[Vignette] Miskonsepsi | truwita

tb2j7pelfxxxxcgxpxxxxxxxxxx_82090226-jpg_210x210

Miskonsepsi
by truwita
.
[OC] Alessa, [EXO] Sehun, Chanyeol and [SJ] Kyuhyun
Genres Childhood, Family, Comedy | Length Vignette | Rating G

Baca juga: Assasin | Damn it, Alessa! | Alessa Gift |
A Gift For Daddy | Handsome? Are you? |

“Pokoknya, Alessa gak mau pulang sama Kyuhyun!” gadis berusia lima tahun itu berteriak dengan kedua mata membulat dan tangan yang menyiku di pinggang—menegaskan keseriusan akan apa yang dia ucapkan. Entah apa masalahnya, gadis itu merajuk dan tak mau didekati sang Ayah. Padahal, Kyuhyun sudah susah payah menyempatkan diri untuk menjemput putrinya tepat waktu. Tapi lihat, kelakuan cilik satu itu?

Kyuhyun mendengus. “Lalu, kau mau pulang sendiri, begitu?”

“Tentu saja tidak!”

“Ya sudah, cepat ikut aku!”

“Enggak mau!”

“Alessa,” bertahun-tahun Kyuhyun sudah melatih kesabarannya dalam menghadapi sang putri, tapi tetap saja masih sesulit sebelumnya. Gadis itu selalu tahu cara membuatnya naik darah dengan cepat. “Aku sibuk, aku tak punya banyak waktu untuk bermain-main sekarang. Ayolah, manis!”

“Tidak mempan.” Alessa malah membuang wajahnya ke samping. Oh, habislah sudah kesabaran Kyuhyun.

Lelaki itu maju mendekat.  Tapi sebanyak apapun Kyuhyun mendekat, sebanyak itu pula Alessa menjauh dan menghindarinya. Tanpa sadar, mereka saling kejar-mengejar.

***

“Hai.”Chanyeol mengankat tangannya sambil tersenyum kikuk—bingung harus bersikap seperti apa saat bertemu dengan seorang gadis cilik. Ayolah, Chanyeol mungkin ahlinya tentang menyikapi para gadis, tapi perlu digaris bawahi juga masalah umur.

Alessa menilik dengan kedua tangan terlipat di depan dada. “Oke.” ujarnya singkat lalu melenggang keluar dari halaman sekolah.

“Eh?” tak hanya Chanyeol, para guru dan Kyuhyunpun dibuat bingung dengan reaksi Alessa yang terlihat sangat-sangat santai. Berbanding terbalik dengan sikapnnya beberapa saat lalu.

“Tunggu apa lagi? ayo pulang!”

“Ah, hati-hati di jalan Alessa sayang.” Yoon saem tersenyum ramah dan melambai, diikuti dengan guru lainnya. Chanyeol tampak ragu, dan bergedik saat menoleh pada Kyuhyun. Lelaki itu tampak geram, tapi tak ada yang bisa dia lakukan.

Kyuhyun mendesah. Akhirnya menyerah walaupun tidak rela. Ia berpikir keras, kenapa Alessa menolak pulang bersamanya. Apa ada yang salah dengan penampilannya hari ini? Kyuhyun mematut diri pada jendela kelas, lalu membandingkan dengan penampilan Chanyeol. Hal sia-sia yang malah membuatnya semakin geram karena harus menghadapi kenyataan—kalah tampan, kalah tinggi dan kalah ramping tentu saja. Dan perlu dicatat, Kyuhyun sudah bukan lagi seorang bujangan. Eksistensi Alessa adalah bukti nyatanya.

“Kenapa kau tidak bisa bawa mobil sih?!” pertanyaan yang lebih terdengar seperti bentakan itu tak lagi terelakan, keluar begitu saja ketika dia harus membiarkan putrinya naik sepeda motor.

Chanyeol menggaruk tengkuknya. “Ah itu, maaf Hyung—”

“Dan bocah setan itu, kenapa dia bersedia pulang dengan orang asing? Dia bahkan belum pernah bertegur sapa atau bertemu denganmu sebelumnya!” Kyuhun masih tidak terima.

Oppa langsing!” Alessa kembali berteriak. “Mau tidak sih, mengantarku pulang?!”

“Kalau kau membuat putriku terluka sedikit saja, kupotong lehermu!”

Te. Not. Te. Not. Te. Not. Te. Not.

Alarm motornya berbunyi, karena baru saja bocah setan itu menendang bodinya. Memang tidak parah sampai penyok, Alessa bukanlah wonder child, tapi jika dilihat dengan seksama, ada baret kecil tapi cukup dalam omong-omong.

“Ya!”

“KAU BERANI BERTERIAK PADA ANAKKU?!” Kyuhyun menggulung lengan kemejanya sampai siku.

“Ti-tidak.” takut-takut Chanyeol mengankat kedua tangannya. Cepat-cepat menghampiri Alessa sebelum cilik satu itu berhasil membuat motor kesayangannya hancur. Dia benar-benar menyesal memenuhi permintaan Adara. Kalau saja Chanyeol tahu, betapa kacaunya psikis kerabat pacarnya itu, ia lebih baik membersihkan kandang anjing Vivi milik Sehun.

***

“Paman!”

Sehun memasang wajah paling seram yang dia bisa, Vivi juga ikut menggonggong di sampingnya—menandakan ketidaksenangan dan peringatan tentang ancaman. Anjing itu mengkeret, bersembunyi di balik kaki Sehun.

“Halo Vivi!” sapaan Alessa terdengar seperti lagu kematian. Membuat anjing itu semakin mengkeret dan merapatkan tubuh pada kaki tuannya.

“Jangan takuti Vivi, Al!”

“Aku menyapanya!” Kilah Alessa.

“Yeol hyung?” Sehun menatap lelaki tinggi itu dan sepupunya secara bergantian.

“Kau mengenal oppa langsing?”

Oppa langsing?”

Alessa mengangguk dan menunjuk wajah Chanyeol.

“Kau tidak pulang—” suara mesin mobil terdengar. Membuat ucapan Sehun terputus saat melihat Kyuhyun keluar dari sana. Wajahnya masam, persis seperti tokoh orochimaru dalam serial animasi favoritnya yang gagal berganti kulit pada mode ular. Imajinasi Sehun mulai kacau, saat ia curiga bahwa sebenarnya paman Kyu adalah titisan orochimaru yang terdampar. Bahwa paman Kyu bisa kapan saja berubah jadi ular dan memakannya. Terkadang, imajinasi anak berusia 6 tahun bisa sangat berbahaya.”—bersama ayahmu?” Lanjut Sehun setelah menelan saliva banyak-banyak.

“Tidak!” Alessa memeluk tubuhnya sendiri, lalu berbisik. “Aku takut digigit!”

Kedua mata sehun membulat sempurna. Perlahan ia bergeser, merapatkan tubuh dengan Alessa. “Apa dia lapar?” bisiknya.

“Aku tidak tahu,” Alessa menggeleng. “Aku takut sekali, untunglah oppa langsing datang dan membawaku pulang. Bisakah kita masuk? sebelum digigit!”

Entah apa yang ada di kepala dua bocah itu. Mereka terlihat sangat serius, saling berbisik.

“Alessa, kenapa lama sekali?” ibu Sehun muncul dari dapur, lengkap dengan celemeknya. “Jangan lupa ganti dulu bajumu. Dan… ah, jangan terlalu dekat dengan Sehun, nanti kau tertular flunya.” Alessa menjauh selangkah. Tapi malah menabrak kaki sang ayah, cepat-cepat ia merapatkan diri dengan Sehun. Mereka berlari terbirit-birit masuk ke dalam kamar. Gadis itu bahkan tidak repot-repot membuka sepatunya dulu.

“Alessa, sepatunya!” tapi sepertinya tidak terdengar. Bocah itu sibuk menghindar.

“Kau tidak segera pergi ke kantor, Kyu?” Jangmi—ibunda Sehun—terlihat heran mendapati Kyuhyun yang kini merebah di shofa panjang. Lebih heran lagi saat Chanyeol muncul mengekorinya.

Omo! Lihat, siapa yang datang?”

***

Jangmi tak bisa menahan tawa, ekspresi Kyuhyun dan Chanyeol menambah kelucuan dari cerita keduanya.

“Ya! Nyonya Oh!” protes Kyuhyun tak terima.

“Maaf, maaf. Haha” Jangmi menutup mulutnya rapat-rapat. “Aduh, lucu sekali!”

“Omong-omong, maaf. Aku tidak bisa meninggalkan Sehun sendirian di rumah tadi. Dia rewel sekali ingin pergi main ke taman. Kalau kutinggal, dia bisa kabur.”

“Lalu, bagaimana bisa kau bertemu Chanyeol?”

“Aku menelepon Adara, tapi yang datang malah dia.” Kyuhyun menunjuk Chanyeol dengan dagunya.

“Kau tidak kuliah?”

“Hari ini aku libur, dan berkunjung ke rumah Adara. Tapi dia malah memintaku untuk menjemput putri kerabatnya.”

“Jadi… kau tak tahu bahwa putri kerabat yang dimaksud adalah putri Kyuhyun?”

“Tentu saja.” Chanyeol menjawab cepat, terlalu cepat malah. Kalau tahu aku pasti sudah kutolak mentah-mentah, lanjutnya dalam hati. “Apa Alessa memang selalu bersikap seperti itu?” hati-hati Chanyeol bertanya.

“Seperti itu bagaimana?” sanggah Kyuhyun tak suka.

“Maksudku, ‘apa dia selalu menolak pulang bersamamu?’ begitu.”

“Tidak. kupikir ini pertama kalinya.”

“Selama ini, aku yang selalu menjemputnya.” Jangmi angkat bicara, “Terakhir kali Kyuhyun menjemputnya, saat Alessa bertengkar dan membuat Taehyung babak belur.”

“Cukup, nyonya Oh. jangan diteruskan!” Kyuhyun masih bisa megingat dengan jelas momen yang dimaksud Jangmi. Mengingatnya malah menambah rasa kesal yang ada. (read: Damn it, Alessa!)

“Haha baiklah.” Jangmi berdehem. “Tapi kenapa yaa, Alessa menolak? Dia juga terlihat menghindari kontak apapun denganmu, Kyu. Kau yakin tidak melakukan hal-hal aneh ‘kan?”

“Hal-hal aneh seperti apa?”

“Kau tahulah, anak-anak seusia Alessa dan Sehun punya imajinasi yang berlebihan, tak seimbang dengan realita yang mereka ketahui. Kau harus berhati-hati dalam bersikap atau bicara pada mereka.” Jangmi menghela napas, “Malangnya gadis itu, hanya punya ayah, bodoh pula!”

***

“Alessa.” Kyuhyun membuka pintu kamar Sehun tiba-tiba. Membuat dua bocah yang menghuni ruangan berteriak histeris.

“AAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKK!”

“Ada apa? Ada apa?” Jangmi dan Chanyeol lekas menghampiri. Tapi tak ada hal apapun yang terlihat membahayakan. Kecuali satu. Jangmi menatap curiga pada Kyuhyun.

“Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya memanggil putriku!”

Eomunim, Al takut digigit Kyuhyun.” Terang Alessa tanpa ditanya, didukung oleh anggukan kuat Sehun saat mendapat tatapan Jangmi. Mendengar apa yang Alessa katakan, ketiga orang dewasa itu terkejut bukan main.

“Di… gigit?” Ulang Jangmi memastikan.

“Ya!” Kali ini Sehun yang menjawab dengan suara lantang. Bocah itu bahkan berdiri sambil menunjuk Kyuhyun. “Paman Kyuhyun suka menggigit, eomma! Alessa sudah menceritakan semuanya. Semuanya!”

Jangmi nyaris saja limbung, jika tidak dengan cekatan Chanyeol menyanggah tubuhnya.

“Apa maksudmu, Alessa? Ayah tidak—”

“CHO KYUHYUN!” Jangmi berteriak, membuat telinga Kyuhyun pengang. Wanita itu terlihat marah sekali. Dia bahkan menyikut perut Kyuhyun sekuat tenaga. “APA YANG KAU LAKUKAN DI RUMAH, HAH? JANGAN MELAKUKAN HAL-HAL MESUM DI DEPAN ANAKMU!”

“Auh, tidak Jangmi. Aku tidak—AUH!”

“Jangan berkelit! Lantas mengapa putrimu bisa bicara seperti itu?!”

“Aku tidak tahu! Tanyakan saja pada—OUH! YAK! HWANG JANGMI, BERHENTI MENYIKUT PERUTKU!”

***

“Punya anak itu sulit yaa, Hyung.”

“Diam kau!”

Chanyeol terkekeh geli. Menepuk-nepuk pundak Kyuhyun yang wajahnya sudah memerah. Entah karena marah, atau malu karena aibnya dibongkar anaknya sendiri.

“Aku tidak melakukan hal seperti itu di rumah! Park Chanyeol! Jangan menatapku seperti itu!”

Kyuhyun kini menghujani Alessa dengan tatapan tajamnya. “Alessa, jelaskan padaku, kenapa kau bisa bicara begitu?! Kenapa kau memfitnahku?!”

Bukannya menjawab, Alessa malah memeluk lengan Jangmi erat-erat. Menyembunyikan sebagian wajahnya di sana.

“Dia bicara tentang hal yang benar hyung, kau memang suka menggigit ‘kan? Menggigit wanita tepatnya.”

“Park Chanyeol!”

Kalau saja Chanyeol sedang di rumahnya sendiri, dia pasti sudah tertawa sambil koprol, saking kocaknya kasus yang tengah ia saksikan sekarang.

Mendengar perkataan Chanyeol, Alessa semakin merapatkan tubuh dan menutupi wajahnya dengan lengan Jangmi.

“Alessa! Jawab aku!”

“Jangan membentaknya! Kau yang salah, Kyuhyun!” bela Jangmi.

“Oke, baiklah. Maafkan aku. Sekarang, coba kau katakan dengan jelas. Apa kau pernah melihatku ‘mengigit seseorang’ di rumah?” Kyuhyun berusaha menahan emosi dan menekannya beberapa kata pada kalimat tanyanya.

Alessa menggeleng.

“Nah ‘kan! Apa kubilang!” Kyuhyun merasa hidupnya akan selamat sesaat lagi. “Lantas kenapa kau bilang aku suka mengigit?”

“Perutmu,” jawab Alessa pelan.

“Perutku?”

“Iya, perutmu, ayah!”

“Kenapa perutku?”

“Bu guru bilang nyamuk yang hamil akan mengigit dan menghisap darah. waktu aku tanya nyamuk yang hamil itu seperti apa, bu  guru bilang yang perutnya buncit—”

“—dan kau ayah, perutmu buncit! Kau hamil dan bisa mengigit seperti nyamuk!”

Suasana hening. Butuh waktu bagi orang-orang dewasa itu memahami arah pembicaraan Alessa, hingga akhirnya dua diantara mereka berkubang dalam gelak tawa tak berkesudahan.

Hanya Sehun yang tampak bingung. “Jadi, Alessa. Bukan karena paman Kyu titisan orochimaru yang mau ganti  kulit?”

***

MUAHAHAHAHA, AKHIRNYA RINDUKU~ PADAMU~ WKWKWK
setelah baca ini, banyak-banyaklah ngusap perut dan bilang amit-amit.
jangan sampai anak kalian kaya bocah setan itu ;v
thankseu yang udah baca sampai selesai, maap untuk waktu kalian yang terbuang buat baca hal gak mutu ini. XD
sekian, sampai jumpa!
-tata ❤

Iklan

2 pemikiran pada “[Vignette] Miskonsepsi | truwita

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s