2ND GRADE [Chapter 09] -by l18hee

2ndgradepstr

2ND GRADE [Chapter 09]

─by l18hee

.featuring

[EXO] Sehun | [BTS] Taehyung

[OC] Runa | [Red Velvet] Irene | [17] Sunyoung | Other

.in

Chapter | AU | Age Manipulation | Comedy | Fluff | Friendship | Hurt | Romance | School-life

.for

Teen

.

Poster by NJXAEM

.

Previous Part:

Prologue [Welcome to 2nd Grade] | Chapter 1 [New Place] | Chapter 2 [New Team, Dream Team] | Chapter 3 [Hey, You!] | Chapter 4 [Emotion] | Chapter 5 [End of the Day] | Chapter 6 [Welcome Back, Friends] | Chapter 7 [Perkenalan Kedua] | Chapter 8 [Little Hope]

.

Now Playing ► Chapter 9 [School of Art #1]

Kedua sekolah yang sama-sama unggul di bidangnya akhirnya bertemu.

Sebagai tuan rumah, Sekolah Seni menyambut tamunya dengan ramah.

.

.

Alasan Sehun masuk ke Sekolah Seni Yeonso adalah ia ingin menjadi aktor terkenal. Agar dapat memperagakan berbagai peran. Agar dapat memakai topeng tanpa perlu takut cercaan. Agar dia bisa menyalurkan segenap emosi yang ia punya melalui peran yang diberikan.

Tapi jiwa labilnya membawa Sehun untuk berlatih menari. Sudah terlanjur masuk ke jurusan peran membuatnya semula bimbang. Tapi pada akhirnya yang ia jalani adalah semuanya. Dia tetap tekun belajar tentang peran dan permodelan. Untuk hobi dia menari bersama teman-temannya yang lain.

Sehun begitu menikmati hari-harinya selama bersekolah di Sekolah Seni Yeonso. Penuh kawan dengan pemikiran sama, tidak terlalu tegang─kecuali di saat tertentu seperti ujian, penuh unsur seni. Di sekolah dia bisa melepaskan semua bebannya tentang rumah. Rumah baginya hanya tempat istirahat yang bahkan kadang tak ia singgahi.

Oh, ya. Yang paling menyenangkan dari Sekolah Seni Yeonso adalah: para siswi cantik bertubuh idealnya. Walau tidak semua berparas cantik, tapi sebagian besar memiliki tubuh ideal. Tinggi dan berat badan pas. Style tak pernah ketinggalan jaman. Banyak event seni yang diselenggarakan hingga kegiatan tak terkesan monoton.

Misalnya acara persaudaraan Sekolah Seni Yeonso dengan SMA Chunkuk. Acara keakraban ini dicetuskan pertama kali dari pihak Sekolah Seni Yeonso. Dan tak terasa, momen dua tahun sekali kini mencapai pembukaannya.

Hari ini hari pertama acara keakraban antar sekolah. Para siswa dan siswi panitia sudah sibuk dengan segala persiapan. Beda halnya dengan Sehun dan Taehyung, yang dengan sengaja malah berdiri menyandar pada pagar lantai dua, memerhatikan tumpahan murid di bawah sana.

Acara sambutan baru saja akan dimulai. Panggung besar terletak di lapangan. Awalnya akan dilakukan di aula, namun digeser karena aula digunakan untuk pemajangan karya seni yang sudah lolos seleksi. Untuk kategori selain karya seni poster, lukisan, karikatur, dan film, akan dilakukan usai acara sambutan.

“Mau lihat filmnya?” tanya Taehyung seraya memasukkan kacang ke mulut. Sehun sendiri masih sibuk mengamati keadaan di bawah. “Setelah menonton penyanyi SMA Chunkuk, bagaimana?”

Sambil menyenggol-nyenggol lengan Sehun, Taehyung menggoda, “Oh, kau sedang cari gadis manis?”

“Aku hanya─eh, iya! Itu!” Mendadak Sehun mempertajam matanya, tertuju pada tiga orang anak SMA Chunkuk yang ada di barisan belakang di lapangan. “Astaga! Dia sekolah di SMA Chunkuk?” Sehun seolah terkaget sendiri karena posisi Taehyung yang tidak mengerti.

“Siapa memang?”

“Kwon,” berucap mantap, Sehun sedikit mencondongkan tubuhnya. Memerhatikan bagaimana Kwon yang dimaksud tengah mengobrol dengan dua kawannya─satu lelaki dan satu perempuan. Tidak tahu apa yang dipikirkan, Sehun ingin segera turun ke lapangan. Dia kemudian menepuk bahu Taehyung sekilas, “Aku temui dia dulu. Kau lihat posisinya dari sini.”

Begitu saja Sehun berlari. Menghabiskan koridor lantai dua dan menapaki tangga dengan tergesa. Untunglah hingga sampai di lapangan ia tidak menabrak satu orang pun. Sayangnya dia melupakan fakta jika hampir seluruh murid berkeliaran di sana. Berlatar sambutan yang sedang dibacakan, Sehun memanfaatkan tingginya dengan baik. Ia memerhatikan setiap siswa berseragam SMA Chunkuk di sana. Setelah hampir putus asa, dia memutuskan untuk menelpon Taehyung yang dapat ia lihat dari tempatnya berdiri.

“Kau tahu posisinya sekarang?”

“Sehun, kau bahkan tak menunjukkan orangnya padaku. Bagaimana aku tahu?” Sudah pasti Taehyung sedang mengedik di atas sana. Lekas Sehun berdecih sebal. Dia terlalu terburu-buru tadi.

“Ya sudah. Aku ingin lihat film, kalau mau ikut cepat turun.” Menutup sambungan sepihak adalah yang Sehun lakukan. Kenapa pagi-pagi sudah kesal? Hah, habisnya, dia melewatkan kesempatan penting untuk bertemu Si Gadis Kwon versi murid sekolah. Bukan apa-apa, Sehun hanya ingin tahu saja bagaimana gadis itu ketika berada di lingkup sekolah.

Tepat saat sambutan selesai, Sehun dan Taehyung sudah menapak aula utama. Berbagai karya seni sudah ada di sana, beserta nama si pembuat. Untuk film-lah ruang lebih banyak dipakai. Omong-omong, ada dua layar yang disediakan untuk masing-masing sekolah. Layar besar untuk menampilkan profil singkat murid yang ikut berpartisipasi─tapi belum mulai diputar. Jika ingin menonton film yang memang ditujukan untuk acara ini, bisa dilakuan dengan mengantre di depan komputer khusus yang sudah disediakan, lengkap dengan headphone-nya.

Berhubung belum terlalu ramai, keduanya tak perlu susah mengantre. Tapi ada saja yang membuat mereka sidikit ribut.

“Aku sudah sering lihat film buatan anak sekolah kita,” ujar Sehun. Ia merebut headphone yang terhubung pada layar kecil film SMA Chunkuk. Dengan tegas Taehyung merebut headphone yang sudah lebih dulu ia raih tadi. “Sehun, budayakan antre. Kau tidak mau anakmu kelak jadi anak yang tidak suka antre, kan?”

Apa-apaan itu? Petuah yang terlontar dari mulut Taehyung kadang terdengar aneh dan tidak jelas. Sehun jadi malas bertengkar. Jadi ia mengalah dengan mengambil headphone di dekat layar filim buatan sekolahnya. Padahal sekolah sudah menyediakan lima untuk pemutaran film Sekolah Seni Yeonso, dan lima untuk SMA Chunkuk. Siapa pun yang melihat Sehun dan Taehyung pasti tak habis pikir.

Seperti yang Sehun duga. Model film Sekolah Seni Yeonso masih sama. Maksudnya bukan dari skenarionya atau pemainnya, tapi cara mengambil gambar dan jalannya film dari satu scene ke scene lain. Sehun sudah terlalu sering diberi asupan seperti ini. Film sekolahnya bukannya jelek, jika dilihat malah sangat bagus, apalagi efek para pemain yang sudah banyak berlatih. Tapi Sehun hanya ingin sesuatu yang beda.

Tadinya Sehun ingin menyudahi tontonannya, namun begitu wajahnya terpampang di sana ia mengurungkan niat. “Sudah kuduga aku memang sangat tampan,” gumamnya. Sehun di dalam film sedang tertawa bersama murid lain, kemudian ada juga yang sedang bermain basket saat kelas olahraga, lalu saat ketiduran di kelas pun ada. Semua adegan barusan terselip di antara cerita kilas balik sang pemeran utama tentang masa sekolahnya. Sehun tahu dia lumayan sering disorot karena wajahya memang cocok muncul di layar film. Ah, betapa besar-kepalanya ia sekarang.

Seusai menonton, Sehun bertepuk tangan, “Sumpah ini bagus sekali. Saat scene kilas balik semuanya terlihat natural. Bahkan begitu tampan.” Dia sedang memuji diri sendiri, rupanya. Taehyung yang tidak tahu maksud Sehun karena belum menonton menjadi penasaran. Dia tak menyelesaikan film SMA Chunkuk dan bergegas merebut headphone Sehun.

Sehun sendiri lantas beralih pada film SMA Chunkuk. Konsepnya pantonim, Sehun suka ini. Film sederhana dengan konsep berbeda. Tentang ‘maaf dan terima kasih’. Jadi adegan-adegan yang terkesan biasa di kehidupan sekolah digabungkan. Sedikit geli juga Sehun melihat bagian adegan tanpa kata cara orang mengutarakan maaf dan terima kasih. Dia masih menikmati film hingga sebuah adegan menarik perhatiannya. Di mana seorang siswi mengulurkan tangkai tulip putih sebagai simbol permintaan maaf. Setelah itu si gadis tersenyum tipis dan menunjukkan simbol hati dengan telunjuk dan ibu jari. Kemudian tertawa seolah malu, seraya menyilangkan tangan meminta si pemegang kamera berhenti menyorot.

“Wah, sejak kapan kau manis, Kwon?” Cepat-cepat Sehun mengeluarkan ponselnya, berniat memotret adegan tadi. Namun suara kesal Taehyung menghentikannya, “Aku sudah memerhatikan dengan fokus hingga akhir, tapi bagian yang kau sebut tadi tidak ketemu.” Sehun menyimpan ponselnya kembali, beralih pada Taehyung. Dia memutar kembali film, mempercepatnya hingga di bagian kilas balik. Tepat saat wajahnya terpampang, Sehun menunjuk layar, “Ini. Bagian paling fantastis.”

Dan Taehyung sontak ingin membanting layar di depannya, “Sialan, kukira sebagus apa.” Kesal ternyata Sehun sedang memamerkan diri sendiri.

Selanjutnya, mereka melihat-lihat berbagai karya, sekaligus untuk berfoto konyol. Harusnya Irene ikut sekarang agar terasa lebih lengkap. Keduanya sampai pada poster tentang pelestarian kebudayaan dunia. Berisi gambar relief yang ada pada dinding Piramida Mesir yang dimodifikasi sedemikian rupa, hingga pesan pelestariannya sampai.

“Sunyoung!” Sehun menyerukan nama adik kelasnya yang sering ikut berlatih menari. “Tolong ambilkan gambar kami,” ujar Taehyung. Tak ingin mengecewakan kakak kelasnya, Sunyoung lekas meraih ponsel Taehyung, “Cepat, ya? Aku sibuk.” Jika bukan dengan kakak kelas yang lumayan sering bertemu, mana berani Sunyoung begini. Setelah beberapa gambar konyol, Sunyoung segera bergegas pergi.

“Lapar. Bagaimana kalau setelah ini ke kantin?” Sepertinya Taehyung tak betah berlama-lama menahan lapar. Tapi Sehun juga sama, dia memegang perut dan mengedar pandang, “Sekarang saja. Aku ingin makan─” Kalimatnya terhenti berkat suara mikrofon yang sedikit menusuk telinga. Hanya beberapa saat, karena suara tersebut berganti menjadi sebuah suara yang Sehun kenal. Apa Irene juga bertugas mengisi suara untuk latar belakang profil singkat yang mulai diputar di layar? Oh, mungkin Irene dipilih karena suaranya seakan mengundang orang untuk mendengarkan. Menurut Sehun, sih.

Beberapa saat kemudian suara Irene yang bercerita tentang bagaimana persaudaraan kedua sekolah, terdengar.

Otak Sehun bekerja cepat melihat layar yang mulai menampilkan profil beberapa siswa. “Kim Tae, aku di sini dulu saja.” Berhubung Taehyung sudah sangat lapar, dia cuek saja, “Oke. Kalau mencariku, aku di kantin.” Dia bergegas pergi untuk memanjakan perut keroncongannya. Meninggalkan Sehun yang malah bersedekap seraya memerhatikan salah satu layar besar di tengah aula.

Jika dilogika, murid SMA Chunkuk yang datang kemari pastilah yang ikut berpartisipasi. Semua yang berpartisipasi pasti akan ditampilkan di layar besar dengan profil singkat. Gadis marga Kwon itu datang, jadi dia berpartisipasi dan profilnya akan muncul di layar, kan?

Dan wajah gadis yang sering ia lihat mengenakan celemek berlogo minimarket, kini terpampang di layar. Tanpa sadar menarik sudut bibir Sehun tertarik ke samping.

“Kwon-Ru-Na,” gumamnya memenggal nama. “Kwon Runa,” dia menjentikkan jari, “Tingkat dua, kelas 2-8.” Sehun kembali menyusuri aula demi berhenti pada salah satu karya seni yang sempat ia jadikan partner borpotret. Poster bergambar relief orang Mesir tadi.

“Dia yang buat?” Alis Sehun mengerut, sedikit tak percaya. Sedang asyik dengan pikirannya, mendadak Sehun dikejutkan dengan suara seorang gadis, “Langganan!”

Sehun tidak tahu kenapa ia ingin tersenyum lebar. Dia megang dada kirinya dengan segera, membuat si penyeru nama yang baru sampai di depannya sedikit heran. Senyum yang sempat Sehun ingin perlihatkan sudah ia tahan kuat-kuat, “Bersikaplah lebih sopan. Panggil namaku, Kwon Runa.” Pertama kali Sehun memanggil nama sang gadis secara langsung, rasanya memberi sensasi aneh di lidahnya.

Dengan segera Runa berinisiatif melirik papan nama yang wajib dipasang oleh semua siswa. Tapi dia lebih dulu kecewa karena Sehun dengan pintarnya sudah menutupi dada kirinya, sehingga papan nama pun tak terlihat. Lelaki ini sengaja.

“Aku memanggilmu langganan karena sikap sopan serta dedikasi tinggiku pada pelanggan tetap,” ucap Runa. Jelas-jelas sedang mengarang alasan. Sehun tak habis pikir, apa sesusah itu namanya dihafalkan? Gadis itu cepat melanjutkan, “Di mana lagi kau bisa menemukan gadis sopan sepertiku? Sekarang, selagi kita bertemu di sini, kembalikan earphone-ku. Sudah lebih dari dua minggu kau janji akan cepat mengemba─”

“Oh Sehun.” Sehun memutus kalimat Runa, mengulang lagi dengan nada pasti, “Oh-Se-Hun. Tolong panggil begitu saat kita bertemu lagi.” Lekas Runa membuat siku-siku dengan alisnya, pertanda tak setuju, “Memangnya kita akan bertemu lagi? Lagipula di minimarket aku tidak akan memanggilmu.”

Dengan percaya diri, Sehun melanjutkan, “Kita akan bertemu lagi besok, di sini. Karena sekarang aku meninggalkan earphone-mu di markas.” Sontak Runa semakin kesal, “Kenapa tidak dibawa, sih?”

“Lho? Mana aku tahu kau anak SMA Chunkuk yang ikut acara ini.” Sehun ada benarnya dan Runa tahu dia yang salah di sini. Tidak sepenuhnya bersalah, karena bagaimanapun yang paling salah adalah Sehun yang selalu mengulur waktu untuk mengembalikan earphone. Di sisi lain Sehun justru menganggap tatapan Runa memberi kesan sangsi. “Kau tidak percaya aku tak membawanya?” dia berdecih, lantas merentangkan tangan, “Mau periksa sendiri? Kau bisa meraba semua sakuku.”

“Tidak minat. Ya sudah, deh. Pokoknya besok kembalikan.” Seraya membuang napas panjang, Runa menyerah. Dia tidak bisa memaksa. Dan dia tidak punya keinginan untuk meraba saku Sehun. Lelaki memang kadang memberi usul menyebalkan.

Begitu saja Runa berbalik dan bergegas pergi, bergabung kembali dengan dua kawannya. Sama sekali tak berniat mengejar, Sehun bercacak pinggang, “Katanya sopan? Memberi salam perpisahan pun tidak.”

Baiklah, sudah cukup bertualang di aula. Kini Sehun butuh asupan untuk perut kosongnya.

.

.

.

.to be continue


 And then… a bonus!

A Baekhyun.jpg


-About 2nd Grade-

Pembicara: Byun Baekhyun

(Kenapa Baek? Bikos dia banyak omong, cucok buat awalan canggung)

Uhuk! Gak perlu kenalan ya? Udah pada tau semua, kan? Gue Byun Baekhyun yang baru-baru ini makin hot aja karna udah berani pamer abs. Hah, kapan sih ByunBaek kagak bikin perawan kejang? Gak kenal gue? Kudet lu! Pulang sono!

Jangan ding, entar gaji gue dipotong sama si Nida.

Jadi sebenernya gue gak ngerti kenapa gue harus jelasin asal muasal drama ini. Padahal gak dibayar juga─eh, sori, gue dibayar ding. Bisa-bisa gak dapet scene banyak kalok gue jelek-jelekin yang bikin.

Awalnya si Nida ngehampirin gue tuh, biasa deh curhat-curhat. Biasanya sih gue ngomongin masalah cewek sama tuh orang, ngomongin si Ellie─pacar gue dia, canteq banget bangke. Eh, sori, gak usah pada sedih gue udah taken. Di lapak lain gue alvailable kok. (Semoga Ellie kagak baca yawla). Emalah ngelantur, oke balik lagi. Kan Nida curhat tuh ya, katanya stuck banget mau bikin drama panjang yang split-off-nya Say Hi apa deh itu gue lupa, ngapain juga gue inget-inget orang gue muncul seuprit doang. Terus berhubung gue pingin mengepakkan sayap tenar lebih lebar, sebuah usul tercetus. Gue bilang aja, “Bikin yang friendship, Nid. Bagus banget pasti. Gue jamin.” Sengaja aja ngusulin friendship, soalnya kalok romens dia pasti milih si bangke ChanHun. Kamvret muka gue kurang laki apa buat romantis-romantisan?

Siasat jitu gue membuahkan hasil. Setelah mikir lama sambil gegulingan terus kayang, si Nida akhirnya nepuk pundak gue, “Oke. Mendadak aja ide muncul, Baek. Mantep banget. Tapi butuh banyak pemain nih.” Gue balik tepuk pundak dia, “Santai aja, Nid. Gue gak bakal biarin lo panas-panas cari artis di pasar. Ada gue, siap sedia.”

Lama banget si Nida mikir. Ngebikin gue bosen juga masang muka sok pahlawan. ETAPI akhirnya dia mau ngangguk juga, “Oke deh. Tinggal cari beberapa pemain lain aja. Nanti bantuin gue yak bikin daftar. Sama hubungin Pakde Sooman, mau pinjem ruangan buat audisi.”

Wakakak bego banget Nida cepet ngeiyain. Siasat gue seratus persen lancar. Yang penting gue udah booking tempat. Bodoamat yang mau jadi cast lain siapa, yang penting gue eksis ikutan main gak cuma seupil doang haha. Bahagia banget gue. Pasti si Ellie bangga dan makin cinta. Emang, gue paling keren sejagad raya.

Si Nida gerak cepet tuh, langsung minta izin buat minjem salah satu ruangan ke Pakde Sooman. Tuh cewek juga udah nulis konsep lengkap dari awal sampe endingnya, mungkin efek gue yang ikut berperan. Diem lo, gak usah protes!

Dua hari kemudian, gue udah ngumpulin orang yang kayaknya cocok sama karakter yang Nida bikin. Di hari audisi, di luar gedung tempat audisi macet total beberapa kilometer. Gue kira karna banyak yang ikut audisi 2nd Grade, gue sampe narik-narik Nida buat liat ke jalanan, “Eh buset gila bener. Macetnya parah, Nid. Parah bangetlah, gue capek kalok semuanya ikutan karena pingin nyaingin gue. Gak bakal bisa, lo tau sendiri gue kerennya kayak apa.”

“Biasa aja kali, Baek. Kan emang biasanya jam segini macet begitu.”

Terus gue bilang ‘O’ doang, sambil pura-pura hilang ingatan.

Audisi dimulai. Yang ngetes, jelas banget Nida, terus berhubung gue udah booking tempat jadi gue duduk aja sok-sok madang remeh ke peserta. Gue gitu loh. Pinginnya sih gue cerita semua gimana waktu mereka casting. Tapi bakalan jadi spoiler besar-besaran lah ya. Bisa dipecat gue sama Nida. Yodah, secuplik aja deh ya. Pokoknya gue kalok ditanya sama Nida, bilangnya kalian yang maksa. Titik, gakmau tau.

Yang pertama casting itu cewek-cewek canteq. Buat pemeran utama cewek. Ada banyak deh. Si Adara, Lucia (itu lho dedek gemez adeknya Chanyeol), Jennifer, Selena Gomez, Taylor Swift, Ichcha, Tapasya, sampe Raisa. Pokoknya banyak. Beberapa langsung gugur karena muka mereka gak ngegambarin karakter buat pemeran utama cewek. Padahal aslinya gue berharap banget si Tapasya yang dapet perannya. Ngefans berat gue sama dia, sejak jaman dia di Uttaran masih kecil sampe hampir punya cucu gue masih mantengin, sayang udah end. Sekarang gue lebih suka mantengin Mohabbetein. Si Nida udah sebel banget gak ada yang pas, jadi akhirnya gue telpon someone. Temennya si Ellie, gue suruh dateng cepet-cepet buat audisi. Giliran dia masuk dan audisi dadakan, si Nida langsung split sambil acung jempol. Suka banget dan pas katanya. Jadilah Runa sebagai pemeran utama. Lumayan, gue udah kenal jadi gampang entar kalok ada adegan jambak-jambakan/eh, emang ada?

Skip aja ya, intinya yang dapet peran-peran cewek itu cantik semua. Ada si Wendy (gue yakin Nida udah seneng banget pake Wendy dari dulu), Irene nuna jugak (masih awet muda mukanya jadi its okay buat age manipulation), ada Seunghee juga (dia anak baru di lapak Nida tapi ektingnya emang mantep banget), terus Yulbi, Nami sama Yura juga kesaring.

Yang pemeran cowok-cowok, ada gue jelas dong. Terus bangke banget, ChanHunChen lagi. Tiap hari kalok gak syuting aja liat mereka, nha ini liat lagi? Ah, kadang betek gue liat upil mereka, tapi tapi berhubung sohib gue its okay lah. Tapi lagi ada juga aktor yang lain, sih. Jungkook WOW, gue sampe nitip salam buat anak delusi gue, si Taehyung, ke dia. Padahal ternyata Taehyung juga ikut kejaring salah satu pemeran cowok, bego banget gue rasanya. Ada Sunyoung juga, seneng banget gue gak sipit sendirian. Ada Junhong juga, dia agak sibuk tapi masih nyempetin diri buat ikut. Gue salut.

Sisanya yang ikut audisi tetep dipake. Ada yang jadi bapak, emak, abang, guru, tukang cendol, murid lain, pak supir bis, banyak deh, rame banget bikin bahagia.

Buset capek juga cerita yak. Kalok gini kapan gue kencannya sama Ellie? Nah kan, udah sampe kriting bibir gue. Yodah, sedikit gue skip lagi yak, gak usah bilang Nida entar gue disemprot lagi. Proses pembuatan drama ini kata Nida bakal lebih lama, karna latar waktu yang dipake juga cakupannya agak panjang. Kami semua rajin banget lho syuting tiap hari, kecuali kalok diliburin ya. Ngebut nyelesein, soalnya kalok dilama-lamain kagak bakal rampung ini mah. Waktu gue ngomong begini sih kami udah sampe sekitar poin konsep ke 10 dari total rencana 17/18 poin. Jangan samain poin konsep sama episod yak, beda soalnya. Ada yang satu poin panjaaaaaaaaaaaaaang banget, ada yang cuma dikit. Tergantung yang bikin aja deh. Gue mah yang penting muncul pas muka ganteng gitu aja udah mantep.

Lo, lo, semua yang baca ini, jangan lupa dukung gue yak. Gak perlu kirim sms, ngabisin pulsa aja, gue ngerti harga kuota makin naek jadi sayangin duit kalian masing-masing jangan buat sms gak jelas ke nomer gue, eh? Salah ya? Bodoamat~

Cukup kasih masukan, sama komentarnya aja di kolom bawah. Gratis tis tis tis, kecuali ya kalok lo ikhlas kasih duit cuma-cuma sih. Walau gue sendiri aja gak tau dengan pasti ini pemeran utamanya siapa (karna sejauh yang gue baca si scrip, masalah hampir merata, jadi gue bingung siapa yang utama di sini, mungkin tukang cendol), tapi tolong dukung kami mbak-mbak mas-mas dedek-dedek kece sekalian. Eh, iya, gue dititipin pesen ama Nida. Bentar gue baca tulisannya dulu.

Ayo, mampir ke Kedai Kopi si Nida –> Coffee Hee (ada gue juga lho di sana tapi film pendek), follow twitter @l18hee juga buat apdetan terbaru drama ini, terus follow IG @nidakhaulaa juga, tapi punya dia hapenya ecek-ecek kagak bisa buat DM IG, soalnya di Instagram Beta emang gak ada. Eh, iya, ada lagi, terus mau tanya-tanya hal random boleh ke ask.fm @l18hee tanya aja, bakal dijawab kok. Sama jangan lupa follow wattpad-nya yang baru netes @l18hee oke? Cium nih satu-satu.

Uhuk! Sekarang mau sok resmi dulu.

Dengan ini About 2nd Grade dengan pembicara Byun Baekhyun berakhir. Nantikan bonus selanjutnya. Doakan otak  Nida gak kemebul jadi bisa cepet lanjutin wakakak.

Gue, Byun Baekhyun paling kece, undur diri. Mohon maaf dengan segala kegaringan yang udah gue sajiin ke kalian. Salam janda!

.byunbaekkece


Jadi kenapa harus Baek? Aku nemu pembawa acara yang perfek kalok dinistain cuma dia :’v  /nggelinding/

Sebenernya, Runa itu sama sekali gak pernah ngenalin namanya ke Sehun. Jadi yang Sehun tau cuma marganya doang yang kebetulan keliatan pas di minimarket. Dan… fix akhirnya mereka bisa tau nama satu sama lain haha (yaampun kenalan aja dibikin ribet nid/digeplak). Bukan diribetnya yang aku tekanin, tapi sensasinya /ketawa gaje/. Btw, kek yang tertera dibonus, ff ini udah on going sampe setengah lebih. Bocoran, 2nd grade udah sampe 17 chap.

2ndgrade17.png

Kebanyakan gaksih ff ini 😦 Ini di post tiga per empat aja belum /tampar diri sendiri/. Butuh edit lagi sih masalahnya wkwk Itu cuma tak kasih bocoran dua judul chapter depan, yang lain kalok diliatin entar spoiler :’v Prediksiku pribadi, kayaknya bakal ending di kisaran chapter 24 atau 25, mungkin wkwk Plis aku gakkuat kalo gak kasih spoiler 😦 Boleh tanya apa aja di kolom komentar, tapi kalok perihal jalan cerita baik itu dugaan salah atau benar dan segala spoiler aku mau main petak umpet ajah 😉 Aku cinta kalian.

BTW udah liat Sehun yang salah orang di ISAC? ANJU MUKANYA CANGGUNG BANGET HAHA XD Aku kasian sama mamih jonghan :’v dia kek mau negur tapi gakenak wkwk Dan serius, Sehun emang gabisa gakbikin orang makin suka LOL/itu elu nid/

Oke ini panjang banget, sekian muah :* Makasih banyak udah nungguin fiksi ecek-ecek ini ❤ Lafyu

p.s: mbaEllie dd pinjem bentar buat muncul dikit di kolom nista ya kaka, muah

p.s.s: mohon maaf jika bonusnya melebihi ff, dd khilaf

p.s.s.s: kalau gak minggu ya senin besok chapter 10 insyaAllah rilis

.nida

Iklan

26 pemikiran pada “2ND GRADE [Chapter 09] -by l18hee

  1. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 23] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 22] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 21] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 20] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 19] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 18] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 17] -by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 16] -by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  9. Keren kaa, …Mianhamnida karna baru bisa komen skrg ka.., karna sebelumnya aku ga ngerti komen komenan gitu, hehe/kudetamatyak/
    Pokoknya kereennn, seneng bacanyaa
    SEMANGAT…

  10. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 15] | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 14] | EXO FanFiction Indonesia

  12. Yeaaah. Akhirnya sehun ketemu runa.
    Ini si runa emang pandai bersilat lidah yaa. 😂😂😂
    Ngekek gitu kalau baca pas part runa ngomong.
    Absurd. Nggemesin..
    Keren kak. Lanjut ya kak. Semangaaattt…

  13. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 13] | EXO FanFiction Indonesia

  14. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 12] | EXO FanFiction Indonesia

  15. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 11] | EXO FanFiction Indonesia

  16. Kyaaaa…. Akhirnya aku sempet baca lanjutan ff ini juga… Walaupun masih byk tugas2 menanti, tp tetep lanjut baca… Dan aku senang sekali mereka berdua ketemu dan Se Hun akhirnya tau juga namanya si Kwon… 😘😘😘😘😘

  17. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 10] | EXO FanFiction Indonesia

  18. Setelah selesai ngerjain tugas yang banyak bangke, akhirnya ada waktu buat baca juga YEAAYY^^
    Cerita ini ga berhenti bikin aku senyam senyum mulu. Enjoy banget bacanya. Very nice~

    Terus aku terkejut liat list ff ini. Ternyata udah ada stok ff lanjutannya. Dipanjangin aja ga apa kak. Aku biasanya baca asian ff yg chapternya ampe 70an-100an.

    Btw kusudah lihat video sehun yg salah nyapa. Udah deh orang ganteng mah bebas. Mau dia salah nyapa, salah masuk kamar, salah lewat pintu, salah bawa tas, ujung2nya tetep ganteng terus malah lucu dan ga bikin ilfeel.

    Sangat amat ditunggu kelanjutan ffnya kak.
    Terus panjangin ya kak HAHA :3
    Semangat nulisnyaa^^

  19. Awwwww.. suka lah sama epep iniiii, makin cintah lah ama sehun,
    Kagak ngerti mau coment gimana lagi, pokoknya mah aku tunggu next chapternya yaaaaa

  20. Kok Baekhyun cuman banyak omong tapi perannya dikit? Aihhh ya sihh main leadnya si Sehun…tp kasihan amat kan si bebek jadi pembicara aja tanpa masuk perannya di chapter ini…
    Yowes lah..yg penting di-update sampai the end..

  21. Astagaa Runaa lupaa mlu. Amnesia yaa? Masa nama cowo tampan begitu sampe lupa…

    Gaa kebanyakan kok, lanjutinn terus yaaa ampe abiss.. semangaat thorr!!! Bakaal aku tunggu terus :3 wkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s