KAI BIRTHDAY PROJECT] YOU (Ficlet) – Shaekiran

you-kaibirthday2.png

YOU

A story by Shaekiran

Dedicated to Jongin’s Birthday

 

EXO’s Kim Jongin x OC’s Ahn So Ra

A friendship, fantasy, and school life.

In T rated and ficlet length

“Kau masih tidak ingat?.”

 

©2017 Shaekiran’s Art and Story All Rights Reserved

 

 

Kai hanya bisa menahan nafasnya dalam-dalam. Kalau begini caranya, bisa-bisa dia mati muda dengan cepat.

“Ahn So Ra!” panggil lelaki berkulit cukup tan itu pada sosok gadis yang kebetulan lewat di depan kelasnya, gadis yang tengah menggandeng tangan seorang lelaki yang ia tau dari kelas sebelah.

Namun naas. Teriakan Kai hanya jadi omongan belaka, pekikan tanpa respon. Ya, So Ra tidak menanggapi Kai dan terus saja berjalan seakan telinganya tuli dan ia tidak mendengar suara keras Kai.

“Astaga, jadi sekarang dia juga mengacuhkanku?” Kai mengguman dalam diam. Dipandanginya pintu kelas yang baru dilewati So Ra, tebaknya gadis itu tengah dalam perjalanan menuju kantin.

Jadi, Kai dengan langkah cepat berjalan menuju luar kelas-berhubung Miss Jang yang harusnya hadir hari ini cuti berhubung kandungannya sudah memasuki bulan ke-7. Ini Free class, dan tanpa menindahkan ketua kelasnya agar tetap duduk cantik di kelas sambil mengerjakan soal Fisika yang ditinggalkan Miss Jang sebagai tugas mereka, Kai menyosor pergi begitu saja.

Tak lama setelah kaki jenjang Kai memasuki kantin yang hiruk-pikuk bagai pasar Myeondong, dengan cepat netra kelam Kai menemukan sosok So Ra diantara siswa yang mengantri memesan tteokboki di salah satu stan kantin. Tak menunggu lama, lelaki itu segera menuju hadapan So Ra. Cukup sudah selama seminggu ini dia diacuhkan oleh gadis yang sudah menjadi sahabatnya sejak masih pakai popok bayi itu.

“So Ra-ya,” Kai berucap lembut, sementara tangannya kini berusaha menyentuh So Ra yang nampaknya tengah bengong beberapa meter di depannya.

Namun naas, tangan Kai tak akan pernah menyentuh So Ra, karena kini sebuah lengan putih mulus sudah mencegah Kai yang hanya bisa terdiam. Gadis berpakaian serba hitam itu menarik Kai menjauh dari arena kantin, sementara Kai yang bagai dihipnotis hanya setuju tanpa perlawanan saat sosok itu membawanya pergi. Tanpa perduli bagaimana mungkin ada siswi di SMA-nya yang berpakaian serba hitam tanpa seragam sekolah disertai tudung yang juga berwarna hitam yang membungkus kepalanya.

Suasana gedung belakang sekolah yang sepi menyambut manik Kai beberapa menit kemudian. Nampak kini lelaki itu bersandar ke gerbang sekolah, sementara gadis berpakaian serba hitam tadi hanya berdiri tegak 2 langkah dari hadapan Kai.

Jangan menyentuh manusia,” suaranya terkesan dingin, sarat akan emosi yang Kai pikir mirip dengan seseorang. Dia mengenali suara ini, bahkan sangat mengenalinya.

“Siapa kau?” Kai bertanya tak sabaran, sementara tangannya kini ntah kapan sudah mencengkram kuat bahu sosok di depannya.

“Lepas!” perintah gadis itu, dan tak sampai sedetik kini jemari Kai sudah menyingkir dari bahunya. Lantas gadis itu membuka tudung yang menutupi kepalanya.

“Aku-“

“Ahn So Ra?!” Kai mengerjap sangat kaget hingga tanpa sadar ia sudah memotong kalimat gadis misterius itu begitu saja. Bagaimana tidak, rupa gadis di depannya benar-benar mirip So Ra-sahabatnya yang tadi hendak ia temui.

“Aku bukan Ahn So Ra,” jawab gadis itu dingin, namun Kai tetap bersikukuh dan mulai mencengkram bahunya lagi. Aku hanya sosok yang meminjam wajahnya..

“Jangan berbohong padaku Ahn So Ra, kau pikir sudah berapa lama kita mengenal, eoh? Tidak mungkin aku salah mengenali wajah teman seumur hidupku.” Kai bermonolog, sementara tangan kanannya kini beralih dari bahu si gadis dan mulai mengelus surai hitam panjangnya. Gadis itu hanya diam, jadi Kai mulai melanjutkan kalimatnya lagi.

“Kenapa kau, huh? Marah karena aku membatalkan janji bertemu kita? Ayolah, aku benar-benar dalam keadaan mendesak waktu itu So Ra-ya, maafkan aku. Tolong jangan acuh padaku seperti ini lagi, sudah cukup seminggu kita tidak bertegur sapa, itu menyakitkan.” Tangan Kai makin liar mengelus rambut So Ra, bahkan kini jemarinya mulai nakal memijat-mijat ubun-ubun gadis itu- menggodanya seperti biasa.

Namun tanggapan So Ra tidak seperti biasanya, bukannya marah dan mengumpat, tapi kini sebuah panas menelusur permukaan tangan Kai. Dengan cepat Kai menarik jemarinya menjauhi So Ra yang hanya menatapnya datar. Dan barulah si Tan itu sadar kalau kini ada api kebiru-biruan yang menyulut jemarinya. Panik? Tentu saja. Ingin rasanya Kai berteriak, namun fakta bahwa api itu semakin mengecil dan menghilang membuatnya menahan pekikan di dalam dada.

“Sudah ku bilang, aku bukan Ahn So Ra.” Gadis itu berucap sinis, sementara Kai kini hanya bisa menatapnya bingun dengan perasaan aneh.

“Si-siapa kau?” Kai bertanya dengan bibir bergetar. Jujur saja, Kai tidak pernah percaya ada mitos atau makhluk gaib, tapi kenyataan kalau kini ia menemukan So Ra kedua yang wajahnya sama persis dan bisa memercikkan api biru dari tangannya, setidaknya cukup membuat Kai kalau sosok tak normal seperti itu juga ada.

“Aku tidak punya nama, tapi mereka memanggilku malaikat maut. Mereka-para dewa– suka memanggilku seperti itu.” Sementara kini ia reflek mundur selangkah dari hadapan gadis yang ia kira So Ra itu.

“Ma-malai-kat?” lagi, seperti orang bodoh bagi Kai karena kini So Ra tanpa diminta sudah mengembangkan sayap hitam yang meringkuk di punggungnya. Beberapa helai bulu hitamnya jatuh, namun tak ada yang setangkai pun menyentuh tanah. Bagaikan waktu tiba-tiba saja berhenti berdetak.

“Aku malaikat maut, kau percaya ‘kan hoobae?” setengah alis gadis yang mengaku adalah malaikat maut itu bertanya sombong, sementara ia asyik mengokang kaki di sofa.

“Apa ini semua karenamu?” tanyanya, dan dengan cepat ia menggeleng. “Apa ada cinta abadi. Sepertinya tadi kah? Wow, ini akan spektakuler.” Celotehnya.

“Jadi, kau mempercayaiku atau tidak?” selidik gadis tanpa nama, namun sukses menggetarkan hati setiap yang mendegar- termasuk Kai yang kini bingung sendiri saat gadis malaikat itu menawarkan tangannya pada Kai. Meski enggan, diraihnya juga jemari mungil itu.

“Selamat untuk apa?”

Gadis itu tidak menjawab dengan rinci, namun arah tangannya sudah bisa membuatnya Kai sadar akan benda aneh berwarna hitam besar yang mengembang di punggungnya.

“Kau masih tidak sadar juga?” selidik si gadis tanpa nama sementara Kai hanya bisa terdiam dan bingung.

“Kau ini hantu gentayangan dan aku adalah malaikat yang bertanggungjawab untuk membawamu ke alam baka , kau masih tidak ingat?”

 

 

FIN

Shaekiran’s Note

Sebenernya mau dibuat makin panjang lagi dan seharusnya ini masuk kategori oneshot, tapi apa dikata wahai abang kai yang udah taken by se-agensi, mata eki udah tinggal 5 watt dan gak kuat lagi buat ngetik. sementara ultah ente ane gak mau nge-post diluar tgl 14 ._.

Pokoknya pibesdeh ya babang pesek meski tetep pesekan eki kokz ❤

Maaf kalau ultah kamu eki kasih pendek, bukan niat menistakan, hanya saja hari ultah abang kai dan real life eki sinkronnya di waktu sibuk. padahal ini ide udah berkembang, tapi malah berkembang hanya sebatas ficlet kurang dari 1000 kata ._.

Wish You All the best!

And also, congratuation for EXO on 4th Daesang in Golden Disk Award 2017 ❤

 

Iklan

19 thoughts on “KAI BIRTHDAY PROJECT] YOU (Ficlet) – Shaekiran

  1. Awalnya ane kira ini teh fluff anak SMA lagi ambek2an sm pacar eh ternyata eh ternyata…

    Tambah ngek

    Pas ane udh nebak itu pasti malaikat maut

    Ini mabok om dongwook atau gimance? Si Kai cuman arwah gentayangan ya Allah cian amat kamu temsek /plok/ btw ane juga angkat tema ff malaikat maut loh kak eki ntar oneshot debut wkwk /plak

    • Niatnya sih emang ambek-ambekan pacar tapi yah eki pengen beut ngenistain Kai/plakk/😂
      Ini kobam dongwook memang els, kobam,😂
      Hantu gentayangan, ya mana cewek itu denger dia manggil, cian emang si temsek/dibalang /😂
      Haduh els, kok kita kobam malaikat maut semua ini, ngekek akunya,😂😂
      Tapi eki sedih els, ini eksekusinya sebenernya blm selesai, aih, gatel tangan ane ngeubah ini jadi oneshot semestinya/plakk/😂
      Thanks for reading els, cintakuh padamuh.😍

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s