[FICLET] PAINKILLER — IRISH’s Tale

2b17a71f5ed049d3bc360cb9cd1e64c9

|   Painkiller  |

| Kim Jongdae x Han Soo-ah |

| Fantasy x Romance | Ficlet | General |

| story by IRISH |

|   because ‘love’ was the best painkiller  |

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Bagi Soo-ah, pekerjaan tiada henti yang menuntutnya untuk selalu tersenyum dan menerima semua cacian yang diberikan customer mungkin merupakan sebuah takdir mengerikan yang harus diterimanya sebagai sebuah jalan kehidupan.

Usia Soo-ah juga tidak lagi muda, sudah dua puluh tujuh tahun ia habiskan di Seoul untuk bertahan hidup. Kedua orang tuanya meninggal beberapa tahun silam karena kecelakaan, meninggalkan Soo-ah sebagai seorang penyendiri.

Mungkin, tubuh Soo-ah juga sudah meronta karena rasa sakit. Tapi dia tidak lagi merasakannya. Tiap rasa sakit itu datang, Soo-ah tak akan segan menelan dua pil penghilang rasa sakit yang dibelinya di apotik sebelah rumah.

Kadang kala, pil tersebut membuat Soo-ah dikuasai kantuk sepanjang hari. Tapi Soo-ah masih bisa menahan kantuknya dibandingkan rasa sakit.

Selama ini, mungkin orang-orang tidak pernah tahu, kalau ada seseorang yang selalu mengawasi kita, tanpa disadari. Dan hal yang sama juga berlaku pada Soo-ah. Gadis mandiri itu juga diawasi oleh seseorang.

Namanya Jongdae, Kim Jongdae, pemuda yang sejak dua tahun lalu tak lagi menjadi manusia itu agaknya punya rutinitas mengawasi Soo-ah selama beberapa bulan terakhir.

Jika diingat-ingat lagi, mereka pernah duduk di bangku sekolah yang sama, tapi sayang Soo-ah agaknya sudah tidak lagi mengingat tentang Jongdae. Karena kehidupan, begitu pikir Jongdae.

“Mengapa kau tidak memberitahunya?” sebuah suara terdengar, memecah lamunan Jongdae yang tengah sibuk memperhatikan Soo-ah dan kesibukannya dengan komputer di dalam rumah.

“Kau pikir aku bisa memberitahunya? Apa yang akan dia katakan jika dia tahu aku tidak lagi jadi seorang manusia?” Jongdae berucap, dipandanginya gadis yang tengah berusaha menahan kantuk itu dengan sebuah senyum kecil di wajah.

“Mengapa? Bukankah katamu dia percaya tentang keberadaan kita, para werewolves?” pertanyaan itu lagi-lagi terdengar.

Jongdae, menghela nafas panjang sebelum ia menatap gelapnya langit malam.

“Memang, dia percaya pada werewolves. Tapi aku juga ingat, dia lebih menganggap baik para vampire. Dia mungkin lebih berharap aku mati saja dua tahun lalu daripada terbangun kembali menjadi seorang werewolves.”

Ya, Jongdae ingat, dua tahun lalu, saat ia berencana untuk bertemu dengan Soo-ah, sebuah kecelakaan hampir saja merenggut nyawa Jongdae jika saja dia tidak diselamatkan oleh sekawanan serigala yang kemudian mengubah Jongdae menjadi seorang werewolves.

“Katakan saja, kau jatuh cinta padanya, lalu kau akan biarkan dia tidak mengenalmu sama sekali, Kim Jongdae?”

Hanya senyum kecil yang Jongdae berikan sebagai jawaban.

“Cinta itu tidak butuh pengakuan, atau pengenalan. Lagipula, dia hanya mengenalku sebagai seorang teman sekolah. Kelulusan kami sudah berlalu hampir sepuluh tahun lalu, sudah wajar dia tidak mengingatku sama sekali.”

“Tapi kau jatuh cinta padanya, bukan?” kali ini Jongdae mengangguk setuju saat mendengar kalimat itu.

“Ya, anggap saja begitu.”

“Kalau begitu kau harus membuatnya ingat padamu, Jongdae. Untuk apa kau menghabiskan waktumu hanya untuk mengawasinya. Tidakkah kau lihat keadaannya sekarang yang sudah seperti mayat hidup?

“Dia butuh penghilang sakit, Jongdae. Dan cinta adalah salah satunya. Tidakkah kau tahu kalau cinta adalah penghilang sakit paling ampuh? Kau akan terus membiarkannya meminum obat seperti itu?”

Tidak lantas menjawab, Jongdae justru merenungi makna di balik ucapan bernada marah tersebut. Memang, Jongdae agaknya sudah bersikap sebagai seorang pengecut karena menyembunyikan identitasnya dari gadis yang selama hampir sepuluh tahun telah memenuhi kalbu.

Tapi Jongdae takut, jika keadaannya sekarang tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang baik oleh Soo-ah. Bagaimana jika gadis itu masih memilih vampire dibandingkan dengan para werewolves?

“Haruskah aku datang ke sana dan menanyakan padanya tentang pilihan konyol itu sekarang, Jongdae?”

“Jangan bodoh. Kenapa tidak sekalian kau katakan kalau kau adalah seorang vampire yang sangat dikaguminya, Byun Baekhyun?”

— FIN —

IRISH’s Fingernotes:

Sekedar ketikan-ketikan kecil di tengah kesibukan ane di tempat kerja yang berujung pada kurang tidur dan akhirnya ketiduran di satu senja awal pekan ini. Terus saking lelapnya tidur sampe mimpi macem isi fanfiksi ini. PFT. PFT. Sebagian besar ane lupa kemarin mimpi apa, tapi ane ini ada di sebelah si Jongdae di dalem mimpi (ya tolong di sebelah ane bukan Jongdae tapi Mister Unknown).

Seharian ane pikirin apa isi itu mimpi sampe berujung ngetik cerita ini, WKWK. Greget kan ane lagi-lagi berhasil mengeksekusi mimpi jadi fanfiksi?

~

~

~

[    IRISH SHOW    ]

Iklan

10 thoughts on “[FICLET] PAINKILLER — IRISH’s Tale

  1. bagus bgt, pdhl gk suka ff yg casnya jongdae, tp gra” baca ffmu, jadi suka sama si jongdae. entah knp jongdae tmbh cakep & cool gmn gitu klu di ff. ini ficlet yah, berharap dilanjut

      • Wow kita sehati ya…
        Awalnya aku gk suka sih bc winter Woods soalnya gambarnya gambar ala barat bgt penggambaran juga serem. Tp mkn dibc makin bright crtnya winter nya pun mkn cakep setelah masukin benih ke jantungnya. Hebat ya benih bisa bikin idup padahal si alkimia sampai mati mikirin caranya. Tapi emg sih yg buat winter Woods org luar Korea tp mereka ngepost crtnya di Naver.

  2. Kepencet astaga ;-; blm selesai pdhal
    Stlh sekian lama ga nulis jongdae akhirnya kutemukan lagi tulisan irish 😄 au nya kurang kerasa ya walau romancenya kerasa sih. Need sekuel! *Apalah aku yg butiran debu ini minta2 sekuel,diabaikan saja*
    Eh itu maksudnya werewolf kan ya bukan werewolves *jamak
    Keep writing!

    • irishabela apaan ka Li 😄 wkwkwkwkwkwkwkkkwkwkwk hamdallah kuselipin dikit2 aja AU nya ka Li bikos tengah2 ngetik jiwa ane udah kerenggut dan ga sanggup T.T oiyaa ane salah pake kata yaa 😄 wkwkwkwkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s