[EXOFFI FREELANCE] The Sound of The Rain (PROLOG)

picsart_01-07-06-33-21

Title    : The Sound of The Rain

Author    : Whitecreamy

Main Cast    : Lee Shinyoung/Rose (OC), Byun Baekhyun, Oh Sehun.

Support Cast    : EXO Members and others

Genre    : AU, Romance, Angst, Sad, Family, Action

Rating    : G – PG 17

Length    : Multichapter

Disclaimer : I only own the story

Beautiful Poster by ByunHyunji@ Poster Channel.

♥♥♥

PROLOG

You who embrace me with your arms

I won’t forget

(EXO – Promise)

Seorang anak laki-laki dan perempuan tengah asyik memainkan jari-jari lentik mereka di atas tuts piano. Memainkan nada-nada sederhana yang membentuk alunan melodi sebuah lagu anak-anak tentang hujan. Suara dentingan piano itu berpadu dengan suara guyuran hujan yang cukup deras di luar sana. Tiba-tiba si anak laki-laki menghentikan permainannya. Membuat si gadis kecil di sampingnya turut menghentikan tarian jari nya di atas tuts piano.

“Oppa, kenapa berhenti?” tanya si gadis kecil sembari memperhatikan kakak nya yang terdiam menatap tuts piano.

“Rose … “ panggil sang kakak yang lantas mengubah posisi duduk nya menjadi berhadapan dengan adik nya,”Menurutmu, mengapa orang-orang takut kehujanan?”

“Ehm, mungkin … “ gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya, juga memandang kearah langit-langit rumah. Tanda bahwa dia sedang berpikir,”Mungkin, karena orang-orang itu tidak mempunyai kakak, jadi mereka takut kehujanan. Coba kalau mereka punya kakak, mereka tidak perlu cemas atau pun takut. Karena ada kakak yang siap menjadi payung untuk adiknya. Seperti yang selalu oppa lakukan untukku.” Gadis kecil itu tersenyum lebar, menampakkan deretan gigi nya yang rapi dan berseri sebagai penutup jawabannya.

“Aish, jawaban mu selalu seperti itu. Oppa,oppa, dan oppa. Tidak pernah berubah.”

“Karena aku mempunyai oppa . . .” jawab si gadis kecil itu dengan gaya centil yang khas.

“Bagaimana kalau oppa tidak ada?”

“Itu tidak mungkin terjadi. Oppa akan selalu ada untukku. Bukankah, oppa sudah berjanji akan selalu ada di sisi ku apapun yang terjadi?”

“Iya, sih . . .” anak laki-laki itu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, membenarkan ucapan adiknya. Ia sudah berjanji bahwa Ia akan selalu berada di sisi adiknya. Menjaganya, melindunginya,”Tapi, seandainya oppa tiba-tiba pergi atau pun menghilang. Bagaimana? Apa yang akan kau lakukan?”

Mendengar kalimat terakhir kakak nya, membuat raut wajah gadis kecil yang dipanggil Rose tadi muram. “Aku tidak suka kata seandainya. Karena kata itu terdengar menakutkan.”

“Tapi, itu kan hanya seandainya. Belum tentu terjadi.”

“Lalu, bagaimana kalau itu benar-benar terjadi. Oppa pergi dan tidak di sisi ku lagi. Meninggalkanku sendirian. Bagaimana kalau itu benar-benar terjadi? Aku takut, oppa.” Tetesan air mata pertama mengalir melewati pipi mulus dan chubby gadis cilik itu. Melihat adik nya menangis, membuat anak laki-laki itu tidak tega.

“Baiklah, oppa mengalah. Maafkan oppa,ya?”

“Oppa tidak akan pergi kan?”

“Tidak.”

“Janji?”

“Hem, oppa berjanji.”

Bertahu-tahun berlalu sejak janji itu diucapkan,apa yang gadis kecil itu takutkan benar-benar terjadi. Sebuah tragedi memisahkan gadis kecil itu dari ibu dan kakak nya. Kini, Ia sendirian. Tanpa ibu, tanpa oppa.

♥♥♥

Gadis kecil itu kini telah menjelma menjadi gadis dewasa berusia dua puluh tiga tahun yang amat cantik mempesona. Gadis bermata tajam dengan rambut berwarna hitam, tipikal gadis pendiam yang menebar pesona nya hanya dengan tatapan mata. Dia mahir mengolah suara juga memainkan berbagai macam alat musik. Bakat yang dimiliki nya sejak kecil.

Kini gadis itu tinggal bersama keluarga angkat nya. Tuan dan nyonya Lee, serta anak perempuan mereka yang bernama Lee Jihyun-yang hubungan nya dengan Shin Young tak pernah baik. Keluarga angkatnya termasuk keluarga yang berkecukupan secara ekonomi, namun Shin Young memilih bekerja di sebuah toko buku, juga tidak melanjutkan jenjang pendidikan ke universitas. Bekerja membuat waktu terasa lebih cepat dan tidak membuatnya merasa bosan. Kesibukan membuatnya tidak terus menerus memikirkan semua kenangan indahnya dimasa kecil. Sesuatu yang memang belum dan tidak akan pernah bisa dilupakan. Karena kenangan tercipta untuk diingat, bukan?

Akhir musim semi, hujan turun beberapa kali. Seperti sore itu, Shin Young tengah merapikan buku-buku yang berada di rak ketika kristal-kristal air berjatuhan ke bumi. Dia tersenyum. Ada dua hal yang sangat Ia sukai di dunia ini. Oppa dan hujan.

Usai merapikan buku di rak, gadis itu berjalan ke arah jendela. Ia memperhatikan hujan yang mulai melebat. Orang-orang mulai mempercepat langkah mereka mencari tempat berteduh. Bagi yang membawa payung bisa merasa lebih aman. Tak perlu khawatir kehujanan. Di seberang jalan, Shin Young melihat kerumunan orang yang bersiap untuk menyeberang. Rata-rata dari mereka membawa payung putih bening. Begitu lampu merah menyala, mereka mulai menapaki zebra cross. Semua pemandangan itu tak lepas dari perhatian Shin Young, termasuk seorang laki-laki yang tetap berdiri di seberang.

Shin young memperhatikan orang itu. Seorang laki-laki dengan kemeja kotak-kotak yang membawa payung putih bening di tangan kirinya. Laki-laki itu menatap lurus ke arah shin young. Dari jarak yang cukup jauh, Shin Young dan laki-laki itu saling memperhatikan. Wajah laki-laki itu sepertinya tidak asing. Shin young mungkin pernah melihatnya, tapi dimana?

“Shin Young … “ seseorang menepuk bahunya. Mengalihkan perhatiannya ke arah sumber suara. Rae Jin, partner kerja nya.

“Ada apa?”

“Bos memanggilmu.”

“Memanggilku? Lagi? Setahuku, aku sudah menghadap beliau untuk memberikan laporan penjualan.”

“Aku juga tidak tahu. Mungkin ada yang kurang dengan laporan mu.” Jawab Rae jin kemudian melajutkan pekerjannya.

Dengan wajah cemberut, Shin Young berjalan menaiki anak tangga menuju ke lantai dua, tempat ruangan bos berada. Baru menapaki anak tangga pertama, Shin Young dikagetkan dengan suara decitan rem yang kemudian di susul dengan suara tumbukan dua benda. Shin young mengalihkan fokus nya ke jalan raya. Dia melihat sebuah mobil ringsek di tepi jalan. Orang-orang berlarian menuju TKP. Sebagian dari mereka menjadi penonton dan yang lain berusaha menolong.

Nurani Shin Young tergerak untuk segera berlari keluar, ikut menolong korban. Tapi suara bos nya yang menggaung dari lantai atas memaksa nya membalikkan langkah kaki, lantas dengan cepat menaiki tangga.

♥♥♥

Pukul dua belas malam tepat. Hari dan tanggal telah berganti. 6 Mei 2016. Tepat hari ini, oppa berulang tahun yang ke 28. Di sebuah kamar yang berada di loteng, Shin Young merayakan ulang tahun oppa. Sebuah kue tart kecil dengan satu buah lilin di atasnya yang sekaligus menjadi penerangan di kamar itu. Foto kenangan bersama sang kakak yang diambil ketika mereka pergi ke Disney Land menjadi pelengkap perayaan itu.

Shin Young menyenandungkan lagu selamat ulang tahun untuk kakak dengan lirih. Selamat ulang tahun oppa, semoga oppa selalu sehat. Aku sangat merindukan oppa, semoga suatu hari kita bisa bertemu lagi. Begitulah doa yang Shin Young panjatkan. Semoga Tuhan bermurah hati mengabulkan doa nya.

Suasana berubah gelap gulita saat Shin Young meniup lilin yang menjadi satu-satu nya penerang. Dia melihat ke arah luar dari balik jendela nya. Hujan masih setia mengguyur sejak sore. Dia memejamkan mata sekaligus menajamkan indra pendengarnya. Meresapi suara hujan bak sebuah lagu yang teramat merdu. Suaranya seolah memanggil memori-memori kebersamaan dengan kakak. Sayup-sayup suara hujan itu berubah menjadi sebuah lagu di telinga Shin Young. Sebuah lagu anak-anak dari Indonesia yang  Ia dan kakaknya sering mainkan dengan piano. Lagu tentang hujan.

Tik tik tik, bunyi hujan diatas genting

Airnya turun, tidak terkira

Cobalah tengok, dahan dan ranting

Pohon dan kebun basah semua.

♥♥♥

To Be Continue

Iklan

20 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] The Sound of The Rain (PROLOG)

  1. Aku baru buka email aku hari ini. Begitu aku baca ada satu pesan yang judulnya bikin aku tertarik. Begitu aku buka,.ceritanya bener” bikin aku penasaran sama kelanjutannya. Semangat terus ya,.salam kenal😊

  2. Wah bakalan seru ni kyknya, soalnya pemeran bias semua hihi ❤❤❤
    Oiya thor, ada akun wattpadnya? Minta dong, ff ini ada di wattpad juga?

    • Hai andani…thx for reading ya fanfic ini hnya ada di blog ini. Aq pnya wattpad. Tp ud lama enggak aq pake. Udah lupa password nya pula. Hihihi

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s