[EXOFFI FREELANCE] To Love You More (Chapter 3)

to-love-you-more

Tittle/judul fanfic: To Love You More

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Psychology, sad, Self Hurt, Family

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Park Chanyeol(EXO), Kim Hana (OC), Xi Luhan (Singer), Jung Junmyeon (SUHO EXO)

 

Supporting Cast :

EXO member, Jessica Jung (SNSD)

 

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17 ( www.wattpad.com/leehaera17 ), semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun

jangan lupa Comment dan Vote di wattpad Author

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1

 

tiba – tiba Chanyeol menghentikan langkahnya saat melihat seseorang yang “ oh? Waseo ? ” suara Luhan terdengar,

Suho mengangkat topinya sedikit dan memandang sekitarnya, boss perusahan bawah tanah dari berbagai penjuru datang kemari untuk mengambil hati atau mungkin jantung laki – laki dengan rambut kuning yang duduk di depan meja bulat itu sambil memegang gelas dengan wiskey di dalamnya,

“ tamu terakhirku sudah datang, perkenalkan, sekertaris utama SM CORPS. ” Luhan menunjuk Suho dengan gelasnya,

Suho memberi senyum angkuhnya dan duduk di bangku yang kosong.

“ baiklah, sepertinya pesta bisa di mulai sekarang ” Luhan mengucap,

“ aku tidak akan menerima tawaran murah ” Luhan mengelesaikan kata – katanya dengan mengeguk gelasnya habis,

“ dengar Luhan-sshi, JUNG CORPS. Bukanlah milikmu ” seorang wanita yang di panggil Madam Victoria membuka suara,

“ aku lebih tertarik pada SM CORPS. Bagaiman Suho-sshi, apa aku.. punya kesempatan untuk bermain ” wanita itu menyodorkan belahan dadanya pada Suho.

Suho membuang pandangannya, ia benar – benar muak dengan apa yang sebenarnya terjadi,

“ aku dengar SM CORPS. Akan memilih penerus baru setelah kehilangan Park Chanyeol, sepertinya Luhan akan menjadi yang berikutnya ” seorang laki – laki dengan Jas hitam menjawab,

“ Dengar Leeteuk-sshi, tidak akan ada yang berubah dan TUAN PARK CHANYEOL akan tetap menjadi pewaris tunggal SM CORPS. ” Suho memandang laki – laki dengan jas hitam pemilik SJ Ltd. Itu dengan mata tajamnya,

“tenang dulu tuan sekertaris, aku hanya mendengar kabar, lagi pula, tidak mungkin SM CORPS. Di pimpin oleh orang yang kehilangan akal sehatnya seperti Chanyeol ” Leeteuk kembali menjawab,

“ Suho-yaa.. bukankah kita keluarga ? ” Luhan kini membuka suara,

“ kelurga? Cih.. kau benar – benar tidak punya rasa malu sedikitpun tuan Luhan yang terhormat ” Suho mendengus,

“ aku muak dengan semua ini, jika kalian memanggilku hanya untuk menyaksikan semua ini, kalian semua benar – benar membuang waktu, karena sampai kapapun aku tidak akan bersedia menurunkan Chanyeol dari jabatannya dan Luhan-sshi, terimakasih atas undangannya dan aku harap kau tidak mengundangku lagi ” Suho berdiri dari tempatnya dan pergi meninggalkan tempat,

“ kau tunggu saja tanggal mainnya, aku akan menjadi pewaris tunggal SM CORPS. dan orang pertama yang akan ku pecat adalah kau! ”

Suho terdiam di tempat untuk beberapa menit dan melanjutkan perjalanannya kelaur dari Bar, terlihat beberapa pasangan wanita dan laki – laki berhubungan badan di lorong gelap yang Suho lewati.

Kembali ke keadaan di dalam rumah besar Chanyeol, laki – laki itu terbangun di tengah malam dingin, matanya menyisir keadaan sekitar yang gelap, ia menggerakan tangannya ke kiri dan ke kanan. Tiba – tiba tangannya menyentuh tubuh orang lain yang berada di sebelah kiri tubuhnya,

Matanya laki – laki itu sedikit terperajat, ia membuka matanya lebar untuk melihat siapa yang tertidur dengan posisi duduk di lantai dan kepala menyangga di atas tempat tidur, ia terduduk di atas tempat tidurnya dan memandang sesosok perempuan yang memejamkan matanya damai.

Senyum terlihat di wajahnya, tangannya terjulur untuk memegang rambut wanita itu, rambutnya lembut dan lurus, hati laki – laki itu seakan ingin melompat dari tempatnya saat menghirup wangi tubuh wanita itu yang menyeruak dari sekitarnya,

Secara pelan – pelan Chanyeol memindahkan tubuh wanita itu ke atas tempat tidur dan melapisi tubuhnya dengan selimut tebal di ikuti dirinya yang berbaring di samping wanita itu tenang,

Matanya tidak bisa lepas dari pandangan indah yang ada di depannya, sinar rembulan membuat kulit wajah wanita itu seakan bersinar terang,

Memang wajah wanita itu tidak secantik bintang Korea dan tidak semulus artis papan atas, hidungnya tidak terlalu mancung dan matanya juga tidak besar, bulu matanya tidak lentik dan bibirnya tidak merah, tapi laki – laki itu masih mengagumi semua yang ada di depan matanya,

“ hmm.. omma.. bogoshipo.. ” wanita itu mengeluarkan lenguhan dari bibirnya,

Chanyeol kembali tersenyum manis, hatinya tidak pernah sebahagia ini, jantungnya terus bergetar hebat layaknya seorang manusia pada umumnya, kali pertama dalam kehidupannya selama 2 tahun, ia kembali merasakan menjadi manusia yang sebenarnya,

“ dingin.. ” wanita itu kembali mengeluh,

“ apa kau tidak menutup jendelanya Jimin-aa ” Hana kembali mengucap,

Chanyeol yang mendengar perkataan Hana mencoba untuk merapatkan selimut yang mereka kenakan,

Tiba – tiba tangan Hana memeluk pinggang Chanyeol pelan, dengan berbagai pertimbangan Chanyeol melingkarkan tangannya pada tubuh Hana walau wajahnya benar – benar merah padam sekarang,

“ ahh.. sial.. jantungku seakan mau pecah “Chanyeol mengumpat dalam diam,

“ haruskah aku… memilikinya ? ” laki – laki itu kembali bertanya pada dirinya sendiri,

mungkin benar, ia belum siap untuk berbicara panjang lebar seperti layaknya seorang manusia biasa pada umunya, tapi… hatinya mengatakan untuk setidaknya membuka pintu kecilnya untuk wanita yang kini berada di depannya saat ini, Chanyeol menginginkan wanita itu ada di hidupnya selamanya, tidak peduli dengan semua yang terjadi sekarang, atau rahasia apa yang harus ia sembunyikan sekarang,

tapi… kala mata Chanyeol memandang wanita itu sendu, dunia ini terasa begitu nyaman, sangat nyaman sampai Chanyeol merasa bahwa ia berani untuk menghadapi dunia luar sekali lagi dalam hidupnya.

Pagi menyapa kota Seoul yang sibuk dengan pekerjaanya masing – masing termasuk perempuan yang masih dengan bahagia berbaring di atas kasur empuk,

“ Jimin-aa ” wanita itu sedikit berteriak,

“ Jimin-aa ! ” wanita itu kembali berteriak, tapi laki – laki yang terus ia panggil namanya itu tidak kunjung datang seperti pagi – pagi pada umumnya,

wanita itu terpaksa membuka matanya perlahan tapi sinar pagi matahari membuat matanya tidak terbiasa dengan semua penerangan yang ada,

ia mencoba menggerakan tubuhnya ke kiri untuk menghalang wajahnya dari sinar matahari,

tiba – tiba Hana membulatkan matanya besar – besar saat pandangannya menangkap sosok laki – laki yang berada tepat di sampingnya yang masih menutup matanya lembut,

Wanita itu hampir saja berteriak saat mengetahui bahwa ia berada di satu tempat tidur dengan orang asing, untung saja ia menutup bibirnya rapat – rapat agar tidak membangunkan laki – laki dengan rambut berantakan di pagi hari yang sebenarnya cukup indah ini,

“ ada apa ini ? (>.<) mengapa setiah hari aku seperti terkena serangan jantung di rumah ini, ah.. sial !! ”

Hana mengumpat dan terus menutup matanya berharap semua ini mimpi, tapi ini semua kenyataan pahit yang menyenangkan dan harus ia terima di pagi buta dengan sinar matahari pagi membasuh kulit putih dan bersih laki – laki di hadapannya.

Hana terus memandang wajah laki – laki yang ada di hadapannya dengan jelih, tidak pernah Hana menyadari detail wajah laki – laki ini seperti ini sebelumnya, bulu matanya benar – benar panjang dan pipinya terlihat lucu dari tempat Hana memandang, tangan Hana terjulur untuk membetulkan rambut laki – laki itu agar Hana bisa melihat wajah laki – laki itu lebih jelas lagi,

“ Chanyeol-aa ! ” tiba – tiba Suho masuk ke dalam kamar dan menangkap basah Hana,

Hana langsung terduduk di tempat tidurnya mematung saat mata Suho memandangnya bingung,

Mendengar keributan, Chanyeol bangun dari tidurnya dan ikut duduk di tempat tidurnya sendiri dengan mata yang masih tertutup,

“ ah.. maafkan aku ” Suho kembali menutup pintunya pelan,

Chanyeol mencoba membuka matanya perlahan dan memandang wanita yang ada di sebelahnya dengan gugup dan wanita itu hanya melepas pandangan menyedihkannya mengisharatkan penyesalan.

Hana turun dari tepat tidur tanpa kata dan masuk ke kamar mandi Chanyeol sambil menenangkan pikirannya sendiri,

“ sial… ada apa ini… mengapa aku jadi seperti ini.. ”

ia memandang dirinya yang merah padam karena kejadian tadi,

“ apa yang harus ku katakan pada Suho ” Hana kembali bertanya pada kaca besar di depannya berharap ia mendapatkan jawaban,

Hana memutuskan untuk mandi dan menyegarkan pikirannya, dengan hangatnya air yang terpancur dari shower besar di kamar mandi itu membuat Hana mengingat kenangan indah yang begitu menyakitkan tentang dirinya dan si brengsek yang kemarin ia lihat,

“ Luhan-aa… wae… ” Hana menutup wajahnya dengan telapak tangannya dan bersumpah untuk tidak mengingat kenangan indah, nakal, menyenangkan dan kenangan lainnya yang terlintas di otaknya.

Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Hana keluar dari kamar mandi dan mendapati sebuah baju ganti di depan pintu kamar mandi dengan tulisan namanya sendiri di atas sebuah kertas putih,

Tentu Hana mengetahui siapa yang memberikan ini, sudah pasti si tuan muda yang tampannya berlebihan itu, tapi benar juga, Hana tidak mungkin memakai pakaian ini lagi, Hana memutuskan untuk menggangti pakaiannya dengan apa yang ia dapatkan,

“ indah.. ” Hana memandang pakaian yang Chanyeol tinggalkan di depan pintu dengan kagum,

“ apa muat denganku ? ” Hana bertanya pada dirinya sendiri,

well.. tentu Hana harus mencoba sebelum membuat keputusannya,

akhirnya Hana mencoba untuk memakai pakaian itu perlahan,

“ ah… sial.. ” Hana mengerang saat ia tak dapat menggapai pengancing di punggungnya,

Hana hanya menunduka kepalanya,

“ kenapa aku tidak pernah beruntung dalam hal apapun ” Hana mendesah,

ia membuka pintu kamar mandi pelan, ia mencoba melihat apakah ada seseorang yang bisa ia minta pertongannya, ayolah… harus berapa lama Hana menunggu,

tiba – tiba pintu kamar Chanyeol terbuka dan sang pemilik kamar terlihat,

mata mereka bertemu dan Hana kembali terdiam dengan pemandangan indah yang ia lihat di depan matanya,

hari ini ia terlihat begitu rapih dengan kemeja putih dengan garis hitam yang berada di tengahnya membuat semuanya sempurna, rambutnya rapih dan celananya juga sangat rapih,

tampan..

sangat tampan..

Park Chanyeol..

Jika saja, aku berani untuk jatuh cinta lagi, andai saja aku bukalah seorang pekerja rendahan..

Hana tiba – tiba menggelengkan kepalanya cepat dan berusaha kembali ke alam sadarnya,

Mata Park Chanyeol masih mengarah padanya yang menutupi setengah dari tubuhnya di balik pintu kamar mandi,

“ bisakah kau.. me-menolongku ? ” Hana bertanya takut – takut,

Chanyeol mendekat kearah Hana tanpa kata, seperti biasa, tembok besar itu tidak pernah hilang di antara Chanyeol juga Hana,

Hana memberanikan diri membuka pintu kamar mandi dan memperlihatkan punggungnya dengan kancing yang belum terpasang,

“ aku.. tidak bisa mengancingnya ” Hana berkata saat mata Hana dan mata Chanyeol bertemu di cermin besar di kamar mandi itu,

Chanyeol hanya terus memandang tubuh Hana di depan cermin, walaupun mungkin buah dada Hana lebih besar dari pada Sandara, tapi untung saja dress ini pas di tubuhnya,

Well.. ini bukan dress ketat seperti yang ada di pikiran kalian,

Dress cantik ini mempunya pattern yang longgar agar sang pemakai tidak kesulitan untuk bernafas dan bergerak, sangat nyaman dan bisa di pakai kemana saja,

Menyadari keadaannya sekarang Chanyeol beralih untuk mengancingkan baju Hana dan sudah pasti… wajah Hana sekarang benar – benar merah padam dengan setiap sentuhan dari Chanyeol di tubuhnya,

Mereka masih berpandangan di depan cermin besar itu untuk beberapa waktu,

“ Yeopo ” tiba – tiba suara Chanyeol terdengar,

Hana terlonjak, suara itu, begitu pelan, tapi begitu rendah dan membuat jantung Hana tidak berhenti berdentang layaknya kembang api,

“ apa yang kau katakan tadi ? ” Hana kembali bertanya saat ia memutar tubuhnya untuk menangkap mata Park Chanyeol yang sebenarnya,

Chanyeol tersenyum dan menarik tangan Hana untuk keluar dari ruangan itu,

“ tuan muda ! kita mau kemana ? ” Hana bertanya tegas,

tapi Chanyeol tetap berjalan memasuki ruang makan,

tiba – tiba Hana terhenti dari langkahnya, seperti dunia mimpi, pagi itu Chanyeol menyiapkan meja makan dengan sangat cantik dan menatap makanan yang ada di meja dengan cantik,

“ selamat pagi Hana ” Ahjumma memberi salam,

“ ahjumma… bagaimana mungkin… ”

“ ini adalah permintaan tuan muda ”

“ apa ? bagaimana caranya tuan muda meminta ? ”

“ aigoo.. jangan banyak bertanya, silahkan nikmati makanannya ” Ahjumma mempersilahkan Hana untuk duduk di tempat yang sudah Chanyeol sediakan,

Hana duduk dengan canggung,

“ ada acara apa ini ? mengapa sepertinya kau sangat bahagia ? ” Hana bertanya hati – hati dan seperti biasa lagi dan lagi, tidak ada jawaban, tapi hari ini, Chanyeol makan dengan senyum manis di wajahnya, benar – benar manis sampai Hana sendiri tidak bisa berpaling dari senyum manis itu,

“ wah ada pesta rupanya ? ” Suho memasuki ruang makan dan kaget,

Chanyeol memberikan tatapan kesalnya,

“ ah… maafkan aku, sepertinya aku mengganggu ” Suho hanya berjalan kearah dapur untuk mengambil minumnya,

“ tuan muda, kenapa tidak mengajak Suho-sshi untuk makan bersama ? ” Hana bertanya di sela – sela gigitan giginya,

Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya,

“ tapi apa kau tidak kasihan padanya ? ia ingin makan bersamamu ? ” Hana kembali bertanya dan sebenarnya sedari tadi Suho mendengarkan setiap perkataan Hana,

Chanyeol hanya memberikan nafas panjangnya dan menanggukan kepalanya,

saat mendengar Hana selesai berbicara, Suho keluar dari ruangan dan berjalan pelan menuju pintu keluar,

“ Suho-sshi… ayo kita makan bersama ” Hana memanggil,

tanpa kata – kata Suho langsung mengambil kursi di sebelah Chanyeol dan duduk di tempatnya,

“ jadi apa yang sebenarnya terjadi ? ”

“ uhuk – uhuk – uhuk, mak-maksut anda? ” Hana yang tersedak meneguk air minum yang ada di sampingnya cepat,

“ well.. aku butuh penjelasan setelah ini, Hana-sshi.. ” Suho kembali menjawab,

Hana hanya menundukan kepalanya tanpa berkata apapun, ia berharap dengan semua kebungkamannya ia bisa hidup lebih lama di rumah besar ini.

Setelah selesai makan bersama Hana kembali ke kehidupan normalnya menemani Chanyeol untuk menggambar dan menempelkan gambar yang sudah jadi,

Rasa canggung terus menghantui Hana saat mata Chanyeol memandangnya lekat atau saat Chanyeol berdiri tepat di belakang tubuhnya, aroma yang tercium dari tubuh Chanyeol membuat Hana kehilangan kendali akan dirinya sendiri,

ah… tidak – tidak…

Hana hanya terus menjauhkan diri dari Chanyeol kerap kali laki – laki itu mencoba melakukan kontak tubuh pada Hana,

Seperti layaknya seorang anak kecil, Chanyeol terus medekatkan tubuhnya pada Hana tak peduli apapun yang Hana lakukan,

“ tuan muda… le-lepaskan tanganku, aku bisa berjalan sendiri ” Hana mencoba menarik tangannya yang ada di dalam genggaman tangan besar Chanyeol selagi mereka berjalan kearah Gym seperti biasa, persetan dengan semua yang Hana katakan, Chanyeol hanya terus menggenggam tangan Hana dengan kencang,

“ tuan muda.. berhenti.. ” Hana benar – benar kalah dengan perasaanya,

kenyataan bahwa ia benar – benar bahagia membuatnya lupa akan semua yang ia pikirkan tentang hatinya, hubungannya dengan pria ini, dan juga.. Luhan..

Chanyeol hari ini sepertinya bekerja dua kali lipat lebih keras di gym, tapi seperti orang yang begitu bahagia, ia terus tersenyum dan sesekali mencuri pandangnya pada Hana yang duduk di kursinya seperti biasa,

Melihat jam tangan di lengannya, Hana berjalan keluar dari ruangan seperti biasa untuk menyantap makan siangnya sebelum Chanyeol selesai berolah raga,

Tiba – tiba sebuah tangan menahan tubuhnya,

“ o? tuan muda ? ” Hana bingung saat Chanyeol menarik tangannya,

“ ada apa ? ” Hana bertanya bingung,

“ tampan… (>.<) ”  

Hana benar – benar tidak bisa menerima semua ketampanan yang laki – laki itu punya, Hana membuang tatapannya dengan kecang dan mencoba membuka suara setelah kerongkongannya yang tercekat kembali terbuka,

“ apa kau ingin aku menunggumu ” Hana berkata lembut,

Chanyeol menganggukan kepalanya,

“ ba-ba-baiklah.. ” Hana mencoba membuat Chanyeol yakin dan kembali masuk ke ruangan,

“(>.<) rumah ini sangat berbayaha untuk jantungku, aku bisa mati muda jika setiap hari jantungku berdetak secepat ini”  Hana melepas nafas panjangnya,

Ada apa ini, mengapa semua kegiatan yang ia jalani sekarang terasa begitu berbeda, kini semuanya seperti penuh dengan pesaraan, setiap sentuhannya, setiap pandangannya,

“ ah… jika saja ia bisa berbicara ”

Tiba – tiba Chanyeol berdiri di samping Hana yang memandang jendela besar yang ada di gym tersebut,

“ apa aku menyukainya ? ” Hana berkatapa pada angin yang bertiup kencang di luar jendela tanpa menyadari kehadiran Chanyeol, tidak terasa sudah 2 bulan lamanya dan di setiap harinya ia selalu bersama – sama dengan laki – laki itu.

“ ah.. terlalu cepat bagiku mengatakan aku menyukainya ” lagi – lagi Hana berkata tanpa menyadari keadaan sekitarnya,

tiba – tiba Chanyeol menggenggam tangan Hana lembut,

“ tu – tu – tu, sejak.. kapan ? ahhh.. ” Hana hanya menundukan kepalanya saat mengetahui sepertinya apa yang ia katakan terdengar oleh orang yang ada di depannya sekarang.

Hana benar – benar bingun, ia tidak bisa mengartikan apapun yang ada di benaknya saat ini,

Mereka berdua berjalan kearah ruang makan untuk menyantap makan siang dan biasanya Hana membawa bekalnya sendiri, bagaimana dengan hari ini ?

“ tuan muda aku akan memasak ramyeon, silahkan menikmati makan siang anda ” Hana mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Chanyeol,

tapi Chanyeol tidak melakukan apapun dan hanya terfokus pada pintu para pelayan yang dalam beberapa menit akan membawakan makanan untuknya,

pintu terbuka dan pelayan mulai membawa makanan,

“ tuan muda.. aku.. ”

Hana masih terus berusaha untuk melepaskan tangannya saat semua pelayan menatap Hana dengan tatapan mengerikan mereka,

Terang saja, Hana mempunyai derajat yang sama dengan orang – orang yang ada di rumah itu dan kini Hana tiba – tiba duduk di meja besar dan menjadi tuan putri,

Tidak – tidak.. Hana tidak bisa seperti ini terus,

“ tuan muda….. ”

– TBC –

 

 

5 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] To Love You More (Chapter 3)

  1. haduh chanyeol diem terus, tapi sikapnya gemesin,,
    hahaha hana gugup mulu,,,
    keren thor ffnya,jadi penasaran dan makin penasaran
    author ditunggu kelanjutannya,, jangan lama2 ya😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s