EXCEPTION – 1st — IRISH’s Tale

irish-exception

EXCEPTION

|   starring by EXO`s Chanyeol; Sehun; Baekhyun with OC`s Sarang   |

supported by Hello Venus & Lovelyz Members  |

|  AU x Fantasy x Melodrama x Romance  |  Chapterred  |  PG-17  |

—  exception:time passes—love changes

[ 2nd Story of Evening Sky © 2016 ]

2017 © Little Tale and Art Created by IRISH

dedicated for un-real-like fantasy

♫ ♪ ♫ ♪

In Sarang’s Eyes…

Hidup terus berjalan, meski kulalui dengan sebuah ketidak inginan. Banyak pertanyaan yang kusimpan dalam benak, tentang bagaimana waktu bisa terlewat selama dua hari dalam hitungan detik, atau kekacauan apa lagi yang kini tengah aku hadapi.

Selama beberapa bulan, kami—yang bertahan hidup dari serangan vampire malam itu—berusaha memperbaiki kehidupan menyedihkan kami. Aku beruntung karena aku masih bisa hidup dan mereka masih mau menerimaku dengan baik setelah pengkhianatan waktu itu.

Sejujurnya, aku rindu bertugas seperti dulu; maksudku, aku bertugas sekarang, tapi tidak seperti dulu. Dulu, masih ada Jisoo, Mijoo, Jin, atau vampire lainnya yang bisa kuajak bicara. Masih ada Yein, atau Sujeong yang bisa menemaniku bertugas.

Tapi sekarang? Tidak banyak gadis seumuranku di sini. Ada beberapa memang, tapi mereka bangsa peralihan.

Ada Hyerim, Nara, dan Yeoreum yang sering kuajak bicara. Ah. Ada juga dokter Alice, tapi ia lebih banyak bertugas bersama dokter Soojung, lalu ada Yooyoung, ia bertugas mengawasi vampire yang jadi tawanan mereka.

Istilah tawanan benar-benar membuatku mual. Seolah mereka adalah orang jahat. Ada sepuluh vampire di tempat ini, sepuluh perempuan, dan sepuluh laki-laki. Mereka tidak banyak bicara, mereka tertutup, dan umm, pemarah.

“Kau melamun lagi,” aku tersadar saat Yeoreum menyenggolku.

“Tidak, aku tidak melamun,” kilahku.

“Kau cemburu pada mereka berdua?” Yeoreum menunjuk Nara dan Jongin yang tengah bercanda. Ah ya, ada hal baik disini. Karena aku—entah mengapa—sedikit menjauh dari Jongin, ia sekarang dekat dengan Nara.

“Tidak, aku senang melihat mereka begitu,” aku tersenyum.

Aku tahu Jongin akan dapatkan seseorang yang lebih baik dariku. Tapi aku? Akankah aku dapat seseorang yang lebih baik daripada Chanyeol? Vampire yang menandaiku dan membuatku menyukainya tanpa alasan itu?

“Aku akan bertugas di bawah, mau ikut?” tawar Yeoreum.

Aku mengangguk. Tidak banyak yang bisa kukerjakan di sini.

“Bagus, kajja,” Yeoreum menggamit lenganku, kami berjalan bersama menuruni tangga menuju penjara tempat vampire itu di kurung.

“Yeoreum!” Yooyoung melambai pada kami.

“Kau kesepian hah?” goda Yeoreum, ia memang sangat akrab dengan Yooyoung.

“Sedikit—oh, jarang sekali melihatmu datang ke sini,” kata Yooyoung.

“Aku hanya menengokmu,” kata Yeoreum, mereka kembali sibuk dalam pembicaraan, sementara aku lebih tertarik pada pintu besar yang bisa membawaku ke ruang bawah tanah.

“Boleh aku ke bawah?” pintaku.

Yooyoung menyernyit. “Kau tidak sedang bertugas,” katanya.

“Aku hanya tidak ingin mengganggu kalian berdua,” aku tertawa pelan, menggoda mereka. Mendengar ucapanku, Yooyoung akhirnya tergelak. “Baiklah, tapi pastikan jangan sampai mereka melukaimu,” pesan Yooyoung padaku.

“Pasti. Gomawo.” kataku sambil melangkah menuruni tangga batu menuju tempat mereka di kurung.

Aku tidak begitu suka tempat ini. Vampirevampire ini benar-benar diperlakukan dengan kejam. Mereka sering disiksa. Dipukul dengan cambuk api. Dan Sehun lah penanggung jawab—dalam pandanganku dia adalah penanggung jawab terhadap tindakan penyiksaan—mereka.

Dan karena Sehun beberapa bulan ini sering bicara denganku, secara tidak langsung ia melibatkanku dalam kekejaman ini. Ia sering memintaku menemaninya saat ia akan ‘menghukum’—istilah Sehun. Ia berpikir bahwa vampirevampire ini pantas dihukum, padahal tidak—mereka. Dan biasanya aku hanya duduk di ujung tangga, tidak ingin berpartisipasi sedikit pun pada kegiatan yang dilakukan Sehun.

“Ini bukan waktunya bagi kami untuk di hukum.” aku sudah terbiasa mendengar suara dingin mereka. Mereka membenci kami, itulah faktanya.

“Aku tidak sedang bersama Sehun,” kataku menyahutinya.

Salah satu diantara mereka mendesis, membuatku bergidik ngeri. Fakta bahwa vampire yang ada di sini membenciku entah mengapa memberiku sedikit kekecewaan. Aku rindu saat-saat dimana aku masih bertugas merawat vampirevampire di gedung penyembuhan.

“Dia belum memberi kalian darah?” tanyaku.

Tidak ada satupun dari mereka yang menjawabku. Aku sudah terbiasa diabaikan oleh mereka. Dan aku bisa terima jika mereka tidak suka berbicara dengan kami. Tapi tidakkah mereka bisa melihat bahwa aku tidak ingin menyakiti mereka?

“Dia tidak akan memberi kami darah jika kami tidak bicara tentang bangsa kami.” akhirnya seseorang yang menjawabku.

Aku tidak pernah tertarik untuk tahu apa yang sebenarnya manusia-manusia ini inginkan dari mereka. Aku hanya ingin melihat mereka sedikit merasa nyaman di tempat menyedihkan ini.

Aku terdiam. Terkadang aku tidak menyalahkan jika ada vampire yang benar-benar membenci kami. Kami kejam. Memang. Dan aku termasuk dalam hitungan ‘kejam’ itu karena disini yang bisa kulakukan hanya menonton mereka tersiksa tanpa bisa menolong mereka.

“Untuk apa kau disini?” aku tidak begitu mengenal mereka, jadi aku tak bisa tahu siapa yang bicara padaku. Kami bicara, tapi aku tidak tahu satupun nama mereka, begitu juga mereka. Pembicaraan kami hanya sebatas saling bertukar kata hingga salah satu dari kami memutuskan untuk menghentikan pembicaran.

“Aku hanya ingin melihat keadaan kalian,” kataku pelan.

Seseorang tertawa parau. Suara husky-nya jadi satu-satunya suara yang mudah kukenali di antara mereka. “Kuanggap itu sebagai pujian karena kau masih melihat kami hidup di bawah siksaan ini, nona.”

Aku terkesiap mendengar ucapannya.

“Tidak, bukan itu maksudku. Aku hanya—” lagi-lagi aku terhenti, percuma saja aku bicara, mereka juga menganggapku seseorang yang jahat. “—sudahlah. Kalian tidak akan mengerti.” sambungku akhirnya.

“Lalu apa tujuanmu?” lagi-lagi ia bertanya.

Aku mendesah pelan sebelum menjawabnya. “Aku tidak pernah berniat melukai kalian sedikit pun. Sungguh. Dan aku tidak masalah jika kalian membenciku, aku memang patut dibenci karena aku seorang manusia, bagian dari mereka yang membuat keadaan kalian menjadi seperti ini. Tapi aku—lupakan saja, senang bisa bertemu kalian.”

Aku seolah kehilangan niatku untuk mengatakan ‘aku peduli pada kalian’ ketika aku menyadari bahwa semua ucapanku akan terlihat sebagai kebohongan bagi mereka bukan?

Menyerah, aku akhirnya melangkah menaiki tangga, mereka vampire yang keras kepala. Sungguh. Tak akan mudah berusaha mengenal mereka.

Hey, tunggu,” sontak langkahku terhenti saat pemilik suara husky itu lagi-lagi bicara. Ia memanggilku. Segera, aku berbalik, memastikan jika ia benar-benar memanggilku.

“Kenapa?” tanyaku ragu.

Hening sejenak, aku bahkan bisa menghitung detakan jantungku saat menunggunya bicara.

“Bisakah aku minta tolong padamu?”

Sepersekian sekon aku terdiam. Mereka? Minta bantuan padaku? Ingin rasanya aku tertawa. Beberapa detik yang lalu mereka menganggapku sebagai makhluk jahat dan sekarang mereka minta tolong pada makhluk jahat ini.

“Bantuan apa?” toh akhirnya aku kalah, keingin tahuanku tentang mereka selalu saja menang melawan ego, bagaimana pun aku menekannya.

“Bisakah… kau beri aku darah? Salah satu dari kami sedang sekarat. Kumohon.”

Aku terdiam. Tak bisa kupungkiri, Sehun sedikit keterlaluan dalam hal ini. Tapi untuk apa juga aku peduli? Mereka bahkan tak pernah mau bicara padaku. Sekarang, ia bicara padaku karena membutuhkan darah?

Apa aku tengah menjadi perantara mereka untuk—sudahlah, Sarang. Bukankah kau memang ingin menolong mereka?

“Tunggu, aku akan kembali,” kataku akhirnya, merajut langkah keluar dari penjara mereka. Yeoreum dan Yooyoung masih bicara di depan pintu penjara, dan tentu saja mereka mengalihkan pandangan ke arahku saat aku kembali.

“Kau mau kemana, Sarang?” tanya Yeoreum.

“Aku akan ke kamar.” jawabku cepat, sekon kemudian aku kembali membalik badan, tak mungkin aku membawa darah dengan adanya Yeoreum dan Yooyoung bukan?

“Kalian berdua tidak makan? Sudah jam makan siang.” ujarku membuat Yooyoung melirik jam kecil yang melingkar di pergelangan tangannya.

“Oh! Sarang benar, ayo, Yeoreum-ah, kita kembali.”

Aku tak lagi mendengar lanjutan pembicaraan mereka karena langkahku sudah kupacu untuk meninggalkan tempat itu.

Segera, aku berlari ke gudang penyimpanan darah. Jika manusia di gedung penyembuhan kuhitung sebagai manusia bodoh. Manusia di sini patut kujuluki sebagai manusia yang egois dan sombong. Mereka tidak memasang kamera pengintai atau penjagaan ketat. Karena pasti mereka pikir tak seorang pun bisa melewati pagar besar yang jadi perlindungan—ah, tidak, Sarang. Mereka tidak sombong.

Mereka… saling mempercayai satu sama lain. Mereka percaya bahwa tidak akan ada pengkhianat di antara bangsa mereka.

Sontak langkahku terhenti. Menyadari bahwa apa yang kulakukan sekarang bertolak belakang dengan hal yang seharusnya aku lakukan.

Aku… mengkhianati bangsaku… lagi?

“…salah satu dari kami sedang sekarat. Kumohon…”

Permintaan vampire itu lagi-lagi tengiang di telingaku. Aku sedang berusaha menyelamatkan satu nyawa. Lakukan Sarang.

Park harabeoji dulu bercerita bahwa seorang vampire yang menyelamatkanku dan menaruhku di tenda manusia—kurasa vampire itu Chanyeol, mengingat bahwa ia yang menandaiku. Dan Park harabeoji juga mengingatkanku bahwa aku berhutang pada para vampire karena selama kami masih tinggal di tenda, tidak ada satupun vampire yang tega melukaiku.

Ia bilang, saat tenda dulu di serang, seorang vampire wanita menyelamatkanku. Artinya, mereka menjagaku saat itu bukan? Jadi, tidak salah jika aku sekarang membalas hutangku dengan menyelamatkan vampire yang disiksa di sini. Baiklah. Itu alasanku menolong mereka.

Akhirnya, aku menyelinap masuk ke dalam gedung penyimpanan darah. Bau darah membuatku mual dan pusing. Aku bergidik melihat kantong darah disusun dalam kardus dan kardus itu disusun begitu tinggi.

Akankah berpengaruh jika aku mencuri satu kardus?

Aku mencari-cari tanda adanya pencatatan jumlah darah yang ada di ruangan ini, tapi kurasa mereka benar-benar tidak membuat pengamanan apapun. Satu kardus saja Sarang, dan berhati-hatilah.

Aku mengambil kardus terjauh dari pintu masuk, dan keluar gudang dengan hati-hati. Kardus ini berat, sungguh. Dan aku harus menyimpan darah-darah ini di kamarku. Baiklah. Ini rencanaku.

Aku menyembunyikan kardus itu di bawah meja rias, kurasa aku harus rajin mengunci kamarku mulai sekarang. Aku membawa tiga kantong darah keluar dari kamar, aku tidak berani melewati ruang utama, semua orang pasti berkumpul disana sekarang.

Sehun pasti mencariku. Tsk. Aku harus membawa darah ini pada mereka.

Aku mengatur nafasku, lalu dengan cepat melangkah ke jeruji tahanan mereka, masih sepi, seperti biasanya. Mereka tidak dijaga dengan ketat, jeruji itu sudah di desain untuk menangkal kekuatan mereka. Itulah mengapa, penjara mereka hanya di jaga selama tiga jam dalam sehari.

“Kau benar-benar membawa darah?” seseorang bertanya padaku ketika ia melihatku kembali dengan membawa beberapa kantong darah.

“Ya, bukankah kau memintanya tadi?” kataku.

“Mereka tidak akan pernah menuruti keinginan kami walaupun kami memohon. Kenapa kau menuruti kami?” pertanyaannya sekarang membuatku terdiam.

“Di tempat lamaku, aku bekerja merawat vampire, dan disana aku selalu menuruti keinginan mereka karena aku punya kuasa atas tempat itu, tapi disini, semuanya harus ku lakukan dengan sembunyi-sembunyi,” akhirnya aku berucap, sementara tungkaiku berjalan mendekati jeruji mereka.

“Kau… menuruti keinginan mereka?” aku bisa mendengar nada tidak percaya yang sarat di dalam pertanyaan yang terucap untukku sekarang.

“Ya, walaupun kalian vampire, bukan berarti aku harus mengabaikan keinginan kalian kan? Kalian juga punya perasaan, pikiran, sama seperti kami,” kataku, ucapan yang sudah kukatakan berulang kali.

“Kenapa?”

“Kenapa?” aku menyernyit bingung.

“Kenapa kau berbeda? Kau tidak seperti mereka.”

“Aku akan tetap jadi penjahat disini, aku manusia. Ini darahnya, aku bawa 3 kantong, apakah cukup?” tanyaku.

“Lebih dari cukup…” salah seorang dari vampire itu mengulurkan tangan nya padaku, oh, ia vampire yang pertama kali kuajak bicara di tempat ini.

Aku mengulurkan kantong darah itu padanya, Ia berjengit saat kulit kami bersentuhan, kurasa, Ia masih tidak suka berdekatan dengan manusia.

“Terima kasih.” ucapnya.

“Aku mencuri satu kardus darah di gudang, katakan saja padaku jika kalian nanti membutuhkan darah,” kataku membuatnya memandangku, lama.

“Kau… mencurinya? Untuk kami?”

Aku mengangguk.

“Sehun atau yang lain hanya akan memberi kalian darah jika kalian dipukul, atau jika kalian bicara. Aku… tidak suka itu.” kataku pelan.

“Apa kau bangsa peralihan?” tanyanya. Aku menggeleng sebagai jawaban.

“Aku manusia,” kataku kemudian.

“Tidakkah kau ingin memusnahkan kami?” lagi-lagi kudapati diriku menggeleng saat mendengar pertanyaannya.

“Untuk apa? Aku tidak pernah memikirkan hal seperti itu.” keheningan tercipta selama beberapa saat. Sementara pandangan kami masih beradu.  Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? Apa mereka melihat niat baikku sebagai rencana busuk penghancuran mereka?

“Aku tidak bisa menggunan kekuatanku disini, bisa aku minta tolong lagi padamu?” tanyanya.

Aku mengangguk sebagai persetujuan.

“Berikan darah ini pada vampire yang ada di sudut sana.”

Aku mengambil kantong darah itu darinya, tanpa bicara apapun aku berjalan ke jeruji paling pinggir. Seorang gadis meringkuk di sana, tampak sangat kesakitan. Tanganku tidak sampai ke tempatnya, dan Ia seolah tidak bisa bergerak.

“Mereka mengunciku disini, kumohon… Bawa darah itu kemari,” kata gadis itu dengan suara parau. Aku terdiam. Apa tubuhku akan muat di sela jeruji ini?

Aku memandang sekitarku, bagaimana caranya masuk ke sana? Perlahan, aku mencoba membelesakkan diriku ke sela jeruji itu, dan hebatnya, tubuhku bisa masuk. Aku terpana. Apa badanku sangat kurus sampai muat di sela jeruji? Atau mungkin memang sela-sela jeruji ini yang terlalu luas?

Aku mengabaikan keterpanaanku sejenakku dan segera melangkah mendekati gadis itu, duduk di sebelahnya dan tanpa bicara apapun, aku membuka knop yang menutup kantong darah tersebut.

“Minumlah.” ucapku saat kuulurkan darah tersebut padanya. Dengan cepat ia meraih lenganku, menenggak habis darah yang ada di dalam kantong tersebut. Dan saat kantong pertama sudah ia habiskan, dengan cepat aku membuka knop kantong kedua.

“Berhenti, ada manusia menuju tempat ini.” aku mengenali suara itu sebagai suara pemuda yang tadi bicara denganku. Segera, aku menyembunyikan kantong darah itu di punggungku. Aku harus keluar.

“Pegang lenganku, mereka tidak akan bisa melihatmu.” kata gadis itu setengah berbisik. Kini, aku menatapnya ragu.

“Benarkah?” ia mengangguk sebagai jawaban.

Kurasa, kekuatannya mulai pulih setelah menghabiskan kantong kedua tadi. Aku menurutinya, kusentuh lengan dinginnya, dan duduk dalam diam. Tanpa sadar aku gemetar saat Sehun masuk ke jeruji, ia berjalan ke arahku—maksudku, ia berjalan ke arah jeruji gadis ini.

TRANG!

Aku menahan diriku untuk tidak berjengit kaget saat Sehun mengarahkan pemukul besi—yang biasa ia gunakan menghukum vampirevampire ini—ke arah vampire yang ada di sebelahku.

“Hah! Kau masih hidup rupanya,” kata Sehun pada vampire gadis yang baru ku tolong ini, sementara ia masih bungkam.

“Kalian semua masih tidak ingin bicara hah?!” Sehun mengintimidasi. “Baiklah. Kalian yang memilih cara ini. Heran juga bagaimana vampire busuk ini masih bisa hidup setelah tidak minum darah seminggu.”

TRAANNGG!

Vampire wanita ini yang Sehun maksud. Aku memandang vampire di sampingku ini. Ia tertunduk. Diam. Sehun benar-benar tidak melihatku. Dan tanpa sadar, dadaku terasa sesak, sekejam ini kah bangsaku?

Sehun melangkah menjauh dari jeruji, setelah memastikan bahwa ia sudah cukup jauh dari kami, vampire itu mendorong lenganku.

“Dia sudah pergi.” Katanya.

Aku mengulurkan kantong darah terakhir itu padanya. Ia menggeleng.

“Dia ingin aku mati bukan? Biar saja aku mati disini.”

“Tapi aku tidak ingin hal seperti itu terjadi, keluargamu akan sangat sedih jika kau tidak kembali,” kataku.

“Aku terkurung selamanya disini.” ia mendesis.

Hatiku mulai goyah. Aku tidak ingin berada di sini. Entah mengapa.

“Dulu, Gedung Penyembuhan itu kuanggap seperti benteng yang tidak akan runtuh. Aku juga berpikir bahwa vampire yang ada disana tidak akan pernah bebas, tapi aku salah, mereka bisa bebas,” kataku, mengenang.

“Tapi gedung ini dibangun oleh bangsa peralihan. Tidak tahukah kau seperti apa mereka?” vampire itu memandangku.

Aku menggeleng.

“Bangsa peralihan adalah manusia yang pernah kami gigit, racun kami sedikit masuk ke tubuh mereka. Mereka masih manusia, tapi mereka akan punya kekuatan seperti kami para vampire. Dan dalam beberapa waktu, mereka akan butuh darah, walaupun tidak seperti kami. Mereka hanya butuh darah sekali dalam beberapa lama.” penuturannya kini membuatku terdiam.

Mereka terkurung di tempat yang lebih menyeramkan.

“Lihat saja, nantinya, kau dan yang lain yang datang ke tempat ini juga akan jadi peralihan seperti mereka.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Notes:

HALO!

Lama sekali rasanya enggak berjumpa dan menyapa kalian di cerita fantasy /kemudian ditendang/ dan lagi-lagi, ingatkan aku kalau cerita Exception (dan pendahulunya, Evening Sky) adalah sebuah cerita penghapus rindu alias cerita yang akan publish di saat aku mengalami writer’s block berkepanjangan.

Dan ya, sebenernya kali ini alasannya bukan karena writer’s block sih, tapi karena kesibukan tiada henti yang hampir-hampir ngebuat aku mengeluhkan tentang ‘kenapa sih di satu hari cuma ada dua puluh empat jam?’ ya karena… pada kenyataannya, 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu itu enggak cukup buat aku menyelesaikan semua urusanku, huhu. Saingan sama walikota ini sibuknya.

Beberapa minggu terakhir (atau mungkin udah satu bulan lebih) aku jadi menderita insomnia dan berakhir sering ngoles bagian bawah mata pake balsem atau kadang pake minyak oles yang diiklanin Agnez Mo itu biar engga ngantuk. Pengen minum kopi tapi ai don laik koffeeeeeeeee ~~ demi keliatan ‘normal’ diriku bahkan pinjem make up si adek supaya ini kantung mata enggak kelihatan.

Sekalinya weekend diajakin nonton, diri ini malah ketiduran di dalem theater karena bioskop itu mendukung banget buat tidur, apalagi kalo premiere ya. Mantep jos sekali buat menghilangkan kantuk.

Terus intinya, cerocosan empat paragraf itu jadi pengawal cuap-cuap aku yang mau menyampaikan kalau aku mungkin—entah sampai kapan—akan sedikit sibuk, serius ini sibuknya masya Allah sekali… sehari kerja dari jam setengah tujuh sampai jam setengah sepuluh malem baru pulang, sampe rumah ngelanjutin kerjaan yang belum kelar sampe hampir subuh dan akhirnya jadwal tidur (plus makan, PLIS, JADWAL MAKANKU!) jadi berantakan… sedih kan ya? /KALO GAMAU REMVONG KAWIN AE RISH/.

Oke, jadi sekian dari diriku. Fanfiksi-fanfiksi chapterred lainnya akan terus berlanjut dengan kecepatan maintenance yang will be a little bit lambat /kemudian disambit/ tapi doain aja di akhir pekan diriku bisa ada waktu dan enggak hanya berkutat sama laporan dan laporan karena ane jadi merasa Violet semakin teraniaya.

Sekian dariku, see you around. Much love, Irish!

P.s: blogku sekarang tampilan baru loh :p

~

~

~

[    IRISH SHOW    ]

55 tanggapan untuk “EXCEPTION – 1st — IRISH’s Tale”

  1. Sehun sama manusia lainnya kejam banget siiiih
    kasian tau, tapi mungkin mereka merasa kalo bumi itu milik manusia aja ya, makhluk lain ga boleh disitu hm -.-
    yaodah, lanjut dulu bacanyaaa

  2. KAK RISH SEK, KUISENG NGESEARCH HYERIM, TAU2 MUNCUL INI FF DAN ANE BUKA. IT’S SO ANZER KAK, ADA NAMA MBA HYER. OH INI TOH FF YANG PAS ITU KAK RISH TANYAIN OC SIAPA YG ANTAGONISABLE WKWKWK. LHA MBA HYERIM YG AKHIRNYA KEPAKE BUAHAHAH MANA BARENG MEMBER HELLO VENUS. KSIP ANE GAK BACA FFNYA, MAU BACA TAPI BELUM SEMPET. MAAPIN ANE ;( SILAHKAN NISTAKAN MBA HYER KUDUKUNG /DIBALANG HYERIM/

    p.s : kalo ada waktu ditengah kesok sibukan, aku baca kok ffnya
    salam ketjup dari elsah ~

  3. irish eonni…. apa kbr? maaf stlh sekian lama aku ga baca ff… aku lgsg baca ff buatan eonni… jujur ff eonni keren semua… trutama gidaryeo… maaf ga bisa komen ditiap ff eonni hehe maklum keterbatasan kuota… oh y eon… aku suka sama karakter my bacon disini hehe dan jg di gidaryeo aku suka ama karakter black shadow nya…. lanjut eonn

    1. Halo sayang, maaf banget diriku baru bisa bales u,u aduh duh aku terharu ada yang bisa suka sama cerita astralku padahal semua ceritaku aneh aneh XD wkwkwkwkwkwkwk… semoga dirimu masih sabar menunggu ffku ~ thankyou {}

  4. Sehun kezzaam>_<*ceraiin sehun
    Chanyeol apa kabar? Dimna dia sekarang? Bagaimana keadaanya? Kngen chanyeol huhuT_T
    goodluck kaka^_^tulisankakak kerenkeren *mwahh

  5. ihh sehun kejam… keknya gk cocok deh… aduhh gimana ini..
    chanyeol kemana??? dimana???
    main ski sma baekhyun yaaaa… kencan mulu.. noh sarang lu biarin

  6. aku disini dan kau disana kita memandang langit yg sama#lah malah nyanyiXD
    duh long time no see ka..huhu selalu aja setiap ff baruny kaka selalu make me interst sm karya”mu eaa aku padamu ka lopelope pokokny mangatss

  7. Terus cerita yang kita buat itu bukan fantasy kah? Hm ah kenapa engkau ga memasukkan apa yang terjadi antara kita di fingernotes?😂😂😂😂😂😂 Sesungguhnya ane menunggu keluhan ente tentang ane tercantum di fingernotes, huahahahaha. Btw, ane kerjaan baca FF lain setelah baca ini FF wkwk. Makannya kalo dah di suruh makan tuh nurut, ntar ntar mulu sih wkwk. Dah segitu aja uneg-uneg adikmu ini wkwk. Look forward to chapter 2!!

  8. Hallo kaa, iya udah lama banget. Jadi ceritanya sarang bimbang ?? Bakalan seru nih wkwkkw ditunggu. Chapter selanjutnya kaa 😁😁😁💪💪💪

  9. demi ini aku rela baca evening sky. sebelum ka irish update chapter 2, aku bertekad untuk menyelesaikan evening sky terlebih daholooo. dan ka semangat kerjanya semngata nulisnya. ada aku disini. eaaa /ada kamu disini juga ga bantu apa apa/

  10. Sarang hatimu itu baik sekali, ya ampun sehun kejam amat yak. Aku penasaran siapa yang akan jadi pasanan sarang disini. Terlalu banyak misteri.
    Kak irish senangat terus ya nulis nya

  11. YAPS, KUBAHAGIA CHAP1NYA LANGSUNG KELUAR 1 MENIT SETELAH PROLOGNYA. KALO BOLEH JUJUR KAK RISH, ANE LIAT INI TADI DIJADWAL DAN TERIAK-TERIAK SENDIRI, MAKANYA ANE TAU JAMNYA, TANGEN GATEL PENGEN BUKA, TAPI UNTUNG EKI MASIH BISA TAHAN NAPSU NUGGU AMPE JAM 12 MALEM, BHAKS./DIGAMPAR/ XD
    DAN KUTUNGGU 2ND CHAPNYA KAK RISH. SARANG DISINI MASIH SEPERTI BIASA, PECINTA VAMPIRE. HMZZZ . SARANG, INGAT CY YA SARANG. CUMAN ANE RAGU SARANG BAKAL SAMA CY SOALNYA NOTE DI POSTERNYA TIME PASSES LOVE CHANGES , EKI YG SHIPPER CHANYEOL SARANG INI KUDU OTTOKHE KAK RISH? /DIGAMPAR/
    TAPI TAK PALAH KAK RISH, SERAH SARANG MAU SAMA SIAPA, TOH MEREKA SEMUA COGAN/PLAKK/ XD
    DAN TADI ANE ISENG BUKA BLOG KAK IRISH GEGARA KAKAK BILANG BLOGNYA BARU, DAN TAU BEGIMANA TERKEJUTNYA EKI DI TENGAH MALEM JAM 1 SEPERTI INI TETIBA MUSIK JEPANG YG NGEBEAT IDUP DENGAN VOLUME ADUHAI KENCANG KAK RISH? MANA ITU TEMANYA CEM MAIN GAME, LEPEL-LEPEL-AN SEGALA DAN POSTERNYA PUN PLAYER GAME ._. ANE CURIGA KAK RISH KEPINCUT GAME ADEKNYA ATAU TERPENGARUH BG AL SI PECINTA GAME/DIGAMPAR/ ATAU KARENA TERLALU CINTA SCI-FI? POKOKNYA BLOGNYA KECE DAH KAK RISH, ITEM MERAH ADUHAI, CEM KAK RISH YG ALWAYS KECE ADUHAI/DIGAMPAR/ :3
    DAN EKI BARU SADAR KALAU INI KEPS JEBOL. MAAPKEUN EKI KAK RISH, EKI TERLALU SEMANGAT, BHAKS/XD
    DITUNGGU NEXT CHAPNYA KAK, HWAITING!! ❤

    1. INI KENAPA ADA ANE NYEMPIL DISINI????😁😁😁 Ketahuilah, Al sama Kak Rish udah hampir lost contact sejak Desember kemarin sampe hari ini. Wkwk.

    2. ENTE RAJIN AMAT NGITUNG SELISIH SEMENIT… KUJADI TERHURAY WKWKWKWKWKWKWK DAN EKI PLIS, KENAPA INI SEMUA KEPSLOK WKWKWKWKWK XD EH YAAMSYONG KUCINTA TEMA BLOGKU YANG SEKARANG XD JADI PERTANDA KALO ANE DEMEN JEPANG SEKARANG /PAKABAR OM GOBLIN YANG DIDEMENIN/

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s