[EXOFFI FACEBOOK] EXO the Series (Chen Story)

1907925_705415532909167_1284984807350648879_n-1

 

EXO the Series (Chen Story)

 

Author: AiYuki

 

Cast: Exo Member

Kim Jong Dae – Choi Hye Kyung

Byun Baek Hyun – Kim Ai Rae

Kim Jong In – Lee Hyun Mi

Oh Se Hun – Shin Dae Yong

Do Kyung Soo – Shin Seul Yong

Park Chan Yeol – Jung Hye Kyo

Kim Min Seok – Park Yong Hwa

Huang Zi Tao – Park Hye Bi

Xi Lu Han – Shin Je Hee

 

 

Genre: Romance (maybe), family life (maybe), friendship (maybe)

 

Length : Series

 

Ini storyku yang kedelapan dan korbannya si pria bebek Jong Dae dan entahlahlah apa ini bisa disebut Jong Dae story atau gak, karena saya sendiri juga bingung. Wakakakakak… Story ini sudah pernah aku publish di note fbku dan ini story lama. Biar gak bingung nih aku kasih link sebelumnya

 

Link Se Hun Story

 

https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-exo-the-series-se-hun-story-aiyuki/620945021356219

 

Link D.O Story

 

https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-exo-the-series-do-story-part-1-aiyuki/640068672777187

https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-exo-the-series-do-story-part-2-aiyuki/640129136104474

 

Link Kai Story

 

https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-exo-the-series-kai-story-aiyuki/645705732213481

 

Link Chan Yeol Story

 

https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-exo-the-series-chan-yeol-story-aiyuki/659286694188718

 

Link Xiu Min Story

 

https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-exo-the-series-xiu-min-story-aiyuki/670433153074072

 

Link Tao Story

 

https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/series-exo-the-series-tao-story-aiyuki/680112595439461

 

Link Lu Han Story

 

https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-exo-the-series-lu-han-story-aiyuki/692595034191217

 

 

***

 

Suara derap langkah kaki terdengar begitu keras di seluruh penjuru lorong Rumah Sakit. Seorang wanita cantik dengan balutan jas putih melangkah menuju salah satu ruangan yang berada di lantai 6. Kemudian dia memasukkan dirinya ke dalam ruangan tersebut untuk memeriksa salah satu pasiennya yang sudah hampir seminggu dirawat di Rumah Sakit.

 

“Good morning Ai Rae.” Je Hee menyapa Ai Rae yang sedang duduk bersandar di atas kasur sambil menonton acara TV

 

Ai Rae menolehkan kepalanya sebentar, tersenyum ke arah Je Hee

 

“Bagaimana keadaanmu, sayang?” Tanya Je Hee

 

“Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja.”

 

Je Hee hanya tertawa ringan mendengar jawaban Ai Rae yang selalu bilang bahwa dia baik-baik saja

 

“Kau tidak memakan sarapanmu?” Je Hee tanpa sengaja melihat nampan makanan yang masih utuh di pinggir kasur Ai Rae

 

“Aku tidak berselera dengan makanan di Rumah Sakit ini. Semuanya terasa hambar. Hoeekkk…” Ai Rae berakting seakan dia ingin muntah jika melihat makanan Rumah Sakit

 

“Bagaimana kau bisa cepat sembuh jika untuk makan saja kau tidak mau.” Yah. Kali ini sifat kedokteran Je Hee mulai keluar

 

“Je Hee-a, tidak bisakah aku memesan spageti?” Ai Rae mencoba merayu Je Hee dengan memasang puppy eyes

 

“Kau mencoba merayuku? Itu tidak akan berhasil Nona Kim.”

 

“YAAKKK!!! Kau pelit sekali?.” Kini Ai Rae memajukan bibirnya pura-pura kalau dia sedang kesal dengan Je Hee

 

“Itu semua demi kesehatanmu, Ai Rae.”

 

Suasana ruangan Ai Rae berubah menjadi ramai karena kedatangan beberapa member Exo yang sedang berlibur dari aktivitasnya dan juga pasangannya kecuali Baek Hyun dan Lu Han yang tidak bisa ikut menjenguk Ai Rae. Je Hee yang melihat Ai Rae sudah tidak sendirian lagi, berpamitan untuk pergi. Tapi sebelum itu dia memberi kabar ke Ai Rae bahwa dia baru bisa keluar dari Rumah Sakit satu minggu lagi karena hasil tes kemarin masih menunjukkan bahwa kondisi jantung Ai Rae masih lemah. Mungkin kondisi fisik Ai Rae normal, akan tetapi kondidi jantungnya masih di bawah rata-rata orang yang sehat.

 

“Yak, kalian datang kesini membawa apa?” Tanya ke Ai Rae ke semua orang yang berada di dalam ruangan

 

Shin Seul Yong langsung mengeluarkan satu kotak makanan dari dalam tas dan langsung menaruh di depan Ai Rae yang sebelumnya sudah dia siapkan meja kecil “Aku membawakan makanan kesukaanmu.”

 

“WAAHHH!!! Spageti.” Mata Ai Rae langsung melebar begitu melihat satu porsi spageti di depan matanya

 

“Karena kau sedang sakit, jadi aku membuatnya tidak terlalu pedas.” Seul Yong menyiapkan garpu untuk Ai Rae dan mempersilahkan Ai Rae untuk segera memakannya sebelum Dokter atau perawat masuk

 

“Terima kasih, Eonni.” Ai Rae langsung melahap spagetinya tanpa menghiraukan orang-orang yang berada di dalam ruangan.

 

Dalam hitungan menit, spageti tersebut langsung habis bersih dimakan oleh Ai Rae. Joon Myeon yang sedari tadi duduk disebelah ranjang Ai Rae langsung mengambil beberapa lembar tisu untuk mengelap sisa-sisa saus yang menempel di pinggir bibir Ai Rae

 

“Kau sudah dewasa tapi cara makanmu seperti anak kecil.” Joon Myeon memegang dagu Ai Rae untuk menghadap kepadanya supaya Joon Myeon bisa membersihkan bibir Ai Rae

 

Ai Rae hanya bisa tersenyum kecil karena masih ada yang memeperhatikan cara makannya, karena akhir-akhir ini dia merasa kurang diperhatikan oleh kekasihnya maupun kakaknya dan tentu saja Ai Rae merasa senang karena Joon Myeon masih ada disampingnya “ Terima kasih.”

 

“Hyung, kau jangan terlalu romantis seperti itu dengan Ai Rae nuna. Bisa-bisa kau nanti jatuh cinta kepadanya.” Ucap Jong Dae dengan sedikit berdecak

 

“Memangnya kenapa? Apakah tidak boleh?” Tanya Joon Myeon ke Jong Dae

 

“HYUUNNGGG!!!.” Teriak Jong Dae dengan nada tingginya

 

Pintu ruangan Ai Rae terbuka dan menampakkan seorang perempuan dengan pakaian perawat Rumah Sakit.

 

“Selamat pagi Nona Kim.” Sapa perawat manis tersebut dengan senyuman dan dia langsung memeriksa kondisi Ai Rae sambil menyiapkan beberapa obat yang harus diminum oleh Ai Rae

 

“Selamat pagi perawat Choi.” Ai Rae membalas senyuman dari perawat Choi

 

“Nona belum memakan sarapannya?” Tanya perawat Choi sambil menunjuk nampan yang ada di samping kasur Ai Rae

 

Ai Rae hanya menggelengkan kepalanya “Aku sedang tidak bernafsu.” Ai Rae sengaja berbohong karena dia sedang malas untuk meminum obat

 

“Bagaimana nona mau minum obat jika tidak makan?”

 

“Suntikan saja ke infusku.”

 

“Baiklah, jika itu keinginan Nona.”

 

Perawat Choi adalah Asisten pribadi dari Dokter Je Hee dan tentu saja dia dikasih kepercayaan oleh Je Hee untuk memeriksa kondisi Ai Rae jika Je Hee sedang sibuk dengan pasien yang lain. Perawat Choi mengeluarkan beberapa peralatan dari dalam laci meja yang tersedia disana. Dia mengeluarkan alat suntikan dan beberapa obat cair untuk disuntikkan kedalam infus Ai Rae. Tidak butuh waktu yang lama, perawat Choi sudah menyelesaikan tugasnya dan langsung membereskan perlengkapannya lalu pergi keluar ruangan Ai Rae.

 

“Nuna siapa nama perawat tadi?” Tanya Jong Dae

 

“Kau tanya saja sendiri.” Jawab Ai Rae dengan acuh

 

“Kau pelit sekali nuna.” Jong Dae memajukan bibirnya seakan dia sedang kesal dengan Ai Rae

 

“Yak, Jong Dae, jika kau berakting seperti itu kau terlihat seperti bebek ungumu itu. Hahaha…” Ai Rae tertawa keras melihat ekspresi Jong Dae yang seperti bebek

 

“Aku keluar.” Jong Dae keluar ruangan karena kesal dengan Ai Rae yang terus tertawa tanpa berhenti ditambah lagi dengan member Exo yang juga ikut tertawa bahagia.

 

Kim Jong Dae atau yang sering dipanggil Chen memutuskan untuk pergi ke cafetaria yang berada dilantai 1 Rumah Sakit. Dia hendak membeli minuman untuk menghilangkan dahaganya, akan tetapi karena sedang jam makan siang Cafetaria Rumah Sakit terlihat sangat ramai. Alhasil dia memutuskan untuk membeli minuman langsung dari mesin minuman. Akan tetapi, hari ini sepertinya hari sial bagi Jong Dae, minuman yang sudah dia pilih di mesin tersebut tidak mau keluar. Jong Dae terlihat kesal dan sedikit menendang mesin minuman tersebut

 

“ARGGHHH!!! Kenapa hari ini aku sial sekali.” Jong Dae mengerang frustasi pada mesin minuman yang berada di depannya dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Taman Rumah Sakit untuk menghilangkan stresnya sejenak

 

***

 

Terik matahari begitu menyengat dan bisa saja langsung membakar kulit jika terlalu lama berada di luar. Kim Jong Dae masih menikmati duduk santainya di atas rumput hijau, di bawah pohon yang sedikit rindang dan bisa untuk berteduh menghalangi terik matahari. Entah ini kenyataan atau halusinasi Jong Dae yang memang sedang haus, dia melihat sekaleng minuman dingin yang bergoyang-goyang di depan matanya.

 

“Untukmu.” Seorang gadis manis menawarkan Jong Dae minuman dingin secara gratis dan langsung mendudukkan dirinya di samping Jong Dae tanpa meminta izin kepada Jong Dae dahulu

 

Jong Dae masih terdiam menatap gadis manis yang berada di sebelahnya. Jong Dae mengerjapkan matanya berkali-kali hingga kesadarannya pulih kembali “Terima kasih.”

 

Gadis itu tersenyum untuk membalas ucapan terima kasih Jong Dae

 

Jong Dae berdeham kecil sebelum akhirnya dia memutuskan untuk bertanya ke gadis tersebut “Dari mana kau tahu kalau aku sedang sangat haus?”

 

“Tadi aku tidak sengaja melihatmu di Cafetaria, tapi ekspresimu seperti sedang kesal karena mesin minuman di Cafetaria itu tidak mengeluarkan minumannya dengan benar.”

 

“Lalu kau mengikuti kesini.”

 

Gadis itu menganggukkan kepalanya sambil berdeham menandakan bahwa itu benar. Sungguh melihat ekspresinya yang seperti ini sangat imut dan manis, Jong Dae sampai-sampai tidak mengedipkan kedua matanya karena begitu takjub melihat gadis yang berada di sebelahnya

 

“Bukankah kau perawat Ai Rae nuna?” Tanya Jong Dae yang sedari tadi begitu penasaran

 

“Dari mana kau tahu?”

 

“Aku pernah melihatmu di ruangan Ai Rae nuna. Boleh aku tahu siapa namamu?”

 

“Hye Kyung. Choi Hye Kyung.” Jawab Hye Kyung memperkenalkan diri

 

“Aku..” Ucapan Jong Dae langsung berhenti karena Hye Kyung langsung memotong ucapan Jong Dae

 

“Kau Chen kan? Benar?”

 

“Dari mana kau tahu?” Jong Dae merasa takjub karena ada yang mengenalinya

 

“Rahasia. Karena sebelumnya kita pernah bertemu secara tidak sengaja.” Hye Kyung tersenyum kepada Jong Dae

 

Jong Dae memicingkan matanya, dia mencoba untuk mengingat-ingat apakah dia pernah bertemu dengan Hye Kyung sebelumnya atau belum. Jong Dae begitu berusaha untuk mengingatnya akan tetapi hasilnya nihil, dia tidak bisa mengingat apa-apa “Hye Kyung-a, benarkah kita pernah bertemu sebelumnya?”

 

Hye Kyung menganggukkan kepalanya dengan mantap dan dia pun berdiri dari duduknya, menepuk sedikit bokonhnya yang sedikit berdebu kena tanah “Kau tentu tidak mengingatnya karena kau tidak melihatku saat itu. Akan tetapi, saat aku melihat dirimu waktu itu aku merasakan ada sesuatu yang berbeda di dalam sini.” Hye Kyung memegang dada sebelah kirinya dan dia langsung pergi meninggalkan Jong Dae yang masih duduk terdiam.

 

***

 

Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu Jong Dae semakin rajin pergi ke Rumah Sakit dimana Ai Rae sedang dirawat. Dia beralasan ingin menjenguk Ai Rae setiap ditanya oleh manager dan member Exo yang lain, akan tetapi sebenarnya dia ingin menemui Hye Kyung, karena Jong Dae begitu penasaran dengan pernyataan Hye Kyung tempo hari.

 

Sreekkk… Suara pintu terbuka dan menampakkan sosok seorang pria yang tersenyum kaku ke arah Ai Rae “Hai nuna.” Sapa Jong Dae

 

Ai Rae sedikit heran dengan kedatangan Jong Dae yang tiba-tiba “Kau sendirian lagi?”

 

Jong Dae hanya menyengir seperti kuda “Memangnya aku mau siapa lagi kesini?”

 

“Kau bisa saja bersama dengan member Exo M.”

 

“Ah, mereka sibuk dengan pasangannya.”

 

“Kenapa kau jadi sering datang kesini?”

 

“Kenapa? Apa aku tidak boleh menjenguk kekasih dari sahabatku?”

 

“Terserah kau sajalah.” Ai Rae sudah malas menanggapi ocehan-ocehan dari Jong Dae, Ai Rae lebih memilih untuk menonton TV dari pada harus berdebat dengan Jong Dae

 

“Nuna, perawat Choi sudah memeriksamu belum?”

 

Ai Rae berdecak kesal “Ternyata niatmu datang kesini itu untuk menemui Hye Kyung? Bukan diriku? Kau adik yang jahat.”

 

“Yak nuna, aku ingin menemui juga tetapi menemui Hye Kyung yang lebih penting.”

 

Hye Kyung melirik kearah ajam yang berada di dinding “Sebentar lagi dia akan datang.”

 

Ucapan Ai Rae benar, tanpa menunggu lama Hye Kyung masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa Ai Rae. Ai Rae langsung memanggil Hye Kyung dan mengarahkan pandangannya ke arah Jong Dae yang sedang duduk diatas sofa. Hye Kyung mengikuti arah pandang Ai Rae dan akhirnya dia menemukan sosok Jong dae yang kini menatapnya. Hye Kyung hanya tersenyum menyapa dan dia langsung menyibukkan diri memeriksa Ai Rae

 

“Hye Kyung-a, urus dulu urusanmu dengan Jong Dae. Kau bisa memeriksaku nanti setelah urusanmu selesai.” Ai Rae menyuruh Hye Kyung untuk pergi dengan Jong Dae untuk menyelesaikan masalahnya

 

“Nanti saja nona, saya harus menyelesaikan pekerjaan saya dahulu. Kalau tidak saya akan tidak dipercaya lagi oleh Dokter Shin.”

 

“Masalah Je Hee kau tenang saja, itu biar aku urus. Kau cepatlah pergi dengan Jong Dae. Hei brother cepat bawa dia.” Ai Rae menyuruh Jong Dae untuk segera membawa Hye Kyung pergi ke luar.

 

***

 

Kini Jong Dae dan Hye Kyung sudah berada di Viva Polo untuk makan siang. Jong Dae sengaja memilih Viva Polo untuk menghindari dari kerumunan fans. Setelah selesai memilih makanan yang akan dipesan, merekakembali terdiam menunggu makanan. Karena meras bosan, Jong Dae akhirnya mengeluarkan suaranya

 

“Hye Kyung-a.” Kata pertama yang keluar dari mulut Jong Dae

 

Hye Kyung diam menatap Jong Dae

 

Jong Dae menghembuskan nafasnya perlahan dan mengambil nafas lagi “Jujur kepadaku, dimana kita pernah bertemu dan apa maksud ucapanmu tempo hari itu?” Jong Dae menegeluarkan suaranya dengan sangat lancar

 

“Kenapa kau sangat penasaran?” Hye Kyung berbalik tanya

 

“Karena aku…” Jong Dae menghentikannya sebentar lalu dia melanjutkan kembali “Cepat beritahu, kau mau membuatku mati penasaran, eoh?”

 

“Baiklah baiklah.”

 

Flashback on

 

Hari ini Choi Hye Kyung pulang lebih awal karena ingin bertemu dengan Ayahnya yang sudah lama tidak dia temui karena Hye Kyung sibuk dengan pekerjaan sebagai perawat di Rumah Sakit, tentu saja Hye Kyung menghabiskan semua waktunya di Rumah Sakit. Hye Kyung berniat ingin memberikan kejutan untuk Ayahnya dengan cara dia mendatangi tempat kerja Ayahnya.

 

Hye Kyung sedikit heran karena suasana Hotel tempat ayahnya bekerja begitu sepi. Dia pun akhirnya bertanya ke salah satu pegawai yang kebetulan sedang lewat dengan membawa sebuket bunga mawar “Apakah Hotel sedang ada acara?”

 

“Nona Choi? Iya. Hotel sedang di booking oleh Nona Kim untuk private party.” Jawab pegawai Hotel itu dengan sopan

 

“Private party? Kim Ai Rae?” Tanya Hye Kyung kembali

 

“Iya Nona.”

 

“Apakah ayahku ada di ruangannya?”

 

“Direktur Choi ada di ruangannya Nona.”

 

“Baiklah, terima kasih. Silahkan lanjutkan pekerjaanmu.” Hye Kyung pun melangkahkan kakinya menuju ruangan Ayahnya.

 

Tanpa terasa langit sudah berubah menjadi gelap. Hye Kyung memutuskan untuk berpamitan dengan Ayahnya karena besok dia harus masuk pagi. Setelah berpamitan dengan Ayahnya, Hye Kyung langsung berjalan meninggalkan Hotel. Akan tetapi sebelum itu, Hye Kyung sempat melihat keramaian di sekitar kolam renang. Hye Kyung begitu penasaran sebenarnya Ai Rae mengadakan private party untuk siapa.

 

Hye Kyung menajamkan penglihatannya. Sekilas dia melihat sosok Ai Rae bersama seorang pria yang sepertinya dia pernah lihat sebelumnya. Hye Kyung melihat orang-orang yang berada di sekitar kolam renang satu persatu. Hye Kyung membulatkan matanya dengan sempurna begitu melihat Chen yang merupakan biasnya di Exo

 

Hye Kyung merupakan seorang ExoL, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa gadis tersebut selalu mengikuti semua kegiatan Exo terkecuali Ai Rae. Disela-sela kesibukannya sebagai perawat, dia juga bisa menyempatkan diri untuk mengikuti kemanapun Jong Dae pergi. Bukankah itu namanya sasaeng fans? Tidak. Hye Kyung hanya melakukan di waktu senggangnya saja, jadi itu bukanlah sasaeng fans. Hye Kyung juga selalu memberikan hadiah untuk Jong Dae dan hadiah yang selalu Jong Dae bawa kemanapun dia beraktivitas adalah bebek ungu dari Hye Kyung. Dan saat ini sepertinya dewi fortuna sedang berada di pihaknya, karena secara tidak sengaja dia bisa melihat Jong Dae secara langsung dan sangat dekat.

 

“Bukankah itu Chen? Berarti private party ini untuk Exo? Ai Rae kenal dekat dengan Exo?” Hye kyung terus berbicara sendiri, dan tanpa dia sadari Ai Rae dan Baek Hyun berjalan kearah dimana Hye Kyung sedang mengintip dari kejauhan

 

“Hye Kyung?” Sapa Ai Rae terkejut melihat Hye Kyung yang diam-diam mengintip

 

Hye Kyung terlonjak kaget begitu melihat Ai Rae dan Baek Hyun sudah ada di depan matanya “Nona Kim.”

 

“Kau sedang apa disini?”

 

“Aku habis bertemu dengan Ayahku dan secara tidak sengaja aku lewat sini lalu melihat keramaian disekitar kolam renang.”

 

“Ouh. Aku sedang mengadakan private party untuk kekasihku ini.” Ucap Ai Rae sambil sedikit manja dengan kekasihnya

 

“Kekasihmu? Baek Hyun?” Hye Kyung sangat tidak percaya dengan ucapan Ai Rae

 

“Kau tidak percaya?”

 

“Aku percaya aku percaya.”

 

“Baiklah aku tinggal dulu karena aku mau merayakan next party dengan kekasihku ini. Bye bye Hye Kyung.” Ai Rae dan Baek Hyun akhirnya meninggalkan Hye Kyung sendirian lagi

 

“Ai Rae sungguh hebat bisa mendapatkan biasnya sendiri. Apakah aku juga bisa mendapatkan Chen biasku?” Hye Kyung kembali menatap kearah Jong Dae yang asik bercanda dengan member Exo yang lain.

 

Flashback off

 

Jong Dae membulatkan matanya tidak percaya karena selama ini Hye Kyung adalah fansnya. Jong Dae merasa sedikit bahagia karena bisa mendapatkan fans yang begitu manis, imut dan tentu saja Jong Dae mencintainya. Cinta? Yah, mungkin ini terdengar sedikit basi karena jujur Jong Dae langsung merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Lucu bukan?

 

Hye Kyung yang selama ini begitu periang langsung menjadi pendiam bahkan dia hanya menundukkan kepalanya menahan malu serta menyembunyikan wajahnya yang sudah merah sehabis bercerita kepada Jong Dae

 

“Hye Kyung-a.” Panggil Jong Dae

 

Hye Kyung perlahan mengangkat kepalanya dan menatap Jong Dae yang sudah menatapnya secara tajam

 

“Bolehkah aku jujur?”

 

“Apa?”

 

“Aku mencintaimu.”

 

“Ya?” Hye Kyung terkejut mendengar pernyataan cinta dari Jong Dae yang notabane adalah biasnya di Exo

 

Jong Dae menggenggam tangan Hye Kyung dengan erat “ Mungkin ini terdengar begitu cepat dan mendadak. Akan tetapi, aku jujur dengan ucapanku, aku mengucapkan itu dari hatiku.”

 

“Kau serius?”

 

“Aku serius.” Jawab Jong Dae dengan anggukan kepalanya tanpa ragu

 

“Aku juga mencintaimu Chen.”

 

Cinta dari seorang fans adalah sebuah cinta yang tulus dan suci. Mereka mencintai artisnya dengan hati yang jujur dan bersih. Seorang fans yang baik pasti akan selalu mendukung semua keputusan artisnya. Begitu juga dengan percintaan maupun kehidupan pribadi. Mereka para fans tidak akan pernah mengecewakan para artisnya, begitu pun sebaliknya. Maka dari itu cintailah seseorang dengan hati yang jujur, tulus, suci dan bersih. Niscaya akan mendapatkan balasan yang indah juga.

 

***

 

Akhir-akhir ini berita dunia entertainment sedang heboh dengan berita-berita artis yang sedang ngedate, ada yang mau keluar dari group, ada yang mau nikah, bahkan ada yang hamil di luar nikah. Berita-berita tersebut juga menyebar di SM Entertainment, dimana berita Lu Han yang akan keluar dari Exo langsung tersebar di seluruh penjuru gedung SM. Desas-desus berita tersebut semakin terkuak sejak Lu Han mengajukan surat gugatan ke pengadilan.

 

Ai Rae yang sedang berada di Rumah Sakit sama sekali tidak mengetahui berita bahwa Lu Han, kakak tirinya akan keluar dari Exo. Akan tetapi kekasih Lu Han, Je Hee, yang kebetulan adalah teman kecil Ai Rae tentu saja memberitahukan berita ini. Karena diantara mereka berdua tidak pernah ada rahasia sama sekali.

 

“Siapa yang memberitahumu berita seperti itu?” Ai Rae tampak sedikit shock mendengarkan cerita dari Je Hee

 

“Lu Han yang memberitahuku.”

 

“Kenapa? Kenapa dia mau keluar?”

 

“Kau temui dia saja. Sekarang dia sedang berada di dorm Exo untuk membereskan semua barang-barangnya karena hari ini dia mau langsung pulang ke Cina.”

 

Tanpa berfikir panjang lagi Ai Rae langsung pergi meninggalkan Je Hee karena kebetulan hari ini Ai Rae sudah boleh pulang dan tadi dia juga sedang bersiap-siap untuk balik ke rumahnya. Tapi berhubung dia mendapatkan berita seperti itu dia memutuskan untuk segera pergi ke dorm Exo.

 

Je Hee berusaha mengejar Ai Rae yang langsung berlari keluar karena dia tahu jika Ai Rae sedang terburu-buru, dia akan memebawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata, itu akan berakibat fatal jika dibiarkan begitu saja.

 

“Ai-a, aku antar kau ke dorm Exo. Aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu.”

 

Ai Rae hanya bisa pasrah dan langsung masuk ke dalam mobil Je Hee. 3 jam perjalanan berhasil di tempuh oleh Ai Rae dan Je Hee untuk sampai di dorm Exo. Tanpa berfikir lama Ai Rae langsung turun dari mobil dan melesat masuk ke dorm Exo yang kebetulan dia sudah tahu pasword pintu dorm.

 

Suasana di dalam dorm Exo sangat tegang. Semua member Exo duduk bersama di ruang tengah untuk membicarakan masalah Lu Han yang ingin keluar dari Exo. Selain member Exo, disana sudah ada beberapa pasangan memeber Exo yang kebetulan datang untuk menenangkan kekasihnya masing-masing.

 

Ai Rae masih dalam kondisi diam berdiri di depan pintu karena dia mendengar ada yang sudah mengeluarkan suaranya untuk memecahkan keheningan yang terjadi beberapa menit yang lalu.

 

“Hyung, kau yakin dengan pilihanmu ini?” Leader Exo telah mengeluarkan suara pertamanya

 

“Aku yakin sekali dengan pilihanku ini.”

 

“Kenapa tiba-tiba kau mau keluar?” Kini Min Seok mengeluarkan suaranya

 

“Aku sudah memikirkan ini dari dulu. Maaf.” Nada suara Lu Han yang sedikit menyesal karena membuat semuanya menjadi panik

 

“ Dari dulu? Hyung jika kau ada masalah dengan kami, ceritakan kepada kami. Apakah hyung tidak menghormatiku sebagai leader?” Joon Myeon terlihat kesal karena ternyata Lu Han sudah merencanakan ini semua dari dulu

 

“Aku tidak bisa menceritakan ini kepadamu dan aku menghormatimu sebagai leader. Maaf. Tapi sungguh aku lelah dengan semua ini. Aku ingin beristirahat.”

 

Ai Rae perlahan-lahan masuk ke ruang tengah “Xi-ge.” Panggil Ai Rae sambil berjalan menghampiri Lu Han yang sudah siap dengan koper-kopernya

 

Lu Han menolehkan kepalanya ketika mendengar suara Ai Rae “Baby.”

 

“Benarkah itu semua Xi-ge?” Kedua mata Ai Rae sudah berlinang menahan air mata yang sebentar lagi akan keluar

 

Lu Han langsung memeluk Ai Rae dan sedikit mengelus punggung Ai Rae “Maafkan gege. Tapi ini adalah pilihan gege, semoga kau mengerti.”

 

“Jika tidak ada gege disini, lalu aku harus bersama siapa?” Ai Rae tetap berusaha menahan tangisnya

 

“Telpon aku jika kau butuh teman untuk bercerita.” Lu Han melepas pelukannya dan menatap Ai Rae sejenak “Pergilah ke Cina jika kau merindukanku.”

 

Ai Rae pun tersenyum berusaha merelakan kepergian Lu Han meskipun dia masih sedikit berat untuk berpisah dengan kakak tirinya. Tapi ini adalah pilihan Lu Han jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya dengan ikhlas.

 

***

 

Semua sudah kembali seperti biasa semenjak kepergian Lu Han. Mereka kembali beraktivitas kembali sesuai jadwal bahkan beberapa member tetap menyempatkan diri untuk berkencan dengan kekasihnya di sela-sela kegiatan yang padat. Berhubung sekarang tanggal 14 Oktober dan di Korea setiap tanggal segitu adalah perayaan Wine Day, jadi mereka semua berencana mengadakan pesta kecil-kecilan dengan semua member beserta pasangannya

 

Hye Kyung yang kebetulan anak pemilik dari Hotel K, meminta izin kepada ayahnya untuk menyiapkan sebuah kamar hotel di salah satu kamr Hotel yang bertaraf VVIP. Selain itu dia juga menyiapkan beberapa botol wine beserta cemialn-cemilan kecil untuk pestanya nanti.

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Satu persatu kekasih dari member Exo sudah mulai berdatangan. Mereka semua saling mengobrol dengan seru sambil menikmati wine yang sudah tersedia. Ai Rae memilih orange juice untuk minumannya karena dia tidak bisa meminum wine, jika dia minum sedikit saja akan terjadi efek yang sangat membahayakan dirinya. Semua menunggu kedatangan member Exo yang sudah 30 menit berlalu, tapi mereka belum datang juga

 

Setelah 1 jam menunggu, akhirnya member Exo mulai datang bersamaan. Jong In yang melihat Ai Rae ikut datang ke pesta langsung menghampiri kakak sepupunya tersebut

 

“NUNNAAA!!!” Teriak Jong In dari depan pintu kamar Hotel

 

“YAAKKK!!! KkamDong tidak bisakah kau tidak berteriak?” Ai Rae pura-pura kesal dengan kelakuan Jong In, adik sepupunya

 

Jong In langsung duduk di samping Ai Rae “Nunaku yang manis ini, jangan marah-marah dong. Nanti tambah tua loh.” Jong In mencubit gemas kedua pipi Ai Rae

 

Hyun Mi kekasih Jong In yang melihat tingkah laku kekasihnya langsung menghampiri Jong In dan menjewer telinga Jong In dengan keras “YAK, Kai. Kau mengacuhkanku, eoh?” Hyun Mi pun menyeret Jong In untuk menjauhi Ai Rae dan berpindah tempat duduk

 

Jong In meringis kesakitan “Ampun nuna, sakit.”

 

“Tidak akan.”

 

“Nuna lepaskan, sakit, ampun.” Jong In memasang wajah memelas minta ampun ke Hyun Mi

 

Ai Rae hanya tertawa kecil melihat tingkah laku pasangan yang aneh itu “Hyun Mi-a, jewer terus telinganya sampai panjang.”

 

“YAKKK!!! Ai nuna, kenapa kau malah mendukungnya?” Jong In tidak terima

 

Ai Rae hanya mengangkat bahunya santai seolah-olah dia tidak peduli dengan teriakan Jong In. Ai Rae berjalan menghampiri Je Hee yang sedang duduk sendirian di sofa.

 

“Hei, kau tidak bergabung dengan yang lain?” Ai Rae mendudukkan dirinya di sebelah Je Hee

 

“Kau sendiri tidak ikut bergabung?”

 

“Kalau aku tidak perlu ikut bergabung, karena sebentar lagi akan ada yang menghampiriku.”

 

“Siapa?”

 

Tak lama kemudian Joon Myeon sudah berada di sebelah Ai Rae dan bergabung dengan Ai Rae dan Je Hee “ Aku mengganggu kalian? 2 gadis yang sedang kehilangan kekasihnya?”

 

“YAAKKK!!! Siapa yang kehilangan kekasihnya?” Je Hee tidak terima dengan ucapan Joon Myeon

 

“Kau.”

 

“Hei, kekasihku sedang berada di Cina. Kau tahu itu?” Je Hee memukul kepala Joon Myeon dengan keras

 

“Hei Je Hee, ternyata kau masih sama seperti dulu, suka memukul kepala orang.” Joon Myeon mengusap-usap kepalanya yang habis di pukul oleh Je Hee

 

“Kalian berdua tidak bisa berhenti bertengkar?” Ai Rae mengarahkan kepala ke kanan dan ke kiri karena dia berada di tengah-tengah antara Je Hee dan Joon Myeon

 

“Ai-a urus kekasihmu ini.”

 

“YAAKKK!!! Kekasihku bukan dia.” Ai Rae menunjukkan jarinya ke arah Joon Myeon

 

“Bukan? Lalu?”

 

“Kau cari tahu sendiri saja. Joon Myeon-a, ayo kita tinggalkan Je Hee sendirian. Hahaha…” Ai Rae dan Joon Myeon meninggalkan Je Hee sendirian dengan tertawa keras dan berjalan menghampiri Hye Kyung yang sedang bermesraan dengan Jong Dae

 

“Ehem, Yang lagi kasmaran, sampai-sampai para tamunya di lupakan.” Ai Rae sedikit menggoda Hye Kyung yang sedang bersandar dengan dengan Jong Dae di sofa yang lain

 

“Chen-a, bagaimana rasanya mendapatkan kekasih dari seorang fans?” Tanya Joon Myeon

 

“Sangat bahagia hyung, karena mereka mencintai kita dengan tulus.” Ucap Jong Dae sambil mencubit hidung Hye Kyung

 

“Hye Kyung-a selamat ya, ternyata cintamu terbalaskan.” Ucap Ai Rae dengan tersenyum bahagia

 

“Terima kasih Ai-a.” Ucap Hye Kyung

 

Tanpa malu-malu lagi Jong Dae langsung mencium bibir Hye Kyung “Terima kasih karena telah mencintaiku apa adanya.”

 

Ai Rae melirik sebentar kearah tempat tidur dan dia melihat kedua maknae Exo, Se Hun dan Jong In sedang bercanda dengan kekasihnya di atas kasur “Hei kalian berempat sewalah kamar masing-masing.” Teriak Ai Rae

 

Se Hun dan Jong In bukannya mendengarkan teriakan Ai Rae, mereka berempat malah menutupkan diri mereka dengan selimut dengan berteriak “Nuna berisik.”

 

Ai Rae memutuskan untuk duduk di sebelah Yi Xing yang kosong. Yi Xing yang sedang memakan buah menawarkannya kepada Ai Rae. Ai Rae menerima suapan buah dari Yi Xing dan tersenyum manis ke Yi Xing.

 

Tiba-tiba Ai Rae merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya dan merasakan beban berat di pundaknya. Ai Rae menolehkan kepalanya dan ternyata itu adalah Baek Hyun, kekasihnya.

 

“Baek Hyun-a.”

 

Baek Hyun tidak menghiraukan ucapan Ai Rae. Dia semakin mempererat pelukannya dan mencium leher Ai Rae dengan lama memeberikan sensasi sedikit geli sang punya leher. Baek Hyun semakin memperdalam ciumannya, menghirup aroma buah strawberry dari tubuh Ai Rae yang selalu membuat Baek Hyun ingin menciumnya bahkan menjilatnya.

 

“Aku merindukanmu.” Ucap Baek Hyun dengan pelan di telinga Ai Rae

 

Baek Hyun langsung memindahkan kepalanya ke atas paha Ai Rae. Baek Hyun tetap memeluk pinggang Ai Rae dan dia juga sedikit menggerak-gerakkan kepalanya di sekitar perut Ai Rae mencari kenyamanan dari diri Ai Rae yang selama ini Ai Rae selalu berikan kepadanya

 

“Aku lelah biarkan seperti ini.” Ucap Baek Hyun lagi

 

Yi Xing yang berada di sebelah Ai Rae hanya bisa melihat kelakuan Baek Hyun yang seperti anak kecil. Sebenarnya ada rasa sedikit cemburu ketika melihat Baek Hyun begitu mesra dengan Ai Rae, akan tetapi Yi Xing bisa berbuat apa? Karena selama ini Ai Rae masih belum bisa mengingat kejadian masa lalunya di Cina. Kemarin Yi Xing sempat bahagia karena Ai Rae sepertinya mengenal bentuk kalung yang Yi Xing pakai. Yah, kalung yang memiliki arti penting bagi Yi Xing dan kekasihnya dahulu.

 

Ai Rae perlahan-lahan mengangkat tangannya untuk mengusap-usap kepala Baek Hyun yang tidur di atas pangkuannya. Ai Rae  mengusap kepala Baek Hyun dengan perlahan dan penuh kasih sayang. Jujur dia juga merindukan Baek Hyun, tapi hatinya masih begitu sakit dengan semua berita yang tersebar, belum lagi foto-foto yang beredar kemarin ketika konser SM TOWN, dimana Baek Hyun menggandeng tangan –nuna yang namanya tidak boleh disebut-.

 

Diam-diam Baek Hyun tersenyum di dalam kepura-puraan tidurnya. Dia tersenyum karena mendapatkan balasan dari Ai Rae, kekasihnya. Baek Hyun semakin mengeratkan pelukannya yang sempat mengendur dan dia semakin menekan perut Ai Rae dengan kepalanya. Ai Rae hanya bisa meringis menahan geli karena dia sangat tidak tahan jika ada yang menggelikan perutnya.

 

“Baek Hyun-a.”

 

“Byunnie. Panggil aku Byunnie, nuna.”

 

***

 

Next story

 

“Bertunangan?”

 

“Kita akhiri hubungan kita.”

 

“Kita harus berakting jika di depan mereka.”

 

“Aku masih mencintaimu Ai Rae.”

 

TBC

 

HUUAAA!!! meskipun lagi bad mood akhirnya Chen story jadi juga. Entahlah ini bisa disebut Chen story atau bukan karena Chen momentnya sepertinya sedikit sekali. Tapi ini kenapa jadi Ai Rae sama Baek Hyun moment ya?? Saya jadi bingung. Hahaha… Ok ok ok terima kasih buat kalian yang selalu mengikuti Exo the Series… ^^ Ok dh aku tunggu RCL dari kalian saja. Apakah kalian bingung? Chennya sedikit ya? Kurang banyak? Minta sama Chen sendiri aja ya… Buahahaha… Muaaccchhhh….. Jangan panggil aku author, panggil aku ai. Okokok ^^

 

Ps: Jika link di atas tidak bisa di buka coba buka link yang ini https://www.facebook.com/notes/ari-ismudiarti/exo-the-series-chen-story/885311354819960 di link ini ada story-story yang terdahulu

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s