[EXOFFI FREELANCE] Perfect (Oneshot)

photogrid_1484375665748-01

Tittle : Perfect

Author : BabyJ

Length : Oneshoot

Genre : romance,angst, sad

Rating : PG 15

Main Cast : Park Chanyeol, Jeon Jinri, Bae Irine

Summary : “Pain is inevitable. Suffering is optional.”

Disclaimer : this fanfiction pure mine. If there’s  same plot, character , etc… it’s pure accidentally. Happy reading and please enjoy this fanfiction ^^

 

Please play Selena Gomez – Perfect

 

Sudah hampir satu tahun sejak Chanyeol mengatakan cinta padaku dengan sebuket bunga yang begitu indah. Selama setahun ini pula hubunganku dengan Chanyeol berjalan dengan sangat baik. Aku begitu menyukai sosoknya yang terkadang menjadi kekanakan untuk menghiburku yang sedang sedih dan menjadi sangat dewasa saat aku butuh sandaran.

Senyumannya yang begitu manis tentunya membuat hatiku serasa hangat dan nyaman. Ini seperti mimpi, aku memiliki sosok sempurna disisiku. Namun akhir akhir ini aku mencium kecurigaan. Senyuman Chanyeol berbeda, tidak tulus seperti dulu. Cara Chanyeol memanggil namaku juga begitu berbeda, tidak semanis melody seperti dulu. Bahkan terkadang Chanyeol mengingkari janji pertemuan yang dibuatnya. Aku hanya merasa semakin berjarak dengan Chanyeol.

Seperti malam ini, Chanyeol berjanji akan ke apartemenku pukul delapan malam, namun sekarang sudah lewat dari jam Sembilan malam dan Chanyeol bahkan belum mengabariku lewat pesan ataupun telepon. Pintu apartemenku terbuka, chanyeol masuk seperti biasa dan meletakan sepatunya ditempat biasanya.

“aku merindukanmu Jinri-ah” Chanyeol berlari kecil lalu merengkuh tubuhku kedalam pelukan hangatnya. Aku tersenyum menyambut pelukannya, namun senyuman itu tak bertahan lama saat aku mencium parfum wanita di kaos hitam milik Chanyeol.

Chanyeol melepaskan pelukannya, kedua tangannya ia letakkan dibahuku “maaf aku terlambat, sehun tadi menyuruhku menemaninya mencari hadiah untuk keponakannya”

‘bohong’ itu yang dapat aku teriakkan dalam hati. Kau tidak menemani sehun, karena sehun seharian ini bersama hanna. Aku hanya memaksakan senyuman, tanpa berani menanyakan bau parfum wanita dibaju Chanyeol ataupun kebohongan yang baru saja Chanyeol lontarkan. Aku hanya tidak berani mengetahui kebenarannya.

Malam itu Chanyeol menemaniku tidur seraya menyanyikan melodi indah, namun saat aku membuka mataku dipagi harinya. Aku hanya sendirian dikamar ini, tanpa Chanyeol. Chanyeol sudah pergi tanpa meninggal sepatah kata ataupun sticky notes. Biasanya dulu, Chanyeol akan selalu membangunkanku dan pamit untuk pergi atau meninggalkan sticky notes dengan kata kata yang manis.Chanyeolku telah berubah.

Aku memejamkan kedua mataku lalu membukanya kembali, menghela nafas berat. Aku berada disebuah restoraunt untuk makan siang,namun bukannya kenyang yang kudapatkan malah kebenaran yang sama sekali tidak aku inginkan. Chanyeol bersama seorang wanita yang begitu cantik bak tokoh Barbie dalam kartun. Senyuman Chanyeol terlihat begitu bahagia saat wanita itu mengutarakan sebuah lelucon. Mereka tertawa bersama, berjarak tiga meja dari mejaku dan aku dapat melihat dengan jelas kekasihku bersama dengan wanita lain. Suara tawa dari wanita itu begitu manis, seluruh ukiran yang terpahat diwajahnya juga begitu indah, wanita itu begitu sempurna, tidak sepertiku.

Airmataku turun begitu saja saat aku melihat Chanyeol menempelkan bibirnya ke bibir wanita itu. Fakta bahwa dia satu satunya orang yang membuatku tersenyum bahagia, membuatku merasakan jatuh cinta. Jujur aku tidak sanggup. Hatiku pedih. Aku mengalihkan pandanganku, tidak sanggup untuk melihatnya. Kuputuskan untuk bangkit dari dudukku, berjalan menjauh dari kekasihku yang mencumbu seorang wanita lain.

Oh God, help me.

I don’t know it hurts this much.

Butuh dua hari untuk Chanyeol menyadari bahwa ia masih memiliki seorang kekasih. Chanyeol datang ke apartemenku, melepas sepatunya dan menempatkannya ditempat biasanya. Dia duduk disebelahku, “hai sayang, aku kembali lagi. maaf selama dua hari ini aku tidak bisa dihubungi”

Aku mencoba tersenyum sebaik mungkin agar terlihat lebih indah dari wanita tadi.

Maybe I should be more like her.

Namun sepertinya gagal, senyumanku tak seindah wanita tadi, suaraku tak semanis wanita tadi. Dia begitu sempurna. Aku menatap Chanyeol masih dengan senyuman yang kuusahakkan sebaik mungkin.

“what’s with that look? Do you like me that much?” Chanyeol mencoba menggodaku. Walau aku sudah kehilangan selera humor karena kejadian Chanyeol mencium wanita lain itu berputar putar diotakku, aku memaksakan senyuman lagi “well, yes”jawabku.

Wajah Chanyeol mendekat, mempertemukan bibir tebalnya dengan bibirku lalu melumatnya lembut. Aku membalasnya, tapi kejadian tadi siang membuatku menitikan airmata lagi.

I can taste her lipstick,it’s like I’m kissing her, too

Chanyeol melepaskan ciumannya, kedua tangannya mendekap diwajahku, menghapus airmata yang turun dari mataku. Namun bukannya merasa nyaman, aku malah melihat bayangan wanita itu di kedua bola mata jernih milik Chanyeol.

“We’ll what’s wrong?” Chanyeol bertanya dengan nada lembut yang kelewat manis. Membuatku melupakan sejenak kebrengsekannya, membuatku lagi lagi jatuh kepesonanya.

He taught me how to love, but not how to stop.

“I’m fine.”jawabku lagi lagi dengan senyuman terpaksa.

Chanyeol menaikkan alisnya “No ur not”

Aku menundukan kepalaku, tanganku meremas ujung kaos yang aku gunakan “I think I need your hug”

Tangan Chanyeol segera menyeretku kerengkuhan hangatnya. Tangannya mengusap usap punggungku lembut, menenangkanku. “Ya Tuhan, jangan membuatku khawatir. Kau bisa bicara apapun itu yang menganggu pikiranmu denganku, aku akan membantumu sayang”

Dalam hati aku merutuk diriku sendiri, seharusnya aku menampar wajahnya bukan jatuh dipelukannya. Chanyeol, kekasihku selingkuh selama ini dan aku dengan bodohnya masih berdiri disampingnya, dan membuat beban baru untuk Chanyeol. Chanyeol tidak bahagia disisiku hingga ia mencari wanita lain namun aku dengan egoisnya masih menginginkan dia selalu disisiku.

Chanyeol melepaskan pelukannya “aku punya kejutan untukmu?” Chanyeol mengeluarkan dua tiket bioskop. “aku akan menghibur tuan putri ini hingga tidak kembali bersedih”

Singkatnya, aku dan Chanyeol menonton bioskop. Penonton disini lumayan ramai karena ini sabtu malam. Aku bersandar dibahu Chanyeol, sedangkan Chanyeol bukannya menonton film yang terputar malah fokus keponsel yang ia pegang. Mataku melirik pesan yang masuk ke ponsel Chanyeol.

Irene : aku melihatmu dari belakang, aku cemburu. Jangan terlalu bermesraan dengan dia. Kau mencintaiku kan.

Kepalaku memutar, dan aku benar benar melihat dia. Wanita yang beberapa hari lalu berciuman dengan Chanyeol direstaurant sekarang duduk dibelakangku dan juga fokus keponsel sama seperti Chanyeol. jadi nama wanita itu Irene.

Aku kembali bersandar pada bahu Chanyeol dengan airmata yang mengalir. Chanyeol pantas mendapatkan yang lebih baik darinya, aku gagal membuat Chanyeol tersenyum seperti yang Irene lakukan. Namun aku hanya ingin egois, aku ingin Chanyeol berada disisiku walau aku bebannya. Aku masih menginginkan Chanyeol, aku tak ingin melepaskannya walaupun aku tahu Chanyeol tak mencintaiku lagi. aku tak bisa berlari dari Chanyeol, karena satu satunya orang yang dapat menghentikan tangisku adalah orang yang juga membuatku menangis, dan orang itu Park Chanyeol. Ini pilihanku, aku egois karena aku tetap mempertahankan Chanyeol yang mencintai gadis lain, walau aku juga menderita.

Tangan Chanyeol tergerak menghapus airmataku “apa filmnya begitu menyedihkan?”

Aku memaksakan senyuman “ya, sangat menyedihkan”

Pain is inevitable. Suffering is optional.

 

 

END~

 

Haiii ~~ I’m here ~ :v Cuma mau ngomong(atau nulis) kalo aku itu ga bisa buat ff sad ending gituuh tapi ini mencoba coba ditemani lagunya mbak selena Gomez. Ini lagu terbaperkan pokoknya, ga sengaja dengerinnya pas ngutek ngutek hape temen, dan itu lagunya langsung menyentuh lubuk hatii terdalam sedalam dalamnya . :’v sekalian mau promosi akun wattpadku sih, 😀 tolong follow @yoongimin17 . belum buat cerita soalnya followersnya masih seupil :’v padahal di draft udah banyak sekali ceritaa yang belum kepublish karena minder L . btw itu dicerita kenapa Chanyeol brengsek banget dan jinrinya begonya selangit. Udah tahu diselingkuhin masih ae bertahan. Serius aku pengen nonjok muka chanyeol di ff ini :’v aku yang buat karakter dan aku sendiri yang benci :”v dia sama Irene ngalus sama jinri ngaluss. Duh gemesh.  Duh banyak banget author notenya :’v yauddaah ditunggu saran kritiknya yaaa readers tercuyunkku :* komen yang banyak ya :v kalau perlu dispam tolelet juga gapapa XD . byebyee~ tunggu aku buat ga minder ngepost egen yaa ~ #berharapditungguin XD

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s