[EXOFFI FREELANCE] Return (Chapter 2)

return

Title         : Return (Chapter 2)

Author        : Rebelllious_Geek

Cast        : Lee Chaerin

         Kim Jongin

         Xi Luhan

Support Cast    : Kris Wu

         Park Chanyeol

         Byun Baekhyun

Genre         : Romance, Slice of Life

Length        : Chaptered/Series

Rating        : PG-17

Summary        :Chaerin hanya ingin hidupnya berubah normal tanpa situasi konyol lagi. Satu tahun yang lalu ia dipindah tugaskan ke Busan Karena terlibat pertengkaran dengan anak Asisten Manajernya.  Dan saat ia kembali ke Kantor Pusat di Seoul, ia tidak menyangka dihadapkan dengan situasi yang lebih sial karena bertemu seseorang yang pasti tak akan membiarkannya pergi kemana-mana lagi.

“Kau hanya perlu kembali kepelukanku lagi, mudah kan?”

Disclaimer    : visit https://www.wattpad.com/story/96854611-return

Maaf ya, yang nungguin kelanjutannya kemarin, author lagi banyak deadline sama stuck ngerjain skripsi jadi belum sempet kepegang padahal tinggal editing aja.

Oh iya ini yang part 1 nya, (1),

Happy Reading, Rebellious_Geek

Pertemuan Staf sudah berjalan sekitar 5 Menit  yang lalu. Namun hal lucu yang di janjikan Chanyeol belum juga muncul, Chanyeol tak tenang duduk di tempatnya sedari tadi, ia mencari keberadaan Chaerin. Ia juga berfikir tentang kemungkinan Chaerin tidak datang, bisa-bisa Jongin benar-benar menaruhnya di office boy.

Mereka berlima saling menukar pandang.

“Mana bagian yang seru?” bisik Baekhyun.

“Sebentar lagi, pasti ia datang, sebentar”

Pertanyaan muncul di benak Baekhyun, memang siapa yang akan datang?. Kim Tae Hee? Jun Ji Hyun? Gigi Hadid?. Bahkan Baekhyun mulai meledek Chanyeol yang akan di taruh ke office boy besok pagi.

Di kursi yang tersedia, ada beberapa yang belum datang termasuk Staf Administrasi. Setidaknya Chanyeol masih ada harapan bahwa ia tak akan jadi office boy jika Chaerin datang.

Pintu masuk meeting terbuka sedikit tapi tidak membuat yang lain terganggu.

Gotchaa!!

Chaerin memasuki ruangan meeting dengan Kepala Staf Administrasi. Chanyeol berbisik pada Baekhyun dan yang lainnya, terkecuali Jongin yang sedang memperhatikan presentasi dengan serius.

Chaerin secara tak sengaja menangkap mata Chanyeol yang otomatis membuatnya melihat kejajaran seluruh bangku yang berada di samping Chanyeol.

Kris Wu, Byun Baekhyun, Xi Luhan.

Takdir suka bercanda dengannya.

Baekhyun, Kris tercengang saat melihat kehadiran Chaerin. Mereka benar-benar tak menyangka akan seperti ini. Jongin yang berada agak jauh dari mereka masih bicara dengan Kakeknya yang juga sedang memperhatikan presentasi.

Luhan merasa dunianya berhenti saat itu juga. Jantungnya berdetak kencang, perasaannya membuncah. Sebuah senyum simpul terbit di wajahnya. Gadis itu baik-baik saja. Setidaknya, walaupun ia memperkirakan situasinya mungkin tak baik saat ini.

Mereka bertiga saling bertukar pandang, kira-kira apa reaksi Jongin jika melihat Chaerin. Chaerin tidak tenang dalam duduknya dan sesekali memalingkan wajahnya, namun Chanyeol dan Baekhyun terkekeh melihat ekspresinya.

Chaerin beralih menatap Luhan, dengan ekspresi yang sulit di artikan. Chaerin tersenyum rikuh pada Luhan. Namun saat ini suasana hati Chaerin benar-benar berantakan.

Perutnya pun bergejolak. Entah ia gugup antara demam panggung atau panik karena bertemu anggota exo setelah sekian lama.

Tangan Chaerin bergetar, apalagi saat divisinya terpanggil untuk prensentasi. Ia merasa seperti kepalanya di tembak dengan shotgun. Chanyeol dan Baekhyun menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya sambil memperhatikan Jongin yang masih berbicara dengan para petinggi Hyundai Foundation serta Kakeknya.

Chaerin melangkah kedepan, sekaligus berdoa agar kakinya tidak lemas. Dan ia sempat melihat ke arah mereka bergantian. Dan sepertinya Jongin belum menyadarinya. Namun apa yang membuatnya lebih terkejut adalah seorang Kakek yang duduk di samping Jongin.

Chaerin berdeham meredakan kegugupan yang tak bisa ia tutupi sama sekali.  Seketika itu semua audience mengalihkan tatapannya pada Chaerin. Chaerin mau tak mau melihat ke arah Kakek itu dan Jongin.

CEO, CHAIRMAN

Oke bunuh saja dia sekarang, ia tak menyangka bahwa Jongin adalah CEO tempatnya bekerja dan Kakek itu adalah Pemegang Saham terbesar.

Jongin? Jangan tanya ekspresinya, bahkan ia tidak tau bagaimana harus bereaksi.

Fikirannya kembali saat sisa jam istrirahat tadi siang,

Flashback on

Starbucks Coffee

12.35

Fikiran Chaerin melayang kemana-mana setelah pembicaraan anehnya dengan Chanyeol tadi. ‘istirahat masih setengah jam’ batin Chaerin. Merasa bosan ia beranjak ke Cafe di seberang kantornya, sudah lama sekali sejak terakhir kali ia berkunjung kesana.

Matanya menjelajah keseluruh penjuru café. Tempat itu berubah di beberapa bagian namun tetap nyaman untuk di lihat. Ia berpaling cepat saat melihat seseorang yang sangat terasa familiar.

“kakek Hyunsung!”

Itu adalah Kakek Hyunsung yang tetangganya di Busan. Kakek Hyunsung sering memancing di samping tempat ia menyewa flat. Ia juga sering berbincang-bincang dengan Kakek itu tentang banyak hal. Bahkan Kakek Hyunsung pernah memberinya banyak ikan dan makanan saat disana. Chaerin sudah menganggap Kakek Hyunsung seperti keluarganya sendiri.

Hari ini ada banyak kejutan menantinya, fikir Chaerin.

Orang yang di panggil itu berpaling tersenyum pada Chaerin. Chaerin mengambil Americano yang di pesannya dan setengah berlari ke arah Kakek Hyunsung.

“kakek sedang apa disini?, wah kakek rapih sekali hari ini” tanya Chaerin tanpa menyembunyikan rasa penasaran sama sekali.

“aku akan menjenguk cucuku, sudah lama aku tak bertemu dengannya”. Kakek yang menggunakan cardigan dan celana panjang santai itu berpaling melihat gedung kantor Hyundai.

“cucu kakek kerja di Hyundai?!”

Kakek Hyunsung mengangguk tersenyum. Chaerin heran, kenapa kakek Hyunsung tidak bilang apa-apa selama di Busan. Padahal Kakek Hyunsung tahu bahwa Chaerin bekerja di Hyundai Foundation. Dan yang ia tahu adalah, Kakek Hyunsung tinggal sebatang kara dan tak pernah bercerita tentang keluarganya.

“kakek kenapa tidak bilang, kan…” ponsel Chaerin berbunyi sebelum Chaerin sempat melanjutkan perkataanya. Kakek Hyunsung tersenyum simpul.

“hee?? Iya sebentar, aku kesana..iya….aishhh”, gerutu Chaerin.

Sebenarnya Chaerin ingin bertanya, siapa nama cucu kakek Hyunsung dan bekerja di bagian apa. Namun masalah pekerjaan memaksanya menelan kembali perkataannya.

“kek, maaf ya, aku harus pergi. Nanti aku akan telfon kakek” Chaerin beranjak sambil memberi cengiran khasnya. Kakek Hyunsung tersenyum menggangguk sambil memperhatikan Chaerin berlalu.

Ah..Indahnya hari ini, gumam Kakek Hyunsung

Flashback off

Kakek Hyunsung menyadari cucunya bergerak gelisah sambil terkekeh di tempatnya namun matanya tetap fokus kepada wanita di depan yang sedang presentasi.

Jika bukan sedang meeting, Kakeknya yakin bahwa Jongin akan dengan cepat menarik Chaerin keluar dari sini kapanpun ia mau.

Jongin terkekeh dalam duduknya. ‘Lee Chaerin, akhirnya aku menemukanmu tanpa perlu kucari’. Jongin tersenyum miring sambil memandang gadis di hadapannya seksama. Sedangkan Chaerin berusaha fokus walaupun pandangan Jongin benar-benar terasa menusuknya.

Presentasi itu berjalan dengan lancar seperti yang Kakek Hyunsung perkirakan, tak salah ia meminta Jongsuk untuk Chaerin presentasi kali ini. Kakek Hyunsung masih ingat saat ia bersama Chaerin di Busan dulu.

Flashback on

“Kau tak punya kekasih?” kekeh Kakek Hyunsung

Chaerin menggeleng, “aku terakhir pacaran saat kuliah kek”. Kakek Hyunsung tertawa kecil melihat Chaerin yang mabuk sedari tadi.

“Namanya Kim Jongin, ia meninggalkanku karena perempuan bernama Jung Soojung” Kakek Hyunsung terkejut, saat gadis itu menyebutkan nama yang sama dengan nama cucunya.

“Sejak saat itu aku tak ingin lagi berurusan dengan lelaki”

Kakek Hyunsung menepuk pundaknya, “jika aku jadi Kakeknya, akan kujewer telinganya dan kusuruh ia kembali padamu”. Chaerin tertawa sumbang “aku sudah baik-baik saja, aku, dia dan Luhan”..dan Chaerin terus melanjutkan ceritanya.

Aku..dia dan Luhan

Aku..dia dan Luhan

Aku..dia dan Luhan

Chaerin menangis di sela-sela ceritanya, bagaimana ia merasa kehilangan Jongin dan Luhan. Setidaknya ia masih menganggap kedua pria itu sebagai Sahabatnya. Dan ia amat sangat menyesali ketika Jongin dan Luhan harus bermusuhan karenanya.

Orang mabuk tidak pernah berbohong.

Luhan? Xi Luhan, selalu saja Jongin berebut dengannya.

Sudah bisa dipastikan bahwa perempuan ini pernah memiliki hubungan khusus dengan cucunya. Tapi cucunya lebih memilih Soojung. Ia tahu perempuan mata duitan satu itu. ia hanya mengejar cucunya saat ia hanya membutuhkan uang. Ia memanfaatkan Jongin. Dan Jongin selalu buta akan hal itu.

Akhirnya pada saat semuanya terkuak, Jongin meninggalkan Soojung. Saat Soojung berterus terang bahwa ia hanya memanfaatkan Jongin.

Beberapa tahun yang lalu, Jongin sering menggumam dalam tidurnya, menyebut sebuah nama dalam gumamannya. Kakek Hyunsung yakin itu bukan nama Soojung.

Takdir apa ini, Tuhan..

Jika memang dirinya sebagai jalan lain yang bisa mempertemukan Jongin dan Chaerin? Kenapa tidak?

Flashback off

Kakek Hyunsung bangun dari tempat duduknya, sambil bertepuk tangan atas presentasi yang Chaerin bawakan. Ia menepuk pundak Chaerin. Sedangkan Chaerin masih berusaha agar tidak terjatuh dari tempatnya berdiri.

Hadirin rapat….perlu kalian tahu, gadis ini adalah temanku saat selama di busan, ia sering menemaniku memancing, berjalan-jalan ke pasar, bahkan membantuku saat aku dalam kesulitan, aku benar-benar bahagia sekali bertemu dengannya bahkan aku sangat menyayanginya…” Ujar Kakek Hyunsung sambil tersenyum ke arah Chaerin.

Tunggu, Kakeknya mengenal Chaerin? Jongin terkekeh bingung. Jadi apa? Kakeknya ingin menikahi orang yang seumuran dengannya?.

Chanyeol dan yang lain hampir tersedak dengan semua perkataan Kakek Hyunsung. Mereka mengalikan pandangan ke Jongin yang sudah entah seperti apa ekspresinya.

“…she’s really smart and energic, and she does really have wife materials..”. dan setiap perkataan yang keluar dari Kakeknya makin terasa tak lucu lagi terdengar di telinga Jongin. Kakeknya boleh saja menikah, tapi tidak dengan anak seumurannya. Kakeknya pasti sudah gila. Jongin benar-benar harus keluar dari ruangan ini.

Baru saja Jongin akan beranjak, Kakeknya mengeluarkan kata-kata yang terasa seperti mimpi.

“..untuk itu, aku akan melangsungkan pesta pertunangan, dalam waktu dekat ini antara Nona Lee Chaerin dan cucuku, Kim Jongin”.

Baekhyun dan Kris  menatap Chanyeol. Namun Chanyeol menggelengkan kepala kencang. Jika ini pertunjukkan, maka ini sebuah pertunjukkan yang sukses bahkan bisa mendapatkan penghargaan.

“Aku fikir kau tau masalah ini” tukas Baekhyun masih ternganga dengan keterkejutannya. Di sisi lain, Luhan mencelos sesaat. Mereka bertemu Chaerin hari ini, dan saat ini juga Chaerin akan di tunangkan dengan Jongin.

Jongin sendiri terdiam namun lega. Entah apa yang membuatnya lega, ia yang akan di tunangkan dengan Chaerin atau Kakeknya yang tidak jadi menjadikan Chaerin istrinya. Ia terkekeh, memikirkan Chaerin jadi nenek tirinya saja membuat perut Jongin mual.

Chaerin ingin tertawa sinis rasanya. Kakek Hyunsung, adalah Kakek Jongin?, dari sekian banyak orang di dunia, kenapa harus Jongin yang jadi cucunya. Ia ingat pernah bercerita soal Jongin kepada Kakek Hyunsung saat ia mabuk berat di Busan.

Paginya setelah hangover ia mengingat semua yang ia ceritakan malam itu. Bahkan ia malah mencari Kakek Hyunsung dan minta maaf jika ia berbicara aneh saat mabuk. Kakek Hyunsung malah hanya tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa.

Yang semakin membuat Chaerin tak paham adalah ekspresi Jongin yang terkekeh tanpa ada penolakan. Jongin maju menerima uluran tangan Kakek Hyunsung. Dan tersenyum kepada seluruh hadirin Pertemuan di siang itu.

Apa yang harus kembali, memang kembali. Jongin tersenyum puas sambil memikirkan hal itu.

Seluruh peserta rapat bertepuk tangan riuh, dibalik itu Luhan masih bersikutat dengan pikirannya, apakah ia harus bertepuk tangan seperti yang lain? walaupun ini adalah settingan dari Kakeknya. Jongin tidak akan menolak. Jongin pasti akan mengambil apa yang harus ia miliki setelah apa yang pernah terjadi.

Apa yang di fikirkan Chaerin? Chaerin bukan tipikal orang yang akan mempermalukan orang lain, jadi tidak mungkin ia berteriak menolak di tengah suasana seperti ini. Ia tak akan mempermalukan Kakek Hyunsung. Luhan terus berfikir kemungkinan-kemungkinan yang akan Chaerin lakukan.

Dan disisi lain, Jongin yakin mulai saat ini dan kedepannya, dunianya akan kembali menyenangkan lagi berkat kedatangan Chaerin.

(Chaerin)

Sebuah tangan hangat merangkul pinggangku tiba-tiba, “Kau telihat gugup, sayang”. Aku berpaling melihat Jongin yang tersenyum miring ke hadapan para peserta rapat. Jongin menghadap ke arah teman-temannya.

Wajah Luhan oppa sulit diartikan. Jongin menatap Luhan oppa lama namun di balas Luhan oppa dengan senyum simpul. Apa yang harus kulakukan dalam situasi ini. Luhan oppa berpaling melihat wajahku, ia tersenyum sendu.

Luhan oppa, tolong aku…

Apa semua ini direncanakan? Apa Jongin sudah tau semua ini akan terjadi? Tapi, tidak mungkin. Saat aku berpaling melihat ekspresi Chanyeol, Baekhyun, dan Kris, sepertinya mereka memang tidak tahu akan ada kejadian seperti ini.

Apa yang harus kulakukan?

Aku yakin aku tak akan bisa lari…

Jongin makin terasa menyeramkan bagiku..

Kenapa Kakek Hyunsung melakukan ini semua?

“Aku sudah bilang padamu kan, jika ia cucuku, aku akan menjewernya dan membawanya kepadamu” Ujar Kakek Hyunsung sambil tersenyum.

“Aku senang melihatmu akan menjadi bagian dari keluargaku nak”

Lalu Kakek Hyunsung beralih berjabat tangan dengan seluruh petinggi Hyundai Foundation. Ucapan selamat terdengar dan membanjiri telingaku. Aku hanya bisa memberikan senyum yang entah seperti apa bentuknya. Sedangkan Jongin tambah mengeratkan rangkulannya di pinggangku, ekspresinya tak terbaca saat melihatku kembali.

This Devil, he will ruin my life again, like years ago

Jongin tersenyum miring, dan menempelkan bibirnya di pelipisku. Yang membuat para hadirin tertawa bahagia melihat yang apa ia lakukan. Tanganku mengepal erat gemetaran dan sendiku terasa lemas sekali. Jika Jongin tidak memegangku saat ini, mungkin aku sudah terduduk di lantai.

Keringat dingin membanjiriku seketika. Terlintas di fikiranku jika Jongin menganggap ini serius, aku yakin kesempatanku untuk bisa kabur hanya sepersekian persen.

Dan kata-kata itu keluar dari Jongin saat ia berbisik pelan di telingaku,

“Welcome back babe… from the beginning, you’re always belong to me”.

Welcome to your worst nightmare, Lee Chaerin.

Hyundai Foundation

15:00

Berita itu meluncur dengan cepat ke seluruh penjuru Hyundai Foundation. Dan tentunya membuat Chaerin menjadi bahan pembicaraan di Hyundai Foundation.

“Gila” umpat Chaerin.

Chaerin tiada hentinya bolak balik di ruangan kerja Jongin setelah pengumuman pertunangan itu. Jongin mengajak Chaerin ke ruangannya karena ia pasti masih shock dengan apa yang dialaminya. Jongin hafal bagaimana Chaerin, Chaerin paling tidak suka ditanya hal-hal pribadi seperti itu.

Sama saat mereka dulu kuliah.

Awalnya Chaerin menolak bahkan memaki Jongin.

“Jika kau kembali ke ruanganmu sekarang, kau fikir kau akan selamat?”

Dan Jongin memang benar, mau tak mau Chaerin mengakui ruangan yang paling aman saat ini adalah ruangan Jongin. Namun berada dalam ruangan yang sama dengan Jongin sama saja keluar dari mulut buaya, masuk kedalam mulut singa.

Sepanjang perjalan ke ruangan Jongin, Chaerin beringsut menjaga jarak dengan Jongin. Chaerin menggumam, bagaimana ini, kenapa bisa terjadi, apa yang akan aku lakukan?.

Bahkan Jongin sampai bosan mendengarnya.

Chaerin terheran-heran melihat Jongin yang masih tenang sedari tadi, bahkan seriangainya makin menjadi-jadi.

“Bagaimana kau bisa tenang disaat seperti ini? astaga kepalaku”

Jongin terkekeh melihat tingkah mantan kekasih, bukan..calon tunangannya itu. Bahkan memikirkan ia akan bertunangan dengan Chaerin membuatnya tersenyum tiada henti. Tak sabar apa yang akan ia lakukan untuk menghabiskan waktu bersama Chaerin nanti.

“Aku tak tau kenapa jadi begini, tapi ini bukan sesuatu yang buruk”

Kalimat yang Jongin keluarkan tadi membuat Chaerin ingin menjambak rambut Jongin saking kesalnya. “Bagaimana kau bisa bercanda? aku dan kau hahaha” Chaerin tertawa sumbang.

“Aku sudah mengenalmu dan begitupun sebaliknya, apa yang membuatmu sulit?”

“Tentu saja, ini sulit! Karena itu kau!” teriak Chaerin frustasi.

“Aku tidak merasa ini sulit, Chaerin-a”

“Aku tidak akan kembali dengan penghianat”.

Well, Jongin tidak melupakan hal itu sama sekali, “Ia memerasku dan Kakek”.

Chaerin menghentikan langkahnya sejenak, “Lalu apa yang kulihat saat kau hampir tidur dengannya? Hah?”.

Jongin mendekati Chaerin sambil bersedekap “Ia bilang kau lebih memilih Luhan Hyung daripada bersamaku”

Chaerin menatap Jongin tak percaya, jadi siapa diantara mereka yang salah paham.

“Lalu kau percaya padanya? Kau tau antara aku dan Luhan oppa tak ada hubungan apa-apa, kau tau itu dengan jelas!”.

“Luhan menyukaimu! Dia menyukaimu! Kau bahkan lebih senang bersama Luhan saat itu”. Nafas Jongin sedikit terengah mengingat hal yang pernah terjadi.

Kenapa harus Luhan lagi.

Chaerin tahu itu, hanya saja ia mengabaikannya. Tapi Luhan memang memberikan rasa nyaman kepadanya saat itu.

Luhan yang ada dengannya disaat apapun. Bukan Jongin, bahkan ketika Jongin menghianatinya, meninggalkannya.

“Yang membuat kita berbeda adalah, kau menyukai Soojung dan aku tak menyukai Luhan oppa. Jika memang aku suka padanya kenapa aku tak pacaran saja dengannya sesudah kita selesai?”.

Chaerin menghela nafas panjang, ia lelah dengan perdebatan ini.

(Chaerin)

“sudahlah, aku tak keberatan jika ini semua terjadi, kau memang hanya harus pulang kepelukanku” Jongin memelukku sambil menyandarkan dagunya diatas kepalaku. Aku berusaha melepaskan diri,  namun semakin aku meronta justru Jongin makin mengeratkan pelukannya. Still he’s a man.

“I’ll punch you after this, psycho”.

Jongin tertawa mendengar umpatanku, “Feisty as always”.

Sejujurnya Jongin makin terasa menyeramkan bagiku saat ini.  Dan dengan apa yang ia miliki sekarang, bahkan jika aku berusaha kabur, Jongin pasti akan tahu aku ada dimana. Membayangkan hal itu saja membuatku merinding.

Aku mencoba meronta lagi untuk kesekian kalinya. Namun usahaku tetap sia-sia. Sejak kapan ia jadi bertambah kuat seperti ini?. Dulu saat masih Kuliah, aku pemegang sabuk hitam Kempo. Aku tetap bisa melepaskan diri dari Jongin walaupun memang membutuhkan usaha. Tapi sekarang? bergerak pun sulit rasanya.

“Aku pernah meminta kesempatan padamu berulang kali, dan yang aku tau, kau malah pergi”.

Chaerin ingat saat Jongin berulang kali minta maaf saat itu, dan meminta kesempatan pada Chaerin. Tapi Chaerin terlanjur kecewa dengan Jongin.

Beberapa menit berlalu Jongin masih memeluk Chaerin, keheningan terjadi antara mereka. Chaerin selalu merasa asing dengan perasaan ini. Tapi mengapa saat ini, ia tidak bisa bergerak.

Entah kenapa pelukan Jongin terasa beda kali ini. Jongin terasa damai dan menenangkan. Jongin mengusap punggung dan kepala Chaerin yang terasa kaku sedari tadi. Tangannya tetap tak membalas pelukan Jongin. Justru tangan itu mengepal keras di samping tubuh Chaerin sendiri.

Kalau Jongin fikir, orang mana lagi yang mau memeluk mantan kekasih?

Mungkin hanya orang sinting yang mau memeluk mantan kekasih.

Ya, mungkin Jongin orang sintingnya.

Detak jantung Jongin terasa jelas di telinganya saat Jongin makin menyurukkan pipi Chaerin ke dadanya. Chaerin merasa ini salah, seharusnya tak seperti ini. Berbalik dengan Jongin yang menantikan saat seperti ini, kapan lagi ia bisa memeluk Chaerin.

Jongin hampir tak pernah bisa memeluk Chaerin dulu, jangankan memeluk, memegang tangannya pun bisa dihitung berapa kali. Chaerin selalu menjauh dan menghindari jika ada kontak fisik di antara mereka.

Suara telfon memecahkan keheningan mereka, Chaerin melepaskan pelukan Jongin saat Jongin lengah, “Suruh mereka masuk”.

Pintu terbuka, dan menampakkan Baekhyun, Kris, Chanyeol dan Luhan.

“Apa kami mengganggu?” Kris tersenyum masuk.

“Aku tidak tau harus bagaimana, tapi aku bahagia bertemu denganmu” Baekhyun merangkul Chaerin. Chaerin menyandarkan dirinya pada pundak Baekhyun dan menyambut yang lain.

Chaerin memandang Luhan dan beranjak memeluknya sekilas lalu memandang wajah Luhan sambil tersenyum. Namun tercetak kelegaan di wajah Chaerin.

Jongin duduk di sofa sambil memperhatikan Chaerin. Biasanya ia tak suka melihat Chaerin dekat dengan laki-laki lain. Tapi kali ini mungkin ia akan melonggarkan egonya sedikit, bahkan untuk Luhan. Hanya kali ini.

“still, you’re her guardian angel, Hyung” kekeh Chanyeol.

Walaupun berusaha untuk tidak kentara, Wajah masam Jongin terlihat jelas di mata Chanyeol dan Baekhyun. Keduanya bertukar pandang.

“someone’s jealous”, Jongin mendengus mendengarkan ocehan Chanyeol.

Kepala Baekhyun dan Chanyeol langsung jadi sasaran empuk Kris.

“Sakit bodoh”, Baekhyun menggerutu. Sedangkan Chanyeol mengusap kepalanya berulang kali.

“Aku rasa Chanyeol harus membuka usaha ramalan, ternyata omongannya benar, akan ada pertunjukan besar hari ini”, lanjut Baekhyun.

“Aku hanya ingin bilang bahwa Chaerin ada di Kantor ini, aku bertemu dengannya tadi siang di café kantor, ia bertengkar dengan Minyoung dan hampir melemparnya dari jendela” Chanyeol menjelaskan.

Sontak semua yang ada di ruangan itu tertawa karena perkataan Chanyeol. Chaerin berdecak kesal mendengarnya, “Aku tidak melakukan apa-apa bodoh”.

“Tapi jika aku tak menyela, aku yakin kau akan melemparnya”

“Aku tidak segila itu jika masih di Kantor, aku belum ingin di pecat”. Tapi Minyoung memang menyebalkan, terserah mereka saja. “Kalian kenal minyoung pasti karena ayahnya yang clingy seperti anaknya kan?”.

Chanyeol mengangguk, “Lagipula kau tak perlu khawatir di pecat, calon suamimu CEO di kantor ini”. Chaerin memutar malas bola matanya. Whatever.

“Ngomong-ngomong selamat, atas pertunangan kalian” terselip nada jenaka saat Chaerin mendengar Chanyeol mengatakan hal itu. Pikiran Chaerin sempat teralih sesaat karena kedatangan mereka. Ia berpaling menghadap Jongin yang masih diam ditempatnya dengan ekspresi mengeras.

“Jongin, aku ingin bertemu dengan kakekmu, secepatnya kalau…”

“Kita akan membicarakan ini nanti, tidak sekarang” potong Jongin. Jongin beranjak ke arah Chaerinsambil memandangnya tanpa henti. Suasana di ruangan itu hening, namun aura yang di keluarkan Jongin membuat Chanyeol dan yang lain merasa aneh.

“Sepertinya…kami harus pergi” ujar Chanyeol sambil menyikut Baekhyun yang masih terdiam bersama Kris dan Luhan yang dari tadi tak mengeluarkan suara sama sekali. Mereka berempat beranjak cepat-cepat dari ruangan Jongin.

Jongin mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Chaerin. Chaerin yang merasa tak enak dengan suasana itu memutuskan berpaling, ia paling tidak bisa di perhatikan seperti itu. namun ia bisa merasakan hawa panas tubuh Jongin mendekat perlahan padanya.

Chaerin pun langsung memasang posisi defensive, ia tidak mau lengah seperti tadi. Tingkahnya mau tak mau membuat Jongin menarik ujung bibirnya ke atas. “Kau tak berubah sama sekali, selalu bereaksi begitu di dekatku”.

Chaerin masih berpaling namun berjengit saat merasakan nafas Jongin beradu dengannya tiba-tiba.

“by the way, welcome back again…”

Iklan

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Return (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s