[Vignette] Unexpected Meeting | by L.Kyo

a378d5e2f7163cc91ffd776d8cdcb022

Title: Unexpected Meeting | Author: L.Kyo | Cast: Shin Gaeun (OC/YOU), Park Chanyeol (EXO) | Genre: Romance, Comedy | Rating: PG-15 | Lenght: Vignette | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

 

[ https://agathairene.wordpress.com/ ]

.

—oOo—

 

H A P P Y  R E A D I N G

.

.

Wanita setengah baya dengan pakaian serba gemerlap di tengah ruangan gelap itu, seakan mengucapkan bahasa alien lirih dimana Gaeun tidak tahu apa yang dikatakan wanita didepannya. Temannya Yoo Jimin hanya mengedikkan bahu penuh tanya. Setelah beberapa detik kemudian, wanita itu membuka mata lalu membuka salah satu kartu.

 

“Bibi, bagaimana asmaraku?” Tanya Gaeun penuh harap. “Buruk!” Suara lirih namun jelas itu membuat Gaeun dan Jimin saling menatap. “Buruk? Jadi tahun ini aku tidak akan mempunyai pacar maksudmu?” Tanya Gaeun dengan sedikit penekanan.

 

Wanita itu yang diketahui Gaeun sebagai peramal kartu tarot hanya menggelengkan kepalanya prihatin. “Kau tidak akan mendapatkan pacar jika kau tidak menghilangkan sialmu”. Untuk kesekian kalinya Gaeun dan Jimin saling memandang satu sama lain. “Sial? Memang kesialan apa pada Gaeun?” Gaeun mengangguk, membenarkan pertanyaan Jimin.

 

Tangan kanannya ia arahkan ke rambut kumalnya. “Rambut panjangmu membuat sial”. Tentu saja pernyataan itu membuat Gaeun membulatkan matanya. Pasalnya, selama ia hidup 21 tahun kecuali saat ia menjadi bayi, ia selalu tampil dengan rambut panjang. Dan Gaeun mulai berpikir aneh lalu menatap Jimin penuh selidik.

 

‘Kau membawaku ke peramal gadungan sepertinya?’ Ekor mata Gaeun melirik, menatap peramal tua itu sedang memilin rambut kumalnya.

 

***

 

“Aku hanya mendapatkan saran dari orang daerah sini. Aku tidak tahu. Kenapa kau mengatakan seperti itu?” Bela Jimin sedikit berlari. Mengejar Gaeun yang meninggalkannya jauh di sana. Gaeun hanya menghela nafasnya.

 

“Ya! Apa hubungannya asmara dan rambutku? Apa dia ingin membeli potongan rambut indahku dan memakainya menjadi wig nya? Aku tahu akan menjadi seperti ini”. Gaeun berbalik, menggerutu dengan semua apa yang terjadi baru saja.

 

Mood ku benar-benar hancur setelah mendengarkan wanita tua itu? Ya! Aku merelakan liburan ke Korea dan meninggalkan kehidupan membosankan di Jepang untuk menemuimu, tapi kau justru membawaku ketempat sebodoh itu. Memang jika aku tidak memotong rambutku aku akan menjadi perawan tua selamanya?” Omelan tiada henti dari Gaeun membuat Jimin segan meminum milkshake di tangannya.

 

“Berhentilah! Maafkan aku. Sudahlah, jangan kau ingat. Kau akan mendapatkan pacar tahun ini”. Ucap Jimin. Gaeun melirik temannya dengan senyuman kecut, lalu meletakkan milkshake coklat yang sedari ia gigit sedotannya. “Tentu saja! Aku tidak buruk. Tentu saja akan mudah mendapatkan pria”. Jimin tersenyum lalu memangku kepalanya dengan kedua tangannya.

 

“Benarkah? Lalu ada apa gerangan Nona Shin selalu menjadi gadis single selama 3 tahun ini?” Pernyataan skakmat Jimin membuat Gaeun tersedak, ia lupa bahwa selama ini ia men jomblo.. “A … Aku akan serius tentang ini. Siapa yang tidak ingin punya pacar di tahun ini? Tahun kemarin aku hanya tidak sempat”.

 

Gelak tawa Jimin membuat Gaeun risih. “Baiklah, aku akan memegang perkataanmu. Aku tidak akan segan-segan memukulmu jika kau memintaku mendatangi peramal lagi dan ujung-ujungnya kau menyalahiku. Aku tidak akan memaafkanmu”. Ucap Jimin sembari memalingkan wajahnya, membunyikan senyum mengejek.

 

“Benar. Aku salah. Aku akan membayar ini. Kau senang?” Gaeun beranjak dengan membawa dompet kecil menuju kasir. Setelah beberapa langkah, tubuhnya terdorong karena seseorang menabraknya, ditambah lagi suara benda jatuh membuat Gaeun terdiam, matanya tertuju pada ponselnya, ponsel lain dan sepasang sepatu kets abu-abu dibawah pandangannya. Gaeun mendongak sekilas, mendapati seorang pria dengan penutup masker hitam.

 

Tak ada kata maaf, hanya anggukan pada keduanya. Setelah mengambil ponselnya masing-masing, mereka kembali ke aktivitas mereka. Gaeun yang sedang menunggu antrian untuk membayar dan seorang pria yang sedang menuju meja menemui temannya.

 

***

 

“Baekhyun-ah!” Suara bass yang semakin dekat itu membuat Baekhyun mengalihkan perhatiannya. Teman akrabnya, Park Chanyeol akhirnya datang setelah ia menunggu 1 jam lamanya. Bukannya menyambut uluran Chanyeol, justru Baekhyun sedikit menendang kursi depannya sehingga bergeser kebelakang. Tentu saja Chanyeol hanya menggaruk lehernya dan menarik kursi kemudian duduk.

 

“Maafkan aku. Ada sedikit masalah tadi”. Cengiran bodoh Chanyeol tak dihiraukan Baekhyun, pria itu hanya menyeruput  juice strawberrynya. “Aku tidak peduli kau ada masalah atau tidak. Ya! Aku sudah menunggumu selama 1 jam bodoh”. Baekhyun sedikit mengebrak mejanya, disambut tawa lirih temannya.

 

“Aku  tahu, maaf. Ada masalah, seharusnya kau menanyakan padaku apa masalahnya. Wanita itu membuatku gila”. Wajah kesal yang begitu kentara membuat Baekhyun berhenti menikmati juice nya, lalu menarik kursinya lebih dekat ke Chanyeol.

 

“Siapa? Sohe? Dia mengikutimu. Lagi?” Sang terdakwa pun mengangguk. Ia lelah, hanya pijatan ringan membuatnya sedikit meredakan pusing. “Sudah aku katakan, sebaiknya  kau segera punya kekasih. Gadis itu, sebelumnya sudah menganggu Sehun dan sekarang dirimu. Aku tidak habis pikir! Jika ia menggangguku, aku tak akan sesusah ini.” Ucap Baekhyun serius.

 

“Aku bisa menghubungi kekasihku dan Sohe akan mati kutu ditangannya. Aku jamin itu! Semua orang takut pada kekasihku, kesayanganku. Lalu kau? ” Baekhyun menggeleng lalu terkikik jika saja kekasihnya sedang dalam mood mengamuk dan dalam fase cemburu.  Itu mengerikan bagi Baekhyun.

 

“Kau mengolokku? Berhenti bicara seperti itu Byun, kau selalu saja mengatakan pacar, pacar dan pacar. Aku tahu kau sudah punya kekasih, tapi jangan memaksaku untuk melakukannya. Sudah cukup aku merasakan rasa picik itu”. Tekan Chanyeol.

 

Baiklah, ia memang mengalami hal pahit dalam cinta. Mantan pacarnya adalah teman kekasih Baekhyun, bukan karena ketidakcocokan seperti kebanyakan pasangan lainnya. Tapi mantan pacarnya sudah menikah dengan orang lain tanpa Chanyeol ketahui. Ia menggunakan Chanyeol untuk memeras uangnya dimana semua orang tahu bahwa Chanyeol merupakan anak dari Pengusaha besar seantero Korea Selatan.

 

“Maaf. Aku hanya memberikan solusi terbaik untukmu. Tapi bukankah itu ide yang bagus?” Baekhyun berkedip, menampak senyuman aegyo nya yang teramat imut, yang membuat Chanyeol ingin menumpahkan juice milik Baekhyun kemukanya.

 

“Berhertilah dengan wajahmu itu. Kita kembali membahas proyek kita. Bagaimana kau suka tidak dengan arasemenku!?” Baekhyun mengerut, nada Chanyeol sedikit meninggi memang. “Kau membuatku tak mood Chan. Bagaimana kalau kita makan-makan dan lupakan sejenak dari deretan lagu ini? Kau sedang tidak mood hari ini. Permisi, aku ingin 2 porsi hanwoo, kimchi dan patbingsoo!”

 

Ya! Kau ingin menguras uangku?” Chanyeol menutup bukunya dan menatap murka Baekhyun yang justru memasang muk a terimutnya. “Kau kaya Chanyeol-ah, jangan seolah-olah kau tak punya apa-apa. Aku pesan itu!” Lanjut Baekhyun hingga pelayan sudah berlalu. “Kita harus selesaikan ini. Aku tidak punya banyak waktu, sebentar lagi aku ada kelas bisnis”. Chanyeol memasukkan bukunya malas.

 

“Santai tuan muda Park, kau tak akan dibantai jika tak mengikutinya. Keep Calm boy!” Ucap Baekhyun santai. Dan pada akhirnya Chanyeol menyerah, begitu kentara hingga nafas beratnya terdengar.

 

***

 

”Tidak!” Gaeun melempar tangan Jimin yang sempat menarik lengannya. “Ya! Kapan lagi kita pergi ke Club? Kau sudah dewasa, tidak akan jadi masalah.” Protes Jimin. “Ya! Aku tidak mau. Jangan memaksaku. Memangnya aku doyan mabuk sepertimu? Lalu kalau kita berdua mabuk, siapa yang akan mengantar kita pulang? Apa kita akan tidur di pinggir jalan? U’r stupid”.

 

Gaeun ngamuk, ia tidak suka dengan bau alkohol, lagu disko atau apapun itu. “Kau kan orang kaya, tinggal tekan nomer supirmu dan selesai!” Jimin tak mau kalah. Helaan Gaeun begitu panjang, ia segera menarik kerah Jimin menjauh dari pintu Club, mengabaikan orang-orang yang menatap mereka aneh. “Ya! Shin Gaeun!” Teriak Jimin.

 

Oh God, sebuah penyesalan karena sudah menuruti semua kemauan Jimin kali ini. “Diamlah. Lebih baik kita pulang, aku akan mencari taksi untukmu!” Sebelum Jimin protes, Gaeun berlari kecil ke pinggir jalan dan memanggil taksi. Dan taksi itu berhenti. “Taksi? Kau mengusirku? Aku teman baikmu, aku sudah mengajakmu mengelilingi Seoul dan kau sekarang membuatku pulang dengan cara seperti ini?” Jimin mengomel sembari tubuhnya sudah dilempar memasuki Gaeun di dalam taksi.

 

“Ini sudah jam berapa? Aku sudah mengatakan ingin pulang, kau saja tak membiarkanku istirahat. Pulanglah!” Gaeun menutup pintu lalu menyuruh sang sopir melaju. Gaeun terkikik tatkala umpatan Jimin terlontar walaupun tak terdengar di jendela sana.

 

“Hah, melelahkan!” Gaeun meregangkan tubuhnya. Lalu bagaimana dengan Gaeun? Apa ia tidak berniat untuk pulang? Jawabannya masih belum. Sekarang sudah menunjukkan pukul 10 malam dan Gaeun masih betah berjalan di jalanan Seoul yang sudah sepi. Ia tak khawatir tentang taksi yang semakin minim, ia cukup menelepon supir nya lalu pulang.

 

Drt! Drt!

 

Ponselnya bergetar? Tunggu! Gaeun sepertinya tak pernah memasang ponselnya dengan mode getar. Gadis itu mengambil ponsel dan melihat siapa gerangan yang meneleponnya. Sekali lagi tunggu!

 

Gaeun segera beranjak dari duduknya dan melihat ada nomer asing masuk di ponselnya. Bukan nomer asing biasa tapi, itu sama seperti nomer ponselnya. “Apa-apaan ini?” Gaeun membolak-balikkannya dan betapa terkejutnya dia karena ada stiker belakang yang sama sekali ia tak merasa menempelnya.

 

Gaeun menekan tombol dan ia hanya diam. Membiarkan di ujung sana berbicara. “Kau! Dimana kau sekarang? Apa kau mencoba mencuri ponselku dan melihat sesuatu di dalamnya? Kembalikan ponselku sekarang atau aku akan membunuhmu!” Terkejutlah Gaeun kala itu, ia takut sungguh. “A … aku tidak mencuri”.

 

Suara perempuan dari ujung sana membuat Chanyeol diam seribu bahasa. “Kau perempuan? Beraninya kau melakukan hal memalukan seperti ini?” Lanjut Chanyeol yang masih dalam mode murka. “Kubilang aku tidak mencuri! Kau saja yang mungkin sengaja menukar ponselku lalu ujungnya kau akan mengajak bertemu, lalu mendekatiku lalu apa lagi? Aku sudah paham tipe pria playboy seperti itu. Metode seperti ini sangat umum di Jepang. Kau kira aku wanita apa?”

 

Gaeun tak mau kalah. Pasalnya mana mungkin ia kurang kerjaan melakukan itu. Kalau bukan karena sengaja ditukar lalu apa lagi? “Dimana kau? Aku akan menemuimu!” Cara bicara Chanyeol mulai tenang, mungkin ia harus menjaga image karena ia berbicara dengan wanita.

 

“Aku di Halte di daerah Gangnam”. Setelah mengatakan itu, sambungan sana terputus. “Apa-apaan ini? Cih,seperti kau tampan saja di dunia ini!” Berbicara tampan, Gaeun mulai tak bisa mengendalikan diri. Pasalnya tangan kanannya mulai tak bisa kompromi.

 

Tanpa sadar, Gaeun menelan saliva nya dalam-dalam. Karena pria di telepon tadi benar-benar tampan. “Untung saja aku tidak jauh dari daerah sini. Kembali kan ponselku!” Gaeun kaget bukan main, rasanya ia ingin mengumpat yang baru saja ia katakan dalam hatinya. Menjijikan sungguh.

 

Gaeun berbalik dan Chanyeol yang berdiri di belakangnya diam sesaat. Gadis itu berbalik pelan, tanpa bicara, tanpa ekspresi, raut wajah sungkan dan tanpa mengatakan sepatah kata pun, gadis itu membungkuk lalu mengembalikan ponselnya dan mengambil ponselnya di tangannya. Tanpa sepatah kata pun lagi, gadis itu berlari kecil menjauh seolah peri yang takut karena ketahuan keberadaannya oleh manusia.

 

Baiklah ini gila, karena Chanyeol baru saja menampar pipi kanannya. “Aww!” Dan memang bukan mimpi, karena baru saja ada sensasi menggelikan karena ia baru saja melihat seorang bidadari. “Bidadari apaanya? Dia baru saja mengumpatiku di ponsel dan dia berlagak manis seperti itu baru saja?” Chanyeol mengelus-elus pipinya yang terasa panas.

 

“Tunggu! Apa kau baru saja mengalami cinta pandangan pertama?” Chanyeol melongo lalu detik kemudian terkikik. “Heish”. Chanyeol mengibas bayangan cinta pandangan pertama di atas kepalanya. Lagipula jika pertemuan tak terduga mereka tak seperti ini, mungkin akan beda. “Aku tidak tahu kenapa kebanyakan gadis cantik mempunyai sifat menyebalkan seperti dia. Tuhan memang selalu menciptakan seseorang yang tidak sempurna”. Chanyeol geleng-geleng, tapi kedua telinganya memerah. Dan kalian pasti tahu karena apa itu terjadi? Kode tubuh tak akan pernah berbohong, kan?

 

-FIN-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s