[EXOFFI FACEBOOK] NEVER LET YOU GO (CHAPTER 1)

10917837_703516096432444_8322880564823998466_n

NEVER LET YOU GO| opa | CHAP 1

 

 

 

TITLE : NEVER LET YOU GO

AUTHOR : opa

CAST :

  • HWANG TAERIN
  • BYUN BAEKHYUN
  • JEON JEONGGUK
  • LEE DA SOM

 

 

 

 

 

Taerin ‘Apa karna cinta ini datang tanpa di undang , ia akan pergi tanpa pamit juga .. apakah begitu ?. Dan bisakah aku memiliki sedikit saja keberanian untuk mengundang cinta itu kembali kedalam hidupku disaat kesempatan itu sudah benar-benar ada tepat didepan mataku.’

 

 

 

 

 

Author pov

 

 

 

Taerin membalik halaman-perhalaman album foto ditangannya dengan perlahan. Beribu kali ia sudah memandang foto-foto tersebut. Foto dirinya bersama lelaki yang hanya sesaat mampir dikehidupannya ,namun membuatnya bahkan tidak dapat hidup dengan benar setelah ia ditinggalkan pergi tanpa kabar sedikitpun. Itu semua terlalu sulit dan terlalu menyakitkan baginya . apalagi setelah tersebar kabar aneh dari teman-teman di kampusnya bahwa taerin sedang mengandung anak lelaki itu .

 

 

 

Kabar itu tiba-tiba saja membuat taerin benar-benar diasingkan oleh semua orang disekelilingnya. Ia sering di hina,disudutkan,dibully bahkan taerin pernah mendapat perlakuan kasar dari orang-orang yang bahkan taerin sendiri tidak mengenalnya . Semua itu membuat taerin benar-benar malas untuk membuka diri . jika ia seharusnya kuliah 5 kali dalam seminggu , taerin hanya akan hadir 2 atau 3 kali , itupun ia akan datang paling lambat dan pulang dengan cepat secepat yang ia bisa.

 

 

 

Taerin mendesah lemah sambil mengusap sebuah foto yang kini ia pandangi . Foto saat ia memegang sebuah kertas dengan tulisan tangannya sendiri ‘JEON JEONGGUK’ difoto itu taerin berfoto bersama sipemilik nama , jeongguk merangkul bahunya dan tersenyum lebar seperti dirinya sambil menghadap kamera. Ya dialah lelaki itu , lelaki yang tiba-tiba datang dikehidupannya dan membuatnya jatuh hati . Lelaki yang tiba-tiba mencintainya dan menyayanginya sepenuh hati untuk waktu yang singkat sampai setelah itu ia pergi dengan tiba-tiba juga .

 

 

 

Taeri menenggelam wajahnya kedalam bantal , ia menangis dengan kuat sampai sesegukan , dadanya terasa sakit , ia terlalu lemah menghadapi semua ini

 

 

“kau bilang aku yang paling kau cintai , kau bilang aku adalah segalanya untukmu , bagaimana bisa kau mencampakkanku seperti mencampakkan permen karet yang sudah hilang manisnya”

 

 

 

Dibalik suara tangisan taerin sesuatu yang tidak asing tiba-tiba tertangkap oleh telinganya. Taerin pikir itu hanya bunyi mobil-mobilan milik anak tetangganya , namun setelah taerin merasa ada yang aneh ia mengangkat kepalanya dan mendengarkannya dengan seksama

 

 

“bukankah itu bunyi … bel kebakaran ?”

 

 

 

Tiba-tiba seseorang menggedor pintu apartementnya dengan kuat

 

“taerin-aa .. taerin-aaa cepat keluar , ada kebakaran besar cepat keluar , taerin-aa”

 

Itu suara hoon ahjumma pemilik gedung apartement ini ,

 

 

kebakaran ..

 

 

taerin meloncat dari tempat tidurnya dan dengan cepat membuka pintu , saat itulah taerin sadar api sudah sangat besar dan hampir memakan pintu apartementnya .

 

“oh Tuhan , bagaimana dengan barang-barangku ? bagaimana ini “

 

 

 

Taerin mulai panik , ia melirik kedalam apartementnya , handphone dan tasnya ada di meja ruang duduk , tapi jika saja ia mengambil itu , ia mungkin saja tidak bisa keluar dari gedung ini . tapi bagaimana mungkin ia hidup tanpa tasnya , semua barang berharganya ada disana , oh Tuhan …

 

 

“HWANG TAERIN!! CEPAT SELAMATKAN DIRIMUU”

 

 

Suara teriakan hoon ahjumma sukses menyadarkan taerin , saat itulah taerin lebih memilih meninggalkan tasnya dan berlari ke tangga darurat dengan cepat

 

 

Foto ~~~

 

 

“tidak .. foto itu , foto jeongguk “ taerin berhenti di ujung tangga , ia tidak bisa meninggalkan benda itu , hanya itu satu-satunya yang ia miliki . taerin berbalik ingin kembali ke kamar apartementnya , namun tangan seseorang menahannya untuk tidak kembali

 

 

“kau tidak bisa kembali itu berbahaya”

 

 

Itu adalah anggota pemadam dan dibelakangnya berdiri ahjumma hoon ,

 

 

“tidak bisa , aku harus mengambil sesuatu , aku tidak bisa kehilangan itu”

 

 

“itu berbahaya , kau harus selamatkan hidupmu dulu nona “

 

 

“andwe!!! “

 

 

Pemadam itu menyeret tubuh taerin dengan kuat untuk keluar dari gedung itu , taerin mencoba memberontak dengan kuat , ia bahkan menangis , bagaimana bisa ia kehilangan foto itu , hanya itu satu-satunya kenangan yang masih ia miliki tentang jeongguk .

 

 

“jeongguk ..”

 

 

Taerin duduk sambil menatap gedung apartementnya yang sudah habis dilalap api , ia menangis sekuat mungkin , semuanya sudah hilang sekarang , tempat tinggalnya , barang-barangnya , uangnya , bahkan satu-satunya kenangannya tentang jeongguk sudah hilang semua dilalap api .

 

 

“bagaimana bisa Tuhan sekejam ini padaku !!“

 

 

Taerin menatap kaki kirinya yang terluka . Ohtidak , ia bahkan baru sadar kaki nya tadi sempat terbakar saat ia masih berdiri di pintu apartementnya. Rasa sakitnya kini serasa menjalar ketulang

 

 

“kau ! Hei ?”

 

 

Taerin mengangkat kepalanya dan matanya langsung bertemu dengan seseorang yang mungkin ia kenali , dia baekhyun, tidak .. ia belum kuat untuk bicara pada siapapun sekarang , apalagi dengan teman kampusnya , pasti akan semakin banyak gosip-gosip tentang dirinya .

 

 

Taerin kembali menunduk dan perlahan ia berusaha berdiri , ia akan kabur dari sini , ia akan berlari menjauh dan mencari tempat yang aman dan sepi untuk ia bersembunyi . sekuat mungkin taerin berdiri tapi tiba-tiba saja ia oleng dan ia jatuh tepat kehadapan baekhyun , untuk waktu yang lama taerin berusaha berdiri kembali dengan benar tapi sungguh tidak bisa , kakinya terlalu sakit untuk bisa berdiri sendiri , tapi posisinya sekarang benar-benar tidak menguntungkan

 

 

“jangan dipaksakan , kakimu terluka ayo ku antar ke rumah sakit”

 

 

“tidak. Tidak usah , kau bisa tinggalkan aku disini sendiri , aku tidak perlu bantuanmu”

 

 

Kepala taerin terasa sakit dengan semua keadaan sekarang, dia sudah cukup lelah dengan semua masalah ini , apalagi ditambah dengan lelaki yang sekarang duduk dihadapannya , taerin serasa ingin ditelan bumi saja kalau begini. Dia perlahan melepaskan diri dari lelaki baekhyun, taerin mendudukkan dirinya di atas tanah dan menatap keadaan sekitar yang dari tadi sama sekali tidak dia sadari.

 

 

Banyak yang menangis, ketakutan,berteriak , marah, panik, semua hiruk pikuk , ramai dan semakin membuat kepalanya tiba-tiba semakin berputar, keringat dinginnya juga tiba-tiba mengalir di pelipisnya

 

 

‘Kenapa dengan tubuhku ..’

 

 

“apa jika ada orang yang ingin membantumu caramu menanggapinya seperti itu eoh? Menyebalkan sekali”

 

 

“benar. Begitulah dirimu , tidak salah orang-orang dikapampus sering menceritakan tentang dirimu”

 

 

‘Aku ingin rasanya ingin tumbang, semuanya terasa berputar , oh Tuhan’

 

 

 

Skip

 

 

 

“nona , kau sudah sadar?”

 

Aku mengerjap dan seorang wanita berpakaian putih dengan senyum santunnya terlihat tengah menatapku

 

“aku dimana?”

 

 

“kau dirumah sakit nona , seseorang membawamu tadi kesini, kupikir dia sedang ke toilet sekarang, tadi kau pingsan dan dia sangat panik ketika membawamu kesini tadi”

 

 

Aku hanya tersenyum menanggapinya, pingsan? lelaki? panik?

 

 

Ah.. kebakaran itu.

 

“hei kau sudah sadar?”

 

“baekhyun?”

 

“aku tadi terkejut kau tiba-tiba pingsan dikakiku , jadi aku langsung saja membawaku kesini”

 

 

Aku hanya diam dengan hati berat. Bukan saatnya aku memikirkan apakah lelaki itu sudah menyebarkan gosip ke orang lain jika sekarang aku jadi gembel , yang harus aku pikirkan sekaran adalah dimana aku akan tinggal, dengan apa aku akan makan , dan pakaian siapa yang akan aku pinjam. OhTuhan terlalu banyak yang harusku pikirkan

 

 

“kau baik-baik sajakan?”

 

 

“ya , terimakasih sudah menolongku , uang perawatannya akan aku ganti nanti jika aku sudah punya uang , kau tenang saja”

 

 

“hah, benar-benar dingin . Lalu bagaimana apa kau sudah menghubungi keluargamu?”

 

 

Keluarga ?

 

 

“aku tidak punya. Sepertinya aku harus pergi “

 

 

Aku bangkit dan baekhyun langsung menahan pergelangan tanganku

 

 

“aku tau . tadi kau bilang kau tidak punya keluargakan? Dan kau keluar dari apartementmu tadi tanpa membawa apapun , kau juga tidak punya teman satupun , sudah jelas sekali bukan tidak ada tempat satupun yang bisa kau datangi , jadi… “

 

 

“menginaplah sementara di rumahku”

 

 

Apa ? tapi kenapa ? aku marah tapi aku juga tersentuh dengan apa yang baekhyun ucapkan tadi .

 

“kau benar. Semua yang kau ucapkan sangat sangat benar . tapi aku tidak ingin merepotkanmu , aku tau kau juga termasuk dari salah satu pembenciku di kampus , jadi aku tidak ingin menjadi beban untukmu “

 

 

“tidak . kau itu kenapasih? Semua yang aku ingin lakukan selalu kau tolak , apa kau bisa berdiri sekarang ? tidak kan . jadi jangan banyak tingkah dan ikutlah denganku jika kau tidak ingin kau terlihat seperti gembel nanti dijalanan”

 

 

Baekhyun meninggalkanku dan berjalan mendekati seorang suster, sedikit terdengar olehku dia menanyakan tentang administrasi kepulangan. Kenapa baekhyun baik padaku ya ? padahal aku sama sekali tidak pernah bicara banyak padanya , diapun begitu. Apa dia ada maksud jahat? Tapi aku tidak boleh berfikir terlalu buruk terhadap seseorang seperti itu

 

 

Baekhyun datang dengan beberapa obat ditangannya dan juga kursi roda yang ia dorong hingga ke tepi tempat tidurku.

 

 

“ayo naik ! aku sudah urus semuanya “

 

 

Jika aku menolak semua bantuan yang aku tidak mengerti alasannya apa aku mungkin sangat rugi saat ini. Apalagi saat ini aku tidak punya apa-apa dan tidak bisa apa-apa sama sekali

 

 

Aku bangkit perlahan dan duduk di kursi roda dengan diam , aku lelah , sungguh..

 

Untuk bicara, untuk melawan dan untuk menolak. Tubuhku seperti kehabisan batrai , aku tidak mengerti kenapa takdir mempermainkanku sesulit ini , aku juga ingin dipermainkan dengan baik , diberi istirahat , diberi ketenangan , agar setidaknya energiku bertambah dan aku memiliki kekuatan sendiri untuk mengatur duniaku sendiri. Aku ingin sekali bisa mempermainkan dunia , aku sudah lelah selama ini dunia terus mempermainkanku.

 

 

Aku duduk di mobil baekhyun dengan terus diam, baekhyunpun juga hanya diam dan focus dengan stir mobilnya. Hingga kami sampai dirumah lelaki itu . Sekilas aku melihatnya aku sempat berfikir, ini tidak terlihat seperti rumah, tapi istina

 

 

SKIP

 

 

 

Cukup lama aku terdiam di ruang tamu rumah itu sendirian. Baekhyun tiba-tiba pergi ntah kemana tanpa mengucapkan sepatah katapun. Apa tidak ada satu orangpun yang tinggal dirumah ini selain lelaki itu? Sepi sekali …

 

 

“apa kau mau mandi? Atau mengganti bajumu ?”

 

 

Baekhyun datang dengan pakaian yang berbeda dan rambut yang basah. Dia terlihat habis mandi. Pantas saja lama sekali

 

 

“kurasa iya , tapi_”

 

 

“ah sudah-sudah , aku benci mendengar tapi mu itu , ayoku antar kau menuju kamarmu”

 

 

Baekhyun membawaku ke sebuah kamar , kamar itu luas , seluas apartementku. Kamar bercat putih yang sangat sejuk dan cantik , pasti lelaki itu anak konglomerat

 

 

“ada pakaian wanita dlemari, di meja itu juga ada perlengkapan wanita, toiletnya disana , dan selamat mandi , aku akan masak sesuatu untukmu , oke”

 

 

 

“Baekhyun-ssi”

 

 

“ada apa?”

 

 

“kenapa kau seperti ini? Kenapa kau mau menolongku seperti ini?”

 

 

“karna aku mau , kau itu kesusahan apa salahnya aku membantumu”

 

 

Aku menatap baekhyun dengan tajam, apa-apaan ini , aku tidak bisa membaca matanya , aku tidak tau dia jujur atau tidak

 

 

“kau taukan semua orang membenciku dikampus , semuanya!! Kita juga jarang bicara, tapi tiba-tiba kau menolongku sebaik ini dan itu membuatku merasa_”

 

 

“jadi kau ingin tau alasanku yang sebenarnya ?”

 

 

Aku terdiam mendengar perkataan dingin baekhyun barusan, nada bicaranya sangat ditekan dan serius, dia juga balik menatapku dengan dingin

 

 

“kau tidak lihat betapa menyedihkannya dirimu itu eoh? Aku juga heran kenapa ibu dan ayahku dulu pernah menitipkan pesan itu padaku , tapi setelah aku tau alasannya aku jadi mengerti dan karna itulah sekarang kau terima saja perlakuan baikku ini , jadi sejujurnya …”

 

 

“aku tidak pernah ingin melakukannya”

 

 

Sungguh menusuk. Jadi semua yang dia lakukan saat ini hanya akting , hanya sebagai perintah dari orangtuanya ? aku sadar sekarang , mana mungkin baekhyun menjadi tiba-tiba baik seperti ini , apalagi padaku , jadi semuanya hanya seperti film yang benar-benar tidak nyata , sungguh memalukan

 

 

“memangnya apa alasan itu ?”

 

 

Baekhyun terdiam sejenak, dia menatap kearah lain dan sepertinya berusaha untuk mencari keberanian untuk mengucapkan jawaban dari pertanyaanku

 

 

“tidak .. ada , tidak ada alas an , hanya saja dulu orangtuamu sangat dekat dengan orangtuaku karna ada urusan bisnis jadi dia menitipkan pesan itu padaku”

 

 

Urusan bisnis dan dekat. Aku bahkan sama sekali tidak tau akan itu, aku bahkan merasa tidak bernah mengenal teman ayah yang bermarga byun . baekhyun tiba-tiba berbalik dan meninggalkan kamarku dengan cepat , dia menutup pintu dengat kuat.

 

“lihatlah.. duniakembali mempermainkanku”

 

 

 

SKIP

 

 

 

 

Baekhyun masuk kedalam kamarnya dengan wajah pucat, dia duduk di atas tempat tidurnya dengan wajah cemas.

 

 

“kenapa aku tadi malah bilang masalah pesan ibu dan ayah , aku hampir saja membongkarnya”

 

 

Baekhyun membuka laci meja yang ada didekatnya dan mengambil selembar kertas lusuh dari dalam sana , baekhyun perlahan membuka kertas itu dan melihat rentetan kalimat diatas kertas itu

 

 

“jika dia tau , dia pasti akan membenciku seumur hidup”

 

 

jagalah anak dari tuan Hwang , karna ayah dan ibu sangat merasa bersalah karna kamilah yang telah menyebabkan kematian mereka’

 

 

 

TBC

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FACEBOOK] NEVER LET YOU GO (CHAPTER 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s