[EXOFFI FREELANCE] Life Story (Chapter 3)

life-story-part-2

Life Story

Part 3 : Fight For This Love

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Hyera

Jung Seorin

Byun Baekhyun

Author : Sweet Sugar

Genre : Married life,sad,romance

Rating : PG – 14

Length : Chapter

Note : FF ini pernah aku post di blog lain selain exofanfictionindonesia

Haii…aku muncul lagi hehe…

Masih ada yang inget cerita sederhana ini? Gak ada ? Ya udah gak apapa akan tetep aku lanjutin#ga nanya.Sebelumnya mau makasih sama admin yang udah mau direpotin buat post ff sederhana ini,makasih juga sama reader yang udah mau comment di ff sebelumnya kalian bener-bener bikin aku semangat,makasih juga sama siders aku harap kalian sudi meninggalkan jejak di chapter-chapter selanjutnya.Dan juga aku mau bilang kalau aku baru sadar ternyata ada ff author lain yang titlenya Life Story juga dan nama cast perempuannya Hyeri di blog sebelah,sumpah baru nyadar sama hal ini.Aku cuman mau bilang kalau ini samasekali bukan unsur kesengajaan,aku gak bermaksud mau meniru atau gimana karna ini cuman kebetulan aja.Lagipula cerita dari kedua ff juga samasekali berbeda jadi aku harap kalian gak salah  paham

Aduh note aku udah kayak cerpen,itu aja deh.Let’s see.Awas ranjau  typo

Happy Reading ^^

-0-

Summary :

Cinta memang butuh perjuangan,dan bahkan jika itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama,aku akan terus berjuang untuk hatimu.Hanya saja aku terlambat menyadari jika cinta yang ku tunggu ternyata begitu jauh dari tempat yang bisa kujangkau

-0-

Jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari,waktu yang terlalu larut untuk masih terjaga.Tapi agaknya tak berlaku bagi Kyungsoo.Ia masih saja terduduk diam di tempat tidurnya tanpa rasa kantuk sedikitpun,tak khawatir jika besok ia akan kesiangan

Perasaannya terlalu kacau untuknya bisa pergi tidur dengan nyenyak.Pikirnya toh besok hari minggu,ia tidak perlu pergi bekerja jadi tak apa jika bangun siang

Byun Nari…Jung Seorin…Byun Baekhyun

Sejak tadi tiga nama itulah yang terus saja mengusik pikirannya

“Hhh..apa yang harus kulakukan sekarang?” Kyungsoo menghela nafas berat.Kepalanya terasa sangat berat,dan otaknya serasa tidak berfungsi.Bagaimana ia akan menghadapi keadaan sekarang? Jika tiga nama itu saja bisa meluluhlantakan perasaan dan hatinya.Semuanya terasa sulit

Byun Nari

Oh sial,Kyungsoo bahkan tidak mau memanggilnya seperti itu.Marga anak itu seharusnya Do,bukan Byun.Kyungsoo tidak rela jika anak biologisnya menyandang nama itu hingga dewasa.Tapi ia bisa apa? Toh,secara hukum anak itu memang tidak seharusnya menyandang marganya

Jung Seorin

Wanita masa lalunya,kekasih hatinya.Andai saja Kyungsoo bisa…..sudahlah,ia tak mau memikirkannya lagipula ia memang tidak bisa.Kyungsoo tidak mau lagi berangan-angan pada sesuatu yang memang tidak bisa lagi ia raih

“Kyungsoo…hiks…kajima”

Suara pelan itu mengalihkan pandangannya pada gadis yang kini tidur disampingnya.Kyungsoo tertegun,netranya memandang wajah itu dengan tatapan sendu

“Kajima…jebal,kajima” Hyera berucap lirih dengan nada putus asa.Mata indah itu masih terpejam,hanya bibirnya saja yang melontar kata.Dan Kyungsoo sadar,istrinya sedang mengigau

Seolah ada yang menohok hatinya hingga ke dasar ketika ia melihat lelehan air mata di sudut mata itu.Tidak perlu menjadi jenius untuk tau bahwa Hyera bermimpi buruk,dan Kyungsoo tidak bodoh untuk tau bahwa ia adalah tokoh utama dalam mimpi Hyera

Mendadak ia merasa menjadi laki-laki paling brengsek didunia ini.Sejak tadi ia memikirkan tiga nama yang nyaris membuatnya gila,Seorin,Baekhyun,dan Nari.Sejak berjam-jam yang lalu tiga nama itu terus saja berputar-putar dikepalanya,memenuhi otaknya hingga ia merasa tidak bisa berpikir lagi.Tapi,sedetikpun tidak ada nama Hyera dalam pikiranya,samasekali tidak ada ruang untuk gadis itu.Oh,bisa jadi sebrengsek apa lagi dirinya

Tangannya bergerak perlahan,mengusap lelehan air matanya yang membasahi pipi tirus Hyera.Dan perasaan bersalah itu kembali menusuk hatinya hingga yang paling dalam

“Maafkan aku” lirihnya,ia tidak tau kata apa yang lebih baik dari pada itu.Matanya menelusuri wajah yang kini terpejam dalam damai.Jarinya bergerak mengusap pipi Hyera pelan

“Pipi ini,entah seberapa sering teraliri air mata.Andai saja aku bisa mengendalikan perasaan,maka akan lebih baik bagiku untuk mencintaimu” Kyungsoo bicara.Ia membaringkan dirinya tepat disamping Hyera,sudah cukup ia menyiksa dirinya sendiri malam ini.Kyungsoo sadar bahwa ia terluka,Seorin mungkin juga,tapi lebih dari itu Hyera adalah pihak yang paling tersakiti

Diantara mereka,tidak ada yang mendapat luka sebanyak istrinya,Kyungsoo sadar itu.Lebih dari siapapun Kyungsoo tau,bahwa rasa sakit yang ia berikan semakin menumpuk setiap harinya.Ia bahkan berpikir sampai kapan Hyera akan tahan dengan semua perasaan itu,bisa jadi suatu saat nanti gadis itu lelah dan berhenti

“Seandainya sekarang kau ingin pergi dariku,maka aku akan melepasmu.Jauh dariku akan lebih baik bagimu Hyera” bisik Kyungsoo pelan.Ia memejamkan matanya,tangannya dengan pelan meraih kepala Hyera,mengusapnya sayang

“Tapi jika kau ingin bertahan,meskipun sulit aku akan mencoba mencintaimu” Kyungsoo mengakhiri kalimatnya dengan memeluk tubuh Hyera dalam dekapannya.Ikut memejamkan mata dengan dagu yang ia tumpukan pada pucuk kepala istrinya.Dan ia serius dengan ucapannya,sudah terlalu lama waktu yang berlalu ia gunakan untuk hidup dalam bayang-bayang kekasih hatinya

Ia sudah terlalu banyak menyiksa perasaan Hyera.Kyungsoo sudah memutuskan,ia akan mencoba menyimpan nama Seorin pojok hatinya.Meskipun ia tidak yakin akan mampu,tapi Kyungsoo akan mencoba,mengganti nama Jung Seorin dengan Kim Hyera

“Aku mencoba yang terbaik.Agar kau,aku dan dia tidak semakin terluka.Berusahalah Kim Hyera,dapatkan hatiku dan buat aku mencintaimu,agar kita bisa hidup bahagia” lirihnya

Kyungsoo menutup matanya,terbawa lelap yang menghantarnya dalam tidur.Tanpa tau bahwa kini,gadis yang sejak tadi diajaknya bicara membuka mata

Hyera bangun

“Bahkan jika itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama,aku akan tetap berjuang untuk hatimu” Hyera mengangkat tangannya,melingkarkan lengan kecilnya di pinggang Kyungsoo

“Aku mencintaimu”

-0-

8.14 AM

Sinar matahari pagi sudah muncul sejak beberapa  jam yang lalu,menemani aktifitas setiap manusia di kota Seoul.Tak terkecualipun Hyera,pagi yang indah baginya hari ini hingga ia tak bisa berhenti untuk tersenyum

Sarapan sudah terhidang dimeja makan,dan yang membuat juga sudah duduk manis dengan penampilan rapi didepan meja.Netranya sesekali menoleh pada anak tangga yang menuju kekamarnya,dan ia tersenyum lagi meskipun tak mendapati seseorang keluar dari sana

Bisakan kita tau kenapa Kim Hyera bisa begitu senang? Sederhana saja,pagi ini ia bangun dan mendapati wajah Kyungsoo sebagai pemandangan pertamanya,jangan lupakan tangan namja itu yang ternyata masih memeluknya.Itu berarti Kyungsoo memeluknya sepanjang malam,ah betapa bahagianya Hyera

Gadis itu tertawa renyah menyadari pikirannya sendiri “Aku pasti menyukainya begitu banyak” gumamnya pada diri sendiri.Ha,dia merasa seperti remaja belasan tahun yang baru mengenal cinta

Tap..tap..tap..

Langkah kaki itu menyadarkan Hyera yang sedang menikmati perasaan berbunga-bunga.Gadis cantik itu menolehkan kepala,dan sudut-sudut bibirnya tertarik begitu saja kala mendapati Kyungsoo yang menuruni tangga dengan wajah khas bangun tidur

“Selamat pagi” sapa Hyera sembari tersenyum

Kyungsoo yang masih mengucek matanya mengalihkan pandangan,namja itu ikut menarik sudut bibir.Memunculkan senyum paling menawan yang pernah Hyera lihat,oke Hyera berlebihan

“Selamat pagi juga,kau terlihat sangat senang hari ini”ucap Kyungsoo lalu terkekeh

Hyera yang melihat hal itu tersenyum lebar,nada bicara Kyungsoo benar-benar terdengar bersahabat dan itu lebih dari cukup untuk membuatnya senang

“Hm,kau benar.Mandilah sana setelah itu kita sarapan,aku sudah menyiapkan sarapan kesukaanmu” ujar gadis itu lagi

Kyungsoo mengangguk singkat,kemudian melenggang menuju kamar lagi.Ia akan mandi dikamar mandi kamar mereka saja.Sudah hampir diundakan anak tangga yang  terakhir sebelum akhirnya Kyungoo berhenti sebentar dan menoleh pada Hyera

“Oh iya Hyera,jam berapa sekarang.Kelihatannya matahari sudah tinggi” tanya Kyungsoo,ia melongokan kepalanya menilik jendela yang ada disamping meja makan

“Jam delapan lewat”

“Hah? Astaga ternyata aku kesiangan”

Hyera  tertawa saat Kyungsoo kemudian berlari-lari kecil menaiki tangga kemudian masuk dengan sedikit membanting pintu.Gadis itu menggelengkan kepalanya “Dia berlebihan sekali”

-0-

Bagi Hyera,sarapan tidak pernah menjadi semenyenangkan ini.Suasana hening mungkin memang sudah menjadi kawan dalam kegiatan sehari-harinya bersama Kyungsoo.Jadi ketika mereka menghabiskan waktu sarapan dengan sesekali bicara santai,gadis itu malah merasa sedikit aneh

Apalagi sikap Kyungsoo yang sangat berbeda hari ini.Namja  itu sesekali terlibat percakapan dengannya dan tertawa jika dirasanya ucapan Hyera lucu

“Apa yang akan kau lakukan hari ini?” tanya Kyungsoo saat Hyera masih mengunyah makanannya

Gadis itu menoleh,menaikkan sebelah alis tak yakin “Aku? Eum…kurasa tidak ada yang spesial.Membersihkan rumah,merawat tanaman dikebun belakang,memasak.Ya,seperti biasanya”

Kyungsoo menganggukan kepalanya mengerti “Bagaimana jika kita pergi keluar.Kurasa sesekali berlibur akan menyenangkan” tawarnya

Hyera melongo,Kyungsoo mengajaknya pergi,benarkah? “Kau mengajakku?” tanyanya setengah tak percaya,ia menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk kanannya.Membuat Kyungsoo yang ditanya seperti itu tersenyum lembut

“Ya,kurasa akan baik bagi kita untuk menghabiskan waktu bersama sesekali,bagaimana menurutmu?”

Hyera sempat termenung beberapa saat,sampai akhirnya menganggukan kepala dengan kikuk “Ya..kurasa begitu”

“Kalau begitu kita harus segera menghabiskan makanan ini,karna hari sudah semakin siang” timpal Kyungsoo yang dibalas anggukan kepala oleh istrinya itu,diam-diam tersenyum dengan kepala menunduk

Semoga ini awal yang baik

-0-

Taman kota yang biasanya lenggang itu kini nampak ramai,sudah menjadi kebiasaan bahwa dihari libur akan banyak pasangan atau keluarga  yang datang kesana sekedar berjalan-jalan atau menghabiskan waktu senggang

Hyera melemparkan pandangannya kesekeliling,kemudian menatap lagi seseorang yang berada disampingnya.Ini benar-benar nyata pikirnya

Sudut bibirnya tidak henti-hentinya tertarik sejak tadi,menyadari bahwa kini sikap Kyungsoo sedikit melunak benar-benar membuatnya senang.Mungkin perjuangan dan doanya selama ini telah didengar tuhan

Kyungsoo menggaruk tengkuknya kikuk “Eum..sepertinya aku salah memilih tempat.Apa yang akan kita lakukan sekarang,hari rasanya terlalu panas untuk berjalan-jalan saja” gusar namja bermata besar yang kini berdiri disamping Hyera

Gadis itu tersenyum lembut.Aku rela berjalan dibawah matahari paling  terik sekalipun asal itu denganmu.Hyera ingin sekali mengatakan itu tapi ditahannya

“Gwenchana,kita bisa duduk ditempat yang sedikit lebih rendup selagi matahari masih terik.Kurasa itu tak kalah menyenangkan” Hyera tersenyum,menunjuk sebuah pohon yang nampak rindang di dekat bangku taman

Kyungsoo menganggukan kepalanya setuju.Mereka berdua berjalan menuju pohon yang memang berada tak begitu jauh dari tempat keduanya berdiri

“Maaf ya,sepertinya aku mengacaukan rencana jalan-jalan kita.Seharusnya aku mengajakmu pergi ketaman bermain atau restoran daripada taman kota seperti ini.Setidaknya disana tidak akan seterik matahari disini yang samasekali tidak terhalang apapun” sesal Kyungsoo,ia menatap lurus kedepan.Idenya mengajak Hyera ketaman kota adalah karna dulu Seorin suka sekali pergi ketempat ini saat hari libur tiba

Dan kebiasaan menemani kekasih hatinya itu sepertinya masih terbawa sampai sekarang.Buktinya ia malah mengajak Hyera ketempat ini padahal ada banyak tempat lain yang akan lebih menyenangkan jika mereka datangi

“Sebenarnya Hyera,tempat ini adalah tempat yang biasa aku datangi bersama Seorin jika kami berdua pergi jalan-jalan bersama.Itulah sebabnya aku terpikir mengajakmu  kesini juga” Kyungsoo berucap pelan,sedikit menoleh pada gadis disebelahnya yang sepertinya sedikit terkejut  mendengar ucapannya barusan.Buktinya kini gadis itu menolehkan kepala dan menatapnya dalam diam

“Ah,geure?” tanya Hyera singkat.Ia masih menatap Kyungsoo,membiarkan matanya mereka saling bertatapan satu sama lain

Gadis itu kemudian tersenyum,senyum manis yang tidak Kyungsoo sangka akan dilihatnya sekarang “Gwenchanayo” ucap Hyera lagi

Kyungsoo mengedipkan matanya beberpa kali “Gwenchana?” ulangnya

Hyera menganggukan kepalanya “Mm,gwenchana.Kau sedang berusaha kan,tidak apa jika kau masih memikirkan banyak tentang Seorin.Aku tau saat ini kau sedang berusaha menerimaku,karna itu aku tidak akan memaksamu terlalu banyak.Aku senang setidaknya kau mencoba untuk menerimaku karna aku tau itu tidak mudah.Seperti aku yang tidak bisa berhenti mencintaimu,aku juga tau tidak mudah bagimu untuk berhenti mencintai Seorin.Tapi aku bersyukur kau mau mencoba hal itu untukku,jadi jangan merasa bersalah”

Kyungsoo terdiam,menatap Hyera yang kini menatap lurus kedepan

“Wanita seperti apa sebenarnya dirimu ini?” gumamnya

“Aku hanya wanita biasa Kyungsoo.Yang kulakukan hanya berjuang dengan perasaanku,karna semua hal didunia ini perlu perjuangan.Dan aku akan memperjuangkan apa yang ingin aku perjuangkan,tidak akan menyerah sampai aku mencapai batasanku” Hyera menoleh,tersenyum dengan senyum paling tulus yang pernah Kyungsoo lihat

Tidak ada lagi yang memulai pembicaraan setelah itu.Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing,hingga kemudian Kyungsoo berujar pelan yang membuat Hyera merasa seolah dunia baru saja diberikan untuknya

“Ya,dan aku juga akan berjuang.Untuk kau dan aku,untuk kebahagiaan kita berdua”

-0-

Setelah perbincangan panjang yang mereka lakukan,Hyera dan Kyungsoo memutuskan berjalan-jalan ke sekitar taman yang mulai nampak lenggang.Matahari sudah tidak seterik tadi,kini bahkan angin mulai bertiup lembut memberi kesejukan pada orang –orang yang masih bertahan dibawah matahari

Kyungsoo dan Hyera menelusuri jalan dengan sesekali tertawa.Berjalan beriringan dengan langkah pelan.Sampai kemudian,Kyungsoo menghentikan langkahnya.Matanya menatap sesuatu –tepatnya seseorang- yang kini sedang terduduk dengan suara tangis yang sampai ketelinganya

Merasa ada yang aneh,Hyera mengikuti arah pandang Kyungsoo.Netranya mendapati seorang anak perempuan yang duduk sendirian sambil menangis.Matanya menyipit memperhatikan gadis kecil itu,kemudian melebar saat sadar siapa yang tengah dilihatnya

“Eoh,bukankah itu Nari putri tuan Byun…”

Belum sempat Hyera menyelesaikan kalimatnya,Kyungsoo sudah keburu berlari menghampiri gadis kecil itu.Hyera memperhatikan tingkah suaminya itu yang sedikit terasa aneh

“Gwenchana? Apa yang terjadi padamu sayang,kenapa kau duduk sendiri disini? Dimana orangtuamu,apa kau sendirian?”

Itu suara Kyungsoo,pria itu memberondong gadis kecil didepannya dengan banyak pertanyaan.Membuat Hyera yang masih berdiri ditempatnya mengernyit heran.Tidakkah tingkah Kyungsoo sedikit berlebihan

“Kau ingat pamankan,paman teman ayahmu yang waktu itu datang kerumahmu.Sekarang katakan dimana ayah dan ibumu.Kenapa kau duduk sendirian disini?” sekali lagi Kyungsoo bertanya dengan penuh kekhawatiran

“Kyungsoo,kau membuatnya takut” Hyera menyela,ia sudah berdiri disamping dua orang itu dan menatap penuh pertanyaan pada pria didepannya

“Bertanyalah pelan-pelan,kau membuatnya ketakutan” kata Hyera lagi

Kyungsoo menghembuskan nafasnya,ia memang terlalu berlebihan “Sayang,sekarang katakan apa yang kau lakukan disini.Kenapa kau sendirian?” tanyanya pelan,penuh pengertian

Nari yang masih sesenggukan itu mengusap ujung matanya yang berair

“Aku tadi bersama appa dan eomma,tapi saat aku bermain dengan badut yang ada ditaman tiba-tiba saja appa dan eomma sudah tidak ada.Aku sudah mencari mereka tapi aku tidak menemukannya.Ahjussi tolong aku,kau ingin bertemu dengan appa dan eomma” gadis kecil itu kembali menangis

Kyungsoo mengusap kepala Nari sayang “Tidak apa-apa,ahjussi akan membantumu.Sekarang kau ikutlah dulu pulang bersama kami.Kita akan bertemu orangtuamu dirumah nanti eoh?”

Gadis itu menganggukan kepalanya.Dan Kyungsoo langsung memeluknya,memebelai kepalanya dengan sayang.Membuat Hyera yang masih berdiri disampingnya menatap bingung

-0-

Hyera masih menatap aneh pada Kyungsooo yang kini memperhatikan anak Byun Baekhyun dengan begitu intens.Kyungsoo memang sudah menelpon orangtua  gadis itu,tapi Kyungsoo masih kelihatan sangat menghawatirkan Nari.Buktinya sejak satu jam yang lalu ia samasekali tak membiarkan gadis kecil itu lepas dari pengawasannya

Namja itu terus saja duduk sambil membelai lembut rambut panjang Nari.Dan Hyera hanya bisa bungkam karna diacuhkan sedari tadi

“Sayang,apa kau sudah makan?” itu Kyungsoo.Bertanya pada gadis berusia tiga tahun yang ia tau sebagai putrinya

Nari mengangkat kepalanya,menatap Kyungsoo yang terus saja membelai rambutnya

“Belum,ahjussi”

Kyungsoo tersenyum,putrinya sangat manis “Kalau begitu makanlah dulu,selagi orangtuamu belum pulang eoh.Ahjussi akan menyuapimu”

Nari menundukan kepalanya sedikit “Mian ahjussi,aku bukannya tidak ingin.Tapi aku sudah janji dengan appa kalau hari ini aku hanya akan makan bersamanya.Appa berjanji ingin menyuapiku hari ini”

Kyungsoo tersenyum masam,tiba-tiba saja hatinya merasa sakit karna putri  kecilnya memanggil namja lain dengan sebutan appa.Ia ingin dipanggil seperti itu juga,dan ia ingin menyuapi anaknya sendiri.Kenapa pria lain yang harus melakukannya

Tentu saja jawabannya karna pria itulah yang dilihat orang-orang sebagai ayahnya

Sirna sudah niatnya untuk memperbaiki hubungan denga Hyera.Ia ingin putrinya,ia ingin bisa bersama dengan Seorin untuk membesarkan Nari.Mengganti marga gadis kecil ini dengan marganya.Huh,Kyungsoo memang brengsek

Ting…tring..

Bunyi bel rumah itu menghentika kegiatan Kyungsoo yang masih membelai sayang kepala Nari.Hyera yang sedari tadi hanya mengawasi kegiatan dua orang itu bangkit hendak membukakan pintu

Baekhyun dan Seorin muncul dari balik pintu bercat putih itu begitu Hyera membuka pintunya “Annyeonghaseyo,silahkan masuk.Kalian pasti mencari Nari,dia ada didalam” ujar Hyera mempersilahkan kedua tamunya masuk

“Nari” Seorin berseru

“Eomma” gadis kecil yang merasa dipanggil itu berdiri,lantas berlari menghampiri eommanya

“Sayang,maafkan eomma.Kau pasti ketakutan berada disana sendirian” Seorin memeluk putri kecilnya,mengusap kepala anaknya dengan sayang.Wanita itu mengangkat kepalanya,dan netranya langsung bertemu dengan netra Kyungsoo

Untuk beberapa saat kedua manusia itu saling memandang,hingga kemudian suara Baekhyun menginterupsi kegiatan itu

“Terimakasih sudah membawa putriku bersamamu Kyungsoo-ssi,aku tidak tau apa yang akan terjadi jika kau dan istrimu tidak menemukan Nari” Baekhyun tersenyum,tapi Kyungsoo tidak menanggapi.Namja itu hanya terdiam dengan mata yang masih memandangi dua perempuan dihadapannya yang saling berpelukan

Baekhyun mengernyitkan alisnya “Kyungsoo-ssi?” panggilnya

Kyungsoo mengalihkan pandangannya,tapi masih tidak bicara apapun.Tatapannya datar pada rekan bisnisnya itu

Melihat hal itu Hyera berdehem “Tidak apa-apa Baekhyun-ssi,kami senang bisa membantu.Mm,Kyungsoo mungkin sedikit bingung.Dia hanya khawatir,karna itu bersikap begini.Maafkan dia” Hyera membungkukkan badannya

“Ani,gwenchanayo.Aku mengerti,dan aku sangat berterimakasih” itu Baekhyun.Pria itu melirik putri dan istrinya,lantas kembali menatap Hyera

“Baiklah,karna kurasa ini juga hampir petang.Lebih baik kami segera pulang,suamiu juga sepertinya tidak dalam kondisi yang begitu baik.Kami permisi Hyera-ssi,sekali lagi terima kasih”

Hyera menganggukan kepalanya,membiarkan tamunya itu beranjak dari ruang tamunya menuju pintu.Tapi sebelum benar-benar pergi,Nari menghampiri Kyungsoo.Gadis manis itu membungkukan tibuhnya dalam dan berucap begitu manis

“Terima kasih ahjussi,maaf karna menolak ajakanmu tadi.Aku akan bilang pada appa nanti kalau ahjussi ingin makan bersamaku,mungkin kita bisa makan bersama lain waktu”

Kyungsoo tersenyum tipis,putrinya sangat manis bukan “Ya,sayang.Sekarang pulanglah,kita akan bertemu lain waktu oke”

“Nde”

-0-

Mobil hitam yang membawa tiga orang didalamnya itu melaju dalam kecepatan sedang,membelah jalanan Seoul yang tidak terlalu padat malam ini.Keheningan melingkupi tiga manusia yang ada didalamnya,minus anak perempuan berumur tiga tahun yang saat ini sudah tertidur di kursi belakang

Seorin melirik suaminya yang masih mengendara dalam diam.Wanita itu meremas-remas tangannya gelisah.Baekhyun adalah tipe pria yang banyak bicara,ia akan berceloteh bahkan meski itu saat ia menyetir.Dan diamnya namja itu sekarang sudah cukup membuatnya yakin jika suaminya itu sadar akan sesuatu

“Baekhyun?” panggil Seorin pelan

“Tidak sekarang sayang,sebentar lagi sampai.Kita bicarakan dirumah” balas pria itu tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya

Mendengar hal itu membuat Seorin langsung diam.Ia menggigit bibir bawahnya.Benar tebakannya,Baekhyun sudah sadar akan sesuatu.Ia hanya berharap bahwa suaminya itu tidak akan salah paham terlalu banyak

Keadaan kembali hening.Hingga lima belas menit kemudian mobil itu terparkir didepan rumah beraksen tradisional dengan halaman luas

Setelah masuk ke rumah dan menidurkan Nari dikamarnya.Sepasang manusia berstatus suami istri itu duduk berdua di ruang keluarga

“Jadi,apa itu dia?” tanya Baekhyun setelah cukup lama mereka terdiam dalam keheningan

Seorin yang mendadak ditanya seperti itu mengangkat kepalanya.Menatap pria berstatus suaminya yang kini juga menatapnya

“Ya?”

“Pria dari masa lalumu,pria yang dulunya sangat kau cintai sekaligus yang membuatmu menderita.Apa pria itu Do Kyungsoo?”

Seorin terkesiap.Ia yakin bahwa suaminya itu akan sadar dengan cepat,tapi ucapan namja itu begitu tepat sasaran.Dan itu sedikit membuatnya tertohok

“Ya,itu dia” jawab Seorin apa adanya,ia menundukan kepalanya.Menghindari tatapan Baekhyun

Terdengar helaan nafas dari pria itu,ia mengadahkan kepalanya dengan mata terpejam.Kenapa masalah harus datang disaat mereka sudah bahagia

“Kau masih mempunyai perasaan padanya?” tanyanya retorik,membuat wanita dihadapannya tersentak dan menatapnya dengan cepat

“Apa yang kau bicarakan.Apa sekarang kau mulai ragu dengan perasaanku padamu?”

Baekhyun menatap Seorin dalam,dan ia menyesal mengatakan itu karna detik berikutnya ia melihat tatapan terluka di mata istrinya.Oh,Byun Baekhyun kau sudah salah bicara

“Aku tau jika kau melalui masa sulit ketika barusaha menarikku dari jurang keterpurukan saat itu,aku juga tau bagaimana sulitnya kau mencoba membuatku mencintaimu.Tapi kita sudah melewati masa itu bertahun-tahun silam.Sekarang aku mencintaimu apa itu tidak cukup?”

Baekhyun terenyuh,tangannya terangkat,menarik Seorin dalam pelukannya,menciumi pucuk kepala istrinya dengan khidmat

“Maafkan aku,aku tidak bermaksud begitu,aku hanya sedikit terkejut dengan situasi ini.Dan fakta bahwa dia pernah menjadi pria yang sangat kau cintai membuatku ketakutan jika perasaanmu padanya akan muncul kembali.Aku takut kalau semua yang kita lalui selama ini tidak akan cukup untuk membuatmu tetap berada disisiku sayang”

Seorin meremas bahu pria dihadapannya,mencoba memberi kekuatan pada suaminya.Ia sadar,bahwa Baekhyun memang mengkhawatirkan dirinya.Dan itu hal yang wajar mengingat bagaimana perjuangan mereka untuk bisa mersama seperti sekarang.Pria inilah yang membantunya bangkit dan memberinya banyak cinta saat ia terpuruk karna kehilangan orang yang sangat ia cintai

“Tidak apa-apa,aku mengerti kekhawatiranmu.Tapi aku hanya meminta agar kau percaya padaku,sekarang kau adalah satu-satunya pria yang kucintai.Aku memang tidak bisa mengubah masa laluku bersamanya,aku tidak bisa menebus semua masa sulit yang kau habiskan karna menerimaku.Tapi sekarang  kita sudah melewati masa itu,sekarang aku adalah istrimu dan kita memiliki Nari.Itu sudah lebih dari cukup untuk terus mengikatku bersamamu”

Seorin tersenyum saat dirasanya Baekhyun mengangguk,namja itu membenamkan kepalanya di bahu Seorin

“Ya,aku percaya padamu.Jangan pernah pergi dariku Jung Seorin,bahkan jika kau ingin kembali padanya,jangan pernah lakukan itu karna kau adalah satu-satunya wanita yang kucintai,sangat kucintai”

-0-

Setelah kepulangan keluarga Byun dari rumahnya,Hyera kembali harus mendapati situasi yang begitu canggung

Keadaan sudah kembali seerti biasanya,begitu sunyi dan hening.Kyungsoo samasekali tidak bicara apapun sejak kepulangan Seorin dan suaminya.Pria itu diam seribu bahasa,dan juga menjadi murung tiba-tiba

Ia tidak mengerti,padahal siang tadi Kyungsoo maish baik-baik saja.Tapi mendadak sikapnya berubah begitu bertemu dengan Nari.Hyera sungguh merasa ada yang aneh dengan hubungan mereka

Krriet…

Gadis itu membuka pelan pintu kamarnya,mendapati Kyungsoo yang masih termenung diatas tempat tidur

“Kyungsoo?” panggilnya

Namja itu menoleh

“Kau baik-baik saja?” tanyanya lagi

Tidak ada jawaban,Kyungsoo  hanya menandanginya dengan tatapan….bersalah mungkin? Hyera tidak yakin

Tapi kemudian,Kyungsoo berucap pelan

“Hyera-ya,maafkan aku..”

Hyera menatap lurus pada Kyungsoo yang kini berdiri didepannya

“…tapi aku…tidak bisa”

Ia tau arti ucapan itu.Kyungsoo…berhenti berusaha menerimanya.Ia…dicampakan? Secepat ini?

TBC

Gimana? Gimanaaaa???

Kurang bumbu apa gitu?? Hheehe..mohon saran dan comment-nya ya,doa-in aku segera lanjut part selanjutnya karna jujur sekarang aku sering banget kena writer block.Rasanya susah banget nulisnya padahal idenya udah ada.Dan yang kadang bisa bikin aku dapat pencerahan buat nulis adalah comment kalian readers tercintaku~

Oke,makasih semuanya sampai jumpa di chapter selanjutnya.Aku sayang kalian

With Love,

Sweet Sugar

 

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Life Story (Chapter 3)

  1. ou jadi nari itu anak nya kyungsoo..
    kasihan hyera.. kyungsoo oppa sadarlah masalalu biarlah berlalu, jangan sampai oppa menyesal karena sudah menyia2 kan orang yg sudah mencintaimu sepenuh hati

  2. Masih terlalu cepat untuk menyerah kyungsoo. Move on dong seorin aja bisa kenapa kyungsoo nggak bisa. Hyera adalah Pihak yang paling banyak tersakiti, kyungsoo tega sekali. Semoga kyungsoo bisa cepat-cepat menyukai hyera dan mereka bisa hidup bahagia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s