[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You [Chapter 4 : First Love]

crazy-with-you

Tittle : Crazy With You [Chapter 4 : First Love]

Author: Babyjae96

Length: Chapter

Genre: Romance & Comedy.

Rating: PG-17

Main Cast :

Park Yena [OC]

Do Kyungsoo [EXO]

Dll

Disclaimer : Fanfic ini hasil karya otak ku sendiri dan kemudian tersalurkan kedalam Fanfic ini, jika ada kesamaan dengan ff lain hanya kebetulan semata.

 “Karna kau adalah cinta pertamaku, jadi bisa saja aku menyukaimu lagi

.

.

Sudah lima hari ini mereka berdua bersikap acuh, saling tak memperdulikan satu sama lain. Setiap pagi Yena memilih menghindari Kyungsoo dengan berpura-pura berjalan jalan pagi dan saat malam ia memilih tidur duluan atau pergi ketaman gedung apartement ini sebelum Kyungsoo pulang dan masuk kamar.

Kyungsoo sudah mengucapkan maafnya, tapi Yena hanya mengangguk dan sikap Yena padanya benar-benar membuatnya canggung dan merasa bersalah. Malam ini, ia kembali melihat Yena tidur di atas sofanya sudah tiga malam ia seperti ini.. walaupun ia slalu masuk kamar terlebih dulu saat Yena tak ada diapartementnya tapi ia juga membuka pintu kamarnya kembali dan melihat Yena tertidur disana. Bukankah ia sudah menyuruhnya tidur di kamar Ibunya? Park Yena.. apa dia tak memikirkan udara malam yang slalu dingin, dia tak memiliki penghangat di ruangan tengah ini jadi tanpa diketahui Yena terkadang dia menemani wanita itu tidur menaruhnya lagi sebuah selimut dan saat pagi ia akan terbangun lebih dulu lalu menarik selimut itu lagi agar Yena tak curiga sama seperti yang ia lakukan hari ini.

Kyungsoo duduk di bawah sofa dimana Yena tertidur nyenyak disana, bahkan dicuaca seperti  ini dia masih bisa tidur nyenak. Ia duduk beralasan sebuah karpet yang memang cukup tebal tapi ia masih bisa merasa dingin tapi Yena benar-benar tertidur lelap. Kyungsoo melihat beberapa barang-barang milik Yena yang ada di atas meja bahkan ada sebuah radio, ia melihat juga buku hamil yang dibeli Yena waktu itu. Dia benar-benar tidak mengerti saat itu jika Yena memerlukan banyak hal sekarang. Kini, ia mengalihkan matanya melihat wajah Yena yang tertidur dengan tenang.. ia tidak tau kenapa tapi ia malah tersenyum sendiri seperti orang kehilangan akalnya melihat wajah Yena sekarang.

 

Yena mengerjapkan matanya dan sedikit merenggangkan tangannya, ia kemudian membuka matanya melihat langit-langit ruangan tengah ini. Ah.. sepertinya ia salah tidur semalam tapi.. tunggu.. Yena menoleh ke samping. Oh, Kyungsoo..

Yena melihat Kyungsoo masih tertidur dengan posisi duduk dengan kepala yang disandarkan di ujung sofa, ia juga baru sadar jika ada selimut tebal di badannya. Kenapa Kyungsoo tidur disini? Apa semalam ia sakit jadi Kyungsoo menungguinya? Yena memegang keningnya, ia rasa tidak, ia baik-baik saja. Yena menatap Kyungsoo hati-hati, apa dia khawatir karna dia tidur diluar? Sepertinya tidak juga.

Entah apa yang membuat Yena betah melihat wajah Kyungsoo yang tengah tertidur itu, dulu saat mereka kecil dia sering menjahilinya tapi jika ia melakukannya sekarang mungkin pria ini akan marah, ia kini malah tersenyum menatap Kyungsoo. Oh.. Ada apa dengannya? Kenapa jantungnya berdebar tak jelas seperti ini? Yena langsung mengalihkan lagi kepalanya menatap dinding atas, ia memegangi jantungnya. Ia harus tenang,.

Kyungsoo membuka matanya dan bergerak kecil, Yena tau Kyungsoo bangun jadi ia  langsung menutup matanya kembali berpura-pura tidur. Kyungsoo menegakan badannya dan membenarkan lehernya yang sedikit kaku, ia kesiangan bangun dan untungnya Yena belum bangun, pikirnya saat melihat Yena masih memejamkan matanya.

 

Pagi ini Yena mencoba untuk tak menghindari Kyungsoo lagi, ia melihat Kyungsoo tengah berkutat didapur membuatkan sarapan. Yena berjalan ke dapur , ia sedkit ragu tapi ia akhirnya masuk kesana “Kau sedang membuat sarapan? Apa aku boleh minta?” Tanyanya, ini memang hanya basa basi saja padahal sebenarnya ia tak begitu tertarik sarapan saat ini..

Kyungsoo melihat kebelakang dimana Yena berada didepan meja makan, dia bersikap seperti biasa “Aku akan membuat nasigoreng kimchi, apa kau mau?”

Yena mengangguk “Apa aku harus membantumu?” ia mendekati Kyungsoo. Kyungsoo menggeleng “Tidak usah, kau tunggu saja”

“Baiklah” Yena langsung duduk di bangku meja makan, ia melihat punggung Kyungsoo yang sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka. Ia tak tau jika ternyata Kyungsoo pintar juga memasak, ia kira pria itu hanya tau bagaimana caranya belajar saja. Rasanya memang canggung ketika ia memulai bicara dulu, setelah mereka saling diam selama beberapa hari ini tapi setidaknya ia tak bisa seperti ini terus dan kejadian tadi pagi… Kyungsoo benar-benar pria baik, dia memberinya selimut dan bahkan tertidur disana, inilah yang membuatnya mencoba berbicara lebih dulu, ia tak enak jika bersikap cuek pada Kyungsoo lagi.

Beberapa kemudian Kyungsoo sudah selesai membuat sarapan, ia memberikan hasil masakannya itu pada Yena dengan porsi yang tak begitu banyak karna takut Yena akan mual lagi. “Tapi.. Kenapa kau tidur disofa?” Kyungsoo duduk didepan Yena sambil membawa sepiring lain untuknya.

Yena memegang sendoknya, ia melihat pada Kyungsoo “Hanya… aku merasa tak enak tidur dikamar Ibumu” Tentu saja ia tak enak jika tidur dikamar Ibu Kyungsoo yang jelas-jelas tak menyukainya, rasanya tak nyaman saja jika ia tidur disana.

“Tapi tetap saja, sofa pasti tak nyaman untukmu karna kau biasa tidur dikasur”

“Tidak, sofamu jauh lebih nyaman..sebenarnya sudah lama sejak aku tidak tidur dikasur” Ucap Yena tenang menyantap sarapannya. Kyungsoo melihat Yena “Jadi, kau tidur dilantai? Kemana kasurmu?”

“Aku tidak punya, aku sudah menjualnya..”

“Lalu apa mungkin barang-barangmu hanya itu saja?” Kyungsoo menunjuk pada lemari kecil,meja kecil, dus-dus dan koper-koper besar yang merupakan milik Yena. Yena mengangguk sambil menguyah, setelah menelan ia menjawab “Iya, aku menjual barang-barang dirumah.. kau tau, terkadang Ayahku telat mengirim uang tapi aku harus membayar sekolah dan juga makan jadi aku menjual semuanya dan hanya itu yang tersisa..termasuk radio tua itu, dia temanku jadi aku tidak akan menjualnya.Ah.. aku terlihat menyedihkan ya..” Yena sadar apa yang ia ucapkan malah membuatnya semakin terlihat menyedihkan, ia yakin Kyungsoo juga tak akan mengejeknya dan menurutnya ini bukanlah sesuatu yang besar, setidaknya ia masih bisa hidup dan lulus sekolah karna barang-barang itu.

Kyungsoo tidak tau, ia kira barang-barang Yena masih ada didalam sana atau ia pikir lagi Ahjumma pemilik unit itu mengambilnya tapi ternyata Yena menjualnya “Tidak.. kau tidak menyedihkan”

Yena sedikit tersenyum , tentu saja ia sangat anti menunjukan jika ia lemah apalagi membuat orang-orang mengasihinya dan juga melihatnya menyedihkan jadi slalu bersikap biasa saja selama ini seakan kehidupannya bahagia. Saat akan memasukan lagi makanannya kemulut, Yena merasa perutnya mulai lagi.. Tidak, jangan disaat ini..

Yena tak bisa menahannya lagi ia langsung menutup mulutnya dan berlari menuju kamar mandi, ia tidak tau jika saat itu juga Kyungsoo berlari dibelakangnya saat ia akan menutup pintu kamar mandi itu, Kyungsoo menahannya dan karna tidak kuat lagi Yena langsung muntah di toilet. Yena merasakan Kyungsoo membantu mengelus sekitar tengkuknya dan entah sejak kapan ia mencengkram erat lengan Kyungsoo disana, yang ia rasakan sekarang tentu saja malu.. tapi entah kenapa ia juga merasa tenang  ketika Kyungsoo membantunya.

Kyungsoo merasakan tangan Yena yang mencengkram lengannya erat, dia pasti merasa tersiksa sekarang dengan awal kehamilannya ini, ia juga tak berhentinya mengelus atau menepuk kecil punggung Yena sampai dia sudah selesai dan menjatuhkan dirinya ke lantai itu, cengkraman Yena pun terlepas. Kyungsoo mengambil tissu disana dan Yena langsung mengambilnya membersihkan sekitar mulutnya.

“Maaf, sarapanmu terganggu karna aku kan”

Kyungsoo menggeleng “Tidak apa-apa, apa kau lupa aku ini mahasiswa kedokteran.. ini bukan apa-apa”

“Ah..iya, kau pasti akan melihat yang lebih parahkan”

“Ya begitulah”

 

Yena kembali duduk di tempatnya semula dimeja makan itu, ia menjatuhkan kepalanya ke atas meja dan selera makannya juga sudah buruk. Yena pikir morning sickness nya akan cepat menghilang tapi ternyata ia masih terus mengalaminya hampir setiap pagi bahkan siang dan juga malam. Kyungsoo memberikan segelas jus jeruk dari kemasan yang dibelinya beberapa saat itu, ia meletakannya diatas meja depan Yena.

Yena menaikan kepalanya melihat segelas jus jeruk itu didepannya “Ini untukku?”

“Tentu, memangnya buat siapa aku membelinya.. tapi kau tidak meminumnya begitupun buah-buahannya”

“Oh, aku kira itu bukan untukku”

“Sudahlah..minumlah”

“Baiklah” Yena langsung meminum jus itu, ia  merasakan manis dan segar di lidahnya. Ia menyukai ini, rasanya mualnya sudah hilang “Terima kasih” Ucapnya yang hanya dibalas senyuman tipis dari Kyungsoo didepannya yang kembali melanjutkan sarapannya, dia masih bisa melanjutkan sarapannya.. Oh, benar-benar luar biasa. Yena malah senang sekarang begitupun dengan Kyungsoo yang entah kenapa pagi ini terlihat berbeda saja.

 

Sejak pagi itu hubungan keduanya membaik walaupun terkadang ada perdebatan kecil tapi itu cepat terselaikan, selama beberapa hari ini juga Kyungsoo membiarkan Yena tidur dikamarnya dan ia dikamar Ibunya, setiap pagi jika Yena mengalami mual lagi Kyungsoo slalu ada disana membantunya. Kyungsoo hanya merasa inilah yang harus ia lakukan dan sebagi bentuk pertanganggung jawabannya dan Yena semakin merasa senang karna Kyungsoo ternyata memerhatikan anaknya juga.

Ini adalah sehari sebelum Kyungsoo pergi MT bersama teman-teman seangkatannyanya dan juga para sunbaenya nanti, ia sengaja tak berkerja hari ini dan beristirahat saja sambil merapihkan barang-barang yang dibawannya. Sekarang ia berada dikamarnya tengah memasukan beberapa pakaiannya yang harus dibawannya, disana ia selama lima hari. Ini salah satu hal penting sebelum masuk kuliah. Kyungsoo mengambil salah satu jaket yang digantung di dalam kamarnya dan ia melihat sesuatu jatuh dari sana. Oh, catatan itu..

Kyungsoo benar-benar melupakan catatan itu, ini sudah lebih dua minggu dan ia baru mengingatnya sekarang setelah melihatnya. Buku catatan kecil yang diambilnya dari salah satu dus Yena itu, ia duduk di ujung tempat tidurnya dan membuka buku catatan itu, benar.. ini miliknya. Ini miliknya waktu ia disekolah dasar sampai kelas satu sekolah menengah. Kyungsoo membaca buku catatan itu yang dipenuhi tulisan mengenai tugas atau rumus-rumus tapi disalah lembar yang berada dibelakang ada sebuah kalimat-kalimat yang menggelikannya.

Park Yena, aku menyukaimu dan aku akan menikahimu nanti

Ohh.. ini benar-benar menggelikan. Kyungsoo langsung menutup buku catatan itu dan menaruhnya dibawah ranjang, ia sekarang ingat dulu ia menulis itu saat ia berada dibangku sekolah dasar, dulu hubungannya dengan Yena masih baik dan Yena adalah cinta pertamanya saat itu.. ia tau banyak wanita lain yang lebih baik dari Yena, tapi dulu ia hanya mengenal Yena satu satunya teman yang ia miliki. Ah, sudahlah.. ini menggelikan. Dan tunggu.. apa Yena pernah melihatnya. Oh, tentu saja ia pasti pernah melihatnya. Lebih baik ia berpura-pura tidak tau saja tapi tetap saja ini memalukan jika Yena memang mengetahuinya dan pasti mengetahuinya.

“Kyungsoo-yaa..”

Yena membuka pintu kamar Kyungsoo membuat Kyungsoo sedikit tersentak “Ya!Ada apa?”

“Aku akan membuat kimbab, apa kau mau membawanya besok? Aku akan membuat yang unik dan tentu saja enak”

Kyungsoo berjalan keluar kamarnya membuat Yena mundur, “Tidak usah.. ini bukan liburan Yena”  Balasnnya melihat Yena tetap saja berada di sampingnya, ia sekarang didapur untuk mengambil minum, “Tapi kau bisa memakannya saat diperjalanan nanti, aku jamin semuanya akan membawa bekal dan hanya kau yang tidak”

“Aku tidak peduli”

“Ya!”

“Oke.. terselahlah”

Yena langsung tersenyum senang dan kembali bergelut dengan bahan-bahan kimbab diatas meja makan, Kyungsoo yang melihatnya langsung duduk disebelah Yena “Aku tak yakin kau bisa membuatnya, kau seperti perlu bantuan” ia memakai sarung tangan plastik dan membuat gulungan lain. Yena mendengus kecil, apa ia tengah diremehkan lagi ia tak suka “Percaya saja padaku.. aku akan membuatnya dengan baik”

Mereka berdua membuat beberapa gulungan kimbab sambil mendengarkan nasehat Yena yang memberi Kyungsoo pesan, ia memperingatkan Kyungsoo agar jangan dingin dan cuek pada sunbae nya nanti lebih baik menyapa mereka atau ia akan dijahili oleh mereka karna menjadi hoobae sombong.

Kyungsoo menoleh pada Yena yang terus saja berbicara sejak tadi, ia tak sengaja melihat sebuah nasi di rambut Yena. Ah, kenapa dia bisa jorok seperti ini. Kyungsoo melepas sarung tangan pelastiknya, ia mengambil nasih itu dari rambut Yena “Ya..kau..” ucapannya berhenti ketika Yena melihat padanya juga dan kedua mata mereka bertemu, untuk beberapa detik ini keduanya saling bertatapan dan tak ada yang bergerak.

Kyungsoo sadar, ia langsung menarik tangannya dari rambut Yena lalu berdehem “Ya! Bagaimana bisa ada nasi dirambut mu huh?”. Yena tak menjawab, ia mengerjapkan matanya dan lagi..jantungnya berdebar tak jelas saat itu juga. Kyungsoo yang menjadi salah tingkah langsung berdiri, ia berpikir untuk mengambil air dingin dikulas.

“Kyungsoo-ya..”

“Apa?” Kyungsoo membuka pintu kulkas dan mengambil satu botol minum disana lalu meneguknya cepat sambil menunggu Yena berbicara.

“Kau jangan baik padaku”

Kyungsoo menurunkan air mineral itu, ia melihat pada Yena dengan bingung “Apa maksudmu aku harus jahat padamu?”. Yena menggeleng, “Hanya jangan terlalu baik padaku karna…” ia sebaiknya jujur saja lagipula ia memang orang yang seperti ini “Karna kau adalah cinta pertamaku, jadi bisa saja aku menyukaimu lagi” Lanjutnya.

Kyungsoo hampir saja menjatuhkan botol yang dipegangnya, apa yang baru saja Yena katakannya? Cinta pertama? Dia cinta pertama Yena dan apa maksudnya menyukainya lagi?

“Jangan serius, kau memang cinta pertamaku tapi itu dulu.. sekarang berbeda, jadi jangan terlalu baik atau aku bisa menyukaimu lagi.” Ulang Yena dengan santai seakan tak peduli jika ia baru saja mengaku mengenai perasaannya dulu, bagi Yena ini bukan lah sesuatu yang besar lebih baik ia jujur. Kyungsoo masih diam ditempatnya, ia tak bergeming mencerna semuanya..jika dulu Yena menyukainya dan ia juga, jadi dulu mereka saling menyukai?

Yena melihat Kyungsoo masih diam disana “Sudahlah, jangan dipikirkan..kau yang sekarang sudah berbeda dan tentang aku bisa menyukaimu lagi.. itu hanya bercanda” Ucapnya, padahal sebenarnya ia takut itu terjadi makanya ia mengatakan itu dan meminta Kyungsoo jangan berbuat terlalu baik padannya tapi reaksi pria itu malah serius, apa dia benar-benar takut ia akan menyukainya huh?.

Kyungsoo meletakan botol minumnya, ia kembali duduk ditempatnya tadi “Ya..bagaimana bisa kau mengungkannya tanpa malu?” . Yena kembali meneruskan membuat kimbab-nya “Kenapa aku harus malu? Ini bukan sesuatu yang memalukan bagiku, aku juga pernah melamar Sehun waktu itu. tapi dia menganggapku bercanda” .

Kyungsoo membuka matanya lebar, Sehun? Kenapa Yena bisa melamarnya? Apa mereka memiliki hubungan sesuatu, “Ya! Kau seorang wanita bukan? Bagaimana bisa seorang wanita melamar pria tanpa malu?”

“Lalu apa salahnya, apa salah seorang wanita mengungkapnya lebih dulu? Tidak kan? Ini lebih baik daripada aku harus menunggunya melamarku”

Kyungsoo semakin tak mengerti maksud ucapan Yena cara pikir Yena memang berbeda dengan wanita kebanyakan, apa dia sungguh tak tau malu sampai melamar Sehun “Jadi kalian berkencan?” Tanyanya penasaran, inilah yang ingin ditanyakannya..keduanya memang dekat, ia juga sering mendengar rumor disekolah dulu jika kemungkinan mereka berkencan.

Yena menggeleng, ia berhenti menggulung kimbabnya karna harus berdebat dulu dengan Kyungsoo “Tidak, kita tak memiliki hubungan apapun..aku hanya melamarnya karna aku ingin menikah setelah aku lulus dulu tapi dia malah pergi ke Amerika dan aku hamil.. lagipula aku memang tak berniat menikahinya, hanya.. ”

“Hanya apa?”

“Dia satu-satunya yang menyukaiku dan menerimaku apa adannya”

Kyungsoo diam disana, tak tau harus menjawab apa jadi hanya Sehun yang menyukai Yena? Ia memang tak peduli, siapapun yang menyukai Yena ia tak peduli tapi..kenapa rasannya aneh saja saat Yena mengatakannya jadi hanya Sehun satu-satu nya orang yang ia percaya sampai dia melamarnya.

Reaksi diam Kyungsoo membuat Yena semakin bingung, apa yang ia katakan salah? Tidak juga, itu benar.. hanya Sehun yang menyukainya dan menerimanya apa adannya, Ah.. dia lupa ada Seungjun juga yang mengejarnya tapi Yena tak menyukai cara Seungjun yang menurutnya kasar. Tapi, kenapa Kyungsoo harus diam.. apa itu berarti dia tak peduli kan?

Seharian ini keduanya berada dirumah, Yena menonton tv sejak tadi dan Kyungsoo berada di kamarnya. Dia belajar. Waw.. saat liburan ini dia masih tetap saja belajar pantas saja ia bisa masuk universitas Seoul karna nilai ujiannya begitu sempurna katanya ia hanya salah satu atau dua nomor saja, jika ia mengikuti ujian pasti ia akan berbanding terbalik dengan Kyungsoo.

Kyungsoo keluar dari kamarnya membawa gelas kosong ditangannya, Yena masih memerhatikan tv dan tertawa sendiri melihat varienty show itu. Kyungsoo melihat jam di dinding ini sudah waktunya makan malam, mereka tidak memiliki banyak bahan makanan dan tadi siang mereka hanya makan kimbab “Yena-ya… kau mau makan diluar?”

Yena langsung menoleh pada Kyungsoo didepan sana, apa Kyungsoo baru saja mengajaknya? Bukankah sudah ia bilang jangan baik padannya, ada apa ini?

“Kau tidak lapar?”

Yena memegang perutnya, sepertinya ia cukup lapar “Memangnya kita mau kemana…”

“Apa yang kau mau?”

“Daging..bisakah kita makan daging.. Aku rasa Dodoo menginginkannya”

“Ya! Jangan memanggilnya seperti itu..”

“Kenapa? Bukankah kita sudah membahasnnya kemarin”

Kyungsoo menggeleng saja, ia tak mau berdebat dengan Yena karna dia wanita yang tak mudah dikalahkan jika saja Yena rajin belajar dia yakin Yena bisa menjadi jaksa hebat nanti karna dia keras kepala juga. Dan.. ia tak menyukai memanggil anaknya Dodoo.. kenapa harus itu? Oh, apa dia baru saja menyebut anaknya. Ya, itu yang dipikiran Kyungsoo, benar.. janin itu adalah anaknya jadi tak ada salahnya ia menyebut janin itu sebagai anaknya,tapi kenapa Dodoo.

 

Kyungsoo tak berpikir Yena akan makan sebanyak tadi, ini pertama kalinya ia melihat Yena begitu lahap makan malamnya, sekarang ia tau ada dua makanan yang sedang disukai Yena pertama sup buatannya dan kedua daging, Yena benar-benar akan banyak makan jika memakan salah satunya seperti malam ini.

Keduanya pulang kembali ke apartement, Yena langsung duduk disofa sambil mengelus-ngelus perutnya “Dodoo-ya.. kau kenyang? Kau senang kan?”. Kyungsoo menyusul Yena duduk disana, ia langsung tak suka jika Yena kembali menyebut Dodoo, “Apa kau tidak memiliki nama panggilan lain?”

Yena menggeleng “Aku tak tau, menurutku Dodoo bagus.. Bukankah nanti marga juga Do”

Kyungsoo menghela nafas panjang, ia tak mau berdebat dan biarlah. Keduanya tak berbicara dan hanya melihat layar telivisi yang baru saja di nyalakan Yena.

“Kyungsoo-ya untuk makan malam tadi, terima kasih..aku memang mau daging”

“Ya, itu juga untuk anakku kan”

Yena menoleh pada Kyungsoo, jika dipikirnya ini pertama kalinya Kyungsoo mengatakan kata ‘anakku’ pada janinnya ini, dan entah kenapa Yena merasa senang.. ternyata setelah mereka bertengkar selama lima hari setelah itu Kyungsoo berubah menjadi perhatian padannya dan juga, dia berkata akan bertanggung jawab juga pada anaknya dengan membiayai anaknya ini nanti saat ia akan pindah. Tapi, semua perhatian Kyungsoo membuatnya takut..ia tau perhatian Kyungsoo ini hanya untuk janin yang dikandungnya bukan untuknya tapi ia takut.. seperti ketakutannya siang tadi, ia takut ia akan menyukai Kyungsoo karna perhatian-perhatian seperti ini.

“Yena-ya..”

“Hemm…” Yena melihat Kyungsoo melihatnya juga,dia terlihat ragu melanjutkan ucapannya. Kyungsoo memang ragu, ia takut Yena tak akan setuju tapi inilah yang ingin ia lakukan, ia teringat dengan beberapa orang hamil bersama suaminya dan saat itu suaminya memegang perut sang istri yang sedang hamil, entahlah tapi ia ingin melakukannya ia ingin merasakan janin di perut itu yang sekarang akan semakin berkembang dan sudah hampir tiga bulan itu, “Apa aku boleh menyentuhnya, maksudnya perutmu”

Yena langsung mengangguk saja, tak bisa melarang Kyungsoo saat ini kan jadi ia menarik tangan Kyungsoo untuk menyentuh perutnya yang memang belum begitu besar tapi sudah terlihat menonjol “Sekarang hampir tiga bulan.. karna kau calon dokter, bisakah menjelaskan bagaimana dia sekarang?”

Kyungsoo merasakan sesuatu yang berbeda saat tangannya menyentuh perut Yena yang memang sudah sedikit besar, ia merasakan jika ia memang akan menjadi seorang Ayah, ia tau sekarang kenapa para suami itu begitu senang saat menyetuh perut istrinya karna ia merasakannya sekarang “Sekarang, mata, mulut, hidung, telinganya sudah terbentuk.. jari-jarinya juga dan bisa dikatakan ia juga sudah mulai bisa mendengar walau samar, ia sudah menjadi janin sekarang”

Yena mendengarkan dengan seksama penjelasan Kyungsoo yang lebih menarik daripada yang dokter jelaskan, rasanya berbeda saja apalagi Kyungsoo menjelaskannya sambil terus tersenyum menyentuh perutnya. Kyungsoo mengangkat kepalanya melihat Yena disana “Kau harus tetap sehat agar dia juga sehat dan jangan terus memuntahkan makananmu”

Yena hanya mengangguk dan sekarang keduanya saling diam menatap satu sama lain, sama seperti yang terjadi tadi siang, tak ada yang berbicara selama beberapa detik ini sampai Yena merasa Kyungsoo menggengam tangannya yang tadi memegang perutnya lalu wajah Kyungsoo mendekati wajahnya dan.. dia menciumnya penuh kelembutan.

.

To Be Continue….

.

 

 

.

Komentar Author :

Aku baper hahaha.. ini chap favorit ku, full Yena & Kyungsoo.

Maaf kalo ceritanya rada ngebut tapi menurut aku engga juga sih, karna dari awal gini rencananya dan  mau buat Kyungsoo jadi rada luluh di chap First Love ini. Udah ah, gitu aja.

 

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You [Chapter 4 : First Love]

  1. Yaallah min aku baper ☺☺
    Aku baru baca n komen di chap ini maaf ya
    Lanjutin lagi dong bikin greget” gmn gitu
    Apa yg akan terjadi kalo sehun tau yena hamil trus mereka nikah n sempai melahir…

  2. enggak authornim enggak kok,so sweetnya bikin baper banget,serasa gimana………Gitu Dyo Oppa kya gitu sama Yeoja,kan adem ayi gitu bacanya…….Haha…….Kasian Si Yena ditinggal slma 5 hri sm Dyo Oppa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s