[D.O BIRTHDAY PROJECT] Something Behind You by ShanShoo

fjhfhjvmj

credit picture here

ShanShoo’s present

D.O

mistery, slight!horror // ficlet // teenager

(http://ikhsaniaty.wordpress.com/)

.

Ada yang aneh di dalam gudang tempat penyimpanan itu.

 

.

Hari ini adalah genap lima bulan keluarga Do mendiami rumah barunya. Alasan mengapa sang kepala keluarga membeli rumah yang terletak di Gwangjin-gu adalah karena harga jualnya yang relatif murah, sehingga tanpa berpikir ulang, tuan Do segera membayarnya tanpa menyicil. Selain itu, kondisi rumahnya juga terlihat cukup bagus, mengingat usia bangunan yang tak lagi muda.

Do Kyungsoo, anak pertama tuan Do benar-benar menyukai rumah tersebut. Kyungsoo mengatakan bahwa jarak sekolah dengan rumah barunya yang sekarang tidaklah jauh. Jadi, ia bisa menempuh perjalanan menuju sekolah dasar dengan berjalan kaki, dan Kyungsoo sangat menyukainya.

Di samping itu, nyonya Do yang merupakan seorang wanita yang pandai bergaul dengan siapapun tak memiliki kendala dalam berkomunikasi dengan tetangga. Ya, tetangga. Hanya ada satu tetangga saja di sana. Selebihnya, jarak rumah-rumah yang lain sangatlah jauh. Tapi, tidak apa-apa. Lagi pula, keluarga Do memang suka dengan ketentraman seperti ini. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk meninggalkan rumah lamanya di kawasan Gangnam-gu yang memang penuh dengan kebisingan di mana-mana.

Malam harinya, ketika nyonya Do baru saja selesai memasak untuk makan malam, ia tak sengaja melarikan pandangannya ke arah pintu gudang yang terbuka sedikit. Dari arah konter dapur, ia bisa melihat betapa gelapnya suasana di dalam sana. Dan rasanya pasti sesak begitu kau memasukinya. Nyonya Do menggeleng pelan, ia teringat sudah menyuruh suaminya untuk mengganti lampu. Tapi rupanya sang suami belum melakukannya.

Nyonya Do bergegas memanggil suaminya, berkata tentang kelupaannya untuk mengganti lampu gudang. Tuan Do hanya memberinya cengiran lebar, lantas menurunkan Kyungsoo untuk duduk sendiri di kursi sofa. Tuan Do mengiakan ucapan istrinya untuk segera mengambil lampu dan pergi ke gudang. Meninggalkan Kyungsoo di sana dengan mainan robot kesukaannya.

Beberapa menit kemudian, tuan Do selesai memasang lampu, dan begitu nyonya Do menekan saklar, lampunya menyala terang benderang, membuat sepasang suami istri itu sedikit memicingkan mata. Akhirnya, rasa takut yang sempat menggerayangi hati wanita itu telah sirna. Dan kini, ia bisa kembali menggunakan gudang tempat penyimpanan barang yang tak lagi terpakai tersebut dengan leluasa saat malam hari.

.

Begitu jam telah menunjuk angka sebelas malam, Kyungsoo terbangun dari tidurnya. Bocah lelaki bermata bulat itu mengusak rambutnya sejenak, lalu beralih menyentuh lehernya. Haus. Satu kata itu terbersit dalam benak begitu ia merasakan tenggorokannya kering. Kemudian, Kyungsoo berniat untuk mengambil segelas air mineral di konter dapur. Ah, andai saja gelas minum yang ada di atas nakas tidak kosong, mungkin Kyungsoo tak akan beranjak dari tempat tidurnya.

Sebelum Kyungsoo keluar kamar, ia menyalakan lampunya terlebih dulu. O, tentu saja ia tak mau tersandung karpet yang tergelar di samping ranjangnya jika lampu kamarnya padam. Kemudian, Do Kyungsoo mengambil gelas minumnya, berjalan pelan menyusuri ruang duduk, hingga ia sampai di meja makan di ruangan konter dapur. Ayah dan ibunya pasti sudah terlelap―mengingat keduanya sama-sama disibukkan dengan pekerjaan yang cukup memberatkan, maniknya pun tak mendapati adanya sinar lampu di kamar kedua orang tuanya.

Kyungsoo mulai menuangkan air mineral dari teko ke gelas kesukaannya. Matanya yang bulat terasa perih karena rasa kantuk. Namun, rasa kantuk itu perlahan menyusut ketika Kyungsoo mengalihkan fokus pada gudang penyimpanan barang yang terletak di sudut ruangan. Maniknya mengerjap beberapa kali. Ruangan itu gelap gulita, ditambah kenyataan bahwa lampu di ruang dapur telah digantikan dengan sinar lampu remang-remang berwarna kuning.

Tunggu dulu, kenapa ruang gudang gelap seperti itu? Bukankah ayahnya sudah menggantikan lampu yang terputus dengan yang baru dan tidak mematikannya sebelum pergi ke kamar?

Ini aneh.

Kyungsoo hendak memanggil sang ayah saat ia merasa bulu kuduknya meremang. Tetapi entah mengapa, suaranya mendadak tak bisa ditemukan. Suaranya tercekat begitu saja. Niatan untuk meminum segelas air putih seolah lenyap, berganti dengan rasa dingin yang melingkupi sekujur tubuh.

Sepasang kaki mungil Kyungsoo baru akan pergi meninggalkan konter dapur, kalau telinganya tak mendengar suara barang jatuh yang bersumber dari belakang tubuhnya. Kyungsoo mendadak tak bisa menggerakan tubuh. Ia membeku. Maniknya mengerjap cepat dan ia merasa akan menangis sekarang juga. Tetapi, Kyungsoo malah membalikkan tubuhnya ke belakang dengan sangat hati-hati. Mau tak mau, ia juga merasa penasaran tentang apa yang baru saja terjatuh di sana.

Dua detik keheningan menyapa setelah Kyungsoo memfokuskan titik pandang ke arah pintu gudang yang terbuka, dwimaniknya disuguhi dengan sepasang bola mata besar dan merah yang dihiasi urat-urat besar dan menonjol. Pandangan mata itu begitu tajam, terasa mengintimidasi Kyungsoo pada detik di mana bocah berusia delapan tahun itu merasa ingin meledakkan tangisannya. Kyungsoo juga mendengar betapa mengerikannya suara-suara aneh yang bersumber dari sosok bermata merah yang masih menatapnya itu. Air mata telah menyusuri sepasang pipi tembamnya, namun Kyungsoo masih tak bisa menemukan suaranya untuk berteriak.

Masih dengan tubuhnya yang membeku di tempat, manik Kyungsoo pun semakin membulat. Sosok misterius di sana berhasil mengejutkannya dengan sebelah tangannya yang besar, bersisik dan berwarna hitam pekat terjulur dan melambai ke arahnya, seolah mengajak Kyungsoo untuk ikut masuk. Dan sepertinya, Kyungsoo tak bisa mengendalikan tubuhnya lagi, tidak ketika sosok itu berkata padanya dengan nada berat nan menyeramkan dan sekaligus membuat ia kehilangan kesadaran dalam sepersekon berikutnya,

“Wanna play with me, Kid?”

-end

ShanShoo’s note :

  • Maafkan diriku karena telah menistakan(?) mas kyungsu di sini :””
  • Dibuat dengan keadaan tidak sadar(?) dan tanpa beta. Jadi, siapapun boleh ngebetain ff ancur ini :”)
  • Last, happy birthday, Kyungsoo ❤

8 thoughts on “[D.O BIRTHDAY PROJECT] Something Behind You by ShanShoo

  1. Kasian D.O kecil 😥 kakak jahat! Lah masa D.O lagi ultah malah diajak main ama hantu. Anjay, jadi bayangin badan D.O menyusut 😀 . Tapi tetap imut kok, mas kyung, sabar ya. Idup mu pedih/?/ ok, karena aty telat ngucapin, dan pas kai lagi ultah, jadi HAPPY BIRTHDAY KAI AND D.O OPPA!! I LOVE YOU ❤ ❤ ❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s