[EXOFFI FREELANCE] Prince Frog in the Seoul (Chapter 2)

picsart_12-17-07-21-42

Title                 : Prince Frog in the Seoul Chapter 2

Author             : Elizabeth Huang/Huang Chen Chen

Lenght             : Chaptered

Genre              : Romance, comedy, Fantasy

Rating             : Teen

Main Cast         :

–           Do Kyung Soo

–           Lee Soo Mi

Additional Cast :

–           Kim Sae Mi

–           Xi Luhan

–           Oh Sehun

–           Another

Summary         : Apa yang akan kau lakukan jika bertemu seseorang yang mengaku sebagai pangeran dengan tingkat percaya diri luar biasa menembus langit ke-7? Kalau aku langsung menguburnya dalam-dalam.

Disclaimer       : This fanfiction is original mine. Don’t plagiat. I need your comment after read this weird fanfiction

Author’s Note : Fanfic ini pernah di post di Facebook, tapi sudah saya perbaiki segi kebahasaan dan ceritanya sudah di permak. So, jika ada yang merasa pernah membaca ceritanya harap maklum. Happy Reading! J

.

.

.

.

Chapter 2

 

‘Ceklik’

 

“mwo ya ige?!” teriak luhan

“omona! Bagaimana ini!”

 

Luhan mengernyitkan dahinya, meraih benda berbunyi yang diinjaknya

 

“soomi-ssi?” tanya luhan, soomi melihat kearah benda yang berada di tangan kekasih sahabatnya, ia bernapas lega

“ah, syukurlah” batin soomi

“sejak kapan benda seperti ini ada dirumahmu?” saemi ikut bertanya sambil menarik alisnya

Soomi menelan salivanya, “i itu bukan apa-apa”

“mwo?” ucap saemi menahan tawanya

“yakk! Ini mainannya Jangeun kok!” soomi segera merebut mainan kodok tersebut dari tangan luhan

“waeyo soomi-ah? Kenapa kau terlihat gugup sekali?” tanya luhan

“bu bukan begitu” ucap soomi

“sudahlah, kenapa kita jadi membahas mainan jelek itu” ucap saemi

“saemi-ah, soal cv-ku nanti aku akan antarkan ke kantor luhan besok” ucap soomi antusias

“geuraeyo, kau tak perlu khawatir. Perusahaan luhan memang membutuhkan orang berkompeten dan berkerja keras sepertimu”

“aku benar-benar berterima kasih padamu”

“kalau begitu kau bisa traktir aku dan luhan dengan sebotol soju dan sup udon” balas saemi

“tidak, dua botol soju” ucap luhan yang baru saja mendudukkan dirinya

“baiklah, haha. Akan ku-“ ucapan soomi terputus taktala muncul sebuah cahaya putih bersinar terang ditengah pembicaraan mereka. Tak lama, sebuah surai seorang namja muncul ditengah mereka. Membuat ketiga orang yang asik bicara membelalakan matanya terkejut

 

“nu-nu-nuguseyo?!” teriak luhan dan saemi bersamaan

 

Soomi POV

 

Omona! Jinja! Kami bertiga terkejut bukan main karena sesosok pria tiba-tiba muncul ditengah kami. Aku benar-benar kaget dan ingin menghajar pria ini. Kenapa dia tak bisa menahan sebentar kemunculannya?!

 

“soomi-ah, kenapa kau diam saja? Apa kau mengenalnya?” tanya luhan

“apa kau kenal dia? Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku soomi-ah?!” saemi menimpali

 

Aku tak tahu harus menjawab apa, aku bingung bagaimana harus menjelaskan identitas pria ini pada mereka

 

“yakk! Pria bodoh! Kau!” aku mengacak rambutku frustasi, sementara ia hanya tersenyum tanpa dosa

“mwo?! Jadi benar kau mengenalnya?! Lalu, kenapa ia bisa muncul dari cahaya seperti tadi?” tanya luhan dan soomi penasaran

“baiklah, aku akan jelaskan pada kalian, itupun kalau kalian percaya” ucapku, aku menatap mereka dan mereka menatapku dengan tatapan seolah meminta penjelasan rinci

“dia, kyungsoo, manusia gila yang di kutuk menjadi sebuah mainan kodok. Singkat cerita, entah aku sedang sial atau dia yang sedang beruntung, aku menemukannya. Aku ingin memberikan mainan itu pada jang eun tadinya, sampai malam hari tiba saat aku sedang terlelap dan dia muncul, menghancurkan mimpi indah ku dengan kekasih tercintaku, lee dong hae” jelasku

“sebenarnya, aku hanya bisa lepas dari kutukan saat seorang gadis menciumku. Jadi, katakan saja dengan jujur soomi-ah kalau kau menciumku ditengah mimpi indahmu” tukas kyungsoo

“apa kau bilang?! Aku takkan pernah sudi menciummu!” balasku

“tapi itu faktanya! Nona Lee soomi!” ucapnya tak mau kalah dengan nada tinggi

“ya ampun! Kenapa ciuman pertamaku ada di bibir pria gila ini?! Apa salahku di masa lalu?” ucapku meringis

“mwo?! Siapa juga yang ingin menciummu?! Asal kau tahu, bibirmu tak ada bagus-bagusnya!” lanjut pria menyebalkan ini

“tunggu! Hentikan pertengkaran ini!” teriak saemi

“aku tak ingin percaya ini, tapi melihat pria-“ ucap luhan terpotong

“do kyungsoo” ucap kyungsoo

“ya, dia tadi benar-benar muncul di hadapan kita dengan cahaya seperti di film. Mungkin ini nyata” ucap luhan kagum

“ini bukan mimpi kan?” tanya saemi

“aku juga ingin mengangap ini semua mimpi” timpalku

“yakk! Kau! Kenapa kau sembarangan mencuri ciuman pertama sahabatku?!” teriak saemi, ia memberikan mata melototnya kearah kyungsoo

“maaf nona, tapi dialah yang menciumku. Kau ingat-“

“yakk! Aku ingin membunuhmu sekarang juga!” ucapku penuh amarah

“aku juga ingin membunuhmu!” ucap saemi memburu

“yakk! Kenapa kalian malah menyalahkannya?!” teriak luhan

“mwo?!” ucapku dan saemi bersamaan

 

Soomi POV End

 

“err, maksudku sekarangkan ini semua sudah terjadi. Jadi, biarkan saja” balas luhan

“sudahlah, ayo keluiar dari rumahku sekarang” ucap soomi

“yakk! Kenapa kau tak mengizinkanku tinggal dirumahmu? Kumohon, aku tak tahu harus kemana!” ucap kyungsoo dengan tatapan memohon

“kembali sana ke langit!” ucap soomi tak mau kalah

“kalau aku tahu caranya, aku akan kembali dari kemarin” balas kyungsoo

“sepertinya tidak ada salahnya jika kau membantunya soomi ah” ucap luhan lembut

“aku setuju” tambah saemi

“mwo?! Apa kalian gila?! Bagaimana jika pria ini ingin berbuat jahat padaku?” ucap soomi

“mwo? Untuk apa aku berbuat jahat padamu!” kata kyungsoo

“mungkin kau bisa menolongnya, soomi-ah. Tidak buruk juga” ucap saemi, soomi membelalakan matanya tak percaya

“baiklah, hanya sampai kau menemukan cara untuk kembali” ucap soomi mengiyakan

 

Kyungsoo mengembangkan senyum kemenangannya

“yakk! Kenapa kau tersenyum?! Pokoknya kau tidak boleh menyusahkan aku!” ucap soomi ketus

“sudahlah! Kalian ini bertengkar terus” luhan menimpali

“namaku Kim Saemi” ucap saemi memperkenalkan diri

“aku Xi Luhan” kini giliran luhan memperkenalkan diri

“aku Do Kyungsoo, pangeran tampan” ucap kyungsoo percaya diri

“yang benar saja! Pangeran tampan?! Pria bodoh dan jelek seperti ini?! Kau menyebut dirimu tampan?! Sepertinya kau harus segera bercermin!” ucap soomi sarkastik

“mwo?! Jelek dan bodoh? Apa kau buta?! Kau tak bisa lihat ketampanan dan pesonaku eoh?!” balas kyungsoo, soomi membelalakan matanya mendengar pernyataan pembelaan dari kyungsoo yang begitu percaya diri

“sudahlah, kalau begitu kami pamit dulu eoh? Kami masih harus mengirimkan undangan” ucap luhan tersenyum

 

Soomi mengantarkan saemi dan luhan sampai ke pintu. Kedua kekasih itu pun kini telah pulang

 

“yakk! Kenapa kau tiba-tiba berubah didepan kami dan mengacaukan semuanya?! Tak bisakkah kau tahan sebentar?” tanya soomi kesal dan memukul tubuh kyungsoo dengan keras

“yakk! Jangan memukuliku terus!” protes kyungsoo

“aku hanya bisa berubah jadi mainan itu tak lebih dari 30 menit. Itu karena aku sudah terbebas dari kutukan!” jelas kyungsoo

 

Kyungsoo POV

 

Akhirnya setelah permohonan panjangku, gadis ini mengizinkanku tinggal dirumahnya. Dasar gadis menyebalkan! Memang aku ini punya pesona yang mampu melemahkan para gadis

 

“apa kau?! Dasar namja sok tampan! Kau tidur saja sana di kamar tamu!” seruan soomi mengangetkanku. Aku mengalihkan perhatianku ke arah kamar yang ditunjuk gadis aneh itu. Ku lihat sebuah ruangan yang berjarak 3 langkah dari kamar soomi. Kulangkahkan kakiku ke tempat tersebut

 

Kubuka pintu ruangan tersebut, tempat tidur yang rapi dan beberapa peralatan yang masih terawat meskipun kelihatannya kamar ini sudah lama tidak ditempati. Aku menduduki single bed ku. Ku tolehkan kepalaku ke meja kayu disebelah kasur. Aku memeriksa semua lacinya dan kutemukan sebuah spidol hitam, sepertinya gadis itu ketinggalan sesuatu saat membersihkan ruangan ini. Aku tersenyum jahil dan mengambil spidol tersebut. Aku menulis “LEE SOOMI, Gadis gila & menyebalkan dengar ya, AKU ITU MEMANG TAMPAN, kau tak usah menyangkalnya”

Aku tersenyum geli melihat tulisanku yang lumayan. Kemudian, ku baringkan tubuhku di atas kasur tersebut. Nyaman sekali hingga sebuah suara mengangguku

“yakk! Pangeran sok tampan!” seru soomi

“aish?! Apa lagi?!” ucapku

 

Soomi melemparkan beberapa potong pakaian pria padaku

“itu aku pinjamkan baju ayahku. Awas kalau kau berani merusaknya!” ucap gadis itu dengan nada mengancam. Aku mengambil sebuah kemeja kotak-kotak berwarna hitam

“kau belum mandi dari abad ke berapa?! Bau sekali eoh! Cepatlah mandi! Atau kau akan mencemari udara sekitarku” tambah soomi

“yakk! Ada yang kurang!” teriakku

“mwo?” tanya gadis itu

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal, bagaimana aku harus mengatakannya?

“apalagi eoh?” tanya soomi lagi

“itu, itu” ucapku

“itu apa? Cepatlah bilang! Aku tak mengerti” ucap soomi

“pa pakaian dalam” ucapku malu

Soomi terdiam, semburat kemerahan mencuat dipipi putihnya. Kemudian, soomi berlari dari hadapanku. Sejenak aku dapat mendengar ia bergumam “Dasar gila, dia tidak punya malu apa tidak punya otak?”

“mwo? Apa dia malu?” ucapku

 

Kyungsoo POV End

 

Kyungsoo pun memutuskan untuk pergi mandi dan membersihkan tubuhnya. Ketika kyungsoo sedang mandi, soomi masuk ke kamarnya. Soomi membawa handuk dan  pengharum ruangan, setelah ia menyemprotkan pengharum ruangan, ia tak sengaja melihat sebuah tulisan tangan yang tadi iseng di buat kyungsoo

 

“yakkk!” suara teriakkan soomi yang begitu memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya, kyungsoo pun dapat mendengar teriakan soomi dari kamar mandi luar pun terkikik geli membayangkan ekspresi wajah soomi yang begitu memburu sekarang

“Do Kyungsoo!! Kau itu jelek tahu!” teriak soomi lagi. Ia begitu geram dan kesal sekarang, rasanya ia ingin membunuh pria itu sekarang juga. Sementara kyungsoo yang mendengar teriakan soomi tidak bisa menahan tawanya.

.

.

.

.

“hei! Ayo kita pergi berbelanja kebutuhanmu” ujar soomi, kyungsoo hanya menatap soomi

“sekarang?” tanyanya, soomi hanya berdecak menanggapi pertanyaan kyungsoo

“kau tunggu sebentar, aku ambil tasku dulu!” ucap soomi

Kyungsoo melirik sekitar, ia mengambil dompet berwarna navy yang di letakkan sembarangan

“ck dasar gadis bodoh, sembarangan saja menaruh dompet” ujar kyungsoo pelan

Ia membuka dompet tersebut, ia mendapati kartu identitas soomi dan melihatnya

“apa ini? Woah, gadis ini lebih muda dariku tapi sifatnya kurang ajar sekali” ucap kyungsoo sembari menatap foto soomi di kartu identitasnya dengan pandangan kesal

“yakk! Kenapa dompetku ada padamu?!” teriak soomi

“yakk! Kenapa kau berteriak padaku? Kau ini ceroboh sekali, dompetmu kau letakkan sembarangan!” balas kyungsoo

“beraninya kau!” ucap soomi sengit

“kau yang kurang ajar!” kyungsoo tersenyum miring menunjukkan kartu identitas soomi “kau lebih muda dariku, tapi kau terus-terusan berteriak kepadaku dari kemarin!”

“mwo? Kau tak punya malu ya? Mau kau aku tendang sekarang juga?! Ha?!” ancaman soomi sukses membuat kyungsoo terdiam dan sadar

“jangan begitu, dongsaeng-ah” ucap kyungsoo manja dan mengeluarkan ‘puppy eyes’ andalannya

“eugh, itu mengelikan” ucap soomi

“ayo kita pergi” lanjutnya

.

.

.

.

Kyungsoo dan soomi sedang dalam perjalanan menuju pusat pertokoan Seoul

“hei, nona! Seharusnya kau bersyukur bisa bertemu denganku, pangeran langit yang tampan nan baik hati” ucap kyungsoo penuh percaya diri, soomi bergidik geli sembari menatap kyungsoo

“hei, pangeran yang merasa tampan dan baik hati, aku jelaskan ya, kalau sekarang ini ada ajang penghargaan menempatkan siapa orang paling percaya diri diseluruh dunia ini. Maka, kau lah pemenangnya” ucap soomi penuh penekanan

“aku ini memang hebat” balas  kyungsoo berbangga

“dengar ya, kau itu memang sangat sangat luar biasa  percaya diri. Tapi, kau itu tidak tampan! Aku tegaskan itu!” balas soomi

Soomi menghentikan langkah kakinya setelah sampai di sebuah toko pakaian daerah Namdaemun Market. Ia menarik tangan kyungsoo untuk mengikutinya masuk ke dalam toko itu

“ayo kita cari pakaian untukmu” ujar soomi

 

Mereka pun mencari beberapa potong pakaian untuk dipakai kyungsoo, meneliti seluruh isi toko pakaian tersebut

 

“hei, kenapa kau ambil kemeja semua? Ambil ini juga” ucap soomi sembari memisahkan sebagian kemeja yang ada di tangan kyungsoo dan menggantinya dengan beberapa potong kaos di tangannya

“ck, menyebalkan” celetuk kyungsoo, soomi pun mengalihkan pandangannya ke arah kyungsoo.  Ia melotot dan orang yang di pelototinya hanya mengalihkan pandangan sebalnya

“masih untung dibelikan. Sudah, tak perlu membeli banyak kau bisa gunakan sebagian pakaian ayahku dan oh ya, tak perlu membeli banyak celana juga! Bisa bangkrut aku kalau seperti ini” ucap soomi

“ya ya ya baiklah, nona baik hati” balas kyungsoo

 

Setelah mereka keluar dari toko tersebut dengan beberapa kantong belanjaan di tangan kyungsoo, mereka memasuki salah satu pusat perbelanjaan. Mereka pun segera mengambil keranjang belanja dan memasuki satu per satu lorong rak makanan

 

Soomi pun mengambil banyak ramyun cup dengan kedua tangannya sekaligus, ia juga mengambil beberapa makanan instan lainnya

 

“hei, kenapa kau beli ini semua sekaligus? Apa perutmu sanggup makan sebanyak ini, huh?!” tanya kyungsoo

“kau ini benar-benar bodoh sepertinya, tentu saja ini untuk persediaan dirumah” balas soomi

“dengan melihat tubuhmu seperti ini saja sudah bisa kutebak kau makan sebanyak apa” ucap kyungsoo memancing emosi soomi

“kau benar-benar ingin mati ya?” ancam soomi

 

“yakk, kau mau warna apa?” soomi memegang dua paket pasta gigi dan sikat gigi masing-masing berwarna biru dan hitam di kedua tangannya. Kyungsoo tak menjawab dan mengambil dengan malas yang berwarna hitam dari tangan soomi

 

Skip……

 

Soomi dan kyungsoo telah sampai ke rumah, mereka berdua sangat lelah. Soomi mendudukan dirinya di sofa dan melakukan peregangan ototnya sedangkan kyungsoo hanya berbaring di lantai dengan santainya

 

Mereka pun segera bergerak membereskan semua barang belanjaan mereka hari ini, soomi memasukkan bahan makanan yang tadi dibelinya ke dalam kulkas dan lemari. Kyungsoo memutuskan melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Ia membereskan semua pakaian dan segala perlengkapannya. Ketika ia hendak meletakkan pakaiannya, sebuah benda terjatuh dan menimbulkan bunyi ringan. Ia menoleh ke arah jatuhnya benda tersebut kemudian ia meraihnya. Sebuah kotak berwarna merah kecil dengan motif hati

 

Kyungsoo memerhatikan kotak itu saksama, ia membolak-balik kotak itu dan melihatnya secara detail, ia tampak tak terlalu menghiraukan dengan kotak yang barusan dipungutnya, ia menjatuhkan kotak itu dan menendangnya sampai ke kolong tempat tidurnya

 

Ditempat lain, soomi sedang berada didalam kamarnya sedang menggerutu sendiri

 

“dasar pria aneh, bagaimana bisa ini terjadi padaku? Kenapa aku harus mengenal Do Kyungsoo pria aneh itu? Ya, Tuhan!” ia terus menggerutu memikirkan pria aneh bernama Do kyungsoo yang tiba-tiba muncul di hidupnya

 

Ia kelihatan sedang mencari sesuatu, tak selang lama ia menemukan benda yang di carinya. Ia mengambil sebuah dokumen dari dalam lemarinya

 

“akhirnya aku menemukannya!” pekik soomi senang, ia memasukkan dokumen tersebut ke tasnya dengan girang

“semoga cv ku diterima” lanjutnya berharap

 

05.00 KST

 

Pagi ini, soomi sudah terbangun dari tidur lelapnya, ia bersiap-siap menyongsong pagi untuk bekerja

 

‘tok tok tok’

 

Suara ketukan terdengar dari dalam kamar kyungsoo, namun tak ada satupun balasan untuk ketukan tersebut

 

‘tok tok tok’

 

Suara ketukan tersebut kian bertambah besar

 

“belum bangun juga?! Keterlaluan sekali inni! Dasar kerbau! Yakk!” soomi mengetuk pintu kamar kyungsoo lebih kencang dan menyebabkan bunyi ketukan semakin bertambah keras

 

‘Brakk’

 

Soomi membuka pintu tersebut dengan paksa

 

‘ngrook ngrook’

 

Terdengar suara dengkuran kerass

 

Soomi POV

 

Emosiku setengah memuncak, ku lihat seorang namja terlelap dengan posisi konyol sedang mendengkur tanpa menyadari sekitarnya. Kalian takkan membayangkan, sekarang ia terlelap dengan posisi tengkurap dan bokong yang naik ke atas serta lihat ekspresi menjijikannya

 

“yakkk!! Ireona!!” teriakku kencang

“hmmm” ia mengerang dan menggeliat kecil sebagai respon

“hoi!!” teriakku kesal

“hmm” gumamnya

 

Rasanya aku ingin menendangnya sampai ke sungai amazon agar ia digigit ikan piranha dan tak perlu muncul lagi di kehidupanku. Aku menarik napas, kemudian aku pun memukul tubuhnya dengan brutal, ia yang merasakan ganasnya pukulanku pun terbangun dengan tidak elit

 

“hei! Hei! Hentikan!” ucapnya, aku pun menghentikan aksi kejamku

“tidak bisakah kau membangunkanku dengan cara yang lebih baik eoh?!” tanyanya, aku mengerjapkan mataku beberapa kali dan menggeleng “nope” ucapku

“kenapa ada gadis yang begitu kejam eoh?!” ucapnya memasang tampang sebal

“kau tak lihat jam berapa ini, tuan pangeran?” ucapku

“ini masih pagi nona soomi” ucapnya malas

“dasar pemalas! Pokonya kau bangun saja dan siap-siap” ucapku, ketika ia ingin membuka mulutnya untuk kesekian kalinya aku menyela “aku tidak mau dengar alasanmu”

 

“aish! Dasar gadis itu! Kalau kau terus menyiksaku, ku pastikan kau akan dapat hukuman di langit nanti!” ucapnya lirih tapi masih dapatku dengar

 

Aku pura-pura tak mendengar ucapannya dan keluar dari kamar kyungsoo

 

Beberapa jam kemudian aku dan kyungsoo sudah berada di luar rumah, sebenarnya aku punya pekerjaan. Bukan pekerjaan tetap sih, aku bekerja sembari membantu pamanku di sebuah kedai kecilnya

 

“kita mau kemana?” tanya kyungsoo

“tak bisakah kau diam saja dan ikuti aku” jawabku malas

 

Untuk sampai ke kedai pamanku, kami harus satu kali menaiki bus. Tak lama kami menunggu, sebuah bus berhenti. Kami pun menaiki bus tersebut. Bus tersebut cukup ramai di tambah lagi fakta bahwa kami harus berdesakan dengan penumpang lainnya. Aku dan kyungsoo hampir terjebak diantara kerumunan penumpang. Aku mengenggam tangannya menuju sisa 2 bangku paling belakang. Namun, langkahku terhenti ketika seorang wanita hamil dan anak laki-lakinya memasuki bus

 

Soomi POV End

 

“kyungsoo-ah, kita berdiri saja” ucap soomi

“mwo? Wae?” ucap kyungsoo tak terima

“kau tak lihat ada seorang wanita hamil dan anaknya yang baru memasuki bus? Tak mungkin aku biarkan mereka berdiri dan berdesakan” ucap soomi gemas

Kyungsoo pun hanya mengganguk mengerti

 

Soomi bergerak membantu wanita itu yang kelihatan kesulitan

 

“ahjjumma, biar aku bantu” ucap soomi ramah

“ahjjussi, kau tinggi sekali” ucap seorang anak laki-laki kagum

“tentu saja, aku kan sudah dewasa” ucap kyungsoo mengelus puncak kepala anak tersebut

“aigoo, jangan menganggu ahjjussi eoh” ucap wanita hamil tadi pelan, anak laki-laki itu hanya menuruti nasehat ibunya

“gamsahamnida, agashi” ucap wanita itu ramah kepada soomi

“ne” balas soomi singkat dan menampilkan senyumnya

 

Soomi dan kyungsoo pun akhirnya memilih berdiri sembari menunggu bus tersebut mengantarkan mereka ke tempat tujuan

 

“hei, aku tanya sekali lagi. Kita mau kemana?” bisik kyungsoo

“banyak tanya sekali sih. Kita akan ke kedai pamanku” balas soomi

“mwo? Untuk apa? Kau mau mengajakku makan? Atau kau mau mengenalkanku pada pamanmu?” tanya kyungsoo

“mwo? Apa kau gila? Aku tidak mau mengajakmu makan apalagi mengenalkanmu pada pamanku, untuk apa aku lakukan itu?” balas soomi

“siapa yang tahu kalau kau tertarik padaku dan diam-diam mau meminta pamanmu membantumu mendapatkan cintaku” ucap kyungsoo penuh percaya diri

Soomi memasang ekspresi ingin muntah seketika mendengar ucapan kyungsoo yang begitu percaya diri mendekati ‘tidak waras’

 

“apa kau gila? Kalau aku melakukan itu mungkin aku sudah tidak waras” ucap soomi sarkastik

“hei, ku beri tahu ya, di langit setiap gadis mengenalku dan mereka jatuh cinta akan pesonaku. Setiap aku lewat di depan mereka, gadis-gadis itu akan memandangku kagum tanpa bisa berkedip sekalipun. Asal kau tahu, aku ini pria tertampan yang mampu meluluhkan hati wanita dalam 3 detik hanya dengan menatapnya” jelas kyungsoo bangga

 

Entah mengapa penjelasan yang barusan dilontarkan pria ini membuat soomi ingin menamparnya bolak balik dan mencelupkannya ke dalam tungku api kemudian melemparnya ke kutub utara

 

“sepertinya kau punya gangguan jiwa” sindir soomi

 

Kyungsoo melotot tak percaya, ia merasa terhina. Ia seorang pria paling tampan yang mampu meluluhkan hati wanita dalam 3 detik, itu julukannya sekarang dihina seorang gadis yang sama sekali tak terpesona dengannya. Ia menghadap ke arah soomi, baru saja ia ingin membuka suara, tiba-tiba sang supir bus meng-gas tiba-tiba dan membuat soomi juga kyungsoo kehilangan keseimbangan

 

‘buk’

 

Mereka berdua terjatuh dan parahnya lagi dalam posisi berpelukan di depan umum! Bayangkan soomi berada di bawah kyungsoo dan kyungsoo berada di atas soomi. Semua penumpang bus yang melihat pun tersenyum dan bersorak. Kyungsoo hanya menatap soomi dengan intens sementara soomi memberikan tatapan membunuh

 

“apa yang kau lakukan?! Cepat berdiri! Aku tak bisa berdiri jika kau masi dalam posisi tak bergerak!” ucap soomi

 

Kyungsoo pun kembali sadar dan cepat-cepat menegakkan tubuhnya. Soomi dan kyungsoo pun harus menahan malu di depan umum

 

“dasar, sial sekali aku” celoteh soomi

“apa kau bilang?!” ucap kyungsoo

“kenapa kau tak segera berdiri?! Malah memandangiku lama! kau tak lihat disekeliling banyak orang?!” ucap soomi

“mwo?! Baiklah, sepertinya kau mulai terlalu percaya diri” balas kyungsoo. Oh, gosh! Sepertinya kyungsoo benar-benar membutuhkan cermin sekarang

“Ya Tuhan! Siapa yang percaya diri?! Aku hanya bertanya dan lagipula apa kau tak sadar diri? Siapa yang selama ini lebih percaya diri?!” ucap soomi tak mau kalah

“yakk! Dengar ya, aku hanya mengetes mu. Apakah kau akan terpesona padaku atau tidak dalam 3 detik” ucap kyungsoo

“see? Aku tak pernah dan tak akan pernah terpesona sedikit pun padamu! Catat itu!” ucap soomi

“aku heran ya, sebenarnya apa pesonaku sudah sedikit luntur atau kau yang buta hingga tak terpesona padaku” hardik kyungsoo

“biar aku jelaskan, aku ini tidak buta dan aku tahu mana pria yang tampan dan mana yang hanya SOK TAMPAN” ucap soomi dengan penuh penekanan pada kata ‘sok tampan’

 

Mereka berdua pun terus bercecok mulut tanpa sadar bahwa dua penumpang, wanita hamil dan anaknya tadi terus memerhatikan dan mendengarkan acara adu mulut mereka

 

“eomma, noona dan ahjjussi itu bukankah mereka sudah menikah? Seperti eomma dan appa kan? Lalu kenapa mereka bertengkar terus?” tanya anak itu polos sembari mengeluarkan ekspresi penasaran karena dua orang di depan mereka benar-benar seperti Tom&Jerry, kartun kesukaannya

“aniyo, sepertinya mereka hanya teman” ucap ibunya

“itu benar! Aku tidak mungkin mau menikah dengan pria sepertinya” ucap soomi, sepertinya pembicaraan anak dan ibu tadi menghentikan adu mulutnya dengan kyungsoo

“siapa yang ingin menikah denganmu nona Lee Soomi?!” ucap kyungsoo memincingkan matanya

 

Bus tersebut pun berhenti ketika kedua orang tersebut ingin memulai pertengkaran mereka yang tertunda. Namun, mereka sudah sampai pada tujuan

 

“yakk! Kita sudah sampai bodoh!” ucap soomi

“tak bisakah kau berhenti menyebutku dengan kata ‘bodoh’?” balas kyungsoo

“kau jangan memulai pertengkaran denganku lagi” ucap soomi malas

 

Mereka pun berpamitan dengan wanita hamil dan anaknya sebelum turun dari bus itu. Mereka menelusuri jalan dan tak lama mereka tiba disebuah kedai sederhana yang tidak terlalu besar namun tidak terlalu kecil. Soomi pun memasuki kedai tersebut dengan kyungsoo yang hanya diam mengikutinya

 

“samchon!” panggil soomi

 

Seketika, munculah seorang pria paruh baya dengan celemek putih. Soomi pun memeluk pria yang di panggilnya ‘samchon’ tadi. Kyungsoo hanya menaikkan alisnya sebelah menatap kedua orang tersebut

 

“aigoo, siapa pria ini? Apa pacarmu?” tanya paman soomi, ia memandang seksama setiap gurat wajah kyungsoo. Kyungsoo pun hanya memandangnya dengan tatapan bingung

“kim samchon, dia bukan pacarku” ucap soomi

 

‘kalau dia jadi pacarku mungkin akal sehatku sudah hilang’ batin soomi

 

“dia temanku. Dia ingin bekerja disini juga samchon” ucap soomi lagi

“Do kyungsoo imnida” ucap kyungsoo membungkuk hormat

“bagaimana samchon?” tanya soomi

“baiklah, sepertinya dia lumayan juga” ucap kim samchon mengedipkan sebelah matanya pada soomi

“ah, gamsahamnida. Lalu, apa pekerjaanku?” tanya kyungsoo

“kau…”

To Be Continue……

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Prince Frog in the Seoul (Chapter 2)

  1. Aaaaa ini menarik thor…
    Yaallah tingkat kepercayaan diri kyungsoo amat sangat tinggi dan mereka benar” seperti tom and jerry tidak peduli di mn pun mereka berada…
    Lanjut lg thor….
    aku baru baca ini n baru komen di chap 2 ny
    Semangat ya di tunggh next chap..

    • Hai, mohon maaf sebelumnya. author spertinya butuh waktu utk mnyelesaikan next chap. karena ada hal2 tertentu. thankss ya udh komen dan baca ff authorr. Gomawoo 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s