[EXOFFI FACEBOOK] Crazy Girl

sehun-love

 

Tittle : Crazy Girl
Genre : Romance
Lenght : One shoot
Main Cast : Lee Moon Ji, Oh Sehun (Exo)

Author : @nurisehun

Haaaaaiiii saya datang lagi dengan ff seadanya dan cast Sehun pastinya ^^

**

“Saengil chukkae hamnida..saranghaneun Moonji ya..hiks..hiks..saengilchukkae hamnida..” Lirih nya diantara keheningan.

Bosan menunggu sesuatu yang ditunggunya, ia memutuskun untuk rebahan di atastempat tidur. Udara malam yang mulai memasuki musim dingin di Seoul membuatsiapa saja ingin meringkuk seperti yang dilakukan seorang gadis bernama LeeMoon Ji kali ini.

Ting..Tong..Ting..Tong

Sesaat saat Moonji akan memasuki alam mimpinya, ia mendengar bunyi asing yangtak lain adalah bel di rumahnya sendiri.

“Hoam..mungkin itu yang aku tunggu sedari tadi, aish ! Kenapa sangatterlambat !”

Ia memburu ke sumber suara, segeralah membuka pintu utama rumahnya.

Cklek..

“Omona pangeran..” Moonji melihat sosok pria didepannya tanpaberkedip.

BRUUK

Pria itu terjatuh bersama sebuah kotak yang dibawanya isinya merupakan sebuahkue untuk ulang tahun, yang sekarang telah hancur. Ia kaget setengah matidengan sosok didepannya, hingga pingsan.

“Dia itu kenapa?” Ucap Moonji terheran-heran dengan kening berkerut.

“Omo disini dingin sekali brrrrrr..apa yang harus aku lakukan?” UcapMoonji kemudian.

Berharap pria itu segera membuka matanya, sehingga ia tidak perlu membawanya kedalam rumah. Mengingat tubuh pria ini sangat berat (menurutnya) ia telahberusaha menyeret tubuh pria itu untuk masuk ke rumahnya namun tetap tidak bias dan terlihat sangat menyedihkan (?). Ia hanya berjalan mondar-mandir.

Moonji putuskan masuk ke rumah dan mencari sesuatu untuk menyelamatkan priayang meringkuk di teras.

“Um..selimut atau baju hangat, argh bawa saja semua!” Moonji menimbang-nimbangbarang yang harus dibawanya.

“Tunggu!” Ucap Moonji berjalan mundur saat ia melewati sebuah cermindi kamarnya.

“Yak riasan ku !” Dengan cepat Moonji menghapus riasan diwajahnyaterlebih mascara dan eyeliner yang meleleh. Terlihat menyeramkan seperti riasanuntuk peran hantu di film, apalagi ia tengah memakai gaun putih.

**

“Yak! Dia pingsan atau tidur?” Gerutu Moonji sambil menyelimuti priaitu dengan selimut yang dibawanya, ia benar-benar tidak tahu bagaimanamenghadapi orang pingsan.

Selang beberapa saat pria itu terlihat mengerjapkan matanya, Moonji antusiasdan duduk di depan pria itu.

“Uhuk..uhuk..”

“Gwenchanayo?” Ucap Moonji sembari mendekatkan wajahnya ke wajah priaitu.

“Kenapa dia menjadi…eh cantik” Gumam pria itu dalam hati saat iamemandang Moonji dengan jarak sangat dekat.

Deg..deg..deg..

“Gwenchanayo?” Ucap Moonji mengulang pertanyaannya.

“Nde..andwae andwae apakah kau tidak akan sedang menciumku, aku bukanpangeran!”

“Yak! Kau memang bukan pangeran!” Sadar jarak diantara mereka sangatdekat, Moonji mendorong tubuh pria itu agar menjauh.

“Kajja, aku akan membuatkanmu minuman hangat”

Moonji menuntun pria itu masuk ke rumahnya.

“Ternyata kakimu menapak di tanah” ucap pria itu yang berjalandibelakang Moonji, refleks.

“Yak! Aku bukan hantu!”

BLAM

“Duduk sajalah..” perintah Moonji pada pria itu seraya berlalu kedapur.

“…”

Tak lama Moonji muncul dengan secangkir teh.

“Nih !” Moonji memberikan secangkir teh hangat kepada pria itu.

“Omong-omong disini sepi sekali” Ucap pria itu sambil mengedarkanpandangannya ke sekitar.

“Aku tinggal sendiri”

“Jinja? Jadi kue ulang tahun itu untuk siapa? Untukmu sendiri, kauberulang tahun hari ini?”

“Dan kau harus ganti rugi, kue super mahalku hancur begitu saja!”

“Kalau kau tak membuatku kaget, kue itu tak akan jatuh bersamaku kukirakau hantu!”

“Aku telah membayar kue itu dan satu lagi, aku telah pesan untukdiantarkan sore hari dan apa yang kau lakukan apakah sekarang terlihat sepertisore hari, benar-benar pelayanan yang mengerikan, lagipula kau kurir harusbekerja dengan baik akan ku adukan pada bos mu!” Cerocos Moonji denganemosi meluap.

“Hei yeoja aneh, akulah bos nya dan apa kau akan merayakan ulang tahunmuseorang diri?”

“Habiskan teh mu dan pergilah..” ucap Moonji lirih.

“Tanpa dipersilahkan pun aku akan pergi”

BRUUUUM (suara mobil pergi)

“Yak tunggu tuan, siapa namamu?”

**

“Aish ternyata bahan makanan ku pun sudah habis!” Gerutu Moonji, saatmemeriksa lemari es yang kosong.

Ia bangun siang hari, sangat merasa lapar dari tadi malam tak ada sepotong rotipun masuk ke mulutnya.

Bip..bip..bip..

Moonji menekan beberapa digit pada ponselnya yang sudah ia hafal diluar kepala.

“Yeoboseyo..”

“Yak aku sedang tidur!”

“Oppa…eh uangku habis, kemarin aku membeli kue yang cukup mahal sekarangaku sangat lapar”

“Itu jatah untuk 3 minggu aish kau boros sekali, aku masih lama gajihan.Besok ku usahakan untuk kirim uang, sekarang ambil beberapa makanan di tokotuan Park, besok bayar. Kau bisa lakukan itu Moonji-ya?” Jelas suaradisambungan telepon yaitu kakak laki-laki dari Lee Moonji, ya Lee Kwang Soo.

Bahkan oppa tak ingat hari ulang tahunku, aku membeli kue untuk ulang tahunku.

“Nde oppa” sambungan telepon berakhir

Ting…Tong..Ting…Tong..

“Siapa itu?”

**

“Hik..hik..yeoboseyo…”

“Sudah kubilang besok baru aku bisa kirimkan uangnya, kau menangis?”

“Bukan begitu, sebenarnya aku tidak sedih tapi kenapa aku harus sendiri!”

“Mwo ?”

“Hari ini mereka datang, menyeretku keluar rumah dan memberikan garispembatas di rumah kita sejenis police line. Jika dalam dalam waktu 7 hari takbisa bayar hutang itu maka rumah kita lenyap”

“Mwo ? 7 hari itu mustahil ! Sekarang kau bagaimana ?”

“Aku tidak tahu…aku sudah membawa beberapa barangku”

“Pergi saja ke rumah paman Lee, aku akan bicara dengannya. Aku akan segerapulang ke korea!”

Moonji kini menggantungkan hidup pada kakak laki-lakinya yang bekerja diThailand. Ibu Moonji meninggal setahun yang lalu, yang ia lakukan setiap harihanyalah menangis. Ayah? Entahlah, ia pergi meninggalkan Moonji bersamahutang-hutangnya.

**

Hei yeoja aneh, akulah bos nya dan apakau akan merayakan ulang tahunmu seorang diri?

“Namanya Lee Moon Ji, lihatlah namanya pun aneh” desis seorang pemudabernama Oh Sehun sambil memandangi sebuah bill kue yang membuatnya bertemudengan Moonji kemarin malam.

“Aish aku benar-benar sudah gila, tidak bisa tidur dan terus memikirkanyeoja aneh itu!” Gerutunya kemudian.

Ia beranjak dari tempat tidur dan pergi ke toko kue.

“Sudah siap !” Ucapnya membungkus kue ulang tahun sama persis denganyang Moonji pesan tempo hari.

“Yak Oh Sehun, kenapa kau mencuri kue?” Bentak seorang wanita paruhbaya yang muncul dihadapan sehun begitu saja.

“Ani…ini untuk temanku” ucap Sehun dengan aegyeo yang membuat eommanya menahan tawa.

“Cepat selesaikan urusanmu dan pulanglah, apa kau akan pergi selarutini?”

“Bye eomma!”

Entah apa yang membuat Sehun pergi ke rumah Moonji, mungkin untuk menghilangkaninsomnia atau karena simpati. Namun ia beralasan untuk ke-profesional-anpelayanan pada pelanggan karena ia tidak mau mencoreng nama baik toko kuewarisan keluarga yang paling terkenal di Seoul.

“Kenapa rumah ini semakin seram saja?” Ucap Sehun saat mendekatirumah Moonji dengan kotak kue yang dibawanya.

“Annyeong ! Apakah ada orang di dalam ?”

“Eh apa ini Police line ?”

Dari tadi ia berbicara sendiri.

“Jangan-jangan gadis itu adalah hantu ah apakah ada hantu secantik dia?Mungkin rumah ini sudah lama diberi Police line dan kemarin itu…”Imajinasi Sehun semakin aneh, ia pergi dari rumah itu.

Sementara Moonji sekarang berada di tempat yang aman bersama sebuah keluargayang lengkap, seorang Ayah,Ibu, dan anak. Ya..keluarga Tuan Lee, pamannya. Kiniia sedang makan malam bersama keluarga itu.

“Moonji-ya malam ini tidur bersama Na-ra dulu, besok kamar untukmu barubisa dipakai” ucap Nyonya Lee.

“Kamsahamnida”

“Sofa ini nyaman sekali Nara-ya, eonnie tidur disini saja ya…”

“Ambil selimutnya di lemari !”

“Ah nde”

“Eh..menurut eonnie lebih tampan yang mana?” Tanya Nara sambilmemperlihatkan selca dua orang namja yang berbeda pada screen ponselnya.

“Um..menurutku yang ini” tunjuk Moonji atas pilihannya.

“Sudah ku duga!”

“Siapa mereka?”

“Mereka namjachingu ku yang ini Chanyeol oppa, yang ini Dannish Kim. Tapijika aku bisa mendapatkan Oh Sehun dari The First..akan ku putuskan Dannishkekeke” Jelas Nara.

Nara siswi kelas 2 SMA, gadis periang bak barbie tidak ada namja yang tidakmenyukainya.

“Dari 3 namja itu mana yang paling kau suka?”

“Tentu saja Chanyeol oppa, namja tadi yang kau pilih, dia memang tampandan baik. Tapi Oh Sehun juga tampan dan sangat keren”

**

Pagi ini Moonji sarapan bersama keluarga bahagia Tuan Lee, tidak susah membuatsarapan sendiri atau resah karena jatah bulanan dari kakak nya menipis. Semuatelah disiapkan Nyonya Lee bersama pembantu rumah tangga.

“Bibi aku pergi ke sekolah sekarang, annyeong!”

“Apa tidak terlalu pagi? pergi saja bersama paman dan Nara, aduh kenapaanak itu belum bangun. Nara-ya ayo bangun nak!” Ucap Nyonya Lee.

Moonji murid kelas 3 SMA hanya perlu berjalan kaki menuju sekolahnya. Lee Narabersekolah di SOPA jarak dari rumahnya sekitar 50 menit menggunakan kendaraan.

**

Pagi ini mentari tak segan menampakan sinarnya seperti menyapa seorang gadisdengan langkah pelan sembari bersenandung. Moonji, merasa mood nya baik.

Puk..seseorang menepuk pelan bahu Moonji.

“Haruskah hari ini kita bolos saja?” Ucap seseorang dibelakangMoonji, tak lain teman sebangku nya.

“Wae?”

“Hari ini tidak ada kegiatan belajar, ya ada semacam pekan olahraga”

“Lalu kenapa kau pergi ke sekolah?”

“Aku tak yakin um..aku hanya ingin tahu apakah benar The First akan kesekolah kita?”

“The First? Apa itu? sepertinya aku pernah mendengarnya”

“Apakah kau bertanya padaku? Apakah kau menganggapku teman? Aishjinja…”

“Mianhae..tapi The First itu apa? Sepertinya aku pernah mendengarnya, akubenar-benar ingin tahu!”

“Yak! Sejak kau tak bicara padaku apa kau jadi sangat kudet sepertiini!”

“Maka dari itu sekarang aku bertanya pada nona Soram yang sangat up todate”

“Kekeke..ok siapa orang yang tidak tahu The First? Mungkin hanya kau! TheFirst adalah club basket pria dari SOPA yang kehebatannya tidak diragukan lagi,anggotanya terdiri dari kelas 2 dan 3. Eits..tidak hanya sampai disitu ternyatakebanyakan dari mereka pintar menyanyi dan menari, konon mereka sudah direkrutagensi ternama dan hal yang paling penting adalah mereka semua tampan aaaaaak..Okselesai!” Jelas Soram dengan tampang serius dan atraktif. Moonjimemperhatikan penjelasan teman sebangku nya itu tanpa berkedip.

Moonji dan Soram melanjutkan perjalanan.

“Soramie, maafkan aku selama ini…” Ucap Moonji tiba-tiba.

“Nde.. sudahlah aku mengerti, hari ini mari kita rayakan hari kebangkitanLee Moonji!”

“Kajja!”

Langkah Moonji dan Soram berbalik arah, mereka akan bolos dan pergi ke suatutempat.

Dua sahabat yang sempat berpisah beberapa saat, cukup lama. Hampir setahun yanglalu, ibu Moonji meninggal dunia. Setiap hari Moonji menangis dimanapun, bahkandidalam kelas. Ia selalu membayangkan jika pulang sekolah tidak mendapatiibunya berada di rumah, kadang ia tak pulang ke rumah karena takut hal ituterjadi. Soram lah yang selalu menghiburnya namun Moonji tidak suka, ia selalumengacuhkan Soram dan kadang memakinya tanpa sebab. Lambat laun Soram tidakingin satu meja bersama Moonji yang seakan bisu. Tapi itulah kenyataan, secuilpengakuan Moonji menyadari bahwa ibunya telah meninggal.

“Itu mereka aaaaak..” teriak Soram girang. Turunlah segerombolan priadari sebuah van mewah.

“Itu Jongin!” Soram berlari ke arah sekolah lagi.

“Yak tunggu aku!”

**

Pertandingan sudah dimulai, pembukaan pekan olahraga senior school di Seouldiawali pertandingan basket antara tim basket sekolah Moonji dan SOPA. Riuhtepuk tangan memenuhi arena pertandingan. Namun, mengapa para siswi di sekolahMoonji cenderung berada di pihak tim lawan?

Moonji terjebak dalam kumpulan para gadis penggemar The First termasuk LeeSoram, sahabatnya. Mereka tidak jadi bolos.

“Moon..moon lihat itu Kim Jongin, dia itu tipe gue banget aaaak” ujarSoram mulai menggila.

“Yang itu Baekhyun, Joonmyeon, dan ah itu Sehun kau pasti suka dia tipe lubanget kan?” Ucap Soram lagi sambil menunjuk tim The First satu per satu.

“MWO!” Ucap Moonji membulatkan matanya menatap pria dengan namapunggung ‘Sehun’.

Pria pengantar kue itu…

Ia membayangkan pria itu mengenakan kemeja putih seperti ketika pria itumengantar kue ke rumahnya. Persis, pria pengantar kue adalah Sehun.

Deg..deg..deg..

Melihat diri Sehun sebagai pemain basket seperti itu dengan gerakan tubuh yanglincah dan sedikit aksen keringat, Moonji hanya perlu dua kata untukmendeskripsikannya ‘super keren’. Ya, Moonji hanyalah gadis biasa yang bisaterpesona pada seorang namja kapan saja.

“Moon, benarkan dia itu tipe kamu banget? Masa dari tadi fokusnya cumasama Sehun” ucap Soram setengah berteriak karena disana benar-benarbising.

Sudah lama Moonji tidak ada dalam euforia keramaian seperti saat ini, biasanyaia mengurung diri dalam kamar. Kini, Lee Moonji akan hidup untuk hari esok.

Benar, aura The First mengalahkan segalanya. Moonji pun sekarang mulaimenikmati alurnya bersama para fangirl yang melihat The First bagai bercahayadan menghilangkan pandangan tim basket sekolah sendiri.

Babak pertama selesai tim The First unggul, Sehun digantikan pemain cadangan.

“Dia, yeoja aneh itu ternyata siswi sekolah ini dan juga penggemar kamicih!” gumam Sehun saat matanya mendapati sosok Moonji yang berada di kursipenonton diiringi seringaian yang entah apa artinya.

Yeoja aneh yang mengendap dalam pikirannya saat pertama kali ia bertemu, LeeMoonji ia ingat nama itu.

Saat Sehun lengah, ia kehilangan sosok Moonji.

“Aish yeoja itu benar-benar membuatku gila!” Ujar Sehun.

Trrrrrr…

New Message from Kwangsoo oppa:
Moon, jemput oppa di bandara.

**

“Oppa!” Teriak Moonji sambil melambaikan tangannya saat melihat sosokjangkung dari kejauhan.

Lagi, ia membatalkan janji bersama Soram untuk hang out sepulang sekolah danmemilih menjemput kakak nya. Lee Kwang Soo adalah satu-satunya harta untuk LeeMoonji.

Seakan tak ada kata lelah, saat itu juga Kwang Soo ditemani Moonji menemuipihak kuasa atas rumah keluarga dengan membayar separuh cicilan yang membuatkesulitan kembali melonggar yaitu mereka memberi waktu 30 hari lagi untuk dapatmelunasi semua hutang. Termasuk membayar hutang Moonji di toko kelontong.

Hari mulai gelap, mereka segera pulang ke rumah Tuan Lee.

**

“Oppa bagaimana dengan pekerjaanmu di Thailand?”

Moonji dan Kwang Soo bercakap di beranda rumah Tuan Lee.

“Sudah resign, aku putuskan untuk mencari kerja di Korea sajaum..bagaimana jika aku ikut casting ajang pencarian bakat?”

“Mungkin oppa bisa menjadi bintang variety show nantinya,kekeke…memangnya oppa punya bakat apa?

“Kekeke..andwae, kita tidak bisa terus tinggal di rumah paman Lee. Kitaakan mencari tempat tinggal sendiri…”

“Tapi paman Lee sangat baik…”

“Nde walau seperti itu, sudahlah ngobrolnya lanjutkan besok kakakbenar-benar ingin tidur, kau juga cepatlah tidur!” Ucap Kwang Soo berlalumasuk ke dalam rumah.

“Nde…”

Seseorang dengan mobil mewahnya tiba di depan rumah Tuan Lee.

“Annyeong, Nara-ya!” Ucapnya.

Baru saja Moonji akan menutup pintu rumah, ada seseorang yang datang.

“Kau!”

“Kau!”

Ucap mereka hampir bersamaan.

“Kenapa kau disini dan selalu ada dimanapun?” Tanya seseorang yangbaru saja datang.

I’m overdose…

“Apa yang kau lakukan disini?” Moonji balik bertanya.

“Nuguya?” Nara muncul dari balik pintu dengan dress floral vintagepink dan make up yang cantik.

“Sehun sunbae, kajja masuk rumah!” Ucap Nara kemudian. Sedangkan sangtamu yaitu Sehun masih bingung dengan keberadaan Lee Moonji.

Mereka namjachingu ku yang ini Chanyeoloppa, yang ini Dannish Kim. Tapi jika aku bisa mendapatkan Oh Sehun dari TheFirst..akan ku putuskan Dannish…

“Ya aku ingat, Oh Sehun dari The First adalah dia…” Gumam MoonjiDalam hati

“Eonnie, tolong ambilkan teh herbal untuk kami berdua!” Perintah Narakepada Moonji yang masih berdiri mematung di depan pintu rumah.

“Ah nde Nara-ya” ucap Moonji tersentak.

“Kenapa Lee Moonji ada disini?” Tanya Sehun membuka suara, setelahduduk dengan nyaman di kursi ruang tamu.

“Dia menumpang untuk sementara rumahnya disita perusahaan, dia saudaraku.Kenapa sunbae tahu dia?”

“Begitu rupanya, aku pernah bertemu dengannya”

Tak lama, Moonji datang dengan nampan berisi minuman sesuai perintah Nara.

“Melihat mereka berdua bercengkrama seperti itu kenapa sakitnya tuhdisini…hei namja yang bernama Sehun, sebenarnya Nara tidak benar-benarmencintaimu argh kenapa aku harus peduli!” Gumam Moonji dalam hati saatmenaruh minuman diatas meja tamu.

“Sunbae, kajja pergi sekarang!” Ucap Nara setelah meneguk minumannya.

“Nde”

Nara dan Sehun akan pergi bersama ke pesta malam sekolah untuk merayakankemenangan The First atas pertandingan basket tadi siang di sekolah Moonji.

Ting..Tong

Bel rumah Nara berbunyi ketika mereka hendak pergi.

Cklek

“Chanyeol oppa!” Ujar Nara kaget setelah melihat siapa yang datang.

“Kenapa oppa tidak memberi tahu aku jika mau datang ke rumah!”TukasNara lagi.

“Aku sudah menelponmu, kenapa tidak diangkat?”

“Jeongmal? Argh ponsel ku di kamar!”

“Wah..lihatlah siapa yang datang calon menantu ku, Park Chanyeol”tiba-tiba Nyonya Lee muncul di ruang tamu karena mendengar sedikit kegaduhan.

“Annyeong haseyo!” Ucap namja bernama Park Chanyeol sembarimembungkukkan badan, sopan.

“Oh Sehun kau disini juga, apakah kau akan pergi ke pesta bersamakekasihku?” Tanya Chanyeol teman kelas sebelah Sehun.

“….”

“Um..andwae aku akan pergi bersama seseorang, saudaranya Nara dia tinggaldi rumah ini juga” jawab Sehun.

“Yeoja?”

“Nde”

“Maksudmu Lee Moonji, jadi kau teman Moonji?” Tanya Nyonya Lee padaSehun.

“Nde”

“Moonji-ya!” Teriak nyonya Lee memanggil Moonji.

Sejurus kemudian Moonji datang sudah mengenakan baju tidur.

“Nde?”

“Ada temanmu ingin mengajak pergi bersama!” Ucap Nyonya Lee.

“Er..pergi kemana?” Ucap Moonji, Sehun melambaikan tangannya padaMoonji mengisyaratkan ‘hi’ padahal tadi mereka sudah bertemu.

“Ke pesta perayaan kemenangan The First di sekolah” Jawab Nara.

“Tapi aku bukan bagian dari SOPA..” ujar Moonji.

“Hei itu tidak penting, ini hanyalah pesta malam bahkan tim lawan pundiundang” jelas Sehun.

“Tunggu apa lagi Moonji-ya, cepat ganti baju!” Ujar Nyonya Lee.

Akhirnya Moonji yang lugu pergi ke kamar untuk ganti baju.

“Kami minta diri untuk pergi sekarang” ucap Park Chanyeol.

“Nde, hati-hati jangan pulang terlalu malam”

Nara dan Chanyeol, sepasang kekasih akhirnya memang ditakdirkan untuk pergibersama. Nara menjadi gelagapan dan penurut seperti seekor anak kambing.Rencana pdkt sirna, ia pun merasa tidak enak pada Oh Sehun seorang anggota TheFirst yang ia minta untuk menemaninya pergi ke pesta malam ini.

Tak ada pilihan lain bagi Moonji, ia hanya punya gaun putih selutut yang iapakai di hari ulang tahunnya beberapa hari yang lalu.

Sepertinya Moonji mengerti dengan apa yang terjadi saat ini, seorang namjatinggi tadi adalah namjachingunya Nara ya..Chanyeol yang pernah Nara ceritakan.

Kini Moonji berada didalam Mobil Oh Sehun bersamanya.

“Pft! Kenapa kau berdandan seperti ini?” Ucap Sehun melihat Moonjimengenakan gaun putihnya dengan high heels putih yang senada serta riasan wajahyang agak mencolok perhatian, lengkap dengan accessories rambut yang tidakdimengerti seorang namja.

“Anu..apakah aku terlihat norak? Yang aku ketahui seperti inilah riasanuntuk pergi ke pesta” ucap Moonji yang telihat kikuk sembari bagaimanamengingat-ingat riasan Nara saat tadi.

“Tapi kita tidak akan pergi kesana”

“Waeyo?”

“Karena kau bukan bagian dari SOPA” jawaban Sehun membuat Moonji menjadiciut.

“Lalu kita akan pergi kemana?”

BRUUM…

Sehun tidak membalas pertanyaan Moonji dan terus mengemudikan mobil mewahnyadengan serius. Sementara, gadis yang duduk disebelahnya merasa gelisah. Padasatu sisi ia takut diculik namja ini, namun sisi lain ia merasa bahagia bisabersama namja ini. Dalam keadaan seperti ini Moonji sangat kikuk, tangannyaberpeluh.

“Yak! Kita akan pergi kemana?” Tanya Moonji lagi.

“Kita hanya pergi makan” jawab Sehun santai.

“O…”

Sebuah mobil mewah yang dihuni dua insan dengan style formal itu berhenti disebuah taman. Sang namja yang mengenakan navy suit keluar dari mobil terlebihdahulu, disusul yeoja dengan gaun putihnya yang terlihat kebingungan.

“Oh Sehun, Katamu kita akan makan!” Ucap Moonji menagih janji kepadaSehun.

“Hei kau tahu namaku, bahkan kita belum berkenalan” Ucap Sehunsetelah ia duduk di kursi ayunan.

“Aku tahu dari Nara..”

“Omong-omong tentang Nara, tidak seharusnya aku melayani dia. Sebelumnyaaku mengetahui jika ia sudah punya kekasih terlebih aku mengenalkekasihnya” Ucap Sehun sambil menundukkan kepalanya, sesekali mengayunkanayunannya pelan.

Melihat Sehun yang seperti ini, menurut Moonji tidak se-keren aksinya di arenabasket.

“Jadi sekarang kau sedang patah hati?” Ucap Moonji mengikuti Sehunduduk di ayunan sebelahnya.

“Andwae, dia hanyalah adik kelas yang genit. Aku tidak menyukainya samasekali, aku hanya mempermainkannya!” Jawab Sehun tidak terima.

“Kau tidak menyukainya sama sekali, jangan bercanda dia cantik sekalikan?” Ucap Moonji kemudian.

“Kau juga cantik”

“….”

“Hei! Bukankah kita akan makan, tempatnya tidak jauh dari sini. Kajja LeeMoon Ji!” Ajak Sehun kemudian, setelah suasana hening beberapa saat.

“Hei! Kenapa kau tahu namaku?”

Sehun masuk kedalam sebuah ruangan, diikuti Moonji.

“Hei! Kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa kau tahu namaku?” TanyaMoonji penasaran.

“Yak! Yeoja bodoh kenapa kau tahu namaku dan aku tidak bisa mengetahuinamamu?”

“….”

“Sudahlah kau duduk saja disini!” Ucap Sehun menunjuk sebuah kursi.

Tada! Sehun membuka etalase yang tertutup kain putih, terlihatlah deretan kueyang lezat.

“Hey! Bukankan ini toko kue x?” Ucap Moonji setelah sadar sedangdimana dia.

“Hm..sudah ku bilang akulah pemiliknya”

Sehun meletakan coklat tart diatas meja dihadapan Moonji, kemudian menancapkanlilin diatas kue tersebut.

“Er..apa kau suka kue coklat, maaf hanya ada rasa coklat yangtersisa” Ucap Sehun yang hanya mendapat respon ‘woah’ dari seseorang yangia tanyai.

“Saengil chukkae hamnida..saengil chukkae hamnida..saranghaneun Moonji-yasaengil chukkae hamnida..” Terdengarlah nyanyian dari seorang namja yangduduk dihadapan Moonji.

Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya lolos keluar dan melewati pipimerona seorang gadis bernama Lee Moonji.

“Jangan menangis lagi, maaf riasan mu terlihat tidak baik”

“Be..benarkah?” Moonji menghapus air matanya. Seorang yeoja biasanyacemas dengan riasan wajahnya.

“Kekeke andwae, saatnya tiup lilin tapi sebelumnya tutup matamu dan make awish!”

Baby don’t cry tonight…

Saat Moonji membuka mata, mata mereka bertemu karena wajah Sehun berada tepatdihadapannya bahkan hembusan nafas Sehun dapat Moonji rasakan.

“Am I your wish?”

“….”

Deg..deg..

“Let’s make a wish again!” Ucap Sehun, kemudian menutup mata Moonjidengan telapak tangannya.

Chu !

So lucky to have you…
So lucky to be your love, I am hmm~

My wish is…
Where i am?

“Sehun-ah !” Moonji mendorong Sehun yang telah mengunci bibirshocking pink nya hingga ia menjauh dengan jarak 1 meter. Namun, Sehunmenghampiri Moonji dan duduk disampingnya (lagi).

“Maafkan aku..karena”

“Karena tadi adalah pertama kali..” Potong Moonji lirih sambilmemalingkan wajahnya, Sehun yang mengerti ucapan Moonji hanya mengulumsenyumnya.

“Nde aku mengerti, aku tidak tahu jadi maafkan aku..karena aku benar-benarmenyukaimu”

“Mwo?”

“Moonji-ya maukah kamu menjadi pacarku?” Ucap Sehun yang kini dapatmenatap lekat iris kecoklatan seorang yeoja dihadapannya.

“Tapi kita belum saling mengenal..” Jawab Moonji kemudian.

“Tapi..kita saling menyukai, bila tidak cukup cari dengan key word ‘OhSehun The First’ maka kau akan mengenalku”

“Tapi apa tidak terlalu cepat?”

“Apakah tidak berlebihan jika aku terus memikirkanmu sepanjang hari?
Apakah tidak berlebihan jika seorang gadis membuat ku tak bisa tidur, kemudianmengantar kue ke rumahnya tetapi ia tidak ada?
Kenapa kau selalu muncul dihadapanku dan takdir membuat kita bertemu, jadiapakah berlebihan jika aku menyukaimu?”

“…”

“Apakah kau hanya ingin menjadi penggemarku?”

“Maksudmu?”

“Jawablah dan kita akan cepat pulang!”

“Pertanyaan apa yang harus ku jawab?”

“Aish jinjja, dengarkan aku baik-baik” kedua pasang mata merekabertemu kembali.

“Moonji-ya aku menyukaimu, aku jatuh cinta padamu sampai rasanya hampirmenjadi gila jadi..maukah kau menjadi pacarku?”

“Nde..aku mau menjadi pacarmu..”

Sebuah lengkungan bibir yang biasa disebut ‘senyum’ menghiasi wajah sangattampan seorang namja bernama Oh Sehun itu.

“Sehun-ah, seperti apakah rasanya hampir menjadi gila?”

“kaulah gadis gila, ‘omona pangeran'” Jawab Sehun sambil meniru gayabicara Moonji pada saat ia berkata ‘omona pangeran’ kepadanya pada saat itu.

“Yak lupakan itu!”

Moonji berhambur kedalam pelukan Oh Sehun, yang sebenarnya menahan malu. Wangiparfume seorang namja yang kini berstatus sebagai namjachingunya, membuatMoonji merasa nyaman berada dalam pelukan Oh Sehun.

“Moonji-ya?”

“Nde”

“Pulang sekarang..atau let’s make our wish and again” bisik Sehundengan suara cadel ‘s’ khasnya.

“Andwae Oh Sehun!” Ucap Moonji seraya berlalu meninggalkan Sehun.

Lee Na-Ra ijinkanlah aku memiliki kebahagiaan seperti ini…

“Yak tunggu chagiya !”

END

**

Mohon kritik dan saran, jangan lupa tinggalkan jejak buat readers semuanya so tell me tell me baby.

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FACEBOOK] Crazy Girl

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s