[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 4)

1888

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

 

Summary :

Kim Eun ji adalah gadis berumur 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu belajar dan bekerja. Namun ia tidak menyangka akan belajar menjadi seorang ibu bagi 4 pria .

 

Chapter 4th

Namun teguran tersebut sama sekali tidak dihiraukan oleh gadis itu, karena kesal Chanyeol memilih untuk keluar dari kama. Tak lama setelah itu tiba – tiba semua lampu dirumah itu padam, hal itu sontak membuat Eun ji terkejut dan teriak histeris. “Aigo .., kenapa lampunya padam. Oppa tolong nyalakan lampunya” teriak Eun ji.  “Aku tidak bisa melihat apa – apa”.

Sialnya Chanyeol tidak ada didalam kamar. Karena tidak ada yang menolongnya, terpaksa Eun ji mandi dalam keadaan gelap. Setelah Eun ji selesai mandi lampu nya masih saja belum menyala, lalu segeralah ia keluar dari dalam kamar mandi, dan langsung mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja kerja suaminya. Setelah itu Eun ji berjalan keluar dari kamar dengan dibantu cahaya kecil dari ponselnya. Eun ji mengelilingi rumahnya untuk mencari keberadaan Chanyeol. “Aigo .., oppa. Kau dimana aku sangat takut” ucap Eun ji yang terlihat takut. Namun nihil tidak ada jawaban apapun. Seketika perasaan Eun ji mulai gelisah, ia membayangkan hal yang menyeramkan dipikirannya sehingga rasa takut terus menyelimutinya.

Gadis itu terus menelusuri setiap ruangan dirumah itu, namun tidak ada orang disana. Sialnya Eun ji memasuki sebuah ruangan yang terletak dibelakang dapur,  gadis itu memilih untuk beristirahat ditempat itu sembari mencoba menghubungi Chanyeol lewat ponselnya. Tiba – tiba ia mendengar bunyi dering ponsel diruangan itu, karena penasaran gadis itu mencari – cari sumber bunyi tersebut, semakin lama bunyi itu semakin keras, dan bunyi tersebut berujung pada sebuah lemari yang sangat besar dan sudah cukup tua. Eun ji yakin sumber bunyi itu berasal dari dalam lemari besar itu.

Ia mendekakatkan telinganya pada pintu lemari tersebut, dan jelas terdengar suara dering ponsel dari dalam lemari itu. Karena penasaran akhirnya Eun ji membuka pintu lemari tersebut, dan sedikit demi sedikit ia membuka pintu lemari itu. Ketika lemari itu terbuka, ia melihat sebuah ponsel tergeletak diatas setumpukan map kosong didalam lemari tersebut, lalu dengan segera ia mengambil ponsel itu dari dalam lemari dan langsung menutup pintu lemari tersebut.

Karena penasaran dengan isi yang ada diponsel tersebut, Eun ji segera mengusap layar ponsel itu, dan tidak disangka muncul sebuah foto gadis yang memakai han bok berdiri didepan lemari itu sambil menangis. Hal itu sontak membuat Eun ji terkejut lalu tidak disengaja ponsel itu terlepas dari tangan Eun ji dan terjatuh ketanah.

Sekujur tubuh Eun ji gemetar, bahkan ia tidak bisa bergerak sama sekali. Tiba – tiba terdengar suara ketukan dari dalam lemari itu, jantung Eun ji berdetak kencang dan ia mulai berkeringat dingin. Semakin lama ketukan itu semakin terdengar kencang, ia sama sekali tidak berani membuka pintu lemari itu lagi. Dan tiba – tiba pintu lemari itu terbuka sendiri dihadapan Eun ji .

Ngitt …

“Kenapa pintunya terbuka sendiri ?” ucap  Eun ji bingung. Ia terus memperhatikan lemari itu, dan ketika ingin mencoba untuk menutup pintu lemari tersebut. Tiba – tiba pintu itu tertutup sendiri sebelum Eun ji menyetuhnya. Dan ia segera berlari keluar dari tempat tersebut sambil berteriak memanggil nama suaminya. “Chanyeol oppa … Tolong aku  !” teriak Eun ji. “Chanyeol oppa !!”

Setelah cukup jauh dari tempat itu perasaanya mulai lega, lalu Eun ji beristirahat didapur sambil meminum segelas air. Namun saat Eun ji hendak ingin minum tiba – tiba seseorang menarik tangan Eun ji dan memeluknya, hal itu mengakibatkan air minum yang ia pegang tumpah mengenai baju pria itu. Dan saat itu juga lampu dirumah mereka kembali menyala.

“Syukurlah … akhirnya lampunya menyala juga” ucap Eun ji

“Hei, air minummu mengenai bajuku” keluh Chanyeol dengan wajah datar

“Oppa, kau sedang apa ?” tanya Eun ji. “Atau jangan – jangan kau yang memelukku tadi”.

“Aku tidak memelukmu, aku hanya ingin mengejutkanmu” jawab Chanyeol

“Kau seperti anak kecil saja Pak tua, aku kira kau pria dewasa” sahut Eun ji

“Kau bilang aku Pak tua. Kalau aku Pak tua, kau adalah Bu tua” ucap Chanyeol

“Tidak, aku adalah Ibu muda” balas Eun ji

“Terserah kau saja. Tapi kau dari mana saja aku dari tadi mencarimu” tanya Chanyeol

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, aku mencarimu dari tadi. Dan aku merasa seperti dalam film Insidious saja” ucap Eun ji

“pfttt … iya kau yang menjadi hantunya” goda Chanyeol

“Kau sangat menyebalkan, kau tau tidak aku mengalami sebuah mimpi buruk dirumah ini” ucap Eun ji. “Tapi dimana semua adikmu ?”.

“Mereka ada didalam kamar” balas Chanyeol.  Lalu segeralah ia pergi meninggalkan Eun ji. Hal tersebut sontak membuat gadis itu bingung dengan sikap suaminya. Akhirnya Eun ji memilih untuk pergi kekamarnya, ketika hendak ingin tidur tiba – tiba saja Chanyeol masuk kedalam kamar. Pria itu langsung membuka bajunya yang basah. Melihat hal tersebut Eun ji dengan cepat menutup kedua matanya, ia mengira akan terjadi sesuatu padanya. Dan dengan segera gadis itu menegur suaminya . “Oppa, apa yang sedang kau lakukan ?” tanya Eun ji.

“Kau tidak lihat bajuku basah” sahut Chanyeol sambil memakai baju. Pria itu dengan cepat berjalan kearah tempat tidur nya, ia terlihat sangat lelah namun rasa lelah itu tidak terasa akibat sikap lucu dari istrinya hari ini.

_

Dipagi harinya ponsel Eun ji berdering, yang mengakibatkan gadis itu harus terbangun dari tidurnya. Ia segera mengambil ponselnya, dan tidak  adiknya yang telah menghubunginya. Dengan segera gadis itu mengakat telfon tersebut.

“Yeoboseyo” ucap Eun ji

“Eonie, kau sedang apa ?“ tanya Yeri

“Aku baru saja bangun tidur, kenapa kau baru menghubungiku ?” ucap Eun ji

“Maaf eonnie, aku sedang sibuk sekali” sahut Yeri

“Aku sangat merindukanmu, apalagi dengan masakanmu” ujar Eun ji

“Bersabarlah aku akan segera pulang dan membuatkanmu ramen pedas” ucap Yeri

Disaat kedua bersaudara itu sedang asyik berbicara dalam telpon, tiba – tiba Chanyeol keluar dari kamar mandi. hal itu membuat Eun ji terkejut, lagi – lagi hal yang sama terjadi . ‘Pak tua, apa yang kau lakukan ?” tanya Eun ji sambil menutup kedua matanya karena Chanyeol hanya memakai handuk saja.

“Kau tidak lihat aku baru selesai mandi” sahut Chanyeol. Mendengar suara seorang pria, Yeri menjadi curiga namun saat hendak ingin bertanya pada eonnienya tiba – tiba Eun ji mematikan ponselnya. Sehingga Yeri tidak bisa berbicara lagi pada eonienya.

Karena kesal Eun ji memilih untuk keluar dari kamarnya, gadis itu tidak suka jika Chanyeol berganti baju dihadapannya. Dia hanya bisa terdiam didepan pintu kamarnya dan berbicara sendiri seperti orang bodoh. “Aku seperti istri yang murahan, seharusnya aku tidak satu kamar dengannya” ucap Eun ji sambil membenturkan kepalnya kepintu kamarnya. Tiba – tiba Chanyeol membuka pintu itu saat Eun ji membenturkan kepalnya kepintu tersebut. Alhasil terjatulah Eun ji menimpa Chanyeol saat suaminya membuka pintu tersebut, dan gadis itu terjatuh tepat didada Chanyeol.

“Aigoo … sakit sekali” keluh Eun ji

“Kim eun ji, tubuhmu menimpa badanku” ucap Chanyeol

Tak disangka ketiga adik Chanyeol melihat perisiwa itu , mereka hendak ingin memanggil hyungnya. Namun karena terkejut melihat hyungnya, mereka memilih untuk diam saja sambil memandangi sepasang suami istri itu. Lalu segeralah Chanyeol dan Eun ji bangun. Wajah mereka terlihat seperti orang kebingungan, dank arena merasa canggung Eun ji langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya.

Setelah Eun ji masuk kedalam kamarnya, ketiga adik Chanyeol segera menghampiri hyungnya. Mereka memandang sinis kearah pria itu.

“Hyung, apa yang telah terjadi ?” tanya Junior

“Kenapa kau melakukan itu didepan kami ?” tanya Bam bam

“Aku tidak melakukan apapun, lagipula kalian sedang apa disini ?” tanya Chanyeol sambil membentak.

“Kami hanya ingin memanggilmu saja hyung untuk berangkat kekampus, tapi jika kami mengganggumu maafkan kami” ucap Sehun yang terlihat canggung. Namun tiba – tiba saja Eun ji keluar dari dalam kamarnya, dan langsung membentak ketiga adik iparnya.

“Tadi itu hanya kecelakaan saja, sudahlah lebih baik kalian segera berangkat kuliah kalau tidak nanti terlambat” ucap Eun ji sambil menatap keempat pria yang ada dihadapannya.

“Noona, biasa saja dong. Jangan tiba – tiba membentak kami” balas Junior

“Aku membentak kalian karena kalian membuatku marah” ucap Eun ji

“Bukannya kau yang membuat kami marah, dengan santai kalian melakukan hal itu dihadapan kami” ujar Bam bam

“Melakukan apa, eoh ?. Aku dan pria ini tidak melakukan apa – apa, tadi itu hanya kecelakaan” sahut Eun ji

“Itu bukan kecelakaan, kami memang sengaja melakukannya” ucap Chanyeol sambil menatap Eun ji. “Aku dan istriku hanya ingin memamerkan hubungan kami didepan kalian”.

Seketika wajah Eun ji berubah menjadi merah saat mendengar ucapan suaminya. Gadis itu kini tidak bisa menahan amarahnya lagi, dengan segera ia menginjak kaki suaminya lalu menjabak rambut Chanyeol.

“Kau memang pria brengsek” ucap Eun ji dengan raut wajah marah

“Aigo .. Eun ji lepaskan rambutku. Aku minta maaf istriku” balas Chanyeol yang terlihat kesakitan. Lalu Eun ji segera melepaskan rambut suaminya.

“Kalau kalian tidak berakhir sama dengan hyung kalian, cepat pergi kuliah sebelum aku mulai marah pada kalian” ucap Eun ji sambil memandang kearah adik – adik iparnya. Lalu segeralah ketiga pria itu pergi dengan raut wajah ketakutan.

Ditengah perjalanan menuju Kampu, ketiga pria polos itu masih terbayang dengan raut wajah Eun ji yang menyeramkan. Bahkan Junior dan Bam bam sampai berkeringat dingin dan wajahnya mulai pucat.

“Aku tidak menyangka noona akan segalak itu” ucap Junior dengan wajah kaku

“Sama, aku juga tidak menyangka. Aku kira dia gadis yang penyabar tapi ternyata tidak” balas Junior

“Mulai sekarang kita jangan sampai membuat dia marah, kalau tidak kita akan berakhir seperti hyung” ujar Sehun sambil menyetir mobil.

“Iya kau benar. Aku sampai tidak tega melihat rambut hyung berserakan dilantai karena dijambak oleh noona. Bahkan kaki nya saja langsung bengkak karena diinjak” balas Junior

“Gadis itu bukanlah gadis biasa, dia adalah keturunan Goblin” ucap Bam bam

“Kalau noona adalah Goblin, berarti kita adalah malaikat maut” balas Junior sambil tersenyum bahagia.

“Aku rasa kau terkena deman drama Goblin” ujar Sehun

“Aku memang sangat menyukai drama itu, terutama pemain – pemainnya. Aku paling suka dengan Gong Yoo hyung, dia sangat tampan” ucap Junior

“Pftt .. lupakan soal Goblin itu. Lebih baik kita keluar dari dalam mobil, sudah sampai soalnya di Kampus” ujar Sehun. Lalu ketiga pria itu segera keluar dari dalam mobil.

 

_*_

 

Disiang hari Eun ji seperti biasa membantu bibinya untuk mengatar kue. Gadis itu sangat bersemangat bahkan ia lupa untuk makan siang. Namun hal tersebut disadari oleh bibinya dan segeralah wanita itu mengajak Eun ji untuk makan siang. Eun ji terlihat sangat lapar, bahkan ia mampu mengahabiskan 2 mangkuk nasi hanya dalam 5 menit. setelah makan bibi mengajaknya untuk mengobrol sebentar sembari beristirahat.

“Bagaimana kabar Kim yeri ?” tanya bibi

“Dia baik – baik saja, namun sekarang ini dia sedang ada di Busan” sahut Eun ji

“Untuk apa dia pergi ke Busan ?” tanya bibi lagi

“Ada tugas pratek disana” jawab Eun ji

“Ohh .. begitu rupanya. Lalu apa kau baik – baik saja, kau terlihat sangat lelah hari ini” ucap bibi

“Iya mungkin karena aku sangat merindukan masakan adikku” ucap Eun ji dengan raut wajah sedih. “Biasanya ia membuatkanku ramen pedas yang sangat lezat yang bisa menghilangkan rasa penatku”.

“Kau harus lebih mandiri, jangan tergantung pada adikmu” ucap bibi. “Suatu saat kau dan dia pasti akan berpisah”.

“Tapi tidak tau kenapa aku sama sekali tidak bisa mengerjakan pekerjaan wanita seperti memasak, mencuci piring, menyetrika baju. Pasti semuanya akan gagal, aku lebih suka bekerja” ucap Eun ji

“Bekerja adalah kehidupanmu, namun menjadi seorang wanita yang sempurna adalah tujuanmu” balas Bibi sambil menyentuh bahu Eun ji

“Tapi aku tidak mampu, aku tidak bisa menjadi seperti itu. Aku merasa aneh saja jika aku melakukan pekerjaan wanita” ucap Eun ji

“Kau bukan tidak mampu tapi kau hanya tidak menginginkannya, dan jika kau tidak bisa melakukan apa yang seharusnya wanita normal lakukan. Sulit bagimu nanti, terutama suamimu” ucap Bibi. Mendengar ucapan bibinya, seketika Eun ji teringat dengan suaminya. Ia tidak percaya bibinya akan berkata seperti itu.

“Maksidmu apa ?. Apa mungkin aku tidak akan punya suami ?” tanya Eun ji

“Tidak, maksudku kau harus bisa menjadi istri yang sempurna bagi suamimu” jelas Bibi

“ Tapi kan, tidak ada istri yang sempurna didunia ini” balas Eun ji

“Semua istri pasti terlihat sempurna dimata suaminya, karena mereka sudah memberikan cinta dan kasih sayang kepada suami mereka” ucap Bibi

“Maksudmu cinta dan kasih sayang seperti apa ?” tanya Eun ji

“Maksud dari cinta dan kasih sayang adalah istri tidak pernah menyakiti suaminya. Baik secara mental maupun fisik. Karena hal itu bisa sangat menyakiti perasaan hati seorang suami” jawab  Bibi. Seketika Eun ji teringat dengan perbuatan yang ia lakukan tadi pagi terhadap suaminya. Gadis itu berfikir dia sudah melakukan kejahatan secara fisik terhadap suaminya.

“Tapi kenapa kau bicara seperti itu bibi, sudahlah jangan kita bicarakan lagi. Lagi pula kan aku belum menikah, dan aku juga masih muda” ujar Eun ji yang terlihat resah.”

“Tapi kau terlihat seperti seorang yang baru saja menikah” ucap Bibi tiba – tiba

“Tid…ak, aku sama sekali belum menikah” ucap Eun ji sambil terbatah – batah. Lalu gadis itu segera megalihkan pandangannya kearah lain, karena bibinya terus memandangi wajah Eun ji. Karena merasa tidak nyaman berada didekat bibinya terus, ia segera melanjutkan pekerjaannya.

Selama Eun ji bekerja, ia terus memikirkan tentang perkataan bibinya. Dan Eun ji juga merasa tidak tenang karena telah menjambak rambut Chanyeol.

“Eomma, apa yang harus aku lakukan sekarang. Gimana kalau nanti Chanyeol –ah melaporkan ku kepolisi atas tindakan kekerasan. Aigo .. aku tidak bisa membayangkannya” ucap Eun ji

_

Tepat pukul lima sore Eun ji sampai dirumah, namun karena masih merasa takut. Ia malah mengendap – endap untuk masuk kedalam kamarnya. Beruntung saat itu Chanyeol tidak ada didalam rumah. Setibanya dikama Eun ji segera mengunci pintu kamarnya. “Selamat, untuk saja pria itu tidak ada dirumah” ucap Eun ji sambil mengelus – eluskan dadanya.

Sambil berbaring dikasurnya, Eun ji memikirkan perkataan bibinya. Ia bingung bagaimana cara menjadi istri yang sempurna, walaupun kenyataanya Eun ji hanya seorang istri bayaran. Namun hal itu tidak membuatnya merasa sakit hati, yang terpenting bagi Eun ji adalah bisa membahagiakan orang yang baik terhadapnya. Menurutnya Chanyeol adalah sosok pria yang sangat baik sekaligus dermawan, seketika Eun ji menjadi kagum akan sifat suaminya itu. Namun lagi – lagi ia teringat akan kejadian – kejadian saat Chanyeol tengah menghinanya. Kata – kata yang pria itu lontarkan kepada Eun ji, cukup membuat gadis malang itu menangis.

“Seharusnya aku jangan pernah berfikir menjadi istri yang sempurna bagi dia, yang terpenting adalah aku dan adikku bisa bahagia” ucap Eun ji

Namun disisi lain Eun ji berfikir, didunia ini bukan hanya ia dan adiknya saja yang ingin bahagia. Semua orang juga ingin bahagia bersama dengan orang – orang yang mereka sayangi. Akhirnya Eun ji memutuskan mulai sekarang ia akan mencoba menjadi patner yang sempurna bagi Chanyeol. Dengan segera ia mensearching di Google dengan judul “Bagaimana cara menjadi istri yang baik”. Namun barus saja ia mengklik tombol penelusur, sudah banyak kata – kata aneg yang muncul. Dan hal itu sama sekali tidak disukai oleh Eun ji.

“Aigoo .. mana mungkin aku melakukan hal ini, seumur hidupku aku tidak pernah melakukan hal ini” ucap Eun ji dengan raut wajah jijik.

 

 

Daripada ia semakin frustasi melihatnya, Eun ji langsung mematikan ponselnya. Gadis itu kali benar – benar bingung apa yang harus dilakukan. Eun ji tidak tau menau tentang hal seperti ini. Namun hanya ada satu orang yang tau, yaitu adalah eonmmanya Joy. dengan segera ia menghubunginya.

“Yeoboseyo ahjumma” ucap Eun ji

“Ada apa kau meneleponku sore – sore begini ?” tanya Ahjumma

“Sebelumnya apa aku mengganggumu ?” jawab Eun ji

“Anyeo, aku juga sedang duduk bersantai sambil nonton tv. Lalu ada apa kau menelponku ?”

“Aku malu mengatakannya, tapi karena kau adalah ahjummaku yang paling baik. Aku percaya kau pasti bisa membantuku”

“Sudahlah jangan membuatku bingung dengan perkataanmu, katakan apa ada yang bisa aku bantu ?”

“Ahjumma, kau sudah menikah berada lama ?”

“Kenapa kau menanyakan hal itu, eoh ?”

“A .. ku ada tugas kuliah, dan aku membuat tema tentang kehidupan berumah tangga”

“Dasar kau ini, mana ada ada tugas kuliah yang seperti itu. Tapi kalau memang kau ingin aku bisa memberitaumu. Baiklah dengar dan catat baik – baik, aku sudah menikah selama 20 tahun”

“Daebak .. ternyata sudah lama sekali. Sunggu tidak bisa dipercaya. Lalu bagaiman cara kau bisa mempertahankan hubungan mu selama itu ?”

“Dengan banyak cara, tapi yang terpenting adalag setia. Itu saja”

“Bukan itu maksudku, yang kumaksud adalah bagaimana cara mu membuat suamimu senang”

“Yahh .. dengan selalu menyayanginya”

“Aku tau ahjumma, tapi caranya. Aku hanya ingin tau bagaiamana kau bisa membuat suami mu senang selain setia dan menyayanginya”

“Ohhh .. yang terpenting adalah buat suami mu bangga”

“Dengan cara ?”

“Catat dan dengar baik – baik, aku akan memberitaumu langkah – langkah membahagiakan seorang suami. Dan cara ini adalah cara yang paling mujarab”

“Apa itu ?”

“Pertama, rajin memasak. Kedua, rajin membersihkan rumah. Ketiga adalah setia. Dan yang keempat …” ucapan bibi terpotong oleh Eun ji

“Baiklah aku rasa cukup tiga saja. Terima kasih ahjumma karena kau sudah membantuku. Selamat sore”

“Selamat sore”

Setelah itu Eun ji segera mencatat ulang cara – cara itu dibuku tulisnya. Raut wajah Eun ji nampak sangat senang, karena ia sudah menemukan cara untuk menjadi istri sekaligus patner yang sempurna. Dan menurutnya tiga cara ini pasti bisa membuat Chanyeol bahagia. Ia tidak butuh banyak cara, yang terpenting adalah Eun ji bisa melakukan cara ini dengan sempurna. Dan ia sudah memutuskan, akan menjalankan misi nya mulai besok.

_

 

Terdengar suara gemuruh dari arah dapur dipagi hari, terlihat seorang gadis sedang memasak sebuah makanan sembari mendengarkan music ditelingannya. Rupanya hal tersebut mengundang perhatian orang – orang dirumah itu. Mereka terbangun akibat gangguan suara gemuruh dari arah dapur. Sehun , Bam bam , dan Junior langsung  keluar dari kamarnya dalam keadaan kantung mata yang masih membesar. Mereka berjalan perlahan – lahan menuju dapur, dan seketika mata mereka terbuka lebar saat melihat sang kakak ipar yang tengah memasak pada pukul 5 pagi. Akhirnya hal itu menuai keluhan dari mereka.

“Noona, kau sedang apa pagi – pagi seperti ini ?” tanya Junior. Karena ada headset ditelinganya, Eun ji sama sekali tidak menanggapi pertanyaan tersebut.

“Noona, apa kau sudah gila. Ini masih pukul 5 pagi” ucap Bam bam

“Noona, sudahlah kembali kekamarmu” ucap Sehun. Namun nihil tidak ada tanggapan apapun. Padahal Eun ji mengetahui kehadiran mereka ditempat itu, namun ia sengaja tidak menanggapi keluhan mereka. Karena kesal ketiga pria itu akhirnya kembali kekamar mereka masing – masing dan meninggalkan noonanya sendirian didapur.

Pada saat jam menunjukan pukul 7 pagi, keempat saudara itu tengah bersiap – siap untuk pergi kekampus. Namun disaat Chanyeol keluar dari kamarnya, ia merasakan hal aneh. Sejak dari tadi pria itu tidak melihat sosok istrinya didalam kamar. Lalu ia langsung bergegas mencari Eun ji disekeliling rumahnya. Berbeda dengan ketiga adiknyanya, mereka seperti biasa sarapan pagi sebelum beraktivitas. Namun ketika mereka tiba didapur, nampak keadaan dapur yang menyeramkan. Alat – alat memasak berserakan dimana – mana, lantai berminyak dan tercium bau hangus dimana – mana. Namun yang lebih mengejutkannya lagi terlihat seorang gadis yang tengah tidur diatas meja. Tapi beruntungnya sudah tersedia makanan dimeja makan tersebut. Karena merasa kasihan pada noonanya ketiga pria mencoba membangunkan Eun ji .

“Noona bangunlah kau jangan tidur disini” ucap Junior sambil memegang bahu Eun ji.

“Zzzzzz” dengkur Eun ji

“Sepertinya dia sangat lelah” ujar Bam bam

“Hyung, kau gendong saja noona kekamarnya” ucap Junior pada Sehun

“Mwo. Kau sudah gila aku tidak mungkin menggendongnya” keluh Sehun

“Sudahlah kau gendong saja, kalau dia terus disini semakin lama nafsu makanku akan segera hilang” balas Bam bam. Akhirnya Sehun mendengarkan perkataan adiknya, ia mencoba mengangkat tubuh Eun ji. Namun saat hendak ingin mengendongnya tiba – tiba Chanyeol datang. Pria itu terkejut ketika melihat istrinya yang tengah bersandar pada punggung Sehun.

“Kau sedang apa ?” tanya Chanyeol. “Kenapa kau menggendongnya ?”

“Aku hanya ingin membantunya saja hyung” jelas Sehun

“Kembalikan dia dikursi” ucap Chanyeol yang terlihat mulai marah. Lalu Sehun segera menidurkan Eun ji dikursi. Pria berkulit putih itu terlihat sangat bingung ,ia tak mengerti mengapa hyungnya sangat terlihat marah. Namun tak diduga terjadi pertengkaran diantara kedua pria itu, karena Sehun merasa tidak terima hyungnya memarahinya hanya karena masala kecil. Mendengar suara yang berisik, Eun ji tiba – tiba terbangun.

“Haaaaa …. berisik sekali” ucap Eun ji sambil menguap. Ketika melihat keempat pria itu, seketika ia menjadi bingung. “Kalian sudah bangun dari tadi ?” tanya Eun ji

“Nde noona” jawab Junior singkat

“Kenapa kau tidur dimeja makan ?” tanya Chanyeol sambil menatap istrinya

“Aku tadi sedang memasak. Setelah selesai memasak aku merasa mengantuk akhirnya aku tidur” sahut Eun ji. “Tapi kalian tidak perlu khawatir, aku sudah membuatkan makanan yang lezat untuk kalian”.

“Kau tidak lihat dapur ini sangat berantakan, lantai licin, panci – paci berserakan” keluh Bam bam

“Maaf aku tadi tidak sempat membersihkannya, tapi aku janji akan merapihkan semua ini” ucap Eun ji

“Lalu untuk apa kau memasak ?” tanya Chanyeol tiba – tiba

“Aku hanya ingin memasak saja, sudahlah kalian duduk saja dan nikmati makanan ini” jawab Eun ji sambil tersenyum. Lalu duduklah keempat pria itu dikursi, mereka sedikit takut memakan makanan yang dimasak oleh Eun ji. Karena penampilan makanan tersebut yang aneh seperti nasi yang sedikit hangus, dan telur ceplok yang hancur. Membuat keempat pria itu terus bertanya – tanya pada gadis itu.

“Noona ini makanan apa ?. Kenapa bentuknya sangat aneh ?” tanya Junior sambil memandangi makananya.

“Itu adalah nasi goreng bumbu pedas, aku yakin rasanya pasti enak soalnya aku membuatnya mengikuti buku resep dari bukunya Bam bam –ah” jawab Eun ji

“Kau mengambil buku resepku ?” tanya Bam bam

“Aku tidak mengambilnya, tapi aku menemukannya diatas meja tadi” sahut Eun ji. “Sudahlah cepat makan, aku akan memperhatikan setiap raut wajah kalian”.

“Aku tidak yakin dengan makanan ini” ucap Junior. Lalu perlahan mereka mulai menyentuh sendok yang ada dipiring itu, dan mengambil beberapa butiran nasi terebut. dan sedikit demi sedikit mereka memasukannya kedalam mulut. Eun ji terus memperhatikan mereka, dan berharap mendapat pujian dari keempat pria itu. Dan ketika makanan itu mulai dikunyah, rasa pedas sekaligus aneh menyelimuti lidah mereka. Perlahan wajah pria – pria itu mulai memerah. Namun Eun ji mengira bahwa mereka senang dengan makanan tersebut.Tapi tiba – tiba Junior memuntahkan makanan itu kepiring. hal tersebut sontak membuat Eun ji bingung. “Ya !… Kenapa kau memuntahkannya ?” tanya Eun ji sambil menatap sinis kearah Junior.

“Noona, ini nasi goreng apa ?. Kenapa rasanya pedas sekali” sahut Junior yang nampak kepedasan.

“Kan aku sudah bilang, kalau itu adalah nasi goreng bumbu pedas” ucap Eun ji. Namun bukan hanya Junior saja yang mengeluh tentang makanan tersebut, ketiga saudaranya juga ikut mengeluh. Mereka terlihat seperti orang kepanasan dipagi hari, keringat terus mengucur diwajah mereka. Bahkan keempat pria itu terus – menerus mengipas – ngipasi mulut mereka.

“Noona, kau ingin membunuh kami ?” ucap Bam bam yang terlihat mulai marah

“Kalau kau tidak bisa memasak, jangan sekali – kali menyetuh bahan – bahan makanan dan jangan pernah mencoba untuk memasaka” ucap Chanyeol

“Jwosong hamnida. Aku tadi hanya mencampurkan 8 sendok sambal saja, kok” ucap Eun ji.

“Mwo ?!” terkejut keempat pria itu .

“Aishh .. jinjja. Kau benar – benar ingin membunuh kami, eoh ?” ucap Bam bam

“Kau sangat keterlaluan” ujar singkat Sehun. Namun tak lama setelah itu, tiba – tiba saja perut Bam bam menjadi sakit. lalu dengan segera ia pergi menuju kamar mandi. Dan tidak lama kemudian disusul oleh Chanyeol lalu Sehun, dan yang terakhir adalah Junior. Mereka terus berlari – larian menuju kamar mandi. Eun ji hanya bisa terdiam melihat mereka. “Sebenarnya apa yang telah aku lakukan ?” guman Eun ji dengan raut wajah kebingungan.

Setelah perut mereka sudah cukup merasa lebih baik. Keempat Namja itu langsung berbaring disofa sembari beristirahat.

“Hyung aku sangat lelah sekali” ucap Bam bam yang terlihat pucat

“Yang penting sekarang perut kita sudah tidak sakit lagi” balas Sehun. Tak lama kemudian Eun ji datang menghampiri mereka sambil membawa nampan yang tersedia 4 cangkir Green Tea.

“Kalian baik – baik saja, kan ?. Ini aku membuatkan kalian Green Tea” ucap Eun ji, lalu segera meletakan nampan itu diatas meja.

“Untuk apa kau membawakan ini semua, eoh ?. Kau tidak puas sudah mengerjai kami” ucap Bam bam yang terlihat sangat kesal pada Eun ji.

“Jwosong hamnida” ucap Eun ji sambil menundukan kepalanya.

“Sepertinya hari ini aku tidak akan berangkat kuliah”ujar  Junior yang terus melihat kearah jam. “Lihatlah sudah jam 10 pagi, berarti kita berada didalam kamar mandi sekitar dua setengah jam”.

“Kau benar, rasanya perutku lemas sekali” ucap Sehun, lalu ia segera pergi menuju kamarnya. Namun sebelum pergi Sehun mengambil teh yang ada diatas meja itu, dan membawanya menuju kamarnya.

“Hyung aku juga ingin kekamar” ucap Junior yang langsung pergi menuju kekamarnya dan disusul oleh Bam bam.

Hanya ada Eun ji dan suaminya diruangan tersebut, Chanyeol terus memandangi istrinya. Namun Eun ji sama sekali tidak berbalik memandang nya, ia tak berani melihat Chanyeol. “You’re so smart” ucap Chanyeol tiba – tiba.

“Gamsahabnida” sahut Eun ji sambil menundukan kepalanya

“Nde” balas Chanyeol singkat lalu segera bangun dari sofa, dan langsung menarik tangan Eun ji menuju dapur. Saat didapur Chanyeol terus memandang istrinya, dan sambil megangkat – angkat alisnya ia terus memandangi Eun ji. Sepertinya Chanyeol ingin memberi kode pada Eun ji, namun sayangnya gadis itu tidak mengerti apa yang Chanyeol lakukan.

“Oppa kau cacingan, eoh ?. Kenapa kau terus menganngkat – angkat alismu ?” tanya Eun ji sambil menatap suaminya.

“Kau tidak mengerti apa maksudku ?” tanya Chanyeol kembali

“Anyeo” sahut Eun ji singkat

“Aigo .. kau tidak lihat dapur ini sangat berantakan. Kenapa kau tidak segera merapihkan tempat ini” ucap Chanyeol

“Maaf Chanyeol –ah, tapi aku tidak bisa mencuci piring” ujar Eun ji

“Mwo ?!, kau tidak bisa mencuci piring” balas Chanyeol yang nampak terkejut

“Aku bisa mencuci piring tapi tanpa memakai sabun pencuci piring. Karena sudah banyak piring yang aku pecahkan akibat sabun pencuci piring” ucap Eun ji. Mendengar ucapan istrinya, Chanyeol tidak bisa berkata apapun. Ia merasa bingun dengan keadaan istrinya. Namun tiba – tiba menarik tangan Eun ji, ternyata ia ingin mengajak Eun ji untuk mencuci piring berasama. Mereka memakai sarung tangan sebelum mencuci piring.

“Aku akan mengajarimu bagaimana mencuci piring yang benar dan bersih, jadi lihat dan ingat dengan baik” ucap Chanyeol

“Siap Kapten Pak Tua” sahut Eun ji singka sambil hormat kepada Chanyeol. Lalu mulailah Chanyeol mencuci piring itu, pertama – tama ia menunjukan pada Eun ji takaran sabun yang benar agar tidak terlalu licin. Kemudia mulailah ia menggosok permukaan piring itu dengan spoon yang ada ditangannya. Eun ji hanya bisa memperhatikan Chanyeol, dan semakin lama gadis itu akhirnya mulai mengerti dan segerlah ia mencoba untuk membilas piring yang sudah diberi sabun. Tak terasa semakin lama sepasang suami istri itu mulai semakin dekat.

Setelah selesai mencuci piring Eun ji segera menyapu lantai dan Chanyeol yang mengepel lantainya. Tak disengaja saat hendak menaruh sapu, Eun ji terpeleset dilantai yang masih basah. Gadis itu langsung merengek kesakitan di bokongnya. Chanyeol yang melihat hal tersebut hanya bisa tertawa kecil, namun karena merasa kasihan pria jangkung itu lansung membantu istrinya berdiri. Dan langsung mendudukkan Eun ji dikursi.

“Kau baik – baik saja, eoh ?” tanya Chanyeol

“Aigo .. rasanya seperti ditinju oleh sumo” keluh Eun ji yang terus memegang bokongnya.

“Sudahlah kau tidak perlu berlebihan seperti itu” ucap Chanyeol .

“Bukannya aku berlebihan, ini memang rasanya sakit sekali” balas Eun ji dengan nada tinggi.

“Baiklah maafkan aku”

“Lalu kau tidak pergi keCafe, eoh ?”

“Tidak hari ini aku ingin beristirahat”

“Aku bingung. Sebenarnya pekerjaanmu apa, sih ?”

“hei, kaukan sedang kesakitan kenapa kau terus bertanya”

“Sudahlah kau jawab saja pertanyaanku, mungkin saja dengan cara itu rasa sakit dibokongku mulai menghilang”

“Baiklah. Aku memiliki beberapa café di Seoul dan di Busan, dan aku juga memiliki perusahaan diAmerika “ jawab Chanyeol

“Daebak .. berarti kau ini sangat kaya. Tapi siapa yang menjalankan perusahaan mu yang ada di Amerika ?”

“Tetap aku yang manjalankannya, tapi untuk saat ini asistenku yang bertanggung jawab penuh atas perusahaan selama aku diKorea”

“Berarti nanti kau akan kembali ke Amerika”

“Mungkin saat musim dingin aku kembali keAmerika”

“Boleh aku ikut, soalnya aku belum pernah pergi ke Amerika”

“Tentu saja kau boleh ikut, kau kan istriku”. Seketika Eun ji menatap suaminya setelah mendengar ucapan itu. Begitu juga dengan Chanyeol, ia terus saja menatap istrinya sambil tersenyum. Namun akhirnya Eun ji mengalihkan pandangannya kembali, dan kembali menuju topik pembicaraannya.

“Berarti kau ini juga seorang pembisnis” ucap Eun ji. “Daebak .. kau keren sekali, dari dulu aku ingin sekali menjadi seorang pembisnis yang hebat”.

“Kau hanya harus terus berusaha” balas Chanyeol

“Lalu untuk apa kau kuliah jika kau sudah punya banyak usaha ?”

“Aku hanya ingin mengawasi ketiga adikku, agar mereka tidak melakukab hal – hal yang aneh. Dan lagi pula aku memang ingin melajutkan kuliahku. Tapi sebenarnya usaha yang kumiliki ini adalah warisan dari kedua orang tuaku”

“Ohh begitu, lalu sekarang dimana kedua orang tuamu ?”

“Appa dan eomma bercerai saat umurku 15 tahun, lalu ibuku menghilang sebulan kemudian. Dan ayahku terjangkit kasus korupsi, lalu meninggal dipenjara karena bunuh diri”

“Aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk mengingatkanmu kembali tentang masa lalumu. Sekali lagi aku minta maaf”

“Pftt .. tidak apa – apa. Kau memang seharusnya tau tentang hal ini”

“Lalu kenapa kau ingin mengawasi ketigak adikmu ?”

“Aku hanya ingin selalu ada untuk mereka”

“Tapi bukan begitu caranya, kau hanya perlu memahami apa yang mereka inginkan. Dan jangan pernah menyakiti hati adikmu, aku yakin mereka sebenarnya orang yang baik, hanya saja mereka kurang diperhatikan sehingga mereka selalu melakukan apapun  sendirian”

Ketika mendengar ucapan istrinya, Chanyeol menjadi tau mengapa ia dan adiknya tidak pernah bisa akrab. Ia berpikir apa yang dikatakan Eun ji benar bahwa ketiga adiknya kurang perhatian darinya. Chanyeol merasa sangat beruntung memiliki istri seperti Eun ji, walaupun ia belum menyukai wanita itu.

 

 

_*_

 

Dipagi harinya Eun ji bergegas pergi menuju kampus, ia sengaja  pergi pagi – pagi sekali sebelum suaminya dan ketiga adik iparnya bangun. Eun ji terlihat sangat terburu – buru, ia tidak mengendarai motor sebab sekarang ini motornya ada dirumahnya. Sesampainya gadis itu dikampus, ia segera berlari menuju kelas fakultasnya. Disana nampak seorang gadis berambut pirang sedang bermain smartphonenya.

“Annyeonghaseyo” sapa Eun ji

“Kau lama sekali, aku menunggumu sejak dari tadi” keluh Joy

“Iya aku minta maaf. Lalu kenapa kau menyuruhku kesini ?” tanya Eun ji

“Ada hal yang harus kusampaikan padamu, dosen Park memberiku surat ini untukmu” jawab Joy yang langsung mengambil surat dari dalam tasnya dan segera memberikan kertas itu pada Eun ji.

“Ini surat apa ?” tanya Eun ji

“Aku tidak tau, coba kau buka suratnya” sahut Joy

Ketika gadis itu membuka suratnya, tertulis kata – kata dalam surat itu mengenai pembayaran uang semester. Eun ji sedikit terkejut, ia lupa untuk membeyar uang semesteranya. Mungkin karena ia terlalu mementingkan keperluan adiknya.

“Apa isi suratnya ?” tanya Joy .

“Bukan apa – apa hanya surat panggilan biasa” jawab Eun ji sambil menutup kembali surai itu.

“Kau jangan berbohong, cepat katakan padaku” balas Jou. Namun tetap saja gadis itu tidak mau mengatakan apapun pada temannya. Karena penasaran Joy langsung mengambil surat itu dari tangan Eun ji, kemudian ia membaca isi surat tersebut. Dan kini ia tau bahwa temannya benar – benar sudah berbohong kepadanya.

“Kau bilang hanya panggilan biasa dan ternyata tentang pembayaran uang semester “ ucap Joy

“Maafkan aku, tapi aku harus pergi kesesuatu tempat” ujar Eun ji, lalu segeralah ia pergi meninggalkan Joy dari dalam kelas.

_

 

Gadis itu terus menatap kearah langit sembari duduk disebuah kursi ditengah – tengah taman dikampusnya. Kali ini Eun ji menilai keadaan langit sebelumnya ia sudah menilai keadaan pohon yang tepat ada dibelakangnya.

“Langit sangat beruntung, ia berkuasa atas bumi. Tidak sepertiku yang dikuasai oleh orang lain” ucap Eun ji.

Ia terus memperhatikan langit, tak disangka air matanya keluar sehingga membasahi wajah gadis itu. Eun ji tidak bisa menahan rasa sedihnya, ia tidak bisa menjadi seseorang yang sempurna walaupun hanya sedikit saja. Ia merasa seperti orang bodoh yang tidak ada jalan hidupnya. Eun ji terus memikirkan kehidupnya walaupun kini ia tidak perlu memikirkan masa depan adiknya namun ada hal yang membuatnya terus merasa gelisah ,yaitu ia belum sepenuhnya menepati janjinya pada Chanyeol.

“Aigo .. kenapa hidupku seperti orang bodoh dan tidak sempurna” teriak Eun ji. Gadis itu terus berteriak dan sekali ia memukuli kepalanya menggunkan tasnya. Eun ji terus menundukan kepalanya kebawah, namun tak disangka tiba – tiba seorang pria berkulit putih menghampirinya. Pria itu bingun melihat sikap noonanya.

“Noona, apa kau baik – baik saja ?” tanya pria itu. Lalu gadis itu langsung menaikkan kepalanya keatas, dan seketika ia melihat Sehun tengah berdiri dihadapannya.

“Sehun –ah, kau sedang apa disini ?” tanya Eun ji

“Aku tadi hanya lewat saja . Noona, hyung memberikanku uang untukmu” ucap Sehun, kemudian ia segera memberikan uang itu pada Eun ji.

“Ini dari Chanyeol oppa ?” tanya Eun ji kembali

“Ye” jawab Sehun singkat

“kenapa ia memberikanku uang ?, dia kan sudah mentransfer uang ke rekeningku”

“Aku tidak tau” sahut Sehun.

Karena penasaran Eun ji segera pergi menuju cafe Chanyeol untuk menanyakan hal ini padanya. Namun Sehun malah mencoba mengahalangi niat noonanya. Ia tidak ingin Eun ji tau bahwa uang itu bukanlah dari Chanyeol melainkan darinya. Seketika Eun ji bingung dengan tindakan adik iparnya yang mencurigakan. Namun Sehun mencoba untuk menjelaskan hal itu pada Eun ji. Walaupun ia harus berbohong pada noonanya, sejak awal Sehun sudah mendengar semua ucapan Eun ji.

“Jadi Chanyeol oppa memberikan uang ini untuk menambah uang semesterku, begitu?” tanya Eun ji

“Ye, soalnya hyung tau kalau kau sudah nunggak uang semester selama 3 semester. Jadi terima saja uangnya, aku juga yakin pasti uang yang ditransfer oleh hyung belum cukup kan untuk membayar uang semestermu” ujar Sehun

“Iya kau benar, dia memang suami yang baik. Aku menyangka dia sangat perhatian padaku. Terima kasih, yah” balas Eun ji sambil tersenyum.

“Ye” ucap Sehun singkat. Karena merasa senang Eun ji mengajak Sehun untuk makan siang bersama. Pria itu menjadi canggung ketika noonanya ingin mengajaknya makan siang. Karena ikut merasa senang juga, Sehun akhirnya menerima ajakan Eun ji. Dan mereka akan makan siang diRestoran Kimchi didekat tempat kampusnya. Sesampainya mereka disana, Eun ji langsung bergegas memilih tempat duduk untuk ditempati. Lalu segeralah mereka memesan makanan Kimchi dan memakannya bersama – sama.

Setelah selesai makan, sang pelayan memberikan bon makanan pada Eun ji. Melihat harga yang cukup mahal yang tertera pada kertas itu. Eun ji langsung menatap Sehun.

“Mwo ?”  tanya Sehun yang nampak kebingungan

“Kau taukan kalau aku baru saja mendapat uang, jadi kau yang harus membayar makanan ini” ucap Eun ji yang langsung memberikan struk pembayaran itu kepada Sehun.

“Bukannya kau yang mengajakku makan, lalu kenapa aku yang harus membayarnya ?” tanya Sehun

“Karena sejak awal aku tidak janji untuk meneraktirmu” sahut Eun ji

“Baiklah aku yang akan membayarnya” ucap Sehun yang terlihat sedikit kesal

“Gomawo” balas Eun ji singkat

_

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 4)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s