[EXOFFI FACEBOOK] Lu Han, Jangan Pergi

10429334_703499136434140_6872885161965798436_n

Lu Han, Jangan pergi.

 

 

–Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salamperpisahan panjang-

B.J Habibie to Ainun

 

 

 

Lu Han, Jangan Pergi by Badratun Navis

Sore yang mendung untuk sekolah ternama Barbedose. Ji Eun masih tetapdengan mantel bulunya diujung Koridor Sebelas. Matanya bergerak cemasmencari-cari sosok yang dinantinya sedari tadi.

Ia belum muncul. Ji Eun tidak tau apakah pemuda ituabsen lagi hari ini atau tidak.

 

Semilir angin dipenghujung Oktober menerbangkan beberapa helai anakrambutnya. Jam tangan nya sudah menunjukkan pukul Enam Petang. Pertanda sudahdua jam lebih Ji Eun menunggu sementara pelajar yang lain  sudah pulang.Sebenarnya Ji Eun pun tidak ingin menghabiskan waktunya dengan menunggu sepertiini. Tapi, semalam. Ji Eun mendapatkan pesan singkat dengan isi yang begitumenuntutnya untuk menunggu dikoridor Sebelas. Ji Eun merasa bahwa ia telahditipu oleh Lu Han.

Ia benar-benar jengkel.

 

“ Lama menunggu? ” Ia menoleh kearah tangga disebrang.Itu Lu Han dengan senyum nya yang begitu menjengkelkan. Seperti bayi takberdosa dengan membuatnya menunggu berjam-jam mengacukan alasan; hal pentingyang ingin ia sampaikan.

 

“ Kau tidak bermaksud membunuhku dengan caramenunggumu disini ‘kan? ” Lu Han tertawa kecil, ia lalu melilitkan syal dileherJi Eun, sontak gadis itu tertegun untuk beberapa detik kemudian.

 

“ Langit Gangnam mendung, mungkin sebentar lagi akanturun hujan. Mari pulang. ”

Setelah Ji Eun tertegun dengan perbuatan Lu Han yangbegitu manis, ia kembali kesal dengan perkataan Lu Han. Pulang? Mari pulang?.

 

Oh, ayolah. Ia sudah menunggu hampir dua jam untukmenunggu Lu Han dan hanya untuk mendengar ajakan Pulang?

Lu Han menarik lengan Ji Eun ketika dirasa gadis ituterlalu lama terdiam.

 

“ Kau mempermainkan ku, ya? ” Ji Eun melepas kasartangan nya dari tangan Lu Han. Ia mendelik tidak suka dengan tindakan Lu Hanyang semena-mena. Semalam, Ji Eun bangun terlalu larut demi membalas pesan yangtidak penting dengan isi pesan yang begitu menuntutnya. Sekarang, ia sudahmenuruti tuntutan Lu Han.  Lalu apa ini artinya?.

Jika Ji Eun mau, ia juga bisa pulang dengan sendiritanpa ajakan Lu Han. Ia hanya tidak habis pikir jika Lu Han begitu menyebalkan.

 

“ Tentu, kita harus pulang. Mengingat hari sudahsemakin gelap dan juga sebentar lagi akan Hujan. ” Lu Han menadahkan tangannya, lalu menggesek ibu jarinya dengan telunjuk ketika gerimis membahasi keduajemari tersebut.

 

“ Kalau begitu, aku pulang sendiri saja. ” Ji Eunmemukul bahu Lu Han dengan segala kekesalannya. Jika Lu Han ingin ia pulang,maka Ji Eun akan pulang tanpa perlu ajakan dari Lu Han.

Ia benar-benar menyesal telah menyita waktu nya hanyauntuk hal konyol ini.

 

Lu Han menunduk dalam saat Ji Eun melepas genggamantangan nya. Itu seperti refleksi saat ditinggalkan di dalam sebuah drama. Iamengepal tangan nya lalu menatap Ji Eun yang teelah menuruni tangga Koridor.Sejenak Lu Han memantapkan hatinya.

 

“ Ji Eun! ”

Lu Han berlari mengejar Ji Eun yang sudah sampai dipintu gerbang sekolah. Gadis itu berhenti mendengar Lu Han yang terus-terusan memanggil namanya.

 

“ Apa lagi?. ” Tanya Ji Eun kesal.

 

“ Besok, sehabis pulang sekolah tunggu aku di kedaisebrang, ada yang ingin aku katakan. ”

Gadis itu tersenyum miring. Tunggu? Menunggu maksudnya?.

 

“ Menunggumu dengan tampang seperti orang idiot, lagi?” Lu Han meringis, ia lalu mendekati Ji Eun.

 

“ Oh, ayolah. Aku tau kau ini pandai menggaet seorangwanita. Tapi, tidak seperti ini caranya. ”

 

“ Aku hanya tidak ingin kau kemalaman jika belumpulang. ” Lu Han berkeras bahwa apa yang dikatakan Ji Eun sebenarnya bukanbegitu.

 

“ Jika kau tidak ingin, mengapa kau menyuruhku untukmenunggumu? ” Emosi Ji Eun sudah mencapai puncak. Hanya butuh satu hentakkandan Lu Han mungkin akan menyesal atas apa yang telah diperbuatnya.

 

“ Ji … Mengertilah. ”

 

“ Mengerti tentang apa, bodoh? ”

 

 

 

“ Aku menyukai mu, kau harus tau itu. ” Lu Han tidakmenyangka ia akan mengatakan hal ini begitu cepat. Setidaknya Lu Han pikirsetelah kencan besok ia akan menyatakan nya dibawah ledakan kembang api agarterlihat lebih romantis. Tapi, ia takut Ji Eun marah dan tidak  inginmenemuinya besok.

 

 

“ Lu –aku, a –ku tidak mengerti. K –kau, ” Ji Eunbenar-benar kaget. Pikiran nya melampau entah kemana, ia tidak tau harus apa. Senangkah? Kesal kah? Atau jangan-jangan ini sebagaian taktik dari Lu Han agardirinya besok mau menemui pria itu dikedai sebrang.

 

“ Iya, aku menyukai mu. Dan aku harap kau mau menjadikekasihku. ” Lu Han mengecup pipi kanan Ji Eun, sehingga gadis itu bersemu. Iniadalah hari terkonyol yang pernah Ji Eun lalui.

 

Lu Han si badboy menyatakan cintanya pada Ji Eun? Iatidak habis bagaimana ekspresi para penggila pria angkuh ini jika berita konyoltersebut menyebar. Dan juga Ji Eun tidak ingin ambil bagian dari tarikan rambutdan sorakan yang menghina dirinya.

 

Kau ini jelak, tidak pantas untuk Lu Han,

 

Ji Eun sadar ia jelek, tentu saja. Ji Eun mungkintidak masuk dalam kriteria gadis yang Lu Han sukai.

 

Kau ini kan bodoh. Lu Han mana mau sama gadis bodohseperti mu,

 

Oh, tanpa kau pertegas pun Ji Eun sudah tau bahwaotaknya tak lebih lamban dari seekor siput. IQ nya tidak lebih tinggi darianak  SD kelas enam. Tapi, setidaknya Ji Eun bangga telah sampai kesekolahfavorite nya ini dengan nilai yang lumanyan mencengangkan. Ya, ia masuk dengandaftar pelajar paling akhir yang lulus di Barbedose. Ji Eun bangga akan halitu.

 

Hey! Lu Han itu tidak pantas untuk mu, sadarlah.

 

Iya, iya. Ji Eun memang sangat –sangat sadar. Lu Hanitu tampan, ia kaya raya, tinggi dan banyak digandrungi wanita. Ji Eun pahambetul akan hal itu.

Oh, Tuhan. Ji Eun hanya ingin cepat-cepat hengkangdari sekolah ini dengan masuk ke Universitas yang ia targetkan. Bukan menjadibulan-bulan para penggila Lu Han.

 

“ Baiklah, aku akan jadi kekasihmu. ” diantara segalaketidakmungkinan yang Ji Eun pikirkan. Ia telah memilih tindakan yangmenurutnya itu begitu merugikan. Dan Ji Eun sadar bahwa ia begitu munafik dariapa yang telah di ketahui bahwa kurang lebih dari beberapa jam lagi, berita inimungkin akan menjadi Trending Topic disekolah. Tentu saja, mana mungkin sihLu Han pacaran dengan gadis cupu seperti Ji Eun? .

Lu Han terlihat senang dengan jawaban yang Ji Eunutarakan. Ia lalu memeluk gadis itu erat.

 

“ Maaf ya, sudah membuat kau menunggu terlalu lama.Ada suatu urusan penting yang harus kutuntaskan. ” Ji Eun tersenyum geli, iabagaikan seorang Putri yang sedang di istimewakan Pangeran. Setidaknya untuksaat ini emosi Ji Eun tersulut dengan pernyataan Lu Han yang sudah lamadinantinya.

 

“ Aku antar kau pulang ya? ”

Lihatlah, Ji Eun bagaikan si putri malu hanya bisamenggangguk malu-malu atas ajakan Lu Han.

Lu Han melepaskan pelukan nya. Ia lalu kembali menciumkening Ji Eun dalam.

 

“ Kau tunggu disini ya, aku ambil motor ku dulu. ” JiEun kembali mengangguk malu –malu. Kemana hilang nya gadis tomboy yang menyukaiseni bela diri Anggar? .

 

 

***

 

“ Sudah sampai, ” Lu Han memberhentikan motornyadidepan rumah Ji Eun. Rasanya baru sedetik yang lalu Ji Eun memeluk eratpinggang Lu Han. Ini bagaikan kisah didalam drama yang sering Ji Eun tonton.Dimana sigadis memeluk erat pinggang sang pria, lalu sang pria mengenggamseraya mengelus tangan sigadis yang memeluknya.

 

“ Kau tidak ingin turun ya? Baiklah kalau begitubagaimana kau pulang kerumah ku saja. ” Lu Han menunjukkan senyum jahilnya, dansontak Ji Eun langsung turun dari motor Lu Han.

 

“ Dasar mesum. ” Ledek Ji Eun.

 

“ Apanya yang mesum? Aku hanya ingin mengajakmukerumah ku ‘kok. ” Lu Han membela dirinya dari ledekan Ji Eun dan itu justrumembuat Ji Eun memutar bola matanya kesal. “ Ya sudah, aku masuk dulu. Kauhati-hati ya dijalan jangan ngebut –ngebut. ” Ji Eun melambaikan tangannya pada Lu Han. Ia lalu membuka kunci pagar rumahnya.

 

“ Ji Eun, ” Ji Eun terkejut, mengapa Lu Han kembalimemanggilnya?. Segala pemikiran tentang drama kembali menghantui Ji Eun.

 

“ Kau melupakan sesuatu. ” Lu Han tersenyum manis, ialalu turun dari motornya dan menghampiri Ji Eun.

 

Pipi gembul Ji Eun bersemu, ini adalah adegan dimanapria akan berkata bahwa sigadis melupakan sesuatu dan apa yang dilupakan nyaitu adalah sebuah ciuman selamat malam. Ji Eun hanya tidak siap untuk melepasciuman pertamanya. Ji Eun mulai menutup mata ketika Lu Han mulai mendekatiwajahnya.  “ Kenapa kau menutup matamu? Aku hanya ingin mengambil Helm ku.”  Lu Han tertawa geli melihat tingkah Ji Eun. Ia tau gadisnya itu mungkinsaja akan mengira bahwa ia akan mencuri ciuman nya. Padahal Lu Han hanyabermaksud mengambil Helm nya. Itu adalah Helm terlangka edisi dua dengan segalaperjuangan saat Lu Han membelinya. Tidak mungkin ‘kan Lu Han meninggalkan nyauntuk Ji Eun. Itu berarti membuang uang jajan nya selama sebulan pada gadiskasar seperti Ji Eun.

 

 

“ Kau pikir aku akan mencium mu ya? ” Lu Han kembalimenggoda Ji Eun, itu membuat Ji Eun berang.

 

“ Kau jangan terlalu percaya diri, aku hanya menutupmata –ku, eh –Lu… ”

 

Belum sempat Ji Eun melanjutkan perkataan nya.Bibirnya telah dibungkam oleh bibir Lu Han yang terus bergerak liar. Tangan LuHan sedang asyik membuka pengait Helm yang dipakai Ji Eun, ia memperlama ciumanitu sehingga Ji Eun tak kuasa menahan perut nya yang seperti digelitiki ratusankupu-kupu.  “ Selesai, kau manis sekali sayang. ” Lu Hanmengerlingkan matanya, lalu kembali menaiki motor. Ji Eun masih tetap disana,diam dengan segala pemikiran nya.

 

“ Sudah masuk sana, aku akan menelpon mu nanti.Selamat malam sayang. ”

 

Seperti kehilangan tenaga, tubuh Ji Eun melemah. Iatelah kehilangan ciuman pertama nya yang telah diambil oleh Lu Han sang pacaryang belum genap sehari. Tapi, Ji Eun senang. Setidaknya ciuman pertama nya itudiambil alih oleh Lu Han –pria yang disukainya.

 

 

***

 

 

 

Udara malam Gangnam begitu dingin menusuk hingga ketulang. Ji Eunmenunggu dibalkon kamarnya. Menunggu Lu Han yang –katanya akan menelpon Ji Eun.Mereka baru resmi berpacaran beberapa jam yang lalu. Dan bahkan Ji Eun masihingat ciuman pertamanya tadi. Begitu agresif dan juga manis.

Ia tidak habis pikir jika pertemuan yang seringdiiringi pertengkaran mereka akan berakhir seperti ini. Ji Eun masih ingatketika pertama kali bertemu dengan Lu Han adalah dihari Black Day, haridimana para jomblo merayakan ‘kesendirian’ nya.

 

 

Pada saat itu, Ji Eun yang berkerja sebagai kasirrumah makan dengan cita rasa Jjangmyeong yang khas dibuat kesal denganpelanggan yang komplain bahwa Jjangmyeong rumah makan milik Ji Eun berkerjarasanya basi. Tentu saja Ji Eun kesal, berhubung hari itu Chef yangbiasa memasak didapur  sedang keluar sebentar dan terpaksa Ji Eun yangmemasak Jjangmyeong. Itu adalah hinaan telak dari masakan pertama yangdibuatnya. Dan lebih parahnya lagi dia adalah Lu Han si badboy yang sangatterkenal di sekolah nya itu. Bagaimana tidak, cara yang Lu Han lakukanbenar-benar tidak sopan. Ia menuangkan  mie saus hitam itu tepat diseragamkerja yang Ji Eun pakai didepan para pelanggan nya. Rasa malu Ji Eun benar-benartidak dapat dibendung.

“ Jika kau merasa Jjangmyeong kedai kami tidak enak,kenapa kau makan disini?, ”

Lu Han menyunggingkan senyum sinisnya.

 

“ dan jika kau merasa Jjangmyeong mu tidak layakdikonsumsi mengapa tetap kau buka usaha menjijikan ini? ” dan padasaat itu Ji Eun bersumpah bahwa ia tidak akan memaafkan pria yang bahkan tidakmemiliki tata krama seperti Lu Han.

Satu lagi yang menurut Ji Eun janggal. Lu Han terkenalsebagai seorang pria yang suka gonta-ganti pasangan. Tapi, kenapa ikut sertamerayakan hari jomblo?.

 

“ Tapi, masuk akal juga sih, mungkin saja hari itu iasedang ingin makan Jjangmyeong. ” Bukan nya malah kesal, Ji Eun justru ikutmembela Lu Han.

 

“ Hey! Kulihat kau tersenyum terus sedari tadi. ” ItuEun Soo kakak perempuan Ji Eun, ia memandang adik nya bingung.

 

“ Aku baru jadian. ”

 

“ Dengan siapa? ” Eun Soo buru-buru menghampiri JiEun, ia ingin tau siapa gerangan yang membuat adiknya seceria ini.

 

“ Lu Han. ” Jawab Ji Eun malu.

Eun Soo membulatkan matanya, tentu saja. Siapa lagikalau bukan Lu Han, si ganteng yan gemari para gadis disekolah adiknya itu.

“ Kau yakin? ”

 

“ Maksudmu?. ” Eun Soo terdiam melihat adiknya yangbegitu ceria. Ia tidak tega untuk mengatakan nya. Maksud –nya Ji Eun dan Lu Hankira-kira dua minggu –seperti yang diceritakan Ji Eun padanya. Akan sangat anehjika mendengar bahwa Ji Eun suda resmi menjadi kekasih Lu Han dengan secepatini. Oh, iya hanya tidak ingin mengacaukan suasana hati adiknya.

 

“ Tidak ada, yasudah aku balik dulu ya. ” Ji Eunmengangguk melihat kakaknya yang menghilang dari balik pintu kamarnya. Ji Euntidak ingin ambil pusing dari pertanyaan kakaknya itu. Ia begitu gembira hariini, tidak hal yang jauh lebih penting dari statusnya yang menjadi kekasih LuHan.

 

Ji Eun tertawa saat mengingat pertemuan mereka yangkedua kalinya. Itu adalah saat dimana Lu Han sedang bermain basket, mungkinkarna memang naas, bola basket yang seharusnya dimasukkan kedalam ring malahmenghantam kepala Ji Eun sehingga gadis itu pingsan.

 

Saat pingsan ternyata Lu Han membawa nya ke UKS, iapikir dirinya akan ditelantarkan begitu saja dan dijadikan bahan lelucon. Tapi,ternyata iblis seperti Lu Han juga mau menolongnya dan meminta maaf ataskesalahan nya di kedai Jjangmyeong dan juga saat bola basket itu menghantam JiEun. Mulai saat itulah dirinya dan Lu Han akrab, bahkan Lu Han tidak terlihatseperti badboy lagi setelah berteman dengan Ji Eun. Mereka sering menghabiskanwaktu bersama diperpustakaan untuk membicarakan hal-hal konyol yang pernahmereka alami. Dan pada hari ini pun mereka resmi jadian.

Ji Eun tersentak, ponselnya berbunyi. Tertera nama LuHan disana.

 

“ Hai, sayang. ” sapa Lu Han dengan tawa kecildisebarang.

“ Jangan sok manis deh . ”

“ Besok, jangan lupa temui aku dikedai sebrang.

Kita akan melakukan kencan yang pertama. ”

 

Ji Eun tertegun, jadi ini maksud Lu Han? Ia tidakmenyangka bahwa Lu Han akan mengajaknya kencan secepat ini.

 

“ Oke, baiklah. ”

 

“ Bagaimana malam mu, sayang? ”

 

Ji Eun masuk kedalam kamarnya, lalu menhempaskantubuhnya keranjang. Ia menghirup sejenak aroma malam lalu menhela nya perlahan.

 

“ Menyenangkan. ”

 

“ Sungguh? ”

 

“ Ya tentu, bagaimana dengan mu, Lu? ” Terdengargumanan tak jelas disebrang.

 

“ Menyenangkan, apalagi ketika tau bahwa kau telahmenjadi milik ku. ”

Ji Euntersenyum malu-malu. Rasanya ingin berteriak saja saat ini –pikirnya.

 

“ Mau kunyanyikan sebuah lagu? ”

 

“ Boleh, ”

 

“ Kau ingin kunyanyikan lagu apa? ”

 

“ Nyanyikan saja lagu yang ingin kau nyanyikan. ”

 

Ji Eunmemilin ujung rambutnya. Mulailah terdengar suara petikkan gitar yangmeramaikan malam gelap.

 

“ Baiklah, lagu ini akan kunyanyikan sespecial mungkinuntiuk mu, Ji. ”

 

Setiap petikan –petikan nada dan suara yangdinyanyikan Lu Han membuat Ji Eun seolah-olah merasa bahwa dirinya lah perempuanpaling beruntung didunia ini. Ia lalu ikut bernyanyi bersama dengan Lu Han,menikmati malam dan menanti akan indahnya hari esok. Ji Eun serasa inginterbang melayang ketika Lu Han menyanyikan setiap bait lagunya nya dengan penuhhayat. Ia hanya terbuai untuk waktu yang lama sehingga Ji Eun sadar bahwa baitterakhir telah dinyanyikan.

 

 

“ Suka lagunya? ”

 

“ Suka, aku benar-benar menyukainya. ”

Ji Eunbenar-benar terbuai atas nyanyian Lu Han yang begitu manis.

 

“ Tentu saja, semua hanya untuk gadisku. ”

 

“ Lu, ”

 

“ Ya, sayang. ”

 

“ Aku mencintaimu. ”

 

 

***

 

 

 

Aroma manis dari Cake membuat mulut Ji Eun memanja.Ini adalah kencan pertama mereka. Cukup sederhana dan manis.

 

“ Tersenyum lah sepuasnya sayang, hari ini hinggahabis petang nanti semua hanya untuk mu. ” Lu Han tersenyum kecut melihat tawaceria Ji Eun. Setidaknya ia harus membuat gadisnya itu senang. Ya, setidaknya

.

“ Kita akan kemana hari ini?. ” Ji Eun mengenggamjemari Lu Han. Begitu hangat dan nyaman.

 

“ Menghabiskan waktu bersama. Ini pasti akan menjadikencan yang begitu menyenangkan. ” Lu Han membetulkan Syal yang Ji Eun pakai.Lalu mengecup bibir gadis itu lembut.

 

“ Mari habiskan hari ini dengan penuh cinta. ”

 

***

 

 

“ Lu Han! Kemari! ”  Ji Eun berteriak ketikamembaca Pamplet dihadapan nya. Lu Han yang sedang membeli Kentang manisberlari kearah Ji Eun.

 

“ Ada apa, sayang?

 

“ Kita tonton  ini ya? ” Lu Han mengikuti arahtelunjuk Ji Eun yang menunjukkan sebuah pertunjukkan Teater dengan bintangternama Byun Baekhyun. Yang Lu Han tau, Ji Eun begitu menggilai Byun Baekhyundan itu membuat Lu Han menggeleng telak.

 

“ Tidak, kau bermaksud membuatku cemburu, ya? ”

 

“ Ayolah Lu Han, ini adalah Teater nya yang terakhir.Kau tau? Ia akan melakukan Fan Service. ”

 

“ Tidak! ” Ji Eun memberengut ketika Lu Han mengatakantidak. Ia lalu menarik-narik lengan Lu han sehingga pria itu pasrah.

 

“ Baiklah. Ingat, jangan terlalu menggilainya. Itutidak baik untuk kesehatan. ”

 

***

 

 

Ji Eun sangat takjub dengan teknik bernyanyi yangBaekhyun miliki, Suasana Teater kembali histeris ketika Baekhyun menari bersamapemeran wanitanya. Begitu membuat Ji Eun cemburu.

 

Oppa, jangan menyentuhnya. ” Lu Hantersentak, Oppa? Belum habis pikir ketika para gadis disamping nyaberteriak-teriak menyebutkan nama Baekhyun sekarang dirinya dibuat kaget ketikaJi Eun berguman dengan menyebutkan Oppa untuk Baekhyun? Oh, Tuhan. Yangbenar saja. Baiklah –baiklah  Lu Han tidak boleh mengacaukan hari kencanmereka. Setidak nya begitu.

 

Pertunjukkan telah berakhir dan sekarang adalah penutupanTeater dengan memberikan Fan Service kepada para fans Baekhyun. Ji Eun berbaristidak berlalu belakang, karena Lu Han dengan sigap menarik nya dibarisan agakdepan. Lu Han tau bahwa gadisnya itu ingin cepat-cepat bertemu pandang denganidolanya. Oh Tuhan, Lu Han bahkan dicurigai sebagai seorang fanboy Baekhyunjika ikut mengantri seperti ini.

 

Akhirnya, antrian Ji Eun telah sampai. Ia tertengumemandang betapa tampan nya seorang Byun Baekhyun.

 

“ Nama mu? ” Tanya Baekhyun dengan lembut.

 

“ Ji Eun –Chagia. Oppa.  ”

 

“ Apa?! ” Lu Han melongo, Chagia? Oppa?Rasanya ingin sekali Lu Han merobek poster Baekhyun yang sedang dipegang olehJi Eun. Ini benar-benar situasi yang rumit.

Baekhyun tertawa ketika melihat Lu Han dengan sigapmelepas tautan tangan Ji Eun ketika bersalaman dengan Baekhyun. Dalam tawanyaBaekhyun berkata “ Semoga hubungan kalian awet ya. ”

 

“ Tentu saja! ” jawab Lu Han angkuh. Ia lalu menariklengan Ji Eun dan membawa nya keluar ruangan Teater. Yang tidak habis pikiradalah saat Fan Service tadi Ji Eun hanya terdiam dan terus menatap wajahBaekhyun, tanpa menghiraukan Lu Han yang terus protes.

 

“ Lu, ”

 

“ Apa?! ” Lu Han benar-benar kesal.

 

“ Aku tidak menyangka Baekhyun mendukung hubungankita. ”

Ji Eun mengalungkan lengan nya keleher Lu Han. Pemudaitu hanya merespon dengan cuek. Itu membuat Ji Eun tertawa geli.

 

“ Kau cemburu ya? ” Lu Han melepaskan lengan Ji Eun.Ia membetulkan letak syal nya.

 

“ Tentu saja tidak. ”

Ji Eun semakin suka menggoda Lu Han, jika ia tidakjujur.

 

“ Ayolah, ” Lu Han tidak tahan dengan godaan Ji Eunyang seakan-akan mengintimidasinya. Ia langsung memeluk Ji Eun dengan segalakecemburuan nya.

 

“ Iya, aku cemburu. Tapi, aku tidak akan merusakkencan pertama kita dengan kecemburuan ku. ” Lu Han tersenyum miris, ia melihatjam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Waktunya pulang tanpa kembali.

 

“ Ayo pulang. ”

 

“ Ayo. ”

 

***

 

 

“ Lu Han, kenapa kita harus kestatiun kereta? Bukannyarumah kita dekat?. ”

Lu Han menundukkan dalam atas pertanyaan Ji Eun yangseakan mengiris hatinya. Ia tidak tau harus menjelaskan darimana.

 

“ Aku harus pulang. ”

 

“ Tentu, kita memang harus pulang. Ayo! ”

 

“ Tidak, kau tidak boleh ikut. Aku akan pulang dantidak kembali. ” Ji Eun tertawa, apa maksudnya? Lelucon macam apa ini. Mata LuHan yang berair menambahkan kesan membingungkan bagi Ji Eun.

 

“ Maksudmu apa, Lu? ” Ji Eun memandang Lu Han tajam,pria itu hanya menunduk dalam dengan segala kesedihan nya.

 

“ Aku harus pulang dan tidak akan kembali, ” Ji Euntertawa, pulang dan tidak akan kembali? Kemarin Lu Han membuat nya denganmenunggu dua jam lebih, lalu dengan gampangnya meminta Ji Eun menjadikekasihnya. Hari ini, mereka menghabiskan kencan pertama mereka dengan gembiradan sangat-sangat menyenangkan. Lalu hal tidak masuk akal apa lagi ini?Maksudnya, Lu Han mempermainkan Ji Eun lagi?.

 

“ Kau masih cemburu ya? Oke baik-baik, aku akanmerobek poster ini dan kau tidak boleh bercanda lagi, ya?. ” Ji Eun hampir sajaakan merobek poster idolanya tapi Lu Han telah menghentikan tangan nya yangbrutal. Ia menahan lengan itu, ia takut. Sangat.

 

“ Aku harus pergi Ji Eun, aku harus pulang ke Cina.Kehidupanku  disana telah menantiku, aku benar-benar minta maaf. ” Ji Eun menamparLu Han, ia seperti telah dicampakkan dengan sangat hina.

 

“ Kau ingat kau sudah mempermainkan ku berapa kali?Lu, ayolah ini benar-beanr tidak masuk akal. ” Lu Han menghapus air mata yangmengaliri di pipi Ji Eun . “ Ji Eun, aku tidak bermaksud menyakitimu, seharunyakemarin aku sudah memberitahumu. Tapi, saat kulihat kau begitu marah, aku tidakbisa Ji, Aku tidak bisa. ”

 

“ Jadi, maksudmu kau memintaku menjadi kekasih hanyaalasan agar kau bisa pergi begitu saja ya?. ” Ji Eun hanya merasa bahwa semuanyaseperti bercampur aduk menajdi satu. Baru saja ia merasakan bahagia ketika bisamemiliki dan mencintai Lu Han. Baru saja ia bahagia ketika Lu Han menyanyikanlagu cinta untuknya. “ Kenapa kau tidak katakan dari awal, setidaknya aku tidakperlu menangisi kepergian mu dengan cara konyol seperti ini. Hubungan kita baruberjalan satu hari, tega kah kau? Lu Han?. ”  Baru saja ia merasa istimewaketika Lu Han menemaniya menonton Teater Baekhyun sang idola tanpa menghiraukankecemburuan nya. Lalu, apalagi ini?. Ji Eun benar-benar tidak mengerti.

 

“ Kemarin, aku membuat mu menunggu lama karena memintaizin kepada sekolah untuk berhenti sekolah, aku juga sudah berpamitan denganteman-teman. Kupikir aku bisa mengatakan padamu bahwa hari ini aku harus pulangke Cina, ” Lu Han menangisi ketidakmampuan nya dalam menghentikan tangisan JiEun.

 

“ Aku hanya tidak sanggup pergi jauh dari mu,meninggalkan semua kenangan. Aku hanya ingin hari ini menjadi hari bahagiaantara kau dan aku.”

 

“ Jika kau tidak sanggup, maka jangan peri Lu,kumohon. ”

 

“ Maafkan aku Ji Eun, aku harus pergi. ”

 

“ Tidak! ” Ji Eun menghentikan lengan Lu Han ketikapemuda itu berbalik menuju kereta.

 

“ Jangan pergi, kumohon. ” Lu han menggeleng, ia tauia salah. Tapi, ia tidak tau harus mengakhiri nya bagaimana. Kalaupun Lu Hanbisa menolak takdir, ia akan menolak. Sungguh. Hatinya tetap hanya untuk JiEun, selamanya akan begitu.

 

“ Maafkan aku Ji Eun, aku harus pergi. ”

 

“ Kita baru berpacaran satu hari, tegakah kaumencampakkan ku seperti ini?. ”

Lu Han melepas genggaman tangan Ji Eun, ia mulai masukkedalam gerbang kereta. Lalu melambaikan tangan nya pada Ji Eun. Itu sepertilambaian perpisahan yang begitu menyakitkan.

 

“ Lu Han! ” Ji Eun mengejar kereta yang mulai melaju,tangisan dipipinya begitu menyakitkan. Isakan pilu diantara malam yang mulailarut membuat gerbang kereta Gangnam terlihat dramatis. Ji Eun hanya tidakmampu menggapai lambaian tangan yang mulai menjauh itu, ia hanya tidak mampuketika kereta yang ditumpungi Lu Han mulai menghilang dibalik trowongan. Ji Eunmemukul dadanya yang sesak. Ia pikir hal-hal yang membuatnya istimewa ituhanyalah sia-sia belaka. Jika Lu Han dengan gampang nya mencampakkan Ji Eunseperti ini.

 

“ Kumohon jangan pergi, Lu. ”

Ji Eun terjatuh dengan segala kesedihan nya.

 

“ Tanpa alasan yang jelas kau pergi dari ku. Beginiyang kau maksud cara mencintaiku, Lu Han? ”

 

 

“ Kau seperti telah merencanakan nya. ” dalam tangismalam itu, Ji Eun berharap bahwa Lu Han akan kembali dan melanjutkan kisahcinta mereka yang hanya satu hari.

 

***

 

 

Ji Eun membuang arah pandang nya keperon sebrang. Begitu sunyi karnapasalnya sudah terlalu malam berpulang dengan kereta. Ia sedang menungguseseorang untuk kembali pulang distatuin itu. Angin malam mengelus lembuttengkuknya. Musim dingin mungkin telah kembali hadir didua tahun yang telahberlalu. Ia mengeratkan syal yang melilt sebagian tubuhnya. Menunggu bukanlahsuatu ritual yang menyenangkan bagi Ji Eun selama duua tahun belakangan ini.

 

Seseorang telah menghilang dibalik statiunpemberhentian itu dua tahun yang lalu. Tanpa pamit, tanpa alasan yang masukakal, tanpa memberitahu untuk pergi, tanpa peduli teriakan yang menyuruhnyauntuk berhenti dan tetap tinggal. Ji Eun masih ingat lambaian tangan nya diujungsiluet kereta. Senyumnya yang terukir sinis, penantian panjang dua tahun yangtak kunjung memberikan nya kebahagiaan. Hadirnya yang terasa semua tidakmembuat Ji Eun menyerah. Ia percaya, kenangan nya akan pulang, memeluk hangattubuhnya sambil berucap

“ Aku pulang, hanya untuk mu. ”

 

Lu Han, aku menantimu disini, pulang lah. Dan janganpernah pergi lagi.

 

 

 

– Because is not the end; i will meet you again-

Lu Han, Please don’t leave me when then morning comes,please don’t just disappear.

Please tell me that you will always be right here.

Lu Han, don’t fly away Lu Han. Don’t fly away mybeautiful butterfly.

Thank for being my love, Wo ai ni –Gege.

 

 

 

KKEUT.

Maaf terlalu memuakkan. Dipersembahkan untuk gege yangpergi entah kemana wk.

Regards,Badratun Navis

 

http://lostpeterpan.wordpress.com

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s