[KAI BIRTHDAY PROJECT] Pedekate by ShanShoo

kai-kiss

credit picture here

ShanShoo’s present

Kai

fluff, school-life, slice of life // ficlet // teenager

(http://ikhsaniaty.wordpress.com/)

Warning! Fanfiksi ini menggunakan bahasa non baku atau bahasa teenlit. Bagi yang gak suka boleh leave x)

.

Aku yakin seratus persen, bahwa kalian yang sedang membaca ini pasti pernah mengalaminya juga. Titik dua kurung tutup.

 

.

“Eh, Bro, tahu enggak kalo si Kaitem lagi pedekate sama Nayoung?” Chanyeol tiba-tiba berbisik ke telinga Baekhyun, begitu ia baru memasuki kelas dan duduk di kursinya dengan terburu-buru. Tapi, yang diajak bicara agaknya terlalu tak acuh pada kalimat yang dilontarkan Chanyeol padanya. Lagi pula, gosip yang merebak di kelasnya sudah terlalu sering untuk didengar. Yah, wajar-wajar saja mungkin laki-laki dan gadis di dalam kelasnya saling menyukai seperti itu.

“Gue serius, men! Gak mau dengerin, nih?”

“Gue denger, Yoda!” nah, ketika Chanyeol mendengar respons di belakang kepalanya, seketika itu pula Chanyeol menoleh dan memperlihatkan cengiran lebarnya. “Lu pikir gue gak punya kuping, gitu?” Kai membalas datar tatapan yang diberikan Chanyeol padanya.

“Eh,” merasa kalau Baekhyun tak akan menyahuti pembicaraannya, Chanyeol memilih untuk berbalik badan menghadap sosok yang ia bicarakan. Yang ia bicarakan. Sungguh punya muka memang Park Chanyeol. “Lu beneran pacaran sama Nayoung?”

“Kagak.” Jawab Kai cuek, sambil pura-pura membaca buku pelajaran di atas mejanya.

“Serius lu tem?”

“Ngomong gue item sekali lagi gue lempar lu lewat jendela, mau?”

“Kagak.” Giliran Chanyeol yang menjawab cuek, mengikuti nada bicara Kai.

“Eh tapi, Tem,” yah, sepertinya Chanyeol siap-siap saja kalau nanti ia dilempar Kai lewat jendela. Yang dilakukan Chanyeol sekarang ada menyilangkan kedua tangan di atas meja Kai dan meletakkan dagunya di antara pergelangan lengannya, maniknya menatap Kai penuh minat. “Gue denger-denger nih, Nayoung juga suka sama lu.”

“Lah terus?” Kai memaksakan maniknya menatap ke arah Chanyeol. Kilatan jengkel terpeta jelas di wajah tampannya. “Kalau dia suka sama gue, lu cemburu, gitu?”

“Buset dah!” Chanyeol menggelengkan kepala mendengarnya. “Asal lu tahu aja, ya, Kaitem―”

“Lu mau gue lempar―”

“Oke, Kkamjong.”

“Lah, sama aja, Yoda!”

Chanyeol tak menggubris protes dari Kai, segera ia melanjutkan kalimatnya. “Kalau ada cewek yang deketin lu, seharusnya lu bersyukur. Kaya gue dong, si Reyna suka sama gue, ya gue bersyukur. Tinggal nunggu jadian aja.” Katanya, diakhiri senyuman paling lebar yang ia punya.

“Reyna adik kelas kita?”

“Hooh.”

“Dia buta kali, bisa-bisanya dia suka sama makhluk macem elu.”

“Eh gue sentil juga lu Kaitem!”

“Yoda!”

“Dasar pesek lu!”

“Pesek juga banyak yang suka sama gue,” sahut Kai, bangga. Tapi nadanya tetap terdengar acuh tak acuh.

Pada akhirnya, Kai mendapati Chanyeol berdecak beberapa kali, lalu kembali menghadapkan tubuhnya ke depan. Hanya bertahan lima detik sampai Chanyeol menoleh lagi padanya dan berujar, “Tem, kalau lu gak suka Nayoung, langsung bilang sama orangnya. Jangan sampai―”

“Gue denger, Yoda!” tiba-tiba, entah angin dari mana, Nayoung turut berbaur ke dalam percakapan di antara Kai dan Chanyeol. Sontak saja Kai mendongakkan kepalanya demi menatap gadis Shin yang berdiri di sebelahnya. Dan gadis itu membalas tatapannya. “Asal lu tahu aja ya, Kai. Tentang gue yang suka sama lu itu gak bener. Emangnya kemarin pulang bareng pas hujan turun bisa disebut menyukai? Enggak, kan? Pedekate juga enggak pernah tuh.”

Kai terdiam. Chanyeol melongo. Baekhyun memiringkan kepala―eh tapi Baekhyun kenapa? Memangnya dia mendengarkan ucapan Nayoung? Ah, entahlah.

“Jadi?” tanya Kai sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Jadi, anggap aja itu cuma gosip. Oke?”

“Oh.” Tanpa sadar, Kai mengembuskan napas panjang. Setelah Nayoung beranjak dari sisi Kai, laki-laki itu membiarkan Chanyeol bersuara,

“Bro, patah hati, ya?”

“Kagak.”

“Boong banget lu.”

Kai berdesis kesal. “Bisa diem gak sih?”

“Katanya gak suka. Sekalinya digituin jadi lemes kaya begini. Cemen lu!”

Tak ada sahutan. Kai memilih untuk menelungkupkan wajahnya di atas meja. Tapi lagi-lagi, telinganya menangkap suara Chanyeol berupa bisikan halus dan … membuat bulu kuduknya berdiri.

“Kaitem, lu gak usah lemes kaya gini deh. Kalo elu suka sama Nayoung ya … perjuangkan!”

Kai mendongak, mendapati Chanyeol mengepal tangan kanannya dan menggerak-gerakkannya di depan dada, berusaha menyemangati Kai.

“Maksud lu … gue kudu berjuang biar bisa dapetin Nayoung?” tanya Kai, pelan dan sedikit lemas. Dan Chanyeol mengangguk antusias.

“Mau gue bantuin, gak?”

“Seriusan?”

“Duarius, malah.”

“Boleh deh.”

Chanyeol nyengir kuda. “Tapi, Tem―eh,” o, sepertinya Chanyeol lupa kalau ia tak boleh memanggil Kai dengan panggilan seperti itu. Tapi alangkah terkejutnya Chanyeol ketika melihat Kai yang tak bereaksi apa-apa terhadap perkataannya.

.

“Gak papa. Kali ini gue biarin lu manggil gue item, sampai gue jadian sama Nayoung.”

“Seriusan?

“Duarius malah.”

Yes!”

“Tapi,”

“Tapi?”

“Kalo gue gagal jadian sama Nayoung, gue bakal lempar lu ke kandang singa sekalian!”

-end

ShanShoo’s note :

  • Yang mau muntah silakan, aku udah siapin keresek banyak nih, yang gede-gede ukurannya(?)
  • Bukan hanya kalian, aku sendiri aja yang ngetiknya berasa pengen muntah pelangi, sambil bilang, “Gue kerasukan setan apa sampe bisa bikin fiksi ngaco begini?”
  • Aku tunggu komentar dari kalian x)
  • Last, happy birthday, Kai! ❤
Iklan

5 thoughts on “[KAI BIRTHDAY PROJECT] Pedekate by ShanShoo

  1. Nah, masalahnya, aty juga gitu. Masa dibilang aty suka sama orang dari kelas lain. Masalahnya, dia itu udah punya orang spesial di hatinya. Masa aty PHO, makanya amit banget tuh yang gosipin. Emangnya dia mau digituin? Enggak kan? Sebel sampai sekarang. Kan aty juga udah punya bang D.O/makin ngelantur/ha

  2. ih paling bete kalo udh digosipin suka sama anak kelas sendiri. mending yah anaknya emng cakep, lah ini kek nasi pinggrisan mejikom gampang tutung klo kena panas, kan bete ya. lagi kejadian nih ama gua di kls. ETAPI KLO DI JODOH JODOHIN AMA ORANG CEM KAI SIH RAPOPO.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s