[EXOFFI FACEBOOK] Bad Boy Or Good Boy (Chapter 1)

10403095_703461543104566_176854598127562054_n

 

Bad Boy Or Good Boy * Chapter 1

Author : Park Rae Mi and Nurmala
Cast : Oh Sehun, Shin Hye Rin, Xi Luhan
Genre : Romance, School life

Author bailk bawa FF baru…. ini FF bakalan makin gaje jadi bersiap-siap bergaje ria xD WARNING!!! TYPO dimana-mana xD WARNING AGAIN!!! HOT KISSEU2x tak terduga akan tersebar luas di FF ini xD #Evil laugh *plak
———————————————————-Happy Reading

#Play YOUNIQUE UNIT-MAXSTEP
Suara musik yang keras terdengar di sebuah lapangan di suduk kota besar Seoul, beberapa orang riuh meneriakan sesuatau. Bahkan beberapa di antaranya menari bebas, udara malam tak mereka pedulikan hanya suara musik keras dan seseorang yang mengatur musik itu semakin lebih assiik.

Semakin malam, musik yang terdengar di sana semakin keras, suara gemuruh kendaraan yang lalu lalang tak mereka pedulikan. Yah, inilah anak-anak jalanan di sudut kota yang megah itu, walau begitu, itu menjadi hiburan tersendiri bagi mereka.

DJ semakin mengeraskan musik, beberapa orang turun untuk unjuk kebolehan dancenya. Semakin malam semakin ramai, “HEY!” tapi tunggu. Siapa itu? semua orang menoleh pada asal suara yang terdengar dari balik riuhan penonton itu.

Nampak seseorang dengan mengenakan jaket, kepalanya di tutupi oleh tudung jaketnya hinga orang-orang tidak bisa melihat jelas siapa dia
“Siapa kau, eoh?!” seru seorang namja.

Nampak evilsmilker dari sosok itu, “Hh, kau tidak perlu tahu siapa aku bukan? Yang jelas, aku menantangmu bertarung di lantai dance. Bagaimana?” tantangnya.

Sosok itu menegakan wajahnya dan ternyata sososk itu adalah seorang yeoja, semua orang ternganga melihat sosok itu.

“Hihi, yeoja sepertimu manamungkin bisa mengalahkan kami,” cibir si namja.
“Hh, apa kau takut kalau dikalahkan seorang yeoja, eoh?” ucap si yeoja dengan ekspresi meremehkan.
“Huuu~~~~~~” seruan dari penonton memancing emosi namja itu.
“Hh, kau pikir aku takub battle denganmu? Baik, aku terima tantanganmu.”

“Setuju.”
DJ kembali memainkan musiknya, dua orang itu mulai bertarung di lantai dance. Namja itu mulai unjuk kebolehan di sana, menunjukan kemampuananya. Di balas oleh si yeoja, namja itu sempat tercengang dengan lincahnya di yeoja.

Di jalanan kota Seoul yang dingin seorang namja tengah berjalan santai, namja berparas imut, dengan mata sipit dan kulit putih itu nampak menikmati musik dari hadphone di telinganya. Dia telusuri jalanan kota. Entahlah apa yang dia cari di tengah malam seperti itu.

“Huu~~ ayoo~~~”

Suara yuforia dari sebuah gang kecil menyita perhatian namja imut itu, di lihatnya sekumpulan orang di sana. Dengan rasa penasarannya yang tinggi, namja itu memasuki gang kecil itu.

“Apa ini?” namja itu terkejut saat mendapati kerumunan orang yang lebih banyak dari apa yang dia lihat tadi. “Hh, ini kah dance jalanan?” ucapnya dengan senyum srumingah, membuatnya semakin..

“Eoh? Kenapa anak SMP datang ke sini? pulang sana, cuci kakimu dan tidur, haha…” ledek seorang namja lain. Namja imut itu hanya diam tak menghiraukan, malah dia merasa penasaran dengan apa yang ada di sana dan mereka tonton. “Hey, dengarkan kalau ada hyung bicara,” namja itu kesal karena di hiraukan.

Namja imut itu melirik pada namja tadi, melihat namja itu dari bawah ke atas, dengan tatapn mencibir namja itu mengatakan, “Dasar anak SMP,” cibirnya lantas pergi. Namja itu nampak tercengang.
“Hyaa~~!! Kurangajar kau! Hey!”

Namja itu menerobos kerummunan orang yang banyak itu, musik masih terdengar meriah, semakin meriah. Saat ia berada di depan barisan ia terkejut dengan apa yang ia lihat. Ya, tentu saja bettle dance.

“Eoh? Ini menarik,” gumamnya. Dia menikmati dengan pertunjukan dari dua orang yang ada di sana. “Hemm, lumayan juha namja itu,” tatapannya tertuju pada sosok yang memakai jaket hitam yang tengah unjuk kemampuan di sana. “Ini benar-benar menarik.”

#NGIIIIIUUNG NGIUNG NGIUNG
Sirene polisi terdengar dari kejauhan, membuat semua orang yang sedang asik berdansa menjadi riuh karena panik. Semua, tak terkecuali namja itu yang nampak bingung.

“Eoh? Ada apa?” ucapnya bingung.
Suara sirene semakin terdengar mendekat, semuanya semakin panik saat para polisi menyergap mereka. Namja itu melihat orang yang sedari tadi dia perhatikan pergi, “Eoh? Mau kemana dia?” gumamnya. Dengan penasaran dia mengikuti orang itu, ia lihat orang itu berhenti, ia hendak mendekatinya. “Hey? Kau maukemana?”

Namun belum juga namja itu melihat orang itu, orang itu malah pergi. “Hey tunggu!” namja itu masih tetap mengejar, orang itu keluar ke jalan.
“Aissh! Polisi ini,” gumam orang itu yang ternyata seorang yeoja.
“Hhah hhah hhah,” namja itu melihat beberapa polisi ikut mengejar orang yang sama.

Yeoja itu terus berlari, hingga akhirnya dia putuskan untuk berhenti, “Hhah hhah hhah, aah! Untung tidak mengejar lagi,” gumamnya sambil bernafas lega. #PRIIIIIT!!! Suara peluit terdengar semakin dekat, mengganggu istirahatnya.

“Aisssh!! Jinjja?!” yeoja itu mengurungkan istirahatnya. Dengan terpaksa dia kembali berlali.
Di sebuah gang kecil, sebuah tangan menariknya ke dalam sana, yeoja itu terkejut. Dia hendak memberontak namun tenanganya sudah terkuras habis karena lari.

“Kemana dia?”
“Kesana!”
“Kajja.” #TRAP TRAP TRAP suara langkah kaki polisi itu mulai menjauh, namun namja itu masih memeluk yeoja tadi.
Otak mereka seperti membeku, namun yang lebih cepat sadar adalah si yeoja. Dengan kekuatannya dia mendorong namja itu.
“Yak! Pabo, apa yang kau lakukan eoh?! Berani-beraninya kau memelukku,” teriak si yeoja.

“Aku hanya menolongmu,” ucap namja tadi.
“Aissh,” yeoja itu hendak pergi namun dengan cepat di cegah oleh namja imut tadi.

“Tunggu.” Namun yeoja itu tetap tidak peduli, namja itu masih mengejar, dengan cepat dia menarik lengan si yeoja dan membalikan badannya, membuat tudungnya terbuka dan nampakloah sosok asli si yeoja.

#Deg
Namja itu terdiam sebentar menatap sosok asli yang ada di bali tudung jaket tadi. Nampak sosok yeoja cantik di hadapannya, mata sipit itu terbuka lebar. Merasa risih yeoja itu menepis tangan namja itu dengan kasar.

“Lepaskan,” ucapnya ketus.
“K-kau yeoja?” tanyanya polos.
“Ne! Waeyo?! Kau terkejut? Apa kau tidak pernah melihat yeoja sebelumnya? Eoh?!”

“Kupikir kau namja, jadi kau yang menari tadi?” tanya si namja lagi.
“Ne! Waeyo? Apa kalau aku yeoja jadi aku tidak boleh menari seperti namja? Eoh?” kata yeoja itu emosi.

“Aissh, kau jangan emosi seperti itu, aku hanya…”
“Itu mereka!!” teriak seorang polisi yang menemukan mereka.
“Aissh, kau menghalangiku!” dengan cepat yeoja itu lari dan entah apa yang dia pikirkan tangannya refleks mengandeng tangan namja itu. “Kajja lari!”

“Untuk apa?” tanya namja itu polos.
“Sudahlah lari saja jika kau tidak ingin tertangkap!”
“Ah, baiklah kalau begitu,” namja itu menggenggam tangan si yeoja dan mengambil alih arah. “Kajja ikut aku,” ucapnya.

Yeoja itu hanya mengikutinya dari belakang. Namja itu terus berlari, entah dimana mereka sekarangpun yeoja itu tidak tahu yang jelas mereka bisa lolos dari polisi itu.

“Hhah hhah hhah, hhah… kita ada dimana?” tanya si yeoja dengan nafas yang terengah-engah. Mereka sudah menjauh dari kejaran polisi itu dan entah lah mereka ada di mana saat ini.

“A-aku juga tidak tahu,” ucap si namja.
Yeoja itu langsung mendelik pada namja itu dan berseru, “APA?! Kau membawaku kesini, tapi kau tidak tahu di mana ini?! eoh?! Kau babo atau apa eoh?!”

“Aissh, kau tidak usah berteriak seperti itu, kau tahu telingaku ini hampir pecah mendengar jeritanmu yang histeris itu, kau berlebihan. Ne, ne, aku tahu. Aku hanya bercanda.” Ucap si namja.

#PLETAK
“AUUCH! Yak appoyo!”
“Yak! kau tau? Kau yang hampir membuatku jantungan!”

“Haha, apa acktingku tadi bagus?” tanya namja tadi sambil meringis.
“Aissh, itu tidak lucu pabo!”
Yeoja itu berjalan meninggalkan namja itu, “Yak! Nona kau mau kemana?!” seru si namja.

“Bukan urusanmu!”
“Aissh, hey nona tidak kah kau mengucapkan terimakasih padaku? Eoh?!” seru namja tadi dan berjasil menghentikan langkah si yeoja.

“Memangnya kau harus?” tanya si yeoja dingin.
“Kau tidak pernah di ajari harus berterimakasih pada orang yang menolongmu? Eoh?” tanya si namja.

Yeoja itu mulai kesal, dia membalik badan membungkuk sekilas seraya mengucap terimakasih, “Kamsahamnida,” namja itu tersenyum puas. “Puas?” yeoja itu hendak pergi namun namja itu kembali berseru.

“Hanya itu?!”
“Hh!” yeoja itu kembali membalikkan badan. “Lalu aku harus bagaimana? Eoh?” tanyanya mulai kesal. Dilihatnya evilsmilker yang mengembang di wajah namja itu. Sekarang wajah imut itu terhapus menjadi wajah dengan seringai mengerikan.

Namja itu menghampiri si yeoja dan berdiri di depannya. “Aku tidak akan meminta banyak padamu,” ucapnya.

“Lalu?” tanya si yeoja. Yeoja itu menatap namja itu tajam. Manik mata mereka bertemu, evilsmilkernya masih menghiasi wajahnya. #Dag dig dug jantungnya mulai tak karuan saat namja itu balik menatapnya, ‘omo apa ini?’ batinnya.

“Aku tidak akan meminta yang lebih dari ini, hanya ingin…” tangan namja itu terulur meraih belakang leher yeoja itu dan dalam secepat kilat

#CHUU~~

Sentukan lembut itu membuat yeoja itu terbelangah, matanya melotot. Yeoja itu shock, namja itu mencium tepat di bibir, bahkan dia melumatnya dan menggigit bibir bawah si yeoja. “Emmph,”

satu desahan lolos dari si yeoja. Namja itu tersenyum puas karenanya. ‘Aigoo, apa yang namja ini sedang lakukan?! Tidak, aku harus melepaskan diri dari namja gila ini’ batinnya. Dengan sekuat tenanga, yeoja itu mendorong namja yang tidak dia kenal itu.

“KYAAA!!! Dasar namja kurang ajar! Namja yadong!” #PLAK.
Yeoja itu menampar namja itu dengan sekuat tenanganya, “Ssh, appo chagi.”
Yeoja itu tercengang dengan kata-kata terakhir yang namja itu ucapkan, ‘mwoya? Apa maksudnya?’ batinnya.

“M-mwo? Kau panggil aku apa? C-chagi?” namja itu mengangguk polos, “Aissh, aku saja tidak tahu siapa kau, dan kau…” yeoja itu mengacungkan tangan tepat di hidung mancung namja kyeoppta itu. “Beraninya kau menciumku! Dasar nepeun namja!” teriaknya.

“Mwo? Apa aku salah? Aah, mungkin tadi aku melihat kau seperti malaikat yang turun dari surga dan aku tidak tahan melihat kecantikanmu, makannya aku menciummu…” ucapnya dengan seringai evil di wajahnya.

“K-kau, KAAAAAU!!! Aissh! Aku anggap hal tadi tidak pernah terjadi dan aku harap kita tidak pernah bertemu lagi dasar namja berengsek!” seru yeoja itu lantas pergi dengan wajah yang merona.
“Hey! Chagia. Ya, kau mau kemana? Eoh?!” seru namja itu sambil tersennyum kemenangan.

Yeoja itu terus menggerutu sepanjang perjalanan pulangnya, “Dasar nepeun namja, namja pabo, namja berengsek, YAAAAK! Dasar namja GILAAAA!” teruaknya sambil mengacak-acar rambutnya frustasi.

“Yaak! Aku harap aku tidak akan bertemu dengan namja itu lagi… YAAAK, DASAR NAMJA BERENGSEEEK!!” teriaknya.

“YAK! BERISIK DASAR BABO!!” seru seorang ahjjusi sambil membawa sapu di tangannya yang siap melayang kapan saja.
“Oops, gawat, saatnya kabuuuur,” dengan cepat yeoja itu ngacir.

Ciip ciip ciip,
“KYAAAA!! Itu SEHUUN!!” suara seorang yeoja memekik telinga saat seorang namja cute plus cool plus KYEOPPTA datang dengan gerombolannya(?). Hal itu sontak membuat para yeoja yang lain ikut berteriak histeris dan berlarian menghampiri mereka.

“KYAAA!! Oppa!! Oppa!!”
“Hah, ya, Sehun-ah, fansmu banyak juga ya…” celetuk salah satu namja itu.

“Ah, mereka bukan fansku, hyung. Mereka sudah seperti pengganggu.” Ucap namja yang bernama Sehun itu.

Kedua namja yang ada di sampingnya hanya saling memandang lalu tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka, seakan tahu kalau itu sudah jadi kebiasaan Sehun.

“KYAAA!! Oppa!!” suara jeritan yeoja-yeoja itu terus mengeluh-eluhkan mereka berdua.

Sehun, namja berambut pirang itu lantas mendahului kedua temannya dan tak memperdulikan teriakan fansnya.
Di tempat lain…

#Play Miss A-Bad Girl Good Girl
Alunan musik terdengar dari sebuah ruangan luas dengan seorang yeoja di dalammnya yang sedang mengcaverkan dance dari lagu itu. Dengan lincah dia menggerakan tubuhnya, rambut panjangnya terurai, di tambah lagi dengan peluhnya yang mulai bercucuran membuatnya terkesan sexy.

#Prook prook prook

“Kau daebak Hye Rin-ah.” Ucap seorang yeoja yang sedari tadi berdiri di ambang pintu ruang tari itu.
Suara tepuk tangan menyambut yeoja itu saat musiknya telah berhenti, dia menoleh kemudian seulas senyum terukir di bibirnya.

“Gomawo.” Sahut yeoja bernama Hye Rin itu.
“Kau selalu tampil maksimal walau ini hanya latihan,” ucap Eun He.
“Jinjja?” ucap Hye Rin tidak percaya, dia berjalan mengambil handuk dan minuman ion yang ada di samping Eun He.

“Em, kau sudah siap dengan lomba itu?”
“Tentu saja, aku siap 90%,” ucap Hye Rin sambil meneguk minumannya.

Eun He menekuk dahi, “10%nya?” tanyanya heran.
“Emm, aku tidak yakin akan membiarkan lawankku menang,” ucap Hye Rin yakin.

“Haha, itulah Hye Rin, si yeoja nekat,” ledek Eun He.
“Hh, kita lihat saja.” Ucap Hye Rin.
“Kyaaa!! Oppa, Oppa!!”

Aktifitas dua yeoja itu terhenti saat segerombol yeoja berteriak histeris sambil mengikuti sekelompok orang, entahlah apa yang mereka eluh-eluhkan.

“Apa yang mereka teriakkan?” tanya Hye Rin.
“Eoh? Kau tidak tahu? Mereka itu HunHan.” Hye Rin hanya menggeleng polos, “aissh #tepuk jidat, kau tidak tahu, mereka adalah namja cool di sekolah kita. Tidak tahu kah?” dengan polosnya Hye Rin menggeleng.

“Hey, kau ini sekolah di sini atau tidak?! Bagkan HunHan saja kau tidak tahu!” seru Eun He.
“Hey, aku tidak peduli siapapun mereka, aku hanya fokus pada ambisiku.”
“Ahk, dasar nepeun yeoja.” Cibir Eun He tapi kemudian dia tersenyum.

#Teeet teeet teeet
Suara bell istirahat berdering nyaring, para siswa-siswi lain berhamburan keluar kelas untuk istirahat, tapi tidak dengan Hye Rin, dia terlalu sibuk dengan tugasnya yang menumpuk dan dia harus mengerjakannya sekarang karena besok harus dikumpulkan.

“Aissh, aku asik latihan tapi tugasku aku tinggalkan, eottokeyo? Ini harus aku kumpulkan besok? Aissh, kenapa Eun He beru memberitahuku sekarang?” grutunya sambil membolak-balik buku yang dia ambil dari rak-rak besar di dalam perpus.

Sedang asik-asiknya mengerjalan tugasnya, tiba-tiba datang seorang namja di hadapannya. Namja itu nampak kebingungan mencari tempat yang nyaman, padahal saat itu perpus sedang lengang tak banyak pengunjung di sana.

“Ekm, emm, boleh aku duduk di sini?” tanya namja itu sopan. Namun tidak ada sahutan dari Hye Rin. “nona? Bolehkah aku…”
“Kalau kau ingin duduk, duduk saja. Aku sedang sibuk tidak bisa di ajak bicara,” ucap Hye Rin singkat.

Namja itu langsung tak banyak bertanya dan duduk tepat di hadapan Hye Rin. Hening, tak ada yang bicara mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing. Namja berambut pirang itu nampak asih dengan buku yang dia ambil, I-phone dan hedsetnya terus setia menemaninya, damai. Itu yang terlihat dari wajah putih polosnya.

“Hh, akhirnya selesai juga,” ucap Hye Rin.
Dia masih tidak sadar dengan sosok yang ada di hadapannya, kemballi dia membereskan buku-buku yang dia ambil tadi. Namja itu mendelik pada sosok yeoja yang ada di depannya.

“Sudah selesai?” tanyanya.
Namja itu terdiam sejenak dengan sosok yang ada di hadapannya, didapatinya sosok malaikat di sana. Namja itu seperti mematung sekejap, etahlah kemana pikirannya saat ini.

“Ne,” suara lembut Hye Rin menyadarkan namja itu. “Maaf, aku duluan,” ucap Hye Rin yang sadar jam hampir masuk ke pelajaran berikutnya. Dengan buru-buru dia membawa buku-buku besar itu. Tapi karena terlalu terburu-buru buku yang ia bawa berjatuhan.
Dengan cepat namja itu menghampiri Hye Rin dan membantu memunguti buku-buku itu. “Gomawo.”

Hye Rin menegakan wajahnya menatap namja yang menolongnya, #deg. Matanya membulat saat mendapati sosok pangeran di hadapannya. Gerakannya pun terhenti, saat menatap indah wajah namja yang ada di hadapannya saat ini.
^End pov^

^Hye Rin pov^
Mataku seakan terpaku saat mendapati sosok pangeran sudah ada di hadapanku. ‘Eomonaaa, kyeppta namja,’ gumamku dalam hati.

“Ini, bukumu, lain kali hati-hati,” ucapnya.
‘Omo, dia bicara padaku? Jinjja? Apa aku sedang bermimpi?’
“Hallo, nona? Nona?”
“Eoh? N-ne, gomawoyo.” Ucapku sambil mengambil buku yang dia pungut tadi.

“Ne, cheonman.” Ucapnya.
Aku cepat-cepat keluar dari sana, “Hh, untung saja aku cepat pergi, hh, namja tadi… aissh, apa yang aku pikirkan, sudahlah.” Aku lantas pergi dari sana.

“Eoh? Kau akan keluar lagi malam ini?” seru Eun He.
“Yak! Kau tidak usah berteriak seperti itu, bukankah aku sudah biasa keluar ke kota dan menantang anak jalanan itu?” ucapku.

“Aisssh, bukankah kau hampir tertangkap oleh polisi tadi malam?” ucap Eun He.

Ya sih, semalam aku hampir tertangkap oleh rantib(?) kalau saja tidak ada namja pabo itu. Ngomong-ngomong tentang kejadian semalam…

“Aku tidak akan meminta yang lebih dari ini, hanya ingin…” #CHUU~~

ANDWAE!!! Kenapa aku harus mengalami kejadian itu, bahkan dengan orang yang tidak aku kenal! First kiss ku!! “OH TIDAK!!! Aigoo?!!” seruku refleks. #PLAK “Akh!”

“Yak! Apa yang kau lakukan pabo? Kau membuatku terkejut!” seru Eun He sambil memukul kepalaku dengan buku yang dibawanya.
“Andwae! Itu mimpikan?! Waktu itu pasti aku sedang bermimpi.”
“Yak! Waaeyo, Hye Rin-ah? Kenapa kau histeris seperti itu, apa ada sesuatu yang terjadi semalam?” tanya Eun He.

“Eun He, aku, aku pasti sedang mimpikan?” tanyaku.
“Apa? Kenapa? Katakan padaku,” ucap Eun He sambil mengguncang-guncang bahuku.

“Yak!” seruku, “aniyo, aku tidak apa-apa hanya kejadian yang tidak aku duga saja.” Ucapku sambil menundukan kepala.
“Ah, kau ini membuatku panik,” ucap Eun He.

Malamnya…

“Kau yakin akan pergi lagi?” tanya Eun He dari sebrang sana.
“Ne, waeyo? Kau ingin ikut?” tawarku.
“Aniyo, yang ada aku parti tidak bisa masuk rumah lagi.”
“Haha, kau itu terlalu hawatir, buktinya aku tidak.” Ucapku.
“Jangan samakan aku denganmu,” ucapnya.
“Ne ne ne arraso, sudah ya, aku sedang bersiap-siap, ppai ppai.”
“Ne ppai ppai.”
“Ppai ppai,” #Tut tut tut. “Selesai saatnya berangkat,” aku keluar kamar sengan mengendap-endap. Beruntung appa sedang tidak ada.

#Tap tap tap *klik

“Mau kemana kau? Kau tahu ini sudah jam berapa, eoh?” ucap seseorang bebarengan dengan lampu tengah yang menyala.
“….” aku tak bereaksi sama sekali, aku tahu siapa yang ada di belakangku ini.

“Apa yang kau lakukan di luar sana, eoh?!” suara appa semakin meninggi. Aku masih tak bergeming. “Apa kau ingin seperti ibu, eoh?!” serunya.
Aku langsung mendelik dan menatap beliau dingin, “Jangan samakan aku dengan eomma! Appa tahu aku seperti ini karena siapa? Eoh? KARENA KALIAN AKU SEPERTI INI!” seruku.

Aku langsung memakai sepatu dan keluar rumah dengan membanting pintu keras-keras. Aku terus berlari, sambil menahan cairan yang sudah menggumpal di kelopak mataku. Yah, seperti itu lah keluargakku, appa dan eomma berpisah sejak dulu, ah, entahlah kapan terakhir aku melihat kedua orang tuaku bersama.

#Hiks

“Bodoh untuk apa aku menangis?” gumamku. Aku menghapus air mataku kasar. Aku mengambil ponsel dan hedsetku, aku mengenakannya dan memutar lagu #Np Huh Gak ft Yoo Seung Woo-Monodrama. Aku menyandarkan punggungku ke dinding halte bus sambil memejamkan mataku.

Sedang asiknya menikmati suasana malam ini, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depankku. Aku membuka mataku melihat siapa pemilik mobil itu, jendela mobil itu sedikit turun dan menampakkan sosok namja yang duduk di jok depan.

“Butuh tumpangan?” tanya namja itu. Aku hanya diam sambil melihat sekitar.
“Kau bicara denganku?” tanyaku sambil menunjuk diri sendiri.
“Ne, lalu siapa lagi?” ucap namja rambut keriting itu dengan smile eyesnya.

“Kalau kau bertanya padaku, jawabannya tidak. Aku tidak sedang menunggu tumpangan,” ucapku dingin sambil beranjak dari sana.
“Eoh? sombong sekali.” Ucapnya pelan namun masih bisa ku dengar. #BRUG!

“Eoh?! apa katamu?!” seruku sambil menggebrak atap mobilnya. Namja tadi begitu terkejut.
“Y-yak! Apa yang kau lakukan pada mobilku eoh?! kalau sampai rusak kau harus menggantinya, arra?!” serunya.

“Eoh! kau yang mulai dasar namja Bodoh!” seruku.
“Tapi kau tidak perlu memukul mobilku seperti itu yeoja Bodoh!” serunya.
“Memang kenapa, eoh?! kau mau mengadu pada eommamu atau appamu sambil menangis? Silahkan adukan saja!” ucapku menantang.

“Kau, arrrgh!” #Cklik BLUM!

“Hey! Kau! Beraninya kau bicara seperti itu. Kau tidak tahu siapa aku eoh?” ucapnya sambil menghampiriku setelah dia keluar dari mobilnya.
“Hh, siapapun kau aku tidak peduli!”

“Aissh, kau!” namja itu hendak melayangkan tangannya pada wajahku, aku hanya menatapnya tajam tanpa ekspresi. Detik berikutnya namja itu menurunkan tangannya.

“Tidak ada gunanya aku berurusan dengan yeoja berandalan sepertimu,” ucapnya meremehkan. Lantas dia kembali kedalam mobilnya.
“Ya sudah pergi kau namja pabo!” seruku, aku hendak pergi sampai namja itu kembali berulah denganku.

“Dasar yeoja aneh,” umpatnya. Aku segera kembali dan lagi, aku menggebrak mobilnya lebih keras. “Hey!” serunya.

“Aissh! Kenapa berisik sekali hyung?” ucap seseorang dari jok belakang.
Aku dan namja itu sama-sama menoleh dan nampaklah seorang manja yang nampaknya merasa terganggu dengan suara gaduh yang kami lakukan. Namja itu mengusap mata sipitnya dan sedikit menguap.

#DEG

Aku terkejut saat melihat sosok asli namja yang ada di belakang sana, #Tap mata kami bertemu, dan sepertinya namja itupun terkejut.
“K-kau?” gumamku sangat pelan bahkan hampir berbisik.

“Maafkan aku Sehun-ah, mengganggu tidurmu, yeoja pabo ini membuatku naik darah,” ucap namja tadi. Aku masih terpaku dengan sosok yang ada di sana. Semuanya diam, hingga sebuah senyum terukir di wajah namja itu, sepertinya dia baru sadar.

“Ternyata Tuhan sudah menjodohkan kita, chagia,” ucapnya.
“A-Apa?! S-Sayang? Yeoja ini?” seru namja tadi terkejut. ‘aissh, bicara apa namja ini? eomona selamatkan aku’ gumamku dalam hati.

TBC

Mianhe kalo ada kata yang salah, FFnya aneh, jelek, dan tijel,, tapi jangan lupa RCL ya ^^

2 thoughts on “[EXOFFI FACEBOOK] Bad Boy Or Good Boy (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s