[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 3)

1888

THE PERFECT WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

SUMMARY :

Kim Eun Ji adalah gadis berumur 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 3rd

_

Rasa sunyi dan hening menghinggapi suasana didalam mobil pada malam hari, Eun ji hanya bisa bersandar dikursi depan sembari menunggu telfon dari adiknya. Berbeda dengan suaminya, pria itu hanya diam sambil menyetir mobilnya dengan tenang. Namun ketiga saudaranya terus merenung dan memebayangkan bahwa mereka masih dalam dunia mimpi. Karena merasa tidak nyaman Eun ji mencoba menyalakan music diponsel nya. Namun hal itu menuai tanggapan dari keempat pria tersebut.

“Noona , bisakah kau matikan music itu” ucap Junior. “Aku tidak menyukai music itu”.

“Tapi aku sangat menyukai music ini” Sahut Eun ji. “Lagipula sangat hening disini, dan lebih baik jika ada sedikit lantunan music yang berbunyi”.

“Sebaikya gunakan headset“ ucap Sehun tiba – tiba

“Baiklah” balas Eun ji

     Tak terasa perjalan yang cukup jauh itu akhirnya terselesaikan. Ketika membuka pintu mobil, terlihat sebuah rumah yang sangat besar berdiri ditempat tersebut. Dan membuat Eun ji tidak bisa berkata – kata .

“Daebak, rumah itu sangat besar dan mewah.  Apakah itu rumah kalian” tanya Eun ji sambil menatap kearah rumah itu.

“Tentu saja noona, sudahlah sekarang kau ambil barang – barang mu didalam bagasi” sahut Junior

“Tapi kan aku memakain baju gaun, sulit bagiku membawa semua barang – barangku” guman Eun ji. Gadis itu berharap jika Junior dengan senang hati membawakan koper Eun ji.

“Jangan berharap aku akan membawakan kopermu. Bawa saja sendiri” Junior langsung masuk kedalam rumahnya tanpa memperdulikan noonanya.

“Dia tidak sopan sekali, aku ini kan sekarang adalah kakak iparnya. Tapi yasudalah aku bawa sendiri saja koperku” ucap Eun ji

    Sambil mengambil barangnya didalam bagasi, Eun ji terus memandangi rumah itu. Membayangkan bahwa rumah itu adalah miliknya dan adiknya. Gadis itu berjalan perlahan memasuki rumah tersebut. Melihat banyak barang – barang yang indah dan mahal membuat Eun ji ingin meyentuh mereka satu – persatu. Namun ia harus menjaga sikapnya, karena itu bukanlah rumahnya. Tidak lama kemudian terdengar langkah kecil menuju kearahnya,  tiba – tiba saja Chanyeol  menarik tangan Eun ji, yang membuat langkah Eun ji mengikuti langkah pria itu. Tak disangka langkah mereka berhenti ketika melihat sebuah pintu berwarna putih dilantai atas rumahnya.  Pria itu mengambil sebuah kunci dari dalam saku celananya dan membuka pintu tersebut. Nampak banyak barang – barang mahal dan fasilitas yang lengkap didalam ruangan itu.

“Cepatlah kau ganti pakaianmu dan rapihkan barang – barang mu” ucap Chanyeol. “Lalu segeralah turun kebawah untuk makan malan” ucap Chanyeol.

“Apakan ini adalah kamarku ?: tanya Eun ji

“Ini adalah kamar kita berdua” sahut Chanyeol. “Sekarang cepatlah kau rapihkan barang – barangmu, dan jangan banyak bertanya”.

“Tapi kita tidak mungkin tinggal dalam satu kamar, kau tau hal ini sudah melanggar perjanjian kita” ucap Eun ji. “Dan jika kamar ini adalah milik kita berdua, seharusnya ada dua tempat tidur disini”. Namun faktanya hanya ada satu ranjang saja.

“Kau tidak perlu khawatir aku sudah memikirkan hal itu, dibawah tempat tidur itu ada 1 tempat tidur untukmu” ucap Chanyeol

“Ohhh, maksudnya aku yang akan tidur dibawah sedangkan kau diatas” balas Eun ji. “Tapi bukankah itu sangat tidak adil bagiku, Seharusnya aku yang tidur diatas. Karena aku adalah wanita, tidak sepantasnya wanita tidur dibawah. Mana rasa kepedulianmu terhadap wanita, apakah kau tidak punya rasa peduli, eoh ?”.

“Baiklah, aku yang akan tidur dibawah. Sekarang kau puas, eoh ?” ucap Chanyeol

“Tentu saja, memang sudah seharusnya aku yang tidur diatas” balas Eun ji

“Sudahlah, sebaiknya sekarang kau ganti bajumu dan rapihkan barang – barangmu lalu setelah itu turun kebawah untuk makan malam. Aku ingin memasak dulu” ucap Chanyeol

“Nde” sahut Eun ji

    Lalu segeralah pria itu pergi meninggalkan Eun ji, dan membiarkan gadis itu merapihkan barang – barang nya. Melihat suaminya sudah pergi Eun ji langsung bergegas melihat – lihat berbagai fasilitas yang ada dikamarnya. Gadis itu sangat senang jika melihat sebuah tempat tidur yang tertata rapi, tak pikir panjang Eun ji langsung menaiki tempat tidur itu dan berlompat – lopat diatasnya. Tak disadarinya pintu kamarnya tidak tertutup dengan sempuarna sehingga menyisakan ruang yang kecil dipintu tersebut. Melihat pintu kamar hyungnya terbuka sedikit, Sehun berniat untuk menutupnya kembali. Namun pria itu tak sengaja melihat seorang gadis tertawa riah sembari berlompat – lompatan diatas tempat tidur. Melihat senyuman Eun ji yang indah membuat pria jangkung itu tertawa kecil.

       Merasa keberadaanya diganggu Eun ji langsung menoleh kearah pintu, dan dengan segera Sehun menghindar dari pandangan Eun ji dan segera pergi.

_*_

     Dipagi hari yang cerah terlihat disisi sebuah kamar seorang pria yang sedang duduk sembari menatapi seorang gadis yang juga sedang duduk disamping. “Apakah wanita ini adalah istriku ?” ucap Chanyeol sembari menatap Eun ji.

“Tentu saja aku istrimu oppa” balas Eun ji

“Aku mencintaimu Kim eun ji” ucap Chanyeol sambil memegang tangan Eun ji

“Aku juga mencintaimu” balas Eun ji yang terlihat malu

“Gadis ini benar – benar menyebalkan, aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia bersamaku !. Hahahaha ..” Teriak Chanyeol sambil memegang erat tangan gadis itu.

“Tidak, jangan lakukan itu. Yeri !!” teriak Eun ji sambil membuka matanya

    Tak disangka itu hanyalah sebuah mimpi. “Aigo, ternyata hanya mimpi” ucap Eun ji sambil menggaruk – garuk kepalanya. Gadis itu pun langsung bangun dari tempat tidurnya. Rambut yang berantakan menghiasi wajah Eun ji dipagi hari, ia berjalan keluar dari kamar dan menelusuri setiap ruangan dirumah nya. Mendengar suara berisik dari arah dapur, gadis itu langsung berjalan menuju tempat tersebut. Tak disangka ia melihat empat orang pria sedang memasak.  “Hyung, bisakah kau ambilkan sedikit garam untukku” ucap Bam bam sambil mengaduk – ngaduk sebuah bubur didalam panci.

“Baiklah” sahut Sehun

    Mendengar perkataan itu, Eun ji merasa seperti seorang putri dirumah tersebut. sungguh ini adalah mimpi yang tidak pernah Eun ji bayangkan, melihat meja makan yang tertata rapih dan berbagai makanan yang mulai disajikan disana, membuat Eun ji ingin menghampiri mereka satu persatu. Gadis itu berjalan menuju salah satu kursi dimeja makan itu, dan segeralah ia duduk disana.

“Good morning everybody” teriak Eun ji. Sontak teriakan itu membuat semua orang menoleh kearahnya.

“Hei, kau sedang apa duduk disana ?” tanya Bam bam

“Aku sedang menunggu sarapan pagiku dari kalian” sahut Eun ji

“Kau pikir kami memasak untuk mu” ucap Bam bam

“Tentu saja, aku yakin kalian adalah keempat malaikatku” ucap Eun ji. “Jadi aku mohon bagilah sedikit makanan kalian padaku”.

“Sudahlah, jangan bersikap seperti anak kecil. Aku sudah membuatkan mu semangkuk bubur” ucap Chanyeol yang langsung memberikan gadis itu semangkuk bubur .

“Gomawo, kau sangat baik sekali. Beruntungnya aku mempunyai suami sepertimu” puji Eun ji

“Ehmm, ini masih pagi hari hyung “ tegur junior

“Lalu kenapa, apakah ada masasalah jika aku dan istriku bermesraan dipagi hari. Apakah hal ini mengganggumu, eoh ?” tanya Chanyeol

“ hyung makanannya sudah siap” ucap Sehun lalu segera pergi dari dapur

“Kau mau kemana ?” tanya Chanyeol

“Aku akan makan diruang tamu saja” teriak Sehun

“ tunggu aku hyung “ ucap Junior yang langsung pergi menyusul hyung nya

   Hanya tersisa Bam bam dan pasangan suami istri itu saja, merasa bingung apa yang harus dilakukan, akhirnya pria itu memilih untuk menyusul kedua saudaranya. Eun ji dan Chanyeol tertawa melihat sikap ketiga pria itu. “Adik – adikmu sangat lucu sekali” ucap Eun ji. “Sudahlah, cepat habiskan makananmu dan jangan lupa untuk merapihakn rambutmu. Kau terlihat menyeramkan dengan rambut seperti itu” ucap Chanyeol .

“Kau sama saja seperti mereka “ guman Eun ji dalam hatinya .

_*_

“Sepertinya noona akan merebut hyung dari kita” ucap Junior

“Apa yang kau katakan, itu tidak akan mungkin aku yakin tak lama kemudian pasti hyung akan menceraikan gadis itu” ucap Bam bam

“Sudahlah hentikan omong kosong kalian, aku merasa bahwa sudah terjadi sesuatu pada hyung kita” guman Sehun . “Tidak mungkin jika hyung tiba – tiba menyukai gadis itu dan akhirnya menikah dengan gadis itu”.

“Aku jadi penasaran terhadap mereka berdua” balas Bam bam. “Atau jangan – jangan mereka hanya berpura – pura untuk menikah”.

“Mungkin, tapi bisa saja kita bertiga memata – matai kehidupan mereka” ucap Junior

“Kau sudah gila, eoh ?. Aku tidak ingin ikut campur dengan permainan konyol kalian ini” keluh Sehun lalu segera pergi meninggalkan mereka dari dalam kelas.

“Permainan konyol ?, maksudnya dia apa. Bukankah ini adalah ide yang bagus “ ucap Junior

“Menurutku itu juga ide yang buruk” tambah Bam bam

    Tak lama setelah mereka berbincang – bincang , terlihat seorang gadis sedang berjalan menuju kedua pria itu, dengan segera gadis itu menghampiri mereka kedalam kelas. Tidak disangka gadis tersebut bukan lain adalah Kim eun ji, ia sengaja datang menemui mereka untuk membawakan makan siang untuk adik iparnya.

“Aku membawakan makan siang untuk kalian berdua” ucap Eun ji yang langsung memberikan sebuah tempat makan pada mereka . “Tapi, dimana Chanyeol oppa ?”.

“Gomaw. Tapi kami tidak tau dimana hyung, mungkin dia ada diCafe” sahut Junior yang lang langsung mengambil tempat makan tersebut.

“Ohh begitu” balas Eun ji singkat

“Memangnya ada apa kau mencarinya ?” tanya Bam bam

“Uhh .., aku hanya bilang pada Chanyeol oppa bahwa aku sudah membeli ponsel baru” jawab Eun ji

“Kau cuma mau bilang itu ?” tanya Junior

“Iya, memangnya ada yang salah ?” sahut Eun ji

“Tidak ada yang salah, hanya saja kau seperti anak kecil” ucap Bam bam

“Aku memang seperti ini. Kalau begitu apa boleh aku minta nomor telfon Chanyeol oppa ?” tanya Eun ji sambil mengambil pulpen dari dalam tas nya.

“Memangnya hyung tidak memberitaumu nomor telfonnya ?” jawab Junior

“Aku kan baru saja beli ponsel baru, jadi belum ada nomor telfonnya Chanyeol oppa diponselku” balas Eun ji

“Baiklah, tunggu sebentar” ucap Bam bam sambil mengambil ponselnya dari dalam saku jaketnya. “Ini, kau catat saja nomornya sendiri” Bam bam langsung memberika ponselnya kepada Eun ji.

“Nde, gomawo” balas Eun ji. Lalu segeralah gadis itu mencatat nomor telfon Chanyeol ditelapak tangannya.

“Baiklah, ini ponselmu aku sudah mencatatnya” ucap Eun ji sambil mengembalikan ponsel milik adik iparnya itu. “Sekarang aku harus segera pergi” ucap Eun ji yang langsung pergi dari kelas tersebut. “Jangan lupa untuk habiskan makanan itu !” teriak Eun ji dari luar kelas.

“Baiklah noona !” teriak Junior

    Lalu segeralah Eun ji pergi untuk mencari Cafe tersebut. Saat ditengah perjalanan tak disangka gadis itu melihat Sehun tengah berjalan ditepi jalan raya. Pia itu terlihat seperti orang aneh, ia terus saja memainkan ponselnya. Sehun sama sekali tidak memperhatikan keadaan disekitarnya. Namun karena ia bertemu dengan Sehun, gadis itu bisa langsung bertanya dimana letak Cafe Chanyeol pada pria tersebut. Lalu segeralah Eun ji menghampiri Sehun dengan sepeda motornya.

“Sehun-ah !” tegur Eun ji

“Kau sedang apa kau disini ?” tanya Sehun sambil menoleh kearah Eun ji

“Tidak perlu bertanya, cepatlah naik aku akan mengantarmu keCafe” ucap Eun ji

    Sehun terlihat sedikit bingung melihat Eun ji yang tiba – tiba datang menghampirinya. Namun bukannya naik ke sepeda motor pria itu malah mengabaikan Eun ji dan pergi meninggalkan wanita tersebut. Tapi Eun ji terus saja mengikuti pria itu dari belakang, karena merasa terganggu akhirnya Sehun menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Eun ji.

“Kau tidak malu, membuntuti seorang pria dengan sepeda motormu. Dan juga kau mengendarai sepeda motormu di tempat pejalan kaki” tegur Sehun. Secara langsung Eun ji menghentikan laju sepeda motornya.

“Untuk apa aku malu, kau saja tidak malu ketika mengajakku berkencan. Tapi sebenarnya aku hanya ingin memberimu tumpangan agar kau lebih cepat sampai keCafe” ucap Eun ji

“Kau pikir aku ingin ke Cafe, eoh ?” ucap Sehun

“Bukannya kau ingin pergi ke Cafe Chanyeol oppa” balas Eun ji.

“Memangnya kau tau dari mana tentang Cafe itu ?” tanya Sehun

“Tentu saja aku tau, kan aku adalah istri dari hyungmu” jawab Eun ji. Seketika Sehun diam saat mendengar ucapan Eun ji. “Lagipula kau ingin pergi kemana disiang hari yang panas ini ?” tanya Eun ji.

“Bukan urusanmu” ucap sehun yang langsung berlari meninggalkan Eun ji

“Baiklah, pergilah jangan kembali lagi” teriak Eun ji. “Pria macam apa dia, tidak sopan pada wanita. Pantas saja Chanyeol -ah memintaku untuk menikah dengan dia. Rupanya ketidak adiknya sudah tidak waras dan tentu saja tidak sopan” guman Eun ji. Karena bingung mencari Cafe suaminya, ia langsung menghubungi Chanyeol.

Menunggu nada sambung …

“Yeoboseyo” ucap Eun ji sambil memegang hidungnya untuk menyamarkan suaranya.

“Yeoboseyo, ini siapa?” tanya Chanyeol

“Annyeong ahjussi, aku adalah tukang pengantar ayam goreng. Benarkah kau adalah Park Chanyeol ?” jawab Eun ji

“Iya, aku Park Chanyeol. Ada apa memangnya ?”

“Seseorang yang bernama Park sehun memesan satu paket ayam goreng kepadaku, dan dia memintaku menghubungi untuk membayar tagihannya”

“Baiklah, nanti aku akan mentranfernya. Beritau saja berapa nomor pinmu”

“A .. aku tidak punya kartu ATM. Jadi anda harus membayarnya langsung”

“Tapi aku sangat sibuk saat ini”

“Begini saja tuan, beritau saja alamat Cafe mu dimana nanti aku akan pergi kesana”

“Dari mana anda tau tentang Cafe saya”

“Ahh .. itu adikmu memberitauku bahwa aku bisa pergi ke Cafe kakaknya untuk memintan tagihannya makanannya”

“Baiklah, catat alamatnya” Chanyeol langsung memberitau alamat Cafe nya kepada Eun ji.

“Sudah aku catat, sekarang aku akan segera pergi kesana. Terima kasih tuan” Eun ji segera menutup telfonnya.

“Orang ini tidak sopan sekali, aku belum bicara dia sudah menutup telfonnya” keluh Chanyeol.

           Lalu segerarah gadis itu pergi dengan sepeda motornya menuju Cafe suaminya. Sesampainnya gadis itu disana, ia melihat suaminya tengah membaca buku disalah satu meja didalam Cafe tersebut. Tak pikir panjang Eun ji langsung masuk kedalam tempat itu lalu menghampiri Chanyeol.

“Annnyeonghaseyo” ucap Eun ji yang langsung duduk disamping Chanyeol. “Kau sedang membaca buku apa ?”

“Kau sedang apa disini ?” tanya Chanyeol yang terlihat kebingungan

“Aku kesini ingin bertemu denganmu” jawab Eun ji

“Maksudku, kau tau dari mana kalau aku ada disini ?”

“Firasatku mengatakan bahwa kau ada disini”

“Jangan – jangan kau yang tadi menghubungiku, dan berpura – pura menjadi tukang ayam goreng”

“Iya, memangnya kenapa ?”

“Kau memang sudah tidak waras. Untuk apa kau berpura – pura ?”

“Itu karena adik – adikmu tidak ada yang mau memberitauku dimana alamat Cafe mu. Tapi aku sangat terpesona dengan Cafe mu ini, sangat bagus sekali Desain Interiornya”

“Lain kali kau jangan bertanya pada adik – adikku, kau kan bisa menghubungiku”

“Baiklah. Lalu sekarang kau sedang baca apa ?”

“Ohh …, aku sedang membaca buku cerita”

“Kau ini seperti anak kecil saja, seharusnya kau membaca buku majalah atau komik. Itu lebih baik untukmu”

“I know that you’re stupid, but please don’t try to Annoy me” ucap Chanyeol

“ I am gak stupid kok. Ahh … sudahlah aku tidak bisa berbahasa inggris “ balas lantang Eun ji. “Lagipula lebih baik jika menggunakan bahasa sendiri” .

“Terserah padamu” pasrah Chanyeol sambil menatap Eun ji. “Lalu sedang apa kau disini ?”

“Aku mencarimu, aku ingin pinjam uang padamu” ucap Eun ji. “Aku sekarang sedang krisis uang”.

“Untuk apa kau minta uang padaku, aku sudah mentransfer uang ke rekeningmu” balas Chanyeol

“Benarkah ?, kau mentransfer berapa banyak ?” tanya Eun ji dengan mata berbinar – binary.

“Aku tidak tau, yang pasti jumlahnya banyak. Uang itu harus cukup untuk satu minggu. Jadi aku akan memberimu uang setiap seminggu sekali” jawab Chanyeol

“Kau baik sekali” ucap Eun ji

“Of course, I am a rich man” balas Chanyeol

“Aku mohon tolong jangan gunakan bahasa inggris” ucap Eun ji

“Baiklah, tapi Kim eun ji aku minta padamu untuk bersikap perhatian pada ketiga adikku” sahut Chanyeol

“Baiklah aku akan mencobanya” ucap Eun ji. “Tapi jika aku gagal bagaimana ?”.

“Sudahlah kau coba dulu saja” balas Chanyeol

“Baiklah Pak tua” ucap Eun ji

“Kau bilang apa tadi ?” tanya Chanyeol

“Aku bilang aku harus pergi dulu, kau taukan aku sangat sibuk setelah aku menjadi istrimu palsumu”.  :alu beranjaklah Eunji dari tempat itu, tak lama setelah gadis itu pergi, Sehun datang untuk menemui Hyungnya. Pria berkulit putih tersebut terlihat sangat lelah dengan sedikit keringat dilehernya. Chanyeol yang tengah minum secangkir Coffee, terkejut saat melihat keadaan adiknya itu.

  Pria itu langsung terduduk lemas dikursi tepat disamping hyungnya. Tidak disangka ternyata sejak dari tadi Sehun menunggu diluar cafe sampai Eun ji pergi dari sana. Namun ia mencoba bersikap tenang pada hyungnya seakan – akan tidak ada hal aneh yang terjadi padanya.

_

 Sesampainya Eun ji dirumah saat pukul 10 malam, gadis itu melihat pemandangan yang tidak sedap didepannya. Terlihat sampah makanan berserakkan dimana – mana, disisi lain Eun ji juga melihat Bam bam dan Junior tengah tertidur pulas disofa. Mereka sama sekali tidak memperdulikan lingkungan disekitarnya. Namun Eun ji mencoba untuk bersikap tenang dan perlahan membangunkan kedua pria itu.

“Kalian bangunlah ini sudah malam” ucap Eun ji sambil membangunkan mereka. Namun nihil mereka sama sekali tidak terbangun. Akhirnya gadis itu memutuskan untuk membersihkan sampah – sampah tersebut terlebih dahulu.

      Setelah semua sampah dibersihkan, Eun ji mencoba kembali membangunkan mereka. “Kalian berdua bangunlah, ini sudah malam” ucap Eun ji. Namun tetap saja hasilnya sama, akhirnya ia memikirkan sebuah cara untuk membangunkan kedua pria malas itu.

     Cara pertama yang Eun ji lakukan adalah dengan mengelitiki telapak kaki mereka, namun tanggapan dari mereka hanyalah kedipan mata sekilas dan tawa kecil dibibir mereka. Cara kedua yang dilakukannya adalah dengan berteriak di telinga mereka satu persatu. “Junior – ah B-A-N-G-U-N-L-A-H …” teriak Eun ji pada telinga Junior. Namun tidak ada hasilnya, sehingga Eun ji harus menggunakan cara pemaksaan. Gadis itu mengambil panci dan sendok sayur, lalu memukul –mukuli panci tersebut dengan sendok sayur sekeras mungkin. Saat tengah memainkan pancinya tiba – tiba Chanyeol dan Sehun datang. Melihat tingkah Eun ji yang aneh dengan pancinya, Chanyeol mencoba untuk menghentikan tindakan istrinya itu.

“Apa yang sedang kau lakukan ?” tanya Chanyeol tiba – tiba

“Aigo .., kau membuatku kaget saja. Aku sedang membangunkan kedua adikmu” sahut Eun ji. “Mereka dari tadi tidak mau bangun”.

“Kau tau. Kau seperti orang aneh ! “ ucap lantang Chanyeol

“Aku minta maaf” ucap Eun  ji sambil menundukkan kepalanya, ia langsung meletakan panci dan sendok sayur itu dilantai.

      Ketika mendengar suara hyungnya, Junior dan Bam bam langsung terbangun. Ternyata mereka hanya berpuar – pura tidur hanya untuk mengerjai Eun ji. Melihat perilaku kedua adik suaminya, Eun ji langsung memandang sinis pada mereka.

“Jadi kalian hanya berpura – pura tidur sejak tadi, eoh ?” tanya Eun ji. “Kalian sangat jahat, aku mencoba berbagai cara untuk membangunkan kalian. Kau bisa lihat kan tindakan kedua adikmu mereka sangat tidak sopan padaku”. Karena merasa marah Eun ji akhirnya pergi dari tempat itu menuju kamarnya. Chanyeol tidak bisa berkata apapun akhirnya ia memilih untuk menyusul Eun ji kekamar.

Tok … tok …

Chanyeol mengetuk pintu kamarnya namun tidak ada sama sekali suara terdengar dari dalam ruangan tersebut. “Eun ji -ah apa aku boleh masuk ? “tanya pelan Chanyeol. Namun tidak ada respon dari gadis itu. Chanyeol akhirnya membuka pintu kamarnya. Tidak disangka pria itu melihat istrinya yang tengah tertidur ditempat tidurnya. Chanyeol mencoba membangunkan Eun ji agar ia pindah ketempat tidurnya. Namun Eun ji sama sekali tidak terbangun, gadis itu terlihat pucat dengan bulu mata yang tertimbun air matanya. Merasa tidak tega Chanyeol membiarkan Eun ji beristirahat ditempat tidurnya. Dan sepanjang malam ia terus menjaga Eun ji.

_

Dipagi harinya Eun ji terbangun, ia  mencoba untuk membuka kelopak matanya perlahan – lahan. Ketika membuka matannya, Eun ji melihat seorang pria dihadapannya. Pria itu tersenyum ketika melihat Eun ji, lalu ia memberikan semangkuk bubur kentang untuk gadis itu. Kini Eun ji menyadari bahwa pria yang ada dihadapannya adalah suaminya sendiri. Gadis itu masih marah pada suaminya, bahkan ia tidak mau menerima pemberian makanan dari pria tersebut. Namun Chanyeol memiliki seribu akal untuk membujuk Eun ji.

“Kau sangat cantik ketika bangun tidur” puji Chanyeol sambil tersenyum. “kau tau aku mulai bingung bagaimana cara melayani istriku dengan baik, namun hanya ini yang bisa aku berikan padamu”.

“Apa kau sudah tidak waras, jangan coba untuk merayuku dengan kata – kata palsumu itu” sahut Eun ji

“Aku mengatakan yang sebenarnya, tapi aku hanya ingin kau memaafkanku” ucap Chanyeol. “Aku tau sikapku tadi malam terlalu berlebihan padamu”.

“Sudahlah lupakan saja, aku tidak ingin mengingatnya lagi” balas Eun ji.

Perlahan Eun ji mulai tidak marah lagi pada suaminya. Tiba – tiba terdengar suara aneh dalam perut Eun ji. Hal itu sontak membuat Chanyeol tertawa, pria itu tau bahwa Eun ji kini sedang kelaparan.

“Aku rasa perutmu sedang bernyanyi, cepatlah kau suruh mereka untuk berhenti bernyanyi” ucap Chanyeol

“Itu bukan suara perutku” balas Eun ji. “Tapi suara makananku, sudahlah cepat berikan bubur itu padaku” dengan cepat Eun ji merebut bubur itu dari tangan suaminya. Gadis itu terlihat sangat lapar sehingga membuat mangkuk tersebut kembali bersih seperti habis dicuci. Melihat sikap istrinya Chanyeol hanya bisa tertawa dalam hati. Tak lama kemudian Chanyeol keluar dari dalam kamar itu, lalu bergegas pergi menuju Cafenya. Sedangkan Eun ji, gadis itu lebih memilih menonton acara pagi diruang tamu. Ia sengaja tidak berangkat kuliah karena hari ini dosen Park tidak masuk. Namun Eun ji ada janji dengan sahabatnya dikedai kopi siang ini.

Setelah tertawa riah menonto film, Eun ji segera mandi lalu bersiap – siap. Saat hendak ingin mengambil kunci motornya diruang tamu, ia melihat Sehun sedang memakai sepatu. Namun saat Sehun berbalik melihat Eun ji, pria itu justru langsung pergi. Sayangnya Sehun lupa membawa ponsel yang tertinggal disofa. Lalu Eun ji mengambil ponsel tersebut, ia berniat ingin mengembalikan handphone itu namun Sehun sudah pergi dengan mobilnya. “Pria itu benar – benar ceroboh” guman Eun ji dalam hatinya. Lalu bergegaslah ia pergi.

_

“Annyeonghaseyo” sapa Eun ji

“Kau terlihat sangat gembira sekali”ucap Joy. “Aku yakin pasti suamimu sering menggodamu”

“Kau bicara apa, eoh ? tanya Eun ji sambil memandang sinis kearah temannya

“Aku tidak bilang apa – apa kok” jawab Joy yang terlihat takut

“Ohhh … aku sangat merindukanmu sahabatku” ucap Eun ji sambil memeluk Joy. “Aku tidak bisa hidup tanpa sahabatku”.

“Aku juga merindukanmu” balas Joy. “Tapi untuk apa kau ingin menemuiku ?”

“Aku hanya ingin kamu menyampaikan pesanku pada paman Choi, aku minta maaf karena tidak bisa memenuhi janjiku padanya” ucap Eun ji. “Seharusnya aku membantu menjual buku komiknya, bisa kau katakan padanya bahwa aku akan membayar semua kerugiannya”.

“Untuk apa kau melakukannya ?” tanya Joy

“Aku sudah banyak menyusahkan pamanmu, tapi ia selalu meminjamkanku uang untuk membayar biaya sekolah adikku” jawab Eun ji

“Sudahlah kau tidak perlu berlebihan”sahut Joy

“Aku mohon katakan saja pada pamanmu, tapi bisakah kau berikan uang ini pada paman Choi” ucap Eun ji sambil memberika sebuah amplop kepada Joy.

“Iya, aku akan memberikan uang ini padanya”  jawab Joy

“Gomawo” balas Eun ji

Setelah mereka bebincang – bincang sembari melepas rasa rindu mereka, sayangnya mereka harus berpisah karena Eun ji harus segera pergi kerumah bibinya.

saat diperjalanan tidak disangka Eun ji melihat Sehun, namun kini bukan sedang berjalan ditepi jalan raya. Tapi sedang makan Ttetboki disalah satu Restoran  dikota Seoul. Hal itu mengundang perhatian Eun ji, kebetulan ia ingin mengembalikan ponsel milik Sehun. Dengan segera gadis itu memarkirkan sepeda motornya didepan halaman tempat tersebut. Eun ji perlahan berjalan masuk kedalam tempat itu, dan menghampiri adik iparnya.

“Sehun-ah” teriak Eun ji sambil menepuk bahu pria itu

“Uhuk .. Uhuk … Kau sedang apa disini ?” Ucap Sehun sambil batuk – batuk

“Bukan urusanmu. Boleh aku duduk ?” tanya Eun ji

“Nde” sahut Sehun

“Sepertinya Ttetboki itu sangat lezat. Boleh aku mencicipinya ?, kebetulan aku sangat lapar” Ucap Eun ji yang langsung mengambil dua buah sumpit itu dari tangan Sehun.

“Noona, apa yang kau lakukan ?” tegur Sehun

“Aigo .., kau memanggilku noona. Tidak biasanya seperti ini” ucap Eun ji

“Sebenarnya apa yang kau inginkan ?” tanya Sehun

“Ini, aku hanya ingin mengembalikan ponsel mu” balas Eun ji sambil memberikan ponsel itu pada Sehun.

“Bagaimana bisa ada padamu ?” tanya Sehun

“Aku menemukannya disofa, kau meninggalkannya begitu saja” jawab Eun ji

“Gamsahabnida” sahut singkat Sehun

“Wahh … Kau sangat polos sekali, tidak baik bersikap seperti ini. Kau harus segera memiliki pasangan hidup” ucap Eun ji

“Apa yang kau bicarakan, eoh ? “ tanya Sehun

“Kau berpura – pura bodoh, kau harus tau pasangan hidup adalah sesuatu yang penting dalam hidupmu. Walaupun kau terlihat masih sangat mudah, tapi kau harus belajar banyak tentang wanita” jawab Eun ji

“Aku tidak pernah menyukai wanita, sudahlah aku harus pergi” ucap Sehun lalu segera pergi meninggalkan Eun ji. Gadis itu tertawa kecil melihat sikap pria itu yang aneh.

_*_

          Terdengar suara seorang wanita sedang mandi didalam kamar mandi, namun disisi lain seorang pria tengah sibuk mengerjakan tugas kuliahnya. Pria jangkung tersebut terllihat sangat tenang walaupun terganggu oleh nyanyian gadis itu. Semakin lama suara itu terus tersengar semakin keras, karena sudah kehabisan kesabaran Chanyeol langsung menegur istrinya tersebut. “Bisakah kau tidak bernyanyi saat mandi” teriak Chanyeol. “Suaramu cukup mengganggu ku”.

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 3)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s