[EXOFFI FREELANCE] As Always As Us – If – (Ficlet)

Coverff.jpg

As Always As Us –If (80% Flashback)

 

Author : jjhxi

Length : Ficlet (series)

Genre : Romance, fluff

Rating : PG

Main cast & additional cast : Oh Sehun, Im Seyoo, etc.

Summary : “Andai aku mengungkapkan semuanya.”

 

Disclaimer : Cerita ini murni milik saya, tidak ada unsur kesengajaan apabila ada beberapa adegan yang sama. Dilarang keras untuk mengcopy-paste. Don’t be plagiator! Sorry for typo(s) and happpy reading^^

         Previous :

(1) As Always As Us –by Shoes (2) As Always As Us -by LINE

(3) As Always As Us –Photoshoot (4) As Always As Us -Fact

-If (80% flashback)

#10 Years Ago

“SHIN RAMYEON! RAMYEON TERAKHIR SIANG INI!” Suara melengking terdengar di seluruh penjuru Seoul High School Cafetaria siang ini.

“Ini yang terakhir? Yang benar saja! Aku tidak mengeluarkan uangku untuk barang terakhir.” Serentetan kata terlontar dari mulut kecil seorang pemuda jangkung dengan kulit putih susunya.

“Maaf, tapi Anda sudah memesannya, dan tidak mungkin kami mengembalikannya ke dalam panci air mendidih, Tuan.”

“Permisi bibi, ada apa dengan pesananku? Nomor antrian 180, Shin Ramyeon. Dan aku belum mendapatkan pesananku, lalu ada apa dengan pemberitahuan beberapa menit yang lalu?” Seorang siswi melancarkan lontaran kata dengan nada menahan kekesalannya.

“Maaf tapi aku rasa ada yang salah dengan ini. Ini adalah ramyeon terakhir siang ini, dan aku rasa kalian harus membuat sebuah kesepakatan.”

“Berikan itu padaku, dan buatkan nona ini ramyeon terakhir yang sebenarnya.”

“Tidak. Yang benar adalah didihkan air dalam panci itu lagi, dan buatkan tuan ini ramyeon terakhir sebagai ganti ramyeon yang kuinginkan.”

“Maaf nona, aku tidak memakan barang terakhir.”

“Dan aku tidak menyukai barang terakhir, tuan.”

“Aku tidak bisa melewatkan makan siangku kali ini, nona.”

“Dan aku tidak pernah melewatkan makan siangku.”

Perdebatan yang rasanya konyol menjadi tontonan cafetaria pada jam makan siang awal pekan ini. Bahkan beberapa kelompok memasang taruhan konyol sebagai pelengkap, yang tentu saja semua itu tak lepas dari pengawasan petugas keamanan. Tidak. Bukan hanya mengawasi, bahkan kehadiran seorang guru jangkung, dengan tatapan tajam tak lain adalah ‘ulah’ dari para petugas keamanan. Guru Kang yang kerap kali dipanggil ‘Big Boss’ menjadi awal dari aksi diamnya semua murid terkecuali 2 insan di counter Ramyeon sana.

“Mereka akan mengambil ramyeon terakhir itu, dan kembalikan setengah dari uang mereka masing-masing.” Pernyataan telak bak perintah tak terbantahkan membuat 2 insan yang tengah berdebat memfokuskan iris tajam mereka pada satu objek –itu Guru Kang, beo mereka dalam hati.

Dan berakhirlah mereka disini. Berada disatu meja makan dengan guru pecinta kedamaian. Tak lupa dengan semangkuk Shin Ramyeon yang masih terlihat cukup hangat. Mungkin nikmat jika predikat barang terakhir tak ramyeon itu dapatkan.

“Aku pikir kehadiranku disini akan membuat kalian berdua gentar.” Hening. Keduanya tak menyahut.

“Maksudku aku hanya mencoba menolong kalian.” Hening (lagi). Mungkin kedua insan tersebut sedang menguji kesabaran seorang monster –pikir sebagian murid.

KRUUKK

KRUUKK

Dan yang ketiga adalah suara dari cacing-cacing kelaparan yang tengah berdemo.

“Tetapkan hari ini sebagai hari jadian kalian, jika kalian melahap habis barang terakhir yang kalian tolak mentah-mentah ini.” Pernyataan telak terdengar keseluruh penjuru cafetaria. Yang selanjutnya adalah suara bangku bergeser yang artinya guru pecinta damai meninggalkan 2 insan kelaparan yang tengah mati-matian menahan keinginan untuk menghabiskan semangkuk ramyeon yang sialnya semakin terlihat menggoda, menggelitik perut keduanya.

1 detik

5 detik

10 detik

30 detik

SRRUUTTT

SRRUUTTT

Bagaikan tombol pause, segala bentuk pergerakan seluruh murid yang berada di kantin berhenti seketika. Seluruh atensi mereka hanya tertuju pada meja yang berisi dua murid yang tengah lahap dengan semangkuk Shin Ramyeon Terakhir siang ini.

Seakan lupa dengan dunia sekitar kedua insan berlomba menghabiskan semangkuk Shin Ramyeon terakhir siang ini. Yang selanjutnya disusul oleh suara tepuk tangan dan gelak tawa menggelegar di seluruh penjuru cafetaria pada jam makan siang awal pekan ini.

“Aku Oh Sehun, dan ayo berkencan denganku.”

“Aku Im Seyoo, dan aku menerima itu.”

CHU~

#Now

Lelehan es krim menyentuh tanah yang mulai bersih dari tumpukan salju musim dingin tahun ini. Kedua insan yang tengah termenung di bangku taman yang tampak sedang sepi pengunjung –tak biasanya mengingat hari ini adalah hari sabtu. Mungkin memberi keduanya waktu untuk saling mengenang kenangan yang tiba-tiba muncul bak roll film, mengabaikan es krim vanilla kesukaan keduanya.

“Pertemuan pertama kita tidak terlalu berkesan ya.”

“Tidak seperti dalam drama-drama romantis kebanyakan.”

Keduanya terkekeh terdengar miris.

“Tapi lusa kita tidak akan canggung’kan?”

“Tentu.”

Keduanya tersenyum tipis.

“Kau mau kuantar pulang? Mungkin kau memiliki janji kencan dengan tunanganmu, ImSe.”

“Tak perlu, aku bawa mobil. Selamat hari sabtu dan semoga malam minggumu indah, OhSe.”

Dan punggung keduanya saling menjauh.

 

“Andai aku mengungkapkan semuanya.”

 

—END—

Please leave comment(s)^^        

 

 

4 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] As Always As Us – If – (Ficlet)

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] As Always As Us –Fail Couple | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s