tanpa alasan, mataku membuntuti seorang namja yang sedang merebut bola dari temannya, mendrible, dan bingo! Bola pun masuk ke dalam ring.

Rambutnya blonde, memakai gelang tangan berwarna merah khas anak basket, dan baju seragam keluar tak lupa sneakers warna hitam. Walaupun tak sepopular Kim Jongin sang kapten basket yang memiliki kulit coklat sexy nan eksotis namun, tidak sedikit orang yang menggilai Chanyeol dan aku adalah salah satu fangirl dari Park Chanyeol.

Kini ia tengah duduk di bawah ring basket sambil meneguk minuman isotonik. Dia dibantu seorang temannya untuk bangkit dan berjalan kearahku. Apa? Kearahku? Apa yang harus kulakukan?

“Apakah ada Xiumin di dalam kelas?” Tanya Chanyeol berdiri dihadapanku.

“Aaaa…” Lafal menganga tidak sadar ku ucapkan setelah berada di dihadapannya, aigoo! Dia tinggi sekali.

“Apakah ada Xiumin?” Ulang Chanyeol.

“Er…chankaman!” Kepalaku melongo kedalam pintu kelas.

“Umin!!” Teriakku.

“Ya ?”

“Ada yang mencarimu, anak kelas sebelah”

“Siapa?”

“Siapa?” tanyaku kepada Chanyeol berpura-pura tidak tahu.

“Aku Chanyeol” jawabnya datar dengan innocent face.

“Chanyeol!!!” Teriak ku kembali pada Xiumin.

Aku berjalan gontai menuju tempat dudukku paling belakang, masih tidak percaya baru saja Chanyeol berdiri dihadapanku.

15:20, aku masih berada di dalam kelas. Jam pelajaran telah selesai 45 menit yang lalu namun diluar turun hujan sangat deras. 45 menit aku duduk dikursi dengan earphone sambil membuat coretan di atas kertas. Hanya beberapa siswa yang memberanikan diri pulang ditengah hujan selebat ini. Rumahku cukup dekat dengan sekolah, setiap hari aku berjalan kaki ke sekolah jadi tidak mungkin aku pulang ditengah hujan selebat ini.

Aku menuliskan kata “rain” sebanyaknya di atas selembar kertas, begitu pula yang dilakukan Arimi teman sebangku ku. Setelah kertas penuh dengan kata rain, aku meremas kertas itu dan melemparkannya ke dalam tong sampah. Hal itu kulakukan berkali-kali. Berbeda dengan Arimi, setelah kertas penuh dengan kata rain, dia memotret dan menguploadnya ke social media. Tidak penting, namun kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan.

Sehun Pov

Rain, aku mendengar Kang Eunmi bernyanyi meski sanagat pelan. Suaranya indah hm..aku juga suka lagu itu, apalagi jika dia yang menyanyikannya. Dengan headphone yang selalu bertengger di kepalanya, sambil sesekali menggerakan kepalanya ke kanan dan kiri, itu sangat lucu. Saat ini aku sedang duduk dibelakangnya.

From : Sehun
Rimi-ah jangan ganggu Eunmi nyanyi, ok?

From : Arimi
Siap captain!

Isi pesan singkat yang aku kirim kepada Arimi dan ia membalasnya dengan singkat pula. Arimi adalah sabahatku, kami sangat dekat. Lebih dekat dari pertemanan Arimi dan Eunmi.

Eunmi Pov

Hujan mulai reda, aku segera membereskan barang-barangku yang ada di atas meja
dan memasukannya ke dalam tasku termasuk headphone kesayanganku. Satu per satu teman telah pulang. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang walaupun hujan belum benar reda.

Aku berjalan sendirian menyusuri koridor kemudian melewati gerbang sekolah. Berjalan menunduk, melihat bayangan diriku sendiri di atas genangan air yang sengaja ku cipratkan dengan ujung sepatuku. Terlihat ada sebuah bis di depan sekolah sedang menunggu 2 orang siswi yang tengah naik bis tersebut. Di dalam bis tidak penuh hanya ada beberapa orang, terlihat seorang namja tengah duduk disamping jendela dan tersenyum ke arahku. Aku tidak membalas senyumnya, aku hanya celingukan melihat kearah kanan dan kiriku. Dia mengalihkan pandangan dan bis pun berlalu.

Rain, setiap tetes air hujan yang turun adalah kata cinta yang ingin aku ungkapkan padamu
***
“Selamat pagi dunia, sepertinya aku butuh sedikit perubahan” gumamku ketika melihat bayangan diriku sendiri di depan cermin.

Rambut yang telah kubuat kuncir kuda, kulepas. Pagi ini kuputuskan untuk membuat rambutku terurai dengan headband kecil berwarna pink sebagai pelengkap. Tak lupa mengganti backpack lusuh kesayanganku dengan tas baru pemberian appa saat ulang tahun ke 17 bulan lalu.

Cklek..pintu kamarku dibuka oleh seseorang..

“Sayang?”

“Apakah kau baik-baik saja?” Ucap eomma sambil memandangku dengan dahinya yang berkerut.

“Mwo aku bisa terlambat, kajja sarapan!” Ucapku seraya melenggang dihadapannya.

“Sayang, tapi bau parfume mu……..sangat menyengat”
***
“Annyeong Eun..” Sapa Baekhyun terputus sambil memperhatikanku dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Annyeong Baek!”

“Yak ternyata selama ini kau seorang yeoja!” Ucap Baekhyun ketika aku berlalu dihadapannya. Aku hanya mengernyitkan dahiku dan membuat sebuah kepalan tangan yang tertuju pada wajah Baekhyun.

Aku mengedarkan pandanganku keseluruh sudut di dalam kelas ini, tidak ada tanda-tanda adanya makhluk itu. Apakah hari ini dia tidak masuk sekolah?

“Annyeong haseyo!” Ucap Park songsaenim memasuki kelas. beliau to the point me-riview materi pelajaran yang sebelumnya telah dipelajari.

Tuk..tuk..tuk.. pintu diketuk pelan, mengganggu keheningan. Dari balik pintu munculah makhluk yang aku cari sedari tadi. Oh Sehun membungkukan badan kepada Park songsaenim.

“Silahkan duduk!” Ucap Park songsaenim kepada Sehun yang sedang kikuk.
***
“Owww sh*t” teriak Sehun, semua orang didalam kelas terkejut walaupun hanya ada beberapa orang saja pada jam makan siang seperti ini. Rupanya jari telunjuk Sehun berdarah, entah kenapa.

“Ada yang punya plester?”

“Tidak, minta saja ke UKS Oh!” Jawab seseorang.

“Baiklah” ujar Sehun kemudian berlalu.

“Tunggu Oh!” Cegahku kepada Sehun.

“Sepertinya aku punya, er..sebentar” Lanjutku sambil mencari plester didalam tas. Ketemu!

Aku berjalan menghampiri Sehun yang sudah berdiri mematung menungguku. Menempelkan plester di jari telunjuknya dengan hati-hati.

“Selesai!” ucapku.

Seketika mata kami bertemu, untuk pertama kalinya kami berdiri berdekatan seperti ini. Harus kuakui Oh Sehun begitu tampan. Dia tersenyum, oh Tuhan he’s smile just more than sugar.

Sepertinya aku…

“Aku pergi, gomawo Eunmi!” Ucapnya menyadarkan lamunanku seraya keluar kelas.
***
Sambil menunggu bis kami terbiasa bergurau di halte depan sekolah untuk sekedar mendengar lelucon terbaru dari Byun Baekhyun ataupun ber-selca.

“Aku ingin bersama Eunmi” ucap Sehun.

Oh Sehun menarik lenganku. Setelah dirasa blocking nya bagus, kami siap berdiri berdampingan dengan v sign.

“Cheese!” Ucap kami bersamaan diiringi tawa kecil.

“One more!” Teriak Arimi sambil mengacungkan jempolnya.

Arimi, Sehun, dan yang lainnya segera naik ke bis tujuan mereka setelah sekian lama menunggu di halte. Sedangkan aku pulang berjalan kaki sendirian.

“Hi!” Sapa seseorang disebelahku, aku membalasnya dengan senyum.

“Kau temannya Xiumin kan?” Tanyanya.

“Ne”

“Kau mau kemana?” Tanyaku basa basi.

“Tentu saja pulang, rumahku cukup dekat dari sini. hari ini aku tidak membawa kendaraan”

Kami membuat obrolan kecil dan sempat bertukar nomor ponsel. Obrolan kami terputus saat kami tiba di depan sebuah rumah mewah. Park Chanyeol melambaikan tangannya kearahku.
***
From Chanyeol :
Good night chagi ! besok makan siang bersamaku ok? See u
Chan 🙂

“Yak! playboy yang satu ini memang benar-benar..” Desisku saat membaca pesan dari Chanyeol, namun ada suatu debaran aneh yang kurasakan…
***
“Chagi, kajja!” Ucap Chanyeol yang tiba-tiba sudah berdiri disampingku.

Dia masuk ke dalam kelasku begitu saja saat jam makan siang. Teman-temanku sepertinya sangat asing dengan pemandangan seperti ini, aku segera mengiakannya dan pergi makan siang berdua bersama Chanyeol.

Beberapa hari ini kami sangat dekat. Hampir setiap hari kami makan siang dan pulang bersama. Pada suatu kesempatan kami sedang asyik berbincang didepan kelasku, ada seorang namja yang sedang memperhatikan kami dari dalam kelas. Oh Sehun, kudengar kini dia sudah memiliki yeojachingu. Ya, Son Naeun adalah juniorku, dia sangat cantik dan popular di sekolahku.

Tahukah kalian bagaimana perasaanku saat mendengar semua itu? Aku marah, namun
aku tidak berhak untuk marah. Kadang aku iri, kadang aku ingin menjadi yeojachingu nya Park Chanyeol untuk membuktikan bahwa aku pun bisa. Tapi aku tidak suka pada Chanyeol not to love aku hanya mengagumi ketampanannya. Begitu pula dengan Chanyeol sepertinya dia tidak menyukaiku, dia hanya membutuhkan teman yang bisa mendengarkannya.

Huuuft..kita semakin jauh, tidak ada sapaan apalagi bergurau. Bahkan jika kami berpapasan pun tidak ada senyuman. Sikapnya kepada orang lain berbeda dengan sikapnya kepadaku. Sehun seperti menjauhiku, apa salahku? Jika kita tidak bisa bersama, aku ingin tetap berteman baik dengannya.

Ini keterlaluan! Setiap hari aku memikirkannya, belum tentu dia memikirkanku. Katanya dia menyukaiku, tapi kenapa dia pacaran dengan yeoja lain dan memberi harapan palsu kepadaku seperti ini. Aku menunggumu mengatakan kepadaku “would you be my girlfriend?”
***
Siang ini aku pergi ke kedai es krim. Aku
ingin membeli iceland-es krim favorite ku.

“Hi Oh!” sapaku kaget, aku bertemu Oh sehun dipersimpangan jalan ketika akan pergi ke kedai.

“Hi, kau mau kemana?” Tanya Sehun.

“Ke kedai es krim x”

“Oppa, kita ke kedai es krim saja bersama eonnie ini daripada kita bingung menentukan tujuan” ajak yeoja disebelah Sehun.

“Ne”

“Oh ya, Naeun imnida salam kenal!” sapa
Yeoja itu ramah sambil membungkukkan badan kepadaku.

“Eunmi imnida”

Son Naeun memakai hoodie pandek berwarna pink, sangat manis. Berbeda dengan diriku, aku pun tak mengerti baju apa yang sedang aku kenakan.

Akhirnya kami pergi ke kedai es krim bersama. Aku berjalan didepan mereka berdua. Di kedai es krim aku terpaksa duduk bersama mereka itu pun karena dimintai Naeun, aku merasa tidak enak.

“Aaaa..” Ucap Naeun memberi intruksi kepada Sehun untuk membuka mulutnya. Satu sendok penuh es krim lemon Naeun masuk ke mulut Sehun. Sehun balas menyuapi Naeun dengan es krim coklatnya. Sepertinya mereka tidak menghiraukan keberadaanku. Aku mempercepat
suapanku, paket ice land favorite ku terasa hambar tidak seperti biasanya.

“Eonnie bolehkah aku meminta tolong, tolong foto kami!” Pinta Naeun.

“Ne, tentu saja” dengan malas kuambil ponsel Naeun dan mengambil dua gambar mereka yang sedang saling menyuapi es krim.

“Er…aku harus pergi, aku sedang terburu-buru” ucapku.

“kemana eonnie?”

“Toko buku!” Reflex kukatakan saat melihat sebuah toko buku disebrang jalan. Aku berbohong demi kebaikan -_- jangan sampai Naeun ingin ikut juga. Jika dia ingin maka matilah aku saat itu.

“Ah ne” Ucap Sehun.

“Gomawo eonnie sudah memberi tahu kami kedai es krim ini”

“Selamat berkencan, bye” ucapku sambil bangkit dari tempat duduk ku dengan senyuman entah terlihat tulus atau dipaksakan.

Aku berjalan dengan langkah cepat, terpaksa aku masuk ke toko buku yang berada disebrang jalan. Mengambil acak sebuah buku dan membawanya ke tepian tembok.

Air mataku sudah tidak terbendung lagi, tenganku gemetar, dan dadaku sakit. Aku
jongkok dan memeluk lutut ku. Aku menangis sesenggukan.

Aku menghapus air mataku sendiri dan bangun dari jongkok. Ku lihat buku tersebut agak basah terpaksa aku harus membelinya.

Aku pernah jatuh cinta, namun tak pernah ku rasakan jatuh cinta seperti ini. Ketika berada di kedai es krim sesekali mata kami bertemu. Aku melihat sorot mata yang tidak biasa, tidak ada rasa. Apakah kau bisa membaca sorot mataku?
Jika bisa maka sorot mataku mengatakan “AKU MENGHARAPKANMU”.

Aku teringat sesuatu yang ingin sekali kulihat saat ini, foto ku bersamanya. Foto itu ada pada ponsel milik Arimi. Maka aku putuskan untuk pergi ke rumah Arimi, berharap dia masih memilikinya.
***
“Rimi-ah, apakah kau masih menyimpan fotoku bersama Sehun yang dulu?” Tanyaku gugup.

“Tentu saja, saat itu kau bilang akan memintanya nanti saja, Oh Sehun bahkan sudah memintanya dari dulu” jawab Arimi.

“Oh ya?” Yakinku sambil tersenyum melihat foto itu pada ponsel Arimi.

Andai aku bisa bersama Oh Sehun mungkin aku akan menjadi orang paling bahagia sedunia. Tentu saja karena aku sangat menyukainya.

“Kau menyukai Oh Sehun?” Tanya Arimi membuyarkan lamunanku yang indah.

“Sudah terlambat, aku memang bodoh” jawabku lemas.

“Dulu kau pernah bilang jika Sehun menyukaiku, Apakah Sehun pernah mengatakannya padamu?”

“Seperti yang kukatakan dia menyukaimu Eunmi, pada suatu kesempatan dia tidak sengaja mengatakan jika dia menyukaimu. Jika aku berbicara mengenai dirimu, dia akan menjadi sangat sensitif. Er.. Sebagai teman dekat Oh Sehun kurasa dia tidak suka jika kau dekat dengan Park Chanyeol saat itu”
***
Aku berbaring di tempat tidur, Masih terngiang perkataan Arimi. Apakah Sehun benar menyukaiku ?
Jika benar bagaimanakah perasaannya pada saat itu ?
Apakah seperti ini ?
Sejak kapan ia mulai menyukaiku ?

Yang bisa kulakukan hanya flashback. Arrrgh! Semakin aku mengingatnya maka semakin aku jatuh cinta padanya. Aku bahagia setidaknya dia pernah menyukaiku, pria setampan Oh Sehun. Aku menyesal telah menyia-nyiakan dan tidak
meresponnya. Namun, aku tidak akan menyalahkan kehadiran Park Chanyeol karena aku memang yeoja pabo. Yang aku inginkan saat ini adalah “mesin waktu” aku akan memperbaiki semuanya. Tapi itu adalah keinginan yang bodoh, Sehun beruntung dia mempunyai yeojachingu yang cantik seperti Naeun bukan yeoja pabo sepertiku. Kini nasibku ngenes saat aku benar-benar menyukainya, dia tidak menyukaiku lagi.

Sesekali kulihat foto itu di ponsel, mataku nanar, kulempar ponselku ke tembok dan 20 detik kemudian kupungut kembali.
***
Aku bersemangat pergi ke sekolah. Untuk orang lain mungkin hari ini biasa saja, namun bagiku hari ini sangat special. Aku masih bisa melihatnya hari ini, mendengarnya tertawa dan benyanyi dalam setiap alunan nada do-re-mi yang membuatku semakin meyadari betapa aku menyukainya. Walaupun dia bersikap acuh padaku.

Aku pun telah berusaha untuk tidak menyukainya dengan cara mencari kesalahan dan kekurangannya alhasil semua itu membuatku menyukai Oh Sehun apa adanya.
***
Aku menyanyikan sebuah lagu pelan dengan diiringi dua buah gitar akustik. Yang satu dimainkan oleh Do Kyungsoo dan satunya lagi olehku. Semua orang memperhatikan kami termasuk Oh Sehun. Oh Sehun ? Tenang saja, jangan sampai gagal move on hanya dalam satu malam karena aku sudah bersusah payah melupakannya 2 bulan kebelakang ini.

Malam ini semua orang terlihat gembira, mengenakan gaun yang cantik dan berdansa dengan pasangan dansanya. Aku sendiri memakai mini dress dengan punggung terbuka, tentu saja aku tidak suka. Sehingga aku pun memakai jaket wol cukup tebal berwarna navy untuk menutupinya. Bahkan aku mengenakan leather boots disaat para gadis lain berlomba-lomba mengenakan heels yang cantik.

Ini adalah from night seniorku, sebenarnya aku malas namun terpaksa aku harus datang karena sudah berlatih nyanyi bersama Kyungsoo untuk tampil di acara ini.
Kecuali aku, sendirian dan terlihat kikuk. Aku hanya duduk dipojokan sambil mengaduk segelas minuman dengan sedotan. Memperhatikan semua orang yang sedang berdansa. Semua namja di kelas ku sudah habis di booking, Arimi pun sukses berpasangan dengan Mr. Suho sang ketua kelas pujaan hatinya.

“Yak Eunmi-ya kenapa kau hanya diam saja, kajja!” Ucap Baekhyun sambil mengulurkan tangannya kepadaku.

“Kau tidak memiliki pasangan?” Tanyaku.

“Dia sedang p**p”

Aku pun memberikan tanganku, Baekhyun menariknya dan membawaku ke lantai dansa. Aku merasa senang, Baekhyun seperti hero malam ini walaupun sikapnya konyol tapi dia sangat baik hati. Kami hanya cekikikan saat berdansa.

“Chankkaman pangeranmu sedang sendirian, sebaiknya kau berdansa dengannya!” Ucap Baekhyun tiba-tiba.

“Molla aku ingin bersamamu saja!”

“Tapi pasanganku sudah selesai p**p”

Baekhyun menarik lenganku lagi, hingga kini aku berdiri tepat dihadapan Sehun.

“Ku serahkan dia padamu pangeran, berdansalah dengannya” ucap Baekhyun kemudian kabur.

“Yak Byun Baekhyun!” Teriakku.

Kulirik sedikit ke arah Sehun, sepertinya dia adalah namja paling bersinar malam ini. Bagaimana tidak, Baekhyun pun memanggilnya dengan sebutan “pangeran”. Ketampanannya seperti makhluk dari Exo planet.

“Kau mau dansa?” Ucapnya.

“Er..terserah” jawabku.

Akhirnya kami berdansa.

“Bagaimana caranya aku tidak bisa” ucapku sambil celingukan melihat pasangan lain yang sedang berdansa.

“Begini..”

Sehun meraih kedua tanganku, kemudian menempatkan diatas kedua sisi bahunya. Sedangkan ia menempatkan kedua tangannya dipinggangku.

Oh tidak! Aku merasakan getaran aneh lagi bahkan lebih hebat dan bergemuruh. Aku tidak habis pikir dengan tampang Sehun yang tenang bagaikan bayi sedangkan aku harus berusaha tidak mengeluarkan keringat dingin diwajahku. Eomma aku ingin pulang!!!

Alunan musik jazzy ini mengajak kami untuk ikut berada didalamnya. Melangkahkan kaki pelan-pelan sambil menundukkan kepala, sesekali aku mencuri pandang padanya.

Kekuatan cintaku telah di charge penuh kembali. Aku tidak peduli jika aku telah bersusah payah untuk melupakannya bahkan, jika ia memiliki yeojachingu.

Bagaimana jika aku menutup diriku ?
Bagaimana jika aku tidak bisa menyukai orang lain ?
Bagaimana jika aku hanya menyukai dirimu ?
Bagaimana jika semua lagu adalah dirimu ?
Bagaimana jika semua sudut adalah dirimu ?

***
Bip..bip..bip..

“Annyeong!” Sapaku.

“Eunmi, apakah kau sedang di rumah?” Tanya suara disebrang sana, kuyakin Arimi.

“Ani, aku sedang di taman belakang sekolah, waeyo?”

“Rajin sekali kau hari libur ke sekolah, ani aku hanya ingin pinjam buku catatanmu, nanti malam saja aku ke rumahmu”

“Ah baiklah”

Suara telepon diputus.

Angin berhembus menyibak rambutku ke kanan dan ke kiri. Aku tak segan duduk selonjoran dengan blouse putihku diatas rumput.

Puk, Seseorang menepuk pundakku.

“Omo!” Teriakku. Aku kaget setengah mati kupikir hantu sekolah, ini sudah petang.

“Kau sedang apa?” Tanyaku menoleh kearahnya ternyata dia bukan hantu.

“Kau sendiri sedang apa?” Dia balik bertanya dan duduk disampingku.

“Aku hanya diam saja” jawabku bingung. Dia tertawa kecil.

“Rupanya kau memakai earphone, pantas saja dari tadi kupanggil tak menjawab. Pinjam dong earphone mu sebelah”

Berbagi earphone, mendengarkan lagu bersama orang yang kusukai. Kami hanya terdiam. Sesekali Oh Sehun menginjak-injakan kakinya diatas rumput.

“Kau menangis, wae?”

“Ani, lagunya sedih” jawabku sambil berusaha tersenyum. Aku pun tidak mengerti mengapa aku menangis.

Oh Sehun melepas earphone, menatap mataku lekat-lekat. Aku pun menatapnya.

“Mianhae” ucapnya sambil menghapus air mataku. Air mataku semakin deras.

Jika kau dapat menghapus air mataku
Aku ingin terus menangis di sampingmu

“Aku…” Ucapku.

“Aku mohon dengarkan aku terlebih dahulu!” Potong Sehun. Sehun kembali menghapus air mataku dan melepas earphone ditelingaku.

“Eunmi-ya, whould you be my girlfriend?”

“….”

“Heum?”

“Ya…” Ucapku.

Oh Sehun tersenyum kepadaku. Senyuman yang pernah kulihat dan selalu kurindukan, more than sugar.

“Jadi sekarang kita..” Ucap Sehun terpotong kemudian tertawa kecil. Ini seperti mimpi. Tuhan, jika aku sedang bermimpi jangan bangunkan aku. Jika ini nyata, biarkanlah seperti ini.

Aku bangkit meninggalkannya.

“Yak! Chagi jangan kabur, jawab aku dulu!” Teriak Sehun.

“Chagi aku tampan kan?” Teriaknya kembali.

“Aish, namja ini!” Gerutuku.

“Ya, kau sangat tampan Oh Sehun!”

Sehun bangkit dan mengikutiku. Aku berlari, ia pun mengejarku. Ia berhasil meraih tanganku. Kami berdiri berhadapan ditengah lapangan sekolah (?). Sehun meraih kedua tanganku.

“Aku tak akan melepaskanmu, neomu saranghae Eunmi-ya!”

“Aku pun sangat mencintaimu Oh Sehun”

“Dansa lagi yuk?”

“Disini? Sekarang?”

Sehun mengangguk antusias.

“Hm baiklah..” kemudian aku melingkarkan tanganku pada lehernya.

“Wah sekarang Kang Eunmi sudah pintar” Sehun balas melingkarkan tangannya ke pinggangku.

Seperti yang pernah kami lakukan, perlahan kami melangkahkan kaki ke kanan dan ke kiri.

“Ini terlihat bodoh Oh Sehun!”
Ya! Mereka, dua orang bodoh yang telah selesai dihukum tuhan karena kebodohan mereka sendiri.
END
Fiuh~ gimana chingu? Keep RCL ya ^^

Title : More Than Sugar
Genre : Romance, School life
Main Cast : Kang Eun Mi, Oh Sehun (Exo)

Author : Bong Chan
Sebenarnya ff ini pernah saya post tapi dulu banget dan belum sampai ending 😀 nah sekarang saya post lagi versi oneshoot nya ^^ hm author yang kere inspirasi

Happy reading guys!
***
“Eunmi, Sehun menyukaimu!” ungkap Arimi kepadaku dengan wajah berseri.

“Mwo?” aku terpaku dengan mulut menganga.

“Arimi katakan lebih keras!” teriak murid yang lain.

Serta merta semua murid menoleh kearahku, aku hanya tersenyum datar seperti orang bodoh.

“Arimi apa yang kau katakan dihadapan semua orang kau membuatku malu” desisku dalam hati.

Kini semua orang menyorakiku. Timbul seribu tanya dihatiku dan orang itu! Oh Sehun kenapa kau hanya diam saja?
***
Aku masih nyaman duduk disini mengerjakan tugas yang diberikan Park Songsaenim bersama Arimi, entah mengapa aku merasa enggan keluar kelas untuk sekedar membeli makan siang bahkan aku enggan untuk pergi dari kursi ini.

Kenapa Sehun berjalan kearahku?

“Ini punyamu Eunmi!” Ucap Sehun tersenyum kepadaku dan memberikan sebuah buku, ya buku miliku yang sempat ia pinjam.

“Ah ne” Ucapku lirih hampir tak terdengar. Sehun berlalu begitu saja, diiringi sorakan dari murid-murid yang lain.

Apa yang terjadi pada Oh Sehun?
***
Aku masih sangat kepikiran kejadian tadi siang di sekolah. Kenapa Sehun bersikap seperti malu-malu kucing, tidak seperti biasanya. Ah apakah benar dia menyukaiku?
“Sayang, ayo kita makan malam!” Suara eomma menyadarkan lamunanku sambil mengetuk pelan pintu kamarku.

“Ne, aku akan keluar sebentar lagi” jawabku sedikit berteriak, segera kuikat rambutku dan berjalan menggunakan sandal rumah.

“Hari ini eomma masak apa?” Sambutku dengan nada ceria menarik kursi makan dan segera duduk.

“Wah sepertinya enak!” Timpalku ketika melihat ramyun yang masih panas.

“Hari ini kau terlihat sangat ceria jika eomma perhatikan, sejak kau pulang sekolah sampai saat ini. Apa yang terjadi?” Tanya eomma.

“Aiish biasa saja kok, mungkin eomma terlalu berlebihan” jawabku santai.

“Apa yang terjadi di sekolah?” tembak eomma.

Deg
Eomma menerkam ku, sepertinya eomma memang bisa membaca pikiranku.

“Tentu tak terjadi apa-apa er..maksudku berjalan seperti biasa, semuanya baik-baik saja” jelasku yang sepaertinya tidak jelas.

“Sudahlah kau tak usah berbohong kepada eomma” ucapnya ringan sembari tersenyum.

“Hm..eomma kepo!” Jawabku diiringi tawa dari kami berdua.

Aku tinggal disebuah rumah kecil bersama keluarga kecilku. Aku tak mempunyai saudara kakak maupun adik.
***
Pagi ini aku seperti berjalan di atas awan, itulah imajiku di pagi hari yang buta ini. Dengan langkah pelan, aku menuju singgah sana. Mataku berkeliling mencari sesosok anak manusia. Tentu saja Oh Sehun, namja jangkung yang aegyeo. Senyumku melebar saat mendapati Sehun tengah duduk manis dikursinya. Rupanya dia datang lebih pagi daripada aku. Apkah dia melihatku saat memasuki kelas?
Atau apakah dia tahu aku sudah berada di dalam kelas?

Break Time..
Aku berdiri di depan pintu kelas, mengamati beberapa namja yang sedang bermain
basket di lapangan. Bukan tanpa alasan, mataku membuntuti seorang namja yang sedang merebut bola dari temannya, mendrible, dan bingo! Bola pun masuk ke dalam ring.

Rambutnya blonde, memakai gelang tangan berwarna merah khas anak basket, dan baju seragam keluar tak lupa sneakers warna hitam. Walaupun tak sepopular Kim Jongin sang kapten basket yang memiliki kulit coklat sexy nan eksotis namun, tidak sedikit orang yang menggilai Chanyeol dan aku adalah salah satu fangirl dari Park Chanyeol.

Kini ia tengah duduk di bawah ring basket sambil meneguk minuman isotonik. Dia dibantu seorang temannya untuk bangkit dan berjalan kearahku. Apa? Kearahku? Apa yang harus kulakukan?

“Apakah ada Xiumin di dalam kelas?” Tanya Chanyeol berdiri dihadapanku.

“Aaaa…” Lafal menganga tidak sadar ku ucapkan setelah berada di dihadapannya, aigoo! Dia tinggi sekali.

“Apakah ada Xiumin?” Ulang Chanyeol.

“Er…chankaman!” Kepalaku melongo kedalam pintu kelas.

“Umin!!” Teriakku.

“Ya ?”

“Ada yang mencarimu, anak kelas sebelah”

“Siapa?”

“Siapa?” tanyaku kepada Chanyeol berpura-pura tidak tahu.

“Aku Chanyeol” jawabnya datar dengan innocent face.

“Chanyeol!!!” Teriak ku kembali pada Xiumin.

Aku berjalan gontai menuju tempat dudukku paling belakang, masih tidak percaya baru saja Chanyeol berdiri dihadapanku.

15:20, aku masih berada di dalam kelas. Jam pelajaran telah selesai 45 menit yang lalu namun diluar turun hujan sangat deras. 45 menit aku duduk dikursi dengan earphone sambil membuat coretan di atas kertas. Hanya beberapa siswa yang memberanikan diri pulang ditengah hujan selebat ini. Rumahku cukup dekat dengan sekolah, setiap hari aku berjalan kaki ke sekolah jadi tidak mungkin aku pulang ditengah hujan selebat ini.

Aku menuliskan kata “rain” sebanyaknya di atas selembar kertas, begitu pula yang dilakukan Arimi teman sebangku ku. Setelah kertas penuh dengan kata rain, aku meremas kertas itu dan melemparkannya ke dalam tong sampah. Hal itu kulakukan berkali-kali. Berbeda dengan Arimi, setelah kertas penuh dengan kata rain, dia memotret dan menguploadnya ke social media. Tidak penting, namun kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan.

Sehun Pov

Rain, aku mendengar Kang Eunmi bernyanyi meski sanagat pelan. Suaranya indah hm..aku juga suka lagu itu, apalagi jika dia yang menyanyikannya. Dengan headphone yang selalu bertengger di kepalanya, sambil sesekali menggerakan kepalanya ke kanan dan kiri, itu sangat lucu. Saat ini aku sedang duduk dibelakangnya.

From : Sehun
Rimi-ah jangan ganggu Eunmi nyanyi, ok?

From : Arimi
Siap captain!

Isi pesan singkat yang aku kirim kepada Arimi dan ia membalasnya dengan singkat pula. Arimi adalah sabahatku, kami sangat dekat. Lebih dekat dari pertemanan Arimi dan Eunmi.

Eunmi Pov

Hujan mulai reda, aku segera membereskan barang-barangku yang ada di atas meja
dan memasukannya ke dalam tasku termasuk headphone kesayanganku. Satu per satu teman telah pulang. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang walaupun hujan belum benar reda.

Aku berjalan sendirian menyusuri koridor kemudian melewati gerbang sekolah. Berjalan menunduk, melihat bayangan diriku sendiri di atas genangan air yang sengaja ku cipratkan dengan ujung sepatuku. Terlihat ada sebuah bis di depan sekolah sedang menunggu 2 orang siswi yang tengah naik bis tersebut. Di dalam bis tidak penuh hanya ada beberapa orang, terlihat seorang namja tengah duduk disamping jendela dan tersenyum ke arahku. Aku tidak membalas senyumnya, aku hanya celingukan melihat kearah kanan dan kiriku. Dia mengalihkan pandangan dan bis pun berlalu.

Rain, setiap tetes air hujan yang turun adalah kata cinta yang ingin aku ungkapkan padamu
***
“Selamat pagi dunia, sepertinya aku butuh sedikit perubahan” gumamku ketika melihat bayangan diriku sendiri di depan cermin.

Rambut yang telah kubuat kuncir kuda, kulepas. Pagi ini kuputuskan untuk membuat rambutku terurai dengan headband kecil berwarna pink sebagai pelengkap. Tak lupa mengganti backpack lusuh kesayanganku dengan tas baru pemberian appa saat ulang tahun ke 17 bulan lalu.

Cklek..pintu kamarku dibuka oleh seseorang..

“Sayang?”

“Apakah kau baik-baik saja?” Ucap eomma sambil memandangku dengan dahinya yang berkerut.

“Mwo aku bisa terlambat, kajja sarapan!” Ucapku seraya melenggang dihadapannya.

“Sayang, tapi bau parfume mu……..sangat menyengat”
***
“Annyeong Eun..” Sapa Baekhyun terputus sambil memperhatikanku dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Annyeong Baek!”

“Yak ternyata selama ini kau seorang yeoja!” Ucap Baekhyun ketika aku berlalu dihadapannya. Aku hanya mengernyitkan dahiku dan membuat sebuah kepalan tangan yang tertuju pada wajah Baekhyun.

Aku mengedarkan pandanganku keseluruh sudut di dalam kelas ini, tidak ada tanda-tanda adanya makhluk itu. Apakah hari ini dia tidak masuk sekolah?

“Annyeong haseyo!” Ucap Park songsaenim memasuki kelas. beliau to the point me-riview materi pelajaran yang sebelumnya telah dipelajari.

Tuk..tuk..tuk.. pintu diketuk pelan, mengganggu keheningan. Dari balik pintu munculah makhluk yang aku cari sedari tadi. Oh Sehun membungkukan badan kepada Park songsaenim.

“Silahkan duduk!” Ucap Park songsaenim kepada Sehun yang sedang kikuk.
***
“Owww sh*t” teriak Sehun, semua orang didalam kelas terkejut walaupun hanya ada beberapa orang saja pada jam makan siang seperti ini. Rupanya jari telunjuk Sehun berdarah, entah kenapa.

“Ada yang punya plester?”

“Tidak, minta saja ke UKS Oh!” Jawab seseorang.

“Baiklah” ujar Sehun kemudian berlalu.

“Tunggu Oh!” Cegahku kepada Sehun.

“Sepertinya aku punya, er..sebentar” Lanjutku sambil mencari plester didalam tas. Ketemu!

Aku berjalan menghampiri Sehun yang sudah berdiri mematung menungguku. Menempelkan plester di jari telunjuknya dengan hati-hati.

“Selesai!” ucapku.

Seketika mata kami bertemu, untuk pertama kalinya kami berdiri berdekatan seperti ini. Harus kuakui Oh Sehun begitu tampan. Dia tersenyum, oh Tuhan he’s smile just more than sugar.

Sepertinya aku…

“Aku pergi, gomawo Eunmi!” Ucapnya menyadarkan lamunanku seraya keluar kelas.
***
Sambil menunggu bis kami terbiasa bergurau di halte depan sekolah untuk sekedar mendengar lelucon terbaru dari Byun Baekhyun ataupun ber-selca.

“Aku ingin bersama Eunmi” ucap Sehun.

Oh Sehun menarik lenganku. Setelah dirasa blocking nya bagus, kami siap berdiri berdampingan dengan v sign.

“Cheese!” Ucap kami bersamaan diiringi tawa kecil.

“One more!” Teriak Arimi sambil mengacungkan jempolnya.

Arimi, Sehun, dan yang lainnya segera naik ke bis tujuan mereka setelah sekian lama menunggu di halte. Sedangkan aku pulang berjalan kaki sendirian.

“Hi!” Sapa seseorang disebelahku, aku membalasnya dengan senyum.

“Kau temannya Xiumin kan?” Tanyanya.

“Ne”

“Kau mau kemana?” Tanyaku basa basi.

“Tentu saja pulang, rumahku cukup dekat dari sini. hari ini aku tidak membawa kendaraan”

Kami membuat obrolan kecil dan sempat bertukar nomor ponsel. Obrolan kami terputus saat kami tiba di depan sebuah rumah mewah. Park Chanyeol melambaikan tangannya kearahku.
***
From Chanyeol :
Good night chagi ! besok makan siang bersamaku ok? See u
Chan 🙂

“Yak! playboy yang satu ini memang benar-benar..” Desisku saat membaca pesan dari Chanyeol, namun ada suatu debaran aneh yang kurasakan…
***
“Chagi, kajja!” Ucap Chanyeol yang tiba-tiba sudah berdiri disampingku.

Dia masuk ke dalam kelasku begitu saja saat jam makan siang. Teman-temanku sepertinya sangat asing dengan pemandangan seperti ini, aku segera mengiakannya dan pergi makan siang berdua bersama Chanyeol.

Beberapa hari ini kami sangat dekat. Hampir setiap hari kami makan siang dan pulang bersama. Pada suatu kesempatan kami sedang asyik berbincang didepan kelasku, ada seorang namja yang sedang memperhatikan kami dari dalam kelas. Oh Sehun, kudengar kini dia sudah memiliki yeojachingu. Ya, Son Naeun adalah juniorku, dia sangat cantik dan popular di sekolahku.

Tahukah kalian bagaimana perasaanku saat mendengar semua itu? Aku marah, namun
aku tidak berhak untuk marah. Kadang aku iri, kadang aku ingin menjadi yeojachingu nya Park Chanyeol untuk membuktikan bahwa aku pun bisa. Tapi aku tidak suka pada Chanyeol not to love aku hanya mengagumi ketampanannya. Begitu pula dengan Chanyeol sepertinya dia tidak menyukaiku, dia hanya membutuhkan teman yang bisa mendengarkannya.

Huuuft..kita semakin jauh, tidak ada sapaan apalagi bergurau. Bahkan jika kami berpapasan pun tidak ada senyuman. Sikapnya kepada orang lain berbeda dengan sikapnya kepadaku. Sehun seperti menjauhiku, apa salahku? Jika kita tidak bisa bersama, aku ingin tetap berteman baik dengannya.

Ini keterlaluan! Setiap hari aku memikirkannya, belum tentu dia memikirkanku. Katanya dia menyukaiku, tapi kenapa dia pacaran dengan yeoja lain dan memberi harapan palsu kepadaku seperti ini. Aku menunggumu mengatakan kepadaku “would you be my girlfriend?”
***
Siang ini aku pergi ke kedai es krim. Aku
ingin membeli iceland-es krim favorite ku.

“Hi Oh!” sapaku kaget, aku bertemu Oh sehun dipersimpangan jalan ketika akan pergi ke kedai.

“Hi, kau mau kemana?” Tanya Sehun.

“Ke kedai es krim x”

“Oppa, kita ke kedai es krim saja bersama eonnie ini daripada kita bingung menentukan tujuan” ajak yeoja disebelah Sehun.

“Ne”

“Oh ya, Naeun imnida salam kenal!” sapa
Yeoja itu ramah sambil membungkukkan badan kepadaku.

“Eunmi imnida”

Son Naeun memakai hoodie pandek berwarna pink, sangat manis. Berbeda dengan diriku, aku pun tak mengerti baju apa yang sedang aku kenakan.

Akhirnya kami pergi ke kedai es krim bersama. Aku berjalan didepan mereka berdua. Di kedai es krim aku terpaksa duduk bersama mereka itu pun karena dimintai Naeun, aku merasa tidak enak.

“Aaaa..” Ucap Naeun memberi intruksi kepada Sehun untuk membuka mulutnya. Satu sendok penuh es krim lemon Naeun masuk ke mulut Sehun. Sehun balas menyuapi Naeun dengan es krim coklatnya. Sepertinya mereka tidak menghiraukan keberadaanku. Aku mempercepat
suapanku, paket ice land favorite ku terasa hambar tidak seperti biasanya.

“Eonnie bolehkah aku meminta tolong, tolong foto kami!” Pinta Naeun.

“Ne, tentu saja” dengan malas kuambil ponsel Naeun dan mengambil dua gambar mereka yang sedang saling menyuapi es krim.

“Er…aku harus pergi, aku sedang terburu-buru” ucapku.

“kemana eonnie?”

“Toko buku!” Reflex kukatakan saat melihat sebuah toko buku disebrang jalan. Aku berbohong demi kebaikan -_- jangan sampai Naeun ingin ikut juga. Jika dia ingin maka matilah aku saat itu.

“Ah ne” Ucap Sehun.

“Gomawo eonnie sudah memberi tahu kami kedai es krim ini”

“Selamat berkencan, bye” ucapku sambil bangkit dari tempat duduk ku dengan senyuman entah terlihat tulus atau dipaksakan.

Aku berjalan dengan langkah cepat, terpaksa aku masuk ke toko buku yang berada disebrang jalan. Mengambil acak sebuah buku dan membawanya ke tepian tembok.

Air mataku sudah tidak terbendung lagi, tenganku gemetar, dan dadaku sakit. Aku
jongkok dan memeluk lutut ku. Aku menangis sesenggukan.

Aku menghapus air mataku sendiri dan bangun dari jongkok. Ku lihat buku tersebut agak basah terpaksa aku harus membelinya.

Aku pernah jatuh cinta, namun tak pernah ku rasakan jatuh cinta seperti ini. Ketika berada di kedai es krim sesekali mata kami bertemu. Aku melihat sorot mata yang tidak biasa, tidak ada rasa. Apakah kau bisa membaca sorot mataku?
Jika bisa maka sorot mataku mengatakan “AKU MENGHARAPKANMU”.

Aku teringat sesuatu yang ingin sekali kulihat saat ini, foto ku bersamanya. Foto itu ada pada ponsel milik Arimi. Maka aku putuskan untuk pergi ke rumah Arimi, berharap dia masih memilikinya.
***
“Rimi-ah, apakah kau masih menyimpan fotoku bersama Sehun yang dulu?” Tanyaku gugup.

“Tentu saja, saat itu kau bilang akan memintanya nanti saja, Oh Sehun bahkan sudah memintanya dari dulu” jawab Arimi.

“Oh ya?” Yakinku sambil tersenyum melihat foto itu pada ponsel Arimi.

Andai aku bisa bersama Oh Sehun mungkin aku akan menjadi orang paling bahagia sedunia. Tentu saja karena aku sangat menyukainya.

“Kau menyukai Oh Sehun?” Tanya Arimi membuyarkan lamunanku yang indah.

“Sudah terlambat, aku memang bodoh” jawabku lemas.

“Dulu kau pernah bilang jika Sehun menyukaiku, Apakah Sehun pernah mengatakannya padamu?”

“Seperti yang kukatakan dia menyukaimu Eunmi, pada suatu kesempatan dia tidak sengaja mengatakan jika dia menyukaimu. Jika aku berbicara mengenai dirimu, dia akan menjadi sangat sensitif. Er.. Sebagai teman dekat Oh Sehun kurasa dia tidak suka jika kau dekat dengan Park Chanyeol saat itu”
***
Aku berbaring di tempat tidur, Masih terngiang perkataan Arimi. Apakah Sehun benar menyukaiku ?
Jika benar bagaimanakah perasaannya pada saat itu ?
Apakah seperti ini ?
Sejak kapan ia mulai menyukaiku ?

Yang bisa kulakukan hanya flashback. Arrrgh! Semakin aku mengingatnya maka semakin aku jatuh cinta padanya. Aku bahagia setidaknya dia pernah menyukaiku, pria setampan Oh Sehun. Aku menyesal telah menyia-nyiakan dan tidak
meresponnya. Namun, aku tidak akan menyalahkan kehadiran Park Chanyeol karena aku memang yeoja pabo. Yang aku inginkan saat ini adalah “mesin waktu” aku akan memperbaiki semuanya. Tapi itu adalah keinginan yang bodoh, Sehun beruntung dia mempunyai yeojachingu yang cantik seperti Naeun bukan yeoja pabo sepertiku. Kini nasibku ngenes saat aku benar-benar menyukainya, dia tidak menyukaiku lagi.

Sesekali kulihat foto itu di ponsel, mataku nanar, kulempar ponselku ke tembok dan 20 detik kemudian kupungut kembali.
***
Aku bersemangat pergi ke sekolah. Untuk orang lain mungkin hari ini biasa saja, namun bagiku hari ini sangat special. Aku masih bisa melihatnya hari ini, mendengarnya tertawa dan benyanyi dalam setiap alunan nada do-re-mi yang membuatku semakin meyadari betapa aku menyukainya. Walaupun dia bersikap acuh padaku.

Aku pun telah berusaha untuk tidak menyukainya dengan cara mencari kesalahan dan kekurangannya alhasil semua itu membuatku menyukai Oh Sehun apa adanya.
***
Aku menyanyikan sebuah lagu pelan dengan diiringi dua buah gitar akustik. Yang satu dimainkan oleh Do Kyungsoo dan satunya lagi olehku. Semua orang memperhatikan kami termasuk Oh Sehun. Oh Sehun ? Tenang saja, jangan sampai gagal move on hanya dalam satu malam karena aku sudah bersusah payah melupakannya 2 bulan kebelakang ini.

Malam ini semua orang terlihat gembira, mengenakan gaun yang cantik dan berdansa dengan pasangan dansanya. Aku sendiri memakai mini dress dengan punggung terbuka, tentu saja aku tidak suka. Sehingga aku pun memakai jaket wol cukup tebal berwarna navy untuk menutupinya. Bahkan aku mengenakan leather boots disaat para gadis lain berlomba-lomba mengenakan heels yang cantik.

Ini adalah from night seniorku, sebenarnya aku malas namun terpaksa aku harus datang karena sudah berlatih nyanyi bersama Kyungsoo untuk tampil di acara ini.
Kecuali aku, sendirian dan terlihat kikuk. Aku hanya duduk dipojokan sambil mengaduk segelas minuman dengan sedotan. Memperhatikan semua orang yang sedang berdansa. Semua namja di kelas ku sudah habis di booking, Arimi pun sukses berpasangan dengan Mr. Suho sang ketua kelas pujaan hatinya.

“Yak Eunmi-ya kenapa kau hanya diam saja, kajja!” Ucap Baekhyun sambil mengulurkan tangannya kepadaku.

“Kau tidak memiliki pasangan?” Tanyaku.

“Dia sedang p**p”

Aku pun memberikan tanganku, Baekhyun menariknya dan membawaku ke lantai dansa. Aku merasa senang, Baekhyun seperti hero malam ini walaupun sikapnya konyol tapi dia sangat baik hati. Kami hanya cekikikan saat berdansa.

“Chankkaman pangeranmu sedang sendirian, sebaiknya kau berdansa dengannya!” Ucap Baekhyun tiba-tiba.

“Molla aku ingin bersamamu saja!”

“Tapi pasanganku sudah selesai p**p”

Baekhyun menarik lenganku lagi, hingga kini aku berdiri tepat dihadapan Sehun.

“Ku serahkan dia padamu pangeran, berdansalah dengannya” ucap Baekhyun kemudian kabur.

“Yak Byun Baekhyun!” Teriakku.

Kulirik sedikit ke arah Sehun, sepertinya dia adalah namja paling bersinar malam ini. Bagaimana tidak, Baekhyun pun memanggilnya dengan sebutan “pangeran”. Ketampanannya seperti makhluk dari Exo planet.

“Kau mau dansa?” Ucapnya.

“Er..terserah” jawabku.

Akhirnya kami berdansa.

“Bagaimana caranya aku tidak bisa” ucapku sambil celingukan melihat pasangan lain yang sedang berdansa.

“Begini..”

Sehun meraih kedua tanganku, kemudian menempatkan diatas kedua sisi bahunya. Sedangkan ia menempatkan kedua tangannya dipinggangku.

Oh tidak! Aku merasakan getaran aneh lagi bahkan lebih hebat dan bergemuruh. Aku tidak habis pikir dengan tampang Sehun yang tenang bagaikan bayi sedangkan aku harus berusaha tidak mengeluarkan keringat dingin diwajahku. Eomma aku ingin pulang!!!

Alunan musik jazzy ini mengajak kami untuk ikut berada didalamnya. Melangkahkan kaki pelan-pelan sambil menundukkan kepala, sesekali aku mencuri pandang padanya.

Kekuatan cintaku telah di charge penuh kembali. Aku tidak peduli jika aku telah bersusah payah untuk melupakannya bahkan, jika ia memiliki yeojachingu.

Bagaimana jika aku menutup diriku ?
Bagaimana jika aku tidak bisa menyukai orang lain ?
Bagaimana jika aku hanya menyukai dirimu ?
Bagaimana jika semua lagu adalah dirimu ?
Bagaimana jika semua sudut adalah dirimu ?

***
Bip..bip..bip..

“Annyeong!” Sapaku.

“Eunmi, apakah kau sedang di rumah?” Tanya suara disebrang sana, kuyakin Arimi.

“Ani, aku sedang di taman belakang sekolah, waeyo?”

“Rajin sekali kau hari libur ke sekolah, ani aku hanya ingin pinjam buku catatanmu, nanti malam saja aku ke rumahmu”

“Ah baiklah”

Suara telepon diputus.

Angin berhembus menyibak rambutku ke kanan dan ke kiri. Aku tak segan duduk selonjoran dengan blouse putihku diatas rumput.

Puk, Seseorang menepuk pundakku.

“Omo!” Teriakku. Aku kaget setengah mati kupikir hantu sekolah, ini sudah petang.

“Kau sedang apa?” Tanyaku menoleh kearahnya ternyata dia bukan hantu.

“Kau sendiri sedang apa?” Dia balik bertanya dan duduk disampingku.

“Aku hanya diam saja” jawabku bingung. Dia tertawa kecil.

“Rupanya kau memakai earphone, pantas saja dari tadi kupanggil tak menjawab. Pinjam dong earphone mu sebelah”

Berbagi earphone, mendengarkan lagu bersama orang yang kusukai. Kami hanya terdiam. Sesekali Oh Sehun menginjak-injakan kakinya diatas rumput.

“Kau menangis, wae?”

“Ani, lagunya sedih” jawabku sambil berusaha tersenyum. Aku pun tidak mengerti mengapa aku menangis.

Oh Sehun melepas earphone, menatap mataku lekat-lekat. Aku pun menatapnya.

“Mianhae” ucapnya sambil menghapus air mataku. Air mataku semakin deras.

Jika kau dapat menghapus air mataku
Aku ingin terus menangis di sampingmu

“Aku…” Ucapku.

“Aku mohon dengarkan aku terlebih dahulu!” Potong Sehun. Sehun kembali menghapus air mataku dan melepas earphone ditelingaku.

“Eunmi-ya, whould you be my girlfriend?”

“….”

“Heum?”

“Ya…” Ucapku.

Oh Sehun tersenyum kepadaku. Senyuman yang pernah kulihat dan selalu kurindukan, more than sugar.

“Jadi sekarang kita..” Ucap Sehun terpotong kemudian tertawa kecil. Ini seperti mimpi. Tuhan, jika aku sedang bermimpi jangan bangunkan aku. Jika ini nyata, biarkanlah seperti ini.

Aku bangkit meninggalkannya.

“Yak! Chagi jangan kabur, jawab aku dulu!” Teriak Sehun.

“Chagi aku tampan kan?” Teriaknya kembali.

“Aish, namja ini!” Gerutuku.

“Ya, kau sangat tampan Oh Sehun!”

Sehun bangkit dan mengikutiku. Aku berlari, ia pun mengejarku. Ia berhasil meraih tanganku. Kami berdiri berhadapan ditengah lapangan sekolah (?). Sehun meraih kedua tanganku.

“Aku tak akan melepaskanmu, neomu saranghae Eunmi-ya!”

“Aku pun sangat mencintaimu Oh Sehun”

“Dansa lagi yuk?”

“Disini? Sekarang?”

Sehun mengangguk antusias.

“Hm baiklah..” kemudian aku melingkarkan tanganku pada lehernya.

“Wah sekarang Kang Eunmi sudah pintar” Sehun balas melingkarkan tangannya ke pinggangku.

Seperti yang pernah kami lakukan, perlahan kami melangkahkan kaki ke kanan dan ke kiri.

“Ini terlihat bodoh Oh Sehun!”
Ya! Mereka, dua orang bodoh yang telah selesai dihukum tuhan karena kebodohan mereka sendiri.
END
Fiuh~ gimana chingu? Keep RCL ya ^^

 

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s