[EXOFFI FREELANCE] BLACK ENCHANTED (Prolog)

enchanted copy.jpg

BLACK ENCHANTED (PROLOG)

Author        : Rhifaery

FB        : Rhifa Chiripa Ayunda

IG        : @chiripachiripi

Blog        rhifaeryworld.wordpress.com

Main Cast    : Airin (OC), Sehun, Kai, Chanyeol, D.O, Baekhyun and Suho

Genre        :Fantasy, Romance

Rating         : 17+

Author Note    : Inspired by Diabolix Lovers

Summary    : Airin yang tak pernah tahu asal-usul keluarganya, tiba-tiba dikirim pihak gereja ke sebuah rumah berisikan enam pria menawan: Sehun, Kai, Chanyeol, D.O, Baekhyun dan Suho yang ternyata masih mempunyai hubungan darah dengannya. Namun kenyataan mengatakan bahwa mereka adalah vampir yang haus akan darah manusia. Menjadi satu-satunya seorang mortal mampukah Carroline membebaskan diri tanpa pernah terikat dengan pesona mereka?

Semua orang hidup untuk sebuah alasan.

                Mobil berjalan perlahan memasuki kompleks perumahan yang tampak asing dimataku. Bangunan yang berjejer rapi, masing-masing mempunyai corak arsitektur lama dan terkesan gothik. Tak nampak banyak manusia berkeliaran, justru lebih dominan burung wallet yang berterbangan membawa daun-daun kering pada pertengahan musim dingin.

                Tiba-tiba mobil berhenti, memaksaku keluar lantas memasuki rumah dengan halaman luas. Sebuah rumah tua, di depannya terdapat air mancur Thor, Sang Dewa Kematian dalam mitologi Yunani Klasik. Angin semakin berhembus memberantakah helai rambutku dan seolah menyuruhku untuk cepat masuk ke dalam.

                Crieeettt…

                Pintu kubuka perlahan, “Hallo ada orang di dalam?” Tak ada sahutan membuat langkahku semakin  masuk ke dalam.

                Kulihat sekitar banyak perabotan rumah yang terjajar meskipun kebanyakan adalah benda lama, namun bisa kulihat bahwa di setiap benda memiliki kualitas nilai seni tinggi. Sebuah pigora yang seketika menarik perhatianku. Berisikan enam pria menawan yang memakai jas hitam dengan ekspresi sulit ditebak. Membuatku bertanya, mungkinkah mereka pemilik rumah ini. Jika begitu mungkin aku sudah salah alamat karena kupikir gereja akan mengirimku pada seorang yang tua rentah dan membutuhkan perawatan.

                “Hallo, apa ada orang?”  Teriakku sekali lagi. Semakin aku masuk ke dalam, semakin pula lah tak kutemui seseorang disana. Membuatku kembali bertanya, apa benar mereka mengirimku pada rumah yang tepat? Rumah ini seperti rumah kosong yang terpaksa ditinggalkan penghuninya. Sunyi dan begitu mencengkam.

                “Apa ada yang mendengarku?” Untuk ketiga kalinya aku berteriak sekaligus ucapan terakhirku. Jika benar tidak ada siapapun disini alangkah baiknya jika aku kembali dan secepatnya meninggalkan rumah ini.

                Tak berapa lama, terdengar derap langkah dari tangga. Keenam orang yang tadinya kulihat dari foto telah berwujud nyata, berjalan menuruni tangga dengan gaya arsiktorat yang anggun. Terlalu indah hingga membuatku sedikit kehilangan keseimbangan diri.

                “Berisik!” Ucap salah seorang, berambut hitam pekat dengan kulit seputih pualam. Satu dari mereka yang berambut agak pirang tiba-tiba sudah berada di sampingku.

                “Benarkah, ini makanan baru kita?” Ucapannya membuatku bingung. Agak kurang sopan saat dia mengendusku seperti anjing seolah-olah bahwa aku ini mangsa barunya.

                “Tak baik berkata seperti itu pada tamu kita Chanyeol!” Tegur pria berkacamata pada pria kurang ajar yang ternyata namanya Chanyeol. Sedikit tersenyum, pria itu akhirnya kembali pada posisinya tanpa meminta maaf padaku.

                “Maaf atas sambutan kurang menyenangkan dari kami. Perkenalkan namaku Suho, ini Sehun, Baekhun, D.O, Chanyeol dan Kai.” Terakhir dia menunjuk mereka satu persatu dan berhenti pada pria berambut coklat nilon yang sedang menatapku tajam.

                “Aku Airin. Utusan dari gereja!” Gantian akulah yang memperkenalkan diri.

                “Hemm… utusan gereja yah, pantas saja bauhmu menggoda.” Ucap salah seorang yang kutahu namanya Baekhyun. Sama seperti yang Chanyeol lakukan, pria ini juga mengendusku di bagian daerah sensitifku, leher.

                “Bisakah kalian antar aku ke kamar, ku kira aku membutuhkannya sekarang?”

                “Ehmm… kamar, tentu saja kau akan mendapatkannya. Ikut aku!”  Oh Sehun, seorang yang berkulit seputih pualam tiba-tiba membawakan tasku. Mengintruksiku bahwa aku harus mengikuti kemana dia akan menunjukkan kamarku. Dapat kurasakan perasaan mistik yang bergelayut di rumah ini. Cahanyanya tidak begitu terang, seolah-olah sengaja dibiarkan redup. Dibanding lampu-lampu kristal yang bergelantungan, mereka justru lebih memilih menyalahkan lilin di pojok-pojok ruangan.

                “Kau baru saja masuk ke pintu neraka nona?” Pria itu sedikit berujar.

                “Apa maksudmu?” Tanyaku sedikit tak paham.

             “Bahkan aku berani bertaruh, kau belum tahu apa-apa soal kami sebelum kau dikirim kesini?”

                Sehun lantas mendekat. Melemparkan tas yang dibawahnya, lantas merahi pundakku dan membisikkan sebuah kata, “Kau adalah seorang tumbal!”

                Respek tanganku menepisnya. Tak yakin dengan tenaga yang kumiliki hingga membuatnya terjatuh menatap lantai. Saat itulah, aku melihat perubahan dirinya. Iris matanya tak sehitam yang kulihat, melainkan berwarna merah menyalah. “Siapa kau?”

                “Menurutmu siapa?” Secara cepat dia sudah menahanku di tembok. Kudua tanganku dicengkramnya erat seiring dengan hadirnya taring dari ujung bibirnya.

                “Kau vampir?” Ucapku bodoh. Tentu saja dia tak membutuhkan ucapan itu, karena yang ia butuhkan sekarang adalah darahku. Ia memiringkan kepalaku ke samping, seberapa kuat tenagaku untuk melawannya tentulah tak cukup kuat jika yang kulawan adalah seorang monster. Deruh nafasnya menyapu leherku, walaupun aku tidak percaya dia masih bisa bernafas. Sensasi luar biasa saat lidahnya ia sapukan ke leherku. Benarkah setelah ini aku akan mati. Secepat inikah durasi hidupku untuk mengenalnya?

                “Hentikan perbuatan bodohmu itu Sehun!” Sebuah suara mengagetkan seketika mengehentikan aksinya. Kai telah berdiri tak jauh dari kita dan tentu kutebak dia telah melihat semuanya.

                “Berisik!” Dengusnya. Melepas paksa cengkramannya terhadapku hingga membuatku terjungkut di lantai.

                “Kau belum bisa mengambil darahnya sebelum dia disucikan?” Kai menatapku sekilas. Begitupun diriku yang tak berhenti menatapnya. Disucikan? Apa maksud pembicaraan mereka. Sesungguhnya aku sudah dibaptis sejak umurku tujuh tahun.

                “Kau pikir aku ingin menikmati darah kotor itu?” Keduanya bersitegang. Saling menatap dengan tatapan api yang membara. Tak mau sia-sia, aku pun menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri.

                Vampir! Mereka semua adalah vampir. Aku bisa mengatakannya melalui kedua tatapan yang benar-benar menyeramkan itu. Lalu mengapa pihak gereja mengirimku ke tempat ini? Bodohnya aku yang tidak sempat bertanya pada siapa dan kemana aku akan dikirim.

                Langkah demi langkah, aku berusaha mencari pintu keluar. Agaknya rumah yang terlalu besar memaksaku berlari. Terdapat kusen-kusen pintu disetiap sisinya, ruangan-rungan yang saling menghubungkan. Dan ini mengingatkanku seperti labirin. Mustahil keluar dari tempat ini dengan mudah.

                “Kau mau kemana?” Suara dari seseorang bertubuh semampai dan terlihat paling muda dari mereka. Aku mengenalnya sebagai D.O. Tanpa mengubris pertanyaannya, kuteruskan berlari mencari pintu keluar. Melewati lorong-lorong kelam dengan pencahayaan semakin redup.

                “Kau pasti capek, mau minum dulu denganku?” Ucap Bakhyun yang tiba-tiba muncul, duduk di meja makan. Tangannya memegang segelas cairan berwarna merah pekat, menawarkan kepadaku seolah kuberpikir bahwa cairan itu adalah darah. Tak ada waktu lagi, aku melanjutkan lariku mencari pintu keluar, walaupun kudengar tawa nyaring di belakangku.

                “Sekali kau masuk tak ada pintu keluar bagimu, bloody?” Ucap Chanyeol yang tiba-tiba muncul di depanku.

                Aku semakin ketakutan. Tanganku tak pernah bergetar sehebat ini juga jantungku yang tak pernah berpacu sekeras ini. Seolah bahwa mereka sengaja mempermainkanku. Bayangan Chanyeol yang seketika  menghilang digantikan silau cahaya matahari yang terletak di ujung lorong.

                Sebuah pintu keluar.

                Secepat mungkin, aku mempercepat lari ke arah itu. Tempat yang mereka katakan neraka, bukan berarti bahwa aku tidak bisa keluar dari sini.

                PYAAARRR!!! Sebuah benda terlempar keras ke arahku. Sebuah bingkai kaca yang berisikan gambar enam anak lelaki juga satu anak perempuan. Semakin mengejutkan karena anak perempuan dalam bingkai itu adalah diriku yang berusia 5 tahun. Benar-benar tak dapat berpikir, siapakah diriku sebenarnya. Apa hubunganku dengan mereka, dan mengapa pihak gereja mengirimku ke tempat biadab ini. Jika mereka semua vampir, bukanlah tak menutup kemungkinan bahwa aku juga seorang…

                “Salamat datang kembali, Airin?” Dan suara itu semakin memperjelas asumsiku. Suho yang berjalan mendekat diiringi kelima saudaranya. Masing-masing dari mereka tersenyum mengejek seolah menertawakan kebodohanku. Kakiku yang tiba-tiba melemas juga pintu-pintu yang tertutup rapat. Tak ada harapan untuk keluar dan mungkin inilah saat-saat terakhirnya menghirup kehidupan.

                “Jangan mendekat… Jangaaaaaannnnnn……!!!!”

TBC

Aneyong… Masih ingat saya nggak, penulis ff Proposal Married (nggakadaygnanya). Kali ini mencoba peruntungan dari ff bergenre fantasy. Nggak tau sih, kalian suka apa nggak. So, nih cerita terinspirasi dari anime Jepang Diabolix Lovers. Ada yg tau? Nggak sampek mirip kok, ada beberapa scene yg dikembangin pake imajinasi sendiri. Dan karena ini kisah vampire, maka per chapter saya suguhin adegan bite scene hahaha
Sekian dan semoga suka… ☺

11 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] BLACK ENCHANTED (Prolog)

  1. hai salam kenal…ijin baca ya…ceritax menarik..aq sbnerx gk trllu suka genre fantasy tpi stlh baca ff ini aq jdi tertarik buat baca ff fantasy….d tunggu chapter slnjutx ya…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s