Mea Alterum – [1] Arestal – Shaekiran

ir-req-mea-alterum2

Mea Alterum

The Other

 

A Fanfiction written by Shaekiran

With OC’s Yara Lee

Supported by : EXO’s Sehun, Suho and Kyungsoo, NCT’s Taeyong, Red Velvet’s Seulgi and Wendy, BlackPink’s Jisoo and also Ayushafiraa OC’s Ahra Yoo.

A Romance, Fantasy, Friendship, Family, AU and School Life

Chaptered Fanfiction with T Rated

Disclaimer

This fanfiction is pure mine. EXO and other grup are belong to God, their family and agency. OC is belong to author. Thanks to Ayushafiraa and other who had permission to me to borow their OC. Please enjoy this fiction! ^^

Previous Chapter

Teaser | [0] Two Moons | Now –  [1] Arestal |

Art by Kak IRISH (Thanks for an amazing poster kak <3) @ Poster Channel

Summary

“Yang gadis itu tau ia hanya sedang diusir pergi jauh, memilih hidup diantara cacian maki menggores hati atau katam mempasrahkan diri dalam mau yang kian menghampiri.”

 

[1] Arestal

 

“Ssst... I’m not a human!”

 

 

©2017 Shaekiran’s Art and Story All Rights Reserved

 

 

 

In Yara’s Eyes

 

Semilir angin hari itu masih sama seperti hari kemarin, sepoi nan pasti menerpa gelombang surai kelam milikku yang kini berdiri dengan tatapan kosong di tengah ruang tamu. Hembusan yang kian enggan berganti meski detik berlomba berdetak, sebenarnya apa yang tengah kulakukan sekarang? Bermain-main dengan hidup? Atau hanya sekedar menyesali kenapa aku dilahirkan di bumi ini?

Pertanyaan bodoh. Bahkan langit tak akan bisa menjawabnya.

“Yara!” bisa kudengar teriakan wanita itu memanggilku, wanita yang sudah membuatku terlanjur lahir. Yoo Ahra, ibu yang tidak mengakuiku itu kini berjalan tergesa-gesa ke arahku.

“Kenapa kau masih di sini, eoh? Keretamu akan berangkat setengah jam lagi!” katanya dengan nada meninggi dan tangan menekuk pinggang. Bibirku terkulum samar. Wanita ini tidak pernah lupa mengusirku rupanya.

“Tenang saja, aku akan segera pergi,” jawabku cukup panjang hingga membuat manik wanita yang rahimnya kusinggahi selama 9 bulan lebih itu cukup membulat, pasalnya aku baru saja berbicara lebih dari 4 kata –itu adalah rekor kalimat terpanjang yang pernah kuucapkan, hanya 4 kata. Ayolah, ia bahkan pernah berpikir kalau aku tiba-tiba berubah bisu karena tidak pernah sepatah katapun keluar dari bibirku selama berhari-hari.

“Ya terserahmu saja! Pokoknya jangan pernah kembali kemari, karena aku dan Suho tidak akan pernah mengakuimu!” ia berucap semakin sinis, diikuti ekor matanya yang kini melirik ayahku yang duduk di atas sofa sambil membolak-balik koran pagi dengan tenang. Tunggu, masih pantaskah ia kusebut ayah?

“Tapi eomma, aku-“

“Taeyong-ah, berjanjilah pada eomma. Kembalilah saat umurmu sudah 16 tahun, arraseo? eomma dan appa akan menerimamu dengan senang hati,” belum sempat aku berbicara, wanita yang seharusnya kupanggil ibu itu sudah nampak berjongkok di sebelahku, tepat didepan Taeyong yang nampak ketakutan karena harus pergi dari rumah besar ini. Aku meringis. Kenapa wanita ini dengan jelas memperlihatkan bahwa ia tidak menganggapku sebagai anak sama sekali? Haruskah ia berbicara penuh kasih sayang seperti itu pada adikku tepat di depan mataku?

“Aku pergi,” potongku agak marah. Lagipula apa untungnya bagiku berlama-lama di rumah ini? Toh, tidak akan ada yang bersedia mengantarku ke stasiun. Ntah itu ibu atau ayahku yang kini membuangku pergi menjauh.

Dan terbukti sudah, Yoo Ahra sama sekali tidak menggubris kepergianku yang sudah menarik koper merah maroon usang menuju gerbang. Apalagi Kim Suho ayahku itu, kami bahkan tidak pernah berbicara tatap muka sekalipun. Jadi apa peduli mereka? Mereka tidak akan pernah peduli meski aku pergi atau bahkan mati sekalipun, beda halnya jika Taeyong yang pergi.

Eomma, aku pergi,” lirihku sekali lagi sambil melirik ayahku yang bagaikan tuli dengan semua keributan di rumah ini. Ingin aku pamit pada ayah, tapi ku urungkan mengingat karena ayahlah maka ibu bersikap seperti ini padaku. Lagipula, mentalku tidak siap jika berbicara dengan ayah sekarang.

Jadi kuputuskan menenteng koperku keluar rumah secara mandiri tanpa bantuan siapapun, hingga saat aku sudah keluar dari rumah besar ini aku segera bersembunyi di balik pintu. Kurapatkan telinga mungilku ke arah pintu rumah, berharap kalau aku bisa menguping pembicaraan ibu dan Taeyong sekaligus mengintip sebisaku. Tak sampai sedetik menguping, kini sudah kudengar suara adikku Taeyong berpamitan dengan tangan yang siap menarik koper coklat kayu miliknya. Aku menunggu dengan sabar sambil menajamkan pendengaranku, menunggu jawaban ibu.

“Taeyong-ah, tunggu disini. Ibu akan memangggil ayahmu dan kita akan pergi ke stasiun bersama-sama. Arasseo?” aku berdecih pelan, kemudian menarik koper merahku menjauh.

Arasseo. Kajja, appa akan mengantarmu Taeyong,” dan semakin menceloslah aku ketika mendengar suara ayah merambat ke telingaku. Sudah kuduga, tanpa menunggu 3 tahun lagipun aku sudah tau hasil apa yang akan kuterima. Taeyong akan hidup, sementara aku akan menuju dewa kematian. Seperti keinginan kedua orangtuaku

 

 

Uap kereta api nampak mengepul menggapai langit. Aku mendesah perlahan. Andai aku bisa seperti uap yang terbang bebas, mungkin itu yang kini memenuhi pikiranku sekarang. Namun kutepis semua angan palsu itu, toh aku tidak akan pernah bebas. Hidupku ditakdirkan berputar dalam silsilah Ares, pura-pura memperebutkan hidup kemudian berakhir menjadi yang kalah. Aku terikat dengan kisah semacam itu. Mungkin hal yang sama diantara kami, diantara uap dan aku hanya satu-hilang. Aku akan menghilang bagai uap yang kian lama kian menipis hingga tak meninggalkan bekas. Ya, aku akan hilang setelah semua kewajibanku terpenuhi bagi Kerajaan Ares, menghilang bagai aku tak pernah ada.

“Perhatian bagi para penumpang menuju Arestal….”

Pengumuman yang baru saja berdengung lantas membuat lamunanku buyar. Segera kuraih koperku yang sedari tadi menganggur dan membawanya menuju ke salah satu gerbong kereta api di sudut paling timur karena kereta tujuan Arestal baru saja tiba. Setelah 2 menit merajut langkah dari peron, kini bisa kulihat sebuah kereta uap tua berwarna dominan cokelat dengan pintu terbuka. Seorang masinis berteriak Arestal keras-keras di depan pintu. Samar ku kulum lagi senyum tipisku ntah kenapa. Aneh memang karena aku malah tersenyum pada kereta yang justru akan membawaku ke tempat pengasingan, neraka keduaku setelah rumahku sendiri.

keretapiarestal.png

Bosan berpikir panjang, aku si bocah 13 tahun lantas dengan gerak cepat naik ke atas kereta api gaib yang hanya bisa dilihat oleh sebagian orang tertentu itu. Kereta cukup padat, banyak wajah pucat asing yang berkumpul di kereta ini rupanya. Lantas kurajut lagi langkahku menuju salah satu kursi yang masih kosong di ujung gerbong. Duduk di pinggir jendela sepertinya pilihan yang baik, tinggal menunggu seseorang mengisi tempat di sebelahku dan kereta tua ini akan melaju menuju Arestal.

“Sepertinya bangku di sebelahmu kosong nona, boleh aku duduk di sana? Itupun kalau kau tidak keberatan,” seorang lelaki dengan koper hitam dan rambut cokelat terang yang cukup berantakan nampak berucap padaku sambil tersenyum tipis. Aku meliriknya sebentar sebelum akhirnya mengangguk dan nampaknya ia cukup senang.

“Terima kasih,” gumam lelaki itu sebelum akhirnya meletakkan kopernya di sebelah koperku dan duduk di satu-satunya bangku kosong di sebelahku atau lebih tepatnya satu-satunya bangku kosong di kereta ini karena setelah ia duduk suara uap terdengar perlahan, tanda bahwa kereta ini segera berangkat. Aku tidak ambil pusing, toh aku juga tidak mengenalnya. Jadi aku memilih kembali tenggelam dalam buku tua yang kemarin kucuri dari ruang kerja ayahku setelah tau aku akan segera diusir pergi ke Arestal.

“Astaga, aku lupa memperkenalkan diri rupanya. Namaku Oh Sehun, dari Niverda. Dan nona cantik ini siapa gerangan?” lelaki di sebelahku yang mengaku bernama Sehun itu mengulurkan tangan pucatnya, lagi-lagi sambil menebar sedikit senyum. Niverda, keluarganya ternyata cukup terpandang.

“Lee Yara, dan aku tidak punya keluarga omong-omong.”, balasku memperkenalkan diri sekenanya. Lantas kutatap raut bingung dari Sehun.

“Jadi, kau ini apa?” tanyanya penuh selidik, cukup lancang memang mengingat ini adalah pertemuan pertama kami.

“Aku yatim piatu tuan. Aku ada di kelompok rendahan tanpa asal-usul. Apa kau tidak takut nama bangsawanmu tercela karena berbicara dengan kaum tak punya sepertiku?” jawabku sambil menutup paksa buku tua milik ayah. Sungguh, ingin rasanya aku mencekik lelaki di sebelahku ini karena susah memborbardirku dengan pertanyaan tabu yang tak boleh kujawab dengan jujur. Lantas aku menjawabnya dengan sedikit bersilat lidah. Yatim piatu? Bukankah aku memang terlihat seperti itu? Bahkan orangtuaku sendiri tidak pernah mengakuiku.

“Ah benarkah? Maaf kalau begitu. Sepertinya aku sudah lancang. Dan kau tenang saja, aku bukan orang yang suka pilih-pilih teman,” lanjut Sehun dengan nada menyesal dan aku dengan gampang kembali berkutat dengan buku tua di pangkuanku tanpa berniat terlibat konservasi lagi dengan si bangsawan Niverda. Teman? Memangnya siapa pula yang mau menjadi temannya?

 

 

Rel demi rel kami lewati dalam diam. Maksudku aku dan Sehun. Lelaki itu nampaknya cukup berpendidikan karena sekarang ia tengah membaca sebuah buku sejarah mengenai kehadiran spesies kami di bumi. Dari sampul bukunya yang sebiru lautan dengan tinta emas khusus, sepertinya ia tidak berbohong saat bibirnya berucap bahwa ia dari Niverda, salah satu klan bangsawan yang ada di Kerajaan Ares.

Sementara Sehun sibuk dengan buku sejarah, nyatanya aku malah katam membaca buku ayah hingga lembar terakhir. Bukannya mendapat pencerahan, otakku malah semakin pening karena aku tidak mengerti isi bukunya sama sekali. Terlalu banyak bahasa Latin dan kalimat-kalimat kuno yang aku tidak mengerti artinya. Sial, sepertinya aku harus bekerja lebih keras lagi jika aku benar-benar ingin tau isi buku yang disimpan rapat-rapat oleh ayahku di perpustakaan rahasianya ini.

“Bersiaplah, sebentar lagi kita akan tiba di Arestal,” setelah sekian lama hanya berdiam diri, Sehun nampak berucap pelan sambil menutup bukunya. Lantas aku menatap lelaki itu cukup tidak percaya. Bahkan masinis belum berbicara namun ia sudah tau lebih dulu? Itu sangat tidak-

“Penumpang yang terhormat, mohon mempersiapkan diri anda karena sesaat lagi kita akan segera tiba di Arestal.”

-mungkin.

Aku menatap Sehun lagi ,sementara lelaki Oh itu balas menatapku dengan pandangan remeh.

“Sepertinya tadi kau tidak mempercayaiku perkataanku Nona Lee,” katanya sambil tersenyum miring, namun aku memilih tidak menggubrisnya dengan dalih sibuk menurunkan koperku yang ada di dalam bagasi tepat di atas tempat duduk kami.

“Seharusnya kau minta bantuan nona kecil,” Selesai dengan kalimatnya, selesai pula Sehun menurunkan koperku. Aku menghela nafas. Siapa yang menyuruhnya menolongku, eoh?

“Terimakasih Oh Sehun-ssi, tapi sepertinya aku tidak meminta bantuanmu,” ucapku sarkatis sambil menarik koperku menuju pintu karena kini kereta kami sudah menepi di stasiun Arestal. Bisa kudengar decihan Sehun, namun aku terus berjalan tanpa berniat meminta maaf sama sekali atas kalimat cukup kasarku barusan.

 

 

Arestal cukup terik. Sinar matahari nampak naik tinggi di peraduannya meski hari sudah hampir petang. Kutarik paksa koper merahku turun dari kereta hingga menimbulkan suara ‘bug’ yang cukup keras saat benda maroon itu jatuh ke lantai stasiun. Aku hanya tersenyum tipis sambil menggumamkan maaf saat semua mata kini menatapku dengan pandangan menusuk. ”Sialan,” batinku dalam hati.

Akhirnya kini seorang Lee Yara sampai di tempat pengasingannya, sebuah sekolah khusus yang didirikan oleh klan Ares hingga tempat ini disebut Arestal terlepas dari letaknya yang memang berada di wilayah Kerajaan Ares. Ya, keluargakulah yang membangun tempat ini. Namun di tempat ini aku malah tak bisa mengakui keluargaku sama sekali. Bukankah itu lucu?

Setiap tahun semua penduduk Arestal pasti akan menebak-nebak mana siswa baru yang asalnya dari Ares karena kami selalu datang dengan menyembunyikan asal kami. Itu menurut rumor yang kudengar sebelum tiba di tempat ini. Tunggu, memangnya keluargaku mengakuiku? Kenapa aku percaya diri sekali menyebut aku ini berasal dari Ares?

Tak menunggu lama, aku kembali menarik koperku. Tidak akan ada yang menjemputku disini, itu sudah bisa kutebak dengan mudah. Jadi untuk apa aku berdiam seperti orang bodoh di stasiun ini, eoh? Lebih baik aku cepat-cepat menuju sekolah Arestal dan masuk ke kamar asrama daripada berdiam tanpa arah disini.

“Hei kau!” belum selangkah bergerak, kini bahuku sudah ditahan oleh sebuah tangan yang agaknya mulai kuhafal lekuknya. Oh Sehun, si Niverda sok tau itu.

“Apalagi?” tanyaku sambil memutar bola malas. Bisa kulihat Sehun mengulum senyum untuk kesekian kalinya. Hei, aku jadi curiga laki-laki ini punya masalah dengan otot bibirnya karena kulihat sedari tadi ia selalu senyam- senyum tak jelas.

“Kau benar-benar bukan dari klan Ares kan?” jantungku langsung berpacu cepat. Sial, sebenarnya apa yang ingin ditanya lelaki ini? Apa ia curiga padaku?

“Tidak! Bukankah sudah kubilang kalau aku ini yatim piatu Sehun-ssi? Kau malah membuatku semakin terpojok karena kau secara tidak langsung menghinaku yang tidak punya keluarga ini,” tunggu, darimana aku punya kemampuan berbicara kalimat sepanjang itu?

“Ah maaf, aku hanya penasaran karena katanya klan Ares selalu menyembunyikan diri saat datang ke Arestal,” jawabnya sambil mengaruk-garuk tengkuk yang kuyakini tidak gatal sama sekali.

“Jadi kau benar-benar dari kaum bawah rendahan ‘kan?” ia berucap lagi. Sungguh, jika aku benar kaum rendahan seperti katanya, mungkin aku sudah mendorongnya ke bawah rel kereta api dengan harapan ada kereta yang lewat dan melindasnya hingga hancur berkeping-keping.

“Hei, aku tidak bermaksud menyindirmu,” lanjut Sehun sambil menarik pergelangan tanganku karena sedetik yang lalu aku memilih pergi meninggalkannya begitu saja. Kutatap Sehun dengan pandangan paling mengintimidasi yang kupunya, berharap ia takut dan melepaskan pergelangan tanganku segera.

“Jadi berapa umurmu? Kau belum berumur ratusan tahun ‘kan? Tunggu, kalau kau datang ke Arestal berarti kau masih berumur belasan, iyakan Nona Lee?” lanjutnya dengan mulut yang terus mengoceh tanpa henti. Sungguh, dimana sikap diam nan berkelas yang ia tunjukkan saat di dalam kereta tadi? Hilang bersamaan dengan uap kereta api ‘kah?

“13. Puas?”

“13? Maksudmu seribu 3 ratus tahun? Atau 13 ribu tahun?” sungguh, apa aku bisa mencekiknya saja?

“13 tahun, bukan seribu 3 ratus apalagi 13 ribu tahun,” jawabku tanpa minat. Heran juga kenapa aku mau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari si Oh Sehun ini. Lagipula memangnya aku terlihat setua itu apa? Dasar sialan!

“Serius 13 tahun?”,tanyanya sekali lagi dan tatapan tajamku ternyata cukup ampuh hingga kini ia mengangguk-anggguk sambil berucap “kau ternyata benar-benar 13 tahun” sambil tersenyum tipis.

“Ternyata kita hanya beda setaun nona Lee. Aku juga masih 14 tahun. Atau bisa kupanggil Yara saja? Kau juga bisa memanggilku Sehun atau Sehun oppa kalau kau mau,” lagi-lagi vampire satu ini benar-benar membuat gondokku muncul. Memangnya siapa yang mau memanggilnya oppa? Kenal saja tidak.

“Urus saja urusanmu sendiri Tuan Oh. Aku pergi,” pamitku akhirnya sambil menepis tangan Sehun yang ternyata sedari tadi masih memegangi pergelangan tanganku. Namun baru beberapa langkah, lagi-lagi lengan kekar Sehun sudah menahan pergelangan tanganku untuk kedua kalinya. Kutatap Sehun tajam, lalu kutepis keras lengan lelaki kurang waras satu itu. Bukan Yara namanya kalau tidak bisa bersikap kasar.

“Oh Sehun-ssi, sebenarnya apa yang kau lakukan, eoh?” ucapku pasrah akhirnya karena setelah berkali-kali tangannya kutepis kini Sehun beralih menghalangi jalan dengan berhenti tepat di depanku dan membuka tangannya lebar-lebar . Sungguh, harus kuakui kalau ia lelaki yang pantang menyerah.

“Punya pacar?” tanyanya dan spontan aku menggeleng. Toh, aku memang tidak punya pacar. Tapi untuk apa dia menanyaiku tentang-

“Aku menyukaimu,”

-pacarku.

Rahangku seakan lepas seketika. Apa katanya tadi? Menyukaiku? Sungguh, kami bahkan baru berkenalan selama 2 jam dan dia bilang ia menyukaiku?

“Oh Sehun, jangan bercanda,” ucapku cukup lirih karena kini kulihat lebih setengah penghuni stasiun sudah menatap kami dengan pandangan bertanya-tanya. Dalam sekejap kami berubah menjadi pusat perhatian.

“Apa ini acara lamaran anak muda versi 2017?”

Aku terkekeh mendengar salah satu ucapan yang mengomentari aksi kami berdua ini. Lamaran kepalamu, aku mengenalnya saja tidak!

“Sungguh. Kau tidak dari keluarga bangsawan, masih berumur belasan, cukup cantik dan kelihatannya berkepribadian baik. Hanya ada 4 syarat aku menyukai seorang gadis dan kau memenuhi semuanya Yara-ssi. Aku benar-benar menyukaimu,” persetan dengan syarat, yang aku inginkan sekarang hanya pergi melarikan diri darimu bodoh!

Kajja, ayo kita berkencan dan menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih,” bisakah bibirnya itu berhenti mengoceh? Apa ia tidak tau kalau sekarang aku benar-benar bernafsu menyumpal bibir nistanya itu dengan sepatu lusuh yang sedang kupakai ini?

“Lee Yara, maukah kau menjadi pacar-“

Brughh!

Persetan aku harus kehilangan sebelah sepatuku satu-satunya, yang penting aku harus kabur dari Sehun sekarang sebelum makhluk astral itu semakin mengoceh ria. Masa bodoh dengan tatapan penghuni stasiun, kabur sekarang adalah hal paling penting!

“Selamat tinggal Sehun-ssi,” pamitku untuk terakhir kalinya sambil memungut sebelah sepatuku yang tidak kurelakan hilang. Ini adalah satu-satunya sepatu yang kubawa ke Arestal, dan pergi dengan kaki ayam sama sekali bukan bagian dari rencanaku saat pergi ke tempat ini. It’s not my style.

YA! Lee Yara! Aku belum selesai bicara!” pekikan Sehun yang kini jatuh terduduk di lantai stasiun terdengar nyaring, namun dengan mudahnya aku berlari meninggalkan bangsawan Niverda itu sambil menarik paksa koperku yang ntah sejak kapan terasa semakin ringan. Apa mungkin karena efek terburu-buru melarikan diri?

Hosh… Hosh…

Aku berhenti sejenak setelah kurasa langkahku sudah cukup jauh dari stasiun. Dengan sisa-sisa tenanga yang tersisa kulirik ke arah belakang, mencari-cari sosok Sehun yang mungkin saja mengejarku dan binggo! Sehun tidak mengejarku rupanya. Baguslah, jadi aku tidak perlu berlari seperti dikejar rentenir lagi.

“Selamat datang kami ucapkan bagi semua siswa siswi yang sudah berkenan hadir di tempat ini. Selamat datang di Arestal yang agung!”

Aku menegakkan tubuhku, sedikit menganga dengan isi pengumuman barusan. Ntah sejak kapan aku sudah berada di tempat ini. Aku hanya ingat aku menerobos sebuah gerbang dan- jangan bilang kalau gerbang itu adalah gerbang masuk Arestal?!

“Mau sampai kapan kau berdiam disini, huh? Tidak berniat mengikuti langkah temanmu yang lain menuju asrama?”

Kutatap seorang pria muda dengan rambut hitam pendek dan mata cukup besar sudah berdiri di sebelahku sambil menunjuk kerumunan orang yang tengah menarik koper mereka ber-arakan menuju sebuah gerbang lainnya. Kulirik name tag pria itu yang tersampir di jas hitam yang ia pakai. Professor Do Kyungsoo. Jadi, ia guru disini?

“Ah, maaf ssaem,” jawabku akhirnya sambil bergerak menjauhinya, mulai mengikuti arah kumpulan siswa baru yang berjalan rapi menuju asrama sambil menghela nafas dalam-dalam. Aku sudah masuk barisan, dan sepertinya ada banyak siswa baru di Arestal mengingat bagaimana panjangnya barisan ini.

“Mana ID Card-mu?” seorang petugas gerbang nampak bertanya pada gadis yang berdiri di barisan depanku, dan gadis berambut sebahu dengan warna ombre jingga itu langsung menyerahkan ID Card-nya.

“Kamarmu di B27,” lirih si petugas dan gadis di depanku dengan cepat mengangguk, kemudian menarik kopernya memasuki gerbang asrama.

“Ini,” kataku sambil menyerahkan ID Card seperti gadis tadi dan si petugas nampaknya memicingkan mata sebentar-mungkin karena aku sudah menyerahkan ID Card sebelum diperintah- sebelum akhirnya ia mengangguk dan mengucapkan nomor kamarku. “B27,” dan dengan cepat aku mengganguk setelah menerima kunci kemudian berlalu memasuki gerbang.

Aku berhenti sebentar setelah beberapa langkah melewati gerbang, menepikan diri dari jalanan utama sambil menghela nafas kasar. Setelah memasuki gerbang ini artinya aku tidak akan bisa pergi kemanapun selama 3 tahun ke depan. Aku akan terikat dan ada pula kemungkinan aku akan mati disini. Ya, semua resiko itu mungkin terjadi Arestal.

“Hei, sepertinya kita ada di kamar yang sama,” kulirik si empunya suara yang ternyata adalah gadis yang berbaris di depanku, si jingga mencolok.

“Ah, sepertinya,” kataku sambil mengangkat kunci kamarku yang sama seperti milik gadis itu. Ia tersenyum cukup ramah sebelum akhirnya ia mengulurkan tangannya ke arahku.

“ Kang Seulgi. Kau boleh memanggilku Seulgi kalau kau mau,” ucapnya dan dengan cepat aku meraih tangan Seulgi, balas menjabat tangan gadis yang akan menjadi teman sekamarku itu.

“Lee Yara,” ucapku memperkenalkan diri. Seulgi nampak tersenyum tipis, kemudian melepas jabat tangan kami.

“Nah Yara-ssi, bukankah pergi ke kamar bersama-sama lebih baik? Sejujurnya aku takut tersesat sendirian disini,” ujarnya sambil terkekeh kecil. Ternyata Seulgi tidak seperti kelihatannya, awalnya kupikir ia tipe gadis pendiam sepertiku karena wajahnya yang cukup kaku dan tidak banyak bergerak di barisan tapi sepertinya sekarang kupikir ia tipe gadis yang periang.

“Ya, sepertinya itu lebih baik,” jawabku setuju kemudian mengikuti langkah perlahan Seulgi yang sudah berjalan terlebih dahulu.

Lee Yara, apa kisahmu dimulai disini?

 

 

“Namaku Wendy, Son Wendy. Panggil saja sesuka kalian. Aku dari Niverda,” seorang gadis mungil dengan rambut berponi nampak memperkenalkan diri. Aku maupun Seulgi hanya tersenyum singkat, kemudian beralih ke seorang lagi yang nampak dingin, berbeda dengan kesan ceria yang diberikan Wendy di ruangan ini.

“Kim Jisoo, Cyeal,” ucapnya singkat tanpa senyum sedikitpun. Kuakui gadis di depanku ini sangat cantik, tapi apa gunanya teman sekamar dingin semacam dia? Oh, sudahkah aku bilang kalau sekarang aku sedang ada di kamar baruku dan sedang dalam mode berkenalan dengan roommate?

“Kang Seulgi, dari Niel,” giliran Seulgi kali ini. Aku baru tau kalau ia dari Niel, itu artinya dia mungkin mengenal Wu Yifan Jenderal Vampire ‘kan? Dan mungkin juga ia mengenal ibuku, Yoo Ahra karena dulu sebelum menikah ibu berasal dari keluarga Niel.

Kini semua mata memandang ke arahku, kecuali Jisoo mungkin yang nampaknya lebih tertarik memandangi kamar kami dengan tatapan memicing tak jelas.

“Lee Yara. Aku tau ini sedikit memalukan karena kalian bertiga berasal dari keluarga bangsawan, tapi aku berasal dari keluarga tanpa asal-usul. Aku yatim piatu,” akuku berbohong dan kutatap pandangan kaget dari mereka bertiga, termasuk Jisoo yang kini nampak tertarik memandangku seperti baru saja melihat makhluk langka.

“Ah, itu bagus. Bukankah itu artinya Arestal menempatkan seorang budak di tiap kamarnya?” ucap Jisoo sambil tersenyum miring, kemudian berlalu pada tempat tidurnya dan mulai duduk di sana. “Lihat, kamar ini cukup besar dan kau bisa bersenang hati membersihkannya nanti,” ucapnya sarkas dan aku hanya memandangnya dalam diam. Aku tau keluarga Cyeal terkenal dengan ucapan super sinisnya, namun aku baru sadar kalau mungkin Cyeal memang diajarkan bicara seperti itu.

“Ah, gwenchana, jangan dengarkan dia. Kita bisa hidup rukun disini, iyakan Seulgi-ssi?” potong Wendy kemudian yang mendapat anggukan ringan dari Seulgi. Baguslah, setidaknya ada Niverda yang waras, tidak seperti Niverda lain yang kutemui di kereta api tadi.

 

 

Hari pertama aku bersekolah di Arestal pun tiba esoknya. Aula yang luas pun kini dipenuhi murid-murid baru. Beberapa senior yang mungkin sudah berpengalaman nampak turut andil mengatur barisan kami. Oh, apakah aku sudah menjelaskan tentang ini? Di Arestal tidak ada pengaruh umur dalam sunbae hoobae, bisa saja usiamu lebih tua dari sunbae-mu, namun kau tetap hoobae. Kenapa? Karena Arestal menghitung kemampuan dan kelas, bukan usia seperti sekolah kebanyakan.

“Selamat datang bagi para vampire muda! Welcome in Arestal!” tak berselang lama setelah barisan kami selesai –aku sangat benci karena diselahku berdiri Jisoo, sementara Wendy dan Seulgi ntah dibariskan dimana- seorang vampire dengan wajah tampan nampak menyapa kami dari atas gedung-ayolah, kaum kami dilahirkan memang dengan daya tarik visual, jadi semua vampire sudah pasti tampan dan cantik. Aish, bicara apa aku ini, agaknya aku mulai melantur.

“Perkenalkan, aku Xi Luhan, Ketua Osis Arestal,” lelaki di atas sana mulai berucap lagi, sambil melambaikan tangannya perlahan. Cukup narsis kalau kataku.

“Mulai hari ini kalian akan menjadi siswa baru Arestal, jadi bersiaplah karena tidak ada ayah ibumu disini, bersiaplah untuk hidup atau mati adik-adikku,” ucapnya lagi dengan tatapan memicing. Tak berselang lama tatapannya nampak bersarang pada seorang murid di bagian timur, menurut penglihatanku ia sedang mencari mangsa-agaknya.

“Hei kau yang disana-“ tunjuknya dari atas pada seorang murid di bagian timur, seperti dugaanku.

“Majulah,” titahnya dan kerumunan disekitarku mulai berbisik-bisik. Tak berselang lama jalan terbuka dan nampaknya seorang yang sudah menarik perhatian ketua Osis kami itu naik ke atas gedung. Sungguh, kenapa mereka berkerumun seperti ini? Aku jadi tidak bisa melihatnya dengan jelas.

“Nah, kau yang tadi tidur di barisan belakang,” tawa kecil tiba-tiba muncul ke permukaan. Sialan kupikir kenapa ia ditarik naik ke atas, rupanya karena ia tertidur. Jadi aku yang sudah turun selera lantas menghentikan aksiku menjinjit agar bisa melihatnya dengan jelas, toh dia hanya tertidur dan sebentar lagi di permalukan.

“Silahkan perkenalkan dirimu,” titah Luhan dan aku hanya terkekeh. Percayalah, sebentar lagi ketua Osis itu akan berceramah bagaimana seorang hoobae seharusnya bersikap. Senioritas, dasar bullshit!

“Ah, baik sunbae-nim,” ucap seangkatanku yang akan segera menjadi bahan tertawaan itu. Awalnya aku enggan tertarik, namun suaranya yang familiar seakan mengajakku untuk ikut menatapnya.

“Perkenalkan, aku Lee Taeyong, murid baru Arestal yang ketahuan tidur. Aku benar-benar minta maaf, padahal aku sudah menurunkan poniku untuk menutupi mataku yang terlelap, tapi sepertinya Ketua Osis kita yang jeli menyadarinya,” lanjut lelaki itu dengan kekehan pelan, dan betapa kagetnya aku ketika mendapat memang benar Taeyong yang berdiri di atas sana. Ia menyingkap poni yang sesaat membuatku tidak mengenalinya, dan sungguh itu benar-benar adik kembarku.

“Nah Taeyong-ssi, kau berasal dari mana? Nampaknya kau cukup kelelahan sehingga tertidur,” lanjut Luhan berbasa-basi dan kutatap tajam Taeyong yang berdiri santai di atas sana,

“Ah, sepertinya aku terlalu tegang karena akan bertaruh nyawa disini, makanya aku tidak bisa tidur kemarin malam,” haruskah aku bilang kalau sekarang Taeyong menatapku dari atas sana? Sungguh, ia tengah menatapku.

“Oh, aku dari keluarga Ares,” lanjutan kalimat Taeyong seketika membuat suasana ricuh. Ares katanya? Bagaimana mungkin ia mengaku kalau ia dari Ares semudah itu, huh? Disaat aku menyembunyikan diri seperti aturan, ia malah mengungkapkan jati dirinya semudah ini? Ah, jangan bilang karena hanya dia yang dianggap maka ia bisa bertindak sesuka hatinya!

 

 

“Hei noona,” kutatap Taeyong yang kini berdiri santai di depanku setelah dengan seenak jidatnya ia menarikku dari kerumunan menuju tempat yang super sepi ini. Hei, dia tidak ingin membunuhku sekarang kan? Kami bahkan belum 16 tahun.

“Kenapa kau menceritakan asal usulmu semudah itu, huh?” tanyaku akhirnya dan ia nampak terkekeh. Masih kuingat jelas bagaimana ia dengan sombongnya turun dari atas gedung tanpa rasa bersalah sama sekali, bahkan ia sempat mengedipkan mata ke arahku. Benar-benar bocah bajingan.

“Aku tidak mau menyembunyikan diri,” jawabnya dan ia menunjukku dengan jari telunjukknya, mendorong bahuku cukup pelan hingga aku mundur selangkah secara spontan.

“Tidak seperti seseorang,” lanjutnya dan seketika emosiku naik ke ubun-ubun. Memangnya ia pikir aku yang mau menyembunyikan diri seperti ini apa?

“Jadi apa maumu, eoh? Menghinaku? Silahkan, toh aku sudah terbiasa,” kataku menantang Taeyong dan ia nampak mengangguk cepat.

“Tentu, tapi aku lebih suka membunuhmu saja,” kelakarnya kemudian mengacak-acak rambutku hingga tak berbentuk.

Bye noona. Semoga kau tidak kaget kalau aku tiba-tiba menodongkan pedang padamu suatu hari nanti dan kuharap kau sudah siap untuk mati,” ucap Taeyong kemudian berlalu dari hadapanku dengan santainya. Ingin aku membalas ucapan Taeyong namun bibirku serasa kelu dan mati rasa. Ucapannya barusan, apa ia menantangku? Sungguh, apa ia pikir sudah pasti ia yang akan hidup?

 

 

To Be Continued

Shaekiran’s AREA

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

Iklan

56 pemikiran pada “Mea Alterum – [1] Arestal – Shaekiran

  1. Aku baca cerita ini karena emang ada Sehunnya, tapi ada yang beda. Disini Sehun lucu banget pas bilang suka sama Yara. Kebanyaakan karakter Sehun itu dingin dan gak banyak ngomong. Tapi disini Sehunnya beda banget aku sampe ngakak pas Yara kesel gara gara Sehun 😀

  2. Ping balik: Mea Alterum – [4] Secret – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: Mea Alterum – [3] Examination – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  4. Yara kasian 😢😢😢 mentang2 taeyeong bakal mimpin kerajaan jadi di puja2 bae huuuuuu 😒😒 udah seneng yara kepisah ma keluarganya eh si anak bungsu dtg iiiih nyebelin sabarnya yara doa org tertindas pasti dikabulkan
    Kak seneng bgt udh baca chap ini tdi malem hehe dan bru komen skrg soalnya cari sinyal pagi hari ngejos bgt 😆😆
    Kereeen bgt kak ceritanya makin sukaaa
    karakter sehun lucu banget ga bisa nahan ketawa baru ketemu langsung lamar apalagi klu dh jdi tmen lama hehe SEMANGAT KAK nulisnya^^^^^^

    • disana belum emansipasi chingu, hiks :”
      doa orang tertindas, kok ngenes amat dengernya si yara, bhuakaka :’)
      sinyal pagi emang yang paling mantep, bhuakaka XD
      sehun uculll kannn?? pasti dunks, selingkuhan siapa dulu, selingkuhan eki/DIBALANG/ OPEN YOUR EYES EKI!/ XD
      thanks for readinggg ❤ ❤

  5. WAH GILA INI SIH TEYONG NGESELIN BANGET! YARA KAKAK LU WOY! SADAR! JAN PINGSAN! KAN KESEL AKU HUH! GILA SIH ITU SEHUNNYA LUCU BANGET HUEHUE😭😭 BISA GAK SIH AKU COMOT ITU SEHUNNYA DARI FF INI😭😭 HUHU

    • TAEYONG MUNGKIN KOBAM CHINGU, FIX DIBALANG/PLAKK/😂
      HOHO, DICOPOT BAH, JANGAN CHINGU, NANTI YARA MARAH. SELESAI END DULU BARU DI COPOT YAK/DIBALANG/😂
      THANKS FOR READING. ❤

    • Duh, jangan baper chingu, eki gak tanggung jawab lo/dibalang/😂
      Taeyong:”aku gak sadis kok, cuma durhaka sama kakak aja”/dibalang /😂
      Thanks for reading❤

  6. Aduh mianhamnida authornim aku kira ini ff karya penulis yg lain tp trnyata bukan
    Aku minta maaf krna gk baca baik” penulisnya, minta maaf banget yh
    Itu krna aku trlalu keasikan bacanya, aku suka banget sma ff genre kya gini dn aku kenal bberapa pnulis yg karyanya jga sperti ini jdinya lgsung nyerobos baca aja, sekali lagi maaf yh aku bhkan smpai nyebut nama dchapter sebelumnya, author hapus komen aku aja nanti
    Mianheyo

    • Gpp kok chingu. Sius gpp, wkwk. 😂
      Aku juga kenl kok chingu, si doi yg chingu salah sebutkan pan idola eki juga, master of fantasy, bhuakaka. 😂
      Jngan dihapus boleh gak chingu? Selain karena udah terlanjur eki balas, eki demen itu komenan, Ada feel tertentu, greget /dibalang/ jangan dihapus ya? Ya? Plisss… 😁😋😂
      Thanks for reading chingu, baca next chap yaw. ❤

  7. Ping balik: Mea Alterum – [2] Skrytol – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  8. SEHUN BARU KETEMU LANGSUNG NEMBAK, SUKA SAMA ORANG ADA SYARATNYA 😂 Tapi lumayan cogan. Klo jadi yara diterima.
    TAEYONG ITU SAYANG ATO BENCI SAMA YARA? KELAKUANNYA MACEM ORANG SAYANG, TAPI MULUTNYA GK 😕
    YARA SETRONG KOK GK DIAKUIN ANAK SAMA ORTUNYA YANG PERCAYA AMA LELUHUR YG UDAH QOID.
    Kris Luhan udah muncul tinggal nunggu yg atu lg ya :”
    SUAMI GUE JADI GURU WEY *ditimpuk pensnya* ANDAIKAN GURU SEKOLAH GUE KYK GITU, HARI MINGGU GUE RELA MASUK.
    JISOO KEMBARANKU.g JADI PEDES GITU Y OMONGANNYA, SERING MAKAN CABE YA .apa hubungannya.
    WENDY SEULGI MEMANG TEMAN YG BAIK 😆
    DITUNGGU NEXTNYA EKI, 😘

    • COGAN MAH BEGITU CHINGU, COGAN MAH BEBAS MAU KAPAN NEMBAK MAU KAPAN SAYANG MAU BERSYARAT APA NGGAK/PLAKK/ XD
      jelaslah diterima, bhuakaka, siapa yang bisa nolak sehun coba?/plakk/ XD
      TAEYONG ANAK LABIL, BHUAKAKA. IYA, YARA SETERONG KOK MESKI KELUARGA AMA LELUHUR DIA MINTA DIKASIH KATA HALUS/PLAKK/ XD
      bhaks, ane baper mantan keknya disini, wkwkwk , tinggal nunggu si panda ye chingu ._.
      JANGAN CHINGU, EKI AJA BAKAL TIAP HARI KE SEKOLAH PLUS MINTA PRIVAT 24 JAM KALAU GURUNYA CEM KYUNGSOOO /DIBALANG/ XD
      JISOO KEBANYAKAN MAKAN CABE, BHAKS. KOK ANE NGEKEK BACANYA CHINGU XD
      WENDY SEULGI ORANG BAIK NIEEE , WKWKWK XD
      ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading, Cintakuh padamuh ❤

    • Mereka kejem ya, bhuakaka, maaf menistakan mereka disini, XD
      Sehun mah suka begitu,maklumin aja/digampar/ 😀
      Thanks fofr reading, ditunggu yaw next chapnya. cintakuh padamuh ❤

  9. Yeaaaay Sehun muncul. Suka deh kalo karakter Sehun di ff jadi ngeselin gimanaaaa gitu. Bikin tambah gemes hahaha
    4 syarat Sehun buat suka sama cewek? Apa ya kira2? Siapa tau aku termasuk *semoga
    Kaki ayam, it’s not my style bikin baper parah huhuhu

    • Sehun emang cocok jadi cowok ucul ngeselin tapi gemesin begituh, bhuakaka. 😀
      syarat sehun di ff ini itu ‘bukan bangsawan’ ‘masih umur belasan’ ‘ berkepribadian cukup baik’ ‘cukup cantik’ itu semua ada di dialog sehun ama yara chingu ._.
      semoga yawww XD
      eki ngetiknya sambil baper nginget mantan di china sana, makanya jadi begini, maap yak, chingu ikutan baper :’
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. cintakuh padamuh ❤

  10. Suho kok jahad sihh huhuT_Tsungguh kezzam.
    Itu sehun lngsung cinta sama yara?mungkin image yara keren dimata sehun lohya.. Trus taeyong itu benci atau gimana ka?cara taeyong tadi keknya cukupp dekat sama yara. Apa taeyong suka sma yara?:v *eh?
    Suka beudd kakaa..^_^ goodluck ka *pelukciummmwahh

    • Coba tanyakan pada emas suho yang bergoyang kenapa dia jahad disini, ama anak sendiri pula/dibalang/ XD
      hayoo,sehun kenapa itu? langsung klepek-klepek kah? mungkin tipe dia si yara kali ya/ digampar/ XD
      Taeyong itu saudara kembarnya Yara chingu, jadi mungkin cukup deket. suka mungkin nggak,soalnya kan mereka saudara (di prolog ada kok penjelasn tentang yara dan taeyong 😀 )XD
      makasih, duh, terhura astral begini bisa bikin kamu suka , kyaaa XD 😀 /dibalang/
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. cintakuh padamuh ❤

  11. GUE BERASA JAHAD BGT JADI EMAK YAWLAAA AMPUNI HIKS :’v TERUSKANLAH~ TERUSKANLAH~ KAU BEGITU 🎤🎵🎶 LANJUTKAN NAK! MANGATSEEE AKU AKAN SELALU MENDUKUNGMU MESKI AKU DIJADIKAN JAHAD WKS :’V

    EHBTW, PINTERAN EUY NAK MILIH CASTNYA, BIAS AKU CEMUA UNCH 💋💄FIGHTING 💋💄/KETJUPBASAH /PLAK

    • Yara belike : MAMA SAMA PAPA JAHAD *kemudian banting pintu dan ngengunci diri di kamar dan seketika Mea Alterum berubah jadi AADY (ada apa dengan yara)*/PLAKKK/ XD
      SUMPAH, INI SINTERON AMAT MAKK , KU NGEKEK SEKETIKA XD

    • EMAK JAAD/ DIBALANG/ XD
      MAAP YE MAK KARENA YARA BIKIN EMAK JAHAD DISNI, BHUAKAKA, YARA EMANG ANAK DURHAKA/ DIBALANG/
      EMAK NYANYI CIE, MAKANYA PAPA SUHO GAK BISA BERPALING KALI YA? /DIGAMPAR/
      WKWKW, ITU JUGA BIAS AKU SEMUA MAK, TERNYATA SELERA KITA SAMA MESKI DAKU TAK DIKAU ANGGAP ANAK/PLAKK/ XD
      THANKS FOR READING MAK, DITUNGGU YAW NEXT CHAPNYA. CINTAKUH PADAMUH ❤ ❤ :*

  12. *NYANYI LIMITLESS BAGIAN REFF* Ciehh udah keluar aja chapter satunya ya, hai mbak Yara udah kenal sama aku kan? Secara kan kita udah temu rahasia kemarin, wkwkwk😂😂 Mbak Yara masih tahun baru udah cari masalah aja sama aku ya, kok masku dilempar pake sepatu butut? Tukeran yok mbak, rela jadi vampir demi Sehun *eaaa:v

    Gak tahu mau komen apa soal ceritanya, soalnya kemarin kan udah 😋 ditunggu chapter duanya gendut :v /wkwkw/

    • OOH, BABY IT’S YOUUU~~~
      ketemu rahasiaan yak, wkkw, XD
      ini gak jadi ane rombak penuh, cuma ditambahin aja, hehehe 😀
      serah-serah yara dunk mbak mau ngelempar pakek apa, kan sepatu dia/dibalang shira/ kabur/xd
      Sini, minta digigit biar ente jadi vampire, bhuakaka XD
      Iya, ente wajib udah no komen soalnya dulu dah komen duluan, bhaks XD
      Ditunggu yaw chapter 2 nya kurus ._.
      Thanks for reading, cintakuh padamuh ❤

    • Suara ente agak parau ya/?
      Aku udah dendam sama Yara sementang dia cantik jadi dia boleh hina Sehunku yang suci?

      Ditunggu ❤

    • Bukan parau lagi, emang udah dasarnya fals kuartet dari rahim XD :’D
      Eleh, sok mendendam ente. Dia gak ngehina sehun, cuman ngatain cogan aja/plakk/ sama aja -,-/ XD
      Wokehh, wajin ditunggu yaw, ntar nasib mas Sehun ente yang suci begimana, kyaaa >.< /plakk/ XD

  13. BOLEHKAH DIRIKU INI JUJUR SEJUJURNYA?😂😂😂😂 ANE BACA NGAKAK HUEY, AWALNYA GA NGEH PAS DIBAGIAN PENGUSIRAN SI CY AMA TAEYONG TAPI PAS LIAT GAMBAR HOGWARTS EXPRESS ANE LANGSUNG KONEK, ANE LANGSUNG MENEBAK KALO INI PASTI SCHOOL FANTASY DAN TERNYATA BENER HUANJIR 😂😂😂 ANE LEBIH TERTARIK DENGAN APA YANG AKAN MENJADI PLOT UTAMANYA SAMA SIAPA TOKOH UTAMA ASLINYA WKWK. KAYAKNYA BANYAK YANG BAKAL TERJADI KARENA KALAU FANTASY PLOTNYA BANYAK BIASANYA WKWK. DISINI MURID-MURIDNYA VAMPIR SEMUA YA? APAKAH NANTI ADA KAI YANG JADI WEREWOLF? SECARA MEREKA MUSUH ABADI?😋😋😋 ANE MULAI BERKHAYAL KALO MURID2 CLARIS ADA KUNJUNGAN KE ARESTAL 😂😂😂. LOOK FORWARD TO CHAPTER 2!! HWAITING!! LET’S MAKE SCHOOL FANTASY BE A GOOD FANFICTION😉 MAAPKEUN KEPSLOKNYA😂

    • Oh ya, ane sempet bingung di salah satu paragaf kan disebutin kalo Arestal itu cukup terik. Yang bikin ane bingung, apakah mereka ini kebal sama matahari?😐

    • Iyaps, vampire di sini kebal panas, mereka tipe vampire maju yang udah sahabatan ama matahari/digampar/ XD
      Mungkin vampire-nya berevolusi kali ya singkatnya, bhuakaka XD 😀

    • ASTAGA, INI PANJANG SEKALEEH AL, MANA ENTE UDAH KEPSNYA JEBOL SEPERTI ANE /PLAKK/ XD
      IYAPS, INI SCHOOL FANTASY, XIXIX. EMANG GAK NGEH YAK, BARU MULAI TAU-TAU AJA PARAGRAF PERTAMA UDAH ADEGAN USIR MENGUSIR, BHUAKAKA XD
      PLOT UTAMANYA SIH SEDERHANA AL, BERTAHAN HIDUP ALA YARA YANG DITADIRKAN MATI. DAN BAGI PECINTA GENRE FANTASY ADEVENTURE SEMACAM AL MUNGKIN BAKAL KURANG SREG KE DEPANNYA KARENA FF INI ADEVENTURE-NYA BUKAN PERANG-PERANG-AN, TAPI ADVENTURE BERATAHAN HIDUP YANG-sudahlah, ntar ini jadi spoiler-/PLAKK/ XD
      YARA SAMA SIAPA BEGITUH? MONGGO DITEBAK >.<
      IYA, INI SEKOLAH KHUSUS VAMPIRE, BHUAKAKA XD
      WEREWOLF? EKI BLM KEPIKIRAN SAMPAI SITU MASA, KARENA EKI MASIH FOKUS KE MAS VAMPIRE AJA, HEHEHE XD
      DIRIMU KENTARA SEKALI PECINTA KAI BG, BHAKS XD
      OALAH, SOK ATUH. KAPAN EZALOR NGUNJUNGIN VAMPIRE DI ARESTAL ATAU SEBALIKNYA?/DIGAMPAR/ XD
      SCHOOL FANTASY ❤
      GPP KOKZ, EKI JUGA SUKA KEPSLOCK, GREGET GIMANA GITU/ DIBALANG/ XD
      DITUNGGU YAW NEXT CHAPNYA, THANKS FOR READING AL ^^

  14. Sukaaa ><
    genre fantasy dan school itu kesukaan syekalehh. Ada apa disini? Banyak kejadian yang terduga kah? tentang sehun apalagi, dia lucu sangat. Terus visual yaranya jennie kim lagi, nambah love dah ❤❤.

    Itu teyongong benci yara kah? Kok cara dia mengacak2 rambut yara seperti orang yang sayang/canda2-an antara dongsaeng dan nunanya ya #plakk

    Narasi tentang penggambaran yara kayaknya dia cewe yang cuek deh (atau tidak?) tapi its okay lah yang penting chapter nextnya selalu dibikin penasaran dan makin menarik. Sukses yaa… 💗💗💞👍💪

    • duduh, makasih chingu, astral begini tapi suka, eki terhura masa XD 😀
      iya, hehe, bakal banyak kejadian yang tak terduga deh di next chapnya, sehun emang begituh -gemesin. jennie kim? mungkin karena karakter dia yang pas banget buat Yara, swag begimana begituh, eki srega aja dia sama yara, lagian eki juga ngepens ama blackpinkeuu, bhuakaka/digampar/ XD
      Taeyong benci atau tidak? mungkin bakal terjawab seriring next chapter chingu, hehe XD
      yap, Yara cewek yang cuek bebek akan sekitarnya, dia terbiasa sendiri dan menyendiri , mungkin pengaruh masa kecilnya yang suram dan gak dapat kasih sayang XD
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading, cintakuh padamuh ❤

  15. Tidakkah kejam suho dan ahra tidak mengaggap yara anaknya.
    Karakter sehun yang biasany dingin, cool, dan hemat berbicara malah kebalikannya yang agak cerewet dan langsung nembak yara, kalo aku jadi yara langsung diterima. Makin suka sama jalan cerita nya dan aku gak sabar nunggu kelanjutan cerita hidup yara drngan sekolah baru nya.
    Kak, update nya jangan lama-lama ya ?

    • Inilah kejamnya dunia Yara chingu, hidup tanpa kasih sayang ortu, hiks :’)
      Sehun ceritanya mau ganti image dulu, bhuakaka. sama kok chingu, kalo eki jadi yara juga udah pasti eki langsung terima, bhaks/digampar/ XD
      diusahain gak lama-lama yaww, 😀
      Thankd for reading, ditunggu yaw next chapnya. cintakuh padamuh ❤

  16. WOW WOW WOW !! Kak eki daebak ! 😀 si sehun apaan coba baru kenal langsung nembak :v ngakak gw kak. Eh Kan ada wendy,jadi pasti ada chanyeol kan ?? *Elah ngarep -,-
    oh iya, kok gw Jadi inget drama MOTW yah,lahir kembar tapi yang diinginkan cuma yg cowo :/ elahh jahat jahat jahat !!
    Btw,epep yang laen tetep dilanjutin kan kak ?? 😀 /harus dong,maksa nih/
    DITUNGGU NEXT CHAPTERNYA KAK EKI 😀 FIGHTING !!!

    • Sehun emang gitu, cogan mah bebas/plakk/XD
      kentara sekali kah diri ini penikmat wendy dan chanyeol? bhuakaka, chanyeol bakal ada kok, tapi mungkin gak sama Wendy /plakk/ XD
      drama MOTW? drama apa tuh chingu? eki belum pernah denger, siapa tau bisa dijadiin referensi cerita, bbhuakaka/digampar/ XD
      Tetep dilanjut kok, eki bakal usahain buat nge post ff chapter yang masih on -going gak lama-lama banget waktunya, ga bakal eki tinggal gitu aja kok : D
      ditunggu next chapnya, thanks for reading. cintakuh padamuh ❤

    • Wah ketauan deh klo diriku pecinta wenyeol 😀 drama MOTW itu drama Mirror of the witch /bener kgk tulisannya?/ 😀 dakuh masih menunggu next chapternya dan juga ff yang laen kak eki 🙂 fighting !

    • Wkwk, wenyeol shiper,😂😂
      Oooh, yg kim sae ron bukan? Aku ada filenya di lepi full, tapi blm nonton masa/plakk/😂
      Ditunggu yaww.😘
      Cintakuh padamuh chingu,😍

  17. HOREE PERTAMA YIHIYY

    SUWER JAHAT. AHRA-SUHO JAHAD. TEYONG SONGONG TAIK TAIK. YARA KASIAN SAMPE HARUS NYEMBUNYIIN JATI DIRI SEMENTARA TAEYONG SEENA DEWE NGENALIN DIRI. BHAKS.

    Btw ane dari awal agak heran kak. Yara sama Taeyong kan marganya Lee tapi Suho kan Kim…. ._.

    Dan ane ngakak hard. Sehun huahahah. Baru ketemuan. Eh eh eh udah nembak aja, asikkkk ada cinta berbelit nih. Chanyeolnya mana euy ehey ehey XD XD

    DAN KAK EKI MAAFKAN ANE KAK PAS LUHAN MUNCUL JADI KETOS ANE NGAKAK WAKAKAK. ANJR LUHAN ANJRRR ANJRR /TOYOR LUHAN/

    KEANYA KISAHNYA AKAN RAME ANE BS NGEBAYANGINNYA ALA2 HARRY POTTER *-* WALAU GAK NTN HARPOT SIH WKWKWK. DAN BHAY JISOO LIAT AJA PAS TAU YARA ITU KAUM ARES, MODYAR KAMU

    TAK TUNGGU KAK EKIII MUAH

    • ELSA ALWAYS JADI PERTAMAX EUIII XD
      EMANG MEREK JAHAD/DIBALANG/
      TAEYONG MAH GITU, SUKA-SUKA DIA SEMENTANG DIA DIANGGAP/DIGAMPAR/ XD
      penjelas kim dan lee bakal ada di next chap kok els, itu karena mereka harus ganti marga emang, sesuai adat Ares [lebih lanjut di chap selanjutnya yaw :3]
      COMPLICATED LOVE, BHAKS. eki paling suka genre cinta banyak pesaing seperti ini/kemudian dibalang/ XD
      CHANYEOLNYA LAGI ADA DI SEBELAH AKU ELS, LAGI NYENDER MANJA/OPEN YOUR EYES EKI/ DIGAMPAR/ XD
      LUHAN MEMBUAT SEORANG ELSA NGAKAK PADAHL INI GADAK GENRE KOMEDI, FIX, EKI TAMBAHIN GENRENYA DI NEXT CHAP/GA/ XD
      DOAIN RAME YAWW 😀
      ANE GAK NONTON HARPOT JUGA ELS, EKI KUDU OTTOKHE? XD
      JISOO MODAR NTAR PAS TAU, KAYAK SI AH YANG TAU AHJUMA RUMAHNYA EMAKNYA JEON JAE/PLAKK/ INI KOK OOT SEKALEHHH/ XD
      DITUNGGU YAW NEXT CHAPNYA, THANKS FOR READING ELS. CINTAKUH PADAMUH ❤

    • IYA DONGGG

      TAU IH MENTANG2 DIANGGAP /TOYOR TEYONG/

      oke siap kak eki siap ihiy di tunggu next chapternya ihiy

      BUAKAKAK COMPLICATED LOVE SIH OKE TAPI ANE KALO TERLALU BELIBET APALAGI KAYAK SCRALET HEART YG SEMUANYA SUKA SM HAESOO JD MALES GITU YAK KEK GAK ADA CEWEK LAIN AJA /OOT/DIBUANG/ TP SERIUS AGAK GIMANA KALO SEMUA PEMERAN SUKANYA 1 CEWEK DOANG -___- kalo kek ff ini mah plg cinta segitiga atau empat (kalo ada yg suka sm sehun) masih mending.

      IHHH CEYE SOK ROMANTIS /TABOK CEYE/
      DI NEXT CHAPTER GINIIN AJA “KHUSUS UNTUK ELSA GENRE INI KOMEDI” /DIBALANG/

      oke kak lagi butuh asupan ff tapi suka mager wakakakaka.
      Ih sama kita mah sukanya liatin ahjussi rasa oppa di drakor /toss/ XD

      ANJR KAN PEN OOT ANE BELOM LIAT TLOTBS KAK ANE NGEKEK HARD SI AH STRESS PAS TAU MAKNYA JEONJAE ITU AHJUMMA RUMAH DIA. BUAT SI JISOO KEK GITU NTAR YA GAK MO TAU /GAGAGA

      CINTAKU PADAMU JUGA KAK EKI 💞💞💞

    • ANE NGAKAK ELS, BERAPA TAUN ANE GAK BALAS INI KOMENAN? KELELEP TANGGAL KEKNYA XD/PLAKK/
      GAK BELIBET KOK NGGAK, WKWKW
      UDAH DI UP LO ELS CHAP 2NYA, CUMAN SI HYERIM BLM NONGOL >.<

    • UDAH DIBALES KOK YG BELOM DIBALES CUMAN JAPRI KOK KAKKK.

      AHHH HYERIM KENAPA KAMU SEMBUNYI DI KETEK MAS LUHEEN ABIS SUNAH ROSUL TADI MALEM SM MAS LUHEEN? OKE CUS ANE BACA BUAKAKAK

    • AKU BENCI OLSHOP TITIK TITIKKKK /TABOK OLSHOP/

      ANJU DIBAWAH KAK EKI DI-BA-WAH. AKU AMBIGU, MEREKA SUKA TINDIH-TINIDHAN SIH /MUSNAH AJA SAK/ KAN AKU TAMBAH KEVOH ITU HYERIM DINISTAIN JADI APAA SM DIRIMU KAK, AKU TAK BISA MENEBAK YG KUTAU DIA BELAHAN JIWA MAS LUHEEN /DITABOK BOLAK-BALIK

    • OLSHOP, HATI-HATI DIBAKAR ELSA/DIBALANG/ XD
      KAN CAKEP ELS AMBIGU :3
      JANGAN KEVOH ELS, NANTI JUGA KETAUAN PAS HYERIM KELUAR DARI BAWAH LUHAN/ NJIR, MAKIN AMBIGU/PLAKK/ XD

    • OLSHOP SINI RIBUT /PLAK/
      KITA BERDUA AMBIGU MULU, BERARTI KITA CAKEP SELALU YA KAK /LANGSUNG DITABOK/

      BAWAH LUHAN NJIRR XD XD IYA DARI BAWAH LUHAN KAN ABIS TINDIH2AN, HYERIM DIBAWAHNYA /INI APA/MUSNAHKAN ELSA

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s